Anda di halaman 1dari 6

TEORI PASAR MODAL DAN INVESTASI

PERTEMUAN 02
SAHAM PREFEREN, BIASA DAN TREASURI

Oleh :
IDA BAGUS PUTU FAJAR ADISAMARTHA (02)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2016

JENIS SAHAM
Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam bentuk saham (stock). Jika
perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas saham saja, saham ini disebut dengan saham
biasa (common stock). Untuk menarik investor potensial lainnya, suatu perusahaan mungkin
juga mengeluarkan saham lain yang disebut saham preferen (preferred stock). Saham
preferen mempunyai hak prioritas yang lebih besar dari saham biasa. Hak-hak prioritas dari
saham preferen yaitu hak atas deviden yang tetap dah hak terhadap aktiva jika terjadi
likuiditas, namun saham preferen tidak memiliki hak veto seperti yang dimiliki saham biasa.
1. SAHAM PREFEREN
Saham preferen mempunyai sifat gabungan (hybrid) antara obligasi (bond) dan saham
biasa. Seperti bond yang membayarkan bunga atas pinjaman, saham preferen juga
memberikan hasil yang tetap berupa deviden preferen. Seperti saham biasa, dalam hal
likuiditas, klaim pemegang saham preferen di bawah klaim pemegang obligasi (bond). Saham
preferen mempunyai beberapa hak, yaitu hak atas deviden tetap dan hak pembayaran terlebih
dahulu jika terjadi likuiditas dan dianggap mempunyai karakteristik ditengah-tengah antara
bond dan saham biasa.
Karakteristik Saham Preferen
Beberapa karakteristik dari saham preferen adalah sebagai berikut ini:
A. Preferen terhadap Deviden
Pemegang saham preferen mempunyai hak untuk menerima deviden terlebih dahulu
dibandingkan dengan pemegang saham biasa.
Saham preferen juga umumnya memberikan hak deviden kumulatif, yaitu
memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima deviden tahun-tahun sebelumnya
yang belum dibayarkan sebelum pemegang saham biasa menerima devidennya. Jika saham
preferen disebutkan memberikan hak deviden kumulatif, maka deviden-deviden tahuun
sebelumnya yang belum dibayarkan disebut dengan dividends in arrears. Jika saham preferen
tidak mempunyau bentuk deviden kumulatif, maka suatu deviden yang tidak dibayar di
periode lalu akan hilang selamanya.

B. Preferen pada Waktu Likuiditas


Saham preferen mempunyai hak terlebih dahulu atas aktiva perusahaan dibandingkan
dengan hak yang dimiliki oleh saham biasa pada saat terjadi likuiditas. Besarnya hak atas
aktiva pada saat likuiditas adalah sebesar nilai nominal saham preferennya termasuk semua
deviden yang belum dibayar jika bersifat kumulatif. Karena karakteristik ini, investor
umumnya menganggap saham preferen lebih kecil risikonya dibandingkan dengan saham
biasa. Akan tetapi jika dibandingkan dengan bond, saham preferen dianggap lebih berisiko,
karena klaim dari pemegang saham preferen di bawah klaim dari pemegang bond.
Macam-macam Saham Preferen
Untuk menarik pihak investor saham preferen mempunyai beberapa alternatif yang
menguntungkan baik bagi investor atau bagi perusahaan yang mengeluarkan saham preferen,
beberapa macam saham preferen telah dibentuk. Antara lain adalah saham preferen yang
dapat dikonversikan ke saham biasa (convertible preferred stock), saham preferen yang dapat
ditebus (callable preferred stock), saham preferen dengan tingkat dividen yang mengambang
(floating atau adjustable-rate preferred stock).
A.

Convertible Preferred Stock

Untuk menarik minat investor yang menyukai saham biasa, beberapa saham preferen

menambah bentuk di dalamnya yang memungkinkan pemegangnya untuk menukar saham ini
dengan saham biasa dengan rasio penukaran yang sudah ditentukan. Saham preferen
semacam ini disebut dengan convertible preferred stock.

Penukaran dari saham preferen ke saham biasa tidak menimbulkan keuntungan (gain)

atau kerugian (loss) di perusahaan emiten. Nilai yang dicatat untuk saham-saham ini adalah
sebesar nilai nominalnya dan selisih yang diterima yang berbeda dengan nilai nominalnya
dicatat sebagai rekening Agio Saham (Paid-in Capital in Excess of Par Value). Nilai pasar
saat penukaran tidak diperhitungkan karena alasannya adalah pertukaran saham tersebut
dilakukan langsung dengan perusahaan.
B.

