Anda di halaman 1dari 10

SARAN PERBAIKAN

KKN-T IPB
DESA TARIKOLOT
KECAMATAN CITEUREUP
KABUPATEN BOGOR
2016
PROGRAM GIZI
Dian Annisa
PRORAM SOSIALISASI BELKAGA DAN REKAPITULASI DATA SASARAN
BELKAGA DESA TARIKOLOT
Pelaksanaan:
Tanggal 1 Oktober dicanangkan sebagai dimulainya BELKAGA yaitu Bulan
eliminasi kaki gajah. Sosialisasi bulan eliminasi kaki gajah kepada anggota kader
dilaksanakan oleh UPF Puskesmas Tajur pada tanggal 27 Juli 2016. Diharapkan dari
dilakukannya sosialisasi tersebut, kader memahami tentang penyakit kaki gajah dan obat
yang diberikan untuk mencegah penyakit tersebut. Tugas masing-masing anggota kader
adalah door to door mengunjungi setiap rumah di daerah posko atau posyandunya .
Mahasiswa KKN-T IPB membantu merekap data sasaran BELKAGA Desa Tarikolot di UPF
Puskesmas Tajur pada tanggal 12 Agustus 2016.
Saran perbaikan:
Sebaiknya sosialisasi bulan eliminasi kaki gajah dengan sasaran kader, dilakukan
jauh-jauh hari agar kader tidak dikejar-kejar data sasaran yang harus terpenuhi tiap posko.
Mengingat Desa Tarikolot memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi sehingga jumlah
sasaran setiap posko juga banyak, sedangkan setiap posko terdiri dari 5 kader. Selain itu juga
sebaiknya dilakukan pelatihan kader terkait bulan eliminasi kaki gajah.
PROGRAM PENDAMPINGAN POSYANDU
Pelaksanaan:
Program pendampingan posyandu dilaksanakan di enam posyandu di Desa Tarikolot.
Kegiatan ini dilakukan saat posyandu berlangsung. Kegiatan yang dilaksanakan adalah
diskusi terkait penyuluhan pentingnya penerapan sistem 5 meja posyandu kepada para kader.
Berdasarkan hasil observasi, semua kader telah memahami fungsi 5 meja dengan baik.
Dilakukan pula diskusi mengenai kendala-kendala di masing-masing meja. Berdasarkan hasil
diskusi tersebut, diketahui kendala-kendala yang dihadapi. Dari hasil temuan lapangan,
beberapa kesulitan yang dihadapi kader di masing-masing meja adalah sebagai berikut:
Di kegiatan 1 : balita biasanya tidak sabar menunggu giliran apabila peserta yang
datang banyak

Di kegiatan 2 : bayi/balita biasanya menangis apabila ditimbang


Di kegiatan 3 : kader seringkali kerepotan mencatat hasil penimbangan ke dalam
KMS apabila pesertanya banyak
Di kegiatan 4 (penyuluhan) : merupakan proses yang paling sulit karena kader harus
melayani penyuluhan perorangan secara bergantian sedangkan keluarga dan balita
biasanya tidak sabar menunggu dan ingin segera pulang
Kemudian diberikan beberapa solusi terkait permasalahan tersebut. Selain itu, terdapat
posyandu yang memberikan PMT penyuluhan berupa snack-snack ringan. Oleh sebab itu,
diberikan penjelasan mengenai PMT yang benar.
Saran perbaikan:
Sebaiknya diadakan pelatihan kader mengenai pelaksanaan fungsi 5 meja berupa
penyuluhan dan simulasi pelaksanaan posyandu, dimana setiap kader memerankan perannya
masing-masing. Misalnya, kader di meja 1 sampai 5, ibu hamil, ibu hamil dengan balita yang
sedang diare, ibu yang membawa balita yang belum diimunisasi, dll. Setelah simulasi,
dilakukan diskusi mengenai simulasi posyandu tersebut.
Selain pelatihan pelaksanaan fungsi 5 meja, pelatihan pembuatan PMT penyuluhan juga
sebaiknya dilaksanakan, melihat masih ada posyandu yang kurang mengetahui tentang PMT
yang benar, sehat, aman, dan bergizi.
PENDAMPINGAN BALITA GIZI KURANG
Pelaksanaan:

