Anda di halaman 1dari 36

Untuk soal nomor 1-2 pilihlah kata yang merupakan pasangan paling sesuai untuk mengisi titik-titik.

1. MAKAN:LAPAR=LAMPU:
A. Padang
B. Terang
C. Pijar
D. Gelap
KUNCI : D
Pembahasan :
Lapar perlu makan seperti gelap perlu lampu
2. KEUNTUNGAN:PENJUALAN=KEMASYHURAN:
A.pembelian
B.keberanian
C.penipuan
D.jenderal
KUNCI : B
Pembahasan :
Keuntungan karena penjualan ; Kemasyuran karena keberanian
Untuk soal nomor 3-4 pilihlah sepasang kata yang hubungannya sama atau dekat
3. PESAWAT TERBANG:KABIN
A.laci:meja
B.gedung;eskalator
C.rumah:ruangan
D.roda:kursi
KUNCI : C
Pembahasan :
Ruang pesawat yaitu kabin dan rumah beruangan
4. MENDOBRAK:MASUK
A.merampok:uang
B.telepon:telegram
C.mengaduk:semen
D.menyela:bicara
KUNCI : D
Pembahasan :
Mendobrak supaya bisa masuk dan menyela supaya dapat berbicara
Untuk soal nomor 5-8 pilihlah alternatif jawaban yang bermakna sama atau saling mendekati
5. TINPANG
A.kesal
B.ganjil
C.aneh
D.takseimbang
KUNCI : D
Pembahasan :
TIMPANG : takseimbang

6. KREASI
A.kemampuan berfikir
B.rencana
C.kepandaian menari
D.ciptaan
KUNCI : D
Pembahasan :
KREASI : ciptaan
7. KULMINASI
A.tingkatan tertinggi
B.tempat mendinginkan sesuatu
C.keadaan emosi seseorang
D.panas terik matahari
KUNCI : A
Pembahasan :
KULMINASI : tingkatan tertinggi

Soal Tes Potensi Akademik SBMPTN

Untuk nomor 8-10 pilihlah jawaban yang merupakan lawan kata


8. MANDIRI
A.roboh
B.tegak
C.berdikari
D.bergantung
KUNCI : D
Pembahasan :
MANDIRI >< bergantung
9. SPORADIS

A.jamur
B.kerap
C.jarang
D.seperti
KUNCI : B
Pembahasan :
SPORADIS (jarang) >< kerap
Untuk soal nomor 10 pilihlah kata yang tidak mempunyai kesamaan dengan kata-kata lainnya
10. Manakah berikut tidak mempunyai kesamaan dengan lainnya?
A.Emas
B.Tembaga
C.Batu bara
D.Perak
KUNCI : C
Pembahasan :
Emas, Tembaga, Perak adalah logam ; Batu bara bukan logam

Di bawah ini adalah contoh soal TPA untuk sbmptn, semoga bisa membantu belajar anda
untuk menghadapi SBMPTN. Selamat mencobapenuh ketelitian.
1. Arogan sinonimnya
sombong
angkuh
congkak
takabur
2. PINTU : ENGSEL = TULANG : ..
A. Belulang
B. Simpai
C. Sendi
D. Otot
E. Kerangka
3. MESIN : PELUMAS = PENCERNAAN : ..
A. Enzim
B. Hormon
C. Ludah
D. Glukosa
E. Sukrosa

4. Pilihlah alternatif jawaban yang bermakna sama atau paling mendekati


## HOMOGEN
A. Udara
B. Harmonis
C. Sepadan
D. Sejenis
5. TIMPANG
A. Kesal
B. Ganjil
C. Aneh
D. Tak Seimbang
style=text-align: justify;>
Pembahasan Soal TPA SBMPTN di atas:
1. Hati2, yang diminta dalam soal adalah Antonim
jadi jawabanya santun
Kunci C
2. Jika ingin membuat pintu harus menggunakan engsel untuk menyambungkan dengan
kayu pintu. Begitu juga dengan tulang, semua tulang didalam tubuh manusia dihungkan
dengan sendi agar tulang dapat digerakan. So jawabanya C
3. Jika dilihat dari soal, mesin dihubungkan dengan pelumas karena mesin membutuhkan
pelumas untuk bekerja. Sehingga pencernaan membutuhkan enzim untuk proses mencerna.
So, jawabnya A
4. Homogen yang artinya terdiri atas jenis, macam, sifat, watak, dsb yg sama dan disni
disuruh jawaban yang bermakna sama maka jawaban yang paling mendekati dari pada
jawaban diatas
D. Sejenis
5. Mencari jawaban yang bermakna sama atau paling mendekati. TIMPANG : Tak Seimbang
Kunci ; D
Sedikit tips mengerjakannya

Tidak usah panjang lebar lagi langsung saja menuju ke Contoh Soal Tes Potensi Akademik
SBMPTN 2014 1-20 :
1. ABSOLUT =
(a). Positif
(d). Mutlak
(b). abnormal
(e). Pasti
( c). Keras
2. ADAPTASI=
(a). Kesepakatan
(d). Penyesuaian
(b). Keadaaan (e). Penyeimbangan
(c ). Penggabungan
3. ABOLISI ><
(a). Keringanan (d) . pemotongan
(b). Pemberatan (e). Penyesuaian
(c ). Pengurangan
4. AKTUAL >< .
(a). Kadaluarsa (d). Baru
(b). Nyata (e). Fiktif
(c ). Lama
5. MOBIL-BENSIN = PELARI -
(a). Makanan (d). Lintasan
(b). Sepatu (e). Angin
(c ). Kaos
6. DINGIN SELIMUT = HUJAN -
(a). Air
(d). Basah
(b). Payung (e). Banjir
(c ). Panas
7. PAGU =
(a). Pajak (d). Bimbang
(b). Paku (e). Bisu
(c ). Plafon
8. EGALITER =
(a). Sederajat (d). Adil
(b). Kejam
(e). Egois
(c ). Sewenang-wenang
9. VERBAL ><
(a). Lisan (d). Karakter
(b). Tulisan (e). Bahasa
(c ). Perilaku
10. UTOPIS ><
(a). Nyata
(d). Bijaksana
(b). Sempurna (e). Sejahtera

