Anda di halaman 1dari 12

PROGRAM PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR

(P2M)
PELABUHAN SEHAT

OLEH
SARTINI
J1A1 15 207

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah Puji syukur atas Kehadirat Allah SWT atas limpahan
Rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu.
Tugas ini saya susun berdasarkan pelaksanaan tugas yang diberikan oleh Dosen
mata kuliah Program Penanggulangan Penyakit Menular (P2M).
Saya sangat menyadari bahwa di dalam penyusunan tugas ini tidaklah
sempurna, oleh karena itu jika terdapat kesalahan kesalahan di dalamnya saya
mohon maaf sebesar besarnya.
Semoga tugas ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun tugas ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun
membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Kendari,

Penulis

DAFTAR ISI

September 2016

HALAMAN SAMPUL DEPAN.........................................................................i


KATA PENGANTAR.........................................................................................ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..........................................................................................1
B. Rumusan Masalah....................................................................................1
C. Tujuan.......................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.

Pengertian Pelabuhan sehat......................................................................3


Tujuan Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat...............................................4
Langkah langkah mewujudkan pelabuhan sehat...................................5
Kegiatan Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat............................................7

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan...............................................................................................9
B. Saran.........................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan
disekitarnya

dengan

batas-batas

tertentu

sebagai

tempat

kegiatan

pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal


bersandar dan berlabuh, naik turun penumpang maupun bongkar muat barang
yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan
penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda
transportasi.
Pada dasarnya pelayanan yang diberikan oleh pelabuhan adalah
pelayanan terhadap kapal dan pelayanan terhadap muatan (barang dan
penumpang). Secara teorotis sebagai bagian dari mata rantai transportasi laut.
Namun kenyataannya, harus kita akui bahwa memang pelabuhan-pelabuhan
yang ada di Indonesia masih belum dikelola dengan baik. Sebagaimana yang
kita telah ketahui bersama, dusa pertiga wilayah Indonesia berupa perairan.
Ribuan pulau berjajar dari sabang sampai marauke. Sebagai Negara
kepulauan peranan pelabuhan sangat vital dalam perekonomian Indonesia.
Kehadiran pelabuhan yang memadai berperan besar dalam menunjang
mobilitas barang dan manusia di negeri ini.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari pelabuhan sehat?
2. Apakah Tujuan dari Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat?
3. Langkah langkah apa saja yang dilakukan dalam mewujudkan
pelabuhan sehat?
4. Kegiatan apakah yang dilakukan dalam Penyelenggaraan Pelabuhan
Sehat.
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian pelabuhan sehat.

2. Untuk mengetahui dan memahami tujuan dari penyelenggaraan pelabuhan


sehat.
3. Untuk mengetahui dan memahami langkah-langkah yang dilakukan dalam
mewujudkan pelabuhan sehat.
4. Untuk mengetahui dan memahami kegiatan penyelenggaraan pelabuhan
sehat.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pelabuhan Sehat


Pelabuhan adalah pintu masuk utama suatu daerah. setiap hari
dikunjungi banyak orang dengan berbagai permasalahannya baik yang sehat
maupun yang memiliki penyakit tertentu. Beragam jenis suku budaya dan
perilaku mendatangi tempat ini untuk sekedar transit maupun untuk
melakukan perjalanan jauh. Sebagai gerbang masuk, tentu saja sebuah
pelabuhan perlu menjaga resiko yang mungkin muncul oleh pendatangpendatang yang melalui pelabuhan ini. Termasuk resiko yang mungkin
ditimbulkan

karena

pelabuhan

yang

tidak

terjaga

kesehatan

dan

keamanannya.
Pelabuhan adalah sebuah aktifitas laut, sungai atau danau. Untuk
menerima kapal dan

memindahkan barang

kargo maupun penumpang ke

dalamnya. Pelabuhan biasanya memiliki alat-alat yang dirancang khusus


untuk

memuat

dan

membongkar

muatan

kapal-kapal

yang

berlabuh. Crane dan gudang berpendingin juga disediakan oleh pihak


pengelola maupun pihak swasta yang berkepentingan. Sering pula
disekitarnya

dibangun

fasilitas

penunjang

seperti

pengalengan

dan

pemrosesan barang. Peraturan Pemerintah RI No.69 Tahun 2001 mengatur


tentang pelabuhan dan fungsi serta penyelengaraannya.
Selain itu, pelabuhan juga dapat di definisikan sebagai daerah perairan
yang terlindung dari gelombang laut dan di lengkapi dengan fasilitas terminal
meliputi :
a) dermaga, tempat di mana kapal dapat bertambat untuk bongkar muat
barang.
b)

crane, untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat barang.

