Anda di halaman 1dari 44

KURIKULUM TINGKAT SATUAN

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


TK AISYIYAH MARGOREJO
METRO SELATAN

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Jl. Cemara Margorejo Metro Selatan


Kota Metro

DOKUMEN I

LEMBAR PENGESAHAN

Telah Disahkan dan Diberlakukan

KURIKULUM DISAHKAN DAN DIBERLAKUKAN


KURIKULUM TK AISYIYAH MARGOREJO
METRO SELATAN

Disahkan di : Metro
Pada Tanggal
: ...... Juli 2016
Ketua Komite

Kepala TK Aisyiyah Margorejo

LATIF KHOIRIN BAHRI, S.P

SITI MARHAMAH

Mengetahui,
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan
Pemuda dan Olahraga Kota Metro

Ir. BANGKIT HARYO UTOMO, MT


Pembina Tk, I
NIP. 19670520 199402 1 002

PENGESAHAN PEMBERLAKUAN KTSP


TK AISYIYAH MASRGOREJO
Nomor : 25/TK.ABA/Mgr/2016
Berdasarkan pengajuan permohonan pengesahan Kurikulum Tingktat
Satuan Pendidikan (KTSP) yang disiapkan oleh :
Nama Satuan Taman Kanak-Kanak
: Taman Kanak-Kanak Aisyiyah
Margorejo
Penyelenggara
: Yayasan Aisyiyah
Izin Operasional
: 049/KPTS/D3/2012
Alamat
: Jl. Cemara Kel. Margorejo
Kecamatan Metro Selatan
Kota Metro
Dinas pendidikan Kota Metro dengan mempertimbangkan :
1. Dasar-dasar
hukum
dan
acuan
yang
digunakan
dalam
pengembangan KTSP di satuan Taman Kanak-Kanak Aisyiyah
Margorejo tersebut;
2. Tatacara pengembangan KTSP yang dilakukan oleh tim penyusun di
satuan Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Margorejo tersebut;
3. Bukti fisik seluruh dokumen KTSP yang telah disusun oleh Tim dari
satuan dalam Kanak-Kanak Aisyiyah Margorejo tersebut.
Maka dengan ini menyatakan, bahwa Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) pada satuan Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Margorejo
tersebut dapat diterapkan/dilaksanakan sebagaimana mestinya; dengan
catatan satuan Taman Kanak-Kanak tersebut tetap berupaya secara terusmenerus dapat meningkatkan mutu KTSP di lembaganya.
Metro, 13 Juli 2016
Yang Mengajukan Pengesahan :
Kepala TK Aisyiyah Margorejo

SITI MARHAMAH

Komite,

LATIF KHOIRIN BAHRI, S.P


Mengesahkan,
Pengawas Dinas Pendidikan
Kota Metro

YUNI KISMAWATI, S.Pd


Pembina Tingkat I
Nip.: 19730617 199203 2 001

KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat,
inayah dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga TIM Penyusun KTSP TK
Aisyiyah Margorejo Metro Selatan dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam
menyusun KTSP untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dan mute
pendidikan di sekolah.
Tim penyusun Kurikulum TK Aisyiyah Margorejo Metro Selatan dikoordinasi
dan disupervisi oleh Dinas Pendidikan Kota Metro. Untuk itu kami sampaikan terima
kasih kepada :
1. Kepala Dinas DIKBUDPORA Kota Metro yang telah mendukung dan
membantu kelancaran selama penyusunan KTSP.
2. Pengawas

Pembina

TK

Aisyiyah

Margorejo

Metro

Selatan

telah

membimbing dan mengarahkan penyusunan KTSP ini sehingga dapat


berjalan dengan lancar.
3. Komite sekolah yang telah mendukung dan menyetujui penyusunan KTSP.
Namun tak ada gading yang tak retak penyusun KTSP ini masih jauh dari
sempurna sehingga masih perlu penyempurnaan secara terns menerus dan terpadu.
Penyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) TK Aisyiyah
Margorejo Metro Selatan masih jauh dari kesempurnaan, karena itu kami
memerlukan binaan, bimbingan serta masukan dari berbagai pihak.
Assalamu 'alaikuin Wr. Wb.
Metro,
Tim Penyusun

2016

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN.........................................................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN PEMBERLAKUAN KTSP.............................

iii

KATA PENGANTAR......................................................................................

iv

DAFTAR ISI ...................................................................................................

BAGIAN I PROFIL LEMBAGA ....................................................................

A.
B.
C.
D.

Sejarah Singkat Taman Kanak-Kanak........................................................


Struktur Kepengurusan Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Margorejo ..........
Alamat dan Peta Lokasi..............................................................................

1
2
4

Status Taman Kanak-Kanak.....................................................................

BAGIAN II. DOKUMEN I KURIKULUM SATUAN PAUD TK


AISYIYAH MARGOREJO ........................................................

A. Pendahuluan ...............................................................................................
1. Latar Belakang .......................................................................................
B. Landasan Penyusunan ................................................................................
C. Tujuan Pengembangan................................................................................
D. Prinsip Pengembangan................................................................................

6
6
7
9
10

BAGIAN III. TUJUAN ...................................................................................

13

A.
B.
C.
D.
E.

Tujuan Pendidikan .....................................................................................


Visi Sekolah ...............................................................................................
Misi Sekolah ..............................................................................................
Tujuan Sekolah...........................................................................................
Karakteristik KTSP ....................................................................................

13
13
13
14
14

BAGIAN IV. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM.........................

16

Struktur Kurikulum ..........................................................................................

16

Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran.......................................

17

Kompetensi Inti Kurikulum 2013 pendidikan Anak Usia Dini Usia 4 5 Tahun,
5 6 Tahun.............................................................................................

22

BAGIAN V. KALENDER PENDIDIKAN.....................................................

30

Alokasi Waktu..................................................................................................

30

Penetapan Kalender Pendidikan......................................................................

30

BAGIAN VI. PENUTUP.................................................................................

33

BAGIAN I
PROFIL LEMBAGA
A. Sejarah Singkat Taman Kanak-Kanak
Taman Kanak-kanak Aisyiyah Margorejo didirikan pada tahun 1989
dibuka berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor : 91/I12.B1/U/1994 Tanggal 20 Juli 1994 dengan
nama TK Aisyiyah Margorejo Metro Selatan, TK Aisyiyah Margorejo Metro
Selatan selama berdiri sudah dipimpin oleh kepala sekolah :
1. Nur Aini

1989

2. Firdayati

1990 1993

3. Widiarahmai

1994 2004

4. Umi Hidayati

2005 2009

5. Siti Sularsih

2010 2014

6. Siti Marhamah

2015 Sekarang

Untuk mengembang mutu pendidikan sekolah, pemberdayaan dan sumber


daya guru dengan peningkatan kesejahteraan menjadi landasan utama dalam
melangkah ke depan sesuai dengan visi misi sekolah.
Selanjutnya kami terus berbenah dan mengembangkan diri dengan mengikuti
pelatihan dan belajar mandiri. Perubahan kami lakukan dari menggunakan
pembelajaran klaksikal ke kelompok hingga kini menerapkan model sentra.

B. Struktur Kepengurusan Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Margorejo

KETUA YAYASAN
PAIMAH, S.Pd.I
KEPALA TK
SITI MARHAMAH

SEKRETARIS

BENDAHARA

SUPRAPTI, S.Pd

NOVIANI, S.Pd

KELOMPOK A1
1. Novianai,
S.Pd
2. Reza Satiti

KELOMPOK A2

KELOMPOK B1

KELOMPOK B2

KELOMPOK B3

Masni
Ambarwati,
S.Pd

Suprapti, S.Pd

Elis Rosdiana,
S.Pd.AUD

Mulyanah,
S.Pd

MURID

KOMITE

1. Ketua Yayasan Aisyiyah Margorejo bertanggung jawab dalam :


Pengembangan pendidikan di TK Aisyiyah Margorejo
Bekerjasama dengan berbagai pemangku kebijakan dalam rangka
optimalisasi sumber belajar dan sumber dana
2. Kepala TK Aisyiyah Margorejo, bertanggung jawab dalam :
Pengembangan program Taman Kanak-Kanak
Mengkoordinasikan guru-guru Taman Kanak-kanak
Mengelola administratif Taman Kanak-kanak
Melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap kinerja guru Taman
Kanak-kanak
Melakukan evaluasi terhadap program pembelajaran di Taman Kanakkanak
3. Guru Bertanggung jawab dalam :
Menyusun rencana pembelajaran
Mengelola pembelajaran sesuai dengan kelompoknya
Mencatat perkembangan anak
Menyusun pelaporan perkembangan anak
Melakukan kerjasama dengan orang tua dalam program parenting
4. Tenaga Administrasi, bertanggung jawab dalam :
Memberikan pelayanan administrasi kepada guru, orangtua dan peserta
didik
Memperlancar administrasi penerimaan peserta didik
Mengelola sarana dan prasarana Taman kanak-kanak
Mengelola keuangan

C. Alamat dan Peta Lokasi


Taman Kanak-kanak Aisyiyah Margorejo, Kecamatan Metro Selatan,
Kota Metro, Lampung.

