Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK TENAGA LISTRIK

JOB 10. BEBAN BINTANG TIGA FASA DENGAN


WATTMETER DAN COS -METER

Kelas LT 2C
Oleh : Kelompok 6
1. Syifaul Arrizki
(3.31.14.2.21)
2. Tri Mulyani
(3.31.14.2.22)
3. Yanuar Muhammad Iqbal (3.31.14.2.23)
Dosen Pembimbing :
Bp. SUGIJONO, S.T.,M.M.

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2016

JOB 10 Pengujian Beban Bintang Dengan Wattmeter dan Cos -meter


1.

Tujuan
Setelah melaksanakan praktik ini, mahasiswa dapat :
1)
2)
3)
4)

Menentukan besarnya tegangan line dan tegangan fasa.


Menentukan besarnya arus line dan arus fasa.
Menggambarkan vektor diagram tegangan dan arus.
Menentukan daya nyata, daya semu, daya buta dengan menggunakan beberapa

metode berikut.
a.
Volt meter / ampere meter dan cos -meter.
b.
Wattmeter 1 fasa.
c.
Tiga buah wattmeter satu fasa dan cos -meter.
d.
Voltmeter/amperemeter dan satu buah wattmeter tiga fasa
5)
Membuktikan rumus-rumus tiga fasa hubungan bintang.
6)
Membandingkan daya yang didisipasikan beban dengan menggunakan beberapa
metode.
7)
Membuktikan penghantar netral arusnya nol.
2. Pendahuluan
Dalam percobaan ini, beban dihubungkan bintang. Hubungan bintang diperoleh dengan
cara menghubungkan ketiga pangkal lilitan fasa menjadi satu, dan pada sistem saluran 4
kawat hubungan ketiga pangkal lilitan fasa tersebut disebut titik nol (netral) dan apabila
dihubungkan dengan suatu kawat, maka kawat tersebut dikatakan penghantar netral. Pada
beban simetri penghantar netral praktis tidak berarus. Dengan kata lain pada beban simetri
hubungan bintang bisa tanpa penghantar netral.

3.

Peralatan dan Bahan

NO

ALAT DAN BAHAN

GAMBAR

JUMLAH

ACPS 220 V

Multimeter Digital

Multimeter Analog

Kabel Jumper

20

Transformator 1 fasa

Wattmeter 3 fasa

Kondensator AC 3 F
250 V

Tang Ampere

Cosphi meter

10

Lampu Pijar 100 W

11

Fitting Lampu Pijar

12

Ballast

4.

Gambar Rangkaian

Gambar 4.1. Rangkaian Beban Bintang Tiga Fasa dengan 1 buah Wattmeter 1 Fasa

Gambar 4.2. Rangkaian Beban Bintang Tiga Fasa dengan 3 buah Wattmeter 1 Fasa

Gambar 4.3. Rangkaian Beban Bintang Tiga Fasa degan 1 buah Cos -meter
5.

Langkah Kerja
1) Menentukan daya yang didisipasikan dengan 1 buah voltmeter, 1 buah amperemeter,
dan 1 buah watt meter 3 fasa
a. Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak rusak
b. Merangkai peralatan sesuai dengan gambar rangkaian 4.1. dengan beban R (lampu
pijar) terlebih dahulu
c. Memastikan peralatan telah dirangkai dengan benar

d. Menghidupkankan sumber tegangan


e. Mengukur tegangan, arus dan daya serta mencatat pada tabel hasil pengamatan
f. Mematikan sumber tegangan
g. Mengganti beban R dengan L (ballast)
h. Mengulangi langkah 4 sampai 6
i. Mengganti beban dengan L dan Z (ballast dan kondensator)
j. Mengulangi langkah 4 sampai 6
2) Menentukan Daya yang didisipasikan dengan metoda 3 Watt meter 1 fasa dan 2 Watt
meter 1 fasa
a. Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak rusak
b. Merangkai peralatan sesuai dengan gambar rangkaian 4.2. dengan beban R (lampu
pijar) terlebih dahulu
c. Memastikan peralatan telah dirangkai dengan benar
d. Menghidupkankan sumber tegangan
e. Mengukur tegangan, arus dan daya serta mencatat pada tabel hasil pengamatan
f. Mematikan sumber tegangan
g. Mengganti beban R dengan L (ballast)
h. Mengulangi langkah 4 sampai 6
i. Mengganti beban dengan L dan Z (ballast dan kondensator)
j. Mengulangi langkah 4 sampai 6

3) Menentukan besarnya tegangan/arus fasa dan line serta faktor daya dan menentukan
arus pada penghantar netral.
a. Memastikan alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik dan tidak rusak
b. Merangkai peralatan sesuai dengan gambar rangkaian 4.3. dengan beban R (lampu
pijar) terlebih dahulu
c. Memastikan peralatan telah dirangkai dengan benar
d. Menghidupkankan sumber tegangan
e. Mengukur tegangan, arus dan faktor daya serta mencatat pada tabel hasil
pengamatan
f. Mematikan sumber tegangan
g. Mengganti beban R dengan L (ballast)

h. Mengulangi langkah 4 sampai 6


i. Mengganti beban dengan L dan Z (ballast dan kondensator)
j. Mengulangi langkah 4 sampai 6
6.

