Anda di halaman 1dari 7

LEMBAR KERJA MAHASISWA SISTEM OTOT

Untuk memenuhi tugas matakuliah Fisiologi Hewan dan Manusia

Oleh:
Azhari Ulfah Aidah

(150341607261)

Ismiatul Hasanah

(150341600214)

M.Risyad Rahaf Faldi

(150341606759)

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
SEPTEMBER 2016

1. A. Jelaskan perbedaan struktur otot polos dan otot lurik !


Berikut merupakan penjelasan terkait perbedaan otot polos dan otot lurik.
Otot polos memiliki bentuk ujung yang runcing dan juga bentuknya gelondong,
sedangkan Bentuk yang dimiliki oleh otot lurik adalah memanjang dan silindris. Jumlah
inti sel pada otot polos adalah satu, sedangkan pada otot lurik memiliki banyak inti sel
Untuk letak inti sel, otot polos memiliki inti sel yang intinya di tengah sel, sedangkan otot
lurik memiliki inti sel yang letaknya di tepi. Sistem kerja pada otot polos adalah secara
tidak sadar, sedangkan pada otot lurik bekerja secara sadar.Juga Reaksi terhadap gerakan
pada otot polos ini lambat, sedangkan reaksi gerakan terhadap gerakan pada otot lurik ini
cepat. Dalam Gerakannya, otot polos ini tidak cepat lelah, sedangkan otot lurik tidak
lelah. Dan otot polos ini letaknya pada sistem organ, sedangkan otot lurik terletak
melekat pada rangka. Penjelasan diatas, dapat dilihat di tabel berikut, agar memudahkan
kita dalam membedakan antar keduanya.
No
.
1.

Perbedaan dari hal

Otot polos

Otot lurik

Bentuk
Jumlah inti sel
Letak inti sel
Sistem kerja
Reaksi terhadap gerakan
Gerakan
Letak

Ujung runcing, gelendong


Satu
Ditengah
Tidak sadar
Lambat
Tidak cepat lelah
Pada sistem organ

Memanjang dan silindris


Banyak
Di teoi
Sadar (dibawah kendali diri)
Cepat
Tidak lelah
Melekat pada rangka

B. Apa yang dimaksud dengan twich contrction, gelombang sumasi dan tetanus !
Twicth contraction
Kontraksi tunggal (single contraction= twitch contraction) adalah satu bentuk
kontraksi otot akibat dari satu stimulus yang dikenakan pada otot. Kurva kontraksi
tunggal berbentuk kurva normal yg terdiri dari periode kontraksi dan periode relaksasi.
Bila stimulus kedua diberikan pada otot setelah otot relaksasi, maka akan terjadi
kontraksi tunggal kedua.
Gelombang Sumasi
Gelombang sumasi adalah gabungan kedutan akibat stimulus berulang atau
penjumlahan satu kedutan ditambah dengan kedutan selanjutnya. Kontraksi sumasi
(penjumlahan kontraksi) adalah satu bentuk kontraksi otot yang dihasilkan dari

pemberian lebih dari satu stimulus kepada otot, dimana stimulus kedua diberikan pada
periode relaksasi. Stimulus kedua ini akan menghasilkan puncak kontraksi kedua di atas
puncak kontraksi pertama.
Tetanus
Tetanus adalah penyakit infeksi serius yang menyerang susunan saraf dan ditandai
kontraksi otot yang hebat (kejang). Penyakit ini biasanya terjadi akibat luka tusuk dalam
oleh benda yang tercemar debu, pupuk, tanah dan kotoran hewan atau manusia, jika
terkena penyakit ini akan terjadi kontraksi otot, dimana kontraksi tetanus adalah suatu
suatu bentuk kontraksi otot terus menerus yang dihasilkan dari pemberian stimuli dengan
sangat cepat sehingga otot tidak ada kesempatan relaksasi di antara dua stimuli.
2. A. Prinsip All or None selain di kenal pada pemebntukan potensial aksi sel saraf juga
pada kontraksi sel otot. Jelaskan prinsip all or none disertai grafik pada sel otot lurik!
Otot sebagai alat gerak aktif memiliki sifat iritabilitas yang ditunjukkan dengan
proses menanggapi rangsang (mengenal dan merespon rangsang/stimulus) yang mengenainya
secara langsung, tanpa tergantung pada jaringan saraf yang biasa mengaktifkannya. Kondisi
iritabilitas otot dapat melemah jika otot telah mengalami kelelahan dan kembali ke kondisi
maksimum apabila tersuplai oleh nutrisi dan oksigen yang cukup. Perlu diperhatikan bahwa
prinsip all or none pada otot hanya berlaku pada setiap sel otot rangka, bukan pada gumpal
otot atau otot secara umum serta pada sel otot jantung. Hal ini berarti bahwa apabila suatu sel
otot rangka atau serabut otot diberikan stimulus di atas ambang ataupun ambang, maka sel
otot akan berkontraksi penuh. Tetapi sebaliknya apabila stimulus yang mengenai sel otot
berada di bawah ambang/subminimal maka sel otot tidak akan berkontraksi sama sekali.
Stimulus bawah ambang dapat menimbulkan respon kontraksi dengan syarat diberikan secara
berkali-kali dengan rentang waktu yang cepat (sumasi stimulus).
Sangat berbeda pada otot atau jaringan otot, prinsip all or none tidak bisa berlaku
pada jaringan ini. Pada sel otot makin kuat stimulus yang diberikan maka kekuatan
kontraksinya tetap, sedangkan pada jaringan otot makin kuat stimulus yang diberikan maka
makin kuat pula kekuatan kontraksinya. Hal ini terkait dengan adanya unit-unit motorik pada
jaringan otot, dimana setiap unit motorik (serabut saraf motorik) tunggal akan bercabang >
100 cabang kecil yang masing-masing cabang akan mensyarafi sel otot. Bagian ujung saraf