Jalan Soekarno Hatta

GAMBAR LOKASI/PETA SEKOLAH

D. Status Taman Kanak-Kanak

Taman Kanak-kanak Aisyiyah Margorejo merupakan satuan Pendidikan Taman


Kanak-Kanak yang dikelola dengan manajemen berbasis masyarakat dibawah
naungan Yayasan Aisyiyah, telah memiliki izin operasional dari Dinas
Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga Kota Metro Nomor :
049/KPTS/D3/2012

BAGIAN II
DOKUMEN I KURIKULUM SATUAN PAUD TK AISYIYAH MARGOREJO
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi, dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan. Pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Tujuan pendidikan tertentu tersebut mencakup tujuan pendidikan
Nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan
pendidikan, dan peserta didik. Oleh karena itu, kurikulum disusun oleh satuan
pendidikan untuk diusulkan dengan program pendidikan dengan kebutuhan dan
potensi daerah.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang
mengacu pada standar nasional pendidikan bertujuan untuk menjamin pencapaian
tujuan pendidikan nasional, Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi,
proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana,
pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Dua unsur standar nasional
pendidikan, yaitu Standar Isi (S1) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) .Peraturan MENDIKBUD nomor 137 tahun
2014 dan nomor 146 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 PAUD
Berdasarkan aturan-aturan di atas TK Aisyiyah Margorejo Metro Selatan
mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di tingkat Pra
Sekolah dengan mengikuti panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional
Pendidikan (BSNP) serta ketentuan lain yang menyangkut kurikulum seperti yang
dituangkan dalam UU No. 20/2003 dan PP No. 19/2005, dengan pemahaman
bahwa kurikulum yang diterapkan di madrasah/sekolah harus senantiasa up to
date dapat mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat maka TK
Aisyiyah Margorejo membuat KTSP dengan mengadaptasi dan panduan yang
disusun oleh BSNP dan kurikulum sebelumnya yang disesuaikan dengan
perkembangan peserta didik, kemampuan sekolah serta kebutuhan masyarakat
pengguna jasa TK Aisyiyah Margorejo Metro Selatan.

B. Landasan Penyusunan
Penyelenggaraan Pendidikan PAUD didasarkan pada Landasan Yuridis,
Landasan ilosofis dan Landasan Psikologis dengan penjelasan sebagai berikut:
a. Landasan Yuridis
Dalam Amandemen UUD 1945 pada Pasal 28 B Ayat 2 dinyatakan
bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang
serta berhak atas perlindungan dan kekerasan dan diskriminasi.
Undang-undang No 23 tahun 2002 Pasal 9 ayat 1 tentang perlindungan
anak dinyatakan bahwa setiap anak memperoleh pendidikan dan pengajaran
dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasan sesuai dengan
minat dan bakatnya.
Berdasarkan UU NO. 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Bab 1. Pasal 1, Butir 14 dinyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia
Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir
sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan
rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki Pendidikan lebih lanjut.
Sedangkan pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan
bahwa; (1) Pendidikan anak usia Dini diselenggarakan sebelum jenjang
Pendidikan dasar, (2) Pendidikan anak usia dm 1 dapat diselenggarakan
melalui jalur pendidikan formal, non formal, dan/atau informal, (3) Pendidikan
anak usia dini jalur pendidikan formal: TK, RA, atau bentuk lain yang
sederajat, (4) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan non formal: KB, TPA,
atau bentuk lain yang sederajat, (5) Pendidikan usia dini jalur pendidikan
informal: pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh
lingkungan, dan (6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur
lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 58 tahun 2009 tentang
standar pendidikan anak usia dini Pasal 1 (a) standar tingkat pencapaian
perkembangan, (b) Standar pendidik dan tenaga pendidik, (c) Standar isi,
proses dan penilaian, (d) standar sarana dan prasarana, pengelolaan dan
pembiayaan.

b. Landasan Filosofis
Berdasarkan landasan filosofis, secara ontologis anak sebagai mahiuk
individu yang memiliki aspek biologis psikologis, sosiologis dan antropologis.
Dengan demikian pembelajaran di TK menggunakan konsep belajar sambil
bermain (learning by playing), belajar dengan berbuat (learning by doing),
belajar melalul stimulasi (learning by stimulating). Isi kurikulum disusun dan
dikembangkan untuk seluruh potensi anak yang berhubungan dengan nilai
seni, keindahan dan keselarasan yang mengarah pada kebahagiaan dalam
c. Landasan psikologis
Landasan psikologis yang mendasari pentingnya pendidikan anak usia
dini didasarkan kepada beberapa penemuan para ahli tentang tumbuh kembang
anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dilupakan kaitannya
dengan perkembangan struktur otak. Menurut Wittrock (Clark, 1983), ada tiga
wilayah perkembangan otak yang semakin meningkat, yaitu pertumbuhan
serabut dendrit, kompleksitas hubungan sinapsis, dan pembagian sel saraf.
Peran ketiga wilayah otak tersebut sangat penting untuk pengembangan
kapasitas berpikir manusia. Sejalan dengan itu Teyler mengemukakan bahwa
pada saat lahir otak manusia berisi sekitar 100 milyar hingga 200 milyar Sel
saraf. hap sel saraf siap berkembang sampai taraf tertinggi dan kapasitas
manusia jika mendapat stimulasi yang sesuai dan lingkungan.
Jean Piaget (1972) mengemukakan tentang bagaimana anak belajar
Anak belajar melalui interaksi dengan lingkungannya. Anak seharusnya
melakukan percobaan dan penelitian sendiri. Guru bisa menuntun anak-anak
dengan menyediakan bahan-bahan yang tepat, tetapi yang terpenting agar anak
dapat memahami sesuatu, Ia harus membangun pengertian itu sendiri, dan ia
harus menemukannya sendiri. "Sementara Lev Vigostsky meyakini bahwa :
pengalaman interaksi sosial merupakan hal yang penting bagi perkembangan
proses berpikir anak. Aktivitas mental yang tinggi pada anak dapat terbentuk
melalui interaksi dengan orang lain. Pembelajaran akan menjadi pengalaman
yang bermakna bagi anak jika is dapat melakukan sesuatu atas lingkungannya.
Howard Gardner menyatakan tentang kecerdasan jamak dalam perkembangan
manusia terbagi menjadi:
kecerdasan bodily kinestetik, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan
interpersonal,

kecerdasan

naturalistik,

kecerdasan visual-spasial, kecerdasan musik.

kecerdasan

logiko-matematik,

Dengan demikian perkembangan kemampuan berpikir manusia sangat


berkaitan dengan struktur otak, sedangkan struktur otak itu sendiri dipengaruhi
oleh stimulasi, kesehatan dan gizi yang diberikan oleh lingkungan sehingga
peran pendidikan yang sesuai bagi anak usia dini sangat diperlukan.
C. Tujuan Pengembangan
Secara umum tujuan diterapkannya pengembangan KTSP di TK Aisyiyah
Margorejo

merupakan upaya kemandirian dan pemberdayaan serta proses

pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum di TK


Aisyiyah Margorejo

sebagai tindak lanjut dan Secara khusus tujuan

diterapkannya KTSP di TK Adalah untuk:


1. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif TK
Aisyiyah Margorejo

dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan

memberdayakan sumber yang tersedia.


