Anda di halaman 1dari 5

ANOMALI GAYABERAT

Veri Afrional (F1D314029)1


Abstract
In general the method of gravity is a geophysical method that measures variations in gravity
(gravitational) on earth. This method is rarely used in the advanced stages of exploration ore, but good
enough to use to define specific target areas for further surveyed with geophysical methods other
details.
Because the shape of the Earth is not a perfect solid ball, with reliefs uneven, rotate and air
revolution in the solar system, is not homogeneous. Thus the variation of gravity at any point of the
earth's surface will be affected by five factors: latitude, altitude, topography, tidal, and subsurface
density variations. so that in the measurement and interpretation, these factors must be considered
(corrected).
Based on practical work undertaken aim to be able to know the data required to perform the
correction and achieve a correction Complete Bouguer Anomaly desired. In a lab test data processing
time was given three stages of the calculation are: Calculation of gravity measurement data correction
up gobs (Absolute Gravity), Calculation field correction (inner zone) in total, and the calculation of
gravity anomalies until the CBA (Complete Bouguer Anomaly).
Keywords: gravity method, corrections, absolute gravity, complete Bouguer anomaly

Sari
Secara umum metoda gaya berat merupakan metoda geofisika yang mengukur variasi gaya berat
(gravitational) di bumi. Metoda ini jarang digunakan pada tahapan lanjut eksplorasi bijih, namun
cukup baik digunakan untuk mendefinisikan daerah target spesifik untuk selanjutnya disurvei dengan
metoda-metoda geofisika lain yang lebih detil.
Karena bentuk bumi bukan merupakan bola pejal yang sempurna, dengan relif yang tidak rata,
berotasi serta ber revolusi dalam sistem matahari, tidak homogen. Dengan demikian variasi gayaberat
di setiap titik permukaan bumi akan dipengaruhi oleh 5 faktor, yaitu lintang, ketinggian, topografi,
pasang surut, dan variasi densitas bawah permukaan. sehingga dalam pengukuran dan interpretasi,
faktor-faktor tersebut harus diperhatikan (dikoreksi).
Berdasarkan praktikum yang dilakukan bertujuan untuk dapat mengetahui data-data yang
dibutuhkan dalam melakukan koreksi tersebut dan mencapai suatu koreksi Complete Bouguer Anomaly
yang diinginkan. Dalam uji pengolahan data praktikum kali ini diberikan 3 tahapan perhitungan
yaitu : Perhitungan koreksi data pengukuran gayaberat sampai Gobs (Absolute Gravity), Perhitungan
koreksi medan (inner zone) total, dan Perhitungan anomali gayaberat sampai CBA (Complete
Bouguer Anomaly).
Kata kunci:metode gayaberat, koreksi, absolute gravity, complete bouguer anomaly
1)

Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Jambi. Email: veri.afrional@yahoo.co.id

I. PENDAHULUAN
Metode gayaberat merupakan
suatu metode eksplorasi geofisika
berdasarkan anomali medan gayaberat
bumiyang diakibatkan adanya variasi
rapat massa batuan ke arah lateral
maupun vertikal di bawah titik ukur.
Gayaberat di permukaan bumi
menunjukkan besarnya tarikan benda
anomali di bawah permukaan dengan
arah ke pusat bumi dan merupakan

turunan dari gaya yang dihasilkan


melalui hukum Newton.
Satuan gayaberat dalam satuan
internasional (SI) adalah meter/det2
Pengukuran percepatan gayaberat
pertama dilakukan oleh Galileo dalam
eksperimannya di Pisa, sehingga untuk
menghormati Galileo satuan dalam
survei gayaberat digunakan satuan Gal.
Harga pengukuran gaya berat di
permukaan bumi dipengaruhi 5 faktor.

Sedangkan dalam melakukan


survei gaya berat diharapkan satu
faktor saja yaitu variasi densitas bawah
permukaan, sehingga pengaruh 4
faktor lainnya (lintang, ketinggian,
topografi,
pasang
surut)
harus
direduksi atau dihilangkan dari harga
pembacaan alat. Anomali gaya berat
sangat berperan penting untuk
mengetahui data-data yang dibutuhkan
untuk melakukan koreksi data gaya
berat dan magnetic yang akan
digunakan juga untuk menghitung nilai
CBA (Complete Bouguer Anomaly).

perencanaan langkah - langkah


eksplorasi baik minyak maupun
mineral lainnya. Untuk menggunakan
metode ini dibutuhkan minimal dua
alat gravitasi, alat gravitasi yang
pertama berada di base sebagai alat
yang digunakan untuk mengukur
pasang surut gravitasi, alat yang kedua
dibawa pergi ke setiap titik pada
stasiun 17 mencatat perubahan
gravitasi yang ada. Biasanya dalam
pengerjaan pengukuran gravitasi ini,
dilakukan secara looping (kearey,
2002).

II. TEORI DASAR

Adapun Koreksi dalam metode


gaya berat adalah sebagai berikut:
1. Koreksi tide, koreksi ini dilakukan
untuk menghilangkan pengaruh
gravitasi benda-benda di luar bumi
seperti bulan dan matahari, yang
berubah terhadap lintang dan
waktu.

