Anda di halaman 1dari 46

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 1 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
PEMILIHAN METODE PENGANGKATAN BUATAN
1. TUJUAN
Memilih metode pengangkatan buatan yang sesuai dengan kondisi sumur dan reservoir.
2. METODE DAN PERSYARATAN
2.1 METODE
Membandingkan kelebihan dan kekurangan teknis masing-masing metode pengangkatan buatan
kerdasarkan kondisi produksi sumur dan reservoir tertentu.
2.2 PERSYARATAN
Data teknis/penunjang untuk dapat membandingkan dengan baik harus tersedia (lihat langkah
kerja butir 1)
3. LANGKAH KERJA
1. Siapkan data penunjang yang meliputi:
Data uji tekanan dan produksi terakhir
Laju produksi yang diharapkan
Persoalan operasional yang mungkin timbul (kepasiran, parafin dan sebagainya).
Sumber-sumber tenaga yang tersedia (gas, minyak, air atau listrik).
Perkiraan biaya pemasangan dan operasi.
Data sumur yang meliputi:
- Kedalaman
- Ukuran casing
- Kemiringan
2. Berdasarkan data penunjang tersebut, lakukan pemilihan metode pengangkatan buatan dengan
menggunakan Tabel 1.

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 2 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

4. DAFTAR FUSTAKA
1. Brown, K.E., The Technology of Artificial Lift Methods, Volume 2A, Petroleum Publishing
Co., Tulsa, Oklahoma, 1980.
2. Brown, K.E., The Technology of Artificial Lift Methods, Volume 2B, Penn Well Books,
Tulsa, Oklahoma, 1981.
3. Brown, K.E., The Technology of Artificial Lift Methods, Volume 4, Penn Well Books, Tulsa,
Oklahoma, 1984.
4. Naguib, M.A., Bayoumi,A., El-Emam, N., El Battrawy,A., Guideline of Artificial Lift
Selection for Mature Field, SPE Paper 64428, presented at the SPE Asia Pacific Oil and Gas
Conference and Exhibition held in Brisbane, Australia, 16-18 October 2000.
5. Clegg, J.D., Bucaram, S.M., Hein Jr, N.W., Recommendation and Comparisons for Selecting
Artificial Lift Methods, SPE Paper 24834, December 1993.
6. Brown, K.E., Overview of Artificial Lift System, SPE Paper 9979, October 1982.
7. Anggaraini, D., Panduan Pemilihan Metoda Pengangkatan Buatan Yang Tepat, Tugas Akhir,
Departemen Perminyakan ITB.

5. DAFTAR SIMBOL
PR =

Electric Submersible Pump (Reda)

SB =

Sembur buatan (Gas Lift)

PH =

Pompa Hidrolik (Piston atau Jet)

PA =

Pompa Angguk (Sucker Rod Pump)

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 3 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

6. LAMPIRAN
6.1 LATAR BELAKANG
Dalam perencanaan pemasangan instalasi metoda pengangkatan buatan, harus
mempertimbangkan semua kondisi sumur dan reservoir, oleh karena pemilihan metoda
pengangkatan buatan yang tepat merupakan akan menentukan efisien pengangkatan fluida
reservoir.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di industri perminyakan menyebabkan
tersedianya beberapa metoda pengangkatan buatan, antara lain yang tercakup dalam hal ini
adalah continous gas lift, sucker rod pump, electric submersible pump, cavity pump dan
hydraulic jet pump. Oleh karena itu muncul suatu pertanyaan dasar yang harus kita jawab yaitu
bagaimana menentukan metoda pengangkatan buatan yang tepat untuk diterapkan di suatu
lapangan.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa faktor yang harus kita pertimbangkan,
yaitu :
1. Lokasi lapangan
Dalam hal ini yang dimaksud dengan lokasi lapangan adalah apakah lapangan tersebut
lapangan di onshore atau di offshore. Lokasi merupakan faktor yang sangat penting untuk
dipertimbangkan dalam pemilihan metoda pengangkatan buatan, berkaitan dengan
kemungkinan operasional suatu metoda, misalnya sucker rod pump di lapangan offshore
(yang umumnya lubang sumurnya miring) tidak direkomendasikan sebagai metoda
pengangkatan buatan yang dipilih untuk lapangan tersebut karena:

Instalasi permukaan dari sucker rod pump membutuhkan tempat yang luas sehingga
tidak sesuai jika dipasang di offshore production platform yang biasanya memiliki luas
yang terbatas.

Sebuah production platform biasanya mempunyai beberapa buah sumur, oleh karena
itu sumur offshore pada umumnya merupakan sumur miring, dan sucker rod pump
tidak dapat digunakan pada sumur miring.

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 4 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Sucker rod pump tidak cocok digunakan pada lingkungan yang korosif, seperti ditemui
di offshore, karena lingkungan yang korosif dapat mengurangi kemampuan beban
maksimum yang dapat ditanggung oleh polished rod.

2. Ketersediaan sumber tenaga

Ketersediaan Listrik
Listrik dapat digunakan sebagai sumber tenaga pada continous gas lift, sucker rod
pump, electric submersible pump, cavity pump dan hydraulic jet pump. Ketersediaan
listrik di lapangan merupakan faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan,
terutama untuk metode pengengkatan buatan electric submersible pump karena sangat
tergantung pada tenaga listrik. Tidak tersedianya listrik yang cukup di suatu lapangan
maka electric submersible pump tidak dapat digunakan di lapangan tersebut.

Ketersediaan Gas
Selain listrik, gas juga merupakan sumber tenaga pada continous gas lift, sucker rod
pump, electric submersible pump, dan hydraulic jet pump. Ketersediaan gas di
lapangan merupakan faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan terutama
apabila countinous gas lift menjadi salah satu alternatif metoda pengangkatan buatan
yang akan digunakan di suatu lapangan. Gas yang tersedia dapat bersumber dari sumur
minyak atau sumur gas yang terdapat di lapangan atau didatangkan dari sumber lain di
luar lapangan. Jumlah persediaan gas harus cukup untuk mendukung kelangsungan
suatu proyek gas lift. Apabila pada saat sudah proyek berlangsung, sedangkan gas yang
tersedia tidak cukup atau ada pertimbangan yang berkaitan dengan meningkatnya harga
gas yang menjadi lebih mahal, maka gas lift akan diganti dengan metoda pengangkatan
buatan lainnya. Hal ini kurang dimungkinkan dari sisi operasi. Oleh karena itu tidak
kurangnya persediaan gas di suatu lapangan sering mengakibatkan continous gas lift
tidak dapat digunakan sebagai metoda pengangkatan buatan.