Kegiatan yang dilakukan dalam program ini bertujuan untuk memperbaiki status gizi
balita yang mengalami gizi kurang/buruk dengan melakukan pemberian makanan tambahan
(PMT), melakukan kunjungan ke rumah bersama kader posyandu, serta memberikan
pengetahuan gizi kepada orangtua balita yang mengalami gizi kurang/buruk. Tujuannya yaitu
untuk memperbaiki status gizi anak yang mengalami gizi kurang dan meningkatkan
pengetahuan mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi untuk tumbuh kembang.
Balita yang didampingi merupakan balita dengan kategori gizi kurang berdasarkan
rekomendasi dari bidan desa dan pengecekan data yang ada pada kader posyandu. Balita gizi
kurang yang akhirnya diputuskan untuk didampingi adalah 2 orang balita gizi kurang di
Kampung Tarikolot RW 01 RT 02.
Kegiatan pendampingan gizi kurang dilaksanakan seminggu sekali selama sebulan
yaitu setiap hari minggu mulai tanggal 7 Agustus. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan
melakukan pengukuran antropometri balita tersebut dan juga ibunya, melakukan wawancara
mendalam terhadap ibu balita tersebut untuk menggali informasi mengenai kebiasaan makan,
status infeksi, dan perilaku menyimpang dalam makan juga dilakukan wawancara untuk
memperoleh data karakteristik responden secara umum seperti tanggal lahir. Hal tersebut
perlu dilakukan untuk mengetahui apa penyebab utama dari gizi kurang yang dialami
responden. Selain itu kegiatan pendampingan ini juga dilakukan dengan memberikan PMT
berupa biscuit dari Puskesmas Pembantu Desa Tarikolot. Dipantau pula apakah PMT yang
diberikan telah tepat sasaran dengan melakukan wawancara dengan ibu balita. Selain itu,
dilakukan pula wawancara apakah balita tersebut menghabiskan PMT yang diberikan. PMT
yang diberikan berupa 7 bungkus biskuit yang diberikan setiap minggunya. Dengan harapan
balita gizi kurang meningkat berat badannya sekitar 0.5 1 kg selama seminggu setelah
diberikan PMT tersebut. Selain itu, kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah
mendemonstrasikan cara pembuatan MP-ASI yang sesuai, bergizi, sehat, dan aman.

Demonstrasi MP-ASI memanfaatkan biskuit PMT yang diberikan. Hal tersebut karena balita
kurang menyukai biskuit yang diberikan sehingga perlu adanya variasi pembuatan MP-ASI.
Hasil yang diperoleh selama pemantau status gizi balita gizi kurang, diketahui bahwa
balita S mengalami penurunan berat badan, sedangkan balita Y mengalami peningkatan berat
badan.
Saran perbaikan:
Sebaiknya PMT pemulihan yang diberikan tidak hanya berupa biskuit atau bubur
instant. Tetapi bisa divariasikan setiap minggunya, seperti telur, buah, susu, dan lain-lain.
SOSIALISASI KEAMANAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH
Pelaksanaan:
Kegiatan sosialisasi keamanan pangan pada anak sekolah dilaksanakan di SDN
Tarikolot 04 pada siswa kelas 5 dan dilaksanakan tanggal 30 Juli 2016. Kegiatan yang
dilakukan dalam program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman
dalam memilih makanan yang bersih, bergizi dan aman, dan memberikan pengetahuan
terkait 5 kunci keamanan pangan pada anak-anak.
Kegiatan ini diawali dengan pretest mengenai keamanan pangan dan jajanan sehat.
Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi keamanan pangan dan jajanan sehat. Sosialisasi
berupa penyuluhan 5 kunci keamanan pangan untuk anak sekolah, yang terdiri dari:
Kunci 1: Kenali Pangan yang Aman
Kunci 2: Beli Pangan yang Aman
Kunci 3: Baca Label dengan Seksama
Kunci 4: Jaga kebersihan
Kunci 5: Catat Apa yang diketemui
Adanya peningkatan pengetahuan tentang keamanan pangan pada anak sekolah dasar
dilihat melalui hasil pre test dan post test. Setelah diberikan sosialisasi, saat jam istirahat
masih banyak siswa/i yang mengonsumsi jajanan tidak sehat
Saran perbaikan:
Sebaiknya diadakan kantin sehat disetiap sekolah. Selain itu diadakan penyuluhan
tentang bahaya bahan tambahan pangan kepada siswa, warga sekolah, dan penjual disekitar
sekolah.
SOSIALISASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
Pelaksanaan:
Kegiatan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dilaksanakan di SDN Tarikolot
04 pada siswa kelas 5 dan dilaksanakan tanggal 11 Agustus 2016. Kegiatan ini bertujuan
untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pentingnya menerapkan Pola Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
Sosialisasi berisi materi tentang perilaku hidup bersih dan sehat apa saja yang
dapat dilakukan di sekolah, langkah mencuci tangan yang benar, dan waktu yang tepat

