Anda di halaman 1dari 45

OLIVINE (Mg,Fe)2 SiO4

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna-warna

Bentuk

: Anhedral dengan bentuk poligonal dan berupa fenokris

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: paralel tidak sempurna (010),pecahan tidak teratur

Bias rangkap

: Kuat,orde II paling atas

Kembaran

: kadang-kadang dijumpai

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif dan negatif

Keterangan

: Mineral yang sering membuat kekeliruan dengan olivine


adalah diopsida tetapi diopsida mempunyai belahan yang
baik ,sudut pemadaman yang miring,dan kadang-kadang
bias rangkap lemah.Sedangkan olivine yang kaya oksida
besi dinamakan hyalosideri terdiri dari 50% Fe2 SiO4
Biasanya olivin terubah menjadi antigori dan magnetik
sekunder pda bagian pecahan.olivine mineral yang umum
dalam batuan beku mafik-ultramafik , seperti basa nitedunit
dan peridotite.

MONTICELLITE (CaMgSiO4)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk
panjang

: Granular,berupa kristal anhedral-subhedral dan prismatik

Relief

: Agak Tinggi

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Paralel tidak sempurna (010),pecahan tidak teratur

Bias rangkap

: Sedang merah orde -I

Kembaran

: Kadang-kadang dijumpai

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Monticellita adalah mineral yang agak sulit dikenal karena


tidak mempunyai sifat yang jelas,mempunyai forster dan
olivine tetapi mempunyai bias rangkap lemah daripada
lainnya,merupakan mineral ciri metamorf kotak dari
batugamping dan dolomite tetapi kadang-kadang juga
didapatkan dalam batuan beku seperti : alnoiteplizenit dan
nepheline basah.

HYIPERSTHENE (Mg,Fe)SiO3

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Netral-hijau muda/merah muda

Bentuk

: Kristal subhedral prismatik

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Lemah, kehijauan sampai kemerah-mudaan

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Paralel (110),(010),(100)

Bias rangkap

: Agak lemah,kuning sampai merah orde -I

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Hyipersthene menyerupai bebrapa macam andalusite


tetapi andalus lenght-fast hyipersthene didapatkan dalam
batuan beku,ciri utama dari norite hypersthene.

AUGITE (Ca(Mg,Fe)(SiO3)2(Al2Fe)2O3)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Hampir tidak berwarna,netral coklat kehijauan muda atau


keunguan muda

Bentuk

: Kristal prismatik pendek

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Tidak ada sampai lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (110), dalam dua arah pada sudut 87 dan 93 .satu arah


dalam sayatan loditudinal paraolel

Bias rangkap

: Sedang kira-kira ditengah orde-II

Kembaran

: Umum, polisintetik, kombinasi polisintetik yang dikenal


sebagai struktur herring bone

Sudut pemadaman

: Bervariasi dari 36 sampai 45 (C^X)

Orientasi optis

: Length fast kadang-kadang length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Augite sulit dibedakan dari diopside,tetapi diopside


mempunyai sudut pemadaman yang kecil dan warna yang
terang. Augite teralterasi menjadi hornblende yang
terbentuk pada tahap magmatik akhir dan uratile atau
tremoliteactinolite sekunder yang terbentuk oleh alterasi
hidrothermal. Augite yang umum dalam batuan beku subsilisik seperti auganite,basalt,gabbro.limburgite dan
peridotite.

AEGIRINE (NaFe(SiO3)2)

Sifat optis
Warna absorsi

: Hijau,kuning kecoklatan

Bentuk

: Kristal prismatik

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Kuat,hijau tua,hijau muda,kuning

Indeks bias

: n.mineral > n.k balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 870 dan 930

Bias rangkap

: Kuat sampai sangat kuat,orde ketiga, atau orde-IV

Kembaran

:-

Sudut Pemadaman

: Dalam sayatan longitudinal sangat kecil (20-100)

Orientasi optis

: Length Fast

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Aegirine menyerupai beberapa amphibole, tetapi


dibedakan dengan sudut pemadaman yang kecil dan Length
Fast. Acmite adalah piroksen yang erat hubungannya
dengan aegirine, perbedaanya dari warnanya yang coklat.
Merupakan ciri dari batunan beku yang kaya soda seperti
nepheline
syenite,
phonolite,trachite,soda
granite.
Serinngkali terdapat sebagai overgrouth dengan kristal
aegirine-augite.

