Anda di halaman 1dari 4

KEPUTUSAN DIREKTUR

No. 56/17/VII/SK_DIR_Keb/2013
TENTANG
KEBIJAKAN SATUAN PEMERIKSA INTERNAL
DIREKTUR RUMAH SAKIT BAPTIS BATU
MENIMBANG :

a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit


Baptis Batu, maka diperlukan penyelenggaraan Satuan Pemeriksa
Internal yang bermutu tinggi;
b. Bahwa agar Satuan Pemeriksa Internal di Rumah Sakit Baptis Batu
dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur
Rumah Sakit Baptis Batu sebagai landasan bagi penyelenggaraan
Satuan Pemeriksa Internal di Rumah Sakit Baptis Batu.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a
dan b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit
Baptis Batu.

MENGINGAT :

a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009


tentang Rumah Sakit.
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan.
c. Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.
d. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
340/Menkes/PER/III/2010 Tentang Klasifikasi Rumah Sakit.
e. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
772/MENKES/SK/VI/2002 Tentang Pedoman Peraturan Internal
Rumah Sakit (Hospital Bylaws).
f. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
631/MENKES/SK/IV/2005 Tentang Pedoman Peraturan Internal
Staf Medis (Medical Staff Bylaws) Di Rumah Sakit.
g. Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Baptis Indonesia
Nomor 047/YBI/VII/2011 tentang Struktur Organisasi Rumah
Sakit Baptis Batu.

MEMPERHATIKAN : Perlunya usaha untuk meningkatkan kualitas Pelayanan di Rumah


Sakit Baptis Batu.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN
Pertama

:
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BAPTIS BATU
TENTANG KEBIJAKAN SATUAN PEMERIKSA INTERNAL
RUMAH SAKIT BAPTIS BATU

KEDUA

Kebijakan Satuan Pemeriksa Internal Rumah Sakit Baptis Batu


sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

KETIGA

Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Satuan Pemeriksa Internal


Rumah Sakit Baptis Batu dilaksanakan oleh Direktur Rumah Sakit Baptis
Batu.
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di
kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya

KEEMPAT :

Ditetapkan di
: Batu
Pada tanggal
: 17 Juli 2013
Direktur RS. Baptis Batu

dr. Arhwinda Pusparahaju A.SpKFR.,MARS

Lampiran Keputusan Direktur RS. Baptis Batu


Nomor : 56/17/VII/SK_DIR_Keb/2013

KEBIJAKAN SATUAN PEMERIKSA INTERNAL


RUMAH SAKIT BAPTIS BATU

Kebijakan Umum :
1. Sebagai strategic business partner SPI harus mampu memberi nilai tambah dan dapat
dipercaya.
2. Semua petugas SPI dalam melaksanakan tugasnya wajib memiliki surat tugas dari
Direktur.
3. Dalam melakukan proses kerja harus berfokus pada pelanggan,berfokus pada proses
bisnis,bersikap proaktif,antusias dan terpercaya.
4. Berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun secara tertulis,mengukur sukses
berdasarkan kualitas dan bukan kuantitas semata- mata, mampu mengidentifikasi akar
masalah dan bukan hanya gejala saja.
5. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan dalam K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
6. Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar prosedur operasional
yang berlaku, etika profesi, etiket, dan menghormati hak pasien.
7. Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola ketenagaan.
8. Untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi wajib dilaksanakan rapat rutin bulanan
minimal satu bulan sekali.
9. Setiap bulan wajib membuat laporan.
10. Direktur berhak mengubah kebijakan yang sudah ditetapkan secara tertulis sesuai
dengan situasi dan kondisi saat itu.

Kebijakan Khusus :
1. Menyusun rencana audit tahunan.
2. Melaksanakan rencana audit tahunan termasuk penugasan khusus atau investigasi dari
direktur utama.

3. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan dalam K3


(Keselamatan dan Kesehatan Kerja), termasuk penggunaan APD (Alat Pelindung Diri).
4. Meningkatkan keahlian serta efektifitas dan kualitas pelaksanaan tugasnya dan wajib
mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan.
5. Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar prosedur operasional
yang berlaku, etika profesi, etiket, dan menghormati hak pasien.
6. Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola ketenagaan.
7. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi, setiap petugas wajib mengikuti
pelatihan yang diselenggarakan.
8. Untuk melaksanakan koordinasi dan evakuasi wajib dilaksanakan rapat rutin bulanan
minimal satu bulan sekali.

Batu, 17 Juli 2013


Direktur RS. Baptis Batu

dr. Arhwinda Pusparahaju A.SpKFR.,MARS