Anda di halaman 1dari 28

DESTILASI SINGLE STAGE

I.

II.

III.

IV.

Tujuan
Memisahkan komponen-komponen dari campuran etanol-air
Menghitung komposisi umpan, destilat, dan residu.
Perincian Kerja
Membuat kurva kalibrasi larutan etanol berbagai konsentrasi
Mendestilasi campuran etanol-air dengan single stage
Mengukur suhu, volume, dan denstitas destilat secara periodik
Alat Dan Bahan
A. Alat
Rangkaian alat destilasi single stage
Erlenmeyer 100 ml
12 buah
Gelas kimia 100 ml
1 buah
Gelas kimia 600 ml
1 buah
Gelas kimia plastic 2 Liter
1 buah
Gelas ukur 100 ml
1 buah
Thermometer
1 buah
Corong kaca
1 buah
Piknometer 25 ml
1 buah
Bola hisap
1 buah
Pipet ukur 25 ml
1 buah
Timbangan analitik
1 buah
B. Bahan
Etanol Absolute
Aquadest
Campuran etanol-air

DASAR TEORI

A. Pengertian Destilasi
Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan
penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian
mengembunkan uap yang terbentuk. Prinsip dasar dari destilasi adalah
perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut
sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap
lebih dulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes
sebagai zat murni (destilat). Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair,
yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan
berubah menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan
pada pendinginan ini, uap mengembun menjadi cairan murni yang disebut
destilat (Sinaga, 2010).
Perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap merupakan syarat
utama agar pemisahan dengan destilasi dapat dilakukan. Apabila komposisi
fase uap sama dengan komposisi fase cair, maka pemisahan dengan jalan
destilasi tidak dapat dilakukan. Metode ini merupakan termasuk unit operasi
kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori
bahwa pada suatu larutan masing-masing komponen akan menguap pada titik
didihnya. Model ideal destilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum
Dalton (Addien, 2008).
Penguapan dan destilasi umumnya merupakan proses pemisahan satu tahap.
Proses ini dapat dilakukan secara tidak kontinu atau kontinu, pada tekanan
normal atau vakum. Pada destilasi sederhana, yang paling sering dilakukan
adalah operasi tidak kontinu. Dalam hal ini campuran yang akan dipisahkan
dimasukan dalam penguap (umumnya alat penguap labu) dan dididihkan. Hal
khusus dari destilasi sederhana adalah destilasi kukus, destilasi molekuler dan
destilasi refluks (Education, 2011).
Penguapan yang berlangsung juga tidak dapat dipisahkan oleh air, jika
material air tidak dimasukkan kedalam ketel maka suatu kesalahan besar jika
menganggap proses hidrodestilasi dapat berlangsung karena air jika
dimasukkan kedalam tabung yang dipanaskan pada temperatur tinggi akan
menghasilkan uap panas, dan jika air tersebut dicampur dengan senyawa hidro
lainnya maka 80% kemungkinan uap yang ada akan menimbulkan bau dari
senyawa hidro tersebut (Education, 2011).
Pada campuran dua cairan yang tidak larut, tekanan uap total adalah
penjumlahan tekanan uap dari masing masing komponen dalam keadaan

murni. Tekanan uap tersebut tidak tergantung pada perbandingan antar


komponen. Tekanan uap total dari campuran dapat menyamai tekanan udara
pada suhu yang lebih rendah dari pada suhu yang dicapai sehinggga titik didih
campuran selalu lebih rendah dari pada titik didih terendah dari komponen
yang membentuknya (Education, 2011).
Tekanan uap adalah sebuah ukuran kecenderungan molekul cairan
untuk berubah menjadi uap, sehingga merupakan ukuran kemudahan menguap
(volatilitas) dari bahan yang bersangkutan. Setiap cairan memiliki tekanan uap
yang spesifik (Redian, 2013).