JADEITE (NaAl(SiO3)2)

Sifat optis
Warna absorsi

: Tidak berwarna sampai hijau

Bentuk

: Granular sampai columnar atau fibrous

Relief

: Agak tinggi

Pleokroisme

: Bervariasi

Indeks bias

: n.mineral > n.k-balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 87 dan 93

Bias rangkap

: Sedang, orde-ll

Kembaran

: kadang-kadang didapatkan

Sudut pemadaman

: Dalam sayatan longitudinal bervariasi dari 30 sampai 40

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Jadite dibedakan dari nephrite dengan sudut pemadaman


yang besar dan indeks bias yang lebih besar. Dari diopside
dengan sedut pemadaman yang kecil dan columnar.Jadite
teralterasi menjadi termilite-actinolite dan hanya terdapat
pada batuan jadite (jadeitite)

HORNBLENDE (Ca2(Mg,Fe,Al)5(OH)2(Si,Al)4O11 2)

Sifat optis
Warna absorbsi

: Hijau atau coklat

Bentuk

: Kristal prismatik

Relief

: Agak tinggi

Pleokroisme

: Kuat

Indeks bias

: n.mineral > n.k-balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 56 dan 124

Bias rangkap

: Sedang, ditengah orede kedua

Kembaran

: Agak umum

Sudut pemadaman

: Dalam sayatan longitudinal bervariasi dari 12 sampai 30

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Hornblende berbeda dari augite dalam belahan,


pleokronisme dan sudut pemadaman. Hornlende coklat
menyerupai biotite mempunyai belahan yang baik (satu
arah) dan paralel sudut pemadamannya.Hornblende sangat
umum didapatkan dan merupakan mineral yang tersebar
luas dalam berbagai tipe batuan beku, juga dalam schist,
gneiss dam amphibole.

ANTHOPHYLLITE (Mg,Fe)7(OH)2(Si4O11)2

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna atau warna muda

Bentuk

: Kristal prismatik panjang dan columnar sampai fibrous

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 54 dan 126. Umum.

Bias rangkap

: Sedang, teratas sampai terbawah orde-ll

Kembaran

: Tidak ada

Sudut pemadaman

: Paralel / simetris

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif dan negatif

Keterangan

: Menyerupai tremolite-actinolit dan cummingtonite,tetapi


dapat dibedakan dari sudut pemadamnya yang
paralel.terakterasi menjadi talc dan sebagian yang terbentuk
yang terbentu disebut hidrus anthopylite.anthipylite adalah
ciri batuan metamorf dan mineral sekunder dalam peridotit
dan dunite.

CUMMINGTONITE (Mg,Fe)7(OH)2(Si4O11)2

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai hijau muda

Bentuk

: Kristal prismatik panjang dan columnar sampai fibrous

Relief

: Agak tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 560-1240. Paralel dengan


panjang

Bias rangkap

: Sedang sampai agak kuat,terbawah atau ditengah orde


kedua

Kembaran

: Polisentrik

Sudut pemadaman

: Dalaam sayatan langitudinal bervariasi dari 150 sampai


200

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua(biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Cummingtonite kadang mempunyai grunerite, tetapi


cummingtonite mempunyai sudut pemadaman yang lebih
besar dan indeks bias yang lebih kecil dan tanda optisnya
yang positif. Dibedakan dengan tremolite dari tanda
optisnya yang positif dan dibedakan dengan anthophyllite
dari sudut pemadamannya yang miring. Umum dijumpai
pada batuan metamorf.

TREMOLITE ACTINOLITE (Ca2(Mg Fe)3(OH)2(SiO4O11)2)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai hijau muda

Bentuk

: Kristal prismatik panjang dan columnar sampai fibrous

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan
dengan panjang

: (110) dalam dua arah dalam sudut 56 dan 124 pararel

Bias rangkap

: Kuat,orde II paling atas

Kembaran

: sedang sampai agak kuat. Orde ll

Sudut pemadaman
(pararel-simetri)

: Dalam sayatan Longitudinal bervariasi dari 10 sampai 20

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: negatif

Keterangan

: Tremolith merupakan amphibole yang tidak berwarna,


edenite menyerupai tremolite tetapi mempunyai sudut
pemandaman yang besar. Tremolit actinolite teralterasi
menjadi talc. Tremolite actionolite terdapat dalam metamorf
kontak scist dan gneiss dan batugamping metamorf, juga
didapatkan sebagai pengganti pyroxene dalam batuan beku.