(c ). Knayalan
11. CUACA : METEOROLOGO :::
(a). Fisika : Astronomik
(b). Keturunan : Gerontologi
(c ). Buku : Pedagodik
(d). Penyakit : Patalogi
(e). Fosil : Antropologi
12. PULAU : AIR :::
(a). titik tengah : diagonal
(b). segitiga : garis keliling
(c ). Titik tengah : garis tengah
(d). titik tengah : garis keliling
(e). segiempat : lingkaran
13. GENERIK =
(a). Sifat keturunan (d). Bersemangat
(b). Khas
(e). Obat
(c ). Lazim
14. AGITASI =
(a). Penyelidikan
(d). Penyerangan
(b). Penelitian (e). Pengkhianatan
(c ). Hasutan
15. GASAL ><
(a). Ganjil
(d). Gatal
(b). Genap (e). Jarang
(c ). Asli
16. ABADI >< .
(a). Kekal
(d). Tetap
(b). Pendek (e). Fana
(c ). Sementara
17. KELAS =
(a). Grup
(d). Kamar
(b). Tingkatan (e). State
(c ). Ruangan
18. TANGKAL =
(a). Mempan
(c). Tak Mempan
(b). Rangkul
(e). Cegah
(c ). Lelang
19. SEKULER ><
(a). Keagamaan
(d). Cendekia
(b). Duniawi
(e). Tradisional
(c ). Rokhaniah
20. TINGGI ><

(a). Pendek
(b). Rendah
(c ). Kecil

(d). Kerdil
(e). Bawah

Kunci Jawaban Tes Potensi Akademik:

Antonim
A.
B.
C.
D.
E. Ikut bergabung

Partai

PARTISAN
Pihak
Netral
politik
Kelompok

Antonim
(A)
(B)
(C)
(D)
(E) Sementara

PROMINEN
Anggun
Biasa
Mewah
Tetap

Antonim
(A)
(B)
(C)
(D)
(E) Terhenti

SPORADIS
Jarang
Sering
Bergantian
Meningkat

Antonim
(A)
(B)
(C)
(D)
(E) Palsu

AUTENTIK
Absah
Bekas
Biasa
Berbeda

Antonim
A.
B.
C.
D.
E. Bertahan hidup

Lekas

Antonim
(A)
(B)
(C)
(D)
(E) Rintangan

KENDALA
Manifestasi
Restriksi
Gejala
Pendukung

Antonim
(A)
(B)
(C)
(D)
(E) Manual

PERMANEN
Kuat
Sementara
Komunal
Induk

Antonim
A.
B.
C.
D.
E. santai

KASUAL
kantoran
rapi
formal
tertib

Antonim
(A)
(B)
(C)
(D)
(E) Lajang
Antonim
A.
B.
C.
D.
E. pertengkaran

MUDA
Pintar
Wreda
Mujur
Pilihan

tidak

Kunci Jawaban Tes Potensi Akademik (TPA) - Antonim (1) :

1. B. Netral

ANTIPATI
Melawan
Setuju
mati
Simpati

ASIMILASI
perselarasan
harmoni
kebangkitan
setuju

2. B. Biasa
3. B. Sering
4. E. Palsu
5. D. Simpati
6. D. Pendukung
7. B. Sementara
8. C. formal
9. B. Wreda
10. E. pertengkaran

Contoh Soal TPA Penalaran Silogisme


1. Tidak ada pemalas yang sukses. Semua yang sukses sejahtera hidupnya. Jadi . . .
A. Sebagian pemalas tidak sukses.
B. Tidak ada pemalas yang sejahtera hidupnya.
C. Semua pemalas sukses.
D. Sebagian yang sejahtera hidupnya bukan pemalas.
E. Semua pemalas sejahtera hidupnya
Jawaban:
Sebagian yang sejahtera hidupnya bukan pemalas (D)
2. Semua yang memabukkan adalah haram. Alchohol adalah minuman yang memabukkan. Jadi . . .
A. Sebagian Alchohol memabukkan.
B. Sebagian Alchohol haram.
C. Semua Alchohol memabukkan.
D. Alchohol tidak haram.
E. Alchohol haram
Jawaban:
Alchohol haram (E)

3. Toni adalah orang desa. Toni bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik. Banyak buruh-buruh yang
malas. Malik adalah teman Toni. Jadi . . . .
A. Malik mungkin sedesa dengan Toni.
B. Teman-teman Toni semuanya malas.
C. Malik adalah orang kota.
D. Malik itu malas.
E. Toni itu malas.
Jawaban:
Malik mungkin sedesa dengan Toni (A)
4. Semua orang tua menyayangi anaknya. Sebagian guru menyayangi anaknya. Jadi . . . .
A. Sebagian orang tua menyayangi anaknya.
B. Sebagian guru adalah orang tua.
C. Semua guru menyayangi anaknya.
D. Semua orang tua adalah guru.
E. Semua guru adalah orang tua.
Jawaban:
Sebagian guru adalah orang tua (B)
5. Semua kendaraan berbahan bakar bensin. Tak sebuah motor pun berbahan bakar bensin.
Jadi . . . .
A. Kendaraan berbahan bakar bensin adalah motor.
B. Tak sebuah motor pun adalah kendaraan berbahan bakar bensin.
C. Semua kendaraan berbahan bakar bensin adalah motor.
D. Motor adalah kendaraan berbahan bakar bensin.
E. Semua kendaraan adalah motor.
Jawaban:
Tak sebuah motor pun adalah kendaraan berbahan bakar bensin (B)
6. Semua mamalia tidak bertelur dan semua yang bertelur adalah hewan. Jadi . . . .
A. Ikan paus adalah mamalia.
B. Mamalia bisa saja bertelur.
C. Hewan yang bertelur adalah mamalia.
D. Ada hewan yang tidak bertelur.
E. Mamalia bukan hewan.
Jawaban:

Ada hewan yang tidak bertelur (D)