B. Macam macam Destilasi


1. Destilasi Sederhana
Pada destilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan
titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil. Jika
campuran dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah
akan menguap lebih dulu. Selain perbedaan titik didih, juga perbedaan
kevolatilan, yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas.
Destilasi ini dilakukan pada tekanan atmosfer. Aplikasi destilasi sederhana
digunakan untuk memisahkan campuran air dan alkohol.

gambar 1 skema destilasi batch

2. Destilasi Fraksinasi

Fungsi destilasi fraknisasi adalah memisahkan komponenkomponen cair, dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan
perbedaan titik didihnya. Destilasi ini juga dapat digunakan untuk
campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 20 C dan bekerja
pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah. Aplikasi dari
destilasi jenis ini digunakan pada industri minyak mentah, untuk
memisahkan komponenkomponen dalam minyak mentah. Perbedaan
destilasi fraknisasi dan destilasi sederhana adalah adanya kolom
fraknisasi. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan
suhu yang berbeda-beda pada setiap platnya. Pemanasan yang
berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih dari
plat-plat dibawahnya. Semakin ke atas, semakin tidak volatil
cairannya.

gambar 2 skema
fraksionasi

destilasi

3. Destilasi Vakum
Destilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin
didestilasi tidak stabil, dengan pengertian dapat terdekomposisi
sebelum atau mendekati titik didihnya atau campuran yang memiliki
titik didih di atas 150 C. Metode destilasi ini tidak dapat digunakan
pada pelarut dengan titik didih yang rendah jika kondensornya
menggunakan air dingin, karena komponen yang menguap tidak dapat
dikondensasi oleh air. Untuk mengurangi tekanan digunakan pompa
vakum atau aspirator. Aspirator berfungsi sebagai penurun tekanan
pada sistem destilasi ini.

4. Destilasi Uap

Destilasi uap digunakan untuk memurnikan zat/senyawa cair


yang tidak larut dalam air, dan titik didihnya cukup tinggi, sedangkan
sebelum zat cair tersebut mencapai titik didihnya, zat cair sudah
terurai,
teroksidasi
atau
mengalami
reaksi
pengubahan
(rearranagement), maka zat cair tersebut tidak dapat dimurnikan secara
destilasi sederhana atau destilasi bertingkat, melainkan harus
didestilasi dengan destilasi uap. Destilasi uap adalah istilah yang
secara umum digunakan untuk destilasi campuran air dengan senyawa
yang tidak larut dalam air, dengan cara mengalirkan uap air ke dalam
campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah menjadi uap
pada temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan
langsung. Untuk destilasi uap, labu yang berisi senyawa yang akan
dimurnikan dihubungkan dengan labu pembangkit uap. Destilasi uap
digunakan pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik didih
mencapai 200 C atau lebih. Destilasi uap dapat menguapkan
senyawa-senyawa ini dengan suhu mendekati 100 C dalam tekanan
atmosfer dengan menggunakan uap atau air mendidih. Sifat yang
fundamental dari destilasi uap adalah dapat mendestilasi campuran
senyawa di bawah titik didih dari masing-masing senyawa
campurannya.

C. Persamaan Reyleigh
Persamaan ini menjelaskan hubungan antara jumlah yang
terdestilasi dan yang tertinggal di ketel. Apabila kita tinjau suatu ketel
distilasi batch sederhana, pada setiap t, mengandung sejumlah cairan
L. Misalkan jumlah mol cairan dalam bejana pada suatu saat adalah L
dengan komposisi x dan sejumlah cairan yang diuapkan sejumlah dL,
dengan komposisi y, maka konsentrasi yang tinggal dalam ketel
berubah menjadi (x dx) dan jumlah molnya (L dL).
Neraca massa untuk komponen A adalah :
Komponen A total = komponen A dalam cairan + komponen A dalam
uap
........................................ (2-11)

Karena
sangat kecil sehingga dapat diabaikan, maka persamaan
dapat dituliskan menjadi :
atau

................................................. (2-12)
Dengan integrasi antara kondisi umpan pada t = 0, dimana L = F dan
pada saat t = t , di mana dalam ketel terdapat residu sejumlah W,
dengan komposisi xW maka bentuk integrasi dari persamaan (2-12)
adalah,