10

LAMPROBOLITE (Ca,Mg,Fe,Al) SiO2

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Kuning sampai coklat, seringkali dengan batas opak

Bentuk

: Kristal euhedral prismatik pendek

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Agak kuat

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (110) dalam dua arah pada sudut 56o dan 124o

Bias rangkap

: Agak kuat sampai sangat kuat, orde III

Kembaran

: Tidak nampak

Sudut pemadaman

: Bervariasi dari 0o 120 (simetris)

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Lamprobolite dibedakan dari hornblendecoklat dengan


sudut pemadaman yang kecil dan bias rangkap kuat.
Kaerstutite adalah titaniuam amphiboliteyang berhubungan
dengan lamprobolite. Terdapat dalam batuan vulkanik
seperti andesite, auganite, basalt, basanite dan
berhubungan dengan tuff.

11

BIOTITE (K2(Mg,Fe)2(OH)2(AlSi3O10)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Cokelat kekuning-kemerahan cokelat, hijau zaitun

Bentuk

: Kristal euhedral, tabular lamenar dan agak melengkung

Relief

: sedang

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Sempurna dalam satu arah (001)

Bias rangkap

: Kuat merah ,orde II

Kembaran

: Kadang-kadang ada

Sudut pemadaman

: Pararel dengan belahan 3

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: negatif

Keterangan

: Biotit dibedakan dengan Phlogopit dengan warna gelap


dan sudut aborsi kuat. Dari Horblende cokelat umum
dibedakan dengan sudut pemadaman yang kecil dan
perbedaan belahan. Biotit sering teralterasi menjadi
Chlorite, juga menjadi Vermiculitte. Biotit mineral yang
tersebar luas dan umum terdapat dalam batuan beku hampir
seluruh tipe, juga dalam schist dan gneiss dan zona
metamorf kontak. Biotit umum dalam sediment detrital.

12

MUSCOVITE (KAl2(OH)2(AlSi3O10)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai hijau muda

Bentuk

: Kristal tabular atau scaly

Relief

: Bervariasi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Dalam satu arah (001) sangat sempurna

Bias rangkap

: Kuat, teratas orde-ll

Kembaran

: Kadang-kadang

Sudut pemadaman

: Paralel dengan belahan, tetapi mungkin membentuk sudut


2o atau 3o

Orientasi optis

: Length slow (sumbu panjang kristalografi adalah sumbu


a)

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negaqtif

Keterangan

: Talchampir sama dengan muscovitedan propbyllite dalam


sifat optis. Hydromuscovite sangat sama dengan sericite
variety muscovite. Muscovitesangat umum dalam batuan
metamorf seperti phyllite, schist, dan gneiss, juga dalam
granitedan berkembang maksimum dalam granite
pegmatite, umum sebagaui mineral detrital terutama dalam
arkose. Sericite terdapat dalam sedikit keratin dan mineral
sekunder yang dibentuk oleh alterasi hidrotermal silikat
terutama feldspar.

PLAGIOCLASE

13

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Kristal euhedral sampai anhedral

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: (001) sempurna (010), kurang sempurna, dan (110) tidak


sempurna

Bias rangkap

: Lemah abu-abu ,orde I

Kembaran

: Albit Kalsbad, dan Kalsbad-Albit

Sudut pemadaman

: Kembar albit
plagioclasnya

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Plagioclase merupakan mineral felsik pada deret Bowen


dan merupakan deret contunue yang mana pada setiap
pembentukannya plagioclase baru sifat fisik dan kimia
plagioclase baru tersebut sama dengan plagioclase yang
sudah ada dan terubah dengan plagioclase jenis baru yang
lebih asam maupun lebih basa. Plagioclase termasuk
kedalam seri feldspar dimana anggota satulaginya adalah
kalium feldspar.

14

bervariasi,

tergantung

dari

jenis

MICROCLINE (KalSi3O5)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna, tetapi berkabut

Bentuk

: Kristal subhedral sampai anhedral

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral <n. K-balsam

Belahan

: Paralel yang sempurna dengan (001). Paralel yang kurang


sempurna dengan (010), paralel yang tidak sempurna
dengan (110) dan (110)

Bias rangkap

: Lemah, abu-abu dan putih orde-I

Kembaran

: Polisintetik, dalam dua arah (albit dan periklin)

Sudut pemadaman

: Pada (001) = + 5o

Orientasi optis

: Length Fast

Sumbu optis

:-

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Albite umumnya intergrowthdengan microcline, dikenal


dengan perthite. Microclinedibedakan dari orthoclase oleh
kembaran polisintetik dan dari anorthoclase dan albite oleh
sudut pemadaman 15o pada (001). Microcline terdapat
dalam granite, syenite dan gneiss.

