Anda di halaman 1dari 5

Jurnal Kesehatan Andalas.

2015; 3(1)

http://jurnal.fk.unand.ac.id

Artikel Penelitian

Hubungan Asupan Natrium dengan Tekanan Darah pada


Mahasiswa
Ariadi1, Desmawati2, Elizabet Bahar 3

Abstrak
Peningkatan tekanan darah salah satunya disebabkan oleh asupan natrium yang tinggi. Globalisasi diketahui
meningkatkan konsumsi makanan siap saji di antara mahasiswa yang secara langsung meningkatkan asupan natrium.
Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross sectional, untuk melihat hubungan asupan natrium dengan
tekanan darah pada mahasiswa. Periode penelitian dilaksanakan pada bulan Januari Juni 2015 bertempat di
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jumlah sampel sebanyak 90 orang yang diambil secara stratified random
sampling. Data tekanan darah sampel diambil melalui sphygmomanometer, asupan natrium dengan food frequency
questionnaire (FFQ). Data dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian didapatkan asupan natrium
responden berada pada batas yang direkomendasikan oleh WHO dengan rerata 1210,97 mg. Sedangkan pengukuran
tekanan darah juga dikategorikan normal dengan rerata 109,17 mmHg untuk sistolik dan 72,28 mmHg untuk diastolik.
Hasil uji statistik menunjukkan hubungan asupan natrium dengan tekanan darah sistolik dengan nilai p=0,236 dan r=
-0,126, sedangkan hubungan asupan natrium dengan tekanan darah diastolik dengan nilai p=0,067 dan r= -0,194.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan natrium dengan tekanan
darah sistolik maupun diastolik.
Kata kunci: Asupan Natrium, Tekanan Darah, Mahasiswa, Food Frequency Questionnaire

Abstract
Increased blood pressure is caused by high sodium intake. Globally it is known that increase in the
consumption of fast food among students directly increase the sodium intake This research is an analytic study with
cross sectional design, to see the correlation of sodium intake with blood pressure in students . The research
conducted in January - June 2015 at the Faculty of Medicine, Andalas University. Total sample of 90 people taken by
stratified random sampling. Blood pressure data were taken through a sphygmomanometer, and sodium intake data
with a food frequency questionnaire (FFQ). Data were analyzed using Spearman's test. The result showed that intake
of sodium of respondents are in the range recommended by the WHO with an average of 1210.97 mg. Blood pressure
is also considered normal with an average of 109.17 mmHg and 72.28 mmHg for systolic and diastolic. Statistical
analysis showed no correlation of sodium intake and systolic blood pressure, with a value of p = 0.236 and r = -0.126,
and no correlation of sodium intake and diastolic blood pressure with a value of p = 0.067 and r = -0.194. The
conclusion is that there is no significant correlation of sodium intake with both systolic and diastolic blood pressure.
Keyword: Sodium Intake, Blood Pressure, Students, Food Frequency Questionnaire
Affiliasi penulis : 1. Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran
Universitas Andalas, 2. Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran
Universitas Andalas, 3. Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran

PENDAHULUAN
Nilai tekanan darah akan berbeda antar

Universitas Andalas

individu dan pada individu yang sama dalam waktu

Korespondensi : Ariadi, Email: ariadi17@gmail.com, Telp: +628 1166

yang berbeda. Kecenderungan nilai tekanan darah

111 60

akan lebih rendah pada anak-anak dibandingkan


dengan dewasa, lebih tinggi pada orang dengan
kelebihan berat badan, sedikit menurun pada saat
tidur, dan akan meningkat saat beraktivitas dan

Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 3(1)

http://jurnal.fk.unand.ac.id

adanya lonjakan emosi. menyebutkan bahwa tekanan

didapatkan,

darah seseorang pada masa muda sangat erat

mengkonsumsi makanan siap saji mencapai angka

kaitannya dengan tekanan darah pada masa tua nanti,

71,6%.10

sehingga diperlukan intervensi dini untuk mengontrol


1,2

tekanan darah.

bahwa

mahasiswa

yang

sering

Mengingat faktor resiko untuk terjadinya


hipertensi dengan asupan natrium yang berlebihan

Hipertensi biasa terjadi pada usia lanjut.

