Anda di halaman 1dari 15

PENANGGULANGAN BILA TERJADI KECELAKAAN

KONTAMINASI ASAM ASETAT

No. Dokumen
RSU DADI KELUARGA

No. Revisi

109 / II / 10 / K3

Halaman
1/1

Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga
Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP

12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani

PENGERTIAN

Nama Kimia
: CH3COOH
Nama Lain
: Asetic acid, Ethanoic Acid, Glacial acetic acid
Pemaparan dapat terjadi melalui inhalasi, tertelan atau kontak dengan
kulit/mata.
Gejala Keracunan :
1. Mata
: Conjungtivitis, lakrimasi, pembengkakan kornea, fotofobia
2. Kulit
: Melepuh, timbul vesikel, dermatitis
3. Inhalasi : Iritasi hidung/farings, batuk sesak napas, bronchitis

TUJUAN

Untuk menghindari terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat


kerja karena kontaminasi dengan Asam Asetat.

KEBIJAKAN

Petugas farmasi yang terkontaminasi oleh bahan berbahaya harus segera


ditolong sesuai dengan prosedur.

PROSEDUR

1. Pertolongan Pertama :
a. Segera melakukan Irigasi mata dengan menggunakan air mengalir
selama 15 menit
b. Segera melakukan pembilasan kulit dengan air
c. Berikan oksigen / bantuan pernapasan apabila ada gangguan
pernapasan.
d. Bila tertelan, segera lakukan lavase lambung, jangan memaksakan
untuk dimuntahkan karena akan merusak esophagus.
2. Pencegahan Pemaparan :
a. Hindari kontak dengan mata / kulit
b. Pembilasan cepat pada kamar bilas atau kamar mandi
1. Instalasi Farmasi

UNIT TERKAIT

2. Instalasi Gawat Darurat


3. Tim K3RS

149

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA ASAM KLORIDA (HCI)

No. Dokumen
RSU DADI KELUARGA

No. Revisi

110 / II / 10 / K3

Halaman
1/1

Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga
Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP

12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

HCI adalah cairan gas tak berwarna, larutan air berwarna kekuning-kuningan,
bersifat korosif.
1. Persyaratan Penyimpanan & Penanganan HCI :
a. Bekerja dengan gas atau uap HCI harus dalam lemari asam
b. Waspada terhadap kebocoran gas
c. Simpan ditempat yang dingin dan berventilasi
d. Lantai gedung harus tahan asam
e. Jauhkan dari bahan oksidator dan bahan alkali, serta sianida, sulfide,
formaldehid, logam natrium, merkuri sulfat dan ammonium hidroksida
f. Periksa kebocoran asam
2. Pengamanan HCI :
a. Gunakan alat pelindung diri dalam menangani bocoran/tumpahan
b. Jangan sentuh cairan
c. Uap dapat disemprotkan dengan air
d. Tumpahan yang tidak diambil dinetralkan dengan soda atau kapur
tohor
e. Siram dengan air
Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja karena
terkontaminasi Asam Klorida (HCI)
1. Petugas farmasi yang berhubungan dengan Asam Klorida (HCI) harus
menggunakan APD
2. Suplier Asam Klorida (HCI) harus melampirkan MSDS Asam Klorida (HCI)
Penanganan Bila Terjadi Kontaminasi :
1. Bila terhirup : segera bawa ke tempat udara segar, bila korban tidak
bernafas beri nafas buatan
2. Bila terkena mata : segera cuci dengan air bersih selama 15 menit dan
bawa ke dokter
3. Bila terkena kulit : cuci dengan air bersih, lepaskan pakaian yang
terkontaminasi
4. Bila tertelan : segera beri minum air 250 ml untuk mengencerkan jangan
dirangsang untuk muntah
1. Instalasi Farmasi
2. Instalasi Gawat Darurat
3. Instalasi Rawat Inap
4. Tim K3RS

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA ASAM SULFAT

150

No. Revisi

No. Dokumen

Halaman

111 / II / 10 / K3

1/1

RSU DADI KELUARGA


Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga
Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP
12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani

PENGERTIAN

TUJUAN

Nama Kimia
: H2SO4
Nama Lain
: Battery Acid, Hydrogen Sulfate, Oil of Vitrial
Pemaparan dapat terjadi melalui inhalasi, tertelan atau kontak dengan Mata
/Kulit.
Gejala Keracunan :
1. Mata
: Iritasi, Conjunctivitis, Erosi kornea
2. Kulit
: Iritasi, Kulit terbakar , Dermatitis
3. Inhalasi : Iritasi hidung,tenggorokan, ederma paru, bronchitis, emfiserma,
hipotensi, shock, pneumonia, asidosis metabolik, gangguan hati, ginjal,
ulserasi/perforasi esophagus.
Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja karena
terkontaminasi Asam Sulfat
1.