15

ORTHOCLASE (K,Na)AlSi3O8

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna tetapi berkabut

Bentuk

: Fenokris kristal subhedral sampai anhedral

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Pararel yang sempurna dengan (001) pararel yang kurang


sempurna (010), dan (110) tidak sempurna

Bias rangkap

: Lemah abu-abu ,orde I

Kembaran

: Kalsbad

Sudut pemadaman

: Pararel pada (001), (010) dari 5 sampai 12

Orientasi optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Ortoclase mineral yang tersebar luas. Dalam Spherulitic


obsidian dan rhyolite seringkali intergrouth dengan
cristobalite atau quartz juga dalam endapan detrital,
batupasir arkose.

16

ANORTHOCLASE (Na,K)AlSiO8

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Fenokris, kristal subhedral

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral <n. K-balsam

Belahan

: Paralel yang sempurna dengan (010), paralel yang


sempurna dengan (010)

Bias rangkap

: Lemah, abu-abu dan putih orde-I

Kembaran

: Polisintetik

Sudut pemadaman

: Pada (001) + 1o 40 pada (010) + 4o 10o

Orientasi optis

: Dua (biaxial)

Sumbu optis

:-

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Anorthoclase dapat dibedakan dari feldspar lainnya oleh


sudut sumbu opotik kira-kira 50o (sanidine di bawahnya dan
yang lain di atasnya). Ciri lainnya adalah terdapat pada
batuan beku yang kaya soda, kadang didapatkan dalam
pegmatite.

17

SANIDIN (K,Na) AlSi3O8)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Fenokris

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: pararel yang sempurna (010), dan (110) kurang sempurna

Bias rangkap

: Lemah abu-abu ,orde I

Kembaran

: Kalsbad

Sudut pemadaman

: Pararel pada (001), (010) dari 5 sampai 12

Orientasi optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Sanidine dibedakan dari orthoclas dari sudut sumbu yang


kecil dan pada beberapa keadaan oleh perbedaan orientasi,
sering berkabut dengan sanidin bersih

18

QUARTZ (SiO2)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna, seringkali terdiri dari inklusi

Bentuk

: Kristal prismatik anhedral, butiran dan sebagai


penggantian euhedral, intergroup dengan plagioclase dalam
bentuk vermicular (mymerkite), seringkali terdapat sebagai
intersertal mineral, pseudomorf

Relief

: Sangat rendah

Pleokroisme

: -

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Tidak ada, rhombohedral yang tidak sempurna

Bias rangkap

: Agak lemah, orde-I

Kembaran

: Umum jarang terlihat

Sudut pemadaman

: Paralel dan simetris

Orientasi optis

: Length Slow

Sumbu optis

: Satu (uniaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Cordierite sering membuat kekeliruan dengan quartz


tetapi cordierite biaxial. Quartz adalah mineral ubiquitous,
terdapat dalam berbagai tipe batuan sebagai mineral utama,
asesories atau sekunder dan mineral detrital.

19

TOURMALINE GROUP
Schrolite

(Iron Tourmaline)

Dravit

(Magnesium Tourmaline)

Elbaite

(Alkali Tourmaline)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Schrolite abu-abu netral, biru gelap kuning tua, zaitun,


struktur zonasi, dravite tidak berwarna sampai kuning, dan
elbait tidak berwarna

Bentuk

: Schrolite kristal prismatik, dan columnnar atau fibrous,


radier, albaite, spherulitik, dan dravida kristal yang besar
umumnya.

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Sedang

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Tidak ada tetapi terdapat pecahan yang tidak teratur

Bias rangkap

: sedang sampai kuat(Schrolite), atau sedang (davite,


Elbaite)

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Pararel

Orientasi optis

: Satu (Unixial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

:Schrolite berkembang maksimum dalam granite pegmatit,


juga dengan Cassiteritte. Schrolite merupakan mineral
tourmaline yang menunjukkan absorbsi paling kuat.
Dravite terdapat dalam batu gamping metamorf juga schist.

20

Elbaite terdapat dalam granite pegmatit, asosiasinya


Lepidolite, dan albite.

21

CODIERITE (Mg2Al4Si5O18)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Kristal pseudobexagonal prismatik pendek dan anhedral

Relief

: Rendah

Pleokroisme

: Sedang

Indeks bias

: n mineral < (atau) > n. K-balsam

Belahan

: Paralel yang tidak sempurna dengan (010). Sebagian


paralel dengan (001)

Bias rangkap

: Agak lemah, kira-kira sama dengan quartz, kuning


jeramiorde-I

Kembaran

: Kembaran penetration dengan (110) sebagai bidang


kembar atau polisintetik

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length Fast

Sumbu optis

: Satu (Uniaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Cordierite adalah satu mineral yang mudah dikelirukan


dengan quartz. Cordierite teralterasi menjadi sericite
(pinite), chlorite, talc. Cordierite tipe mineral metamorf,
didapatkan dalam gneiss dan schist seringkali pada kontak
dengan batuan beku. Asosiasinya yang umum adalah
sillimanite. Merupakan mineral khas pada hornfels.

