Anda di halaman 1dari 37

AR-3121: SISTEM BANGUNAN & UTILITAS

Pertemuan 6:

SISTEM PENGHAWAAN PADA BANGUNAN


12 Oktober 2009
Dr. Sugeng Triyadi

PENDAHULUAN
Penghawaan pada
bangunan berfungsi
untuk mencapai
kenyamanan
thermal.
Dipengaruhi:

Radiasi matahari
Temperatur udara
Humidity
Angin
Precipatation
Lain-lain (topografi,
vegetasi, udara,
kepadatan
bangunan)

Kenyamanan Thermal Bangunan


Menurut Nielsen
(2002), 4 faktor
membuat
kenyamanan
thermal:
Temperature
(16-30C)
Humidity
(kurang dari
20%)
Radiation
Air movement
(0,1 2 m/s)

Instalasi pengkondisian udara di


dalam bangunan untuk membantu
pengaturan temperatur, angin,
kelembaban, radiasi matahari, dan
sebagainya didalam ruangan guna
mencapai tingkat kenyamanan termal
bagi pemakai ruangan.
Pengkondisian udara juga dapat
disebut sebagai instalasi tata udara
air coditioning (AC)

PERANCANGAN AC

Hal-hal yang perlu


diketahui dalam
perancangan AC
adalah:
1. Mesin atau alat yang
membutuhkan ruang.
2. Jaringan ducting dan
pipa (vertikal maupun
horisontal).
3. Outlet dan inlet: diffuser,
air return, dll.
4. Sistem pendingin: udara,
air.

PERANCANGAN AC
Ruang yang diperlukan untuk
pengkondisian udara:

Ruang untuk mesin (chiller, AHU, cooling tower)


Ruang untuk sirkulasi udara dingin
Ruang untuk sirkulasi udara panas
Ruang untuk sirkulasi udara segar/ luar

SISTEM AC PADA BANGUNAN


1. Sistem AC Window ( Window
Unit)
2. Sistem AC Split (Split System)
3. Sistem AC Paket (Package Unit
System)
4. Sistem AC Sentral (Central
System)

Sistem AC Window (Window Unit )


Adalah sistem AC yang
terpadu, semua bagian,
elemen ataupun
komponen ada dalam
satu kesatuan yang tidak
dipisah-pisah.
Berbentuk satu unit yang
dapat dipasang dimana
saja, satu sisi menghadap
keluar dan satu sisi
menghadap kedalam
ruangan.
Unit AC ini dalam
operasionalnya tinggal
diberikan daya listrik
langsung bekerja.

Keuntungan pemakaian sistem AC Window


Dapat dioperasikan sendiri tanpa
terganggu lainnya, serta bila banyak
jumlahnya masing-masing dapat
dioperasikan sendiri-sendiri.
Pemeliharaan (maintenance) dan reparasi
bila ada kerusakan tidak saling
mengganggu.
Dapat dipindahkan kemana saja
Penambahan dan pengurangan ruang
tidak ada masalah dengan AC Window Unit
(bila ruangan di perbesar maka jumlah AC
ditambah, demikian sebaliknya).

Kerugian pemakaian sistem AC Window


Letak AC harus berada pada dinding luar
bangunan (hal ini bila tidak tepat
meletakkannya dapat mengganggu
tampak bangunan).
Pada AC ini selalu ada pengembunan,
maka saluran drainase, harus dipikirkan
penyalurannya.
Suara yang ditimbulkan bila AC bekerja
cukup berisik.
Ada getaran pada dinding tempat AC
diletakkan.

Letak AC Window
dan sirkulasi
udara dingin

Sistem AC Split (Split System )


Secara prinsip sama dengan sistem AC
Window, perbedaannya yaitu kalau AC
Window merupakan satu kesatuan
sedangkan AC Split seluruh bagian/
komponen dibagi menjadi 2 bagian.

Satu bagian AC Split merupakan gabungan


fungsi evaporator dan katup ekspansi
merupakan bagian AC yang akan diletakkan
pada interior bangunan, yang dalam bahasa
lapangan disebut Fancoil Unit atau Indoor
Unit.
Sedangkan untuk bagian lainnya yaitu
gabungan fungsi kompresor, kondensor, dan
refrigerator, merupakan bagian yang disebut
Condensing Unit atau Outdoor Unit.