dikalangan anak muda terutama mahasiswa, maka

Namun beberapa penelitian menunjukkan, bahwa ada

pada kesempatan ini penulis meneliti pada mahasiswa

peningkatan prevalensi hipertensi pada umur yang

pendidikan dokter umum FK Universitas Andalas

lebih muda dalam beberapa dekade terakhir .

bagaimana hubungan asupan natrium dengan tekanan

Hipertensi disebut juga silent killer, karena bisa

darah.

memicu penyakit degeneratif seperti stroke, infark

mengetahui

miokard, penyakit ginjal kronis, retinopati dan penyakit

natrium dengan tekanan darah pada mahasiswa

vaskular lainnya yang apabila tidak diatasi dapat

pendidikan

menyebabkan kematian.
Beberapa

3,4

Tujuan

dari

penelitian

apakah
dokter

terdapat
umum

ini

adalah

hubungan

Fakultas

untuk
asupan

Kedokteran

Universitas Andalas.

faktor

telah

diketahui

dapat

memicu hipertensi esensial, salah satunya adalah diet

METODE

tinggi garam. Menurut penelitian, hipertensi esensial

Penelitian

ini

merupakan

studi

analitik

desain

cross

sectional,

untuk

melihat

banyak berkembang pada populasi dengan asupan

dengan

garam yang tinggi. Natrium berperan dalam mengatur

hubungan asupan natrium dengan tekanan darah

cairan tubuh dan tekanan darah. Pengaturan cairan

pada mahasiswa pendidikan dokter umum Fakultas

tubuh dan tekanan darah didasarkan pada peran

Kedokteran

natrium

dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

sebagai

kation

utama

dalam

cairan

ekstraseluler. Bagi kebanyakan orang, kelebihan


namun

mengkonsumsi

untuk

natrium

sebagian

secara

meningkatan tekanan darah.

orang

berlebihan

akan

5-7

Universitas

Andalas.

Penelitian

ini

dan dilaksanakan pada Januari - Juli 2015

asupan natrium akan dikeluarkan oleh tubuh dengan


sendirinya,

Sampel penelitian berjumlah 90 orang yang


diambil secara proportional
populasi

mahasiswa

random sampling dari

Pendidikan

Dokter

Umum

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang


diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan yang dilakukan

2011 2014. Data responden merupakan data primer


yang dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.

pada 2013 mengatakan, bahwa persentase penduduk


yang mengkonsumsi makanan asin sering mencapai
26,2%. Nilai ini meningkat dari riset sebelumnya yang
hanya sebesar 24,5% pada tahun 2007. Lebih lanjut
diketahui bahwa penduduk dengan usia 20-24 tahun
merupakan

penduduk

dengan

tingkat

konsumsi

makanan asin sering diatas rata-rata nasional, yaitu

HASIL
Tabel 1. Karateristik Responden
No
1

Karateristik Responden
Jenis kelamin
Laki-laki
Perempuan
Total

32
58
90

35,6
64,4
100

sebesar 26,5%. Hasil ini sejalan dengan penelitian lain

Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa

di Jakarta yang mendapatkan bahwa globalisasi

responden penelitian lebih banyak berjenis kelamin

meningkatkan konsumsi makanan siap saji di antara

perempuan daripada laki-laki.

mahasiswa,

sehingga

secara

langsung

dapat

meningkatkan asupan natrium.8,9


Mahasiswa
sekelompok
pembelajaran

dewasa
yang

kedokteran
muda
tinggi,

dengan
sehingga

merupakan
tuntutan
konsumsi

makanan siap saji sering menjadi solusi dalam


pemenuhan gizi sehari-hari. Dalam penelitian yang
dilakukan pada mahasiswa kedokteran di Medan

Tabel 2. Tekanan Darah Responden


f

Mean

SD

Minimum

Maximum

Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 3(1)

http://jurnal.fk.unand.ac.id

(mmHg)
TDS
TDD

(mmHg)

(mmHg)

90

109,2

12,4

90

135

90

72,3

8,9

50

100

perempuan lebih cenderung mengalami tekanan darah


tinggi daripada laki-laki.8
Sampai saat ini belum ada penetapan

Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat hasil


pengukuran tekanan darah yang dilakukan terhadap
90 responden menunjukkan tekanan darah sistolik
rerata pada responden adalah 109,212,4 mmHg dan
rerata tekanan darah diastolik pada responden adalah
72,38,9 mmHg.
Hasil pengukuran menemukan rerata asupan
natrium responden dalam sehari adalah 1210,9521,1
mg dengan nilai asupan natrium terendah 370,9 mg
dan asupan natrium tertinggi 3096,1 mg.