mencuci tangan. Selain itu, dilakukan pula praktik mencuci tangan setelah melaksanakan
kegiatan vertikultur.
Saran perbaikan:
Sebaiknya pihak Puskesmas Pembantu Desa Tarikolot dan POKJA menggiatkan
sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah maupun bagi warga masyarakat, agar
terciptanya lingkungan yang bersih dan pribadi yang sehat.
KONSELING GIZI DI PUSKESMAS
Pelaksanaan:
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat untuk memecahkan masalah
terkait gizi dan kesehatan dengan cara memberikan alternatif solusi terhadap masalah yang
dikeluhkan oleh masyarakat. Konseling gizi akan dilakukan dengan cara berdialog dengan
masyarakat (secara individu) yang dirujuk oleh dokter. Kegiatan yang dilakukan berupa
pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) dan masyarakat berkonsultasi
dengan konsultan terkait dengan masalah yang dirasakan.
Kegiatan ini dilaksanakan di UPT Citeureup pada 23 dan 31 Agustus 2016. Kegiatan
ini merupakan kegiatan gabungan untuk satu kecamatan.. Pasien dirujuk oleh dokter karena
masalah penyakit yang dihadapinya berkaitan dengan konsumsi makanan. Kebanyakan
pasien mengalami hipertensi, asam urat, atau diabetes melitus. Selain itu, dokter puskesmas
juga meminta referensi menu diet untuk penyakit hipertensi, gastritis, asam urat, demam
typoid, dan pasca persalinan.
Saran perbaikan:
Mengingat kesadaran akan gizi dan kesehatan masyarakat semakin meningkat, sebaiknya
dilakukan pula konsultasi gizi yang dapat dilaksanakan pada acara atau kegiatan besar yang
dilakukan di kecamatan citereup. Sehingga tidak hanya pasien saja yang mendapatkan
konsultasi gizi, tetapi warga-warga yang sehat dan peduli akan kesehatannya dapat
memperoleh informasi dari kegiatan konsultasi gizi.

SOSIALISASI PEDOMAN GIZI SEIMBANG


Pelaksanaan:
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan panduan konsumsi makanan sehari-hari dan
perilaku sehat berdasarkan empat pilar gizi seimbang. Sosialisasi Pedoman Gizi Seimbang
dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2016. Kegiatan ini diawali dengan pretest mengenai
Pedoman gizi seimbang. Kemudian dilanjutkan dengan pedoman gizi seimbang. Materi
sosialisasi adalah tentang 4 pilar gizi seimbang, 10 pesan gizi seimbang, tumpeng gizi
seimbang, dan piring makanku. Kegiatan interaktif dilakukan melalui permainan membuat
tumpeng gizi seimbang. Adanya peningkatan pengetahuan tentang pedoman gizi seimbang
dilihat melalui hasil pre test dan post test.

Saran perbaikan:
Sebaiknya dilakukan sosialisasi tentang pedoman gizi seimbang di sekolah-sekolah,
baik SD, SMP, maupun SMA, dan masyarakat sekitar karena pengetahuan tentang pedoman
gizi seimbang masih sangat minim, kebanyakan warga masih menggunakan pedoman gizi 4
sehat 5 sempurna.