Sistem AC Split (Split System )


Fancoil Unit (FCU) dan Condensing Unit (CU)
merupakan 2 unit bagian AC Split yang
terpisah.

Untuk menghubungkan dari masing-masing


menggunakan pipa yang diberi isolasi panas dan
bersifat flexibel (biasanya dipergunakan pipa
karet), pipa ini disebut flexible pipe insulated.
Selain menghubungkan flexible pipe, bisa juga
memakai duct (pipa kotak yang terbuat dari seng,
baja yang dilapis glass wool dan aluminium foil).

Jarak atau panjang pipa penghubung antara


FCU dan CU makin pendek makin baik,
karena akan mengurangi heat lost, maksimum
yang dapat dipakai sebagai patokan adalah
12 m. Lebih dari 12 m akan ada panas/ dingin
yang hilang.

Jenis Fancoil Unit (FCU)


Untuk indoor unit (FCU) yang dipakai
di bangunan-bangunan ada 3 jenis,
yaitu:
Wall Type: Tipe FCU yang dipasang pada
dinding bangunan.
Cassette Type: Tipe FCU yang dipasang
pada langit-langit menghadap ke
bawah.
Column Type: Tipe FCU yang dipasang
pada kolom-kolom bangunan.

Perletakan FCU

Condensing Unit (CU)


Condensing Unit (CU), hanya ada satu macam,
yaitu diletakkan di luar bangunan.
Perletakan CU dapat diletakkan di halaman, teras,
balkon, atap bangunan, dan lain-lain.
CU dalam bekerja harus mudah mendapatkan
udara segar, sehingga tidak boleh diletakkan di
tempat yang tertutup.

Perletakan CU dan FCU pada bangunan

JENIS AC SPLIT
AC Split terbagi atas 2 macam, yaitu:
Single Split, yaitu sistem AC Split yang condensing
unit-nya hanya men-supply Fancoil Unit satu saja.
Multi Split, yaitu sistem AC Split yang Condensing
Unit (CU) satu buah untuk men-supply FCU lebih
dari satu unit (maksimum 4 FCU).

Setelah mengetahui
komponen-komponen
atau CU dan FCU,
persyaratan
perletakannya, maka:
perancang/ arsitek
dapat menyediakan
ruang baik untuk alat
maupun ruang untuk
pipa lewat, yang
tentunya tidak
mengurangi nilai visual
interior atau eksterior
bangunannya.

Kelebihan Sistem AC Split


Satu rangkaian CU dan FCU dapat
dioperasikan sendiri-sendiri tanpa
mengganggu lainnya.
Mudah untuk ditambah dan dikurangi
jumlah unitnya.
Dapat dipindahkan.
Apabila ada unit yang rusak/ mati, unit
lainnya masih dapat dioperasikan, sehingga
kenyamanan dalam ruang masih dipenuhi
walaupun berkurang kualitasnya.
Suara dari FCU tidak berisik.

Kekurangan Sistem AC Split


Perletakan unit outdoor
memerlukan pemikiran
khusus.
Jalur pipa flexible harus
efisien dan rapih.
Masih ada getaran pada
dinding walau relatif kecil.

Sistem AC Paket (Package Unit System)


Secara prinsip sama dengan Split
System, mempunyai outdoor unit
(yaitu condensing unit/ CU) dan
indoor unit (yaitu fancoil unit/ FCU).
Perbedaannya adalah pada flexible
pipe insulated yang diganti dengan
pipa besi diisolasi, serta kalau pada
split system, FCU berfungsi sebagai
penyemprot udara dikondisikan
(udara dingin).

Sistem AC Paket (Package Unit System)


Didalam sistem ini FCU tidak sebagai
penyemprot udara dingin tetapi
sebagai penyalur udara dingin ke
sistem pipa AC (ducting) diteruskan ke
diffuser (penyemprot udara dingin).
Sistem AC ini dipakai untuk ruangruang besar seperti aula, ruang
sidang, auditorium, bioskop, dan lainlain.

Diagram sistem AC Paket pada denah bangunan

Diagram sistem AC Paket pada potongan bangunan

Kelebihan AC Paket
Dalam satu ruangan besar bisa ada CU dan
FCU tidak satu saja, sehingga bila ada unit
yang rusak/ sengaja dimatikan,
kenyamanan masih didapat.
Dapat dipindahkan.
Dapat ditambah dan dikurangi jumlah
unitnya.
Adanya diffuser yang diletakkan pada
langit-langit yang sekalian meratakan
pembagian udara dingin dalam ruangan.

