Anda di halaman 1dari 5

Nama : Nadia Anggry Liani

NIM : 122011101074
LAB/KSM ILMU KESEHATAN MATA
RESUME JURNAL
Judul Jurnal

Incidence Density and Risk Factors of Diabetic


Retinopathy
Within Type 2 Diabetes: A Five-Year Cohort Study in
China
Lei Liu

1,,

Jingyang Wu

1,,

Song Yue 1, Jin Geng 1, Jie

Lian 2, Weiping Teng 3, Desheng Huang 4,*


and Lei Chen 1,3,*
1. Department of Ophthalmology, The First Affiliated
Hospital of China Medical University, Shenyang, 110001,
China;

2.

Department

of

Healthcenter,

Fengyutan

Community, Shenyang, 110014, China; 3. Key Laboratory


of Endocrine Diseases in Liaoning Province, The First
Hospital of China Medical University, Shenyang, 110001,
China; 4. Department of Epidemiology, School of Public
Health, China Medical University, Shenyang,110122,
China.
(International Journal of Environmental Research and
Latar Belakang

Public Health, 2015)


Retinopati diabetik merupakan salah satu penyebab utama
kebutaan pada kelompok usia produktif. Retinopati
diabetik sebagai penyakit yang menjadi prioritas dalam
"VISI 2020" dalam penghapusan kebutaan secara global.
WHO telah merekomendasikan kepada negara-negara
anggota
program

untuk

mengintegrasikan

pencegahan

kebutaan

pendekatan
retinopati

dalam
diabetik.

Retinopati diabetik dan age-related macular degeneration


(AMD) memiliki peran penting dalam penyebab gangguan
penglihatan pada penduduk Cina lanjut usia. Dengan
meningkatnya jumlah kasus diabetes di Cina, prevalensi

retinopati diabetik juga semakin meningkat. Sampai saat


ini penelitian epidemiologi pada retinopati diabetik di Cina
hanya terbatas pada perkiraan prevalensi pada studi crossTujuan

sectional saja.
Untuk mengevaluasi faktor risiko retinopati diabetik pada
pasien dengan diabetes tipe 2 dan untuk mengetahui
jumlah kejadian retinopati diabetik baru dari waktu ke

Desain
Metodologi

waktu.
Studi kohort
Penelitian dilakukan di pusat kesehatan masyarakat
Fengyutan

yang

merupakan

unit

demonstrasi

pencegahan dan pengobatan penyakit mata diabetes di

Liaoning Diabetic Eye Center.


Diabetes tipe 2 ini didiagnosis oleh dokter layanan
primer di pusat kesehatan Fengyutan menurut kriteria

WHO.
Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2010 hingga
Agustus 2014 berdasarkan skrining untuk retinopati
diabetik lansia (lebih dari 60 tahun) pada masyarakat

Fengyutan.
Kriteria inklusi yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
diabetes tipe 2 yang dikonfirmasi dengan data
kesehatan di pusat kesehatan Fengyutan, bersedia untuk
berpartisipasi dan memberikan persetujuan dalam
penelitian. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan
diabetes tipe 2 yang meninggal, pindah dari komunitas
masyarakat, dirawat di rumah sakit atau dilembagakan
di rumah jompo, dengan penyakit mata secara
bersamaan selain retinopati diabetik, riwayat trauma

okular dan operasi intraocular.


Pengumpulan data
Informasi umum untuk pasien dengan diabetes tipe 2
termasuk nama, usia, jenis kelamin, dan riwayat

penyakit

termasuk

hipertensi,

riwayat

keluarga

diabetes, durasi diabetes, dan pengobatan untuk


diabetes diperoleh dengan kuesioner. Data pemeriksaan
termasuk tekanan darah, tinggi badan, berat badan, dan
BMI. Sampel darah vena diambil dari vena antecubiti
pada pagi hari setelah >8 jam puasa untuk penentuan
kadar kolesterol total, trigliserida, kadar FPG, dan
konsentrasi HbA1c. Semua pengukuran dilakukan di
Endocrinology Laboratory, China Medical University,

Shenyang, China.
Pemeriksaan mata
Pemeriksaan secara komprehensif dari kelopak mata,
palpebra dan bulbar konjungtiva, sklera dan kornea,
segmen anterior, iris dan lensa dilakukan menggunakan

slit lamp. Tekanan bola mata diukur dengan tonometer.