c) gudang laut (transito), tempat untuk menyimpan muatan dari kapal atau
yang akan di pindah ke kapal.
Sedangkan menurut Triatmodjo, 2009 Pelabuhan juga merupakan
suatu pintu gerbang untuk masuk ke suatu daerah tertentu dan sebagai
prasarana penghubung antar daerah, antar pulau, bahkan antar negara.
Apabila suatu daerah memiliki pelabuhan yang nyaman dan sehat
tentu saja akan membuat pengunjung terasa nyaman berkunjung kewilayah
tersebut dan ini tentu saja akan meningkatkan citra positif suatu daerah.
Beberapa kriteria pelabuhan sehat adalah pelabuhan yang bersih, aman,
nyaman dan sehat untuk komunitas pelabuhan dalam melaksanakan
aktifitasnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pelabuhan sehat adalah adalah
pelabuhan yang memilki kondisi pelabuhan yang dapat memperhatikan
pengelolaan lingkungan yang bersih dan sehat agar dapat mencegah segala
potensi risiko penyebaran penyakit. Dalam aspek kesehatan

masyarakat,

media lingkungan (fisik, kimia, dan biologi) perlu mendapat perhatian dalam
mewujudkan kualitas lingkungan pelabuhan sehat sebagai upaya dalam
mengatasi agen penyebaran penyakit,

media perantara (air, udara,

makan/minuman, vector penyakit, sanpah, limbah dan manusia beserta


perilakunya).
B. Tujuan Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat
Tujuan penyelenggaraan Pelabuhan Sehat adalah:
(a) mewujudkan wilayah Pelabuhan dan Bandar Udara yang tidak
menimbulkan risiko kesehatan masyarakat
(b) mewujudkan kondisi wilayah Pelabuhan yang bersih, aman, nyaman, dan
sehat untuk komunitas Pelabuhan dan Bandar Udara dalam melaksanakan
aktifitasnya.
Pada dasarnya keberhasilan penyelenggaraan kegiatan Pelabuhan
Sehat tergantung dari kegiatan masing-masing instansi dan badan usaha yang
ada di pelabuhan. Kegiatan mengeliminasi faktor risiko kesehatan seperti
dalam penyediaan air minum, pengelolaan air limbah, pengendalian kualitas
4

udara, pencemaran tanah, pengelolaan sampah, pengawasan makanan,


pengendalian vektor dilaksanakan instansi dan badan usaha sesuai dengan
peraturan perundangan yang berlaku.
Dalam proses mewujudkan Pelabuhan Sehat perlu dibentuk forum
yang dimaksudkan untuk:
(a) Menjadi wadah untuk berbagi pengalaman seputar upaya menjadikan
pelabuhan dan bandar udara sehat;
(b) Menjadi wadah berdiskusi tentang masalah, aspirasi masyarakat dan
mencari solusi guna mencapai Pelabuhan sehat;
(c) Menyatukan pemikiran dan langkah semua instansi dan elemen
masyarakat menuju Pelabuhan Sehat.
C. Langkah langkah mewujudkan pelabuhan sehat
a) Membentuk forum pelabuhan sehat
Forum Pelabuhan Sehat beranggotakan berbagai instansi terkait
dan

pelaku

usaha

serta

perwakilan

masyarakat

atau

asosiasi

kemasyarakatan yang ada di Pelabuhan Paotere. Forum bertanggung


jawab kepada Otoritas masing-masing. Apabila di Pelabuhan sudah
mempunyai forum yang mempunyai tujuan dan misi selaras dengan
tujuan Pelabuhan Sehat maka perlu mengoptimalkan forum tersebut.
Forum perlu memiliki nama, tujuan, visi dan misi, serta program yang
dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing untuk mencapai
Pelabuhan Sehat.
b) Promosi, sosialisasi dan advokasi
Promosi Pelabuhan Sehat merupakan upaya untuk memberitahukan
atau menawarkan konsep Pelabuhan Sehat dengan tujuan mengajak
instansi dan masyarakat untuk mengerti dan melaksanakan kegiatan
sesuai kewenangan masing-masing untuk menciptakan Pelabuhan Sehat.
Sosialisasi Pelabuhan Sehat merupakan proses penanaman atau
transfer nilai dan kriteria Pelabuhan Sehat dan Forum Pelabuhan Sehat
kepada instansi lainnya di lingkungan Pelabuhan. Dalam proses
sosialisasi disampaikan peran-peran yang harus dijalankan oleh instasi
lain agar tercipta Pelabuhan Sehat.
Advokasi Pelabuhan Sehat oleh forum dan KKP merupakan upaya
untuk mencapai tujuan Pelabuhan Sehat yang dilakukan secara sistematik

dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesak terjadinya


perubahan kebijakan secara bertahap dan maju, melalui semua saluran
yang ada dan forum yang dibentuk.
c) Koordinasi pelaksanaan
Koordinasi pelaksanaan Pelabuhan Sehat dimaksudkan untuk
memadukan tujuan dan aktivitas dari unit-unit yang ada, supaya tujuan
secara keseluruhan dapat tercapai. Dalam pertemuan koordinasi yang
dilaksanakan forum dapat diperoleh persamaan sikap dan pandangan,
persamaan dalam mengatur waktu, mempererat hubungan antar manusia
dan keselarasan. Di samping itu masalah pencapaian sasaran,
permasalahan yang timbul dan pemecahan problem berkaitan dengan
faktor diluar kemampuan instansi ataupun badan usaha bisa dibahas
dalam suatu koordinasi forum pelabuhan sehat.
Wilayah penyangga (Buffer Zone) Pelabuhan adalah wilayah yang
mengelilingi atau berdampingan dengan Daerah Lingkungan Kerja
(DLKr) Pelabuhan. Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan adalah wilayah
perairan dan daratan pada Pelabuhan atau terminal khusus yang
digunakan secara langsung untuk kegiatan pelabuhan. Penyehatan
lingkungan wilayah ini dimaksudkan untuk melindungi area Pelabuhan
dari dampak negatif kegiatan manusia di sekitarnya serta melindungi
masyarakat sekitar dari faktor risiko kesehatan masyarakat akibat
kegiatan Pelabuhan. Upaya kegiatan untuk mencapai Pelabuhan Sehat
dilakukan pula di wilayah penyangga. Kegiatan penyehatan lingkungan
di