3. Kondisi reservoar

Gas-oil ratio
Besarnya jumlah gas bebas yang terproduksi dapat mengurangi efisiensi pengangkatan
cairan pada pompa, untuk itu suatu unit pompa diharapkan dapat mengatasi besarnya

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 5 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
jumlah gas yang terproduksi tersebut. Sebaliknya pada continous gas lift besarnya
jumlah gas yang terproduksi justru sangat menguntungkan karena dapat mengurangi
jumlah gas yang harus diinjeksikan. Dengan demikian, jumlah gas yang terproduksi
mempengaruhi kinerja metoda pengangkatan buatan yang diterapkan pada suatu sumur.
Jumlah gas yang dapat diproduksikan oleh suatu sumur dapat kita lihat dari harga gasoil ratio, yaitu perbandingan laju produksi gas terhadap laju produksi minyak pada
kondisi permukaan. Oleh karena itu gas-oil ratio merupakan salah satu faktor yang
harus dipertimbangkan dalam proses pemilihan metode pengangkatan buatan.
Pengaruh gas-oil ratio dapat dibagi dalam tiga batasan pemilihan :
Gas bebas yang diproduksikan dari sumur dengan gas-oil ratio dengan harga kurang
dari 500 scf/STB dianggap tidak terlalu besar, sehingga tidak menimbulkan
permasalahan pada sistem pemompaan. Oleh karena itu selain gas lift, sucker rod
pump, electric submersible pump,cavity pump dan hydraulic jet pump juga dapat
digunakan sebagai metoda pengangkatan buatan pada sumur tersebut.
b. Antara 500 scf/STB sampai 2000 scf/STB
Gas bebas yang diproduksikan dari sumur dengan gas-oil ratio berkisar antara 500
scf/STB hingga 2000 scf/STB dapat mengurangi efisiensi volumetrik pada pompa.
Akan tetapi permasalahan ini masih bisa diatasi dengan menggunakan downhole gas
separator, gas anchor, dll. Oleh karena itu selain continous gas lift, sucker rod
pump, electric submersible pump, cavity pump dan hydraulic jet pump juga dapat
digunakan sebagai metoda pengangkatan buatan pada sumur tersebut.
c. Lebih dari 2000 scf/STB
Apabila sumur memiliki gas-oil ratio lebih besar dari 2000 scf/STB, maka continous
gas lift adalah satu-satunya metoda pengangkatan buatan yang direkomendasikan
untuk sumur tersebut. Seperti yang telah disebutkan terdahulu bahwa harga GOR
yang tinggi sangat menguntungkan sekali bagi continous gas lift karena dapat
mengurangi jumlah gas yang harus diinjeksikan. Sebaliknya harga GOR yang tinggi
ini dapat menimbulkan masalah yang cukup serius pada pompa seperti gas lock dan
agak sulit diatasi dengan menggunakan downhole gas separator, gas anchor, dll.
Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 6 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
Oleh karena itu sucker rod pump, electric submersible pump, dan hydraulic jet pump
tidak direkomendasikan pada sumur tersebut.

Produktivitas sumur
Produktivitas sumur merupakan faktor yang penting untuk dipertimbangkan dalam
proses pemilihan metoda pengangkatan buatan karena berkaitan erat dengan kapasitas
pengangkatan cairan yang dimiliki oleh metoda pengangkatan buatan tersebut. Sumur
dengan produktivitas tinggi membutuhkan metoda pengangkatan buatan dengan
kapasitas pengangkatan cairan yang besar. Dalam hal ini, pengaruh produktivitas
sumur terhadap proses pemilihan metoda pengangkatan buatan dapat dibagi menjadi 3
batasan pemilihan, yaitu :
a. Kurang dari 1000 B/D
Sucker rod pump, electric submersible pump, hydraulic jet pump, cavity pump dan
continous gas lift dapat digunakan sebagai metoda pengangkatan buatan pada sumur
dengan laju produksi minyak kurang dari 1000 B/D, yang dianggap termasuk sumur
yang produktivitasnya rendah. Walaupun semua metode tersebut diatas dapat
digunakan, sucker rod pump merupakan metoda pengangkatan buatan yang paling
umum dan paling sesuai digunakan pada suatu sumur, karena pada keadaan operasi,
terdapat jedah waktu antara upstroke dengan downstroke, sehingga terjadi akumulasi
cairan di lubang sumur sebelum fluida diangkat pada waktu upstroke. Selain itu
penggunaan continous gas lift, electric submersible pump, dan hydraulic jet pump
pada sumur dengan produktivitas rendah sering tidak efisien karena ketiga metoda
tersebut membutuhkan aliran fluida yang kontiniu sehingga jarang digunakan pada
kondisi ini. Pada kasus ini, continous gas lift, electric submersible pump, dan
hydraulic jet pump tidak begitu direkomendasikan pada sumur dengan produktivitas
kurang dari 1000 B/D.
b. Antara 1000 B/D sampai 10000 B/D
Continous gas lift, electric submersible pump, cavity pump dan hydraulic jet pump
direkomendasikan sebagai metoda pengangkatan buatan pada sumur dengan laju
produksi minyak berada pada selang antara 1000 B/D sampai 10000 B/D. Sucker rod

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 7 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
pump juga dapat digunakan pada kondisi ini tetapi kinerjanya akan terbatas oleh luas
plunger yang tersedia dan beban yang dapat ditanggung oleh polished rod.
c. Lebih dari 10000 B/D
Sumur dengan laju produksi minyak lebih besar dari 10000 B/D merupakan sumur
dengan kategori produktivitas tinggi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya
bahwa sumur dengan produktivitas tinggi membutuhkan metoda pengangkatan
buatan dengan kapasitas pengangkatan cairan yang besar. Oleh karena itu metoda
pengangkatan buatan yang direkomendasikan untuk sumur dengan laju produksi
minyak lebih besar dari 10000 B/D adalah continous gas lift, electric submersible
pump, dan hydraulic jet pump. Sucker rod pump tidak direkomendasikan pada sumur
kategori ini, karena volume minyak yang terlalu besar membutuhkan luas plunger
yang besar pula dan dapat menimbulkan kelebihan beban pada polished rod.