7. Semua burung bernapas dengan paru-paru. Semua merpati adalah burung. Jadi . . .
A. Semua merpati tidak bernapas dengan paru-paru.
B. Semua merpati bernapas dengan paru-paru.
C. Tidak semua merpati bernapas dengan paru-paru.
D. Sebagian merpati adalah burung.
E. Sebagian merpati bernapas dengan paru-paru.
Jawaban:
Semua merpati bernapas dengan paru-paru (B)
8. Anak perempuan yang masih kecil selalu diberi boneka oieh ibu mereka. Tini mempunyai banyak
boneka di rumahnya. Kakak dart adik Tini tidak mempunyai boneka. Jadi . . . .
A. Anak perempuan tidak harus mempunyai boneka.
B. Tini adalah anak yang paling disayang ibunya.
C. Kakak dan adik Tini juga mempunyai boneka.
D. Semua boneka Tini adalah pemberian ibunya.
E. Kakak dan adik Tini semuanya laki-laki.
Jawaban:
Anak perempuan tidak harus mempunyai boneka (A)
9. Semua akuntan pandai dalam akutansi. Santo bukan seorang akuntan. Jadi . . . .
A. Agar pandai dalam akuntansi, jadilah akuntan.
B. Ada akuntan yang tidak pandai dalam akuntansi.
C. Santo bukan seorang akuntan, tetapi ia pandai dalam akuntansi.
D. Santo pandai dalam akuntansi.
E. Santo tidak pandai dalam akuntansi.
Jawaban:
Ada akuntan yang tidak pandai dalam akuntansi (B)
10. Barang pecah-belah adalah barang yang mudah pecah bila jatuh. Barang-barang yang tidak
mudah pecah bila jatuh tidak lagi digolongkan dalam kategori pecah-belah. Gelas buatan PT. Mirror
tidak dapat pecah kalau jatuh. Jadi . . . .
A. Gelas produksi PT. Mirror tidak mungkin pecah.
B. Gelas produksi PT. Mirror tidak termasuk barang pecah-belah.
C. Gelas produksi PT. Mirror mudah pecah.

D. Gelas produksi PT. Mirror tidak dapat pecah.


E. Gelas produksi PT. Mirror termasuk barang pecah-belah.
Jawaban:
Gelas produksi PT. Mirror tidak termasuk barang pecah-belah (B)
11. Pohon anggur dapat berbuah dengan baik jika dirawat dan disiram. Cindra punya kebun anggur
di halaman belakang rumah. Cindra selalu menyiram dan merawat kebun anggur tersebut.
A. Pohon anggur di kebun Cindra dapat berbuah dengan baik.
B. Buah anggur di kebun Cindra sangat manis dan segar.
C. Pohon anggur Cindra tidak menghasilkan buah.
D. Pohon yang berbuah tentu disiram tiap hari.
E. Cindra anak yang rajin.
Jawaban:
Pohon anggur di kebun Cindra dapat berbuah dengan baik (A)
12. Semua HP ada fasilitas SMS. Sebagian HP ada fasilitas internet.
A. Semua yang ada fasilitas internet selalu ada fasilitas SMS.
B. Sebagian HP ada fasilitas internet namun tidak ada fasilitas SMS.
C. Semua yang ada fasilitas SMS selalu ada fasilitas internet.
D. Sebagian HP ada fasilitas SMS dan internet.
E. Semua HP ada fasilitas SMS dan internet.
Jawaban:
Sebagian HP ada fasilitas SMS dan internet (D)
13. Setiap mahasiswi berprestasi pasti terkenal di kampusnya. Setiap mahasiswi yang aktif dalam
pembelajaran pasti berprestasi. Sebagian mahasiswi MIPA terkenal di kampusnya.
A. Sebagian mahasiswi berprestasi namun tidak terkenal di kampusnya.
B. Ada mahasiswi aktif dalam pembelajaran tapi tidak terkenal di kampusnya.
C. Seluruh mahasiswi MIPA berprestasi dan terkenal di kampusnya.
D. Mahasiswi MIPA yang aktif dalam pembelajaran pasti terkenal di kampusnya.
E. Sebagian mahasiwa MIPA yang aktif dalam pembelajaran tidak terkenal di kampusnya.
Jawaban:
Mahasiswi MIPA yang aktif dalam pembelajaran pasti terkenal di kampusnya (D)
14. Jika Tini rajin belajar, maka dia akan memperoleh indeks prestasi yang baik. Kenyataannya Tini
tidak rajin belajar.

A. Tidak dapat disimpulkan.


B. Tini adalah anak yang pintar.
C. Semua kesimpulan benar.
D. Tini tidak memperoleh indeks prestasi yang baik.
E. Tini memperoleh indeks prestasi yang baik.
Jawaban:
Tini tidak memperoleh indeks prestasi yang baik (D)
15. Semua bunga di taman Keputren berwarna putih. Semua putri suka bunga. Vinny Dwi membawa
bunga biru.
A. Putri suka bunga biru
B. Taman Keputren ada bunga birunya
C. Putri tidak suka bunga putih
D. Vinny Dwi tidak suka bunga
E. Bunga yang dibawa Vinny Dwi bukan dari Keputren
Jawaban:
Bunga yang dibawa Vinny Dwi bukan dari Keputren (E)
16. Jika Tini suka alpukat, maka Diwi suka tomat. Mereka adalah saudara dan Diwi tidak suka tomat
namun dia suka alpukat.
A. Diwi dan Tini suka alpukat.
B. Tini tidak suka alpukat.
C. Diwi dan Tini sama-sama tidak suka alpukat.
D. Diwi suka yang Tini juga suka.
E. Tini suka tomat.
Jawaban:
Tini tidak suka alpukat (B)
17. Tanaman yang bijinya berkeping dua memiliki akar tunggang. Semua tumbuhan palem memiliki
akar serabut. Tanaman Z adalah tanaman yang bijinya berkeping dua.
A. Tanaman Z bukan tumbuhan palem.
B. Tumbuhan palem yang memiliki akar tunggang hanyalah tanaman Z.
C. Tanaman Z memiliki akar serabut.
D. Tanaman Z adalah tumbuhan palem yang memiliki akar tunggang.
E. Tanaman Z adalah jenis tumbuhan palem.
Jawaban:
Tanaman Z bukan tumbuhan palem (A)

18. Jika Tumingsih memakai baju hitam, maka ia memakai celana coklat. Jika Tumingsih memakai
celana coklat, maka Indah memakai celana hitam. Indah memakai celana pink.
A. Indah tidak memakai baju coklat
B. Tumingsih memakai celana hitam
C. Indah tidak mempunyai celana coklat.
D. Indah memakai baju coklat
E. Tumingsih tidak memakai baju hitam
Jawaban:
Tumingsih tidak memakai baju hitam (E)
19. Semua pohon di kebun Pak HaBe berdaun hijau. Semua anak Pak HaBe suka menanam pohon.
Susi membawa tangkai pohon berdaun kuning.
A. Anak Pak HaBe suka pohon kuning.
B. Kebun Pak HaBe ternyata juga ada pohon berdaun kuning.
C. Susi bukan anak Pak HaBe.
D. Susi tidak suka pohon hijau.
E. Tangkai pohon yang dibawa Susi bukan dari kebun Pak Habe.
Jawaban:
Tangkai pohon yang dibawa Susi bukan dari kebun Pak Habe (E)
20. Semua pria di rumah Dimas memakai celana. Tono seorang anak yang rajin. Tono adalah adik
laki-laki Dimas yang masih sekolah SMA.
A. Tono hanya bercelana ketika sekolah SMA
B. Dimas sudah lulus SMA
C. Tono selalu memakai celana
D. Tono memakai celana ketika di rumah Dimas
E. Semua adik Dimas rajin
Jawaban:
Tono memakai celana ketika di rumah Dimas (D)

Contoh Soal TPA Deret Angka dan Huruf


Ada sedikit tip dan trik yang sobat harus ketahui, dan ini sangatlah penting dalam mengerjakan soalsoal barisan dan deret nantinya. Sobat perhatikan tulisan di bawah ini yang memuat angka dan
huruf, sobat bisa memisalkan urutan huruf ini dengan urutan angka. Dan ini akan memudahkan
sobat dalam mengerjakan soal.