yang melekat pada otot biasanya disebut dengan motor end plate atau myoneural junction.
Satu serabut saraf motor tunggal beserta dengan sel-sel otot yang disarafi dikenal dengan
istilah unit motor.
Apabila suatu saraf motor teraktivasi, maka semua sel-sel otot yang disarafinya
berkontraksi secara simultan. Semakin banyak saraf motor yang diaktifkan maka makin
banyak pula sel-sel otot yang berkontraksi. Jadi makin kuat stimulus yang mengenai saraf
motor maka semakin banyak unit motor yang diaktifkan sehingga kontraksi otot semakin
kuat.

B. jaringan otot (biasa disebut otot) tidak mengikuti prinsip all or none tetapi mengikuti
kontraksi bertingkat. Jelaskan disertai gambar!
Semua sel otot kontraksi berdasarkan prinsip all or none. Artinya bahwa bila sel otot
melakukan kontraksi, ia akan melakukan kontraksi penuh pada kondisi yang ada. Suatu stimulus
lemah menimbulkan kontraksi serabut otot yang sama besar. Namun demikian, bila kondisi pada
waktu stimulus berubah, maka kekuatan kontraksipun berubah. Misalnya sel otot yang
direnggangkan. Yang diberi pasok makanan cukup, dioxigenasi dengan baik, maka kontrkasinya
lebih kuat daripada yang pasok makanannya kurang, dan oxigennya kurang pula. Seluruh otot
atau segumpal otot, tidak seperti sebuah sel tunggalnya, kontrkasinya lebih kuat dalam menjawab
stimulus yang lebih kuat. Dengan kata lain, sebuah sel otot tunggal kontraksi menurut prinsip all
or none, sedangkan sebuah organ otot (kecuali otot jantung) tidaklah demikan. Kontakdisi nyata
ini dapat diterangkan karena serabut saraf mototris di distribusi pada otot. Setiap serabut tunggal
dipecah menjadi seratus cabang kecil, masing-masing berakhir pada ujung otot khusus yang
disebut motor end plate dan myoneural junction. Jadi satu serabut saraf menginervasi seratus