2. Meningkatkan kepedulian warga TK Aisyiyah Margorejo Metro Selatan dan
Masyarakat

dalam

pengembangan

kurikulum

melalui

pengembangan

keputusan bersama.
3. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas
pendidikan yang akan dicapai.
4. Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta
keterampilan untuk hidup mandiri, kompetitif, dan mengikuti pendidikan
lanjut.
5. Menumbuh kembangkan kemandirian, demokratis dan tanggung jawab
peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
6. Memfasilitasi kecepatan belajar, irama belajar, mampu gaya belajar peserta
didik secara individual dan kelompok.
7. Mengoptimalkan kemampuan, bakat, minat, dan atau potensi yang ada pada
peserta didik.
8. Meningkatkan daya saing peserta didik di tingkat Kota, Propinsi maupun
tingkat Nasional.
9. Menciptakan proses pembelajaran yang mencerdaskan, mengasyikan, dan
menyenangkan.
10. Mengoptimalkan seluruh sarana prasarana ataupun sumber belajar yang ada di

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di susun dengan memperhatikan


hal-hal sebagai berikut:
1.

Peningkatan Iman dan Taqwa serta Akhlak Mulia.

Keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan


kepribadian peserta didik secara utuh. Oleh karena itu, kurikulum yang
disusun sebisa mungkin dapat menunjang peningkatan iman dan taqwa serta
akhlak mulia pada setiap mata pelajaran.
2.

Peningkatan Potensi, Kecerdasan, dan Minat Sesuai dengan Tingkat


Perkembangan dan Kemampuan Peserta Didik.
Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat hams
disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat,
kecerdasan intelektual, emosianal, social, spiritual, dan kinestetik peserta
didik.

3.

Keragaman Potensi dan Karakteristlk Daerah serta Lingkungan


Setiap daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik
lingkungan yang beragam. Oleh Karena itu. Setiap daerah memerlukan
kurikulum pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah dan
pengalaman hidup siswa sehari-hari. Kurikulum yang disusun harus memuat
keragaman tersebut sehingga dapat menghasilkan lulusan yang relevan
dengan kebutuhan pengembangan daerah.

4.

Tuntutan Pengembangan Daerah dan Nasional


Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang
otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong
partisipasi masyarakatn dengan tetap mengedapankan wawasan nasional
secara berimbang.

5.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) Pendidikan


perlu mengantisipasi dampak global yang bercirikan masyarakat berbasis
pengethuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai pengerak utama
perubahan. Pendidikan hams terus menerus melakukan adaptasi dan
penyesuaian dengan perkembangan IPTEKS, sehingga tetap relevan dan
konntekstual

secara

berkala

dan

berkesinambungan

sejalan

dengan

perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.


D. Prinsip Pengembangan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di TK Aisyiyah Margorejo Metro
Selatan Dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan
kepentingan peserta
didik dan lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasrkan, prinsip bahwa peserta didik memiliki
posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,

sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan
tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesualkan dengan potensi,
perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan
lingkunan. Memiliki posisi sentral berarti kegietan pmbelajaran
2. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik
peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargal
dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adapt
istiadat, status social ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi
komponen muatan wajib kurikulum, muatan local, dan pengembangan din
secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan keseimbangan yang
bermakna dan tepat antar substansi.
3. Tanggap terhadap perkembangan Ilmu pengetahuan teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu,
semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik
untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan Ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan

kurikulum

dilakukan

dengan

melibatkan

pemangku

kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevan pendidikan dengan


kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia
usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,
keterampilan berfikir, keterampilan social, keterampilan akademik, dan
keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang
kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
6. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsure-unsur pendidikan formal, nonformal,
dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang
selalu berkembang serta arah pengembangan seutuhnya.

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah


Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan
kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat harus saling
mengisi den memberdayakan sejalan dengan moto Bhineka Tunggal Ika dalam
kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

BAGIAN III
TUJUAN
A. Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan Anak Usia Dini dirumuskan
mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut:
a.

Membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi


manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, inovatif, mandiri, percaya din dan menjadi warga
negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
b. Mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan
sosial peserta didik pada masa emas pertumbuhannya dalam lingkungan
bermain yang edukatif dan menyenangkan.
B. Visi Sekolah
Menyiapkan generasi yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia dan berbudaya
serta paham dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dan mencintai lingkungan

Indikator
1. Religius dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhka laranganNya
2. Disiplin mentaati aturan yang ada
3. Mandiri dalam melaksanakan kegiatan
4. Kreatif dalam kegiatan belajar mengajar
5. Peduli terhadap lingkungan sekitar, bersih, dan cinta lingkungan
C. Misi Sekolah
a. Membentuk anak yang kreatif, cerdas, mandiri dan bertanggung jawab
b. Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap ilmu pengetahuan
c. Meningatkan kualitas pendidikan yang islami dengan mendayagunakan TK
Aisyiyah sebagai gerakan dakwah amar maruf nahi munkar
d. Terciptanya kerja sama yang kondusif dengan pemerintah, masyarakat dan
orang tua

D. Tujuan Sekolah Struktur Dan Muatan Kurikulum


1.

Peningkatan kualitas pembelajaran dengan menggunakan pelayanan prima

2.

Peningkatan pemenuhan sarana dan prasarana sekolah guna meningkatkan mutu


layanan pendidikan

3.

Meningkatkan pemahaman dan mengimplentasikan konsep pendidikan karakter


bangsa kepada setiap warga Negara
E. Karateristik KTSP
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta
didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip
bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan
kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi
peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan
kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral
berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.
2. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan
keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis
pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan
agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender.
Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan
lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan
dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu,
semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik
untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan
dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin
relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya
kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu,
pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan
sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan
keniscayaan.
5. Menyeluruh dan

berkesinambungan

Substansi

kurikulum

mencakup

keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran


yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua

jenjang pendidikan.
6. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan,
pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang
hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan
formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan
lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia
seutuhnya.
Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum
dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah
untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan
nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan
dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).

BAGIAN IV
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

1.

Struktur Kurikulum
Struktur program kegiatan PAUD mencakup aspek perkembangan
pembentukan Sikap , Pengetahuan dan Keterampilan melalui kegiatan
bermain,bertahap, berkesifat pembiasaan.
Keterkaitan Aspek Perkembangan dan Kompetensi

AGAMA DAN MORAL

SOSIAL EMOSIONAL

SIKAP

KOGNITIF

PENGETAHUAN
BAHASA

FISIK MOTORIK

KETERAMPILAN

SENI

1) Jumlah pertemuan dalam satu minggu = 900 menit setara dengan 30 kali
pertemuan @ 30 menit. Jika menggunakan 5 hari belajar dalam satu minggu,
setiap hari digunakan 180 menit. Jika 6 hari belajar dalam satu minggu berarti
setiap hari digunakan 150 menit.
2) Bidang pengembangan seni tidak tercantum dalam Standar PAUD, namun seni
berperan sebagai wahana pembelajaran berbagai bidang pengembangan

2. Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran


Program
Pengemb
angan
Nilai
Agama
dan Moral

Kompetensi yang dicapai


1.1 Mempercayai adanya Tuhan
melalui ciptaanya

1.2 Menghargai
diri sendiri,
orang lain, dan lingkungan
sekitar sebagai rara syukur
kepada Tuhan

2.13Memiliki
perilaku
yang
mencerminkan sikap jujur

1.1 Mengenal kegiatan beribadah


sehari-hari

4.1 Melakukan kegiatan beribadah


sehari-hari dengan tuntunan
orang dewasa
1.2 Mengenal perilaku baik
sebagai cerminan akhlak
mulia
4.2 Menunjukkan perilaku santun
sebagai cerminan akhlak
mulia

Fisik
Motorik

Materi Pembelajaran

2.1 Memiliki perilaku yang


mencerminkan hidup sehat

1.3 Mengenal anggota tubuh,


fungsi, dan gerakannya untuk
pengembangan motorik kasar
dan motorik halus
4.3 Menggunakan anggota tubuh
untuk pengembangan motorik
kasar dan halus

