Anda di halaman 1dari 12

LANGKAH – LANGKAH MEMBUAT PETA

(Untuk Keperluan Drive Test)

1. Software dan Hardware

1.1. Hardware:
 Notebook, direkomendasikan Pentium`III 1G, memory 256 MB

1.2. Software:
 Windows 98 atau yang lebih awal
 Microsoft Office Excel 98 atau yang lebih awal
 MapInfo 6.0 atau yang lebih awal
 TEMS Investigation GSM 3.0 atau yang lebih awal

Disini penulis menggunakan Notebook Toshiba Pentium III dengan processor 600
MHz dengan memory sebesar 128 MB dimana Windows XP Pro SP2, Microsoft
Office Excel 2003, MapInfo Pro 7.5 SPC dan TEMS Investigation GSM 4.1
software telah terinstall didalamnya.

2. Data – data

Untuk pembuatan peta yang akan digunakan keperluan drive test, maka kita
memerlukan masukkan data berupa titik – titik koordinat dan sektor BTS yang
akan dipetakan yang biasanya diberikan oleh customer.

Setelah dihasilkan peta yang masih kasar dari data tersebut diatas, dilakukanlah
penggabungan dengan peta wilayah, dimana peta ini bisa mencakup kepulauan,
perkotaan, jalan, pegunungan dan sungai – sungai, tergantung apa saja yang kita
perlukan.

Disini penulis telah mendapatkan data – data tersebut diatas yaitu:


a. ISAT.xls berisikan data -data BTS berikut sektor, CI, LAC, azimuth dan
lainnya yang didapatkan dari Indosat.
b. Island.TAB dengan file – file bawaannya yaitu Island.DAT, Island.ID,
Island.IND dan Island.MAP yang berisikan peta wilayah kepulauan
Indonesia.
c. City.TAB dengan file – file bawaannya yaitu City.DAT, City.ID dan
City.MAP yang berisikan peta kota – kota di Indonesia.
d. Mountain.TAB dengan file – file bawaannya yaitu Mountain.DAT,
Mountain.ID, Mountain.IND dan Mountain.MAP yang berisikan peta
pegunungan di Indonesia.
e. River.TAB dengan file – file bawaannya yaitu River.DAT, River.ID dan
River.MAP yang berisikan peta jalur – jalur sungai di Indonesia.
f. Street.TAB dengan file – file bawaannya yaitu Street.DAT, Street.ID dan
Street.MAP yang berisikan peta jalan – jalan di Indonesia.

3. Mengolah data site dengan MapInfo

Data yang didapat dari costumer yang berbeda mungkin saja formatnya tidak sama
dengan file yang menjadi contoh dalam tulisan ini, jangan terlalu dipikirkan yang
penting kita tahu maksud dari data – data yang ada didalamnya dan itu mudah
dipelajari, dalam hitungan menit mungkin anda sudah tahu maksud kolom – kolom
yang kelihatan membingungkan itu.

3.1 Membuka aplikasi MapInfo

Semua langkah – langkah didalam tulisan ini diasumsikan jika anda


menggunakan software yang sama dengan yang digunakan penulis, jika beda
mungkin ada sedikit penyesuaian.

Start  Programs  MapInfo  MapInfo Professional 7.5 SCP

Gambar 1

Setelah aplikasi MapInfo terbuka, langsung memunculkan jendela Quick Start


yang akan menanyakan apakah kita akan membuka file yang terakhir kali
diakses, membuka sebuah workbook atau table? Sebagai langkah pertama
tekan tombol Cancel (Gambar 2).

3.2. Mengolah data koordinat BTS

Sebelum diolah sebaiknya masukkan data koordinat BTS tersebut dalam satu
folder kosong supaya gampang untuk mengaksesnya.
Gambar 2

Gambar 3

File  Open
Setelah jendela Open browser terbuka (defaultnya di My Documents), arahkan
kolom Look In ke folder dimana kita menyimpan file data tersebut kemudian
pilih Microsoft Excel (*.xls) di kolom Files of type setelah itu pilih file yang
berisi data BTS tersebut (ISAT.xls) dan tekan tombol Open (Gambar 3).

Sesaat setelah tombol Open di tekan akan muncul jendela Excel Information,
tentukan kolom yang akan diolah apakah seluruhnya ataukah sebagian, disini
kita pilih Other… untuk kolom Named Range, kemudian jendela Other Range
pun muncul, ganti tulisan Mapinfo!A1:L3064 menjadi Mapinfo!A2:L3064 dan
tekan tombol OK (Gambar 4). Setelah jendela Other Range tersebut
menghilang maka, di jendela Excel Information di kolom Named Range akan
tertulis Mapinfo!A2:L3064. Terakhir, isi pilihan Use Row Above Selected
Range for Columns Titles dan tekan tombol OK maka munculah ISAT
Browser yang berisi data – data koordinat dan azimuth BTS yang kita
perlukan disertai dengan data – data yang lainnya (Gambar 6), untuk lebih
jelasnya jendela ISAT Browser tersebut dapat diperbesar (Maximize).