....................................... (2-13)
Di mana F adalah jumlah mol mula-mula dari umpan, ziF adalah fraksi
mol komponen i dalam umpan, dan ziW fraksi mol komponen i dalam
residu pada saat t.
Integrasi persamaan (2-13) akan memberikan,

......................................... (2-14)
Persamaan (2-14) di atas dikenal dengan Persamaan Rayleigh.
Karena yi = Ki xi, bentuk lain dari persamaan Rayleigh adalah;

........................................ (2-15)
Jika hanya ada satu tangki yang digunakan sebagai penampung
distilat, komposisi rata-rata distilat dapat dihitung dari neraca massa
sepanjang interval waktu distilasi. Neraca massa untuk komponen i
adalah,

sehingga,

............................ (2-16)
Untuk menghitung ziW diperlukan prosedur trial dan error. Jika
diagram T-x-y tersedia untuk suatu campuran biner. Wilayah dibawah
kurva
vs xi untuk rentang xi= ziF hingga xi= xiW adalah
sama dengan ln (F/W). Oleh karena itu, jika jumlah umpan F, dan
perubahan komposisi xi= ziF menjadi xi= xiW ditentukan, jumlah residu
yang tersisa dalam ketel (W) dapat dihitung dari hubungan ;
di mana besaran Area menunjukkan wilayah yang terletak di bawah
kurva seperti ditunjukkan dalam Gambar 2.9.

(1/y-x )

Xw

Zf

V.

Prosedur Kerja
1) Membuat larutan etanol 0, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, dan 100%
volume kemudian diukur densitasnya.
2) Dari data densitas larutan etanol berbagai konsentrasi kemudian dibuat
kurva kalibrasi antara densitas vs. fraksi volume etanol dan densitas
vs. fraksi mol etanol.
3) Disiapkan campuran etanol air yang tidak diketahui konsentrasinya
kemudian diambil sedikit campuran tersebut untuk diukur densitasnya
4) Campuran etanol - air yang tidak diketahui konsentrasinya tersebut
diukur volumenya kemudian diumpankan kedalam alat destilasi.
5) Destilat yang diperoleh secara periodik diukur suhu, volume dan
densitasnya. Residu hasil destilasi juga diukur suhu dan densitasya.

VI.

Data Pengamatan
Volume umpan
Berat piknometer kosong
Berat pikno + air

= 5200 ml
= 22,9063 gram
= 47,8763 gram

Densitas air suhu 30

= 0,99567 g/ml

a. Data kurva standard etanol


Volume (ml)
Etanol

air

3
6
9
12
15
18
21
24
27
30

27
24
21
18
15
12
9
6
3
0

%V

Berat pikno + etanol (g)

10
20
30
40
50
60
70
80
90
Abs

47,4930
47,1677
46,7889
46,3388
45,8113
45,2070
44,8585
44,2111
43,4518
42,6002

b. Data pengukuran destilat


suhu
t (min)
5
8
12
15
18
21
24
27
30
34
38

75
75
77
78
78
78
78
78
78
78
78
75

c. Data pengukuran residu (sisa)

Volume (ml)

berat pikno + destilat (g)

263,2
180
140
105
100
90
80
70
55
60
74
63

43,7263
43,8317
43,8726
43,8757
43,9057
43,9210
43,9529
43,9862
43,9716
43,9733
44,0123
43,8288

VII.

Volume (ml)
Berat pikno + residu (g)

= 46,2298 gram
=

Perhitungan
A. Penentuan volume piknometer
Berat piknometer kosong
= 22,9063 gram
Berat pikno + aquadest
= 47,8763 gram

Densitas air suhu 30


= 0,99567 g/ml

Berat aquadest
( Berat pikno+aquadest ) ( Berat pikno kosong )
( 47,876322,9063 ) gram
24,97 gram

Volume piknometer
berat aquadest

densitas aquadest suhu 30

24,97 g
0,99567 g /ml

25,07859 ml
B. Pembuatan kurva standard
Penentuan densitas larutan deret standard
Untuk konsentrasi 10 %
Densitas=

