Anda di halaman 1dari 10

TEKNIK PENGUKURAN

PERCOBAAN PENGUKURAN MENGGUNAKAN


OSCILLOSCOPE

Disusun Oleh :
IZZAM AL GIFARY
NIM.1531120118
D3 TL 2F

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
SEPTEMBER 2016

OSCILLOSCOPE
1. Tujuan Percobaan
1. Melihat bentuk gelombang tegangan
2. Mengukur besar tegangan bolak balik dengan tegangan searah
3. Mengukur frekuensi
4. Mengukur beda fasa dengan metode simultan dan lissajaous
2. Teori Dasar
Oscilloscope adalah alat ukur listrik yang menunjukkan besaran tegangan
maksimunya, berbeda dengan alat ukur listrik lainya (alat ukur analog dan digital)
yang mengukur besaran efektif untuk tegangan bolak balik. Dari besaran terukur
sesungguhnya dapat dihitung tegangan efektif dan frekuensinya. Untuk melihat
bentuk gelombang tegangan listrik diperlukan oscilloscope satu saliran (chanel), jika
diperlukan melihat jj2 bentuk gelombang tegangan listrik sekaligus diperlukan
oscillscope 2 chanel.
3. Alat dan Bahan Percobaan
1. Oscilloscope
2. Probe
3. Trafo 220 V / 6 V
4. Baterai 9 V
5. Resistor 10k, 100
6. Protoboard
7. Kabel

: 1 buah
: 1 buah
: 1 buah
: 1 buah
: @ 1 buah
: 1 buah
: secukupnya

4. Rangkaian Percobaan

9V

220 V

6V

R
Gambar 1 (a)

Gambar 1 (b)
5. Langkah Percobaan
1. Persiapakan alat dan bahan percobaan dan periksa semua fungsi masing masing
serta pastikan dalam keadaan baik.
2. Operasikan oscilloscope dengan menombol saklar ON, maka akan tampak garis
sinar mendatar pada layar oscilloscope.
3. Apabila garis sinar belum tampak, lakukan beberapa hal sebagai berikut : periksa
intensitas mungkin terlamapau kecil maka putar agar keluar sinar, atau Y potition
terlampau ke kanan atau ke kiri sehingga garis sinar terlampau ke atas atau ke
bawah.
4. Sebelum menggunakan oscilloscope untuk mengukur tegangan, lakukan kalibrasi
terlebih dahulu dengan cara memasang probe pada chanel 1 atau chanel 2.
Perhatikan besarnya tegangan kalibrasi.
5. Untuk pengukuran tegangan DC, buatlah rangkaian percobaan 1 (a).
6. Ukurlah besarnya tegangan keluaran baterai tanpa beban, masukan pengukuran
pada tabel 1.
7. Selanjutnya hubungkan resistor R sebagai beban baterai dan ukur tegangan
keluaran baterai.
8. Untuk pengukuran tegangan AC, buatlah rangkaian percobaan 1 (b).
9. Ukurlah besarnya tegangan maksimum keluaran trafo tanpa beban, hitung
besarnya tegangan efektifnya dan masukkan hasil pengukuran pada tabel 2.
10. Selanjutnya hubungkan resistot R sebagai beban trafo dan ukur tegangan keluaran
trafo.
11. Ukurlah frekuensi keluaran trafo, masukkan dalam tabel 2.
12. Gambarkan bentuk gelombang tegangan pada percobaab 1 (a) dan 1 (b).
13. Setelah selesai, kembalikan semua peralatan ke laboran.
6. Data Percobaan
Tabel 1. Data Pengukuran Tegangan DC
R ()

Tegangan Tanpa

Tegangan

Beban (V)
9
-

Berbeban (V)
8
7,5

10k
100
Perhitungan:
V Tanpa Beban
o Time / Div
o V / Div: 5 V
o Div Y
o Volt
V 100

: 0,1 ms
: 1,8
:9

I (mA)
0,8
75

Keterangan

o Time / Div
o V / Div: 5 V
o Div Y
o Volt
V 10 K
o Time / Div
o V / Div: 5 V
o Div Y
o Volt