Water Cut
Water cut merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses
pemilihan metoda pengangkatan buatan, karena berkaitan erat dengan volume dan
gradien fluida dan kapasitas pengangkatan cairan yang dimiliki oleh suatu metoda
pengangkatan buatan. Sumur dengan water cut yang tinggi membutuhkan metoda
pengangkatan buatan dengan kapasitas pengangkatan cairan yang besar seperti
continous gas lift, electric submersible pump, cavity pump dan hydraulic jet pump.
Sedangkan sucker rod pump kurang direkomendasikan pada sumur dengan water cut
yang tinggi karena semakin besar water cut semakin besar volume cairan yang harus
diproduksikan dan sekali lagi akan dibutuhkan luas plunger yang besar serta dapat
menimbulkan kelebihan beban pada polished rod. Sedangkan pada sumur dengan
water cut yang rendah, baik continous gas lift, electric submersible pump, hydraulic jet
pump maupun sucker rod pump dapat direkomendasikan sebagai metoda pengangkatan
buatan pada sumur tersebut.

Tekanan Alir Dasar Sumur (Pwf)


Tekanan alir dasar sumur merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan
dalam proses pemilihan metoda pengangkatan buatan karena berkaitan erat dengan

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 8 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
tekanan intake pompa, oleh karena tekanan alir dasar sumur rendah, maka tekanan
intake pada pompa juga akan rendah. Dalam hal ini, pengaruh tekanan dasar sumur
dalam proses pemilihan metoda pengangkatan buatan dibagi atas dua batasan
pemilihan, yaitu:
a. Pwf > Pb
Apabila tekanan alir dasar sumur lebih besar dari tekanan bubble point minyak,
maka gas yang terlarut di dalam minyak belum terbebaskan sehingga tidak terdapat
gas bebas di lubang sumur yang akan masuk ke pompa. Pada kondisi ini, baik
continous gas lift, sucker rod pump, electric submersible pump, cavity pump maupun
hydraulic jet pump dapat direkomendasikan sebagai metoda pengangkatan buatan.
b. Pwf < Pb
Apabila tekanan alir dasar sumur lebih rendah dari tekanan bubble point minyak,
maka gas yang terlarut di dalam minyak akan terbebaskan sehingga timbul gas bebas
di lubang sumur yang akan masuk ke pompa. Adanya gas bebas dalam sistim pompa
dapat mengurangi efisiensi volumetrik dari pompa tersebut. Untuk mengatasi hal ini
maka diusahakan untuk meningkatkan tekanan alir dasar sumur dengan cara
mengubah laju produksi yang direncanakan sehingga tekanan alir dasar sumur yang
baru berada diatas tekanan bubble point minyak. Apabila usaha untuk mengubah
laju produksi tidak dapat dilakukan, sucker rod pump, electric submersible pump,
cavity pump dan hydraulic jet pump masih dapat digunakan pada kondisi ini dengan
memasang downhole gas separation.
4. Kondisi fluida

Viskositas
Viskositas fluida merupakan salah satu kondisi fluida yang harus dipertimbangkan
dalam proses pemilihan metoda pengangkatan buatan, karena viskositas fluida
mempengaruhi efisiensi dari metoda pengangkatan buatan tersebut. Dalam hal ini,
pengaruh viskositas fluida terhadap proses pemilihan metoda pengangkatan buatan
dapat dibagi menjadi 3 batasan pemilihan, yaitu:
a. Kurang dari 100 cp

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 9 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
Fluida dengan viskositas kurang dari 100 cp merupakan fluida yang encer dan
pada kondisi ini baik continous gas lift, sucker rod pump, electric submersible
pump, cavity pump dan hydraulic jet pump dapat digunakan sebagai metoda
pengangkatan buatan.
b. Antara 100 cp sampai 500 cp
Continous gas lift dan hydraulic jet pump dapat digunakan pada kondisi viskositas
fluida berada pada kisaran 100 cp 500 cp. Electric submersible pump juga dapat
digunakan sebagai metoda pengangkatan buatan pada kondisi ini, tetapi
membutuhkan tenaga yang lebih besar sehingga dapat menggurangi efisiensi
pompa. Begitu juga halnya pada sucker rod pump, viskositas fluida yang berada
pada kisaran 100 cp 500 cp dapat mengurangi efisiensi pompa dan dapat
menambah beban pada polished rod. Berdasarkan pengalaman di lapangan, sucker
rod pump, cavity pump dan electric submersible pump dapat bekerja dengan baik
pada viskositas fluida sampai 200 cp dengan laju alir yang rendah. Jadi apabila
fluida reservoar memiliki viskositas antara 100 cp

500 cp dan usaha untuk

memperkecil viskositas dengan pemanasan tidak dapat dilakukan maka metoda


pengangkatan buatan yang disarankan adalah hydraulic jet pump, cavity pump dan
continous gas lift, sedangkan sucker rod pump dan electric submersible pump
dapat dipertimbangkan.
c. Lebih dari 500 cp
Pada kondisi viskositas fluida lebih besar dari 500 cp, continous gas lift, cavity
pump dan hydraulic jet pump yang direkomendasikan sebagai metoda
pengangkatan buatan. Hydraulic Jet pump dapat digunakan pada fluida dengan
viskositas mencapai 800 cp. Besarnya viskositas fluida dapat diatasi dengan
menggunakan fluida kerja yang encer dengan viskositas kurang dari 50 cp.
Sedangkan continous gas lift dapat digunakan pada fluida dengan viskositas
mencapai 1000 cp. Continous gas lift dapat digunakan pada fluida dengan
viskositas yang besar karena penginjeksian gas pada kedalaman tertentu pada
metoda gas lift dapat mengurangi viskositas fluida produksi. Jadi apabila fluida
reservoar memiliki viskositas lebih besar dari 500 cp dan usaha untuk
memperkecil viskositas dengan pemanasan tidak dapat dilakukan maka metoda
Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 10 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
pengangkatan buatan yang direkomendasikan adalah hydraulic jet pump, cavity
pump dan continous gas lift.

Kandungan Pasir
Continous gas lift merupakan satu-satunya metoda pengangkatan buatan yang
disarankan pada sumur dengan kandungan pasir yang tinggi. Pasir yang terproduksi
mengalir ke permukaan bersama-sama dengan fluida produksi dan tidak melewati
katup sehingga tidak menimbulkan permasalahan yang serius terhadap katup-katup
tersebut. Sedangkan pada pompa, pasir yang terproduksi dapat menimbulkan
permasalahan mekanis seperti pengikisan pada peralatan pompa sehingga sucker rod
pump, electric submersible pump ataupun hydraulic jet pump hanya direkomendasikan
pada sumur dengan kandungan pasir yang rendah.