( berat pikno+etanol 10 )( berat pikno kosong )


volume piknomet er

( 47,493022,9063 ) g
25,07859ml

0,98038 g /ml

Untuk konsentrasi 20 %
Densitas=

( berat pikno+etanol 10 )( berat pikno kosong )


volume piknometer

( 47,167722,9063 ) g
25,0785903ml

0,96741 g /ml
Untuk data selanjutnya menggunakan rumus seperti diatas, nilai
densitasnya dapat dilihat pada tabel berikut

%V

Densitas (g/ml)

10

0,980386

20

0,9674148

30

0,9523103

40

0,9343627

50

0,9133288

60

0,8892326

70

0,8753363

80

0,8495214

90

0,8192446

Abs

0,7852874

Penentuan fraksi volume etanol


- Untuk volume = 3 ml

fraksi vol . etanol=

volume etanol
volume total larutan

3 ml
30 ml

0,1

fraksi vol . air=1fraksi vol . etanol


10,1

0,9

Untuk data selanjutnya menggunakan rumus seperti diatas, nilai fraksi


volumenya dapat dilihat pada tabel berikut

Fraksi volume

Volume (ml)
Etanol

Air

etanol

air

27

0,1

0,9

24

0,2

0,8

21

0,3

0,7

12

18

0,4

0,6

15

15

0,5

0,5

18

12

0,6

0,4

21

0,7

0,3

24

0,8

0,2

27

0,9

0,1

30

Mol etanol=

vol etanol fraksi vol etanol etanol 3 ml


BM e tanol

3 ml 0,1 0,980386 g/ml


46,07 g /mol
0,006384107 mol

Mol air=

vol air fraksi vol etanol air T


BM air

27 ml 0,9 0,99567 g/ ml
18 g /mol

Penentuan
fraksi mol
etanol
- Untuk
volume
etanol =
3 ml

1,3441545 mol

Fraksimol etanol=

mol etanol
mol etanol+mol air

0,006384107 mol
( 0,006384107+ 1,3441545 ) mol

0,004727082
Fraksimol air=1fraksi mol etanol

10,004727082
0,995272918

Untuk data selanjutnya menggunakan rumus seperti diatas, nilai fraksi molnya dapat
dilihat pada tabel berikut:
Volume

Mol

(ml)
Etanol Air
3

27

24

Fraksi mol

Etanol

Air

0,006384107

1,344154

Fraksi

Densita

Volume
Etano
Air
l

Etanol

etanol

air

0,004727082

0,995272918

0,1

0,9

0,98038

0,025198562

1,062048

0,023176493

0,976823507

0,2

0,8

0,967414

0,055811544

0,813130
5

0,064229305

0,935770695

0,3

0,7

0,952310

21

12

18

0,097350574

0,597402

0,140122654

0,859877346

0,4

0,6

0,934362

15

15

0,148686043

0,414862

0,263838927

0,736161073

0,5

0,5

0,913328

5
18

12

21

24

27

30

0,208459129

0,265512

0,27930201

0,149350

0,439813981

0,560186019

0,6

0,4

0,889232

0,651581417

0,348418583

0,7

0,3

0,875336

0,354044082

0,066378

0,84211581

0,15788419

0,8

0,2

0,849521

0,432117295

0,016594
5

0,963017464

0,036982536

0,9

0,1

0,819244

0,785287

0,511365791

Fraksi Volume vs Densitas


1.2
1

f(x) = - 0.21x + 1.01


R = 0.98

0.8

Densitas (g/ml)

0.6

Linear ()

0.4
0.2
0
0

0.2

0.4

0.6

Fraksi Volume

0.8

1.2

Fraksi Mol vs Densitas


1.2
1
f(x) = - 0.16x + 0.97
R = 0.96

0.8

Densitas (g/ml)

0.6
Linear ()
0.4
0.2
0
0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.2

Fraksi mol

C. Penentuan fraksi volume dan fraksi mol untuk Umpan, Destilat, dan
Residu
Umpan
Volume umpan = 5200 ml
Penentuan densitas umpan