Mengetahui sifat tuhan sebagai pencipta,


mengenal
ciptaan-ciptaan
Tuhan,
membiasakan mengucap kan kalimat pujian
terhadap ciptaan tuhan
Terbiasa saling menghormati (toleransi)
agama, mengucapkan keagungan tuhan
sesuai agamanya, merawat kebrsihan diri,
tidak menyakiti diri atau teman, menghargai
teman(tidak mengolok-olok), hormat pada guru
dan orang tua, menjaga dan merawat
tanaman, binatang peliharaan dan ciptaan
tuhan
Terbiasa berbicara sesuai fakta, tidak curang
dalam perkataan dan perguatan, tidak
berbohong, menghargai kepemilikan orang
lain, mengembalikan benda yang bukan
haknya, mengerti batasan yang boleh dan
tidak boleh dilakukan, terus terang, anak
senang melakjukan sesuatu sesuai aturan
atau kesepakatan, dan mengakui kelebihan
diri atau temannya

Doa-doa (doa sebelum dan sesudah belajar,


doa sebelum dan sesudah makan, doa
sebelum dan bangun tidur, doa untuk kedua
orang tua), mengenal hari-hari besar agama,
hari-hari besar agama, cara ibadah sesuai hari
besar
agama,
tempat
ibadah,
tokoh
keagamaan.
Prilaku baik dan santun disesuaikan dengan
agama dan adat setempat ; misalnya tata cara
berbicara
secara
santun,
cara
berjalanmelewati orang tua, cara meminta
bantuan, cara menyampaikan terima kasih
setelah mendapatkan bantuan, tata cara
beribadah sesuai agamanya misalnya; berdoa,
tata cara makan, tata cara member salam,
cara berpakaian, menolong teman, orang tua
dan guru.
Kebiasaan anak makan makanan bergizi
seimbang, kebiasaan merawat diri misalnya;
mencuci tangan, menggosok gigi, mandi,
berpakaian bersih, menjaga kebersihan
lingkungan misalnya; kebersihan tempat
belajar dan lingkungan, menjaga kebersihan
alat main dan milik pribadi.

Nama anggota tubuh, fungsi anggota tubuh,


cara merawat, kebutuhan agar anggota tubuh
tetap sehat, berbagai gerakan untuk melatih
motorik kasar dalam kelenturan, kekuatan,
kestabilan,
keseimbangan,
kelincahan,
kelenturan, koordinasi tubuh.
Kegiatan untuk latihan motorik kasar antara
lain merangkak, berjalan, berlari, merayap,
berjinjit,
melompat,
memanjat,
bergelantungan,
menendang,
berguling
dengan menggunakan gerakan secara
terkontrol, seimbang dan lincah dalam
menirukan berbagai gerakan yuang teratur
(missal: menirukan gerakan benda, senam,
tarian, permainan tradisional, dll).
Keterampilan motorik halus untuk melatih
koordinasi mata dan tangan, kelenturan jarijari tangan, melalui kegiatan antara lain:
meremas,
menjumput,
meronce,

Program
Pengemb
angan

Kompetensi yang dicapai

Materi Pembelajaran

1.4 Mengetahui cara hidup sehat

4.4 Mampu menolong diri sendiri


untuk hidup sehat

Kognitif

menggunting, menjahit, mengancingkan baju,


menali sepatu, menggambar, menempel,
makan, dll
Permainan motorik kasar atau halus dengan
aturan.
Cara merawat kebersihan diri (missal:
mencuci tangan, berlatih toilet, merawat giri,
mulut, telinga, hidung, olahraga, mandi 2x
sehari; memakai baju bersih), memilih
makanandan minuman yang sehat, makanan
yang diperlukan tubuh agar tetap sehat,
Cara menghindarkan diri dari bahaya
kekerasan (melindungi anggota tubuh yang
terlarang: mulut, dada, alat kelamin, pantat;
waspada terhadap orang asing/tidak dikenal).
Cara menghindari diri dari benda-benda
berbahaya misalnya pisau, listrik, pestisida,
kendaraan saat di jalan raya
Cara menggunakan toilet dengan benar tanpa
bantuan
Kebiasaan buruk
yang harus dihindari
(permen, nonton tv atau main game lebih dari
1 jam setiap hari, tidur terlalu larut malam,
jajan sembarangan)

2.2 Memiliki Prilaku yang


mencerminkan sikap ingin
tahu

Membiasakan eksploratif
Cara bertanya
Cara mendapatkan jawaban

2.3 Memiliki perilaku yang


mencerminkan sikap kreatif

Pemahaman tentang kreatif,


Membiasakan kerja secara kreatif,

1.5 Mengetahui cara


memecahkan masalah seharihari dan berperilaku kreatif

Cara mengenali masalah,


Cara mengetahui penyebab masalah,
Cara mengatasi masalah,
Menyelesaikan kegiatan dengan berbagai
cara untuk mengatasi masalah

Bentuk dua dimensi (persegi, segi tiga, bulat,


segi panjang),
Bentuk tiga dimensi (kubus, balok, limas,
tabung), ukuran (panjang-pendek, besar-kecil,
berat-ringan, sebentar-lama),
Tekstur (kasar-halus, keras-lunak)
Suara (cepat-lambat, keras-halus, tinggirendah)
Pengelompokan (berdasarkan warna, bentuk
ukuran, fungsi, warna-bentuk)
Membandingkan benda berdasarkan ukuran
lebih-dari kurang dari,
Mengurutkan benda berdasarkan serasi (kecilsedang-besar)
Mengurutkan benda berdasarkan 5 seriasi
(sangat kecil - lelbih kecil kecil besar
lebih besar panjang besar),
Pola ABC ABC, ABCD ABCD berdasarkan
urutan warna, bentuk, ukuran, bunyi, warna,
fungsi, sumber, dll.
Mencocokkan lambang bilangan dengan
jumlah bilangan
Hubungan satu ke satu, satu ke banyak,
kelompok ke kelompok
Lambing bilangan
Mencocokkan

4.5 Menyelesaikan masalah seharihari secara kreatif


1.6 Mengenal benda-benda
disekitarnya (nama, warna,
bentuk, ukuran, pola, sifat,
suara, tekstur, fungsi, dan
cirri-ciri lainnya)
4.6 Menyampaikan tentang apa dan
bagaimana benda-benda di
sekitar yang dikenalnya
(nama, warna, bentuk,
ukuran, pola, sifat, suara,
tekstur, fungsi, dan cirri-ciri
lainnya) melalui berbagai hasil
karya

Program
Pengemb
angan

Kompetensi yang dicapai


1.7 Mengenai lingkungan social
(keluarga, teman, tempat
tinggal, tempat ibadah,
budaya, transportasi)

4.7 Menyajikan berbagai karya yang


berhubungan dengan
lingkungan social (keluarga,
teman, tempat tinggal, tempat
ibadah, budaya, transportasi)
dalam bentuk gambar,
bercerita, bernyanyi, dan
gerak tubuh

Materi Pembelajaran

1.8 Mengenal lingkungan alam


(hewan, tanaman, cuaca,
tanah, air, batu-baturn, dll)
4.8 Menyajikan berbagai karya yang
berhubungan dengan
lingkungan alam (hewan,
taqnaman, cuaca, tanah, air,
batu-batuan, dalam bentuk
gambar, bercerita, bernyanyi,
dan gerak tubuh

1.9 Mengenal teknologi


sederhana (peralatan rumah
tangga, peralatan bermain,
peralatan pertukangan, dll)

2.5 Memiliki prilaku yang


mencerminkan sikap percaya
diri

Nama benda,
Bagian-bagian benda
Fungsi,
Cara menggunakan secara tepat, dan cara
merawat. Alat dan benda yang dimaksud
dapat berpa peralatan sekolah, perabot rumah
tangga, perkakas kerja, peralatan elektronik,
barang-barang bekas pakai.

Cara member salam pada guru atau teman,


Cara untuk berani tampil di depan teman,
guru, orang tua dan lingkungan social lainnya,
Cara menyampaikan dengan santun

2.6 Memiliki prilaku yang


mencerminkan sikap taat
terhadap aturan sehari-hari
untuk melatih kedisplinan

Hewan misalnya; jenis (nama, cirri-ciri,


bentuk),
Kelompok hewan berdasarkan makanan
(herbivore, amnivora, karnivora)
Kelompok hewan berdasarkan manfaat
(hewan ternak / peliharaan / buas),
Tanaman dikenalkan dengan jenis (tanaman
darat / air, perlu / batang, buah / hias / kayu,
semusim / tahunan),
Bermacam bentuk dan warna daun dan
bermacam akar),
Berkembang biak (biji / stek / cangkok /
beranak / membelah diri / daun),
Cara merawat tanaman, dst
Gejala alam (angin, hujan, cuaca, siang,
malam, mendung, siklus air, dst), tanah, batu,
Sebab akibat kejadian, dst.