cukup mengandung natrium, tetapi WHO (2013)


merekomendasikan

pembatasan

asupan

natrium

sebanyak 2000 mg. Dari hasil penelitian ini diketahui


bahwa rerata asupan natrium responden masih dalam
batasan yang direkomendasikan. Namun terdapat
enam (6,67%) responden dengan asupan natrium
melebihi 2000 mg.11
Sumber utama natrium berasal dari natrium
klorida atau lebih dikenal dengan nama garam dapur,
sehingga asupan natrium sangat dipengaruhi oleh
konsumsi garam dapur ini. Kebanyakan makanan siap

Tabel 3. Hubungan Asupan Natrium dengan Tekanan


Darah

Asupan Natrium

kebutuhan natrium sehari karena makanan sehari-hari

saji menjadi sumber terbesar dalam asupan natrium


seseorang, diantaranya pizza, sup, burger, pasta,

Tekanan Darah Sistolik

popcorn,

kentang

olahan

dan

lain-lain.

Selain

makanan siap saji, kerang-kerangan, ikan teri dan keju

-0,126

0,236

juga menjadi sumber natrium yang besar.6,12


Kekurangan asupan natrium biasanya jarang

Jadi tabel 3 diatas memperlihatkan bahwa

terjadi, namun apabila tingkat natrium dalam tubuh

tidak terdapat hubungan yang bermakna dan juga

rendah maka bisa menyebabkan beberapa gangguan

korelasi yang sangat lemah antara asupan natrium

seperti kejang, mual, muntah, dan pusing. Sedangkan

dengan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik.

kelebihan kadar natrium di dalam tubuh akibat asupan


yang

PEMBAHASAN

umur 19,78 1,27. Responden termuda berumur 17


tahun sedangkan yang tertua berumur 23 tahun. Pola
konsumsi makanan asin tertinggi di Indonesia berada
pada kelompok umur 35-54 tahun, namun remaja dan
dewasa muda dengan kelompok umur 15-24 tahun
mengkonsumsi makanan asin sering diatas rerata
nasional. Berdasarkan riset di Indonesia, tekanan
darah cenderung normal pada dewasa muda dengan
pola semakin meningkat seiring peningkatan umur.8
Terdapat lebih banyak responden perempuan
daripada responden laki-laki dalam penelitian kali ini,
dengan responden perempuan sebanyak 58 (64,4%)
orang dan responden laki-laki sebanyak 32 (35,6%)
orang. Dalam hal konsumsi makanan asin, tidak
terdapat perbedaan yang signifikan antara laki-laki dan
perempuan. Sedangkan dalam hal tekanan darah,

ataupun

terdapat

menyebabkan udem dan hipertensi.

retensi

bisa

7,13

Tekanan darah rerata responden penelitian

Penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa


yang tergolong kepada dewasa muda dengan rerata

berlebihan

ini berada pada batas normal yaitu dibawah 120


mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik
sesuai klasifikasi dari JNC VII. Berdasarkan kriteria
dari JNC tersebut juga terdapat 27 (30%) responden
dengan kategori normal-prehipertensi dan dua (2,22%)
responden dengan kategori hipertensi derajat 1. Hal ini
sejalan dengan hasil riset yang telah dipaparkan
sebelumnya bahwa tekanan darah akan cenderung
normal

pada

kelompok

umur

responden

yang

tergolong dewasa muda.


Hasil

uji

statistk

mendapatkan

bahwa

hubungan antara asupan natrium dengan tekanan


darah masing-masing p= 0,236 untuk asupan natrium
dengan tekanan darah sistolik dan p= 0,067 untuk
asupan natrium dengan tekanan darah diastolik. Nilai
ini menandakan bahwa tidak ada hubungan yang
bermakna antara asupan natrium dengan tekanan
darah baik sistolik maupun diastolik (p > 0,05).

Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 3(1)

http://jurnal.fk.unand.ac.id

Pada

uji

korelasi

didapatkan

kekuatan

sering digunakan dalam penelitian epidemiologi gizi

korelasi sangat lemah dan tidak bermakna antara

karena dapat dilakukan sendiri oleh responden dan

asupan natrium dengan tekanan darah baik sistolik

tidak butuh latihan khusus. Namun metode ini memiliki

maupun diastolik, yaitu masing-masing r= -0,126 untuk

kekurangan dengan memuat banyak daftar makanan,

nilai korelasi asupan natrium dengan tekanan darah

sehingga

sistolik dan r= -0,194 untuk nilai korelasi asupan

pewawancara bosan. Selain itu data yang diperoleh

natrium dengan tekanan darah diastolik.

melalui metode ini juga akan dipengaruhi oleh ingatan

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian


Apriany (2012),

Kautsar (2014), dan Mulki (2014).

Penelitian Apriany (2012) yang dilakukan secara cross

dan

dapat

motivasi

menyebabkan

dari

responden

responden

sehingga

dan

ada

kemungkinan bias dalam menilai asupan natrium


responden.

sectional pada pasien RSUD Tugurejo Semarang

Menurut Beevers

(2014), tekanan darah

mendapatkan bahwa tidak ada hubungan yang

seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak hal seperti

signifikan antara asupan natrium dengan tekanan

umur, suku bangsa, jenis kelamin, berat badan,

darah baik sistolik maupun diastolik dengan p-value

olahraga, stress, diet dan lingkungan. Sehingga

14-16

asupan natrium bukan satu-satunya faktor yang dapat

sebesar 0,378 dan 0,207.

Pada penelitian Mulki (2014) didapatkan p-

mempengaruhi tekanan darah. Lebih lanjut dikatakan

value sebesar 0,114 dan 0,055, sehingga tidak ada

bahwa peningkatan tekanan darah cenderung terjadi

hubungan bermakna antara asupan natrium dengan

seiring peningkatan usia, sehingga lanjut usia lebih

tekanan darah sistolik dan diastolik. Penelitian ini

banyak mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan

dilakukan

dengan anak muda.18

pada

pasien

Puskesmas

Pasirkaliki

Kecamatan Cicendo Kota Bandung. Sedangkan pada

Diet

seseorang

memiliki

respon

yang

terhadap

tekanan

darah.

Untuk

natrium

secara

penelitian cross sectional yang dilakukan oleh Kautsar

berbeda-beda

terhadap mahasiswa Universitas Hasanuddin pada

sebagian

April sampai Maret 2014 didapatkan p-value sebesar

berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah atau

0,09 untuk hubungan asupan natrium dengan tekanan

disebut sensitivitas terhadap garam. Namun untuk

darah. Hasil ini juga menandakan bahwa tidak ada

sebagian orang lainnya kelebihan asupan natrium

hubungan yang bermakna antara dua variabel yang

akan dikeluarkan oleh tubuh dengan sendirinya,

diteliti.15,16

sehingga tidak berpengaruh terhadap tekanan darah.7

Penelitian lain yang dilakukan Farid (2010)

orang

Tekanan

mengkonsumsi

darah

tinggi

akibat

sensitivitas

menunjukkan hasil yang berbeda, yaitu terdapat

garam salah satunya dipengaruhi oleh atrial natriuretic

hubungan antara asupan natrium dengan tekanan

hormone

darah.

45

disekresikan oleh atrium jantung sebagai respon

responden remaja dari SMA N 5 Semarang ini

adanya peningkatan tekanan darah. Fungsi ANH

mendapatkan p-value p=0,002 dan p=0,020 untuk

adalah menstabilkan tekanan darah tinggi dengan

hubungan asupan natrium dengan tekanan darah

cara meningkatkan eksresi air dan natrium.18

Penelitian

yang

dilakukan

terhadap

(ANH).

ANH

adalah

hormon

yang

sistolik dan diastolik. Sedangkan koefisien korelasi

Menurut Black dan Elliott (2013), sensitivitas

didapatkan nilai r=0,452 dan r=0,347 yang berarti

garam sering terjadi pada lanjut usia. Seiring dengan

terdapat korelasi lemah antara asupan natrium dengan

penambahan usia, fungsi ginjal untuk mengeksresikan

tekanan darah sistolik dan korelasi sangat lemah

natrium akan berkurang, sehingga asupan natrium

antara

asupan

yang berlebih dalam tubuh lama-kelamaan akan

diastolik.