5. Kondisi lubang sumur

Temperatur
Temperatur lubang sumur yang terlalu tinggi dapat mengurangi operating life dari
beberapa peralatan metoda pengangkatan buatan, sehingga penggunaan metoda
tersebut menjadi tidak efektif. Oleh karena itu temperatur lubang sumur merupakan
salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses pemilihan metoda
pengangkatan buatan. Pengaruh temperatur terhadap proses pemilihan metoda
pengangkatan buatan dapat dibagi menjadi 3 batasan pemilihan, yaitu:
a. Kurang dari 250 oF
Pada kondisi temperatur lubang sumur kurang dari 250 oF, baik continous gas lift,
sucker rod pump, electric submersible pump, cavity pump maupun hydraulic jet
pump dapat digunakan sebagai metoda pengangkatan buatan pada sumur tersebut
karena batasan temperatur ini merupakan batasan temperatur yang normal.
b. Antara 250oF sampai 350oF
Pada kondisi ini, baik continous gas lift, sucker rod pump, hydraulic jet pump
maupun electric submersible pump dapat digunakan sebagai metoda pengangkatan
buatan yang dipilih. Khusus untuk electric submersible pump, pada kondisi ini
dibutuhkan peralatan dengan tingkat ketahanan terhadap temperatur yang lebih

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 11 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
tinggi dibandingkan perencanaan secara standar pada kondisi operasi normal yaitu
temperatur lebih rendah dari 250 oF.
c. Lebih dari 350oF
Electric submersible pump dan cavity pump merupakan salah satu metoda
pengangkatan buatan yang kinerjanya dibatasi oleh temperatur. Temperatur yang
tinggi dapat merusak kabel dan motor serta memperpendek umur pompa. Oleh
karena itu pada kondisi temperatur lubang sumur lebih besar dari 350 oF, electric
submersible pump tidak begitu disarankan sebagai metoda pengangkatan buatan.
Kalaupun akan dipilih, maka perlu disiapkan peralatan khusus, yang tahan
temperatur tinggi, dengan harga yang mahal.

Kedalaman Sumur
Kinerja beberapa metoda pengangkatan buatan dibatasi oleh kedalaman sumur
sehingga kedalaman sumur menjadi salah satu faktor yang harus dipertimbangkan
dalam proses pemilihan metoda pengangkatan buatan. Pengaruh kedalaman sumur
terhadap proses pemilihan metoda pengangkatan buatan dapat dibagi menjadi 2 batasan
pemilihan, yaitu:
a. Kurang dari 14000 ft
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, continous gas lift,
hydraulic jet pump, electric submersible pump, cavity pump dan sucker rod pump
dapat digunakan sebagai metoda pengangkatan buatan pada sumur dengan
kedalaman kurang dari 14000 ft.
b. Lebih dari 14000 ft
Kinerja sucker rod pump terhadap kedalaman sumur dibatasi oleh beban yang
ditanggung oleh polished rod. Semakin dalam sumur, semakin panjang rod yang
dibutuhkan sehingga beban rod yang ditanggung oleh polished rod semakin besar.
Penggunaan sucker rod pump untuk sumur-sumur yang dalam pada umumnya
tidak ekonomis karena pada sumur yang dalam dibutuhkan unit sucker rod pump
yang besar sedangkan penggunaan sucker rod pump pada sumur yang dalam
terbatas untuk laju produksi yang rendah. Dengan kemajuan teknologi saat ini,

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 12 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
suker rod pump dapat digunakan pada sumur dengan kedalaman maksimal 14000
ft. Demikian juga halnya dengan electric submersible pump, kinerjanya terhadap
kedalaman dibatasi oleh temperatur dimana semakin dalam sumur maka semakin
tinggi temperatur di dalam sumur. Jadi electric submersible pump dapat digunakan
pada kedalaman lebih dari 14000 ft asalkan berada pada batasan temperatur yang
diizinkan. Sedangkan hydraulic jet pump direkomendasikan pada kedalaman
lubang sumur lebih dari 14000 ft. Berdasarkan pengalaman di lapangan, hydraulic
jet pump dapat digunakan pada kedalaman sumur hingga 20000 ft. Demikian juga
pada continous gas lift, besarnya kedalaman lubang sumur dapat meningkatkan
performance kerja continous gas lift karena semakin dalam sumur semakin dalam
kedalaman titik injeksi sehingga semakin besar kolom fluida yang mengalami
pengurangan gradien tekanan. Tetapi dari sisi lain, diperlukan kompresor yang
mampu menginjeksikan gas dengan tekanan yang lebih tinggi.

Inklinasi Lubang Sumur


Inklinasi lubang sumur merupakan salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam
proses pemilihan metoda pengangkatan buatan yang tepat karena inklinasi sumur dapat
membatasi operasional dari metoda pengangkatan buatan tertentu. Berdasarkan sudut
inklinasinya, lubang sumur dibagi atas deviated hole dan undeviated hole. Apabila
sumur merupakan deviated hole, maka sucker rod pump tidak direkomendasikan
sebagai metoda pengangkatan buatan pada sumur tersebut karena dapat menimbulkan
gesekan antara dinding lubang sumur atau dinding tubing dengan peralatan pompa
sehingga peralatan akan cepat aus dan tidak tahan lama. Sedangkan metoda lainnya
yaitu continous gas lift, electric submersible pump, cavity pump dan hydraulic jet pump
dapat digunakan sebagai metoda pengangkatan buatan baik pada deviated hole maupun
pada undeviated hole.

