Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MAKALAH MATA KULIAH REKAYASA NILAI

Penerapan Value Engineering dalam Proyek Konstruksi


Application of Value Engineering in Construction Projects

Disusun Oleh :
Aryo Bimantoro
21010113120115

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
SEPTEMBER 2016
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PROYEK KONSTRUKSI DI
INDONESIA

Aryo Bimantoro
Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedharto SH. Tembalang Semarang 50275
Email : aryobimantoro21@gmail.com

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang Masalah


Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi bangunan atau struktur lainnya
diperlukan biaya agar proyek tersebut dapat berjalan. Sebelum pemilik proyek
memutuskan untuk menindaklanjuti proyek ke tahap desain dan konstruksi,
anggaran biaya perlu untuk dipersiapkan terlebih dahulu. Anggaran biaya ini
sering sekali menjadi kendala karena merupakan batas jumlah uang yang harus
dibelanjakan untuk melaksanakan suatu proyek konstruksi.Namun, setiap orang
tentunya pasti tertarik untuk menghemat biaya dan setiap orang berusaha mencari
suatu investasi yang dapat menghasilkan pengembalian investasi yang sebesar
besarnya. (Soeharto,1997)
Oleh karena itu,

diperlukan

suatu

usaha

yang

diterapkan

agar

meminimaisasi pengeluaran biaya yang tidak efisien di sutu proyek. Usaha


penghematan biaya pada suatu proyek konstruksi dapat dilakukan dengan metode
Value Engineering. Value Engineering atau rekayasa nilai adalah suatu teknik
manajemen

yang

menggunakan

pendekatan

sistematik

untuk

mencari

keseimbangan fungsional antara biaya, keandalan dan kinerja suatu produk atau
proyek.
Dasar pemikiran yang mendasari perlunya penerapan rekayasa nilai adalah
bahwa dalam setiap proyek konstruksi selalu terdapat biaya biaya yang tidak
diperlukan. Biaya tersebut kadang tidak terlihat atau disadari oleh pemilik,
perencana, maupun pelaksana kegiatan. Untuk itu, bukan tidak mungkin guna
melakukan analisis yang sempurna untuk semua detail perencanaan yang begitu
banyak dari suatu proyek untuk mencapai keseimbangan fungsional yang terbaik
antara biaya, penampilan, serta kualitas dengan menerapkan metode ini.
1.2.

Rumusan Masalah

Page 1 of 10

Berdasarkan dengan latar belakang diatas, maka penulis mencoba untuk


memebahas masalah seputar penerapan rekayasa nilai terdahap proyek konstruksi
dengan rumusan permasalahan :
1. Apa itu Value Engineering atau rekayasa nilai ?
2. Bagaimana penerapan rekayasa nilai terhadap suatu proyek konstruksi di
Indonesia khususnya ?
3. Apa perbedaan proyek jika menggunakan metode rekayasa nilai dengan
tidak menerapkan metode tersebut ?
1.3.

Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah
1. Memahami pengertian Value Engineering atau rekayasa nilai
2. Mengetahui bagaimana pernerapan Value Engineering terhadap suatu
proyek konstruksi di Indonesia khususnya
3. Mengetahui perbedaan proyek jika menggunakan metode rekayasa nilai
dengan tidak menggunkan metode tersebut

1.4.

Batasan Masalah
Ruang lingkup masalah dalam dunia konstruksi sangatlah luas jika kita
melihat di seluruh dunia. Untuk itu , penulis hanya akan melakukan pembahasan
penerapan metode rekayasa nilai atau Value Engineering pada proyek konstruksi
yang ada di Indonesia khususnya. Bagaimana penerapan serta keunggulan dan
kekurangan penggunaan metode ini bila diterapakan serta bagaimana peran dan
alur dalam sistem metode rekayasa nilai dalam proyek.