PROGRAM PENDIDIKAN
Tiara Indah Mukti Syafitri
Berdasarkan hasil observasi pada pelaksanaan kegiatan KKN-Tematik IPB yang
dimulai dari tanggal 15 Juli 2016 sampai dengan 4 September 2016, serta berdasarkan hasil
evaluasi program dari masing-masing bidang keilmuan yang mahasiswa tempuh maka
terdapat beberapa saran yang dirasa perlu untuk disampaikan kepada Desa demi melengkapi
program desa maupun meciptakan kegiatan baru yang mampu memperbaiki kasus tersebut.
Berdasarkan bidang Ilmu Keluarga dan Konsumen, khususnya pada bidang Pendidikan Anak
Usia Dini terdapat beberapa kasus yang mampu menjadi sorotan dan patut untuk diperhatikan
oleh pemerintah setempat, diantaranya seperti berikut:
Pada tanggal 26 Juli 2016, telah dilaksanakan program Klinik Tumbuh Kembang
Anak di PAUD KAMI yang merupakan PAUD terbaik di Desa Tarikolot. Program Klinik
Tumbuh Kembang Anak merupakan suatu kegiatan pengukuran perkembangan motorik,
kognitif, sosial, dan emosi anak-anak untuk dibandingkan dengan perkembangan idealnya
sesuai dengan usia anak. Kegiatan pengukuran menggunakan instrumen Bina Keluarga Balita
dan dilaksanakan pada siswa-siswi di PAUD KAMI yang berusia 5-6 tahun. Setelah
dilakukan pengukuran, didapatkan hasil bahwa 10% anak mendapatkan hasil KURANG pada
perkembangan motoriknya. Kemudian dilakukan konsultasi kepada kepala sekolah PAUD
KAMI untuk mencari tahu penyebab anak tersebut mendapat hasil kurang pada
perkembangan motoriknya. Setelah dilakukan konsultasi, didapatkan kesimpulan bahwa anak
tersebut kurang stimulasi dari orang tuanya karena kedua orang tuanya bekerja. Namun selain
itu, menurut observasi pada lingkungan sekolah, fasilitas bermain dan belajar di hampir
seluruh PAUD di Desa Tarikolot cenderung kurang sehingga kurang mampu melatih
perkembangan motorik anak-anak.
Saran: sebaiknya pihak pemerintah setempat lebih intens dan memperbanyak
memberikan bantuan kepada PAUD-PAUD yang ada di Desa berupa mainan yang mampu
melatih perkembangan motorik anak, baik mainan indoor seperti puzzle, lego, dll, maupun
mainan outdoor seperti ayunan, seluncuran, jungkat-jungkit, dll. Selain itu, sebaiknya
perwakilan kader aktif mengunjungi PAUD untuk memonitor perkembangan anak di PAUD
tersebut, juga sebaiknya kader dapat menjadi penggerak bagi PAUD untuk mengadakan rapat
rutin dengan orang tua murid agar sekolah dan keluarga dapat selaras dalam mendidik anak.
Selama kegiatan KKN-Tematik ini, diadakan pula pendampingan pada PAUD yang
belum berkembang di Desa Tarikolot. Berawal dari berkeliling ke seluruh wilayah Desa,
kemudian didapatkanlah PAUD yang dianggap paling belum berkembang, yaitu PAUD
Sherbini. Dikatakan belum berkembang karena menurut hasil wawancara dan observasi,
PAUD Sherbini sama sekali tidak berpatokan pada kurikulum yang ditetapkan oleh
pemerintah. PAUD Sherbini hanya memakai satu sumber ajar namun belum dikaitkan dengan
kompetensi yang diharapkan pemerintah pada PAUD. Maka dari itu, salah satu program
KKN-Tematik bidang pendidikan adalah pendampingan pada PAUD Sherbini. Pendampingan
yang dilaksanakan berupa pengenalan kurikulum 2013 kepada Kepala Sekolah dan guru-guru
serta pemberian buku 9 pilar karakter sebagai tambahan materi bagi pembelajaran. Selama
kegiatan pendampingan berlangsung, didapatkan beberapa informasi yang cukup