serabut otot. Serabut saraf motor tunggal bersama seratus serabut otot membentuk suatu motor
unit pada terminalnya. Suatu stimulus yang lebih kuat mengaktifkan beberapa motor unit, dengan
demikian menghasilkan kontraksi yang lebih besar dibandingkan dengan stimulus dan lebih
lemah.
3. B. Apa yang dimaksud dengan motor unit? Berikan penjelasan!
Motor unit merupakan sebuah saraf motorik yang berfungsi menghantarkanrangsangan
dari pusat saraf menuju organ efektor(ex;otot). Selain menghantarkan rangsangan ke otot, sel
saraf motorik juga menghantarkan pesan ke sel tubuh untuk mempersiapkan proses pembakaran
energi yang dibutuhkan saat otot bekerja.
4. A. jelaskan perbedaan antara otot rangka, otot polos unit tunggal, otot polos unit
jamak, dan otot jantung !
Otot Rangka (Sceletal Muscle)
Otot rangka tersusun atas sel-sel panjang bentuk serabut tidak bercabang yang disebut
dengan muscle fiber (serabut otot = sel otot) yang juga terkait dengan sedikit bahan lain yaitu
jaringan ikat, pembuluh darah dan saraf. Struktur serabut otot tunggal memiliki beberapa
nukleus yang terletak di tepi mengelilingi serabut otot mendekati membran plasma. Serabut otot
berkembang dari sel yang belum matang dengan multinukleus yang disebut myoblast.
Multinukleus dihasilkan dari fusi dari sel prekursor myoblast. Myoblast akan berubah menjadi
serabut otot sebagai suatu protein kontraktil yang terakumulasi dalam sitoplasma. Setelah itu
akan diikuti dengan inervasi pertumbuhan sel saraf dalam perkembangan lanjut serabut otot.
otot polos unit jamak
Otot polos berdasarkan aktivitasnya dibedakan menjadi dua yaitu otot polos unit tunggal
(single unit) dan otot polos unit jamak (multiple unit). Otot polos Multiple Unit merupakan otot
polos yang memiliki sifat gabungan antara otot lurik dan otot polos single unit. Otot polos
multiple unit memiliki unit-unit yg terpisah dan mirip seperti unit motor otot lurik/skeletal
sehingga memiliki sifat neurogenik. Akan tetapi berbeda dengan otot skeletal respon kontraktil
pada otot polos multiple unit adalah potensial depolarisasi bertingkat. Kekuatan kontraksi tidak
hanya dipengaruhi oleh jumlah unit yang terstimulasi dan kecepatan stimulasi, tetapi juga oleh

hormon dan obat yang bersirkulasi. Contoh tempat yang banyak mengandung otot polos multiple
unit yaitu dinding pembuluh darah besar, otot lensa, otot iris, saluran udara besar paru, dan otot
folikel rambut.
Otot polos unit tunggal
Otot polos single unit juga disebut dengan otot polos visceral. Disebut sebagai otot polos
unit tunggal karena serabut otot polos menjadi aktif dan berkontraksi secara serempak sebagai
suatu unit tunggal. Otot polos unit tunggal mempunyai sistem electrical junction/unit kelistrikan
dan mekanik sebagai suatu unit yang dikenal sebagai sinsitium fungsional. Otot polos unit
tunggal mampu membangkitkan stimulus pada selnya sendiri tanpa stimulus melalui saraf self
excitable. Sel otot polos unit tunggal juga tidak memiliki potensial istirahat yang konstan dan
fluktuasi potensial membrannya tanpa pengaruh eksternal sama sekali. Depolarisasi spontan pada
otot polos unit tunggal akibat adanya pacemaker dan potensial gelombang lambat (slow-wave
potentials). Kemampuan otot polos unit tunggal untuk berkontraksi tanpa stimulus dari saraf
disebut sebagai aktivitas miogenik.
Otot Jantung
Otot jantung merupakan jaringan otot lurik seperti otot rangka, tetapi mengandung satu
nukleus yang berada di tengah sel. Sel yang berbatasan tergabung bersama dengan perlekatan
khusus yang disebut diskus interkalaris, yang merupakan gap junctions dengan peran melalukan
potensial melintasi sel satu ke sel lainnya. Sel otot jantung memiliki sifat autoritmik dan bagian
tertentu dari jantung bertindak sebagai pacemaker. Potensial aksi otot jantung hampir sama
dengan potensial aksi di saraf dan otot rangka, tetapi memiliki durasi periode refraktori cukup
panjang. Depolarisasi dari otot jantung dihasilkan dari influx Na + dan Ca2+ melintasi membran
plasma. Regulasi dari kontraksi otot jantung oleh Ca 2+ mirip dengan kejadian pada kerja otot
rangka. Otot jantung memiliki sifat gabungan otot skeletal dan otot polos dengan ciri khusus
seperti sebelumnya yaitu memiliki electrical junction (diskus interkalaris), memiliki tubulus T
lebih luas dari otot skeletal, self excitable (saraf otonom).
B. Jelaskan mengapa otot jantung tidak mudah lelah seperti otot rangka!
Karena pada otot jantung bekerja diluar kesadaran manusia dan pada otot jantung juga
mempunyai kelimpahan mitokondria. Mitokondria adalah pembangkit bahan bakar untuk sel.

Mereka mengambil nutrisi dan menghasilkan adenosine triphosphate, atau ATP, yang merupakan
sumber energi kimia untuk otot.