BAB II
PEMBAHASAN TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Rekayasa Nilai atau Value Engineering
Definisi Value Engineering menurut wikipedia adalah metoda yang
sistematis untuk meningkatkan nilai dari jasa dan produk atau barang barang
dengan menggunkan suatu pengujian dari fungsi.
Sedangkan Value Engineering menurut beberapa ahli dan sumber terkait
adalah sebagai berikut:
1. Value Engineering adalah usaha yang terorganisasi secara sistematis dan
mengaplikasikan suatu teknik yang telah diakui, yaitu teknik

Page 2 of 10

mengidentifikasikan fungsi produk atau jasayang bertujuan memenuhi


fungsi yang diperlukan dengan harga terendah ( paling ekonomis ).
( Imam Soeharto, 199 yang dikutip dari Society Of American Value
Engineers).
2. Value Engineering adalah sistematis atas desain enngineering suatu
proyek untuk mendapatkan nilai yang paling tinggi bagi setiap biaya
yang dikeluarkan. Selanjutnya rekayasa Nilai mengkaji dan memikirkan
berbagai komponen kegiatan seperti pengagaan, pabrikasi, dan
konstruksi serta kegiatan lain dalam kaitannya antara biaya terhadap
fungsinya, dengan tujuan mendapatkan penurunan biaya proyek secara
keseluruhan. ( E.R. Fisk,1982)
3. Value Engineering adalah

sebuah

teknik

dalam

manajemen

menggunakan pendekatan sistematis untuk mencari keseimbangan


fungsi terbaik antara biaya, keandalan dan kinerja sebuah proyek. (
DellIsola ).
4. Value Engineering adalah penerapan sistematis dari sejumlah teknik
untuk mengidentifikasi fungsi fungsi suatu benda dan jasa dengan
memberi nilai terhadap masing masing fungsi yang ada serta
mengembangkan sejumlah alternatif yang memungkinkan tercapainya
fungsi tersebut dengan total biaya minim. ( Heller 1971 dan Hutabrat
1995 )
2.2. Konsep dari Value Engineering
Menurut standar SAVE (2007), Nilai ( value ) adalah sebuah
pernyataan hubungan antara fungsi fungsi dan sumber daya. Secara umum
nilai ( value ) digambarkan melalui hubungan sebagai berikut (Priyanto,2010) :
Dimana fungsi diukur dalam kinerja yang dipersyaratkan oleh pelanggan.
Sedangkan sumber daya diukur dalam jumlah material, tenaga kerja, harga,
waktu, dan nilai nilai yang diperlukan untuk menyelesaikan fungsi tersebut.
Sementara itu, menurut Dell Isola ( 1997 ) ada tiga elemen dasar yang
diperlukan untuk mengukur sebuah nilai ( Value ) yaitu fungsi ( Function ),
Kualitas (Quality), dan biaya (Cost). Tiga elemennini dapar diinerpresentasikan
melalui hubungan sebgai berikut :
Function+Quality
Value =
Cost
Dimana :
Function = Pekerjaan tertentu yang sebuah desain / item harus dilakukan

Page 3 of 10

Quality = Kebutuhan, keinginan, dan harapan pemilik atau pengguna jasa


Cost
= Biaya siklus hidup dari sebuah produk/proyek
Konsep lain datang dari Carlos Fallon dalam buku Mohd. Mazlan Haji
Che Mat (2002) berjudul Value Management : Principle and Aplications :
Worth
Value =
Cost
Dimana :
Worth

= Biaya yang paling minimum untuk menyediakan fungsi yang


diperlukan

dan

kinerja

yang

dipersyaratkan

dengan

cara

membandingkan biaya dari unit unit yang memiliki fungsi yang


sama
Cost

= Biayasiklus hidup dari produk / proyek

2.3. Penerapan Value Engineering dalam Proyek Konstruksi di Indonesia


Dalam proyek konstruksi di Indonesia yang dituntut dalam pengelolaan
sumber modal yang paling efisien, tentunya metode rekayasa nilai ini dapat
menjadi solusi guna memberikan nilai proyek yang paling efektif dan
menguntungkan bagi pengguna jasa atau owner.
Dalam penggunaan metode ini, tentunya dibutuhkan adanya metodologi
atau alur dalam penerapan di suatu proyek.Metodologi ini digunakan untuk
memberikan alur yang urut dalam penerapan metode ini yang nantinya
memberikan penjelasan secara rinci dalam tiap tahapannya.
2.3.1. Metodologi Baku Value Engineering
Metodologi baku untuk melakukan kajian Value Engineering
menrut SAVE 2007 dibagi menjadi 3 tingkat yaitu :