wilayah

penyangga

dilakukan

bersama

antara

pemerintah

kabupaten/kota setempat dengan otoritas Pelabuhan serta forum.


Pengembangan Pelabuhan sehat perlu disinkronkan

dan

diintegrasikan dengan pengembangan kabupaten/kota sehat di mana


Pelabuhan berada untuk selanjutnya melakukan kerja sama.
d) Jejaring kerja
Dalam mewujudkan Pelabuhan sehat perlu dikembangkan jejaring
informasi antar pemangku kepentingan yang mencakup pertukaran
informasi, profil, tenaga ahli, dan hal-hal lain yang diperlukan oleh
forum.

Informasi yang diperlukan oleh forum dalam menyelenggarakan


Pelabuhan Sehat mencakup teknologi, sarana dan prasarana, pembiayaan,
ketenagaan, program dan kegiatan guna mendukung kinerja forum yang
terintegrasi.
e) Pemberdayaan masyarakat
Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan untuk menumbuhkan
kesadaran

kemauan

dan

kemampuan

dalam

memelihara

dan

meningkatkan kesehatan. Beberapa komponen masyarakat dalam


pemberdayaan di Pelabuhan paotere adalah kader kesehatan yang telah
dibentuk oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar, ibu-ibu PKK, organisasi
buruh pelabuhan (INZA dan PELRA). Seluruh komponen diharapkan
dapat mengambil gerakan nyata dalam mewujudkan Pelabuhan Paotere
sehat.
D. Kegiatan Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat
Penyelenggaraan Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat diwujudkan
melalui kegiatan yang terintegrasi meliputi :
1) penyelenggaraan kesehatan lingkungan
(a) Melalui media lingkungan:
(b) Air (Penyediaan air, Pengelolaan limbah cair)
(c) Udara (Kualitas udara dan kebisingan, Penghijauan, Kendaraan
angkutan di pelabuhan/Bandar udara)
(d) Tanah (Pengelolaan sampah, Pengelolaan limbah B3)
(e) Makanan (Pengawasanjasaboga, restoran dan tempat pengelolaan
makanan / TPM)
(f) Vektor (Pengendalian vektor dan binatang penular penyakit)
2) penataan sarana dan fasilitas
(a) Gerakan Kebersihan dan pencegahan penyakit
(b) Pengawasan daerah bebas rokok
(c) Gerakan olah raga
3) peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat
(a) Pengawasan sanitasi kapal
(b) Pengawasan Keselamtan dan kesehatan kerja
(c) Melaksanakan kesiapsiagaan kesehatan darurat
4) peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja
Merupakan kegiatan pengawasan pada peningkatan keselamatan
dan kesehatan kerja yang terdiri dari sanitasi kapal dan pesawat udara,
kesehatan dan keselamatan kerja serta kesiapsiagaan kesehatan darurat.
5) peningkatan keamanan dan ketertiban
7

Merupakan kegiatan pengawasan pada peningkatan keamanan dan


ketertiban yang terdiri kegiatan upaya pencegahan kriminalitas.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Pelabuhan
Sehat adalah suatu kondisi wilayah pelabuhan yang bersih, aman, nyaman
dan sehat untuk komunitas pekerja dan masyarakat pelabuhan dalam
melaksanakan aktifitasnya dan pelabuhan sehat adalah pelabuhan yang
memilki kondisi pelabuhan yang dapat memperhatikan pengelolaan
lingkungan yang bersih dan sehat agar dapat mencegah segala potensi risiko
penyebaran penyakit. Dalam aspek kesehatan masyarakat, media lingkungan.
B. Saran
Setelah membaca makalah ini, penulis berharap sekiranya pembaca
dapat memberikan saran atau kritikan yang membangun demi perbaikan
makalah ini. Apabila ada kesalahan penulisan ataupun terdapat kata-kata yang
tidak berkenaan di hati pembaca mengenai makalah ini, penulis memohon
maaf yang sebesar-besarnya, karena penulis hanyalah manusia biasa yang
tidak pernah luput dari khilaf dan dosa.

DAFTAR PUSTAKA

Dinkesriau.net/berita-744-pelabuhan-dan-bandara-sehat-citra-positif-suatudaerah.html
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2014 Tentang
Penyelenggaraan Pelabuhan Dan Bandar Udara Sehat
www.kkpbanjarmasin.or.id