A
1
J
10
S
19

B
2
K
11
T
20

C
3
L
12
U
21

D
4
M
13
V
22

E
5
N
14
W
23

F
6
O
15
X
24

G
7
P
16
Y
25

H
8
Q
17
Z
26

I
9
R
18
A
1

Cari angka atau huruf selanjutnya dari soal-soal di bawah ini yang bersesuaian dengan polapola di tiap-tiap soal !!

1. G, H, I, M, N, J, K, L, M, N, ., .
A. N dan P
D. M dan N
B. O dan P

E. N dan M

C. P dan O
Jawaban:
M dan N (D)
G, H, I, M, N, J, K, L, M, N, M, N
Coba sobat perhatikan, huruf M dan N hanya digunakan sebagai pembatas, sedangkan yang lain
urut sesuai abjad.
2. A, B, C, F, E, D, G, H, I, L, K, J, M, ., .
A. M dan N
D. O dan M
B. N dan O

E. O dan N

C. M dan O
Jawaban:
N dan O (B)
A, B, C, F, E, D, G, H, I, L, K, J, M, N, O.
Coba sobat perhatikan pola di atas. Huruf-huruf yang bergaris bawah urutannya dibalik, dan setiap 3
huruf berikutnya urutannya normal mengikuti abjad.
3. A, B, D, G, K, ., .
A. P dan V
D. O dan V
B. P dan W

E. P dan U

C. O dan U
Jawaban:
P dan V (A)
Perhatikan pola di atas, terlihat setiap huruf meloncat 1, 2, 3 dan seterusnya. Jadi huruf ke 5 dan 6
adalah huruf P dan V
4. A, C, E, G, I, ., .
A. J dan M
D. K dan M

B. J dan N

E. K dan N

C. J dan L
Jawaban:
K dan M (D)
Sobat perhatikan gambar di atas, Pak HaBe beri sedikit perbedaan dengan menebalkan salah
satunya. Yang bercetak tebal ditambah empat dan yang tidak bercetak tebal ditambah empat, jadi
huruf selanjutnya adalah K dan M.
5. X, W, U, V, T, S, Q, R, P, O, ., .
A. N dan L
D. M dan N
B. L dan M

E. M dan L

C. N dan M
Jawaban:
M dan N (D)
X W U V T S Q R P O M N
24. 23 21 22 20 19 17 18 16 15 13 14
Dapat dilihat polanya urutannya dihitung mundur mulai dari belakang, namun di setiap 2 huruf
urutannya dibalik.
6. 50, 40, 100, 90, ., 140, 200, 190.
A. 150
D. 120
B. 140

E. 135

C. 130
Jawaban:
150 (A)
Perhatikan angka yang bercetak tebal dengan yang tidak, di setiap angka untuk golongan yang
bercetak tebal akan ditambahkan 50 begitu pula sebaliknya.
7. 2, 4, 6, 9, 11, 13, ., .
A. 9 dan 18
D. 14 dan 17
B. 16 dan 18

E. 18 dan 22

C. 16 dan 21
Jawaban:
16 dan 18 (B)
Polanya yaitu setiap angka ditambahkan 2 lalu ditambahkan 2 dan terakhir ditambahkan 3. Hal ini
berulang untuk angka selanjutnya.
8. 5, 7, 50, 49, 500, 343, .
A. 5.490
D. 2.401
B. 5.000

E. 4.900

C. 3.500
Jawaban:
5.000 (B)
Sobat perhatikan angka yang tebal dengan yang tidak, untuk angka yang tebal dikalikan dengan 7
dan yang tidak tebal dikalikan 10. Dan itulah polanya untuk mencari angka selanjutnya, dan akan
ketemu angka 5.000 dari soal di atas
9. 3, 8, 13, 18, 23, ., .
A. 28 dan 34
D. 28 dan 33
B. 28 da 38

E. 38 dan 43

C. 33 dan 38
Jawaban:
28 dan 33 (D)
Untuk angka yang dicetak tebal dan yang tidak masing-masing ditambahkan dengan angka 10. Jadi
didapat angka selanjutnya adalah angka 28 dan 33
10. 2, 4, 4, 7, 8, 10, .
A. 16 dan 15
D. 15 dan 13
B. 16 dan 13

E. 15 dan 14

C. 16 dan 14
Jawaban:
16 dan 13 (B)
Kombinasi antara perkalian dan penjumlahan. Untuk angka yang dicetak dengan tebal ditambahkan
dengan angka 3 dan yang tidak dicetak dengan tebal dikalikan dengan 2 sehingga didapat angka
selanjutnya yaitu 16 dan 13.

Materi Tes Kemampuan Numerik


PERHITUNGAN
Soal-soal perhitungan yang umum diujikan dalam psikotes, tes potensi akademik, dan tes bakat
skolastik adalah aritmatika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian.
Perhitungan lain seperti pecahan, persentase, perbandingan, proporsi, rata-rata, jarak, waktu, dan
kecepatan juga sering muncul dalam setiap tes.
1. BILANGAN

Bilangan Romawi

I = 1 (satu)
V = 5 (lima)
X = 10 (sepuluh)
L = 50 (lima puluh)
Contoh:
XXI = 21
CDV = 405
XI = 11

C = 100 (seratus)
D = 500 (lima ratus)
M = 1.000 (seribu)

MMIII = 2.003
CL = 150
MCMXCIX = 1.999

Penjumlahan bilangan bulat

Berikut ini ketentuan operasi penjumlahan bilangan bulat.