22

CALCITE ( CaCO3)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna seringkali berkabut

Bentuk

: Umumnya anhedral samapai subhedral

Relief

: Bervariasi tinggi

Pleokroisme

:-

Indeks bias

:-

Belahan

: Rombohedral yang sempurna


berpotongan pada sudut 750

Bias rangkap

: Ekstrim, abu-abu mutiara, cokelat orde tinggi

Kembaran

: Polisentritik

Sudut pemadaman

: Simetris dengan arah belahan

Orientasi optis

: Sulit ditentukan

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Dolomite, magnesit dan siderit bisa keliru dengan calcite.


Dolomite umumnya subhedral, sampai euhedral, dan
kembaran pararel. Siderite umumnya ada noda besi quartz
vein. Terdapat dalam batugamping batuan metamorf juga
batuan tipe lainnya.

23

(1011),

umumnnya

DOLOMITE (Ca(Mg,Fe) (CO3)2)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai abu-abu

Bentuk

: Umumnya subhedral euhedral dan berstruktur zonasi

Relief

: Bervariasi, rendah sampai tinggi

Pleokroisme

: -

Indeks bias

:-

Belahan

: Rhombohedral parallel yang sempurna dengan (1011).


Umumnya dua garis berpotongan pada sudut miring

Bias rangkap

: Ekstrim, abu-abu mutiara, coklat muda atau putih, orde


tinggi

Kembaran

: Polisintetik

Sudut pemadaman

: Simetris

Orientasi optis

:-

Sumbu optis

: Satu (Uniaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Dolomite mineral yang sangat umum terdapat dalam vein


dan endapan replacement, dolostone, batugamping dan
batuan dolomite metamorfik.

24

CHLORITOID (H2(Fe,Mg,Mn)Al2SiO7)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Hijau, abu-abu kehijauan

Bentuk

: Kristal pseudobehexagonal tabular

Relief

: tinggi

Pleokroisme

: Sedang

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: sempurna (010), kurang sempurna, dan (110) tidak


sempurna

Bias rangkap

: Lemah sampai sedang

Kembaran

: Polisentritik

Sudut pemadaman

: C^Z hampir pararel sampai 200

Orientasi optis

: Length Fast

Sumbu Optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Choloritoid kadang menyerupai beberapa chlorite, tetapi


telifnya tinggi dan belahan kurang sempurna, Choloritoid
didapatkan dalam batuan metamorf, seperti mica schist, dan
Phylite sebagai metacryst.

25

CLINOCHLORE (Mg5(Al,Fe) (OH)8(Al,Si)4O10)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai hijau

Bentuk

: Kristal bervariasi dari tipis sampai tebal tabular dengan


pseudohexagonal kadang-kadang kristal melengkung

Relief

: Sedang

Pleokroisme

: Sedang

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Sempurna dalam satu arah paralel dengan (001)

Bias rangkap

: Lemah sampai agak lemah

Kembaran

: Polisintetik

Sudut pemadaman

: Bervariasi dari 2o 9o

Orientasi optis

: Length Fast

Sumbu optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Clinobore dibedakan dari chlorite lainnya dengan sudut


pemadaman miring dan dari pennine dengan Bias
rangkapnya lebih kuat dan biaxial. Clinobore terdapat
dalam chlorite schist dan batuan metamorf lainnya.
Asosiasinya yang umum adalah talc, anatigorite,
chondrodite dan phlogopite.

26

STILPNOMELANE (H2(Mg,Fe)Al2SiO7)

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Coklat dan kuning atau hijau

Bentuk

: Micaceous (tabular)

Relief

: Sedang sampai tinggi

Pleokroisme

: Sedang

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Paralel sempurna (001)

Bias rangkap

: Sedang-kuat

Kembaran

: Polisintetik

Sudut pemadaman

: Hampir Paralel

Orientasi optis

: Length slow,sudut antara X dan C kecil

Sumbu optis

: Walaupun monoklin tetapi hanya mempunyai satu sumbu


optic (karena 2V-nya = 0

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Stilpnomelane sangat menyerupai biotite. Stilpnomelane


sangat erat hubungannya dengan anggota mika group
lainnya. Stilpnomelane didapatkan dalam quartz adularia
pegmatite vein,dalalm nepheline-syenite pegmatite dan
mungkin terdapat sebagai mineral yang dikenal terbentuk
sebagai hasil alterasi hidrotermal.