4.9 Menggunakan teknologi


sederhana untuk
menyelesaikan tugas dan
kegiatannya (peralatan rumah
tangga, peralatan bermain,
peralatan pertukangan)
Social
emosional

Keluarga (hubungan dalam keluarga, peran,


kebiasaan, garis keturunan, dst),
Teman (nama, cirri-ciri, kesukaan, tempat
tinggal dst),
Lingkungan geografis (pedesaan / pantai /
pegunungan / kota),
Kegiatan orang-orang (di pagi / sore hari dst),
pekerjaan (petani, buruh, guru, dll)
Budaya (perayaan terkait adat, pakaian,
tarian, makanan, dst)
Tempat-tempat umum (sekolah, pasar, kantor
pos, kantor polisi, terminal, dst)
Brbgai jenis transportasi (transportasi darat,
air, udara, transportasi dahulu, dan sekarang).
Lambing Negara

2.7 Memiliki prilaku yang


mencerminkan sikap sabar
(mau menunggu giliran, mau
mendengar ketika orang lain
berbicara) untuk melatih
kedisiplinan

2.8 Memiliki perilaku yang

Aturan bermain
Aturan di satuan PAUD
Cara mengatur diri sendiri misalnya membuat
garis waktu
Cara mengingatkan teman bila bertindak tidak
sesuai aturan
Cirri diri dan orang lain
Cara antri
Cara menyelesaikan gagasannya hingga
tuntas
Berusaha tidak menyakiti atau membalas
dengan kekerasan
Pemahaman tentang mandiri,

Program
Pengemb
angan

Kompetensi yang dicapai

Materi Pembelajaran

mencerminkan kemandirian

Perilaku mandiri,
Cara merencanakan, memilih, memiliki inisiatif
untuk belajar atau melakukan sesuatu tanpa
harus
dibantu atau
dengan
bantuan
seperlunya

2.9 Memiliki perilaku yang


mencerminkan sikap peduli
dan mau membantu jika
diminta bantuannya

Keuntungan mengalah
Cara menawarkan bantuan pada teman atau
guru
Cara menenangkan diri dan temannya dalam
berbagai situasi
Senang berbagai makanan atau mainan

2.10Memiliki perilaku yang


mencerminkan sikap kerja
sama

2.11Memiliki perilaku yang dapat


menyesuaikan diri

Kegiatan transisi
Cara menghadapi situasi berbeda
Cara menyesuaikan diri dengan cuaca dan
kondisi alam

2.12Memiliki perilaku yang


mencerminkan sikap
tanggung jawab

Pemahaman tentang tanggung jawab


Pentingnya bertanggung jawab
Cara bertanggung jawab (mau mengakui
kesalahan dan meminta maaf)
Cara merapikan / membereskan mainan
poada tempat semula
Mengerjakan sesuatu hingga tuntas
Mengikuti aturan yang telah ditetapkan
walaupun sekali-sekali masih harus diingatkan
Senang menjalankan kegiatan yang jadi
tugasnya (misalnya paket sebagai pemimpin
harus membantu menyiapkan alat makan dst)

3.13Mengenal emosi diri dan


orang lain

Cara menghadapi orang yang tidak dikenal,


Penyebab sedih, marah, gembira, kecewa,
atau mengerti jika ia menggagu temannya
akan marah, jika ia membantu temannya akan
senang, mengendalikan emosi secara wajar

Cara
menggungkapkan
apa
yang
dirasakannya (lapar ingin makan, kedinginan
memerlukan baju hangat, perlu paying agar
tidak kehujanan, kepanasan, sakit perut perlu
obat)
Teknik mengambil makanan sesuai kebutuhan
menggunakan alat main sesuai dengan
gagasan yang dimilinya
Membuat karya sesuai dengan gagasannya,
dst

4.13Menunujukkan reaksi emosi


diri secara wajar
3.14Mengenali kebutuhan,
keinginan, dan minat diri
4.14Mengungkapkan kebutuhan,
keinginan dan minat diri
dengan cara yang tepat

Bahasa

Perilaku anak yang menerima perbedaan


teman dengan dirinya
Cara menghargai karya teman
Cara menghargai pendapat teman, mau
berbagi,
mendengarkan
dengan
sabar
pendapat teman,
Cara berterima kasih atas bantuan yang
diterima

2.13Memiliki perilaku yang


mencerminkan sikap rendah
hari dan santun kepada
orang tua, pendidik, dan
teman

1.10memahami bahasa reseptif


(menyimak dan membaca)

4.10

Menunjukkan

kemampuan

Cara berbicara secara santun, menghargai


teman dan orang yang lebih tua usianya
Pemahaman sikap rendah hati
Contoh perilaku rendah hati dan santun
Cara menjawab dengan tepat ketika ditanya
Cara
merespon
dengan
tepat
saat
mendewngar cerita atau buku yang dibacakan

Program
Pengemb
angan

Kompetensi yang dicapai


berbahasa
reseptif
(menyimak dan membaca)

Materi Pembelajaran

1.11Memahami
bahasa
ekspresif (menggungkapkan
bahasqa secara verbal dan
non verbal)
4.11

Menunjukkan kemampuan
berbahasa
ekspresif
(menggungkapkan bahasa
secar averbal dan non
verbal)
1.12Mengenal keaksaraan awal
melalui bermain

4.12

Menunjukkan kemampuan
keaksaraan awal dalam
berbagai bentuk karya

Seni

2.4 memiliki
perilaku
yang
mencerminkan sikap estetis

3.15mengenal berbagai karya


dan aktivitas seni
4.15menunjukkan karya dan
aktivitas
seni
dengan
menggunakan
berbagai
media

guru
Melakukan sesuai yang diminta dengan
beberapa perintah
Menceritakan kembali apa yang sudah
didengarnya
Mengungkapkan keinginannya, menceritakan
kembali
Bercerita
tentang
apa
yang
sudah
dilakukannya
Mengungkapkan perasaan emosinya dengan
melalui bahasa secara tepat
Menggunakan buku untuk berbagai kegiatan

Membaca gambar, membaca symbol


Menjiplak huruf
Mengenali huruf awal di namanya, menuliskan
huruf-huruf namanya
Menuliskan pikirannya walaupun hurufnya
masih terbalik atau tidak lengkap,
Hubungan bunyui dengan huruf
Mengucapkan kata yang sering diulang-ulang
tulisannya pada buku cerita
Mengeja huruf
Membaca sendiri
Hubungan angka dan bilangan
cara menjaga kerapihan diri
cara mengahargai hasil karya baik dalam
bentuk gambar, lukisan, pahat, gterak, atau
bentuk seni lainnya
cara merawat kerapihan-kebersihan dan
keutuhan benda mainan atau milik pribadinya
membuat berbagai hasil karya dan aktivitas
seni gambar dan lukis, seni suara, seni musik,
karya tangan dan lainnya
menampilkan hasil karya seni

Kompetensi Inti Kurikulum 2013 pendidikan Anak Usia Dini


Usia 4 5 Tahun, 5 6 Tahun

KI-1

KOMPETENSI INTI
1.1

KOMPETENSI DASAR
Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaanNya

Menerima ajaran agama yang

1.2

Menghargai did sendiri, orang lain, dan

dianutnya
KI-2

lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada


2.1.

Memiliki perilaku hidup sehat,


rasa ingin tahu, kreatif dan estetis,

sehat
2.2.

percaya
disiplin, mandiri, peduli, mampu

2.3.

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap


kreatif

2.4.

santun dalam berinteraksi dengan


keluarga, pendidik dan/atau

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap


ingin tahu

bekerja sama, mampu


menyesuaikan did, jujur, dan

Tuhan
Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap


estetis

2.5.

pengasuh, dan teman

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap


percaya diri

2.6.

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap


taat terhadap aturan sehari-hari untuk melatih
kedisiplinan

2.7.

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap


sabar (mau menunggu giliran, mau mendengar
ketika orang lain berbicara) untuk melatih
kedisiplinan

2.8.

Memiliki perilaku yang mencerminkan


kemandirian

2.9.