Callable Preferred Stock


Bentuk saham lain dari saham preferen adalah memberikan hak kepada perusahaan

yang mengeluarkan untuk membeli kembali saham ini dari pemegang saham pada tanggal

tertentu dimasa mendatang dengan nilai yang tertentu. Harga tebusan ini biasanya lebih tinggi
dari nilai nominal sahamnya.
C.

Floating atau Adjustable-rate Preferred Stock (ARP)

Saham preferen ini merupakan saham inovasi baru di Amerika Serikat yang

dikenalkan pada tahun 1982. Saham preferen ini tidak membayar dividen secara tetap, tetapi
tingkat deviden yang dibayar tergantung dari tingkat return dari sekuritas t-bill (treasury bill).
2. SAHAM BIASA
Jika perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas saham saja, saham ini biasanya dalam
bentuk saham biasa (common stock). Pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan yang
mewakilkan kepada manajemen untuk menjalankan operasi perusahaan. Sebagai pemilik
perusahaan, pemegang saham biasa mempunyai beberapa hak.
Hak Pemegang Saham Biasa
Ada beberapa hak yang dimiliki oleh pemegang saham biasa adalah hak kontrol, hak
menerima pembagian keuntungan, hak preemptive dan hak klaim sisa.
a.

Hak kontrol
Pemegang saham biasanya mempunyai hak untuk memilik dewan direksi. Ini berarti

bahwa pemegang saham mempunyai hak untuk mengontrol siapa yang akan memimpin
perusahaannya. Pemegang saham dapat melalukan kontrol dalam bentuk memveto dalam
pemilihan direksi di rapat tahunan pemegang saham atau memveto pada tindakan-tindakan
yang membutuhkan persetujuan pemegang saham.
b.

Hak Menerima Pembagian Keuntungan


Pemegang saham biasa berhak mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan.

Tidak semua laba dibagikan, sebagian laba akan ditanamkan kembali ke dalam perusahaan.
Laba yang ditahan ini (retained earnings) merupakan sumber dana intern perusahaan. Laba
yang ditahan dibagikan dalam bentuk dividen. Tidak semua perusahaan membayar dividen
atau viden. Keputusan perusahaan membayar dividen atau tidak dicerminkan dalam
kebijaksanaan dividennya (dividend policy). Jika perusahaan memutuskan untuk membagi
keuntungan dalam bentuk dividen, semua pemegang sahanm biasa mendapatkan haknya yang

samaa. Pembagian dividen untuk saham biasa dapat dilakukan jika perusahaan sudah
membayar dividen untuk saham preferen.
c.

Hak Premptif
Merupakan hak untuk mendapatkan presentasi pemilikan yang samaa jika perusahaan

mengeluarkan tambahan lembar saham. Jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar


saham, maka jumlah saham yang beredar akan lebih banyak dan akibatnya persentase
kepemilikan pemegang saham yang lama akan turun. Hak preemptif memberi prioritas
kepada pemegang saham lama untuk membeli tambahan saham yang baru, sehingga
persentase pemiliknya tidak berubah.
3. SAHAM TREASURI
Saham treasuri (treasury stock) adalah saham milik perusahaan yang sudah pernah
dikeluarkan dan beredar yang kemudian dibeli kembali oleh perusahaan untuk tidak
dipensiunkan tetapi disimpan sebagai treasuri.
Perusahaan emiten membeli kembali saham beredar sebagai saham treasuri dengan
alasan-alasan sebagai berikut ini:
-

Akan digunakan dan diberikan kepada manajer-manajer atau karyawan-karyawan di

dalam perusahaan sebagai bonus dan kompensasi dalam bentuk saham.


Meningkatkan volume perdagangan di pasar modal dengan harapan meningkatkan

nilai pasarnya.
Menambahkan jumlah lembar saham yang tersedia untuk digunakan menguasai

perusahaan lain.
Mengurangi jumlah lembar saham yana beredar untuk menaikkan laba per lembarnya.
Alasan khusus lainnya yaitu dengan mengurangi jumlah saham yang beredar sehingga
dapat mengurangi kemungkinan perusahaan lain untuk menguasai jumlah saham
secara mayoritas dalam rangka pengambilan alih tidak bersahabat (hostile takeover).

Referensi :
Jogiyanto, H.M. 2014. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi Delapan. BPFE
Jogjakarta.
Simamora, Henry, 2000. Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis, jilid II, cetakan
pertama, Salemba Empat. Jakarta