1. Jika suatu bilangan dijumlahkan dengan lawan bilangannya, maka hasilnya adalah nol:
[a + (-a) = 0].
Contoh 19 + (-19) = 0, -19 lawan dari 1
2. Jika suatu bilangan di depannya terdapat tanda negatif lebih besar dari bilangan positifnya,
hasilnya adalah bilangan negatif.
Contoh 8 + (-12) = 8 - 12 = - 4, 12 lebih besar dari
3. Jika suatu bilangan di depannya terdapat tanda negatif lebih kecil dari bilangan positifnya,
hasilnya adalah bilangan positif.
Contoh (-4) + 14 = 10, 4 lebih kecil dari 14

Pengurangan bilangan bulat

Berikut ini ketentuan operasi pengurangan pada bilangan bulat.

1. Jika suatu bilangan positif dikurangi dengan lawannya, maka hasilnya dua kali bilangan itu
sendiri: [a - (-a) = 2 x a].
Contoh 11 - (-11) = 11 + 11 = 22, -11 lawan dari 11
2. Jika suatu bilangan negatif dikurangi bilangan positif, hasilnya bilangan negatif.
Contoh -14 - 6 = -20, (sama artinya -14 ditambah -6)

3. Jika suatu bilangan negatif dikurangi bilangan negatif, ada 3 kemungkinan seperti berikut
ini.
Berupa bilangan positif jika bilangan di belakang tanda negatif lebih besar.
o

Contoh -4 - (-9) --4 + 9 = 5, 9 lebih besar dari 4

Berupa bilangan negatif jika bilangan di belakang tanda negatif lebih kecil.
o

Contoh -8 - (-3) = -8 + 3 - -5, 3 lebih kecil dari 8

Berupa bilangan nol jika bilangan negatifnya sama.


o

Contoh -15 - (-15) = -15 + 15 = 0, -15 sama dengan -15

4. Jika semua bilangan bulat dikurangi dengan nol, hasilnya adalah bilangan bulat itu sendiri.
Contoh 4 - 0 = 4

Perkalian bilangan bulat

Berikut ini ketentuan operasi perkalian pada bilangan bulat.

1. Jika bilangan positif dikalikan bilangan negatif, hasilnya bilangan negatif.


Contoh 6 x (-3) = -15
2. Jika bilangan positif dikalikan bilangan positif, hasilnya bilangan positif.
Contoh 13 x 5 = 65
3. Jika bilangan negatif dikalikan bilangan negatif, hasilnya bilangan positif.
Contoh (-3) x (-7) = 21
4. Jika bilangan bulat dikalikan dengan nol, hasilnya nol.
Contoh (-8) x 0 = 0

Pembagian bilangan bulat

Berikut ini ketentuan operasi pembagian pada bilangan bulat.


1. Jika tanda kedua bilangan bulat itu sama

Positif dibagi positif hasilnya positif : [ + : + = + ].


Contoh 6 : 6 = 1

Negatif dibagi negatif, hasilnya positif : [- : - = + ].


Contoh (-21) : (-3) = 7

2. Jika tanda kedua bilangan itu berbeda

Positif dibagi negatif, hasilnya negatif: [+ : - = ].


Contoh 25 : (-5) = 5

Negatif dibagi positif, hasilnya negatif: [ - : + = - ].


Contoh (-27) : 9 = -3

Operasi hitung campuran bilangan bulat

1. Operasi pembagian dan perkalian adalah sama kuat. Oleh karena itu, agar lebih praktis,
maka pengerjaan operasi yang ditulis terlebih dahulu harus dikerjakan lebih awal.
Contoh 3 x 4 : 2 = 6
Caranya (3 x 4) : 2 = 6 = 12 : 2
2. Operasi penjumlahan dan pengurangan sama kuat. Oleh karena itu, pengerjaan operasi
yang ditulis terlebih dahulu harus dikerjakan lebih awal.
Contoh 50 + 25 - 30 = 45
Caranya (50 + 25) - 30 = 75 - 30 = 45
3. Apabila dalam suatu soal terdapat tanda kurung, maka pengerjaan operasi dalam kurung
terlebih dahulu harus dikerjakan.
Contoh 30 : (2 + 4) + 13 = 18
Caranya 30 : (6) + 13 = (30 : 6) + 13 = 5 + 13 = 18
4. Operasi perkalian dan pembagian lebih kuat daripada penjumlahan dan pengurangan, maka
harus dikerjakan terlebih dahulu.
Contoh 125 + 400 : 8 - 5 x 30 = 25
Caranya 125 + (400 : 8) - (5 x 30) = 125 + 50 150 = 175 - 150 = 25

2. PECAHAN
Pecahan menunjukkan pembagian berarti 1 dibagi 2. Bagian atas suatu pecahan adalah
pembilang, sedangkan bagian bawahnya adalah penyebut.

Penjumlahan dan pengurangan pecahan

1. Jika pada penjumlahan atau pengurangan pecahan memiliki penyebut sama, maka cukup
lakukan penjumlahan atau pengurangan pada pembilangnya, sementara penyebutnya tetap
sama.

2. Jika pada penjumlahan atau pengurangan pecahan memiliki penyebut yang berbeda, maka
terlebih dahulu samakan penyebutnya, kemudian bisa dilakukan penjumlahan atau
pengurangan pada pembilangnya.

Perkalian pecahan

Pada perkalian pecahan, Anda tidak perlu menyamakan penyebutnya. Caranya adalah kalikan
pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.

Pembagian pecahan

Pada pembagian pecahan, pembagian pecahan pertama dengan pecahan kedua sama dengan
perkalian pecahan pertama dengan sebalikan dari pecahan kedua.

3. PERSENTASE
Persentase adalah sebuah pecahan yang penyebutnya 100. Untuk mengubah bentuk persentase
menjadi bentuk pecahan dapat dilakukan dengan menuliskan bilangan asli sebagai pembilang dan
100 sebagai penyebut.

Beberapa bentuk persen yang equivalent dengan pecahan dan umum kita kenal adalah sebagai
berikut.

4. PERBANDINGAN
Perbandingan adalah pernyataan yang membandingkan dua nilai dimana salah satu nilai dibagi nilai
lainnya.
Contoh : Di dalam suatu bus terdapat 15 pria dan 25 wanita. Perbandingan jumlah pria dengan
wanita dalam bus tersebut adalah atau 15. Perbandingan wanita dengan pria adalah atau 25 : 15.
15
5. PROPORSI
Proporsi adalah suatu persamaan dari dua pecahan di kedua ruasnya.
Contoh :

INGAT !!!

Proporsi terbagi menjadi dua, yaitu:

Proporsi langsung

Pada proporsi langsung, kedua variabelnya berhubungan, artinya jika kedua bilangan dikalikan atau
dibagi dengan bilangan yang sama, perbandingan tidak berubah.

