Anda di halaman 1dari 9

1.

Kelompok 6
Anggota Kelompok
:
Bella Martha Saputri (12-1092) ; Fatmalika Fikria H (121049) ; Niko Pandu (12-1080) ; Indah Miftahur R (12-1081)
2. Rumusan Komponen Bioaktif, Sifat Fungsional.
a. Bioaktif
Komponen bioaktif adaah senyawa kimia aktif yang
dihasilkan oleh organism melalui jalur biosintetik metabolit
sekunder (Hardiningtyas,2009)
Menurut

Dina

Yuniar

(2010)

komponen

bioaktif

adalah senyawa bioaktif sekunder yang dihasilkan melalui


serangkaian

reaksi

metabolitme

sekunder

disintesiis

terutama dari metabolit primer.


Senyawa bioaktif hampir selalu toksik pada dosis
tinggi, oleh karena itu daya bunuh in vivo dari senyawa
terhadap

organisme

hewan

dapat

digunakan

untuk

menapis ekstrak tumbuhan yang mempunyai bioaktivitas


dan juga memonitor fraksi bioaktif selama fraksinasi dan
pemurnian (Natawiria, dkk., 1973).
Komponen bioaktif adalah senyawa, zat dan unsur
komponen gizi dan non gizi yang terbentuk secara alamai
atau melalui proses pengolahan yang memiliki efek
kesehatan

atau mempunyai sifat dan karakteristik

fungsional. Selain itu dapat diartikan pula sebagai produk


olahan pangan yang selain membawa komponen gizi juga
mengandung senyawa aktif yang berdampak positif pada
pemeliharaan

dan

Komponen-komponen

peningkatan
bioaktif

kesehatan

dalam

individu.

makanan

dapat

terbentuk secara alami atau terbentuk selama proses


pengolahan makanan Komponen bioaktif ini meliputi
senyawa yang berasal dari karbohidrat, protein, lemak,

dan komponen-komponen yang terdapat secara alami di


dalam sayuran serta buah-buahan.
b. Sifat fungsional
Sifat-sifat

fungsional

didefinisikan

sebagai

sekumpulan sifat dari pangan atau bahan pangan yang


mempengaruhi penggunaannya. (Muchtadi dan Sugiyono,
1992 ). Sifat fungsional adalah sifat fungsi khusus yang
mencirikan bahan pangan tersebut, yang menyebabkan
tidak dapat tergantinya bahan pangan tersebut dengan
bahan pangan lain.
Sifat

fungsional

yang

ditimbulkan

oleh

adanya

komponen aktif pangan termasuk zat gizi, maupun non


gizi,

yang

memiliki

berbagai

kelompok senyawanya.

karakteristik

tergantung

Sifat Fungsional Bahan Pangan

adalah sifat fungsi khusus yang mencirikan bahan pangan


tersebut, yang menyebabkan tidak dapat tergantinya
bahan panga tersebut dengan bahan panga lain. Sifat-sifat
fungsional adalah sifat fungsi khusus yang mencirikan
bahan pangan tersebut, yang menyebabkan tidak dapat
tergantinya bahan pangan tersebut dengan bahan pangan
lain yang telah teruji secara ilmiah menimbulkan efek
sehat.
c. Efek Sehat
Efek sehat adalah pengaruh yang diberikan oleh
pangan atau makanan yang dikonsumsi sehari-hari teruji
secara

klinis

kesehatan.

dapat

memberikan

efek

positif

bagi

3. Komponen Bioaktif dan Sifat Fungsional


N
o

Nama

1.

Lactobasilluss Mar 8

2.

Lactobacillus
plantarium
Bakteri Asam Laktat
K1-1242, dari sawi asin
Lactobacillus
bulgaricus dan
Lactobacillus
fermentum 2B4
Streptococcus
thermophilus
Lactobacillus
achidopilus
Lactobacillus
achidopilus
Lactobacillus
Plantarum
Lactobacillus
plantarum B2 dan
Latobacillus
pediococcus

3.
4

5
6
7
8
9

Jenis
Bioakif
(gizi/non
gizi)
Non Gizi

Nama Kelompok
Komponen
Bioaktif

Sifat Fungsional

Lactobasilluss sp

Non Gizi

Lactobasilluss sp

-menurunkan kadar kolesterol (Lee at al,


2010)[1]
-antimikroba[2]

Non Gizi

Bakteri Asam Laktat

-antimikroba[3]