Page 4 of 10

Gambar 1.1. Metodologi Value Engineering menurut SAVE 2007


1. Pre-Workshop Activities
Tahap ini bertujuan dalam perencanaan dan pengaturan
studi nilai dalam proses persiapan suatu proyek.
Aktivitas yang dilakukan pada tahap ini adalah :
- Mendapatkan data dan informasi proyek
- Mengidentifikasi dan memprioritaskan strategi masalah yang
-

sedang diperhatikan
Mendistribusikan informasi ke anggota tim untuk direview
Mengembangkan diagram dan model informasi tentang proyek
Menentukan tanggal, waktu, lokasi penyelidikan dan logika

lain yang diperlukan


- Mereview biaya proyek
2. Workshop (Job Plan) Activities
Workshop (Job Plan ) activities ini terdiri dari 6 tahap
utama, antara lain:
1. Tahap informasi
Dalam tahap ini dilakukan beberapa aktivitas yang intinya
adalah mendapatkan bahan atau informasi pendukung lainnya
yang dibutuhkan dalam pemberian alternatif nantinya.
2. Tahap Analisis Fungsi
Merupakan tahap yang penting dalam rekayasa nilai karena
analisis

fungsi

ini

akan

membedakan

metode

Value

Engineering dengan metode lainnya.


3. Tahap Kreatif
Page 5 of 10

Dalam fase ini dapat berupa pengembangan sebuah ide ide


yang berhubungan dengan cara kerja suatu metode untuk
kinerja suatu fungsi.
4. Tahap Evaluasi
Merupakan tahap diamana dilakukan penyortiran ide ide
dengan mengidentifikasi manfaat, kekurangan, kelebihan suatu
ide dengan ide yang lain bila diterapkan dalam pelaksanaan
proyek.
5. Tahap Pengembangan
Fase ini merupakan analisis lanjutan dan mengembangkan ide
yang menjadi alternatif pilihan dengan memperhitungkan
value dari tiap ide tersebut.
6. Tahap Presentasi
Tahap ini berupa presentasi atau laporan secara tertulis
terhadap pihak pihak yang nantinya terlibat dalam
pelaksanaan proyek.
3. Post-Workshop Activities
Dalam tahap ini terdiri dari dua aktifitas yaitu :
a. Kegiatan pelaksanaan
Yaitu memastikan alternatif yang diterima dan manfaat yang
diproyeksikan rekayasa nilai telah direalisasikan.
b. Kegiatan Value Study Follow Up
Fase ini merupakan Follow Up pada pelaksanaan hasil Value
Study dan memperbaiki aplikasi dari metodologi nilai untuk
studi di masa mendatang.
2.3.2. Contoh penerapan Value Engineering dalam Proyek
Dalam pembahasan ini penulis mengambil contoh proyek
pembangunan gedung BPKP Yogyakarta yang dikutip dari jurnal ilmiah
semesta teknika yang dijelaskan dalam bab kesimpulan yaitu :
1. Item pekerjaan pada bagian struktur yang strategis untuk dikaji
adalah pekerjaan pelat lantai 3 tebal 12 cm, pelat lantai 2 tebal
12 cm, pelat lantai atap tebal 12 cm yang terdapat pada analisis
fungsional.
2. Alternatif alteratif yang dihasilkan dari item pekerjaan
struktur adalah menggunakan material kayu sengon bekisting

Page 6 of 10

dan menggunakan pasir kulon progo yang terdapat dalam tahap


pengembangan.
3. Perincian biaya awal Rp. 4.079.166.944,17 dan setelah
dilakukan usaha penghematan biaya dengan metode Value
Engineering

menjadi Rp. 3.976.045.717,41 ,yaitu besarnya

penghematan biaya yang terjadi adalah Rp. 103.121.276,76


atau 2,53 %.
4. Metode rekayasa nilai ini sangat efektif bila diterapkan dalam
usaha penghematan biaya pada proyek suatu konstruksi karena
dapat menghasilkan alternatif alternatif komponen dari item
item pekerjaan yang dikaji, sehingga biaya dapat digunakan
secara optimal dan efisien.