Densitas=

( berat pikno +umpan )( berat pikno kosong )


volume piknometer

( 45,934622,9063 ) g
25,07859ml

0,918245 g /ml

Penentuan fraksi volume umpan


Fraksi volume etanol

Penentuan fraksi volume etanol dilakukan dengan metode


ploting pada kurva deret standar fraksi volume etanol vs
densitas etanol yang terlampir pada lampiran.
Dari metode ploting pada kurva deret standar didaptkan nilai
fraksi volume etanol = 0,4485
Fraksi volume air
Untuk fraksi mol air dapat dihitung dengan rumus:
Fraksi vol air
= 1- fraksi vol etanol
= 1 0,4485
= 0,5515

Penentuan mol umpan


Mol etanol=

vol etanol fraksivol etanol etanol


BM etanol

5200 ml 0,4485 0, 918245 g /ml


46,07 g /mol

46,4842 mol

Mol air=

vol etanol fraksivol etanol air ml


BM etanol

5200 ml 0,5515 0, 99567 g /ml


18 g /mol
158,6323 mol

Mol total umpan = mol etanol + mol air


= (46,4842+ 158,6323) mol
= 205,1165 mol

Penentuan fraksi mol umpan


mol etanol
Fraksimol etanol=
mol etanol+mol air

46,4842 mol
( 46,4842+ 158,6323 ) mol

0,2266
Fraksimol air=1fraksi mol etanol

10,2266
0,7734

Destilat
Volume destilat = 1280,2 ml
Penentuan densitas destilat
Untuk densitas pengambilan I
Densitas=

( berat pikno+destilat ) ( berat pikno kosong )


volume piknometer

( 43,726322,9063 ) g
25,07859ml

0,830190204 g/ml
Untuk data selanjutnya dengan menggunakan rumus seperti diatas,
nilai densitasnya dapat dilihat pada tabel dibawah

Destilat
pengambilan ke-

Densitas(g/ml)

0,830190204

0,834392992

0,836023865

0,836147477

0,837343716

0,837953799

0,8392258

0,840553626

0,839971456

10

0,840039243

11

0,841594354

12

0,834277356

Densitas ratarata

0,837309491

Penentuan fraksi volume destilat


Fraksi volume etanol
Penentuan fraksi volume etanol dilakukan dengan metode
ploting pada kurva deret standar fraksi volume etanol vs
densitas etanol pada halaman selanjuntnya
Dari metode ploting pada kurva deret standar didaptkan nilai
fraksi volume etanol = 0,83
Fraksi volume air
Fraksimol air =1fraksi mol etanol
10,83

0,17

Penentuan mol destilat


vol etanol fraksi vol etanol etanol
Mol etanol=
BM etanol

1280,2 ml 0,82 0,8373 g/ml


46,07 g /mol

19,311624 mol

Mol air=

vol air fraksi vol air air


BM air

1280,2 ml 0,17 0,99567 g/ml


18 g /mol
12,0384247 mol

Mol total destilat =mol etanol+ mol air

( 19,311624+12,0384247 ) mol
31,3500 mol

Penentuan fraksi mol destilat


Fraksimol etanol=

mol etanol
mol total destilat

19,311624 mol
31,3500 mol

0,616

Fraksimol air=1fraksi mol etanol

1616
0,384

Residu
Volume residu = 3900 ml
Penentuan densitas residu
Densitas=

( berat pikno+residu )( berat pikno kosong )


volume piknometer
( 46,229822,9063 ) g
25,07859ml

0,9300164

g
ml

Penentuan fraksi volume residu


Fraksi volume etanol
Penentuan fraksi volume etanol dilakukan dengan metode
ploting pada kurva deret standar fraksi volume etanol vs
densitas etanol pada halaman selanjuntnya
Dari metode ploting pada kurva deret standar didaptkan nilai
fraksi volume etanol = 0,39
Fraksi volume air
Fraksi volume air
= 1 fraksi volume etanol
= 1 0,39
= 0,61