EPIDOTE (Ca2(Al,Fe)3(OH)(SiO4)3)
27

Sifat optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai hijau kekununingan

Bentuk

: Granular sampai columnar

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Tidak ada

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Sempurna dalam satu arah (001)

Bias rangkap

: Sedang, sampai kuat, dari terbawah sampai teratas orde-III

Kembaran

: Tidak umum

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Epidote di bedakan dari clinozoisite dan zoisitedengan


bias rangkap yang kuat dari diopside dan augite dengan
sudut pemadaman yang paralel. Epidote adalah mineral
yang umum ndan tersebar dalam berbagai tipe batuan beku
dan metamorf. Dalam batuan beku biasanya Mineral
Deuhteric atau magmatik akhir. Epidote Mineral yang
Dominan Dalam Epidosite, batuan epidote-quartz metamorf
. Epidote agak umum sebagai mineral detrital.

ALLANITE (Ca,Fe)2(Al,Ce,Fe)3(OH)(SiO4)3

28

Sifat optis
Warna absorbsi

: Coklat

Bentuk

: Sama dengan epidote

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Kuat, coklat muda ke coklat tua

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Paralel yang tidak sempurna (001)

Bias rangkap

: Agak kuat

Kembaran

: Sama dengan Epidote

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Sulit di temukan

Sumbu Optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Allanite di bedakan dari Hornblende coklat dengan sudut


Pemadaman yang paralel dan belahan dalam satu arah.
Allanite terdapat dalam Granite, syenite, granite pegmatite
dan gneiss.

LAWSONITE (H2CaAl2Si2O10)

29

Sifat optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Kristal Euhedral

Relief

: Agak Tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Parallel yang baik dengan (010) dan (001), paralel yang


jelas dengan (110)

Bias rangkap

: Sedang, biru orde-II

Kembaran

: Polisintetik, dua arah, kadang-kadang melengkung

Sudut pemadaman

: Paralel dan simetris

Orientasi optis

: Lenght slow

Sumbu Optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Clinozoisite kadang-kadang menyerupai lawsonite, tetapi


dibedakannya dari warna intereferensi yang lain. Prehnite
juga sering membuat kekeliruani dengan lawsonite, tetapi
bias rangkapnya tinggi. Ciri terdapatnya lawsonite adalah
dalam batuan metamorf seperti glaucophane schiscts, juga
didapatkan dalam gabbro dan diorite sebagai hasil
metamorfisme awal. Asosiasi yang umum dari lawsonite
adalah muskovite, glaucophane, garnet dan sphene.

PIEMONTITE (Ca2(Al,Fe,Mn)3(OH) (SiO4)3)

30

Sifat optis
Warna absorbsi

: Kuning, oranye, merah dan ungu

Bentuk

: Menyerupai epidote

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Kuat

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Dalam satu arah (001)

Bias rangkap

: Sangat kuat, orde-III

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Lenght slow

Sumbu Optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Warna absorbsi dan pleokroisme piemontite tertentu.


Piemontite terapat sebagian besar dalam schist dan gneiss,
juga dalam alterasi quartz phorphyrie.

GARNET GROUP
Pyrope

Mg3AL2(SiO4)3 ------------ n = 1.741 to 1.760

31

Almandite

Fe3Al2(SiO4)3

------------ n = 1.778 to 1.815

Spessartite

Mn3Al2(Si04)3 ------------ n = 1.792 to 1.860

Uvarovite

Ca3Cr2(SiO4)3 ------------ n = 1.838 to 1.870

Grosularite

Ca3Al2(SiO4)3 ------------ n = 1.736 to 1.763

Andrdite

Ca3Fe2(SiO4)3 ------------ n = 1.857 to 1.887

Sifat optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna, kemerahan muda, coklat muda tua, abu


abu kehijauan

Bentuk

: Kristal dodecahedral euhedral kristal trepezohedral dan


poligonal

Relief

: Sangat tinggi

Pleokroisme

:-

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Tidak ada, sebagian paralel dengan (110), fracture tidak


teratur

Bias rangkap

: Lemah sampai sangat lemah

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

:-

Orientasi optis

:-

Sumbu Optis

:-

Tanda optis

:-

32

Keterangan

: Garnet umumnya teraltrasi menjadi chlorite. Garnet sangat


khas di temukan pada batuan metamorf, walaupun kadang
juga di temukan pada Batuan beku.

AXINITE (H(Fe,Mn)Ca2Al2B(SiO4)4)

33

Sifat optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai ungu muda

Bentuk

: Kristal unhedral, inklusi

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Tidak sempura

Bias rangkap

: Agak lemah, teratas kuning orde I

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Miring

Orientasi optis

:-

Sumbu Optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Axinite tidak begitu jelas dan sulit di kenal. Bias


rangkapniya sama dengan quartz, tetapi indeks bias tinggi
dan sumbu optisnya biaxial sedangkan quartz uniaxial.
Axinite terdapat dalam batuan calcareous zone metamorf
kontak. Axinite juga di dapatkan dalam granite dan granite
pegmatit.