Gambar 4

Mungkin kita bertanya-tanya kenapa Mapinfo!A1:L3064 dijendela Other


Range harus dirubah menjadi Mapinfo!A2:L3064, bila kita perhatikan pada
file ISAT.xls ketika dibuka menggunakan Microsoft Excel maka data – data
tersebut berada di antara kolom – kolom A2 sampai L3064, sedangkan kolom
- kolom A1 sampai L1 akan digunakan sebagai nama kolom ketika kita
melakukan isian Use Row Above Selected Range for Columns Titles pada
jendela Excel Information. Di gambar 6 sangat jelas terlihat bahwa kolom A1
sampai L1 menjadi nama atau title kolom – kolom dibawahnya.

Gambar 5
Ingat untuk mensetting level security macro di Microsoft Excel agar berada di
Medium atau Low agar file ISAT.xls ini dapat dibuka jika ingin mengeceknya
terlebih dahulu..

Proses tersebut menghasilkan file ISAT.TAB di folder yang sama.

Gambar 6

Table  Maintenance  Table Structure…

Di jendela Modify Table Structure kita dapat mengisi bagian yang kita
butuhkan saja, akan tetapi beberapa point harus diisi seperti untuk Field “Site
Name”, “A”, “B”, “C” dan “D”. Field “Site_Name” kita perlukan untuk
penamaan posisi BTS dalam peta, field A dan B adalah titik koordinat lintang
utara dan barat dari posisi BTS tersebut, dan field C dan D adalah hasil
perhitungan dari arah koordinat masing masing BTS terhadap derajat
sektornya atau biasa pula disebut titik koordinat lintang utara dan lintang barat
sektor BTS sehingga didapatkan garis yang jelas didalam peta yang akan kita
buat nantinya. Disini kita harus perhatikan bahwa derajat sector suatu BTS,
koordinat BTS juga dengan BTS tetangganya harus up to date terutama untuk
BTS yang akan kita lakukan Drive Test.

Untuk langkah awal kita akan isi saja semua field yang ada dalam jendela
Modify Table Structure termasuk pilihan Table is Mappable dan abaikan dulu
tombol Projection… yang muncul setelah itu (Gambar 7), tekan tombol OK.

Kini terdapat tiga file tambahan dalam folder yang sama dimana file ISAT.xls
dan ISAT.TAB ada didalamnya, yaitu file:
 ISAT.ID
 ISAT.IND
 ISAT.MAP
Lupakan maksud dari file file tersebut, dan kita lakukan langkah berikutnya:

Options  Show MapBasic Windows

Setelah jendela MapBasic terbuka isilah dengan parameter sebagai berikut:

update ISAT set obj = createline (A,B,C,D)

Akan terdapat tiga tambahan file lainnya dalam satu folder yaitu:
 ISAT.TDA
 ISAT.TIN
 ISAT.TMA

Gambar 7

File  Close

Ketika muncul jendela Save Modivied Table Data, pilih Save All. Bila kita
perhatikan folder yang memuat seluruh hasil proses pengolahan data ini maka,
ketiga file yang baru saja dibuat (ISAT.TDA, ISAT.TIN, ISAT.TMA) menjadi
hilang kembali dan sebagai gantinya file ISAT.ID dan ISAT.MAP menjadi
semakin bertambah kapasitasnya.

Sekali lagi, jangan perhatikan perubahan didalam folder ini karena penulis
juga belum tahu buat apa masing masing file itu ada  dan mari kita
lanjutkan!

File  Open

Pilih ISAT.TAB dijendela Open yang muncul dan tekan tombol Open.
Maximize jendela ISAT Map supaya terlihat lebih jelas, kini akan muncul
beberapa kumpulan garis – garis yang sebagian tergabung. Ini adalah peta
posisi BTS beserta arah sektornya dimana BTS – BTS ini belum mempunyai
nama.
Map  Layer Control…

Setelah muncul jendela Layer Control, Pada layer “ISAT” isi pilihan terakhir
di kolom label (penulisan label di wakili oleh icon label diatasnya). Tekan
tombol Label…, jika pilihan Allow Overlapping Text diisi maka, MapInfo
akan membiarkan label nama – nama BTS saling menumpuk dan jika tidak, isi
maka MapInfo akan menghilangkan sebagian nama – nama BTS supaya tidak
saling bertumpukan. Penghapusan pilihan Rotate Label With Line akan
membuat huruf nama – nama BTS itu tetap mendatar. Kolom Label with
memberikan pilihan label apa yang akan kita munculkan di peta disini, kita
pilih Site_Name (Gambar 8).

