Anda di halaman 1dari 4

Nama

: LAILI

LATIF
No. Absen
: 19
Kelas
: VII-A
ALAT-ALAT PADA ZAMAN MANUSIA PUBA
1.

ALAT-ALAT ZAMAN PALEOLITHIKUM


Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum
dihaluskan. Contoh alat-alat tersebut adalah:
A. Kapak Genggam
Kapak genggam banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya
disebut
"chopper"
(alat
penetak/pemotong)
Alat ini dinamakan kapak genggam karena alat tersebut serupa dengan
kapak, tetapi tidak bertangkai dan cara mempergunakannya dengancara
menggenggam. Pembuatan kapak genggam dilakukan dengan cara
memangkas salah satu sisi batu sampai menajam dan sisi lainnya dibiarkan
apa adanyasebagai tempat menggenggam. Kapak genggam berfungsi
menggali umbi, memotong, dan menguliti binatang.

B. Kapak Perimbas
Kapak perimbas berpungsi untuk merimbas kayu, memahat tulang dan
sebagai
senjata.Manusia
kebudayan
Pacitan
adalah
jenis
Pithecanthropus.Alat ini juga ditemukan di Gombong (Jawa Tengah),
Sukabumi (Jawa Barat), lahat, (Sumatra selatan), dan Goa Choukoutieen
(Beijing).Alat ini paling banyak ditemukan di daerah Pacitan, Jawa Tengah
sehingga oleh Ralp Von Koenigswald disebut kebudayan pacitan.

C. Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa


Salah satu alat peninggalan zaman paleolithikum yaitu alat dari tulang
binatang.Alat-alat
dari
tulang
ini
termasuk
hasil
kebudayaan
Ngandong.Kebanyakan alat dari tulang ini berupa alat penusuk (belati) dan
ujung tombak bergerigi.Fungsi dari alat ini adalah untuk mengorek ubi dan
keladi dari dalam tanah.Selain itu alat ini juga biasa digunakan sebagai alat
untuk menangkap ikan.

D. Flakes
Flakes yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon, yang dapat
digunakan untuk mengupas makanan. Flakes termasuk hasil kebudayaan
Ngandong sama seperti alat-alat dari tulang binatang. Kegunaan alat-alat
ini pada umumnya untuk berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi
dan buah-buahan.

2.

ALAT-ALAT PADA ZAMAN MESOLITHIKUM


A. Pebble (kapak genggam Sumatera = Sumateralith)
Tahun 1925, Dr. P.V. Van Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit
kerang tersebut dan hasilnyamenemukan kapak genggam.Kapak genggam
yang ditemukan di dalam bukit kerang tersebut dinamakan dengan
pebble/kapak genggam Sumatra (Sumatralith) sesuai dengan lokasi
penemuannya yaitu dipulau Sumatra.Bahan-bahan untuk membuat kapak
tersebut berasal batu kali yang dipecah-pecah.

B. Hachecour t(kapak pendek)


Selain pebble yang diketemukan dalam bukit kerang, juga ditemukan
sejenis kapak tetapi bentuknya pendek (setengah lingkaran) yang disebut
dengan hachecourt/kapak pendek.
C. Pipisan
Selain kapak-kapak yang ditemukan dalam bukit kerang, juga ditemukan
pipisan (batu-batu penggiling beserta landasannya).Batu pipisan selain
dipergunakan untuk menggiling makanan juga dipergunakan untuk
menghaluskan cat merah.Bahan cat merah berasal dari tanah merah.Cat
merah diperkirakan digunakan untuk keperluan religius dan untuk ilmu
sihir.

3.

ALAT-ALAT ZAMAN NEOLITHIKUM


Pada zaman neolithikum ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.
A. Kapak Persegi
Asal-usul penyebaran kapak persegi melalui suatu migrasi bangsa Asia ke
Indonesia. Nama kapak persegi diberikan oleh Van Heine Heldern atas
dasar penampang lintangnya yang berbentuk persegi panjang atau
trapesium. Penampang kapak persegi tersedia dalam berbagai ukuran, ada
yang besar dan kecil. Yang ukuran besar lazim disebut dengan beliung dan
fungsinya sebagai cangkul/pacul. Sedangkan yang ukuran kecil disebut
dengan Tarah/Tatah dan fungsinya sebagai alat pahat/alat untuk
mengerjakan kayu sebagaimana lazimnya pahat.
Bahan untuk membuat kapak tersebut selain dari batu biasa, juga dibuat
dari batu api/chalcedon. Kemungkinan besar kapak yang terbuat dari
calsedon hanya dipergunakan sebagai alat upacara keagamaan, azimat
atau tanda kebesaran. Kapak jenis ini ditemukan di daerahi Sumatera,
Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.

B. Kapak Lonjong
Sebagian besar kapak lonjong dibuat dari batu kali, dan warnanya kehitamhitaman. Bentuk keseluruhan dari kapak tersebut adalah bulat telur dengan
ujungnya yang lancip menjadi tempat tangkainya, sedangkan ujung lainnya
diasah hingga tajam. Untuk itu bentuk keseluruhan permukaan kapak
lonjong sudah diasah halus.Ukuran yang dimiliki kapak lonjong yang besar
lazim disebut dengan Walzenbeil dan yang kecil disebut dengan Kleinbeil,
sedangkan fungsi kapak lonjong sama dengan kapak persegi. Daerah
penyebaran kapak lonjong adalah Minahasa, Gerong, Seram, Leti, Tanimbar
dan Irian. Dari Irian kapak lonjong tersebar meluas sampai di Kepulauan
Melanesia, sehingga para arkeolog menyebutkan istilah lain dari kapak
lonjong dengan sebutan Neolithikum Papua.

C. Kapak Bahu
Kapak jenis ini hampir sama seperti kapak persegi, hanya saja di bagian
yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Sehingga menyerupai bentuk
botol yang persegi.Daerah kebudayaan kapak bahu ini meluas dari Jepang,
Formosa, Filipina terus ke barat sampai sungai Gangga.Tetapi anehnya
batas selatannya adalah bagian tengah Malaysia Barat. Dengan kata lain di
sebelah Selatan batas ini tidak ditemukan kapak bahu, jadi neolithikum
Indonesia tidak mengenalnya, meskipun juga ada beberapa buah
ditemukan yaitu di Minahasa.