Proporsi invers

Pada proporsi invers ada 2 ketentuan, yaitu:

1. Peningkatan galah satu nilai melalui perkalian akan menyebabkan penurunan pada nilai
kedua.
2. Penurunan salah satu nilai melalui pembagian akan menyebabkan peningkatan pada nilai
kedua.

6. RATA-RATA
Rata-rata adalah jumlah bilangan dibagi banyaknya bilangan.

INGAT !!!

Dalam menyelesaikan soal rata-rata, perhatikan satuan yang akan dijumlahkan. Jika
berbeda, samakan terlebih dahulu, selanjutnya dikerjakan.

Jika dua atau tiga rata-rata digabung menjadi satu, terlebih dahulu dibuat bobot yang sama.

Jika soalnya menanyakan bilangan yang hilang dengan rata-ratanya tertentu, kurangkan
total seluruh bilangan dengan jumlah bilangan yang diketahui.

7. JARAK, WAKTU DAN KECEPATAN

INGAT !!!

1. Gunakan rumus yang sesuai dengan jawaban yang akan dicari.


2. Untuk menghitung kecepatan rata-rata dari suatu perjalanan yang terdiri dari dua atau lebih
bagian, maka anggaplah perjalanan tersebut sebagai satu perjalanan dengan menggunakan
total jarak dan total waktu.
3. Perhatikan jika ada perbedaan satuan.

4. Gambarkan situasi yang dijelaskan pada soal.

Pembahasan Silogisme Disertai Contoh Kalimat


bag. 3
Silogisme Kategorik Non-Standar (Non Baku)
Silogisme kategorik non-standar timbul akibat adanya kelainan yang terjadi pada silogisme kategorik
standar. Kelainan tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut.
a. Tidak menentunya letak konklusi
Letak konklusi dapat terletak di awal dan pertengahan.
Contoh:
Beo adalah unggas karena beo adalah burung dan semua burung adalah unggas.
Semua penduduk memiliki KTP, maka Adi tentu memiliki KTP karena ia adalah seorang penduduk.
PERHATIAN !!!

Tentukan terlebih dahulu konklusinya. Konklusi biasanya ditandai dengan adanya katakata seperti, jadi, maka, tentu, oleh karena itu, maka, dan karena itu.

Setelah konklusi ditemukan, maka proporsi yang lain merupakan premis.

Premis biasanya ditandai dengan kata karena atau oleh karena.

Untuk menentukan mana premis mayor atau premis minor periksalah posisi term. Jika
term menjadi subjek pada konklusi, raaka itulah premis mayor. Jika term menjadi
predikatnya konklusi, maka itulah premis minor

b. Seolah-olah terdiri lebih dari tiga term


Silogisme bentuk standar terdiri dari tiga term: mayor, minor, dan penengah. Silogisme dengan term
terdiri lebih dari tiga dapat menghasilkan konklusi yang sah dengan syarat:

Jika dua term mempunyai pengertian yang sama.


Contoh:
Semua pelajar adalah tidak abadi.
Adi adalah fana.
(Tidak abadi pengertiannya sama dengan fana)

Jika term tambahan hanya merupakan pembuktian atau penegasan dari proposisinya.
Contoh:
Semua tentara adalah netral karena ia penjaga kesatuan negara RI.
Suparji adalah tentara.
Jadi, Suparji adalah netral.

c. Proposisinya kurang dari tiga


Silogisme kategorik yang tidak dinyatakan salah satu proposisinya disebut Entinem.Entinem sering
kita dengar dalam kehidupan sehari-hari oleh penyiar, diskusi, dan saat berpidato.
Contoh:

1. Premis mayor tidak dinyatakan


Adi lapar, jadi harus makan.
Bentuk standar :
Semua yang lapar harus makan.
Adi lapar.
Jadi, Adi harus makan.

2. Premis minor tidak dinyatakan


Ia berhak lulus, karena semua juara kelas berhak lulus.
Bentuk standar :
Semua juara kelas berhak lulus.
Ia juara kelas.
Jadi, Ia berhak lulus.

3. Konklusi tidak dinyatakan


Semua pecinta lingkungan sayang terhadap binatang dan Nety seorang pecinta lingkungan.
Bentuk standar :
Semua pecinta lingkungan sayang terhadap binatang.
Nety seorang pecinta lingkungan.
Jadi, Nety sayang terhadap binatang.
INGAT !!!

Tentukan terlebih dahulu proposisi yang tersembunyi dan uji apakah sah atau tidak sah.

Buatlah silogisme bentuk standarnya

d. Proposisinya lebih dari tiga


Banyak persoalan tidak dapat diselesaikan dengan bantuan silogisme. Oleh karena itu, premispremisnya mungkin perlu bahan argumen pendukung. Dengan demikian tercipta serangkaian
silogisme yang berhubungan erat satu sama lain. Dalam kasus ini "Silogisme pertama menjadi

premis pada silogisme selanjutnya", demikian seterusnya.


Contoh:

1. Semua hewan berkaki empat menyusui.


Sebagian karnivora adalah hewan berkaki empat.
Jadi, sebagian karnivora menyusui.
Semua karnivora adalah makhluk hidup.
Jadi, sebagian makhluk hidup menyusui.

2. Semua atlet adalah manusia yang sehat.


Sebagian tentara adalah atlet.
Semua tentara adalah pemberani.
Jadi, sebagian pemberani adalah manusia yang sehat.

INGAT !!!

Predikat pada proposisi pertama selalu menajadi subjek proposisi selanjutnya.

Kesimpulannya, subjek proposisi pertama dihubungkan dengan predikat proposisi


terakhir

Pembahasan Silogisme Disertai Contoh Kalimat


bag. 4
b. Silogisme hipotetik
Silogisme hipotetik adalah pernyataan yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, tapi
untuk premis minornya adalah proposisi kategorik yang menetapkan atau mengingkari term
antecedent atau term konklusi premis mayornya. Silogisme hipotetik terdiri dari 4 jenis, yaitu:
1. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh:
Jika lapar, saya makan nasi.
Sekarang saya lapar.
Jadi, saya makan nasi.
2. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuensinya.
Contoh:
Jika saya makan maka kenyang.
Saya kenyang.
Jadi, saya sudah makan.
3. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.