Gambar 8

Gambar 9 menunjukkan hasil dari proses pengolahan data yang telah kita buat
dan telah diperbesar . Disana diperlihathan terdapat tiga buah garis yang
terpusat, ini bisa diartikan bahwa BTS tersebut mempunyai tiga arah sektor
yang berlainan dan pusatnya adalah posisi dimana tepatnya BTS itu berada.
Adapun label yang berada disana menunjukan posisi atau nama BTS tersebut.
Agar peta ini dapat digunakan pada aplikasi selanjutnya maka, kita harus
menambahkan satu file database didalam folder yang berisi data – data ini
dengan cara:

File  Save Copy As…

Berikan nama file yang lain contohnya, ISAT_OK.tab pada kolom File name
dan pilih dBASE DBF (*.tab) pada kolom Save as type dijendela Save Copy
of Table As tersebut. Ketika muncul jendela dBASE DBF Information biarkan
dikondisi defaultnya yaitu Windows US & W. Europe (“ANSI”) dan tekan
tombol OK kemudian save file tersebut (Gambar 10) maka, didalam folder
yang sama akan muncul beberapa file yang identik dengan file – file
sebelumnya dengan nama yang berbeda ditambah satu file berextension
*.DBF yang merupakan file database.

Gambar 9

Sampai disini penggunaan aplikasi MapInfo untuk sementara bisa dianggap


selesai, dan selanjutnya kita akan menuju ketahapan berikutnya dimana kita
akan menggabungkan peta yang telah kita buat dengan peta bumi atau peta
wilayah agar lebih komplit dan lebih jelas.

Mari kita bersiap-siap membuka aplikasi yang lainnya yaitu, TEMS


Investigation GSM 4.1 (versi penulis).
Gambar 10

4. Penggabungan Peta

4.1. Geoset Manager

Geoset Manager adalah salah satu fasilitas tambahan didalam aplikasi TEMS
Investigation GSM, untuk keperluan drive test yang dapat digunakan sebagai
aplikasi dalam pembuatan atau penggabungan peta – peta independent
maksudnya, adalah peta yang memberikan informasi tersendiri misalnya, peta
pegunungan, sungai, kota, jalan, pulau, populasi penduduk, elevasi dan lain
sebagainya.

Untuk keperluan drive test, kita gunakan aplikasi Geoset Manager ini untuk
menggabungkan peta posisi BTS yang telah kita buat diawal dengan peta
pulau, jalan, kota, sungai dan pegunungan.

Start  Programs  Tems Products  TEMS Investigation GSM 4.1

Gambar 11 menampilkan aplikasi TEMS Investigation GSM 4.1 yang telah


dibuka, disana bisa dilihat ada beberapa tombol semacam shortcut untuk dapat
langsung menuju ke bagian yang kita inginkan seperti GSM, Data, Signaling,
Map, Interference, Scanner, Control, Configuration dan kita telah memilih
untuk membuka jendela Map. Selain dengan cara ini, jendela Map dapat pula
dibuka dengan cara:
Presentation  Positioning  Map

Gambar 11

Gambar 12
Didalam jendela Map di sudut kiri atas terdapat tombol icon seperti gambar
bola bumi, tombol inilah yang akan membuka aplikasi Geoset Manager jika
kemudian kita tekan (Gambar 12).

4.2. Menggabungkan peta – peta

Setelah jendela Geoset Manager terbuka,dia akan menanyakan apakah kita


akan membuka file geoset (*.gst) yang telah kita buat atau yang telah ada
dengan jendela Open browsernya. Untuk pertama kali ini kita pilih untuk
menekan tombol Cancel.

File  New Geoset

Tekan tombol Add… pada jendela Layer Control dan pilih file yang telah kita
buat yang mempunyai file databasenya, pada contoh ini kita gunakan file
ISAT_OK.TAB dan tekan tombol Open. Pada kolom properties isilah kolom
Automatic Labels dengan membiarkan kolom Editable kosong. Tekan tombol
Labels… dan kosongkan pilihan Rotate Label with Line pada kolom Position
di jendela Label Properties dan tekan tombol OK. Setelah kembali dijendela
Layer Control tekan tombol Add… dan pilih semua file – file peta yang akan
digabung, disini kita ambil file Mountain.tab, City.tab, River.tab, Street.tab
dan Island.tab (Gambar 13), tekan tombol OK.

Gambar 13

Hasil dari penggabungan peta – peta itu setelah diperbesar akan berbentuk
seperti pada Gambar 14, bandingkan kini dengan Gambar 9 dimana peta
wilayah kini sudah digabungkan dengannya.

File  Save Geoset


Gambar 14

Simpan peta tersebut misalnya dengan nama ISAT.gst dan tekan Save di
jendela Save As, ketika keluar jendela Set Geoset Name tekan OK, keluar dari
aplikasi dan kini kita telah mempunyai peta posisi BTS, arah sector BTS
berikut wilayahnya untuk digunakan sebagai peta sewaktu melakukan drive
test.

File  Exit

Jendela Geoset Manager kini telah keluar dan kembali ke jendela sebelumnya,
file peta ini kini dapat dipanggil sewaktu-waktu kita membutuhkannya. Untuk
sekarang kita akan keluar dari aplikasi TEMS Investigation GSM.

File  Exit

Tekan tombol No di jendela Information yang muncul dan Aplikasi TEMS


Investigation GSM pun keluar.

Sampai jumpa dalam topic bahasan yang lain, See You Later and Good Luck!

----------------------------------------------------------------------------------------------
-

File: Bikin Peta Buat Drive Test Revisi 0


Penulis: Amir Maulana
Released: October 21, 2004