Anomali gayaberat adalah


adanya perbedaan hasil gayaberat
observasi pada periode pertama dengan
periode
berikutnya.
Perubahan
gayaberat observasi dapat disebabkan
oleh adanya dinamika di sekitar titik
pengamatan,
seperti
perubahan
kedalaman muka air tanah dan
amblesantanah. Metode gayaberat
prinsip dasarnya adalah mendeteksi
perubahan rapat massa dan jarak
(Sundararajan & Brahmam, 1998),
dapat digunakan untuk mendeteksi
amblesan tanah. Semakin 7 besar
amblesan yang terjadi maka respon
gayaberat yang teramati akan semakin
besar dan sebaliknya semakin kecil
amblesan yang terjadi maka semakin
kecil pula respon gayaberat yang
terukur.
Metode
gayaberat
untuk
pemantauan dikenal dengan metode
gayaberat antar waktu merupakan
pengembangan dari metode gayaberat
dengan dimensi keempatnya adalah
waktu. Prinsip pada metode ini
mempunyai
kemampuan
dalam
membedakan rapat massa suatu
material
terhadap
lingkungan
sekitarnya. Dengan demikian struktur
bawah permukaan dapat diketahui.
Pengetahuan tentang struktur bawah
permukaan
ini
penting
untuk

2. Koreksi driff, koreksi apungan


akibat
adanya
perbedaan
pembacaan gayaberat dari stasiun
yang sama pada waktu yang
berbeda, yang disebabkan karena
adanya guncangan pegas alat
gravimeter
selama
proses
transportasi dari suatu stasiun ke
stasiun
lainnya.
Untuk
menghilangkan efek ini, akuisisi
data gayaberat didesain dalam
suatu rangkaian tertutup (loop),
sehingga besar penyimpangan
tersebut dapat diketahui dan
diasumsikan linier pada selang
waktu tertentu. Koreksi drift pada
masing-masing titik stasiun adalah:

3. Koreksi lintang, dilakukan karena


bentuk
bumi
yang
tidak
sepenuhnya
bulat
sempurna,
sehingga terdapat perbedaan antara

jari-jari bumi di kutub dengan di


daerah katulistiwa sebesar 21 km.
Dengan demikian nilai gayaberat di
kutub
akan
lebih
besar
dibandingkan nilai gayaberat di
katulistiwa. Secara umum gravitasi
terkoreksi lintang dapat ditulis
sebagai berikut :
4. Koreksi ini dilakukan untuk
menghilangkan efek topografi atau
efek
ketinggian
yang
mempengaruhi nilai pembacaan
nilai
gayaberat
tanpa
memperhatikan efek dari massa
batuan. Dengan kata lain koreksi
udara bebas merupakan perbedaan
gayaberat yang diukur pada mean
sea level (geoid) dengan gayaberat
yang diukur pada ketinggian h
meter dengan tidak ada batuan
diantaranya.
5. Koreksi bouger merupakan koreksi
ketinggian yang memperhitungkan
adanya efek dari massa batuan
yang berada di antara bidang datum
(geoid) dan titik amat dengan
asumsi memiliki jari-jari tak
terhingga dengan tebal h (meter)
dan densitas (gr/cm3). Sehingga
koreksi ini dapat ditulis sebagai
berikut:

Anomali gaya berat setelah


diaplikasikan koreksi udara bebas
dan koreksi Bouguer yaitu :

6. Koreksi medan mengakomodir


ketidak teraturan pada topografi
sekitar titik pengukuran. Pada saat
pengukuran, elevasi topografi di
sekitar titik pengukuran, biasanya
dalam radius dalam dan luar,
diukur
elevasinya.
Sehingga

koreksi ini dapat ditulis sebagai


berikut :

Sehingga pada akhirnya akan


dicapai Complete Bouguer Anomaly
dengan persamaan yaitu CBA = FAA BC + TC total.
III. METODOLOGI
Pada praktikum kali ini dilakukan
dengan beberapa tahapan yang dapat
dilihat pada Gambar berikut ini :

Gambar 1. Perhitungan koreksi data


pengukuran gayaberat sampai Gobs
(Absolute Gravity).

(Terlampir)

IV. ANALISIS

V. KESIMPULAN

Gambar 2. Perhitungan koreksi medan


(inner zone) total.

Adapun kesimpulan yang dapat


ditarik setelah melakukan praktikum
kali ini adalah :
1. Adapun Data-data yang dibutuhkan
untuk melakukan koreksi data
gayaberat dan magnetic yaitu
latitute , longitude , waktu dan
inner biasanya dalam perhitungan
banyak parameter yang telah
diketahuin
sehingga
dapat
menghitung
semua
koreksi
berdasarkan persamaan yang telah
ada tersebut.
2. CBA atau biasa dikenal dengan
Complete Bouguer Anomaly dapat
ditentukan dengan menggunakan
persamaan :
CBA = FAA - BC + TC total
DAFTAR PUSTAKA
1

Gambar 3. Perhitungan anomali


gayaberat sampai CBA (Complete
Bouguer Anomaly).

IV. HASIL DAN PENGOLAHAN


DATA

3
4

Joni.pranata.2013.analisis anomali
gaya berat.blogsport.com (diakses
pada tanggal 03 Oktober 2016).
Telford, M.W., Geldart, L.P.,
Sheriff, R.E., dan Keys, D.A.,
1990,
Applied
Geophysics,
Cambridge Univ Press
Rizka, 2016. Modul Praktikum
GravMag.universitas Jambi
Wikipedia.2016.10.03.metodegravity.html (diakses pada tanggal
03 Oktober 2016.

Anda mungkin juga menyukai