Anda di halaman 1dari 6

Laboratorium Petrologi

Sie. Endapan Mineral


2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Penelitian


Endapan mineral adalah suatu ilmu yang mempelajar tentang suatu endapan dari

mineral mineral bijih dan endapan mineral juga termasuk kekayaan alam yang cukup
berpengaruh kepada perekonomian nasional sehingga perlunya kita untuk mengetahui
mineral mineral logam dan industri.
Endapan mineral hidrotermal terbentuk karena sirkulasi fluida hidrotermal yang
melindi (leaching), menstranport, dan mengendapkan mineral-mineral baru sebagai
respon terhadap perubahan kondisi fisik maupun kimiawi (Pirajno, 1992). Alterasi
Hidrotermal adalah perubahan mineralogy dan komposisi yang terjadi pada batuan ketika
berinteraksi dengan larutan hidrotermal.
Selain hal itu, pembuatan laporan ini juga disusun untuk dijadikan pembelajaran
bagi mahasiswa agar terbiasa dengan penyusunan laporan yang baik dan benar serta untuk
syarat untuk menyelesaikan praktikum endapan mineral.
1.2

Rumusan Masalah
1. Apa itu alterasi argilik dan potasik?
2. Bagaimana bisa terjadi alterasi tersebut?
3. Apa penciri tipe alterasi argilik dan potasik?

1.3

Maksud dan Tujuan Penelitian


1. Untuk mengetahui tentang tipe alterasi argilik dan potasik
2. Untuk mengetahui proses terjadi alterasi argilik dan potasik
3. Untuk mengetahui ciri alterasi argilik dan potasik

BAB II
METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Metode Penelitian
Metode penelitian ini yaitu kita menggunakan data sekunder dengan banyak
informasi dari literatur yang berkaitan dengan alterasi hidrotermal. Dan dapat di artikan
Nama : Rifky Winanda Shidqi
Nim
: 111.140.013
Plug : 2

Page 1

Laboratorium Petrologi
Sie. Endapan Mineral
2016

juga sebagai tipe alterasi hidrotermal khususnya argilik dan potasik berdasarkan
pencirinya.
2.2 Data dan Peralatan Penelitian
Data yang didapatkan dari penelitian ini merupakan data yang dihasilkan dari
studi media sekunder. Yang mana informasi-informasi yang digunakan sebagai acuan
utama studi ini berasal dari literatur yang bisa disebut sebagai informasi sekunder.
Alat yang digunakan :
1. Literatur (Buku)
2.3 Diagram Alir Penelitian

Perumusan
Studi Literatur
atau journal
Mengumpulkan
semua informasi
Memahami dan
Menarik

Gambar II.1 Diagram Alir Penelitian

BAB III
PEMBAHASAN
3.1

Argilik
Pada tipe argilik terdapat dua kemungkinan himpunan mineral, yaitu : kaolinit/dictite
monmorilonit muskovit dan klorit monmorilonit illite/smectite muskovit.
Himpunan mineral pada tipe argilik terbentuk pada temperature 100 300oC
(Pirajno,, 1992), fluida asam hingga netral dan salinitas yang rendah.

Nama : Rifky Winanda Shidqi


Nim
: 111.140.013
Plug : 2

Page 2

Memahami dan
Menarik

Laboratorium Petrologi
Sie. Endapan Mineral
2016

Alterasi hidrotermal dari batuan asal (wall rock)

yang memunculkan mineral-

mineral lempung seperti kaolinit, smektit dan ilit. Proses ini terjadi pada suhu rendah
dan dapat terjadi pada tekanan atmosfer. Alterasi argilik adalah perwakilan dari
lingkungan supergen dimana air tanah temperatur rendah menjadi asam.
Susunan argilik yakni kaolinit menggantikan plagioklas dan monmorilonit
menggantikan amfibol-plagioklas. Ortoklas biasanya stabil dan tidak terpengaruh.
Alterasi argilik meningkat menjadi alterasi filik pada temperatur yang lebih tinggi di
sistem hidrotermal endapan bijih.
Alterasi argilik tingkat tinggi terjadi pada temperatur yang lebih tinggi dan pH yang
lebih rendah. Kaolinit dan dikit terbentuk pada temperatur yang lebih rendah
sedangkan pirofilit dan andalusit terbentuk pada temperatur yang tinggi (T > 300
C). Pengendapan kuarsa biasa terjadi. Alunit, topas, zuniyit, tourmalin, enargit, dan
tenantit juga terbentuk. Alterasi Greisen mirip keadaannya dengan alterasi ini.