Non Gizi

Lactobacillus

-Antidiare[4]
-imunomodulator[4]

Non Gizi

Streptococcus

-Antidiare[5]

Non Gizi

Lactobacillus

Antimikroba[6]

Non Gizi

Lactobacillus

Non Gizi

Lactobacillus

Menjaga kekebalan (sistem Imun


pencernaan)[6]
Menghilangkan komponen beracun[6]

Non Gizi

Lactobacillus

Antitumor dan imunomodulator[7]

1
0

Lactobacillus casei
FNCC 262

Non Gizi

4. Komponen Bioaktif dan Efek Fungsional


N Nama
Efek Sehat
o

Lactobasilluss Mar 8
Menurunkan
kadar kolesterol

1.

2.
3

Lactobacillus
plantarium

Mengurangi
bakteri patogen
Mengurangi
bakteri patogen

Lactobacillus

Antimikroba[8]

Modus aksi
enzim bile salt hidrolase (BSH) dihasilkan oleh Lactobacillus
Mar 8. Asam empedu dapat berikatan dengan garam sodium
ataupun potassium yang terdapat dalam alkaline hepatic bile
(Seeley et al. 2000). kolesterol adalah dengan memanfaatkan
sistem homeostatis tubuh. Jumlah kolesterol akan berkurang
jika asam empedu dapat dikurangi dari dalam tubuh yaitu
dengan memanfaatkan bakteri yang mampu menggunakan
asam empedu yang dilepaskan ke dalam illeum. zat
antikolesterol yang dihasilkan oleh bakteri yang menghambat
kerja enzim pembentuk kolesterol, pengurangan kolesterol
juga terjadi karena selama pertumbuhan bakteri menyerap
sejumlah kolesterol ke dalam selnya. [1]
Lactobacillus plantarium memproduksi senyawa antimikroba
seperti asam laktat dan asam asetat, hidrogen peroksida
yang cukup besar dan bakteriosin. Akumulasi senyawa
tersebut di dalam sel terjadi karena bakteri asam laktat tidak
menghasilkan enzim katalase. (Salminen dan Wright, 1993).[2]
asam organik yang dihasilkan isolat BAL asal sawi asin yaitu
dengan penurunan pH yang diiringi dengan bentuk tidak
terdisosiasi dari molekul. Pada pH di bawah 5, molekul asam
organik yang tidak terdisosiasi sangat tinggi, dalam bentuk
tidak terdisosiasi, asam organik cenderung lipofilik dan masuk

Bakteri Asam Laktat


K1-1242, dari sawi
asin

Lactobacillus
bulgaricus dan
Lactobacillus
fermentum 2B4

Streptococcus
thermophilus

Lactobacillus
achidopilus

Lactobacillus
achidopilus

Lactobacillus
Plantarum

melalui membran sel. pH dalam sel menjadi lebih rendah


yang menyebabkan disosiasi molekul asam sehingga proton
(H+) dan anion terlepas. Banyaknya asam yang tidak
terdisosiasi dapat mengubah permebealitas membran sel
yang menyebabkan hancurnya sistem transpor bahan pada
bakteri tersebut. Hal ini menyebabkan dapat kematian (lisis)
sel. Perusakan dinding sel pada bakteri menyebabkan
terganggunya sintesis komponen penyusun dinding sel, hal
ini menyebabkan dinding sel sangat lemah dan mengalami
lisis.[3]
-mencegah diare
Antidiare :Menghambat pertumbuhan bakteri patogen melalui
-imunomodulator produksi bakteriosin dan berkompetisi dengan patogen untuk
berikatan dengan sel epitel[4]
-Imunomodulator: Melakukan penempelan pada sisi ikatan
dan nutrien, modulasi imunitas, atau sekresi senyawa
antimikroba, Menjaga keseimbangan mikroflora kolon
melalui resistensi kolonisasi[4]
-mencegah diare -Menghambat pertumbuhan bakteri patogen melalui produksi
bakteriosin dan berkompetisi dengan patogen untuk
berikatan dengan sel epitel[5]
Mengurangi
- Menempel pada sel epitel kemudian membentuk kolonisasi
bakteri patogen
dan memproduksi bakteriosin (zat penghambat mikroba
patogen)[6]
Menjaga
-Menghasilkan zat lactocidine atau acidopiline sehingga
kekebalan (sistem memberikan resistensi terhadap pencernaan terhadap bakteri
Imun pencernaan) patogen[6]
Menghilangkan
-Menyerap vitamin dan antioksidan menggunakan
komponen
peptidoglikannya sehingga mengurangi zat-zat beracun pada