mengagetkan, diantaranya ternyata di Desa Tarikolot terdapat banyak PAUD namun sebagian
besar PAUD juga masih terkategori belum berkembang. Terdapat banyak PAUD di Desa
Tarikolot menandakan bahwa tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya
sedini mungkin. Namun ternyata banyak pula PAUD yang belum terdaftar di Desa juga tidak
terintegrasi dengan Posyandu maupun yayasan sehingga tidak mendapatkan bantuan dari
pemerintah setempat.
Menurut wawancara dengan pemilik PAUD juga didapatkan fakta bahwa ternyata
sebagian besar masyarakat menuntut guru PAUD agar murid-muridnya diajarkan membaca
dan menulis sehingga setelah keluar PAUD sudah mampu membaca dan menulis. Ini
merupakan pemahaman yang sangat salah karena di PAUD, anak hanya dituntut untuk
bermain dan belajar bersosialisasi dengan teman-teman seusianya, serta hanya pengenalan
huruf dan melatih motoriknya untuk memegang benda kecil seperti pensil, namun tidak
dipaksakan untuk langsung mampu menulis dan membaca karena masih terlalu dini. Ternyata
juga banyak masyarakat yang beranggapan bahwa anak cukup hanya mampu membaca dan
menulis tanpa harus bersekolah, sehingga banyak orang tua yang memilih jalan pintas dengan
cara mendaftarkan anak-anaknya ke bimbingan belajar khusus membaca dan menulis. Saat
berbincang dengan warga, didapatkan informasi bahwa di Desa Tarikolot ternyata terdapat
bimbingan belajar ilegal yang mengajarkan membaca dan menulis kepada anak balita.
Apabila hal ini terus dibiarkan maka dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan anak
dan pemahaman yang salah dari masyarakat akan semakin berkembang. Dikhawatirkan akan
banyak anak-anak yang tidak bersekolah atau minat melanjutkan sekolah semakin rendah.
Pemahaman yang salah dari masyarakat yang lain adalah orang tua cenderung terlambat
dalam mendaftarkan sekolah bagi anaknya. Orang tua berfikiran bahwa anak adalah
waktunya bermain sehingga tidak boleh bersekolah sedini mungkin karena takut anak stress.
Pemikiran ini adalah salah, karena usia emas anak perlu distimulasi dengan pendidikan anak
usia dini agar otak anak mampu berkembang dengan optimal.
Saran: sebaiknya pihak desa melalui kader lebih sering untuk mengobservasi
lingkungan desa untuk melihat PAUD-PAUD yang belum terdaftar. Bisa juga dengan
mengajak PAUD yang belum terdaftar tersebut untuk melegalkan dirinya dan
mengintegrasikannya dengan Posyandu agar PAUD yang banyak yang belum berkembang
tersebut setidaknya dapat merasakan bantuan agar lebih berkembang. Pemerintah setempat
juga sebaiknya berusaha mengubah mainset kebanyakan masyarakat yang enggan
menyekolahkan anaknya atau enggan mencapai pendidikan yang setinggi-tingginya agar
angka partisipasi sekolah bisa meningkat. Untuk kasus bimbingan belajar membaca dan
menulis ilegal, sebaiknya segera ditindaklanjuti dan dimusyawarahkan demi kebaikan warga
sekitar dan generasi penerus.

PROGRAM EKONOMI
Nova Ardiansyah
BUSSINES PLAN DAN KEWIRAUSAHAAN
Perencanaan Program
Program Seminar dan bisnis paln dengan tema merupakan program dalam bidang
ekonomi dimana ini bertujuan menumbuhkan jiwa usahawan muda, mendorong warga
khususnya desa tarikolot untuk memahami pentingnya kewirausahaan serta menambah
keilmuan dibidang usaha. Sasaran program ini adalah para pemuda dan para pelaku home
industry logam desa di Desa Tarikolot., Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Dalam
program ini, akan diadakan pelatihan serta pembekalan materi dari narasumber. Pada acara

