Anda di halaman 1dari 4

Fraksinasi II

Dimasukkan silica gel H


kedalam kolom hingga mampat
sambil menggetuk-getuk kolom

Teteskan eluen menggunakan


pipet tetes secara perlahan
dengan memutar lingkaran
dalam kolom.

Jika bagian eluen trelah


masuk. Masukkan sisa eluen
melewati batang pengaduk.

Setelah silica mampat,


diteteskan pelarut n-heksan
secara memutar mengelilingi
lingkaran dalam kolom hingga
seluruh silica basah sambil
menyalakan vacum.

Pada permukaan silica gel H


ditutup dengan kertas saring.
Dan dimasukkan eluen
bergradien dari fraksi 1-6
secara bergantian.

Setela semua fraksi


dimasukkan, nyalakan vacum
dan ditampung subfraksi
(filtrat) yang diperoleh dalam
botol vial.

Jika terdapat gelembung


udara dalam kolom, lapisi
kolom dengan kapas yang
telah dibasahi aseton.

Dimasukkan sampel secara


perlahan kedalam kolom
dengan cara menaburkan
secara memutar hingga
menutupi seluruh permukaan
silica gel H

Dipekatkakan masing-masing
filtrat. Lakukan Pemantauan
subfraksi menggunakan KLT

Pemantauan Fraksi II

Masing-masing dari fraksi dilarutkan dengan sedikit etanol. Siapkan bejana KLT,
lapisi bejanan dengan kertas saring.
Siapkan eluen, pengembang, fase gerak / pelarut
(Kloroform:aseton:dietilamin (5:4:1)). Kemudian masukkan fase gerak
kedalam bejana tertutup. Biarkan jenuh.
Totolkan fraksi yang telah dilarutkan pada plat KLT menggunakan pipa
kapiler, masukkan plat kedalam bejana dan biarkan eluen naik sebelum
tanda batas. Fase diam Silica gel GF 254
Angkat plat, biarka mengering. Amati bercak secara visual atau dibawah
lampu UV 254 dan 366 nm.

Pemurnian
Bila bercak tidak tampak semprotkan penampak bercak H2SO4 10% atau
dargendorff. Ukur dan hitung nilai Rf dibandingkan dengan Kinin HCL (Jika perlu)

Hasil fraksi yang diperoleh dari pemantauan, dilarutkan dengan sedikit etanol.
Siapkan bejana KLT, lapisi bejanan dengan kertas saring.

Siapkan eluen, pengembang, fase gerak / pelarut (nheksan:etilasetat:dietilamin (2:7:1)). Kemudian masukkan fase gerak kedalam
bejana tertutup. Biarkan jenuh.
Totolkan fraksi membentuk pita pada plat KLT menggunakan pipa kapiler,
masukkan plat kedalam bejana dan biarkan eluen naik sebelum tanda batas.
Fase diam Silica gel GF 254

Angkat plat, biarkan mengering. Semprotkan penampak bercak H2SO4 10%


pada pinggir plat. Amati dibawah lampu UV 254 dan 366 nm.

Bila tampak, buat garis menggunakan pensil mengikuti senyawa bentuk pita
yang terelusi oleh fase gerak. Pada plat yang disemprotkan penampak bercak,
dipotong dan sisakan plat yang tidak tersemprot.
Kerok silica yang telah ditandai pensil. Hasil kerokkan masukkan kedalam vial
kemudian ekstraksi dengan metanol dan saring. Lakukan hal tsb hingga seluruh silica
tidak bercampur dengan filtrat yang akan diambil.

Uji Kemurnian

Masing-masing dari fraksi dilarutkan dengan sedikit etanol. Siapkan bejana


KLT, lapisi bejanan dengan kertas saring.

Siapkan eluen, pengembang, fase gerak / pelarut


(Kloroform:aseton:dietilamin (5:4:1)). Kemudian masukkan fase gerak
kedalam bejana tertutup. Biarkan jenuh.

Totolkan fraksi yang telah dilarutkan pada plat KLT menggunakan


pipa kapiler, masukkan plat kedalam bejana dan biarkan eluen naik
sebelum tanda batas. Fase diam Silica gel GF 254

Angkat plat, biarka mengering. Amati bercak secara visual atau


dibawah lampu UV 254 dan 366 nm.

Bila bercak tidak tampak semprotkan penampak bercak H2SO4 10% atau
dargendorff. Ukur dan hitung nilai Rf dibandingkan dengan Kinin HCL (Jika
perlu)

Masing-masing dari fraksi dilarutkan dengan sedikit etanol. Siapkan bejana


KLT, lapisi bejanan dengan kertas saring.

Siapkan eluen, pengembang, fase gerak / pelarut


(Kloroform:aseton:dietilamin (5:4:1)). Kemudian masukkan fase
gerak kedalam bejana tertutup. Biarkan jenuh.

Totolkan fraksi yang telah dilarutkan pada plat KLT menggunakan


pipa kapiler, masukkan plat kedalam bejana dan biarkan eluen naik
sebelum tanda batas. Fase diam Silica gel GF 254

Angkat plat, biarka mengering. Amati bercak secara visual atau


dibawah lampu UV 254 dan 366 nm.

Bila bercak tidak tampak semprotkan penampak bercak H2SO4 10% atau
dargendorff. Ukur dan hitung nilai Rf dibandingkan dengan Kinin HCL (Jika
perlu)