6. Operating cost dan Capital cost


Capital cost dan operating cost

merupakan parameter ekonomi

yang harus

dipertimbangkan dalam proses pemilihan metoda pengangkatan buatan yang akan


diaplikasikan pada suatu sumur atau lapangan. Besarnya harga capital cost dan operating
Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 13 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
cost dapat mengeliminasi suatu metoda sebagai alternatif metoda pengangkatan buatan
yang akan diaplikasikan pada sumur atau lapangan tersebut karena tidak ekonomis.
Besarnya harga capital cost dan operating cost sangat tergantung kepada kondisi lapangan.
Dalam proses pemilihan metoda pengangkatan buatan yang tepat, parameter-parameter
tersebut dibandingkan antara suatu metoda dengan metoda yang lainnya. Metoda
pengangkatan buatan yang tepat adalah metoda yang memberikan laju produksi yang besar
dengan harga capital cost dan operating cost yang rendah.
7. Prediksi Performance sumur
Performance sumur merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam proses
pemilihan metoda pengangkatan buatan karena berkaitan dengan laju produksi yang dapat
dihasilkan oleh metoda pengangkatan buatan tersebut. Untuk masing-masing metoda
pengangkatan buatan dibuat plot antara tekanan dasar sumur terhadap laju produksi,
kemudian dilakukan pembandingan besarnya laju produksi sumur yang diperoleh untuk
masing-masing metoda. Metoda pengangkatan buatan yang tepat adalah metoda yang
memberikan harga laju produksi yang paling besar. Selain itu dari plot tersebut juga dapat
dilihat pengaruh perubahan parameter tertentu seperti water cut, tekanan kepala sumur,
indeks produktivitas, dan lain-lain terhadap performance sumur untuk masing-masing
metoda.
8. Produksi sumur
Besarnya produksi kumulatif suatu sumur merupakan elemen yang sangat penting dalam
pengambilan keputusan mengenai kelangsungan proyek produksi sumur tersebut. Oleh
karena itu, besarnya produksi kumulatif suatu sumur juga merupakan faktor yang penting
untuk dipertimbangkan dalam proses pemilihan metoda pengangkatan buatan yang tepat
untuk diaplikasikan pada sumur tersebut. Untuk menentukan metoda pengangkatan buatan
yang paling tepat digunakan pada suatu sumur maka dilakukan pembandingan produksi
kumulatif suatu sumur untuk masing-masing metoda pengangkatan buatan dengan
memplot harga produksi kumulatif terhadap waktu. Metoda pengangkatan buatan yang
tepat adalah metoda yang memberikan produksi kumulatif paling besar dalam waktu
produksi yang sama.
Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 14 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

9. Problema produksi sumur


Problema produksi dapat menimbulkan kesulitan pada semua metoda pengangkatan
buatan. Kemampuan suatu metoda dalam mengatasi problema produksi yang terdapat pada
suatu sumur

merupakan faktor yang penting untuk dipertimbangkan dalam proses

pemilihan metoda pengangkatan buatan yang tepat. Kemampuan tersebut dipengaruhi oleh
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di industri perminyakan dan kondisi lapangan.
Metoda pengangkatan buatan yang tepat adalah metoda yang mampu mengatasi problema
produksi yang terdapat pada suatu sumur lebih mudah dibandingkan metoda yang lain.
Beberapa problema produksi sumur yang sering terjadi meliputi :

Paraffin
Pengendapan paraffin pada tubing string, wellhead, atau flowline dapat menimbulkan
tekanan balik dan menurunkan laju produksi sumur. Oleh karena itu dibutuhkan
metoda untuk mencegah atau menanggulangi pengendapan paraffin tersebut. Pada
sucker rod pump, gerakan turun naik dari rod string dapat membantu pengikisan
paraffin pada tubing string dengan menggunakan scraper, tetapi cara ini dapat
meningkatkan biaya operasi dan menambah beban pada polished rod. Cara yang umum
digunakan pada masing-masing metoda pengangkatan buatan dalam mengatasi
pengendapan paraffin adalah dengan mengalirkan fluida bertemperatur tinggi atau
inhibitor ke lubang sumur.

Emulsi
Emulsi yang sering terjadi pada lapangan minyak adalah emulsi air-minyak, dimana
minyak merupakan fasa kontiniu dan air merupakan fasa terdispersi. Emulsi
merupakan salah satu problema produksi yang harus diantisipasi pada saat perencanaan
dan pemilihan metoda pengangkatan buatan. Terbentuknya emulsi pada sumur
pengangkatan buatan, disebabkan oleh adanya agitasi dari peralatan pengangkatan
buatan tersebut. Emulsi dapat mengakibatkan terjadinya kehilangan tekanan yang
sangat besar pada tubing sehingga menimbulkan back pressure yang sebagai akibatnya
dibutuhkan tenaga yang besar, selain itu efisiensi dari metoda pengangkatan buatan

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 15 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
menjadi rendah. Cara yang umum dilakukan untuk mengatasi emulsi adalah dengan
menambahkan zat kimia atau dengan pemanasan. Pencegahan emulsi dapat dilakukan
dengan cara memperkecil tingkat agitasi, misalnya dengan menggunakan anker pada
sumur-sumur pompa, mengurangi kecepatan pompa, dan lain-lain.

Korosi
Korosi dapat disebabkan oleh elektrolisis yang terjadi pada logam, tingginya
kandungan H2S dan CO2 dalam fluida produksi, oksigenisasi pada logam, dan lain-lain.
Korosi dapat mengakibatkan berkurangnya beban maksimum yang dapat ditanggung
oleh polished rod pada sucker rod pump. Apabila gas yang diproduksi dari reservoar
adalah gas yang korosif maka gas tersebut tidak ekonomis digunakan sebagai gas
injeksi pada metoda gas lift sehingga gas harus didatangkan dari sumber lain. Secara
umum korosi dapat mengurangi operating life dari metoda pengangkatan buatan
sehingga harus diatasi. Cara yang umum digunakan untuk mengatasi korosi ini adalah
dengan mengalirkan inhibitor ke lubang sumur melalui anulus. Selain itu pada
hydraulic jet pump korosi juga dapat ditanggulangi dengan mencampurkan inhibitor ke
dalam fluida kerja sebelum fluida kerja tersebut bercampur dengan fluida formasi di
bagian throat.

Pasir
Problema produksi yang harus diantisipasi dalam proses pemilihan metoda
pengangkatan buatan apabila alternatif pemilihannya terdiri atas sucker rod pump,
electric submersible pump, cavity pump dan hydraulic jet pump adalah pasir yang
terproduksi, yang dapat menimbulkan permasalahan pada ketiga metoda tersebut
seperti persoalan mekanis, pengurangan efisiensi, dan lain-lain. Sebaliknya apabila
continous gas lift merupakan salah satu alternatif metoda pengangkatan buatan, adanya
pasir termasuk kedalam kategori kondisi fluida karena pasir tidak menimbulkan
masalah yang serius pada continous gas lift seperti pada metoda lainnya. Kemampuan
sucker rod pump, electric submersible pump, dan hydraulic jet pump dalam mengatasi
pasir ini perlu dibandingkan satu sama lain. Pengalaman-pengalaman di lapangan dapat
dijadikan sebagai bahan dalam perbandingan. Metoda pengangkatan buatan yang tepat

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 16 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
adalah metoda yang dapat mengatasi problema tersebut lebih mudah dibandingkan
metoda lainnya.
10. Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh metoda pengangkatan buatan
Analisa mengenai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh suatu metoda
pengangkatan buatan merupakan faktor yang dapat menjadi pertimbangan dalam proses
pemilihan metoda pengangkatan buatan yang tepat karena pada umumnya kelebihan dan
kekurangan tersebut berkaitan erat dengan operasional masing-masing metoda.