KEBIJAKAN

2.

Petugas yang berhubungan dengan Asam Sulfat harus menggunakan


APD
Suplier Asam Sulfat harus melampirkan MSDS Asam Sulfat

1. Pertolongan Pertama :

PROSEDUR

a. Segera melakukan Irigasi mata dengan menggunakan air mengalir


selama 15 menit
b. Segera melakukan pembilasan kulit dengan air
c. Berikan oksigen / bantuan pernapasan apabila ada gangguan
pernapasan.
d. Bila tertelan, segera diencerkan air
e. Berikan kortikosteroid, antibiotika

2. Pencegahan Pemaparan :
a. Hindari kontak dengan mata / kulit
b. Lakukan pembilasan cepat pada kamar bilas atau kamar mandi
1. Instalasi Farmasi
UNIT TERKAIT

2. Instalasi Gawat Darurat


3. Tim K3RS

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA BENSIN

151

No. Revisi

No. Dokumen

Halaman

112 / II / 10 / K3

1/1

RSU DADI KELUARGA


Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga

Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

12 Oktober 2015

dr. Esa Diandhani

Nama Kimia
: C6H2
Nama Lain
: Benzena, Benzol, Phenyl hydride
Pemaparan dapat terjadi melalui inhalasi, tertelan atau kontak dengan mata
/kulit.
Gejala Keracunan :
1. Mata
: Iritasi mata
2. Kulit : Iritasi kulit, dermatitis
3. Inhalasi : Iritasihidung/saluran napas, sakit kepala, pusing, lemas, mual,
gangguan keseimbangan, anoreksia, kejang, depresi saraf pusat,
koma,peneumonia, gagal ginjal, gagal hati, depresi sumsum tulang,
leukemia, rhabdomiolisis, kematian mendadak karena fibrasi ventrikel
Target Organ : Mata, kulit, saluran pernapasan, darah, saraf pusat dan sumsum tulang

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Untuk mencegah timbulnya kebakaran dan ledakan dari uap yang terkena
bunga api.
1. Petugas yang berhubungan dengan Bensin harus menggunakan APD
2. Penyimpanan Bensin harus pada ruang / tempat khusus yang jauh dari
sumber api.
1. Pertolongan Pertama :
a. Segera melakukan Irigasi mata dengan menggunakan air mengalir
selama 15 menit
b. Segera melakukan pembilasan kulit dengan sabun dan air
c. Berikan oksigen/bantuan pernapasan apabila ada gangguan
pernapasan.
d. Apabila tertelan, segera lakukan lavase lambung
2. Pencegahan Pemaparan :
Hindari kontak dengan mata/kulit

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.

IPS
Instalasi Gawat Darurat
Tim K3RS

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA CIDEX

152

No. Revisi

No. Dokumen

Halaman

113 / II / 10 / K3

1/1

RSU DADI KELUARGA


Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga
Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP
12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani
Nama Kimia
: GLUTARALDEHYDE (OCH(CH2)3CHO)
Nama Lain
: Cidex
Pemaparan dapat terjadi melalui inhalasi, absorbsi kulit, tertelan atau kontak
dengan kulit/mata.
PENGERTIAN

Gejala Keracunan
1. Mata
: Iritasi mata
2. Kulit
: Iritasi kulit, dermatitis, sensitisasi kulit
3. Inhalasi : Mual, muntah, batuk, asma
Target Organ : Mata, kulit, saluran napas

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja karena
terkontaminasi dengan Cidex
1. Petugas yang berhubungan dengan Cidex harus menggunakan APD
2. Suplier Cidex harus melampirkan MSDS Cidex
1. Pertolongan Pertama :
a. Segera melakukan Irigasi mata dengan menggunakan air mengalir
selama 15 menit
b. Segera melakukan pembilasan kulit dengan sabun
c. Berikan oksigen/bantuan pernapasan apabila ada gangguan
pernapasan
2. Pencegahan Pemaparan :
Hindari kontak dengan mata/kulit