Contoh:
Jika Adi berolahraga, maka badannya akan sehat.
Adi tidak berolahraga.
Jadi, badannya tidak akan sehat.
4. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuensinya.
Contoh:
Jika siswa protes, maka kepala sekolah akan terdesak.
Kepala sekolah tidak terdesak.
Jadi, siswa tidak protes.
Hukum-hukum Silogisme Hipotetik
Bila antecedent = A
Konsekuen = B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:
1. Bila A terlaksana, maka B Terlaksana
(Benar)
2. Bila A tidak terlaksana, maka B tidak terlaksana
(Salah)
3. Bila B terlaksana, maka A terlaksana
(Salah)
4. Bila B tidak terlaksana, maka A tidak terlaksana
(Benar)
c. Silogisjne disjungtif
Silogisme disjungtif merupakan silogisme yang premis mayornya keputusan disjungtif, sedangkan
premis minornya keputusan kategorik yang mengingkari atau mengesahkan salah satu alternatif
yang disebut oleh premis mayor.
1. Silogisme disjungtif sempit; premisnya mempunyai alternatif kontradiktif.
Contoh:
Adi pergi atau datang.
Ternyata Adi pergi.
Jadi, Adi tidak datang.
2. Silogisme disjungtif luas; premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif.
Contoh:
Nety kuliah di UI atau IPB
Ternyata tidak kuliah di UI.
Jadi, kuliah di IPB.
Hukum-hukum Silogisme Disjungtif
1. Silogisme disjungtif dalam arti sempit, konklusinya atau kesimpulannya yang dihasilkan nanti
akan selalu bernilai benar, jika prosedur penyimpulannya valid.
Contoh:
Adi berlari atau tidak berlari.
Ternyata Adi berlari.
Jadi, Adi bukan tidak berlari.
2. Silogisme disjungtif dalam artian luas, kebenaran untuk konklusinya adalah :
* Jika premis minornya mengakui salah satu alternatif, maka konklusinya sah (benar).
Contoh:
Magdalena menjadi pramugari atau peneliti.

la adalah pramugari.
Jadi, ia bukan peneliti.
* Jika premis minornya mengingkari salah satu alternatif, maka konklusinya tidak sah (salah).
Contoh:
Mary berambut pirang atau hitam.
Ternyata tidak berambut hitam.
Jadi, ia berambut pirang. (Bisa jadi ia berambut tidak pirang)
d. Dilema
Dilema adalah argumentasi yang bentuknya merupakan campuran antara silogisme hipotetik dan
silogisme disjungtif. Kenapa demikian? Karena premis mayornya terdiri dari dua proposisi hipotetik
dan premis minornya satu proposisi disjungtif, tetapi bisa proposisi kategorik. Konklusi yang diambil
selalu tidak menyenangkan.
Contoh:
Jika engkau makan, ayahmu mati.
Jika engkau tidak makan, ibumu mati.
Dimakan ataupun tidak dimakan, salah satu orangtuamu pasti mati.
Dilema dalam arti luas adalah situasi (bukan argumentasi) di mana kita memilih dua alternatif yang
kedua-duanya memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan sehingga sulit menentukan pilihan.

Di bawah ini adalah contoh soal TPA untuk sbmptn, semoga bisa membantu belajar anda
untuk menghadapi SBMPTN. Selamat mencobapenuh ketelitian.
1. Arogan sinonimnya
sombong
angkuh
congkak
takabur
2. PINTU : ENGSEL = TULANG : ..
A. Belulang
B. Simpai
C. Sendi
D. Otot
E. Kerangka
3. MESIN : PELUMAS = PENCERNAAN : ..
A. Enzim
B. Hormon
C. Ludah
D. Glukosa
E. Sukrosa

4. Pilihlah alternatif jawaban yang bermakna sama atau paling mendekati


## HOMOGEN
A. Udara
B. Harmonis
C. Sepadan
D. Sejenis
5. TIMPANG
A. Kesal
B. Ganjil
C. Aneh
D. Tak Seimbang
style=text-align: justify;>
Pembahasan Soal TPA SBMPTN di atas:
1. Hati2, yang diminta dalam soal adalah Antonim
jadi jawabanya santun
Kunci C
2. Jika ingin membuat pintu harus menggunakan engsel untuk menyambungkan dengan
kayu pintu. Begitu juga dengan tulang, semua tulang didalam tubuh manusia dihungkan
dengan sendi agar tulang dapat digerakan. So jawabanya C
3. Jika dilihat dari soal, mesin dihubungkan dengan pelumas karena mesin membutuhkan
pelumas untuk bekerja. Sehingga pencernaan membutuhkan enzim untuk proses mencerna.
So, jawabnya A
4. Homogen yang artinya terdiri atas jenis, macam, sifat, watak, dsb yg sama dan disni
disuruh jawaban yang bermakna sama maka jawaban yang paling mendekati dari pada
jawaban diatas
D. Sejenis
5. Mencari jawaban yang bermakna sama atau paling mendekati. TIMPANG : Tak Seimbang
Kunci ; D
Sedikit tips mengerjakannya

CONTOH TES POTENSI AKADEMIK


1.

Tes

MILITAN
A.

Sinonim
=

Anti

..
penindasan

B.

Ideologi

C.

Agresif

D.

Brutal

E.

Penggolongan

2.

Tes

Antonim

PREFIKS

A.

Awalan

B.

Sisipan

C.

Pelengkap

D.

Tambahan

E.

Akhiran

3.

Tes

KITA

A.

Kami

B.

Kalian

C.

Dia

D.

Beliau

E.

Analogi

SAYA

Kamu

Beliau

Kalian
:

Mereka

4.

..

Kami
:

Tes

Dia

Acak

LEMARI

Kata

(RILAYU)

Sepeda

KAYU

()

Sebelas

A.

Daperu

B.

Rubeda

C.

Dasaru

D.

Pedaru

E.

Darabu

5.
Dari

Tes
data

6,

A.

Modus

B.

Rata-rata

Median

8,

9,

3,

1/4,

6,

9,

6,

jangkauan

rata-rata

11,

jangkauan

Deret
-

1.296

25

5
1/4

modus

maka
8

median
8,

6.
625

6,
7,

=
=

Rata-rata

10,

Modus

5,

Matematika

Bilangan
-

36

A.

B.

C.

D.

10

E.

14

7.
Berapakah

Matematika
angka

Berpola
yang

tepat?

324

(486)

567

345

()

678

A.

189

B.

714

C.

666

D.

