Anda di halaman 1dari 14

Data uji anova dua arah

n
pekerja minal
o usia
an
beli
1
2
5
30
2
2
5
25
3
2
5
25
4
3
5
26
5
4
4
24
6
2
5
29
7
2
5
30
8
2
2
23
9
4
5
25
1
0
2
5
19
1
1
3
5
27
1
2
3
2
28
1
3
2
5
29
1
4
1
5
28
1
5
2
5
24
1
6
1
1
23
1
7
4
2
29
1
8
1
5
29
1
9
2
5
29
2
0
1
5
30
2
1
2
5
30
2
2
1
5
24
2
3
2
5
28
2
4
1
5
25
2
5
4
2
30
2
6
1
5
23
2
7
2
5
21
2
8
2
2
21

2
9
3
0
3
1
3
2
3
3
3
4
3
5
3
6
3
7
3
8
3
9
4
0
4
1
4
2
4
3
4
4
4
5
4
6
4
7
4
8
4
9
5
0
5
1
5
2
5
3
5
4
5

25

21

28

24

18

29

30

22

22

23

22

21

21

22

21

23

21

19

23

22

20

20

23

24

18

3
2

4
3

18
27

5
5
6
5
7
5
8
5
9
6
0
6
1
6
2
6
3
6
4
6
5
6
6
6
7
6
8
6
9
7
0

24

22

26

25

24

25

23

25

26

22

24

25

28

25

25

Dari tabel diatas , kita bisa menilai rata-rata minat beli mahasiswa dengan usia < 25 tahun
sebesar 23,25, sedangkan minat beli karyawan swasta dengan usia < 25 sebesar 26,1. Dan
totalnya adalah 25,29. Rata-rata minatbeli usia 26 samapai dengan 35 dengan pekerjaan
wiraswasta adalah sebesar 22,82, IRT sebesar 24,00, PNS 21,75, karyawan swasta sebesar
25,53. Dan rata-rata minat beli usia 36- 45 dengan pekerjaan wiraswasta adalah sebesar
23,00, IRT SEBESAR 30,00, PNS sebesar 23,50, dan karyawan swasta adalah sebesar 25,67.
Dan rata-rata minat beli usia >45 dengan pekerjaan wiraswasta adalah sebesar 26,25, PNS
sebesar24,00, Karyawan swasta sebesar 24,78.
Adapun total rata-rata minat beli dengan pekerjaan mahasiswa adalah sebesar 23,25%,
wiraswasta 23,58%, IRT 25,50%, PNS 23,08% dan karyawan swasta sebesar 25,57%.

Dari data diatas dapat dilihat bahwa nilai sig. Adalah sebesar 0,066 > 0,05. Artinya adalah
varian antar group berbeda tetapi tidak signifikan.

Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa :


1. Corrected model: nilai sig adalah sebesar 0,180> 0,05. Artinay pengaruh independen
(usia, pekerjaan dan interaksi usia*pekerjaan ) secara bersama-sama tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli. Dari data diatas dapat disimpulkan
bahwa model tidak valid.
2. Intercep: nilai signifikan pada intercep adalah sebesar 0.000 < 0,05. Artinya adalah
nilai perubahan minat beli tanpa perlu dipengaruhi keberadaan variabel independen
(usia dan pekerjaan), artinya variabel minat beli dapat berubah nilainya tanpa adanya
pengaruh dari variabel independen(usia dan pekerjaan). Jadi intercep signifikan.
3. Usia: nilai sig. Pada usia adalah sebesar 0,197> 0,05. Artinya usia tidak berpengaruh
secara signifikan terhadap minat beli.
4. Pekerjaan: nilai sig pada pekerjaan adalah sebesar 0,176 > 0,05, artinya adalah bahwa
pekerjaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli.
5. Usia*pekerjaan: nilai signifikansi pada usia*pekerjaan adalah sebesar 0,285> 0,05.
Artinya usia*pekerjaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli.

Dari data diatas dapat dilihat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan.