Hasil Percobaan
Tabel 1 - Beban Bintang dengan 1 buah voltmeter, 1 buah amperemeter, dan 1 watt meter
3P

NO

P
S )

0,43

100

290

0,91

70,3

157,5

390

0,57

120

385

0,41

71,9

211,3

390

0,33

80

222,9

0,43

69,5

120,5

Tabel 2 -Beban Bintang dengan 3 Buah Wattmeter 1 fasa.

2.
3.

condensator3,5

IL

P (Watt)

VL (Volt)

R lampu pijar
100 watt
Ballast
Balast //

(A)

P1

P2

P3

384,5

48

48

48

0,44

384,2

50

50

50

0,6

382,8

45

45

45

0,43

F
Tabel 3 -Beban Bintang dengan Dua Buah Wattmeter 1 fasa.
No

1.
2.

Beban
R lampu pijar
100 watt
Ballast

(VAR)

390

Condensator 3,5 F

1.

(o)

(VA)

Ballast //

Beban

(Watt)

Ballast 220 V

No

Arc cos

(A)

100 W

2.

IL

Cos (

(Volt)

Lampu pijar

1.

3.

VL

Beban

S (3 V L I L )

P (Watt)

VL (Volt)

IL
(A)

P1

P2

383

50

50

0,44

384

50

50

0,58

Balast //
3.

condensator3,5

384

50

50

0,475

Tabel 4 - Beban Bintang dengan Menggunakan Cos meter


IL (Ampere)
A
B
C

Cos

Beban

VL (Volt)
AB
BC
CA

VF (Volt)
AN
BN
CN

Inetral

R lampu

374

380

378

224

219

220

0,43

0,43

0,43

0,4

0,98/2

pijar 100 w
Balast 1A

390

385

385

280

220

225

0,6

0,53

0,43

0,4

0,92

220 V
Kondensor

390

390

385

230

222

225

0,43

0,46

0,4

0,4

0,9

sakla on

saklar
off

3F // balast

7.

Analisa Data
Tabel hasil praktikum menunjukkan bahwa lampu memiliki nilai cos yang lebih besar
dibandingkan dengan ballast. Lampu pijar merupakan beban resistif yang memiliki nilai
cos mendekati 1. Sedangkan untuk ballas merupakan beban induktif yang arusnya
tertinggal terhadap tegangannya atau lagging yang memiliki nilai cos kurang dari 1.
Kemudian ketika beban ballas diparalel dengan kondensor maka nilai cos nya akan naik,
pemasangan kondensor ini fungsinya adalah sebagai perbaikan faktor daya dari beban.
Daya didisipasikan pada beban ballas nilainya paling besar dibandingkan dengan beban
lampu maupun ballas yang diparalel dengan kondensator. Sehingga pemasangan
kondensator bisa mengurangi daya disipasi dari suatu beban yang memiliki nilai daya
disipasi yang besar.
Arus pada sambungan netral pada rangkaian beban hubung bintang yang setimbang
memiliki nilai arus netral sebesar nol ( =0 ). Tegangan yang digunakan dalam
rangkaian ini adalah sebesar 3 380 Volt, dan terukur pada masing-masing beban sebesar
220 Volt. Hal ini dikarenakan Pada hubungan bintang, nilai V fasa (beda potensial fasa ke
netral) pada belitan primer Vfasa=

Vline
3

atau Vline= 3 Vfasa .

8.

Kesimpulan Praktikum
A. Jika beban bintang maka V sumber harus dipasang pada tegangan 3 x 380 V jika
beban segitiga maka V sumbernya 3 x 220 V.
B. Pada sistem saluran 4 kawat, hubungan ketiga pangkal lilitan fasa disebut nol
(netral) dan apabila dihubungkan dengan satu kawat maka kawat tersebut dikatakan
penghantar netral.
C. Cos phi yang baik yaitu nilainya mendekati 1.
D. Pengukuran wattmeter harus memperhatikan pengawatan sesuai yang tertera pada
nameplate dan pengalian hasil nilai dayanya sesuai selektor switch dan tabel pada
wattmeter.
E. Pada hubungan bintang, nilai V fasa (beda potensial fasa ke netral) pada belitan
primer Vfasa=

Vline
3

atau Vline= 3 Vfasa .

LAMPIRAN
A. Rangkaian hubung bintang dengan beban lampu (dengang 1 buah wattmeter 3 fasa)

B. Rangkaian hubung bintang dengan beban ballast (dengang 3 buah wattmeter 1 fasa)

C. Rangkaian hubung bintang dengan beban ballast dan kondensator (dengang 1 buah
wattmeter 3 fasa)

D. Rangkaian hubung bintang dengan beban ballast dan kondensator (dengang 3 buah
wattmeter 1 fasa)

E. Rangkaian hubung bintang dengan beban ballast dan kondensator (dengang 2 buah
wattmeter 1 fasa)

F. Rangkaian hubung bintang dengan beban lampu (dengang 3 buah wattmeter 1 fasa)