1
0

Lactobacillus
plantarum B2 dan
Latobacillus
pediococcus
Lactobacillus casei
FNCC 262

beracun
Meningkatkan
imunitas tubuh
dengan
menghasilkan
limfosit
Mengurangi
bakteri patogen

pencernaan.[6]
Memproduksi
Limfosit
yang
merupakan
unit
dasar
terbentuknya
respon
imun
lalu
mengenali
dan
menghancurkan sel sel abnormal sebelum berkembang
menjadi tumor.[7]
Menghasilkan senyawa antimikroba diantaranya adalah asam
organik, hidrogen peroksida dan senyawa protein atau
komple protein spesifik yang disebut bakteriosin. Akumulasi
senyawa tersebut di dalam sel terjadi karena bakteri asam
laktat ini tidak menghasilkan enzim katalase.[8]

KETERANGAN JURNAL:
[1] UJI FISIOLOGIS PROBIOTIK LACTOBACILLUS SP. MAR 8 YANG TELAH DIENKAPSULASI DENGAN
MENGGUNAKAN SPRAY DRYER UNTUK MENURUNKAN KOLESTEROL
[2] UJI POTENSI PROBIOTIK Lactobacillus plantarium SECARA IN-VITRO
[3] STUDI KEMAMPUAN PROBIOTIK ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT PENGHASIL EKSOPOLISAKARIDA TINGGI
ASAL SAWI ASIN (Brassica juncea)
[4] POTENSI BAKTERI ASAM LAKTAT PROBIOTIK INDIGENUS SEBAGAI ANTIDIARE DAN IMUNOMODULATOR

[5] YOGHURT SINBIOTIK BERBASIS PROBIOTIK LOKAL DAPAT MENCEGAH DIARE DAN MENGUBAH STATUS
HEMATOLOGI TIKUS
[6] PERAN PROBIOTIK UNTUK KESEHATAN
[7] PRODUKSI EKSOPOLISAKARIDA OLEH LACTOBASILLUS PLANTARIUM B2 PADA PRODUK PROBIOTIK
BERBASIS BUAH MURBAI
[8] UJI SIFAT PROBIOTIK BAKTERI ASAM LAKTAT SEBAGAI KANDIDAT BAHAN PANGAN NASIONAL

DAFTAR PUSTAKA
Hardiningtyas, S.D. 2009. Aktivitas antibakteri ekstrak karang
lunak Sarcophyton

sp

yang

difragmentasikan

dan

tidak

difragmentasikan di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu


[skripsi]. Departemen Teknologi Hasil
Perikanan

dan

Ilmu

Kelautan,

Perairan,

Institut

Pertanian

Fakultas
Bogor.

Bogor.
Kailaku, Sari Intan, Kun Tanti Dewandari dan Sunarmani. Potensi
Likopen Dalam
Tomat Untuk Kesehatan. Balai Besar Penelitian
dan Pengembangan
Pascapanen Pertanian
Levine, M, K.R.. Dhariwal, R.W. Welch, Y. Wang, dan J.B. Park
1995.
Determination of Optimal Vitamin C Requirements in
Humans.
dalam: The WA MERICAN Journal
of
Clinical
Nutrition. 62(Suppl)
1347S-1356S.
Modulation of calcification of vascular smooth muscle cells in
culture by calcium
antagonists,
statins,
and
their
combination". Department of Cardiology, Leiden
University
Medical Center; Astrid Trion, Cindy Schutte-Bart,
Wilhelmina
H. Bax, J. Wouter Jukema, dan Arnoud van der Laarse. Diakses
2011-09-04.
Muchtadi, T.R. dan Sugiono. 1992. Ilmu Pengetahuan Bahan
Pangan.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat

Jenderal Tinggi

Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Bogor:

Institut Pertanian Bogor.


Natawiria, D.; S.E. Intari dan H. Sidabutar 1973. Percobaan
Pencegahan Serangan Rayap Macrotermes gilvus Pada Tanaman
Kayu Putih di Cikampek.

Laporan Lembaga Penelitian Hutan

No. 173. Bogor.


Tejasari. 2005. Nilai-nilai Gizi Pangan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Yuniati, Heru dan Ema Sahara. Komponen Bioaktif Protein Dan
Lemak Dalam
Susu Kuda Liar. Pusat Biomedis dan Teknologi
Dasar Kesehatan