777

E. 555

Kunci dan Jawaban TES POTENSI AKADEMIK


1. C. Agresif
2. E. Akhiran
3. E. Mereka : Dia
4. C. Dasaru
5. D. Modus = 6 ; Median = 6
6. C. 6
7. C. 7

Ok untuk mempersingkat waktu langsung saja kita kesoal yang sudah kita singgung dari tadi.
Petunjuk :
Pilihlah jawaban yang paling tepat berdasarkan cara berhitung biasa!
1. 2,20 x 0,75 + 3/5 : 1/8 = ......
a. 1,89
b. 10,5
c. 15,5
d. 9,8
e. 5,9
2. 7,5 : 2,5 - (2/4 x 3/4) = ....
a. 5,050
b. 4,252
c. 3,605
d. 2,625
e. 1,850
3. 4/5 + 3/5 + 3/8 + 6/8 + 1 1/2 =......
a. 4,20
b. 14,80
c. 22,00
d. 16,20
e. 4,025
4. (1/4 x 164) x 1/2 = .......
a. 20,50
b. 08,48
c. 14,09
d. 34, 59
e. 15,09

5. 2 1/4 x 7,5 - 7,5 : 1 1/2 = .......


a. 51,87
b. 23,69
c. 21,48
d. 11,875
e. 15,09
6. 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + ..........+ 29 =
a. 435
b. 280
c. 465
d. 300
e. 290

7. 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + .............+ 9 =
a. 275
b. 285
c. 385
d. 485
e. 400
8. Jika a=5 dan b=2, maka nilai dari
a - 3a b + 3ab - b =....
a. -81
b. -27
c. 27
d. 81
e. 343
9. (882 + 115) =.....
a. 994.003
b. 994.004
c. 994.009
d. 894.003
e. 894.009
10. Jika Y% dari 80 adalah 32, maka nilai Y =
a. 40
b. 50
c. 60
d. 25,6
e. 25
11. (1/36 -1/100) =
a. 2/5
b. 1/4
c. 3/10
d. 5/6

e. Tidak ada jawaban


12. Nilai yang paling dekat dengan 61 adalah...
a. 2,5
b. 7,3
c. 7,8
d. 9,2
e. 8,1
13. Jika x + y = 100 dan x/y = 1/4, maka nilai y-x ...
a. 30
b. 50
c. 60
d. 75
e. -100
14. 12 adalah 150% dari.....
a. 4
b. 8
c. 16
d. 20
e. 10
15. (175 x 12) : (21,4 - 7/5) =....
a. 405
b. 210
c. 105
d. 325
e. 120
16. 85% - 25% + 1,25 - 3 1/4 =....
a. 1,00
b. 2,50
c. 4,7
d. 2,05
e. 5,1
17. 44/20 : 3/6 - 2/8 =....
a. 1,95
b. 9,9
c. 4,7
d. 4,15
e. 12,05
18. 37% - 18% x 0,22=.....
a. 0,3304
b. 6,280
c. 2,202
d. 0,418

e. 1,20
19. 56 - 12 x 32%=.....
a. 72,50
b. 14,08
c. 13,09
d. 24,02
e. 52,16
20. 24,054 : 0,06 = ....
a. 4009
b. 400,9
c. 40,09
d. 49,09
e. 490,9
Jawaban dan Pembahasan
1. 2,20 x 0,75 + 3/5 : 1/8 = .....
Cari nilai pendekatan 2 x 0,75 = 1,5
Ingat bahwa pembagian dengan pecahan sama dengan perkalian dengan pembilang dan penyebut dibalik,
sehingga menjadi:
3/5 x 8/1 = 24/5 = 4,...
Maka 1,5 + 4,....= 5,5 lebih. Sehingga jawaban yang paling mendekati adalah (E) 5,9
2. 7,5 : 2,5-(2/4 x 3/4)=...
75 : 2,5 = 3
1/2 x 3/4 = 3/8
3-3/8 adalah 3 kurang atau mendekati 3.
Jadi jawabanya adalah (D) 2,625
3. 4/5 + 3/5 + 3/8 + 6/8 + 1 1/2 =....
4/5 + 3/5 = 7/5 = 1,4
3/8 + 6/8 = 9/8 = 1,125
Jadi 1,4 + 1,125 + 1,5 = 4, 025 (E)
4. (1/4 x 164) x 1/2 =...
164 : 4 = 40 lebih
40 lebih : 2=20 lebih
Maka jawaban yang benar adalah 20,50. (A)
5. 2 1/4 x 7,5 - 7,5 : 1 1/2 =
2 x 7,5 = 15, maka 2 1/4 x 7,5 = 15 lebih.
1 1/2 = 3/2 maka 7,5 : 3/2 = 7,5 x 2/3 =5
Sehingga 15 lebih - 5 = 10 lebih.
Maka jawaban yang paling mendekati adalah 11,875 (D)

6. 1+2+3+4+5+ ....+29=
1/2N x (N+1)
Pada soal di atas N=29, maka
(29/2) x (29+1)
=29/2 x 30
=29 x 15
=435 (A)
7. 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + .............+ 9 =
=1+4+9+16+25+36+49+64+81
=(1+49)+(4+36)+(9,81)+(16+64)+25
=50+40+90+80+25
=285 (B)

8. Jika a=5 dan b=2, maka nilai dari


a - 3a b + 3ab - b =....
Bila belum mengenal rumus (a-b) , maka soal tersebut bisa diselesaikan dengan cara memasukan langsung
masing - masing niali a dan nilai b, sehingga diperoleh:
= 5 - 3.5 .2 + 3.5.2 - 2
= 125 -150 + 60 - 8
= 185 - 158
= 27
Bagi yang sudah tahu bahwa persamaan tersebut ternyata sama dengan (a-b) , maka dengan mudah
menghitung (5-2) = 3 = 27 (C)
9. (882 + 115) =.....
=(997) mendekati (1.000), karena paling belakang angka 7 maka 7 x 7 =49
= 1.000.000 kurang sedikit dan angka belakang 9, maka
= 994.009 (C)
10. Jika Y% dari 80 adalah 32, maka nilai Y =
y/.... x 80 = 32
y/100=32/80
y/100 =4/10
y=400/10= 40 (A)
11. (1/36 -1/100) =
(100-36)/3600
=64/3600 = 8/60=2/15 (A)
12. Nilai yang paling dekat dengan 61 adalah...
bilangan kuadrat yang mendekati antara 7 dan 8
49<61<64, maka yang paling mendekati 7,8 (C) karena 61 mendekati 64

13. Jika x + y = 100 dan x/y = 1/4, maka nilai y-x ...
y=4x
x + y = 100, maka x+ 4x = 100
5x = 100
x=20
y=4x, maka y= 80
sehingga y-x=80-20=60 (C)
14. 12 adalah 150% dari.....
Karena 150% berarti 1 1/2 kali, maka soal ini dapat dibaca sebagai:
12 adalah 1 1/2 kali dari 8 (B)