SPHENE (CaTiSiO5)

34

Sifat optis
Warna absorbsi

: Hampir tidak berwarna netral

Bentuk

: Kristal euhedral seperti belah ketupat atau irregular garain

Relief

: Sangat tinggi

Pleokroisme

:-

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Paralel (221) dan tidak paralel (dengan garis luar kristal)

Bias rangkap

: Ekstrim, orde -III

Kembaran

: Polisentetik paralel (221).

Sudut pemadaman

: Simetris

Orientasi optis

:-

Sumbu Optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Manozite kadang kadang sama dengan sphene, tetapi


bias rangkapnya rendah dan lemah. Sphene adalah mineral
asesoris yang tersebar luas dalam batuan berbutir dan
batuan metamorf seprti gneiss dan schist. Juga
kemungkinan terbentuk pada tahap akhir dalam batuan
beku.

STAUROLITE (2Al2SiO5.(OH)2)

35

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Kuning muda

Bentuk

: Kristal euhedral atau prismatik pendek

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Paralel dengan (010)

Bias rangkap

: Agak lemah, kuning-merah orde-2

Kembaran

: Umum

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu Optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Warna absorbsi kuning, pleokroisme yang kuat dan inklusi


kuarsa adalah kenampakan yang sangat khas pada
staurolite. Straurolit didapatkan sebagai metacrys dalam
batuan metamorf seperti skiss, philite dan gneiss.

ANDALUSITE (Al2SiO5)

36

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna, kemerahan.

Bentuk

: Kristal euhedral atau coarse columnar

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Sedang

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Parallel dengan (110)

Bias rangkap

: Agak lemah, teratas kuning orde pertama.

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length Fast

Sumbu Optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Andalusite dibedakan dari sillimanite, dengan ciri Length


Fast, bias rangkap lemah sudut sumbu yang besar. Variasi
warna plekroisme menyerupai hypersthene, tetapi
hypersthene Lenght slow. Viridine adalah manganian
andalusite dengan indeks bias tinggi dan bias rangkap kuat.
Andalusite teralterasi menjadi sillimanite. Variasi
chiastolite biasanya teralterasi menjadisericite sepanjang
garis yang dimasuki bahan carbonaceous. Andalusite
terdapat dalam granite pegmatite dan pada vien
bertemparature tinggi.

SILLIMANITE (Al3SiO5)

37

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Kristal prismatic

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

:-

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Parallel dengan (110)

Bias rangkap

: Sedang, biru, kuning kemerahan orde-II

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Paralel dan simetri

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu Optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Positif

Keterangan

: Sillimanite dibedakan dari andalusite dengan ciri Length


Slow, bias rangkap kuat dan sudut sumbu kecil. Silimanite
di dapatkan dalam gneiss, schist, slate, hornfels, dan batuan
metamorf lainnya. Asosiasinya yang umum adalah
corundum andalucite, kyenite, dumortierite dan cordierite.

KYANITE (Al2SiO5)

38

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai biru muda

Bentuk

: Plate tabular paralel dengan (100)

Relief

: Tinggi

Pleokroisme

: Lemah

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Parallel yang sempurna dengan (110), paralel yang kurang


sempurna dengan (010), memotong (001) pada sudut
850dengan panjang kristal sedang.

Bias rangkap

: Sedang, merah orde-1

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Pada posisi (100) sekitar 30 0 terhadap panjang sumbu


kristalografi . paralel atau hampir paralel.

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu Optis

: Dua (biaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Kyanite terdapat dalam schist dan gniss , berasosiasi


dengan quartz , muskovit , garnet , staurolite , dan rutile .
kyanite tidak pernah terdapat dalam batuan beku , juga
terdapat sebagai mineral detrital. Dibedakan dari keluarga
silimanite lainnya karena sudut pemadamannya yang
miring .

CANCRINITE (3NaAlSiO4.CaCO3.H2O)

39

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Kristal anhedral , kristal euhedral jarang.

Relief

: Sedang

Pleokroisme

:-

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Parallel dengan (1010)

Bias rangkap

: Bervariasi dari agak lemah sampai sedang , warna


bervariasi dari kuniing muda orde 1 sampai ditengah orde 2

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length fast

Sumbu Optis

: Satu (uniaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Kadang teralterasi disepanjang belahan atau pecahannya.