UNIT TERKAIT

1. Instalasi Farmasi
2. Instalasi Gawat Darurat
3. Tim K3RS

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA ELPIJI

153

No. Revisi

No. Dokumen

Halaman

114 / II / 10 / K3

1/1

RSU DADI KELUARGA


Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga
Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP
12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani
Nama Kimia
: C3H8/C3H6/ C4H10/C4H8
Nama Lain
: LPG, Lquifed Petroleum Gas, Liquified Hidrocarbon Gas
Pemaparan dapat terjadi melalui inhalasi, atau kontak dengan kulit/mata
PENGERTIAN

Gejala Keracunan :
1. Mata
: Iritasi mata, frostbite
2. Kulit
: Frostbite
3. Inhalasi : Pusing, kesadaran menurun, asfiksia
Target Organ : Saluran napas, CNS

TUJUAN

Untuk mencegah timbulnya kebakaran dan ledakan dari uap yang terkena
bunga api.

KEBIJAKAN

1. Petugas yang berhubungan dengan Elpiji harus menggunakan APD


2. Bila ada bahan yang mudah terbakar, penyimpanannya harus pada ruang /
tempat khusus yang jauh dari sumber api.

PROSEDUR

Pertolongan Pertama :
1. Segera melakukan Irigasi mata dengan menggunakan air mengalir selama
15 menit
2. Segera melakukan pembilasan kulit dengan sabun
3. Berikan oksigen/bantuan pernapasan apabila ada gangguan pernapasan

UNIT TERKAIT

1. Instalasi Farmasi
2. Instalasi Penunjang Perawatan
3. Tim K3RS

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA FORMALDEHYDE (CH2O)


Halaman
No. Dokumen

No. Revisi

154

115 / II / 10 / K3

1/1

Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga
Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP

12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani

PENGERTIAN

Formaldehyde senyawa alifatik aldehida berupa cairan atau gas dengan bau
yang khas (pedas dimata), dapat digunakan sebagai pengawet mayat atau
binatang tapi tidak untuk dipakai. Bersifat mudah terbakar dan beracun.
1. Persyaratan Penyimpanan & Penanganan :
a. Cegah terbentuknya kabut dan debu
b. Hindari kontak dengan air atau uap air
c. Bila melarutkan tambahkan zat dalam air sedikit-sedikit agar tidak
memercik
d. Simpan dalam wadah yang rapat, berlabel di tempat dingin
e. Tempat penyimpanan harus tahan korosi
f. Pisahkan dari asam kuat
g. Inspeksi periodik terhadap kebocoran wadah, sebab dapat merusak
lantai
2. Pengamanan :
a. Tumpahan dapat diambil dan digunakan lagi dengan menggunakan
alat pelindung diri
b. Larutan yang tumpah dapat dinetralkan dulu dengan asam sulfat
sebelum dibuang
c. Bersihkan dengan semprotan air

TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja karena
terkontaminasi dengan Formaldehyde
1. Petugas yang berhubungan dengan Formaldehyde harus menggunakan
APD
2. Suplier Formaldehyde harus melampirkan MSDS Formaldehyde.
Penanganan Bila Terjadi Kontaminasi :
1. Bila terkena mata : cuci dengan air bersih selama 30 menit atau diteruskan
bila masih terasa perih
2. Bila terkena kulit
: cuci dengan air bersih selama 30 menit, lepaskan
sepatu atau pakaian yang terkontaminasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Instalasi Farmasi
Instalasi Kamar Bedah
Instalasi Gawat Darurat
Instalasi Rawat Jalan (Poliklinik Bedah)
Instalasi Rawat Inap
Kamar Jenazah
Tim K3RS

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA FREON

155

No. Revisi
No. Dokumen

Halaman

116 / II / 10 / K3

1/1

RSU DADI KELUARGA


Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga
Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP
12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani
Nama Kimia
: CCl4
Nama Lain
: Karbon klorida, Halon, Tetraklorometana
Pemaparan dapat terjadi melalui inhalasi, absorbsi kulit, tertelan atau kontak
dengan kulit/mata

