Anda di halaman 1dari 2

Kegigihan Berdasarkan Integritas yang Berkelanjutan

Bisakah Anda menyebutkan perbedaan paling mencolok antara pemimpin dan orang biasa? Menurut
penulis, perbedaannya sangat banyak, namun salah satu yang menarik untuk dikaji ialah kegigihan seorang
pemimpin dalam mewujudkan impiannya. Seorang pemimpin selalu berusaha merangkul perubahan dan
menjadikannya sebagai momentum menuju hari esok yang lebih baik. Terkadang, justru pemimpinlah yang
langsung mengambil tindakan demi menciptakan masa depan. Contoh paling nyata adalah Presiden Amerika
ke-35, John F. Kennedy. Pada tanggal 25 Mei 1961, di hadapan Sidang Gabungan Kongres Amerika Serikat
(Program Apollo), Kennedy menyampaikan impiannya. "Saya percaya, bangsa ini akan berkomitmen mencapai
cita-citanya sebelum dasawarsa ini berakhir, yaitu mendaratkan manusia dan mengembalikannya dengan
selamat ke bumi," katanya dengan nada mantap. Seperti sudah diduga sebelumnya, banyak yang kemudian
menganggap ide beliau ini sebagai sesuatu yang mustahil, bahkan gila! Namun, ia sama sekali tidak putus asa.
Ia membuat kebijakan untuk memperjuangkan impian besar tersebut secara serius. Ini merupakan sikap gigih.
Kegigihan berdasarkan integritas yang berkelanjutan merupakan sifat yang mendukung kepemimpinan seorang
pemimpin.
Pada esai ini penulis akan membahas arti fundamental dan hubungan antara kegigihan, integritas, dan
keberlanjutan. Menurut KBBI, kegigihan adalah keteguhan memegang pendapat atau mempertahankan
pendirian, integritas adalah mutu; sifat; atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki
potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan serta kejujuran, keberlanjutan berarti berlangsung
terus-menerus serta berkesinambungan. Menurut penulis, kegigihan adalah kesungguhan mengerjakan sesuatu;
integritas adalah kemampuan mempertahankan kejujuran sehingga menunjukkan wibawa; keberlanjutan adalah
suatu etik, seperangkat prinsip, dan pandangan yang berorientasi pada masa depan. Saat menjadi seorang
mentor, sifat kepemimpinan harus dimiliki dan terus diasah dengan baik. Seperti yang sudah penulis
kemukakan diatas, kegigihan membuahkan hasil yang baik. Sikap gigih dibutuhkan agar dalam melaksanakan
pekerjaan kita bersungguh-sungguh, kesungguhan membuat hasil yang lebih baik. Bila tak ada kegigihan,
rencana sebagus apapun akan gagal di tengah jalan atau tidak sesuai target yang ingin dicapai.
Seorang mentor harus mengerti dan menerapkan konsep kegigihan, integritas, dan keberlanjutan karena
mentor akan memimpin mentee. Mentor sebagai pemimpin perlu menjadi orang yang gigih karena masa
menjadi mentor tidaklah sebentar, diperlukan kesungguhan terus-menerus agar mentee mendapatkan pengajaran
yang baik. Sosok pemimpin memiliki karakteristik yang khas, yang paling bisa dilihat itu ialah kegigihan
berdasarkan integritas yang berkelanjutan. Seorang pemimpin dihormati oleh orang lain karena memiliki daya
juang. Berkelanjutan disini berarti adanya transfer ilmu dari pemimpin yang menginspirasi kepada pengikutnya.
Ilmu yang diturunkan pada pengikutnya adalah integritas yang tekun. Maka terciptalah pemimpin baru dari
pengikut pemimpin yang menginspirasi. Pemimpin membangun pemimpin baru dan mengembangkan dirinya
sendiri sebagai pemimpin.
Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat proses dan hasil kegigihan dari para nasionalis
Indonesia yang merupakan pahlawan nasional maupun pahlawan reformasi untuk membawa Indonesia
merdeka. Perjuangan membawa Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan tidaklah mudah, dibutuhkan waktu
lebih dari tiga setengah abad untuk mewujudkannya. Bila tidak ada kegigihan para nasionalis dalam waktu
selama itu, apakah kita sekarang telah merdeka? Belum tentu. Kegigihan para nasionalis juga berdasarkan sikap
integritas yang mereka miliki. Masyarakat Indonesia yang merdeka merupakan hasil dari perjuangan para
nasionalis. Perjuangan para nasionalis yang gigih berintegritas membuat masyarakat Indonesia terinspirasi
untuk membuat Indonesia lebih baik. Nyatanya sekarang banyak pemimpin-pemimpin bangsa yang memiliki
sifat kegigihan yang berintegritas. Hal ini menunjukkan keberlanjutan kepemimpinan yang gigih berintegritas
penting, pengikut lebih menghormati pemimpin yang bisa menginspirasi hidup menjadi lebih baik.
Tidak terkecuali penulis sebagai mentor, penulis terinspirasi oleh Ki Hajar Dewantara sebagai sosok
nasionalis di bidang pendidikan. Dengan pemikirannya yang visioner tentang Ajaran Kepemimpinan Ki
Hadjar Dewantara, Ki Hajar Dewantara menginspirasi penulis untuk menjadi pemimpin yang Ing Ngarso

Sung Tulodo artinya menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan teladan bagi orang disekitarnya;
Ing Madyo Mbangun Karso artinya seorang pemimpin ditengah kesibukannya harus juga mampu
membangkitkan atau menggugah semangat. Karena itu seorang pemimpin juga harus mampu memberikan
inovasi-inovasi di lingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk keamanan dan
kenyamanan; dan yang terakhir Tut Wuri Handayani artinya seorang pemimpin harus memberikan dorongan
moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang di sekitar kita demi
menumbuhkan motivasi dan semangat. Secara singkat, Ajaran Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara berarti
figur seorang pemimpin yang baik adalah di samping menjadi teladan, tetapi juga harus mampu menggugah
semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang agar orang di sekitarnya dapat merasa situasi yang
baik dan bersahabat. Sehingga seorang pemimpin dapat menjadi manusia yang bermanfaat di masyarakat.
Pemimpin adalah orang yang melakukan kegiatan atau proses mempengaruhi orang lain dalam suatu
situasi tertentu, melalui proses komunikasi, yang diarahkan guna mencapai tujuan tertentu. Dalam proses
mencapai tujuan, diperlukan kegigihan agar konsisten dilakukan terus-menerus. Kegigihan harus disertai
dengan integritas, integritas seorang pemimpin membuatnya dihormati pengikutnya. Rasa hormat kepada
seorang pemimpin akan membuat pengikut terinspirasi untuk menjadi pemimpin yang gigih dan berintegritas,
ini adalah proses keberlanjutan. Integritas yang mendasari kegigihan yang berkelanjutan merupakan sifat yang
mendukung kepemimpinan seorang pemimpin.