6.2 TAHAP-TAHAP PEMILIHAN METODE PENGANGKATAN BUATAN


Berdasarkan faktor-faktor diatas, maka panduan pemilihan metoda pengangkatan buatan dibagi
menjadi tiga tahap pemilihan, yaitu:
A. Tahap pertama
Lokasi sumur dan ketersediaan sumber tenaga listrik dan gas merupakan faktor-faktor yang
menjadi dasar pemilihan pada tahap pertama ini. Kedua faktor tersebut sangat penting sekali
dan dapat mengeliminasi suatu metoda sebagai alternatif metoda pengangkatan buatan di
suatu lapangan, sehingga proses pemilihan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan
jumlah alternatif pilihan yang lebih sedikit. Jadi tahap pertama ini dapat juga disebut sebagai
tahap penyederhaan. Hasil penyeleksian pada tahap pertama terdiri atas delapan kasus
pemilihan dengan alternatif pemilihan sebagai berikut:
a. Sucker rod pump, electric submersible pump, hydraulic jet pump, cavity pump dan
continous gas lift, apabila lapangan berada di onshore dengan ketersediaan tenaga listrik
dan gas yang cukup untuk mendukung operasi electric submersible pump dan continous
gas lift.
b. Sucker rod pump, electric submersible pump, cavity pump dan hydraulic jet pump
apabila lapangan terdapat di onshore dengan persediaan listrik yang cukup untuk
mendukung operasi electric submersible pump tetapi tidak tersedia gas yang cukup
untuk mendukung operasi continous gas lift.
c. Sucker rod pump, hydraulic jet pump, cavity pump dan continous gas lift apabila
lapangan terdapat di onshore dengan ketersediaan gas yang cukup untuk mendukung
Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 17 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
operasi continous gas lift tetapi listrik yang cukup tidak dapat disediakan untuk
mendukung operasi electric submersible pump.
d. Sucker rod pump, cavity pump dan hydraulic jet pump apabila lapangan terdapat di
onshore tetapi tidak tersedia gas yang cukup untuk mendukung operasi continous gas lift
dan tenaga listrik yang cukup tidak dapat disediakan untuk mendukung operasi electric
submersible pump.
e. Electric submersible pump, hydraulic jet pump, dan continous gas lift apabila lapangan
terdapat di offshore dengan ketersediaan tenaga listrik dan gas yang cukup untuk
mendukung operasi electric submersible pump dan continous gas lift.
f. Electric submersible pump dan hydraulic jet pump apabila lapangan terdapat di offshore
dengan persediaan listrik yang cukup untuk mendukung operasi electric submersible
pump tetapi tidak tersedia gas yang cukup untuk mendukung operasi continous gas lift.
g. Hydraulic jet pump dan continous gas lift apabila lapangan terdapat di offshore dengan
ketersediaan gas yang cukup untuk mendukung operasi continous gas lift tetapi listrik
yang cukup tidak dapat disediakan untuk mendukung operasi electric submersible pump.
h. Hydralic jet pump merupakan metoda yang tepat diaplikasikan pada suatu lapangan yang
terdapat di offshore tetapi gas tidak tersedia untuk mendukung operasi continous gas lift
dan tenaga listrik yang cukup tidak dapat disediakan untuk mendukung operasi electric
submersible pump.
B. Tahap kedua
Pada tahap kedua ini, faktor-faktor yang menjadi dasar pemilihan adalah kondisi reservoar,
kondisi fluida, dan kondisi lubang sumur. Faktor- faktor ini terdiri atas beberapa parameter
yang berpengaruh terhadap proses pemilihan metoda pengangkatan buatan. Berdasarkan
pengalaman penggunaan metoda pengangkatan buatan di lapangan-lapangan minyak, maka
batasan pengaruh parameter ini secara kuantitatif dapat ditentukan. Parameter-parameter
tersebut memiliki tingkat prioritas yang sama dan sifatnya sebagai tambahan dalam proses
pemilihan metoda pengangkatan buatan yang tepat. Hasil yang mungkin diperoleh pada
tahap pertama ini adalah:

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 18 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Langsung diperoleh suatu metoda pengangkatan buatan yang tepat dengan cara
membandingkan pengaruh parameter-parameter tersebut terhadap setiap alternatif
metoda pengangkatan buatan, atau apabila reservoar memiliki GOR yang tinggi atau
kandungan pasir yang tinggi, maka dapat dipilih continous gas lift, karena memiliki
banyak kelebihan pada kondisi tersebut dibandingkan dengan metoda lainnya

Masih terdapat beberapa alternatif metoda pengangkatan buatan karena pengaruh


parameter-paramater tersebut terhadap alternatif yang ada sama atau hampir sama, dan
proses pemilihan dilanjutkan ke tahap ketiga

C. Tahap ketiga
Apabila hasil dari proses pemilihan metoda pengangkatan buatan pada tahap kedua masih
menyisakan beberapa alternatif pemilihan, maka proses pemilihan harus dilanjutkan ke
tahap ketiga. Tahap ketiga ini merupakan tahap akhir pemilihan dimana suatu metoda yang
tepat yang akan diaplikasikan di suatu lapangan dapat diperoleh. Pada tahap ketiga ini,
faktor-faktor yang menjadi dasar pemilihan adalah harga operating cost dan capital cost,
hasil prediksi performance sumur, hasil prediksi produksi sumur, kemampuan suatu metoda
dalam mengatasi problema produksi yang terdapat pada sumur, dan kelebihan serta
kekurangan yang dimiliki oleh suatu metoda pengangkatan buatan. Suatu metoda
pengangkatan buatan yang tepat dapat diperoleh dari hasil perbandingan lima faktor
tersebut diatas. Kelima faktor tersebut tergantung pada kondisi lapangan dan kemajuan
teknologi, sehingga pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap proses pemilihan metoda
pengangkatan buatan hanya dapat ditentukan secara kualitatif. Pada kondisi ideal, sebuah
metoda pengangkatan buatan yang tepat adalah metoda yang memiliki harga capital cost
dan operating cost lebih rendah dibandingkan metoda lainnya, menghasilkan laju produksi
paling tinggi diantara metoda lainnya, menghasilkan produksi kumulatif paling besar
diantara metoda lainnya, mampu mengatasi problema produksi yang ada di sumur tersebut
lebih mudah dibandingkan metoda lainnya dan memiliki banyak kelebihan dan sedikit
kekurangan dibandingkan metoda lainnya. Dalam kasus di lapangan kondisi ideal ini jarang
ditemukan, oleh karena itu kepekaan dan pengalaman lapangan seorang engineer sangat
dibutuhkan dalam mengambil keputusan berdasarkan hasil perbandingan kelima faktor
Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 19 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
pada tahap ketiga ini, sehingga sebuah metoda pengangkatan buatan yang tepat dapat
diperoleh.
Berdasarkan faktor-faktor dan tahap-tahap tersebut diatas, maka dihasikan panduan
pemilihan metoda pengangkatan buatan yang ditampilkan dalam bentuk flowchart seperti
yang terlihat pada Gambar 6.1 sampai Gambar 6.9.