PENGERTIAN

Gejala Keracunan :
1. Mata
: Iritasi mata, hiperlakrimasi
2. Kulit
: Iritasi kulit
3. Inhalasi : Mual, muntah, pusing, gangguan koordinasi, depresi saraf pusat,
gangguan hati dan ginjal.
Target Organ :
1. Mata, kulit, paru-paru, saraf perifer, hati, ginjal
2. Menyebabkan kanker hati (pada binatang)

TUJUAN

KEBIJAKAN

Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja karena
terkontaminasi dengan Freon
1. Petugas yang berhubungan dengan Freon harus menggunakan APD
2. Suplier Freon harus melampirkan MSDS Freon

1. Pertolongan Pertama :
a. Segera melakukan Irigasi mata dengan menggunakan air mengalir
selama 15 menit
b. Segera melakukan pembilasan kulit dengan sabun
c. Berikan oksigen/bantuan pernapasan apabila ada gangguan
pernapasan

PROSEDUR

2. Pencegahan Pemaparan :
a. Hindari kontak dengan mata/kulit
b. Lakukan pembilasan cepat pada ruang bilas atau kamar mandi

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.

Semua Unit Kerja menggunakan AC / Kulkas


Seksi Penunjang Umum
IPS
Tim K3RS

156

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA HALOTAN

RSU DADI KELUARGA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

117 / II / 10 / K3

1/1
Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga

Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP

12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani
Nama Kimia
: CF3CHBrCl
Nama Lain
: Halothane/Gas anastetik
Pemaparan dapat terjadi melalui inhalasi, absorbsi kulit, tertelan atau kontak
dengan kulit/mata

PENGERTIAN

Gejala Keracunan
1. Mata
: Iritasi mata (perih, merah dan berair)
2. Kulit
: Iritasi kulit
3. Inhalasi : Iritasi saluran napas, nausea, pusing, bingung, aritmia jantung,
kerusakan hati dan ginjal, penurunan kemampuan audiovisual
Target Organ : Mata, kulit, saluran napas, kardiovaskular, saraf pusat, hati,
ginjal dan sistim reproduksi

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja karena
terkontaminasi dengan Halotan
1. Petugas yang berhubungan dengan Halotan harus menggunakan APD
2. Suplier Halotan harus melampirkan MSDS Halotan
1. Pertolongan Pertama :
a. Segera melakukan Irigasi mata dengan menggunakan air mengalir
selama 15 menit
b. Segera melakukan pembilasan kulit dengan sabun
c. Berikan oksigen/bantuan pernapasan apabila ada gangguan
pernapasan
2. Pencegahan Pemaparan :
Hindari kontak dengan mata/kulit

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.

Instalasi Farmasi
Instalasi Kamar Bedah
Instalasi Gawat Darurat
Tim K3RS

157

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA HIDROGEN PEROKSIDA


(H2O2)

RSU DADI KELUARGA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

118 / II / 10 / K3

1/1
Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga

Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP
12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani

PENGERTIAN

H2O2 adalah cairan yang tak berwarna, banyak digunakan sebagai pemutih
kadar 3% dapat dipakai sebagai antiseptic.
1. Persyaratan Penyimpanan & Penanganan :
a. Hindari H2O2 dari kontaminasi debu atau logam
b. Simpan ditempat yang dingin dan berventilasi
c. Jauhkan dari bahan organic yang mudah terbakar (benzene, keton,
karbon)
d. Jauhkan dari bahan oksidtor (permanganate, nitrit)
e. Jauhkan dari bahan logam (besi, tembaga, nikel, krom)
2. Pengamanan :
a. Gunakan alat pelindung diri dalam menangani bocoran/tumpahan
b. Jangan sentuh cairan
c. Tumpahan dalam jumlah sedikit siram dengan air
d. Tumpahan dalam jumlah banyak serap dengan tanah/pasir
e. Jauhkan dari material yang mudah terbakar

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja karena
terkontaminasi dengan Hidrogen Peroksida (H2O2).
1. Petugas yang berhubungan dengan Hidrogen Peroksida (H2O2) harus
menggunakan APD
2. Suplier Hidrogen Peroksida (H2O2) harus melampirkan MSDS Hidrogen
Peroksida (H2O2)
Penanganan Bila Terjadi Kontaminasi :
1. Bila terhirup : segera bawa ke tempat udara segar
2. Bila terkena mata : cuci dengan air bersih selama 15 menit dan bawa ke
dokter
3. Bila terkena kulit : cuci dengan air bersih, lepaskan pakaian yang
terkontaminasi
4. Bila tertelan : bila sadar beri minum air 250 ml untuk mengencerkan, jangan
dirangsang untuk muntah
1.
2.
3.
4.