Gambar III.1 Contoh alterasi argilik

Gambar III.2 Persebaran mineral pada alterasi argilik.

3.2

Potasik

Nama : Rifky Winanda Shidqi


Nim
: 111.140.013
Plug : 2

Page 3

Laboratorium Petrologi
Sie. Endapan Mineral
2016

Tipe alterasi ini dicirikan oleh melimpahmya himpunan muskovit biotit alkali
feldspar magnetit. Anhidrit sering hadir sebagai asesori, serta sejumlah kecil albit
dan titanit (sphene) atau rutil kadang terbentuk. Ubahan potasik terbentuk pada
daerah yang dekat batuan beku intrusive yang terkait, fluida yang panas (>300 oC),
salinitas tinggi, dan degan karakter magmatic yang kuat. Zona potasik merupakan
zona alterasi yang berada pada bagian dalam suatu sistem hidrotermal dengan
kedalaman bervariasi yang umumnya lebih dari beberapa ratus meter. Zona alterasi
ini dicirikan oleh mineral ubahan berupa biotit sekunder, K Feldspar, kuarsa, serisit
dan magnetite.
Pembentukkan biotit sekunder ini dapat terbentuk akibat reaksi antara mineral mafik
terutama hornblende dengan larutan hidrotermal yang kemudian menghasilkan biotit,
feldspar maupun piroksen. Selain biotisasi tersebut mineral klorit muncul sebagai
penciri zona ubahan potasik ini. Klorit merupakan mineral ubahan dari mineral mafik
terutama piroksin, hornblende maupun biotit, hal ini dapat dilihat bentuk awal dari
mineral piroksin terlihat jelas mineral piroksin tersebut telah mengalami ubahan
menjadi klorit.
Pembentukkan mineral klorit ini karena reaksi antara mineral piroksin dengan larutan
hidrotermal yang kemudian membentuk klorit, feldspar, serta mineral logam berupa
magnetit dan hematit.
Alterasi ini diakibat oleh penambahan unsur pottasium pada proses metasomatis dan
disertai dengan banyak atau sediktnya unsur kalsium dan sodium didalam batuan
yang kaya akan mineral aluminosilikat. Sedangkan klorit, aktinolite, dan garnet
kadang dijumpai dalam jumlah yang sedikit. Mineralisasi yang umumnya dijumpai
pada zona ubahan potasik ini berbentuk menyebar dimana mineral tersebut
merupakan mineral mineral sulfida yang terdiri atas pyrite maupun kalkopirit
dengan pertimbangan yang relatif sama.
Bentuk endapan berupa hamburan dan veinlet yang dijumpai pada zona potasik ini
disebabkan oleh pengaruh matasomatik atau rekristalisasi yang terjadi pada batuan
induk ataupun adanya intervensi daripada larutan magma sisa (larutan hidrotermal)
melalui pori-pori batuan dan seterusnya berdifusi dan mengkristal pada rekahan

Nama : Rifky Winanda Shidqi


Nim
: 111.140.013
Plug : 2

Page 4

Laboratorium Petrologi
Sie. Endapan Mineral
2016

batuan. Berikut ini ciri ciri salah satu contoh mineral ubahan pada zona potasik
yaitu Actinolite.

Gambar III.3 Contoh batuan alterasi potasik

Gambar III.4 Persebaran mineral pada alterasi potasik.

BAB IV
PENUTUP
4.1

Kesimpulan

Terdapat beberapa tipe alterasi hidrotermal, salah satunya adalah tipe potasik dan

argilik
Pada tipe argilik terdapat dua kemungkinan himpunan mineral, yaitu :
kaolinit/dictite monmorilonit muskovit dan klorit monmorilonit
illite/smectite muskovit. Himpunan mineral pada tipe argilik terbentuk pada
temperature 100 300oC (Pirajno,, 1992), fluida asam hingga netral dan salinitas
yang rendah

Nama : Rifky Winanda Shidqi


Nim
: 111.140.013
Plug : 2

Page 5

Laboratorium Petrologi
Sie. Endapan Mineral
2016

Tipe alterasi ini dicirikan oleh melimpahmya himpunan muskovit biotit alkali
feldspar magnetit. Ubahan potasik terbentuk pada daerah yang dekat batuan
beku intrusive yang terkait, fluida yang panas (>300oC), salinitas tinggi, dan
degan karakter magmatic yang kuat.

Nama : Rifky Winanda Shidqi


Nim
: 111.140.013
Plug : 2

Page 6