seminar ini menghadirkan 3 pembicara diantaranya dari CSR Indocement yaitu Saripundin
RM dan Dedi dasuki, serta dari KADIN yaitu Ir.Imas Shidiq, MSi.
Telah menjadi fenomena yang terlihat perkembangannya bahwa peran usaha kecil
menengah dalam perekonomian Indonesia sangatlah penting. Sector UKM nasional berperan
penting dalam menyerap tenaga kerja yang besar, mengakomondasi peran masyarakat miskin
dan dominan dalam struktur ekonomi. Maka tidak heran bila UKM selalu tampil menjadi
pahlawan bagi perekonomian Indonesia.ketika ekonomi nasional berhadapan dengan krisis
keuangan yang juga kerap menghantam ekonomi global kita.
Keinginan untuk berwirausaha dari masyarakat Indonesia masih minim. Hal ini
terlihat dari presentase masyarakat usaha yang kurang dari 2% yang merupakan indicator
negara makmur. Hal ini yang nantinya menekan pengangguran karena akan ada peluang
usaha baru dan pekerjaan baru yang ada.
Desa Tarikolot merupakan focus utama dalam menerapkan pentingnya berwirausaha,
desa tarikolot merupakan kawasan industry dimana terdapat pabrik pabrik besar yang
berada di kawasan desa tarikolot, adanya pabrik yang ada mampu menyerap anggkatan kerja
baik laki-laki maupun perempuan. Sehingga pengangguran di desa ini tidak terlalu banyak.
Pengangguran structural yang ada menjadi focus utama yang untuk diatasi, para pemuda yang
baru menyelesaikan bangku sekolah ini lah yang menjadi pengangguran structural dimana
mereka sedang mencari pekerjaan. Seminar yang diadakan di desa tarikolot harapannya dapat
membuka wawasan bagi para pemuda dan dapat meningkatkan potensi para pelaku home
indutri untuk meningkatkan usahanya.
Pelaksanaan Program
Program ini diawali dengan mengobservasi ke seluruh wilayah Desa Tarikolot,
Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor selama tiga minggu untuk melihat kendala yang
dihadapi para pelaku home industry serta untuk mengurangi pengangguran structural yang
ada di desa tarikolot.konsultasi juga dilakukan dengan pihak desa karena dukungan pihak
desa sangatlah peenting dalam melancarkan program ini serta Kolaborasi juga dilakukan
dengan CSR Indocement. Program ini dilaksanakan pada hari senin 29 agustus 2016
bertempat di aula desa tarikolot lantai dua.
Kegiatan pelaksanaan seminar yang disampaikan oleh pemateri yakni Saripudin RM
dan Ir.Imas Shidiq, MSi pada sesi kewirausahaan. Pemateri beranggapan bahwa berwirausaha
itu harus dimulai dan dijalakan dengan tekun karena pastilah akan menemui jalan terjal,
tantangan dan hambatan yang mungkin dan pasti terjadi. Dengan tekun dan sabar melewati
itu semua maka akan tercipta pribadi wirausahawan yang mandiri, ulet dinamis dan peka
terhadap perkembangan bisnis yang terjadi.
Kegiatan seminar pada sesi kewirausahaan menarik antusias dari para peserta dimana
pada sesi kewirausahaan peserta di bagi menjadi enam kemlmpok, dan setiap kelompok harus
membuat sebuah konsep produk untuk di jual di pasaran dimana nantinya akan di
presentasikan di depan panggung. Suasana acara sangat interaktif karena banyak inovasiinovasi baru yang muncul dari para peserta tentunya untuk berbisnis.
Dalam mengembangkan bisnis tentunya perlu adanya planning atau strategi dalam
berbisnis. Businessplan merupakan salah satu indicator yang diperhatikan. Pada seminar yang
di adakan di desa Tarikolot dimana target sasaranya adalah pelaku home industry yang ada di
desa tarikolot. Materi business plan yang dipaparkan oleh dedi dasuki memberi wawasan
baru untuk peserta, karena betapa pentingya perencanaan untuk menjalankan kegiatan usaha.
Desa Tarikolot termasuk dalam katagori kawasan homogen, karena semua pelaku usaha home
industry yang ada merupakan pengrajin logam. Keadaan ini membuat persaingan semakin
meningkat hingga pangsa pasar untuk setiap home indutri sangat kecil.