Instalasi Farmasi
Instalasi Rawat Jalan (Poliklinik THT)
Instalasi Kamar Bedah
Tim K3RS

158

PROSEDUR PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA


IODINE

RSU DADI KELUARGA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

119 / II / 10 / K3

1/1
Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga

Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP

12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani
Nama Kimia
: I2
Nama Lain
: Iodone-Jodium
Pemaparan dapat terjadi melalui inhalasi, tertelan atau kontak dengan
kulit/mata

PENGERTIAN

Gejala Keracunan :
1. Mata
: Iritasi mata, lakrimasi
2. Kulit
: Iritasi kulit, terbakar, rash, hypersensitive
3. Inhalasi : Sakit kepala, sakit dada
Target Organ : Mata, kulit, saluran napas, saraf pusat, cardiovascular

TUJUAN

KEBIJAKAN

Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja karena
terkontaminasi dengan iodine.
1. Petugas yang berhubungan dengan iodine harus menggunakan APD
2. Suplier iodine harus melampirkan MSDS iodine

1. Pertolongan Pertama :

PROSEDUR

a. Segera melakukan Irigasi mata dengan menggunakan air mengalir


selama 15 menit
b. Segera melakukan pembilasan kulit dengan sabun
c. Berikan oksigen / bantuan pernapasan apabila ada gangguan
pernapasan

2. Pencegahan Pemaparan :
a. Hindari kontak dengan mata/kulit
b. Lakukan pembilasan tubuh pada ruang bilas atau kamar mandi

UNIT TERKAIT

1. Instalasi Farmasi
2. Instalasi Rawat Jalan
3. Instalasi Rawat Inap
4. Instalasi Gawat Darurat
5. Tim K3RS

159

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA KLORIN

RSU DADI KELUARGA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

120 / II / 10 / K3

1/1
Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga

Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP

12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani
Nama Kimia
: Cl2
Nama Lain
: Chlorine, Sodium hypochloride, Precept, Bleaching agent
Pemaparan dapat terjadi melalui inhalasi atau kontak dengan kulit/mata

PENGERTIAN

Gejala Keracunan :
1. Mata
: Rasa perih, panas, terbakar
2. Kulit
: Dermatitis, frostbite
3. Inhalasi : Hipersalivasi, mual, muntah, rinorea, batuk, kesedakan, nyeri
substernal, sakit kepala, pusing, sinkope, edema paru, pneumonia,
hipoksemia.
Target Organ : Mata, kulit, saluran napas

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja karena
terkontaminasi dengan Klorin
1. Petugas yang berhubungan dengan Klorin harus menggunakan APD
2. Suplier Klorin harus melampirkan MSDS Klorin
1. Pertolongan Pertama :
a. Segera melakukan Irigasi mata dengan menggunakan air mengalir
selama 15 menit. Bila terjadi frostbite, jangan dibilas dengan air
b. Segera melakukan pembilasan kulit dengan sabun bila belum ada
frostbite
c. Berikan oksigen/bantuan pernapasan apabila ada gangguan
pernapasan
d. Kortikosteroid, antibiotika
2. Pencegahan Pemaparan :
Hindari kontak dengan mata/kulit

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.

Instalasi Farmasi
Instalasi Kamar Bedah
Instalasi Gawat Darurat
Bagian Laundry
Tim K3RS

160

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA LAS KARBID

RSU DADI KELUARGA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

121 / II / 10 / K3

1/1
Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga

Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP

12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani
Nama Kimia
: CH2
Nama Lain
: Acetylene, Ethirine (Gas yang dipakai untuk las)
Pemaparan dapat terjadi melalui inhalasi atau kontak dengan kulit/mata

PENGERTIAN

Gejala Keracunan :
1. Mata : Luka beku (frosbite)
2. Kulit
: Frostbite
3. Inhalasi : Sakit kepala, pusing, asfiksia
Target Organ : Saluran napas, saraf pusat

TUJUAN

Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja karena
terkontaminasi dengan Las Karbid