Cancrinite jarang terdapat dalam batuan, tetapi tersebar
dalam beberapa jenis batuan .merupakan mineral ciri khaas
dari nepheline syenite dan berasosiasi dengan plagioklase,
microline, nepheline, dan sodalite.

LEUCITE (KA1 (SiO3)2

40

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Kristal euhedral , Trapezoheedron. Sering kali terdiri dari


inklusi

Relief

: Sedang-rendah

Pleokroisme

:-

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

:-

Bias rangkap

: Sangat lemah

Kembaran

: Polisintetik

Sudut pemadaman

: Kadang bergelombang

Orientasi optis

:-

Sumbu Optis

:-

Tanda optis

:-

Keterangan

: Leusit merupakan analcime, tapi analcime rangkapnya


lemah, tetapi tidak mempunyai kembaran polisintetik,
sedangkan leusit mempunyai rangkap bias yang sangat
besar dan relif yang rendah. Leusit terdapat pada fenokris
didalam lava (leusit tephirite. Leusite basalt, leusit
phonolite ) dan berhubungan dengan tuff.

MELILITE m(Ca2Al2SiO7)/m(Ca2MgSiO2O7)

41

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna sampai kuning muda

Bentuk

: Kristal euhedral
pegstucture

Relief

:Tinggi

Pleokroisme

:-

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Parallel yang kurang jelas dengan (001)

Bias rangkap

: Lemah, abu-abu orde-1

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length slow

Sumbu Optis

: Satu (uniaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Dalam sayatan memanjang dengan bias rangkap yang


lemah dan peg structure adalah ciri utamanya, kadang
menyerupai nepheline tetapi relifnya tinggi, Melilite sering
berasosiasi dengan augit, olivine, nepheline, dan leusit
dalam batuan beku terutama yang kaya akan soda (Na).

Nepheline (Na, K)(Al, Si)2O4

42

tabular,

seringkali

mempunyai

Warna absorbsi

: Tidak berwarna keruh, memperlihatkan deretan inklusi

Bentuk

: Kristal hexagonal prismatik pendek

Relief

: Sangat rendah

Pleokroisme

:-

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Parallel yang tidak sempurna dengan (001)

Bias rangkap

: Lemah, abu-abu orde-1

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length fast

Sumbu Optis

: Satu (uniaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Mineral yang sering membuat kekeliruan dengan


napheline adalah ortoclas, Tetapi Orthoclas mempunyai
bilahan yang baik dan biaxial, Napheline juga mempunyai
melilite, dan scapolite yang mempunyai relif yang
tinggidan bias rangkap yang lebih kuat. Napheline
teralterasi menjadi zeolite, sodalite, muscovite. Concrinite
atau hydronepheline, Napheline terbatas pada batuan beku
yang kaya soda seperti nepheline, syenite, phonolite, dan
batuan basaltik.

APATITE (3Ca3 (Po4)2.CaFe2)

43

Sifat Optis
Warna absorbsi

: Tidak berwarna

Bentuk

: Kristal prismatik

Relief

:Sedang

Pleokroisme

:-

Indeks bias

: n mineral > n. K-balsam

Belahan

: Parallel yang tidak sempurna dengan panjang kristal

Bias rangkap

: Lemah, abu-abu orde pertama, gelap

Kembaran

:-

Sudut pemadaman

: Paralel

Orientasi optis

: Length fast, untuk kristal yang tabular Length Slow

Sumbu Optis

: Satu (uniaxial)

Tanda optis

: Negatif

Keterangan

: Apatite sebagai mineral asesoris dalam batuan beku, juga


dalam pegmatit vein yang bertemperatur tinggi. Juga sering
berasosiasi dengan Cellophane dalam batuan posphat

44

DAFTAR PUSTAKA
Kerr P. F., 1977. Optical Mineralogy, Mcgraw hill Book Company Inc, New
York, Toronto, London.
Mackenzie W. S. and C. Guilford, 1980. Atlas of Rock Forming Minerals in
Thin Section, Halted Press, London.
Nesse William D. , 1991. Introduction to Optical Mineralogy, Oxford
University Press, Second Edition, New York Oxford.
Phillips W. R. , 1971. Mineral Optics, Principles and Techniques, W. H.
Freeman and Company, San Fransisco.
Roger A. F. , 1942. Optical Mineralogy, Mcgraw Hill, Book Company Inc. , New
York and Toronto.
Wahlstrom E. E. , 1960, Optical Crystallography, John Wiley & Sons Inc. , New
York and London.
Kent Ratajeski, Atlas of Igneous and Metamorphic Rocks, Minerals &
Textures. Geology Department of the University of North Carolina.

45