Kekurangan AC Paket
Dibutuhkan tempat peletakan
outdoor unit.
Dibutuhkan tempat peletakan
indoor unit (FCU).
Adanya ducting AC yang
membutuhkan space pada
bagian atas langit-langit.

Sistem AC Sentral (Central System)


AC dengan sistem sentral atau AC
Sentral ini agak berbeda dengan
ketiga sistem AC terdahulu.
Satu sistem AC dipakai untuk seluruh
gedung. Bila ada kerusakan pada
mesin atau peralatan AC maka praktis
seluruh bagian bangunan tidak ada
AC (dimatikan).
AC Sentral ini banyak dipakai pada
bangunan tinggi (bangunan berlantai
banyak).

Sistem AC Sentral (Central System)


Mesin AC hanya ada satu untuk seluruh
bangunan.
Untuk bangunan tinggi yang lantainya lebih
dari 20 lantai maka mesin AC nya dapat
lebih dari satu. Sebagai contoh, untuk
bangunan 50 lantai maka bila memakai
satu mesin AC maka dibutuhkan kapasitas
yang sangat besar dan investasinya besar,
selain kerugian kalau terjadi masalah pada
mesin AC maka seluruh bangunan AC-nya
mati.
Untuk mencegah hal tersebut dipergunakan
2 buah mesin AC, setiap 1 mesin melayani
25 lantai.

Sistem AC Sentral (Central System)


Satu mesin AC
untuk melayani
jumlah lantai
tertentu tersebut
dinamakan satu
zone.
Dari beberapa
kasus, atau contoh
yang telah dipakai
pada bangunan
tinggi, satu zone
melayani 20-25
lantai.

Prinsip AC Sentral
Pada prinsipnya semua AC
mempunyai prinsip yang sama, kalau
terjadi perbedaan, hanya pada
pemisahan-pemisahan komponen AC
dan besarannya.
Untuk sistem AC Sentral komponen
kompresor, evaporator, katup
ekspansi, refrigerator dan kondensor
dijadikan satu yang namanya mesin
chiller ditambah pendingin (cooling
tower/ coling pond) dan air handling
unit (AHU) disetiap lantai.

Diagram sistem AC Sentral

Untuk bangunan tinggi yang dimensi massa


bangunannya panjang, maka dapat
dipergunakan mesin AC (chiller) dua buah,
yaitu disisi/ diujung bangunan, hal ini untuk
menghemat energi.

Diagram komponen AC Sentral

Sistem pendingin pada AC Sentral


AC Sentral dengan pendingin udara/ gas
(Air Cooled) secara garis besar sama
dengan pendingin air, tetapi tidak
memerlukan cooling tower atau cooling
pond.
Gas yang habis
dipakai pada AHU
langsung dialirkan
ke mesin chiller.

Ruang-ruang yang dibutuhkan

Ruang yang harus ada untuk


kebutuhan menaruh peralatan
AC Sentral dengan pendingin
air adalah seperti dibawah ini,
tetapi untuk pendingin gas,
tidak dibutuhkan ruang cooling
tower dan water reservoir.
1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Ruang chiller (minimal 50,0 m),


hanya satu, pada lantai tertentu.
Ruang AHU (minimal 12,0 m) ,
pada setiap lantai.
Ruang pompa AC, dekat atau jadi
satu dengan ruang chiller.
Ruang cooling tower, biasanya
diatap bangunan, atau dihalaman.
Ruang water reservoir.
Ruang genset AC.
Ruang shaft AC (lebar minimal 50
cm).
Ruang ducting (tinggi minimal 35
cm) diatas langit-langit.

PUSTAKA
Stein, Benjamin and Reynolds, John S.
(2000), Mechanical and Electrical
Equipment for Buildings: 9th Edition,
Canada: John Wiley & Sons, Inc.
Parlour, R.P. (2000), Building Services, A
Guide to Integrated Design, Engineering for
Architect, 3rd Edition, Integral Publishing,
Australia: Pymble NSW 2073
Rush, Richard D. (1986), Building System
Integration Hand Book, New York: John
Wiley and Sons, Inc.
Nielsen, Holger Koch (2002), A Design Guide
for the Built Environment in Hot Climates,
London: the Cromwell Press