Anda di halaman 1dari 4

TUGAS INDIVIDU PERTANIAN BERLANJUT ASPEK

BUDIDAYA PERTANIAN
Asisten: Sylvie Rahmadita

Lisa Dwi Kurniawati


145040101111203
G

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

1. Bagaimana prinsip carrying capacity dalam memenuhi kebutuhan manusia


untuk aspek Budidaya?
2. Sebutkan dan jelaskan Hubungan serta manfaat recovery dalam bidang
pertanian?
3. Carilah study kasus masalah tentang penurunan kapasitas daya dukung
(diseluruh dunia) kemudian uraikan permasalahan yang ada.
Jawab:
1. Carrying capacity atau daya dukung adalah jumlah maksimum individu
yang dapat didukung atau dilayani oleh sumber daya yang ada di dalam
suatu ekosistem. Dengan kata lain, carrying capacity dapat disebut juga
sebagai kemampuan lingkungan (ekosistem) dalam mendukung kehidupan
semua makhluk yang ada di dalamnya secara berkelanjutan. Daya dukung
dalam hal aspek budidaya tanaman produksi dapat ditinjau dari 3 cara
yaitu pembibitan, pengolahan tanah dan penanaman. Dari segi pembibitan
yang harus diperhatikan adalah mengetahui syarat benih yang baik. Benih
harus bersih dari benda asing serta memiliki daya kecambah minimal 80%.
Sebelum disemai, bibit diberi perlakuan agar pertumbuhan bibit lebih
optimal. Perlakuan sebelum semai tiap jenis tanaman berbeda. Dalam hal
pengolahan tanah, tanah harus digemburkan dan diberi syarat tumbuh
tanaman. Penggemburan tanah dapat dilakukan dengan mencungkil tanah
menggunakan cangkul atau garpu lahan. Sedangkan untuk segi penanaman
yang perlu diperhatikan adalah mengatur jarak tanam tiap benih atau bibit
agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah untuk
disiangi.
2. Pengertian recovery adalah proses mengembalikan kondisi tanah yang
telah rusak pada kondisi semula, sehingga dengan mengetahui recovery
kita akan mendapatkan banyak manfaat diantaranya:
a) Dapat mengetahui bahwa tanah tidak selamanya dapat mendukung
bagi pertumbuhan tanaman, tanah memerlukan waktu istirahat
karena tanah bersifat tidak dapat diperbaharui. Walaupun bisa
diperbaharui akan membutuhkan waktu yang sangat lama.
Sehingga dengan adanya pengetahuan tentang recovery kita
mampu memahami bahwa pemberian input yang berlebih ke tanah

dapat merusak kondisi tanah sehingga perlu waktu yang lama


untuk pemulihan.
b) Mampu mengetahui upaya yang dilakukan untuk tanah yang telah
rusak, baik dilahan kritis maupun lahan pasca bencana.
c) Dengan adanya recovery, dapat mengetahui bahwa pemulihan
kondisi tanah tidak dapat dilakukan oleh alam namun juga
membutuhkan bantuan dari manusia, seperti meminimalisir
pengguaan pupuk anorganik, rotasi tanam, penggunaan pupuk
organik dan lain sebagainya.
d) Mampu meningkatkan kesuburan tanah akibat bertambahnya
organisme dalam tanah, unsur hara tercukupi, dan tanah menjadi
sehat karena berkurangnya input bahan kimia dalam tanah.
e) Dengan menerapkan upaya rotasi tanam maka kita dapat mencegah
terakumulasinya patogen dan hama yang sering menyerang satu
spesies saja. Rotasi tanaman juga meningkatkan kualitas struktur
tanah dan mempertahankan kesuburan dengan melakukan
pergantian antara tanaman berakar dalam dengan tanaman berakar
dangkal.
3. Pertumbuhan perkotaan secara fisik, demografis dan ekonomi yang
berdampak langsung pada penurunan daya dukung lingkungan yang jika
dibiarkan akan mengancam keberlanjutan. Pertumbuhan perkotaan paling
pesat berada dikota metropolitan, juga mengalami penurunan daya dukung
lingkungan, terutama daya dukung lahan terkait penuruanan luasan lahan
pertanian/sawah. Berdasarkan analisis korelasi yang dilakukan, variabel
yang paling berpengaruh terhadap laju luas lahan sawah adalah
peningkatan kepadatan penduduk dan perubahan luas kawasan terbangun.
Dalam kasus ini tingkat urbanisasi yang terjadi di Indonesia menunjukkan
bahwa pada tahun 2010, sekitar setengah penduduk Indonesia tinggal di
kawasan perkotaan. Seiring dengan keniscayaan pertumbuhan perkotaan
yang terjadi, dengan pesatnya alih fungsi lahan pertanian, daya dukung
lahan pangan untuk memasok supply yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan cenderung terus mengalami penurunan. Untuk menekan laju
penurunan lahan pertanian perlu adanya pegendalian pembanguan di

kawasan pertanian yang rentan alih fungsi sehingga kecukupan supply di


kawasan metropolitan dapat dikendalikan.