6.3 BAGAN DAN TABEL YANG DIGUNAKAN

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Gambar 6.1 Panduan Pemilihan Tahap Pertama

Manajemen Produksi Hulu

: 20 / 46
: 2/ Juli 2003

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 21 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

PANDUAN PEMILIHAN PADA TAHAP KEDUA DENGAN ALTERNATIF PEMILIHAN SUCKER


ROD PUMP, ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP, HYDRAULIC JET PUMP DAN CAVITY PUMP

A
SRP
ESP
HJP
PCP

Inklinasi
Sumur

Deviated
Hole

Tidak

Ya

SRP
ESP
HJP
PCP

ESP
HJP

Produktivitas
Sumur
(q)

Produktivitas
Sumur
(q)

q<1000
BPD

1000<q<10000
BPD

Tidak

Ya
SRP
*ESP
*HJP
PCP

Tidak

q>10000
BPD

q<1000
BPD

Ya

Ya
*SRP
ESP
HJP

Ya

ESP
HJP

q>10000
BPD

Tidak

Ya

Ya

*ESP
*HJP

Pwf

Bisa

1000<q<10000
BPD

Tidak

ESP
HJP

Pwf
SRP
ESP
HJP
PCP

Ya

Pwf>Pb

Ya

Pwf>Pb

Bisa

Tidak

ESP
HJP

Tidak

Ubah
qdisain

Ubah
qdisain
Tidak bisa

Tidak bisa
Disain
Downhole
Gas Separator

Disain
Downhole
Gas Separator

SRP
ESP
HJP
PCP

ESP
HJP

Kedalaman
(D)

D<14000

Kedalaman
(D)

Tidak

*ESP
HJP

D<14000

*ESP
HJP

Ya

Ya
SRP
ESP
HJP
PCP

ESP
HJP

Temperatur
(T)

Temperatur
(T)

T<250oF

Tidak

Tidak

Ya

250oF<T<350oF

Tidak

Ya

T>350oF

T<250oF

Ya

Ya

SRP
*ESP
HJP

SRP
ESP
HJP
PCP

A
Lanjut ke lembar berikut

Tidak

250oF<T<350oF

Tidak

T>350oF

Ya

ESP
HJP

B
Lanjut ke lembar berikut

Gambar 6.2 Panduan Pemilihan Tahap Kedua Untuk SRP, ESP, PCP dan HJP
Manajemen Produksi Hulu

Ya
*ESP
HJP

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 22 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

PANDUAN PEMILIHAN PADA TAHAP KEDUA DENGAN ALTERNATIF PEMILIHAN SUCKER


ROD PUMP, ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP, HYDRAULIC JET PUMP DAN CAVITY PUMP
(LANJUTAN)

Water Cut

Water Cut

Low

Tidak

*SRP
ESP
HJP
PCP

SRP
ESP
HJP
PCP
Bisa

>500 cp
Ya
Treatment
dengan Heater

ESP
HJP

Viskositas
()

Viskositas
()

Tidak

100<<500 cp

Tidak

Tidak

Low
Ya

Ya

<100 cp

Ya

ESP
HJP

SRP
ESP
HJP
PCP

Ya

Bisa

Tidak

<100 cp

100<<500 cp

Ya

Ya
Treatment
dengan Heater

Bisa

Treatment
dengan Heater

Bisa
Tidak bisa

Tidak bisa
Tidak bisa
HJP
adalah
metoda
yang tepat

*ESP
HJP

*SRP
*ESP
HJP
PCP

Tidak

>500 cp
Ya
Treatment
dengan Heater
Tidak bisa
HJP
adalah
metoda
yang tepat

Selesai
Selesai
Bandingkan Pengaruh
Parameter-parameter Tersebut
Terhadap masing-masing
metoda

Diperoleh
Metoda yang
Tepat

Tidak

------------(Masuk ke Tahap Ketiga)

Ya
Metoda
Pengangkatan
Buatan Yang
Tepat

Selesai

* Artinya dipertimbangkan ( not highly recommended )

Gambar 6.2 (Lanjutan ) Panduan Pemilihan Tahap Kedua Untuk SRP, ESP, PCP dan HJP

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Manajemen Produksi Hulu

: 23 / 46
: 2/ Juli 2003

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 24 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
Gambar 6.3 Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif Pemilihan SRP, ESP, HJP,
PCP dan CGL
AA

BB
Kedalaman
(D)

Kedalaman
(D)

D<14000

Tidak

*ESP
HJP
CGL

D<14000
Ya

Ya
SRP
ESP
HJP
CGL
PCP

ESP
HJP
CGL
Temperatur
(T)

Temperatur
(T)