KEBIJAKAN

1. Petugas yang berhubungan dengan Las Karbid harus menggunakan APD


2. Suplier Las Karbid harus melampirkan MSDS Las Karbid

1. Pertolongan Pertama :

PROSEDUR

a. Segera melakukan Irigasi mata dengan menggunakan air mengalir


selama 15 menit. Bila terjadi frostbite, jangan dibilas dengan air
b. Segera melakukan pembilasan kulit dengan sabun bila belum ada
frostbite
c. Berikan oksigen/bantuan pernapasan apabila ada gangguan
pernapasan

2. Pencegahan Pemaparan :
a. Hindari kontak dengan mata/kulit
b. Pakai masker

UNIT TERKAIT

1. IPS
2. Instalasi Gawat Darurat
3. Tim K3RS

161

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA METHANOL

RSU DADI KELUARGA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

122 / II / 10 / K3

1/1
Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga

Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP

12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani
Nama Kimia
: CH3OH
Nama Lain
: Methyl alcohol, Carbinol, Spiritus, Wood alcohol, Pelarut Cat
(Thiner)
Pemaparan dapat terjadi melalui inhalasi, absorbsi kulit, tertelan atau kontak
dengan kulit/mata

PENGERTIAN

Gejala Keracunan :
1. Mata
: Iritasi, gangguan penglihatan, kerusakan saraf mata
2. Kulit
: Iritasi, dermatitis
3. Inhalasi : Iritasi saluran napas/hidung, sakit kepala, pusing, mual, muntah,
gangguan kesadaran
Target Organ : Mata, kulit, saluran napas, CNS, GIT

TUJUAN

KEBIJAKAN

Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja karena
terkontaminasi dengan Methanol
1. Petugas yang berhubungan dengan Methanol harus menggunakan APD
2. Suplier Methanol harus melampirkan MSDS Methanol

1. Pertolongan Pertama :

PROSEDUR

a. Segera melakukan Irigasi mata dengan menggunakan air mengalir


selama 15 menit. Bila terjadi frostbite, jangan dibilas dengan air
b. Segera melakukan pembilasan kulit dengan sabun
c. Berikan oksigen/bantuan pernapasan apabila ada gangguan
pernapasan
d. Lakukan lavese lambung, dapat diberikan Charcoal
e. Dapat diberikan antidotom yaitu Ethanol atau Fomeprazole

2. Pencegahan Pemaparan :
a. Hindari kontak dengan mata/kulit
b. Pakai masker bila > 2000 ppm

UNIT TERKAIT

1. Instalasi Farmasi
2. Instalasi Kamar Bedah
3. Instalasi Gawat Darurat
4. Tim K3RS

162

PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA NITROGEN DIOKSIDA

RSU DADI KELUARGA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

123 / II / 10 / K3

1/1
Ditetapkan,
Direktur RSU Dadi Keluarga

Tanggal terbit
PROSEDUR TETAP

12 Oktober 2015
dr. Esa Diandhani
Nama Kimia
: N2O
Nama Lain
: Nirogen peroksida, Dinitrogen tetraokside-gas anestesi
Pemaparan dapat terjadi melalui inhalasi, tertelan atau kontak dengan
kulit/mata

PENGERTIAN

Gejala Keracunan :
1. Mata
: Iritasi mata
2. Kulit
: Iritasi kulit
3. Inhalasi : Iritasi hidung/tenggorokan, anastesi, batuk, frothy sputum,
penurunan fungsi paru, bronchitis, sesak napas, edema paru, sianosis
takipnea, takikardia
Target Organ : Mata, kulit, saluran napas, kardivaskular

TUJUAN

KEBIJAKAN

Mencegah terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja karena
terkontaminasi dengan Nitrogen Dioksida

1. Petugas

yang berhubungan dengan Nitrogen Dioksida harus


menggunakan APD
2. Suplier Nitrogen Dioksida harus melampirkan MSDS Nitrogen Dioksida

1. Pertolongan Pertama :
a. Segera melakukan Irigasi mata dengan menggunakan air mengalir
selama 15 menit
b. Segera melakukan pembilasan kulit dengan sabun
c. Berikan oksigen/bantuan pernapasan apabila ada gangguan
pernapasan

PROSEDUR

2. Pencegahan Pemaparan :
a. Hindari kontak dengan mata/kulit
b. Pakai masker bila konsentrasi lebih besar 20 ppm

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.

Instalasi Farmasi
Instalasi Kamar Bedah
Instalasi Gawat Darurat
Tim K3RS

163