Anda di halaman 1dari 15

RESUME

FASIES GUNUNG API VULKANIK

OLEH
TOBER MARDAIN
471413005

DOSEN PENGAMPU
AANG PANJI HERMANA S.T, M.T

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2015

Berdasarkan pembagian bentang alam fasies gunung api dimulai dari pusat erupsi pada
bagian puncak, menurun kearah lereng, kaki serta dataran disekelilingnya.

Pembagian fasies gunung api menjadi fasies


sentral, fasies proksimal, fasies medial, dan fasies distal
beserta komposisi batuan penyusunnya (Bogie & Mackenzie,
1998).
Fasies sentral terletak di bagian puncak atau pusat erupsi yang meliputi kepundan, fasies
proksimal pada lereng atas dan fasies medial di lereng bawah. Fasies distal terletak di kaki dan
dataran di sekeliling gunung api, di antaranya dataran di latar depan gunung api

V3
V
6

V
1

V
4
V
5

V1
3

Peta Geomorfologi Gunungapi Tambora


(diambil dari aplikasi SAS planet)

Ket:
V1 = Kepundan
V3 = Lereng Gunungapi Atas
V4 = Lereng Gunungapi Tengah
V5 = Lereng Gunungapi Bawah
V6 = Kaki Gunungapi
V7 = Dataran Antar Gunungapi

V1. Kepundan adalah lubang atau cekungan yang disebabkan oleh keluarnya magma,gas dan
sebagainya dari jalur atau pipa digunung api.

kepunda

V2 Kerucut gunung api adalah tubuh bagian atas yang mendapat material kawah saat terjadi
erupsi, memiliki lereng yang sangat curam dan lembah yang dalam.

Gunung
api

V3. Lereng gunung api atas adalah suatu tempat yang berada dibawah puncak gunung api yang
memiliki karaktek lereng sangat terjal, dan mampu mengalirkan hasil erupsi dengan kecepatan
tiinggi.
V4. Lereng gunungapi tengah adalah lereng yang mampu menghambat lajunya erupsi gunungapi
V5. Lereng gunungapi bawah adalah lereng yang sudah mengalami hasil endapan dari proses
erupsi gunung api dan bisa digunakan untuk lahan pertanian, peternakan dan pemukiman.

ket : ----- lereng gunungapi atas,----- lereng gunungapi ---- lereng gunungapi bawah

V6. kaki gunungapi adalah suatu bentang tengah, alam gunung api yang merupakan bagian bawah

pada gunung api. Ditandai dengan lereng yang curam sampai agak landau dan didominasi oleh
pengendapan material gunung api antara lain endapan lava dan material piroklastik.

Kaki gunung

V7. Lereng kaki gunungapi merupakan satuan bentuk lahan yang lebih datar dan terbentuk dari
pengendapan material oleh proses fluvial serta proses sedimentasi pada lembah sungai yang
mulai aktif karena adanya penurunan kemiringan lereng yang memungkinkan terjadi
pengendapan yang cukup besar.

Lereng kaki
gunung api

V8. Padang lava merupakan wilayah endapan hasil aktivitas erupsi gunungapi dan biasanya
terdapat pada lereng atas gunung api.

Padang lava (hasil


endapan erupsi).

V9. Padang lahar memilki kesamaan dengan padang lava tetapi material hasil erupsi yang
diendapkan berupa material lahar yang terdiri dari campuran bahan kasar dan halus. Dan terdapat
pada bagian bawah gunungapi hingga kaki gunung api.

Padang lahar (hasil


endapan lahar)

V10. Lelehan lava adalah cairan magma pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi melalui
kawah gunungapi atau melalui celah yang kemudian membeku menjadi batuan yang bentuknya
beragam.

Lelehan
lava

V11. Aliran lahar merupakan campuran dari berbagai material endapan piroklastik, ada yang
disebut aliran lahar panas (material bersifat panas dan cair) dan aliran lahar dingin (material
bersifat dingin dan cair) dan hujan merupakan sumber utama pengangkutan sehingga terjadi
pergerakan mengikuti lereng gunungapi.

Aliran
lahar

V12. Dataran antar gunungapi merupakan dataran yang terletak diantara dua atau lebih
gunungapi dan memilki jenis batuan yang hampir sama.

Dataran dianatara
gunungapi

V13. Dataran tinggi lava, merupakan dataran tinggi yang dihasilkan oleh aktivitas gunung
berapi.

Dataran tinggi
lava

V14. Planezes adalah bidang-bidang lapisan dan retakan yang mengontrol proses pembentukan
lereng-lereng yang mirip piramida atau suatu proses erosi lanjutan pada kerucut-kerucut
gunungapi.

PLANEZ

V15. Padang abu, tuff atau lapilli merupakan tempat pengendapan material hasil erupsi
gunungapi

Padang hasil
endapan erupsi,
tuff dan lapili

V16. Solfatar adalah gas-gas atau asap belerang (H2S) yang dikeluarkan dari dalam gunungapi.

Gas H2N

V17. Fumarol adalah lubang didalam kerak bumi yang berada disekitar gunung berapi yang
mengeluarkan uap dan gas seperti karbon dioksida, sulfur dan hydrogen dioksida.