17

menyebabkan peningkatan tekanan darah. Mengingat

Pada penelitian ini didapatkan hubungan

responden dari penelitian ini masih dewasa muda,

yang tidak bermakna kemungkinan disebabkan oleh

sehingga dimungkinkan tidak terdapat hubungan

beberapa

antara asupan natrium dengan tekanan darah.19

hal

natrium

seperti

dengan

penilaian

tekanan

asupan,

darah

usia,

sensitivitas garam, dan lain-lain. Penilaian asupan


natrium responden dilakukan oleh peneliti dengan cara
wawancara FFQ. Metode ini merupakan yang paling

KESIMPULAN

Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 3(1)

http://jurnal.fk.unand.ac.id

Berdasarkan

penelitian

ini

didapatkan

9.

kesimpulan bahwa asupan natrium dan tekanan darah


mahasiswa

pendidikan

dokter

umum

C.

Globalisasi

dan

Pola

Makan

Mahasiswa: Studi Kasus di Jakarta. CDK. 2013;

Fakultas

Kedokteran Universitas Andalas berada pada batasan

Surjadi
205-40.

10. Tarigan & Frida E. Pengetahuan, Sikap dan

yang normal, dan tidak terdapat hubungan yang

Tindakan

Mahasiwa

Fakultas

Kedokteran

bermakna antara asupan natrium dengan tekanan

Universitas Sumatera Utara Tentang Konsumsi

darah.

Makanan Cepat Saji. Gizi Kesehatan Masyarakat


USU Medan. 2012.
11.

UCAPAN TERIMAKASIH
Penulis

juga

mengucapkan

terimakasih

WHO. A Global Brief on Hypertension.

World

Health Organization. 2013.

kepada responden dari mahasiswa Pendidikan Dokter

12. Jr J W E, Macdonald I A & Zeisel S H. Present

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan

Knowledge in Nutrition. edisi 10. Oxford: Wiley-

2011-2014 tahun ajaran 2014/2015.

Blackwell. 2012.
13. Wardlaw G M & Smith A M. Contemporary
Nutrition. edisi 7. New York: McGraw-Hill. 2009.

DAFTAR PUSTAKA
1.

Rogers K. Blood, physiology and circulation. New

Natrium, Serat, dan IMT Terkait dengan Tekanan

York: Britannica Educational. 2011.


2.

Chen X. Tracking of Blood Pressure From


Childhood to Adulthood. Jurnal Ilmiah. 2008.

3.

Dewi R A. Analaisis Faktor Resiko Hipertensi


Pada Remaja Usia 15-17 tahun di Indonesia
Yogiantoro

M. Hipertensi Essensial. In: A. W.

Sudoyo, et al. eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit


dalam. Jakarta: Interna Publishing. 2009.
5.

Cunha P J & Marks W J. High Blood Pressure


Sizer F S & Whitney E N. Nutrition - Concepts
and

Controversies.

edisi

13.

Belmont:

Wadsworth. 2012.
7.

Ross D. Food and Nutrition. Jaipur: Oxford book


company.2010.

8.

Riskesdas. Riset Kesehatan Dasar, Jakarta:


Kementrian Kesehatan RI. 2013.

Semarang. Thesis FKM Undip. 2012.


15. Kautsar F. Hubungan Obesitas, Asupan Natrium
dan

Kalium

dengan

Tekanan

Darah

pada

2013. Skripsi FKM Unhas. 2014.


16. Mulki R. Hubungan Antara Asupan Natrium,
Asupan Kalium, Rasio Asupan Natrium : Kalium
dengan Tekanan Darah pada Pasien Puskesmas
Pasirkaliki Kecamatan Cicendo Kota Bandung.

(Hypertension). Jurnal Ilmiah. 2010.


6.

Darah Pasien Hipertensi di RSUD Tugurejo

Mahasiswa Universitas Hasanuddin Angkatan

tahun 2007. Skripsi FKM UI. 2012.


4.

14. Apriany R E A. Asupan Protein, Lemak Jenuh,

Skripsi Poltekes Kemenkes Bandung. 2014.


17. Farid D A. Hubungan Antara Asupan Natrium,
Kalium, Kalsium, Magnesium dan Serat Terhadap
Tekanan Darah pada Remaja. Skripsi FKM
Undip. 2010.
18. Beevers D G, Lip G Y & O'Brien E. ABC of
Hypertension. edisi 6. West Sussex: BMJ. 2014

19. Black H R & Elliott W J. HYPERTENSION: A


COMPANION

TO

BRAUNWALDS

HEART

DISEASE. edisi 2. Philadelphia: elsevier. 2013.