Penentuan mol residu


Mol etanol=

vol etanol fraksivol etanol etanol


BM etanol

3900 ml 0,39 0, 9300164 g/ml


46,07 g/mol

30,70447 mol

Mol air=

vol air fraksi vol air air


BM air

3900 ml 0,61 0, 99567 g /ml


18 g /mol

131,594385 mol
Mol total residu=mol etanol+mol air

( 30,70447+131,594385 ) mol
162,29885 mol

Penentuan fraksi mol residu dengan neraca massa


Neraca massa total
Input = Output
F
=D+B
Neraca massa komponen etanol
F Xf =D Xd+ B Xb

F = umpan
D = destilat
B = residu
Xf
umpan

= fraksi mol

Xd
= fraksi mol
destilat

205,1165
mol
x
31,3500 mol 0,616+162,29885 mol . Xb

Xb =

( 205,1165 mol 0,2266 )(31,3500 mol 0,616)


162,29885 mol

= 0,167
Penentuan fraksi mol residu dengan persamaan Rayleigh

0,2266

Xf

F
dx
ln =
B Xb Yd Xb

Xf

ln

206,6807 mol
dx
=
161,3011 mol Xb Yd Xb

Xf

0,248=
Xb

dx
YdXb

Dengan menggunakan grafik fraksi cair vs fraksi uap dibawah,


dapat dihitung nilai Xb dengan metode trial and error
mengggunakan menggunakan metode trafezeodal hingga
diperoleh Xf = 0,220 dengan batas nilai Xb = 0,248

X (fraksi cair)
0,0190
0,0721
0,0966
0,1238
0,1661
0,2337
0,2608
0,3273
0,3965
0,5079
0,5198
0,5732
0,6763

Y (fraksi uap)
0,1700
0,3891
0,4735
0,4704
0,5089
0,5445
0,5580
0,5826
0,6122
0,6564
0,6599
0,6841
0,7385

1/(y-x)
6,62251656
3,15457413
2,93341156
2,88517023
2,91715286
3,21750322
3,36473755
3,91696044
4,63606861
6,73400673
7,13775874
9,01713255
16,0771704

0,7472
0,8943

0,7815
0,8943

29,154519
6,62251656

32
28
24
20
1/(y-x)

16
12
8
4
0
0

0.1

0.2

0.3

0.4

0.5

Liquid (x)

Metode Trial and Error untuk nilai Xb


Trial I, Xb = 0,12

0.6

0.7

0.8

32
28
24
20
1/(y-x)

16
12
8
4
0
0

0.1

0.2

0.3

0.4

0.5

0.6

0.7

0.8

Liquid (x)

X
0,12
0,14
0,16
0,18
0,20
0,22

Xb =

x
( y 1+2 y 2+2 y 3+ y 4)
2
0,02
{2,80+ ( 2 2,85 ) + ( 2 2,90 )+ (2 2,95 )+ ( 2 3 )+ 3,05}
2

= 0,2925

Y
2,80
2,85
2,90
2,95
3,0
3,05

Trial II, Xb = 0,16

32
28
24
20
1/(y-x)

16
12
8
4
0
0

0.1

0.2

0.3

0.4

0.5

0.6

0.7

0.8

Liquid (x)

X
0,16
0,18
0,20
0,22

Xb =

Y
2,90
2,95
3,0
3,05

x
( y 1+2 y 2+2 y 3+ y 4)
2

0,02
{2,90+ ( 2 2,95 ) + ( 2 3 )+3,05 }
2

= 0,1785
Nilai Xb trial I (0,12) dan Xb trial II (0,16) kemudian dibuatkan
kurva antara X vs Y
X
0,12
0,16

Y
0,2925
0,1785

0.35
0.3
0.25
0.2
Axis Title 0.15
0.1

Linear ()

0.05
0
0.1

0.11
0.13
0.15
0.17
0.19
0.12
0.14
0.16
0.18
0.2
Axis Title

Dari hasil ploting diperoleh nilai Xb = 0,24 adalah pada batas 0,138
Jadi Xb yang diperoleh dari Reyleigh adalah 0,138
Untuk fraksi mol air
Fraksi mol

= 1 fraksi mol etanol


= 1 0,138
= 0,862 pers. Rayleigh

Fraksi mol

= 1 fraksi mol etanol


= 1 0,167
= 0,833 neraca massa