2.4. Perbedaan Proyek yang menggunakan metode VE dengan tidak


Perbedaan proyek jika menerapkan metode value engineering dengan tidak
menerapkan metode tersebut akan dijelaskan dengan menggunakan bentuk
tabulasi sebagai berikut :
No
1.

Perbedaan
Biaya

Menggunakan VE
Tidak menggunakan VE
Terdapat penghematan Tidak
terdapat
biaya yang signifikan penghematan biaya dalam
antara biaya awal yang pelaksanaan
diperkirakan

proyek

dengan karena sebelumnya tidak

biaya pelakasanaan saat ada proses analisa ide


proses

pelaksanaan ide

proyek.
2.

dapat

menguntungkan dari sisi


biaya.
beberapa Tidak

Alternatif komponen Terdapat


pekerjaan

yang

ada

alternatif

alternatif alternatif pekerjaan, hanya sesuai


pekerjaan

yang dengan

rencana

awal

nantinya akan dipilah sehingga kurang efektif


mana

yang

paling

optimum manfaatnya
Page 7 of 10

3.

Waktu

Lebih efisien dari segi Kurang


waktu

karena

ada

kontrol

sudah terhadap waktu proyek

dipertimbangkan dalam
4.

Kelebihan
kekurangan

tahap evaluasi
dan Lebih rumit

dalam Lebih

sederhana

menerapkan metode VE prosesnya

dibandingkan

karena

menggunakan

terdapat dengan

beberapa tahapan yang metode VE karena tidak


harus dilaksanakan

terlalu

Menghasilkan

masalah

diperhatikan
optimasi

jenis

keuntungan

yang pekerjaan,alternatif

yang

optimum

bagi harus diputuskan untuk

pengguna jasa

penghematan biaya

BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
1. Value Engineering adalah penerapan sistematis dari sejumlah teknik untuk
mengidentifikasi fungsi fungsi suatu benda dan jasa dengan memberi nilai
terhadap masing masing fungsi yang ada sehingga para pengguna jasa
dapat menghemat biaya proyek yang dibutuhkan.
Worth
2. Value =
, dimana dapat disimpulkan bahwa tujuan dari value
Cost
engineering adalah membandingkan biaya paling optimum dengan
menampilkan alternatif pekerjaan yang dipilih dengan biaya proyek yang ada
pada waktu awal perencanaan
3. Metode Value Engineering saat ini sudah banyak diterapkan di Indonesia,
karena dapat menghemat biaya pelaksanaan proyek konstruksi yang

meruapakan hal yang menguntungkan bagi pengguna jasa


3.2.Saran
1. Diharapkan setiap proyek yang ada di Indonesia sudah menerapkan metode
ini, karen metode ini sangat menuntut ketelitian dalam pemilhan alternatif
alternatif komponen pekerjaan yang nantinya akan menghemat biaya
pengeluaran.
Page 8 of 10

2. Lebih banyak praktisi di dunia sipil yang memperhatikan metode ini, bukan
mengabaikannya dan hanya menjalankan proyek seolah olah tidak ada hal
yang merugikan bagi semua pihak terkait yang kadang tidak terlihat
3.3.Manfaat Penulisan
Diharapkan dengan tulisan makalah tinjauan pustaka mengenai penerapan value
engineering di dalam proyek konstruksi dapat dijadikan tambahan ilmu dan
wawasan bagi masyarakat secara umum dan praktisi sipil khususnya.Tak lupa,
penulis memohon maaf apabila dalam penulisan makalah masih banyak
kekurangan dan salah salah kata. Semoga kedepannya dapat disempuranakan
dengan lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
[1] http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20289107-S875-Penerapan%20value.pdf
[2] http://e-journal.uajy.ac.id/446/1/0MTS01363.pdf
[3] http://ft.uajy.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/078K.pdf
[4]http://ac.els-cdn.com/S1878029616300603/1-s2.0-S1878029616300603-main.pdf?
_tid=56affa72-7b06-11e6-b08600000aab0f6c&acdnat=1473917963_cb93ee4e9c944791b2bad949d213b515

Page 9 of 10