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap


peduli dan mau membantu jika diminta
bantuannya

2.10. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap


kerja sama
2.11. Memiliki perilaku yang dapat menyesuaikan diri
2,12. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
jujur
2.13. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
santun kepada orang tua, guru. dan teman
2.14. Memilikiperilaku yang mencerminkan sikap
rendah hati dn santun kepada orang tua,
KI-3

pendidik, dan teman


3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari-had

KOMPETENSI INTI
Mengenali diri, keluarga, teman,
pendidik dan/atau pengasuh,
lingkungan sekitar, teknologi,

KOMPETENSI DASAR
3.2. Mengenal perilaku balk sebagai cerminan akhlak
mulia
3.3. Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya

seni, dan budaya di rumah, tempat

untuk pengembangan motorik kasar dan motorik

bermain dan satuan PAUD

halus

dengan cara: mengamati dengan

3.4. Mengetahui cara hidup sehat 3.5. Mengetahui

indra (melihat, mendengar,

cara memecahkan masalah sehari-hari dan

menghirup, merasa, meraba);

berperilaku kreatif

menanya; mengumpulkan

3.6. Mengenal benda - benda di sekitamya (nama,

informasi; mengolah informasi/

warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur,

mengasosiasikan, dan

fungsi, dan ciri-ciri lainnya)

mengkomunikasikan melalui
kegiatan bermain

3.7. Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman,


tempat tinggal, tempat ibadah, budaya,
transportasi)
3.8. Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman,
cuaca, tanah, air, batu-batuan, diri
3.9. Mengenal teknologi sederhana (peralatan rumah
tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan,
dll)
3.10. Memahami bahasa reseptif (menyimak dan
membaca) 3.11. Memahami bahasa ekspresif
(mengungkapkan bahasa secara verbal dan non
verbal) 3.12. Mengenal keaksaraan awal melalui
bermain
3.13. Mengenal emosi diri dan orang lain
3.14. Mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat diri
3.15. Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni

KI-4
Menunjukkan yang diketahui,
dirasakan, dibutuhkan, dan
dipikirkan melalui bahasa, musik;
gerakan, dan karya secara
produktif dan kreatif, serta

4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan


tuntunan orang dewasa
4.2 Menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan
akhlak mulia
4.3 Menggunakan anggota tubuh untuk
pengembangan motorik kasar dan halus

mencerminkan perilaku anak

4.4 Mampu menolong did sendiri untuk hidup sehat

berakhlak mulia

4.5 Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif


4.6 Menyampaikan tentang apa dan bagaimana
benda-benda di sekitar yang dikenalnya (nama,
warna, bentuk, ukuran; pola, sifat, suara, tekstur,
fungsi, dan ciri-ciri lainnya) melalui berbagai

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
hasil karya
4.7 Menyajikan berbagai karya yang berhubungan
dengan lingkungan sosial (keluarga, teman,
tempat tinggal, tempat ibadah, budaya,
transportasi) dalam bentuk gambar, bercerita
bernyanyi, dan gerak tubuh
4.8 Menyajikan berbagai karya yang berhubungan
dengan lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca,
tanah, air, batu-batuan, dip dalam bentuk gambar,
bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh
4.9 Menggunakan teknologi sederhana untuk
menyelesaikan tugas dan kegiatannya (peralatan
rumah tangga, peralatan bermain, peralatan
pertukangan, d11)
4.10 Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif
(menyimak dan membaca)
4.11 Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif
(mengungkapkan bahasa secara verbal dan non
verbal)
4.12 Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal
dalam berbagai bentuk karya
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri secara wajar
4.14 Mengungkapkan kebutuhan, keinginan dan minat
diri dengan cara yang tepat
4.15 Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan
menggunakan berbagai media

Program Pembelajaran di PAUD disajikan melalui kegiatan dengan tujuan sebagai


berikut:
a. Program Pembelajaran Agama dan akhlak mulia
a)

Program Pembelajaran Agama dan akhlak mulia Bertujuan untuk: Peningkatan


potensi spiritual peserta didik melalui contoh pengamatan dan pendidik agar menjadi
kebiasaan sehari-hari, balk di dalam maupun di luar sekolah sehingga menjadi bagian
dan budaya sekolah.

b)

Sosial dan Kepribadian Bertujuan untuk:


Pembentukan kesadaran dan wawasan peserta didik atas hak dan
kewajibannya sebagai warga masyarakat dan dalam interaksi sosial serta

pemahaman terhadap diri dan peningkatan kualitas diri sebagai manusia


sehingga memiliki rasa percaya diri.
c)

Pengetahuan dan Teknologi Bertujuan untuk:


Mempersiapkan peserta didik secara akademik memasuki SD, MI atau bentuk
lain yang sederajat dengan menekankan pada penyiapan kemampuan
berkomunikasi dan berlogika melalui berbicara, mendengarkan, pramembaca,
pramenulis dan praberhitung yang harus dilaksanakan secara hati-hati, tidak
memaksa dan menyenangkan sehinega anak menyukai belajar

d)

Estetika Bertujuan untuk:


Meningkatkan sensitivitas, kemauan mengekspresikan diri dan kemampuan
mengapresiasi keindahan dan harmoni yang terwujud dalam tingkah laku
keseharian.

e)

Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk:


Meningkatkan potensi fisik dan menanamkan sportivitas serta hidup sehat dan
bersih.
b. Muatan Lokal
Muatan lokal yang dipilih ditetapkan berdasarkan ciri khas, potensi dan
keunggulan daerah serta ketersediaan lahan, sarana dan prasarana dan tenaga
pendidik.
Sasaran

pembelajaran

muatan

lokal

adalah

pengembangan

jiwa

kewirausahaan dan penanaman nilai-nilai budaya sesuai dengan lingkungan.


Nilai-nilai kewirausahaan yang dikembangkan antara lain inovasi, kreatif, berfikir
kritis, eksplorasi, komunikasi, kemandirian, dan memiliki etos kerja. Nilai-nilai
budaya yang dimaksud antara lain kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepekaan
terhadap lingkungan, dan kerjasama.
Penanaman nilai-nilai kewirausahaan dan budaya tersebut diintegrasikan
di dalam proses pembelajaran yang dikondisikan supaya nilai-nilai tersebut dapat
menjadi sikap dan prilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan
harus mengembangkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD)
untuk setiap lokal yang diselenggarakan.
Muatan lokal yang diselenggarakan di TK Aisyiyah Margorejo Metro
adalah sebagai berikut:
No

Jenis Muatan

Kelompok
A

1
2

Taman Pendidikan Quran


Mewarnai

A
A

B
B

c. Kegiatan Pengembangan Diri


Dalam rangka memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan
minat setiap peserta didik. Pengembangan diri terdiri atas dua bentuk kegiatan,
yaitu terprogram dan tidak terprogram.
1. Kegiatan pengembangan din secara terprogram dilaksanakan khusus dalam
kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara
individual,

kelompok, dan atau kiasikal melalui

penyelenggaraan

kegiatan sebagai berikut.


Kegiatan
TPQ
Mewarnai

Pelaksanaan
Kelompok A dan Kelompok B
Kelompok A dan Kelompok B

2. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dilaksanakan sebagai


berikut :
Kegiatan
Rutin, yaitu kegiatan yang
dilakukan terjadwal

Contoh
Piket kelas
Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan
Mencuci tangan sebelum makan Bakti
sosial dijadwalkan sekolah
Spontan, adalah kegiatan tidak Memberi dan menjawab salam Meminta
terjadwal dalam kejadian
maaf
khusus.
Berterima kasih
Mengunjungi orang sakit
Membuang sampah pada tempatnya
Menolong orang yang sedang dalam
kesulitan
Melerai pertengkaraan
Keteladanan, adalah kegiatan Performa guru
dalam
Mengambil sampah yang berserakan
bentuk perilaku sehari-hari
Cara berbicara yang sopan Mengucapkan
terima kasih Meminta maaf
Menghargai pendapat orang lain Mentaati
tata tertib
Berpakaian rapi dan bersih Berprilaku
sopan
Berani berkata yang benar Mengakui
kesalahan sendiri
Jenis Pengembangan diri yang ditetapkan di PAUD adalah sebagai berikut:
Jenis Muatan
Taman Pendidikan Quran