Data manova
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43

penghasil dagin
an
g
ikan
telur
2
10
15
4
1
15
16
4
4
13
20
6
3
12
20
7
3
9
21
3
4
5
30
5
2
8
25
4
1
11
20
7
3
5
15
8
2
7
28
4
4
9
21
6
1
8
19
5
2
6
17
7
2
6
15
5
3
9
22
8
1
7
20
9
4
10
19
6
4
11
16
5
2
6
14
7
3
9
11
8
1
7
10
5
4
5
18
6
2
8
22
7
3
6
13
3
1
9
19
6
3
8
29
7
2
13
26
9
4
12
18
10
1
7
30
4
3
8
26
6
2
5
23
8
4
9
22
9
1
7
18
3
3
6
9
5
3
9
10
8
1
4
21
9
3
7
18
7
2
8
15
6
3
7
14
8
3
9
9
9
2
9
8
6
4
8
23
8
1
6
21
9

44
45
46
47
48
49
50

3
2
3
1
3
4
1

6
9
8
7
9
6
8

26
19
27
30
22
31
22

7
8
9
7
8
9
5

Dari hasil uji diatas dapat dilihat bahwa responden dengan penghasilan < 2,5 juta, ratarata konsumsi daging adalah sebesar 8 dan jumlahnya adalah 12 orang. Penghasilan 2,63,5 juta adalah sebesar 7,92 dan jumlahnya adalah 12 orang, penghasilan 3,6-4,5 juta
adalah sebesar 7,94 dan jumlahnya adalah 16 orang dan penghasilan > 4,6 juta adalah
sebesar 8,12 dan jumlahnya adalah 10 orang.
Sementara rata-rata konsumsi ikan dengan penghasilan < 2,5 juta adalah 20,50 dan
jumlahnya adalah 12 orang, penghasilan 2,6-3,5 juta adalah sebesar 18,92 dan jumlahnya
adalah 12 orang, penghasilan 3,6-4,5 juta adalah 18,25 dan jumlahnya adalah 16 orang
dan penghasilan > 4,6 juta adalah sebesar 21,80 dan jumlahnya adalah 10 orang.
Rata-rata konsumsi telur pada tingkat penghasilan < 2,5 juta adalah 6,08 dan jumlahnya
adalah 12, penghasilan 2,6-3,5 juta adalah 6,25 dan jumlahnya adalah 12 orang,
penghasilan 3,6-4,5 juta adalah 6,94 dan jumlahnya adalah 16 orang dan rata-rata
konsumsi telur dengan tingkat penghasilan > 4,5 juta adalah 7 dengan jumlah sebanyak
10 orang.

Dari hasil uji diatas dapat dilihat bahwa nilai F hitung adalah sebesar 580,703 dan
signifikansi pada kolom intercep adalah 0,000, artinya penghasilan berpengaruh terhadap
tingkat konsumsi.

Dari hasil uji homogenitas ( levenes test) diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi
konsumsi daging adalah sebesar 0,497 > 0,05, konsumsi ikan sebesar 0,250 >0,05 dan
konsumsi telur sebesar 0,708 > 0,05. Artinya semua variabel memiliki varian yang sama.

Dari tabel diatas, dapat kita lihat bahwa signifikansi konsumsi daging adalah sebesar
0,788 > 0,05, dan sig. Konsumsi ikan adalah sebesar 0,465 > 0,05 dan sig. Konsumsi telur
adalah sebesar 0,520 > 0,05. Jadi kesimpulannya adalah :
Penghasilan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah konsumsi daging.
Penghasilan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah konsumsi ikan.
Dan penghasilan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah konsumsi telur.

Karena uji homogenitas menunjukkan bahwa sig. > 0,05, maka yang kita lihat adalah
hasil uji bonferroni. Dari hasil uji diatas dapat dilihat bahwa semua variabel
dependen(daging, ikan, telur) tidak ada tanda bintang. Artinya adalah bahwa tidak ada
perbedaan.

Anova dua arah membandingkan perbedaan rata-rata antara kelompok yang telah dibagi
pada dua variabel independen(factor). Variabel independen pada uji anova dua arah
adalah lebih dari satu, dan variabel dependennya adalah satu variabel.
Uji anova dua arah dilakukan apabila:
1. Sampel berasal dari kelompok yang indevendent
2. Varian antar kelompok harus homogen
3. Nilai residu berdistribusi normal.
Uji manova satu arah dilakukan apabila terdapat 1 variabel indevenden dengan skala
kualitatif dan lebih dari satu variabel dependen dengan skala data kuantitatif dan
berdistribusi normal.