T<250oF

*ESP
HJP
CGL

Tidak

Tidak

Ya

Tidak

250oF<T<350oF

T<250oF

T>350oF
Ya

Ya

SRP
*ESP
HJP
CGL

SRP
ESP
HJP
CGL
PCP

Tidak

Tidak

250oF<T<350oF

Ya

Ya
*ESP
HJP
CGL

ESP
HJP
CGL

Water Cut

Water Cut

Tidak

Low
Ya
SRP
ESP
HJP
CGL
PCP

*SRP
ESP
HJP
CGL
PCP

Low

Tidak

Ya
ESP
HJP
CGL

Viskositas
()
SRP
ESP
HJP
CGL
PCP

T>350oF

Ya

ESP
HJP
CGL

Bisa

Ya

<100 cp

Bisa

Tidak

100<<500 cp

>500 cp
Ya

Ya
Ya

<100 cp

Tidak

100<<500 cp

Tidak

>500 cp
Bisa

Ya

Bisa

Treatment
dengan Heater

Tidak bisa
*SRP
*ESP
HJP
CGL
PCP

Treatment
dengan Heater

Treatment
dengan Heater

Ya

Tidak bisa

Tidak bisa
Treatment
dengan Heater

*ESP
HJP
CGL

HJP
CGL

Tidak bisa
HJP
CGL

Bandingkan Pengaruh
Parameter-parameter Tersebut
Terhadap masing-masing
metoda

Diperoleh
Metoda yang
Tepat

Tidak

------------(Masuk ke Tahap Ketiga)

Ya
Metoda
Pengangkatan
Buatan Yang
Tepat

* Artinya dipertimbangkan ( not highly recommended)

Selesai

Gambar 6.3 (Lanjutan) Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif Pemilihan SRP,
ESP, HJP, PCP dan CGL

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Manajemen Produksi Hulu

: 25 / 46
: 2/ Juli 2003

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Manajemen Produksi Hulu

: 26 / 46
: 2/ Juli 2003

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 27 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
Gambar 6.4 Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif Pemilihan SRP, PCP dan
HJP

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 28 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
Gambar 6.4 (Lanjutan) Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif Pemilihan SRP,
PCP dan HJP

Gambar 6.5 Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif Pemilihan SRP, HJP, PCP
dan CGL

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 29 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Gambar 6.5 (Lanjutan) Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif Pemilihan SRP,
HJP, PCP dan CGL
Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 30 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Gambar 6.5 (Lanjutan) Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif Pemilihan SRP,
HJP, PCP dan CGL

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Manajemen Produksi Hulu

: 31 / 46
: 2/ Juli 2003

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 32 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Gambar 6.6 Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif Pemilihan ESP dan HJP
Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Manajemen Produksi Hulu

: 33 / 46
: 2/ Juli 2003

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 34 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
Gambar 6.6 (Lanjutan) Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif Pemilihan ESP
dan HJP
PANDUAN PEMILIHAN PADA TAHAP KEDUA DENGAN ALTERNATIF PEMILIHAN
ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP, HYDRAULIC JET PUMP, DAN CONTINOUS GAS LIFT
F

ESP
HJP
CGL

Inklinasi
Sumur

Tidak

Deviated
Hole

Ya

ESP
HJP
CGL

GOR

GOR<500
SCF/STB

500<GOR<2000
SCF/STB

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Ya

ESP
HJP
CGL

*ESP
*HJP
CGL

CGL
adalah
metoda
yang tepat

Produktivitas
Sumur
(q)

q<1000
BPD
Ya

Selesai

Tidak

1000<q<10000
BPD

Tidak

ESP
HJP
CGL

Lanjutkan ke lembar berikutnya

q>10000
BPD
Ya

Ya

*ESP
*HJP
*CGL

Manajemen Produksi Hulu

GOR>2000
SCF/STB

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 35 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
Gambar 6.7 Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif pemilihan ESP, HJP, dan
CGL

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Kandungan
Pasir

Tidak

Low
Ya
ESP
HJP
CGL

CGL
adalah
metoda
yang tepat

Selesai

Pwf

Bisa

Ya

Pwf>Pb

ESP
HJP
CGL

Tidak
Ubah
qdisain
Tidak bisa
Disain
Downhole
Gas Separator
ESP
HJP
CGL

Kedalaman
(D)

D<14000

Tidak

*ESP
HJP
CGL

Ya
ESP
HJP
CGL
Temperatur
(T)

T<250oF

Tidak

Ya

250oF<T<350oF

Tidak

Ya

Ya
*ESP
HJP
CGL

ESP
HJP
CGL

Lanjut ke lembar berikutnya

Manajemen Produksi Hulu

T>350oF

: 36 / 46
: 2/ Juli 2003

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 37 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
Gambar 6.7 (Lanjutan) Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif pemilihan ESP, HJP,
dan CGL

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 38 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan
Gambar 6.7 (Lanjutan) Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif pemilihan ESP, HJP,
dan CGL

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 39 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Gambar 6.8 Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif Pemilihan HJP dan CGL
Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 40 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Gambar 6.8 (Lanjutan) Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif Pemilihan HJP
dan CGL

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

: 41 / 46
: 2/ Juli 2003

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Water Cut

Low

Tidak

Ya
HJP
CGL
Viskositas
()

HJP
CGL

Ya

<100 cp

Tidak

Tidak

100<<500 cp

Ya

Ya

Treatment
dengan Heater

Treatment
dengan Heater

Bisa

>500 cp

Tidak bisa

Tidak bisa
HJP
CGL

HJP
CGL

Bandingkan Pengaruh
Parameter-parameter Tersebut
Terhadap masing-masing
metoda

Diperoleh
Metoda yang
Tepat

Tidak

------------(Masuk ke Tahap Ketiga)

Ya
Metoda
Pengangkatan
Buatan Yang
Tepat

* Artinya dipertimbangkan
( not highly recommended)

Selesai

Gambar 6.8 (Lanjutan) Panduan Pemilihan Tahap Kedua dengan Alternatif Pemilihan HJP
dan CGL

Manajemen Produksi Hulu

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

PANDUAN PEMILIHAN PADA TAHAP KETIGA

Hasil dari
Tahap Kedua

Analisa
OC&CC

Prediksi
Performance
Sumur

Prediksi
Produksi
Sumur

Problema
Produksi
Sumur

Bandingkan
Parameter-Parameter
Di atas

Metoda
Pengangkatan
Buatan
yang Tepat

Selesai

Gambar 6.9 Panduan Pemilihan Tahap Ketiga

Manajemen Produksi Hulu

Analisa
Kelebihan &
Kekurangan

: 42 / 46
: 2/ Juli 2003

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Manajemen Produksi Hulu

: 43 / 46
: 2/ Juli 2003

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Manajemen Produksi Hulu

: 44 / 46
: 2/ Juli 2003

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Manajemen Produksi Hulu

: 45 / 46
: 2/ Juli 2003

TEKNIK PRODUKSI

NO : TP.03.01

JUDUL

Halaman
Revisi/Thn

: SISTEM PENGANGKATAN
BUATAN

SUB JUDUL : Pemilihan Metoda Pengangkatan


Buatan

Manajemen Produksi Hulu

: 46 / 46
: 2/ Juli 2003