Dalam mempertahankan bisnis yang telah eksis dan memudahkan expansi bisnis di
lingkungan yang penuh kompetisi perlu adanya strategi yang matang untuk memnuhi profit
yang di inginkan. Para pelaku wirausaha perlu dibekali wawasan dalam menghadapi
persaingan yang semakin kompleks, maka kreatifitas menjadi sangat penting untuk
menciptakan keunggulan kompetitif.
Evaluasi Program
Program seminar Kewirausahaan dan bisnis plan dapat dikatakan sukses. Hal ini
dapat terlihat dari aktifnya para peserta seminar selama berjalannya acara. Harapannya
setelah mengikuti acara seminar ini para peserta terbuka wawasanya dalam berwirausaha
serta menambah ilmu dibidang bisnis untunk meningkatkan usahanya.
Keberlanjutan dari program ini seharusnya diadakannya ekspo dimana pada acara
ekspo ini para umkm di desa tarikolot dapat mempromosikan produksi mereka dan
memunculkan ide kreatif mereka dalam melakukan bisnis, karena pada acara seminar yang
telah dilakukan para peserta sudah mempresentasikan ide ide inovatif dan kreatif. Selain itu
juga dalam penciptaan wirausaha baru bisa diadakan lomba prototype kepada warga Desa
Tarikolot dengan hadiah berupa pemberian modal usaha awal.
PROGRAM PERTANIAN
Ikhsan Maulana
SOSIALISASI PENGENALAN HIDROPONIK
Perencanaan Program
Program Pengenalan Hidroponik merupakan sebuah program pembangunan yang
bersinergi dengan program Pemerintahan Desa Tarikolot sebagai program pembangun
masyarakat Desa Tarikolot. Sasaran program ini adalah ibu-ibu Kader PKK di Desa Tarikolot,
Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah
keterampilan ibu-ibu Kader Desa Tarikolot untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai
tempat yang dapat dijadikan sumber penghasil makanan beergizi
Program ini berkolaborasi dengan Pemerintahan Desa Tarikolot dan Penyuluh
Pertanian Desa Tarikolot. Persiapan dilakukan dengan menghubungi kordinator kader dan
menyediakan kebutuhan untuk praktek hidroponik pada H-1 minggu. Program ini
dilaksanakan dengan pemaparan materi hidroponik terlebih dahulu dan kemudian dilanjutkan
dengan praktek hidroponik sederhana. Praktek dilakukan dengan membagi ibu-ibu kader
PKK menjadi dua kelompok. Tiap kelompok membuat 3 jenis hidroponik sederhana dengan
sistem wick.
Pelaksanaan Program
Program dilaksanakan pada tanggal . Program ini dialksanakan di Aula Desa
Tarikolot lantai 2. Kgiatan dialksanakan dengan 2 sesi. Sesi pertama yakni pemaparan tentang
hidroponik dan cara pembuatan hidroponik sederhana. Penjelasan tetang hidroponik meliputi
tetang pengertian hidroponik dan berbagai jenis hidroponik. Pada sesi pertama ibu-ibu kader
diberikan pengetahuan tentang hidroponik agar ibu-ibu kader paham tentang fungsi
hidroponik dan komponen komponen hidroponik.
Selanjutnya, Pada sesi 2 dilakukan praktek pembuatan hidroponik sederhana
sistem wick. Ibu-ibu kader dibagi kedalam 2 kelompok. Setiap kolompok membuat 3 jenis
hidroponik sederhana sistem wick. Praktek mulai dari pembuatan larutan hingga aplikasi

pembuatan hidroponik. Setelah kegiatan selesai kemudian ibu-ibu kader diberikan paket
hidroponik yakni nutrisi dan benih agar mereka dapat mempraktekannya di rumah mereka
masing-masing.
Evaluasi Program
Program pengenalan hidroponik ini berjalan dengan lancar. Kedepannya akan
lebih baik jika program ini dilakukan pendampingan lebih lanjut kepada setiap peserta
sehingga setiap peserta dapat dipastikan terampil dalam pembuantan hidroponik. Untuk
kedepannya akan lebih baik jika Pengenalan hidroponik diadakan untuk seluruh warga
dengan membuka pendaftaran. Setelah pengenalan kemudian diberikan pendampingan oleh
penyuluh pertanian Desa Tarikolot setiap seminggu sekali kepada setiap peserta. Ketika
dirasa sudah mampu mebudadayakan tanaman secara hidroponik maka dapat dibentuk
komunitas hidroponik di desa tersebut dan ada progres kedepan. Seperti pemproduksian
untuk komorsialisasi dengan menggunakan merk sendiri. Sehigga tercipta lapak penghasilan
baru bagi warga Desa Tarikolot.

SOSIALISASI CINTA PERTANIAN SEJAK DINI (VERTIKULTUR)


Perencanaan Program
Program Cinta Pertanian Sejak Dini merupakan sebuah program yang bertujuan untuk
menanamkan rasa cinta pertanian bagi anak-anak sekolah dasar agar mental mereka
terbangun sejak dini. Sasaran pragram ini adalah anak Sekolah Dasar Negeri 4 Tarikolot.
Kegiatan ini dirancang dengan pembuatan sistem tanam vertikultur menggunakan bahan
bekas agar bisa mengurangi sampah. Pemilihan vertikultur sebagai kegiatan program ini
yakni adalah agar anak anak memahami bahwa menanam itu tidak harus di lahan yang luas
tetapi bisa dilakukan dengan berbagai teknik.
Program ini merupakan program yang dilaksanakan berbarengan dengan program
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Perencanaan kegiatan ini berlangsung h-1 minggu.
Persiapan kegiatan ini meliputi perizinan kepada pihak sekolah, pemuatan media tanam dari
botol bekas, dan penyediaan bahan tanam berupa benih sayuran. Kegiatan ini direncanakan
denganpenjelasan beikut praktek pembuatan vertikultur. Praktek pembuatan sistemtanam
vertikultur dilakukan dengan membagi peserta sasran dalam 5 kelompok.
Pelaksanaan Program
Program ini dilaksanakan dengan pemapran tetang pertainian yang bertujuan untuk
menenamkan rasa cinta pertanian terlebih dahulu. Setelah penanaman rasa cinta pertanian
kemudian diberikan pemahaman kepada para siswa bahwa pertanian itu menyenangkan.
Setelah itu penjelasan pengertian vertikultur dan pemaparan cara pembuatan vertikultur.
Praktek pembuatan vertikultur dilakukan dengan membagi kedalam 5 kelompok.
Setiap kelompok membuat satu rangkaian vertikultur. Tahapan pembuatan vertikultur yang
dilakukan adalah penyiapan media wadah dari botol bekas air mineral 1.5 L. Setelah itu
pengisian media tanam dan kemudian dilanjutkan menanam. Setelah selesai menanam
kemudian meletakan rangkaian vertikultur di dinding sekolah.