Nilai-nilai yang
ditanamkan
Kemandirian
Percaya diri

Strategi
Pembentukan karakter
atau kepribadian

Mewarnai

Pembiasaan
Demokratis
Peduli sosial
Komunikatif
Jujur
Kemandirian
Ketelitian
Keterampilan
Kerapihan
Percaya diri

Pemberian motivasi
Bimbingan karakter

Pembentukan karakter
atau kepribadian
Pemberian motivasi
Bimbingan karakter

d. Pengembangan pendidikan dan budaya karakter bangsa


Pada prinsipnya, pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa
tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi teritegrasi ke dalam mata
pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah. Guru dan sekolah perlu
mengitegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan
karakter bangsa dalam KTSP, silabus dan RPP yang sudah ada. Indikator nilainilai budya dan karakter bangsa ada dua jenis yaitu : (1) indikator sekolah dan
kelas dan (2) indikator untuk mata pelajaran.
Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala
sekolah, guru dan personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan
mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter
bangsa.
orang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu, Perilaku
yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa
bersifat progresif, artinya, prilaku tersebut berkembang semakin komplek antara
satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di atasnya, bahkan dalam jenjang kelas
yang sama. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa lama suatu
prilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan prilaku yang lebih kompleks.
Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan
pendekatan proses belajar aktif dan berpusat pada anak, dilakukan melalui
berbagai kegiatan di kelas, sekolah, dan masyarakat. Di kelas dikembangkan
melalui kegiatan dengan upaya pengkondisian atau perencanaan sejak awal
tahun pelajaran, dan di masukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan
sebagai bagian dan budaya sekolah sehingga peserta didik memiliki kesempatan
untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai budaya dan karakter
bangsa. Di masyarakat dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler dengan
melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta tanah air
dan melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan
kesetiakawanan sosial.

Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan


mengacu pada indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter, melalui
pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di
sekolah, model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat
Biasanya perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan), maupun
memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang
miliknya.
Dari basil pengamatan, catatan anek dotal, tugas, laporan, dan 5eba2ainya
guru dapat memberikan kesimpulan/pertimbangan yang dinyatakan dalam
pernyataan kualitatif sebagai berikut:
BB

: Belum Berkembang (Bila anak melakukannya harus dengan bimbingan


atau dicontohkan oleh guru)

MB : Mulai Berkembang (Bila anak melakukannya harus diingkatkan atau


dibantu oleh guru)
BSH : Berkembang Sesuai Harapan (Bila anak sudah dapat melakukannya
secara mandiri dan konsisten tanpa harus diingkatkan atau dicontohkan
oleh guru)
BSB : Berkembang Sangat Baik (Bila anak sudah dapat melakukannya secara
mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai
kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan)
e. Pengaturan Beban Belajar
Jumlah pertemuan dalam satu minggu = 900 menit setara dengan 30 kali
pertemuan @ 30 menit. Jika menggunakan 5 hari belajar dalam satu minggu,
setiap hari digunakan 180 menit. Jika 6 hari belajar dalam satu minggu berarti
setiap hari digunakan 150 menit.
f.

Perpindahan Kelompok / Mutasi


Perpindahan kelompok atau mutasi ke jenjang berikutnya dilaksanakan
apabila peserta didik telah melaksanakan program pembelajaran selama satu tahun
pembelajaran dan atau dianggap memiliki perkembangan sesuai dengan yang
diharapkan. Bagi siswa dan kelompok A melanjutkan ke kelompok B dan bagi
siswa dan kelompok B melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya yaitu
sekolah dasar.
g. Pedoman Penilaian
Penilaian yang dilaksanakan di TK Aisyiyah Margorejo Metro Selatan
dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui pengamatan dan pencatatan

anekdot. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan sikap anak


dengan cara mengamati tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari secara
terus menerus, sedangkan pencatatan anekdot merupakan sekumpulan catatan
tentang sikap dan perilaku anak dalam situasi tertentu.
Berbagai alat penilaian yang dapat digunakan untuk memperoleh
gambaran perkembangan kemampuan dan perilaku anak, antara lain:
a. Portofolio yaitu penilaian berdasarkan kumpulan hash kerja anak yang
dapat menggambarkan sejauhmana keterampilan anak berkembang.
b. Untuk kerja (performance) merupakan penilaian yang menuntut anak untuk
melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, misalnya praktek
menyanyi, olah raga, memperagakan sesuatu.
c. Penugasan (project) merupakan tugas yang harus dikerjakan anak yang
memenlukan waktu yang relative lama dalam pengerjaannya, misalnya
melakukan percobaan menanam biji
d. Hasil karya (product) merupakan hasil kerja anak setelah melakukan suatu
kegiatan
e. Percakapan dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan
atau penalaran anak mengenai sesuatu hal.

BAGIAN V.
KALENDER PENDIDIKAN
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan diselenggarakan dengan mengikuti
kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan
waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang
mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran
efektif, dan hari libur.
A. Alokasi Waktu
Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada
awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Minggu efektif belajar adalah
jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap
satuan pendidikan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran
setiap minggu untuk seluruh mata pelajaran, termasuk muatan local. Waktu libur
adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran
terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud; Waktu libur dapat berbentuk
jeda tengah, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur
keagamaan, hari libur umum seperti hari-hari besar Nasional, dan hari libur
Khusus (kalender pendidikan terlampir).
B. Penetapan Kalender Pendidikan
Sesuai Peraturan Pemerintah Mentri Pendidikan No:32 th 2013 tentang Nasional
Pendidikan (NSP) Pedoman dan Jumlah Jam Belajar Efektif. Kalender
Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik
selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu
efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
Jumlah Minggu efektif Semester Ganjil : 17 Minggu
Jumlah Minggu efektif Semester Genap : 17 Minggu
Jumlah Minggu efektif dalam 1 tahun

: 34 Minggu

Berikut ini adalah kalender tersebut secara rinci :


Hari
Senin

Upacara

Waktu
07.20 07.45

Selasa
Rabu
Kamis
Jumat

Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Senam Bersama

07.45 11.00
07.20 11.00
07.20 11.00
07.20 11.00
07.20 08.00

Jumat Berseri

08.00 09.00

Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran

09.00 10.000
07.20 10.000

Sabtu

Kegiatan

KALENDER PENDIDIKAN DAN HARI LIBUR SEKOLAH BAGI


PAUD (TK) AISYIYAH MARGOREJO METRO SELATAN
NO
1.

Hari

AGENDA
Pertama Tahun

WAKTU/TANGGAL
Pelajaran 13 Juli 2016

2.
3.

2016/2017
Libur Awal Puasa (Perkiaraan)*)
Menyesuaikan
Libur Hari Raya Idul Fitri 1437 H*) Menyesuaikan

4.

(Perkiaraan)
Libur Semester Ganjil

19

Pelaksanaan UN/US (Perkiraan)**)


Libur Semester Genap

Januari 2017
Menyesuaikan
23 Juni 2016 s.d 8 Juli

5.
6.

2017

Catatan :
*) Dengan memperhatikan pengumuman Pemerintah
**) Ditetapkan oleh Kemdikbud

Des

2016

s.d

KET

BAGIAN VI.
PENUTUP
Dengan telah selesainya penyusunan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) TK Aisyiyah Margorejo Metro Selatan Selatan pada awal tahun pelajaran
2016-2017 maka salah satu pedoman dan acuan dalam kegiatan belajar mengajar
telah dimiliki.
Kami menyadari sepenuhnya penyusunan kurikulum ini masih jauh dan
sempurna namun besar harapan dengan adanya penyusunan KTSP ini dapat
mengembangkan dan meningkatkan Program TK Aisyiyah Margorejo Metro Selatan
Selatan.
Kami Juga sangat mengharapkan dukungan dan berbagai pihak khususnya
guru, karyawan maupun para anak didik serta masyarakat yang diwakilil oleh orang
tua siswa, kami mengucapkan terima kasih, atas bantuan yang sudah diberikan
kepada kami dari berbagai pihak, kepada Pemerintah yang memberi kesempatan pada
kami untuk menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), semoga
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) TK Aisyiyah Margorejo Metro
Selatan mampu menjadi sarana bagi sekolah untuk ikut mencerdaskan anak bangsa.
Amin.