Lubang
fumarol

V18. Bukit gunungapi terdenudasi, dipengaruhi oleh gaya berat dan erosi sehingga bagian luar

terangkat dan daerah tersebut akan mengalami ketandusan karena tidak mempunyai lapisan tanah
lagi.
Bukit yang

Gunungapi yang telah


terdenudasi

V19. Leher gunungapi merupakan bentang alam seperti leher atau tiang yang merupakan sisa
dari proses denudasi (erosi) gunungapi.

Leher gunung api


hasil erosi

V20. Sumbat gunungapi Bentuk lahan ini sering disebut juga sebagai kubah lava. Terbentuk karena

keluarnya magma hingga mencapai kepundan. Karena sifatnya yang asam, magma tidak segera
mengalir ke lereng gunungapi tetapi membeku di kepundan dan membentuk sumbat gunungapi.

Lubang gunungapi yang

V21. Kerucut Parasite merupakan kerucut anakan yang mendampingi kerucut utama gunungapi.

Kerucut

V22. Boka merupakan bentuk lahan karena aktivitas keluarnya magma ke permukaan bumi,
tetapi tidak membentuk kepundan.

Boka

V23. Dike adalah tubuh batuan beku intrusi yang memotong batuan induk dan memiliki bentuk
tubuh tabular atau sejajar.

Intrusi
Dike

V24. Baranko adalah lembah dari gunung api atau tempat lewatnya lahar piroklastik.

Lembah
Gunungapi

IDENTIFIKASI BERDASARKAN STRATIGRAFI BATUAN GUNUNG API


Fasies sentral merupakan bukaan keluarnya magma dari dalam bumi ke permukaan. Oleh sebab
itu daerah ini dicirikan oleh asosiasi batuan beku yang berupa kubah lava dan berbagai macam
batuan terobosan semi gunung api (subvolcanic intrusions) seperti halnya leher gunung api
(volcanic necks), sill, retas, dan kubah bawah permukaan (cryptodomes). Batuan terobosan
dangkal tersebut dapat ditemukan pada dinding kawah atau kaldera gunung api masa kini, atau
pada gunung api purba yang sudah tererosi lanjut. Selain itu, karena daerah bukaan mulai dari
conduit atau diatrema sampai dengan kawah merupakan lokasi terbentuknya fluida hidrotermal,

maka hal itu mengakibatkan terbentuknya batuan ubahan atau bahkan mineralisasi. Apabila erosi
di fasies sentral ini sangat lanjut, batuan tua yang mendasari batuan gunung api juga dapat
tersingkap. Fasies proksimal merupakan kawasan gunung api yang paling dekat dengan lokasi
sumber atau fasies pusat. Asosiasi batuan pada kerucut gunung api komposit sangat didominasi
oleh perselingan aliran lava dengan breksi piroklastika dan aglomerat . Kelompok batuan ini
sangat resistan, sehingga biasanya membentuk timbulan tertinggi pada gunung api purba. Pada
fasies medial, karena sudah lebih menjauhi lokasi sumber, aliran lava dan aglomerat sudah
berkurang, tetapi breksi piroklastika dan tuf sangat dominan, dan breksi lahar juga sudah mulai
berkembang. Sebagai daerah pengendapan terjauh dari sumber, fasies distal didominasi oleh
endapan rombakan gunung api seperti halnya breksi lahar, breksi fluviatil, konglomerat,
batupasir, dan batulanau. Endapan primer gunung api di fasies ini umumnya berupa tuf. Ciri-ciri
litologi secara umum tersebut tentunya ada kekecualian apabila terjadi letusan besar sehingga
menghasilkan endapan aliran piroklastika atau endapan longsoran gunung api yang melampar
jauh dari sumbernya. Pada pulau gunung api ataupun gunung api bawah laut, di dalam fasies
distal ini batuan gunung api dapat berselang seling dengan batuan nongunung api, seperti halnya
batuan karbonat. Dari pengamatan di lapangan daerah Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten
Wonogiri, fasies medial dan fasies distal gunung api
purba (Tersier) sudah tertutup oleh batuan karbonat.

Perlapisan aliran lava dan breksi gunung api


Kuarter
pada
fasies
proksimal
Gunung
Galunggung, Tasik Malaya-Jawa Barat. Perhatikan
bahwa tebal perlapisan sangat beragam dan sebaran
lateralnya juga tidak selalu menerus, seperti halnya
terjadi pada perlapisan kue lapis (layered cake
geology). Fasies sentral di sebelah kiri dan fasies
medial di sebelah kanan gambar. Perlapisan juga
membentuk kemiringan awal (initial dips).

Perlapisan aliran lava sebagai bagian dari fasies


proksimal gunung api Tersier di Kali Ngalang,
Gunungkidul Yogyakarta.

DAFTAR PUSTAKA
Zuidam, R.A. van, 1985. Aerial Photo-Interpretation in Terrain Analysis and Geomorphologic
Mapping. ITC, Smits Publ., Enschede, The Hagu.
Eko Haryono, 2003. Bahan Kuliah Geomorfologi Dasar, Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta.
Widiyanto, 2006. Bahan Kuliah Geomorfologi Dasar, Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta.
Bronto S. 2006. Fasies Gunung Api Dan Aplikasinya. Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 1 No. 2 Juni
2006: 59-71