: 0,1 ms
: 1,3
: 7,5
: 0,1 ms
: 1,6
:8

Tabel 2. Data Pengukuran Tegangan AC


Tegangan Tanpa

Tegangan

R ()

Beban (V)
Berbeban (V)
V maks
V eff
V maks
V eff
8,5
6
10k
8,5
6
100
8
5,6
Perhitungan:
V Tanpa Beban
o V / Div: 5 V
o Div Y
: 3,4
o Volt
: 17 p-p
o V peak
: 8,5
8,5
o V eff
: 2 = 6
o Time / Div
o Div X
o T
o f

V 100
o V / Div: 5 V
o Div Y
o Volt

: 5 ms
:4
: 20ms
1
: 0,02

: 3,2
: 16 p-p

= 50 Hz

Frekuensi

(mA)

(Hz)

0,6
56

50
50
50

Keterangan

o V peak

:8

o V eff

o Time / Div
o Div X
o T

: 5 ms
:4
: 20ms
1
: 0,02

o f

V 10 K
o V / Div: 5 V
o Div Y
o Volt
o V peak
o V eff
o Time / Div
o Div X
o T
o f

8
2

= 5,6

= 50 Hz

: 3,4
: 16 p-p
:8
8
: 2 = 5,6
: 5 ms
:4
: 20ms
1
: 0,02

= 50 Hz

7. Pertanyaan
1. Gambarkan bentuk gelombang tegangan yang tampak pada layar oscillscope
untuk gambar 1 (a) dan 1 (b) !
2. Pada percobaan gambar 1 (a), apakah ada perbedaan tegangan tanpa beban dengan
berbeban ? Beri penjelasan.
3. Pada percobaan gambar 1 (b), apakah ada perbedaan tegangan tanpa beban dengan
berbeban ? Beri penjelasan.
4. Berapa besar frekuensi yang dapat diukur oleh oscilloscope anda pakai?

8. Jawaban Pertanyaan
1. Gambar gelombang tegangan pada layar oscilloscope.

Gambar 1 (a) Tanpa Beban

Gambar 1 (a) Dengan Beban 100

Gambar 1 (a) Dengan Beban 10k

Gambar 1 (b) Tanpa Beban

Gambar 1 (b) Dengan Beban 100

Gambar 1 (b) Dengan Beban 10k

2. Pada percobaan gambar 1 (a), ada perbedaan besar nilai tegangan tanpa beban dengan
besar nilai tegangan berbeban. Hal ini dapat dilihat pada tabel hasil percobaan 1, yaitu
besar tegangan saat tanpa beban adalah 9 volt, sedangkan saat di bebani 10k adalah
8 volt, dan saat di bebani 100 adalah 7,5 volt. Semakin besar nilai hambatan pada
beban maka semakin besar pula nilai teganganya. Hal ini sesuai dengan persamaan V
= I . R, dimana V adalah tegangan, I adalah arus, dan R adalah hambatan. Dimana
nilai tegangan (V) berbanding lurus dengan nilai hambatan (R).

3. Pada percobaan gambar 1 (b), ada perbedaan besar nilai tegangan tanpa beban dengan
besar nilai tegangan berbeban 100 . Namun, tidak ada perbedaan besar nilai
tegangan tanpa beban dengan besar nilai tegangn berbeban 10k . Hal ini dapat di
lihat pada tabel hasil percobaan 2, yaitu besar tegangn saat tanpa beban adalah 6 volt,
saat di bebani 100 adalah 5.6 volt, dan saat di bebani 10k adalah 6 volt. Semakin
besar nilai hambatan pada beban maka semakin besar pula nilai teganganya. Hal ini
sesuai dengan persamaan V = I . R, dimana V adalah tegangan, I adalah arus, dan R
adalah hambatan. Dimana nilai tegangan (V) berbanding lurus dengan nilai hambatan
(R).

4. Besar frekuensi maksimum yang dapat di ukur oleh oscilloscope yang di gunakan
dalam percobaan ini adalah 20 MHz.

Gambar Alat dan Bahan Percobaan

Oscilloscope

Trafo 220 V / 6 V

Resistor 100 dan 10k

Probe

Baterai 9 V

Protoboard

Kabel penjepit buaya

Kabel Bnana

Anggota Kelompok dalam Percobaan Osciloscope