Diagnosis
Diagnosis diabetes berdassarkan kriteria WHO. Semua
subjek adalah pasien diabetes tipe 2. Pasien dengan
lama diabetes kurang dari 1 tahun dianggap sebagai
diabetes yang baru terdiagnosis. Lama diabetes adalah
interval waktu antara tanggal diagnosis diabetes dan
tanggal pemeriksaan mata. Retinopati diabetik dinilai
menggunakan modifikasi klasifikasi Airlie House dan
skema keparahan retinopati berdasarkan The Early

Hasil

Treatment Diabetic Retinopathy Study.


Analisis Statistik
Semua analisis dilakukan dengan program SPSS 16.0
dengan nilai P <0,05 dianggap signifikan.
Jumlah total 622 subyek >60 tahun (60-84 tahun, ratarata usia 69 5.87) dengan diabetes tipe 2
dikumpulkan selama 5 tahun. Terdapat 304 (48,98%)

laki-laki dan 318 (51,02%) perempuan.


Faktor risiko kejadian retinopati diabetik pada pasien

dengan diabetes tipe 2 dengan Multivariabel Cox


Regression. Rasio hazard tertinggi (HR) adalah lama
menderita diabetes melitus >10 tahun (HR=1,98; 95%
CI=1,45-2,31). Selain itu, pada laki-laki (HR=1,79;
95% CI=1,31-2,32) dengan hipertensi (HR=1,39; 95%
CI=1,01-1,62),

diabetes

yang

tidak

terkontrol

(HR=1,67; 95% CI=1,32-2,13), BMI >27,4 kg/m2


(HR=1,67; 95% CI = 0,88-1,32), glukosa plasma puasa
(FPG) >200 mg/dL (HR=1,92; 95% CI=1,75-2,31),
kolesterol total lebih dari 200 mg/dL (HR=1,38; 95%
CI=1,17-1,68) dan HbA1c >7% (mmol/mol) (HR=1,77;
95%

CI=1,57-2,36)

yang

signifikan,

tampaknya

menjadi kejadian retinopati diabetik.


Setelah mengontrol umur, riwayat penyakit keluarga,
tekanan

darah

sistolik-diastolik,

dan

trigliserida.

Menunjukkan bahwa jenis kelamin pria dengan


hipertensi, durasi yang lebih lama menderita diabetes,
diabetes yang tidak terkontrol, jumlah kolesterol 200
mg/dL dan HbA1c 7% (mmol/mol) secara bermakna
dikaitkan dengan kejadian retinopati diabetik. Lama
menderita diabetes tipe 2 menunjukkan hubungan
signifikan dosis-respons terhadap timbulnya retinopati
diabetic (X2-test for trend=8,89, p<0,05) setelah faktor
Kesimpulan

lainnya dikendalikan.
Studi ini menunjukkan bahwa terdapat banyak kejadian
retinopati diabetik pada masyarakat Cina serta banyaknya
kasus retinopati diabetik baru yang harus diskrining pada
setiap tahun, sehingga diperlukan beberapa metode
preventif

yang

efektif

untuk

mencegah

timbulnya

Rangkuman dan

retinopati diabetik.
Banyak penelitian menyelidiki bahwa lama menderita

Hasil Pembelajaran

diabetes merupakan faktor risiko utama timbulnya


4

retinopati diabetik. Menurut penelitian The Wisconsin


Epidemiologic Study of Diabetic Retinopathy (WESDR)
telah mengungkapkan bahwa prevalensi retinopati adalah
8% pada setiap durasi diabetes 3 tahun, 25% pada setiap
durasi diabetes 5 tahun, 60% pada setiap durasi diabetes 10
tahun, dan 80% pada setiap durasi diabetes 15 tahun.
Prevalensi Proliferative diabetic retinopathy (PDR) adalah
0% pada durasi diabetes 3 tahun dan meningkat menjadi
25% pada durasi diabetes 15 tahun. Jadi, pemeriksaan
retina secara rutin setiap tahun dan deteksi dini retinopati
diabetik dapat mengurangi risiko kehilangan penglihatan
pada penderita diabetes.