Evaluasi Program
Program vertikultur ini berjalan dengan lancar. Hanya saja akan lebih baik jika
program ini dilaksanakan di setiap sekolah dasar yang ada agar lebih merata. Kegiatan ini
dilaksanakan hanya di Sekolah Dasar Negeri 4 Tarikolot. Program cinta pertanian ini kurang
dalam segi waktu yang terbatas dalam pelaksanaan. Selain itu program ini sangat cocok jika
dlaksanakan kepada warga desa. Selain itu, Penerapan vertikultur dapat diterapkan di
pekarangan desa agar memberikan pengetahuan, keingintahuan dan menarik bagi warga Desa
Tarikolot. Untuk kedepannya akan lebih baik jika sosialisasi vertikultur diadakan kepada
setiap warga ataupun karang taruna setiap RW. Karena vertikultur sangat bermanfaat dan
efektif untuk pekarangan produktif agar bisa menghasilkan makanan sehat dan bergizi bagi
kebutuhan keluarga. Sehingga ketika semua warga sudah dapat membudidayakan secara
vertikultur kebutuhan pangan keluarga akan terpenuhi. Untuk pelaksanaan dapat dengan
mengadakan pelatihan kemudian setelah pelatihan diadakan lomba kampung hijau dengan
hadiah yang setimpal supaya ada pemicu bagi warga untuk menanam di pekarangan rumah.

PROGRAM KOMUNIKASI
Poppy Marisa
Secara umum yang kita ketahui setiap desa mempunyai program yang mereka
selenggarakan untuk mempererat ikatan antara tiap masyarakat desa. Salah satu program dari
setiap desa adalah memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus dan ikut berkontribusi dalam
acara tersebut. Biasanya rangkaian acara 17 Agustus di desa-desa adalah di lakukan berbagai
macam lomba-lomba, bisa antara RT atau RW dan juga bisa pada tingkat desa. Di Kecamatan
Citeureup khususnya di desa Tarikolot sendiri tradisi merayakan 17 Agustus itu masih tetap
terjaga dengan baik dan dengan bantuan mahasiswa KKN-T IPB bersama Karang Taruna
desa Tarikolot kami menyusun rangkaian acara 17 Agustus.
Rangkaian acara yang di laksanakan pada saat 17 Agustus meliputi beberapa
perlombaan yaitu lomba karnaval,catur,tenis meja,balap karung, Estaffet kelereng dan tarik
tambang. Berbagai lomba tersebut diikuti hampir semua masyarakat desa Tarikolot dan setiap
lomba juga ada kriteria yang kita buat agar setiap perlombaan mempunyai pesaing yang
imbang dan tidak terjadi kecurangan selama acara. Sasaran yang ingin dituju pada program
ini adalah seluruh masyarakat desa Tarikolot, agar mereka ikut berkontribusi dan
berpartisipasi serta menyukseskan acara tersebut.
Evaluasi dari program ini adalah kurangnya persiapan dari pihak panitia sendiri untuk
mensosialisasikan acara, karena pemberitahuan kepada setiap RT dan RW dilakukan H-1
acara dan membuat setiap ketua RT maupun RW bingung karena desa menhgaruskan setiap
RT atau RW menyumbangkan perwakilan untuk acara sedangkan di setiap RT dan RW juga
mengadakan acara yang sama seperti yang desa lakukan.