ANALISA
MINGGU DAN HARI EFEKTIF
SEMESTER I KELOMPOK A, B
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bulan
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Jumlah

Minggu
Non
Efektif
Efektif
2
2
5
5
4
5
3
1
24
3

Hari
Efektif

Non Efektif

12
26
26
26
26
19
135

14
1
8
23

ANALISA
MINGGU DAN HARI EFEKTIF
SEMESTER II KELOMPOK A, B
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Jumlah

Minggu
Non
Efektif
Efektif
4
4
5
5
4
3
2
25
2

Hari
Efektif

Non Efektif

26
24
33
27
25
19
154

7
7

Kepala TK Aisyiyah Margorejo

SITI MARHAMAH

TEMA PEMBELAJARAN DAN PELAKSANAAN KBM


TK AISYIYAH MARGOREJO
SEMESTER I KELOMPOK A,B

No
1

TEMA
DIRIKU

ALOKASI
WAKTU
4 Minggu

(Tubuhku, Identitasku,

PELAKSANAAN
BULAN
MINGGU
Juli
4
Agustus

1,2,3

Kesukaanku, Keluargaku,
BINATANG

4 Minggu

Agustus

(Ternak, Unggas, Buas,


LINGKUNGAN

4 Minggu

September
September

1,2,3
4

Oktober

1,2,3

Oktober

(Sayur Mayur, Buah-

November

1,2,3

buahan, Umbi-Umbian,

Desember

(Desaku, Kotaku, Sawah,


4

Pasar)
TUMBUHAN

Toga,Tanaman Hias
JUMLAH

5 Minggu

17 Minggu

17 Minggu

Kepala TK Aisyiyah Margorejo

SITI MARHAMAH

Ket

TEMA PEMBELAJARAN DAN PELAKSANAAN KBM


TK AISYIYAH MARGOREJO
SEMESTER II KELOMPOK A,B

No
1

TEMA
ALAM SEMESTA

ALOKASI
WAKTU
4 Minggu

(Matahari, Angin, Bulan,


2

Bintang)
ALAT KOMUNIKASI

PELAKSANAAN
BULAN
MINGGU
Januari
2,3,4
Februari

Februari

2,3

Maret

3 Minggu

April

2,3,4

3 Minggu

Mei

1,2,3

4 Minggu

Mei

4,

Juni

1,2,3

3 Minggu

(Macam-macam Alat
Komunikasi, Manfaat dan
3

Fungsi,
KENDARAAN
(Kendaran Darat, Kendaraan

Laut, Kendaraan Udara)


NEGARA
(Lembaga Negara, Lagu

Nasional, Pahlawan)
BUDAYAKU
(Pakaian, Makanan,
Budayaku, Permainan
Tradisional,
JUMLAH

17 Minggu

17 Minggu

Kepala TK Aisyiyah Margorejo

SITI MARHAMAH

Ket

TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL


MARGOREJO KECAMATAN METRO SELATAN
Jl. Cemara Margorejo Metro Selatan Kota Metro
KEPUTUSAN KEPALA TK AISYIYAH MARGOREJO
Nomor : 25/TK.ABA/Mgr/2016
KURIKULUM TlNGKAT SATUAN PENDIDIKAN-13
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Menimbang
Meningat

: Bahwa demi kelancaran pelaksanaan kegitan pembelajaran di Tk


Aisyiyah Margorejo pada tahun pelajaran 2016/2017, maka perlu
menetapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan-13 (KTSP-13)
:

1. Pasal 31 Undang Undang Dasar 1945


2. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
4. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 Tentang Pengembangan Anak
Usia Dini Holistik-Integratif.
5. Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional
Pendidikan Anak Usia Dini.
6. Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan
Anak Usia Dini.
7. Hasil Musyawarah dan mufakat antar guru-guru dan kepala Tk Aisyiyah
Margorejo pada tanggal 13 Juli 2015
Memperhatikan

: Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung


Nomor
:
800/1105/III.01/DP.1C/2015,
tentang
Kalender
Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar Efektifdi Sekolah TP.
2016/2017.

Menetapkan

MEMUTUSKAN
Pertama
Kedua

Ketiga
Keempat
Kelima
Keenam
Ketujuh :

: KTSP-13
yang
ditetapkan
ini
Menetapkan
Susunan
Panitia
Pengembangan Kurikulum Tk Aisyiyah Margorejo, TP. 2015/2016
sebagaimana tertera pada lampiran keputusan ini.
: Untuk kelengkapan KTSP-13 setiap guru wajib membuat silabus,
Program Semester, RPPM dan RPPH sesuai dengan kelas/kelompok
yang menjadi tanggung jawab masing-masing dan dilaporkan kepada
kepala sekolah;
: Penyelenggaraan KTSP-13 dan ketercapaian tujuannya menjadi
tanggung jawab seluruh warga sekolah dan dengan dukungan
masyarakat Tk Aisyiyah Margorejo;
: KTSP-13 ini dievaluasi dan dianalisis setiap satu tahun sekali secara
bersama oleh sekolah;
: Keputusan ini disampaikan kepada seluruh warga sekolah dan wali
murid di Tk Aisyiyah Margorejo;
: Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diperbaiki
sebagaimana mestinya.
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di
Pada Tanggal

: Metro
: 13 Juli 2016

Kepala Tk Aisyiyah Margorejo

SITI MARHAMAH
TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL
MARGOREJO KECAMATAN METRO SELATAN
Jl. Cemara Margorejo Metro Selatan Kota Metro
KEPUTUSAN KEPALA TK ASIYIYAH MARGOREJO
Nomor : 25/TK.ABA/Mgr/2016
TENTANG
SUSUNAN TIM PENGEMBANG KURIKULUM
TK AISYIYAH MARGOREJO
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Menimbang

: Bahwa dalam rangka memperlancar pelaksanaan kurikulum


Tingkat Satuan Pendidikan-13 (KTSP-13) di Tk Aisyiyah Margorejo
tahun pelajaran 2016/2017, maka perlu menetapkan Tim
Pengembang KTSP-13 di Tk Aisyiyah Margorejo.

Meningat

1. Pasal 31 Undang Undang Dasar 1945


2. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
4. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 Tentang Pengembangan Anak
Usia Dini Holistik-Integratif.
5. Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional
Pendidikan Anak Usia Dini.
6. Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan
Anak Usia Dini.
7. Hasil Musyawarah dan mufakat antar guru-guru dan kepala Tk Aisyiyah
Margorejo pada tanggal 13 Juli 2015
Memperhatikan

: Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung


Nomor
:
800/1105/III.01/DP.1C/2015,
tentang
Kalender
Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar Efektifdi Sekolah TP.
2016/2017.

Menetapkan

MEMUTUSKAN
Pertama
Kedua
Ketiga
Keempat
Kelima

: Mengangkat personalia tim pengembang kurikulum Tk Aisyiyah


Margorejo, TP. 2016/2017 (lampiran 1);
: Masing-masing guru yang bertugas menjadi tim pengembang agar
dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab;
: Segala biaya yang ditimbulkan oleh anggaran dana terkait di Tk
Aisyiyah Margorejo;
: Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, maka akan dibetulkan
sebagaimana mestinya;
: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di
Pada Tanggal

: Metro
: 13 Juli 2016

Kepala Tk Aisyiyah Margorejo

SITI MARHAMAH
Tembusan disampaikan kepada Yth :
1. Kepala dinas pendidikan kota Metro.
2. Arsip.

Lampiran 1 : SK Kepala
Nomor
Tanggal
Tentang

Tk Aisyiyah Margorejo
: 25/TK.ABA/Mgr/2016
: 13 Juli 2016
: Susunan Tim Pengembang Kurikulum
Tk Aisyiyah Margorejo T.P 2016/2017

No
.
1
2
3
4
5

SITI MARHAMAH
MASNI AMBARWATI, S.Pd
NOVIANI, S.Pd
MULYANAH, S.Pd
SUPRAPTI, S.Pd

ELIS ROSDIANA, S.Pd AUD

Nama

Jabatan
Kepala Sekolah
Guru Kelompok
Guru Kelompok
Guru Kelompok
Guru Kelompok
Pengembang
Kurikulum TK

Ditetapkan di
Pada Tanggal

Ket.
A
A
B
B

: Metro
: 13 Juli 2016

Kepala Tk Aisyiyah Margorejo

SITI MARHAMAH