Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dinamika masa pemerintahan Indonesia tidak pernah mencapai suatu masa
yang stabil, semuanya berjalan secara fluktuatif, bahkan hingga saat ini. Dalam
tiap rentang masa pemerintahan itu, Indonesia mengalami berbagai peningkatan
yang mampu memperbaiki aspek-aspek kehidupan serta penurunan yang
membawa Indonesia menjadi negara yang tak pernah putus akan problematikanya.
Perbedaan pemimpin pemerintahan serta tuntutan tiap masyarakat yang
ingin dilayani dengan sepenuh hati menjadi salah satu faktor pergantian roda
pemerintahnan di Indonesia. Memang, zaman kadang menuntut perubahan.
Teknologiu yang semakin canggih perlu mengganti keadaan-keaadaan yang sudah
tidak relevan lagi. Sebagai pemerintah yang baik, tentunya hal ini telah menjadi
suatu kewajiban bagi mereka untuk mendengarkan dan merealisasikan tuntutan
rakyat.
Beda pemimpin, beda pula aksinya. Perbedaan itu dapat kita rasakan
terlebih bila kita sempat mencicipi berada dalam masa tersebut. Salah satu masa
yang mengalami perubahan signifikan adalah masa orde baru ke masa reformasi
khususnya dalam bidang politik dan ekonomi. Masyarakat menuntut perubahan
agar terlepas dari segala hal tentang orde baru yang dianggap tidak sejalan lagi
dengan hatui nurani rakyat. Tiga puluh dua tahun bukan waktu yang sebentar
untuk menjalankan pemerintahan. Namun, apabila selama itu belum juga
menghasilkan kemakmuran, tidak salah apabila rakyat menuntut suatu era baru
yang dapat membuka masa depan menjadi lebih baik. Untuk itu, kelompok kami
ingin mengkaji mengenai hal tersebut dengan mengangkat judul Perbandingan
Masa Pemerintahan Orde Baru dan Reformasi dalam Bidang Politik dan
Ekonomi

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana perbandingan kondisi Indonesia pada Masa Orde Baru dan
Masa Reformasi dalam bidang politik?
2. Bagaimana perbandingan kondisi Indonesia pada Masa Orde Baru dan
Masa Reformasi dalam bidang ekonomi?
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui perbandingan kondisi Indonesia pada Masa Orde Baru
dan Masa Reformasi dalam bidang politik.
2. Untuk mengetahui perbandingan kondisi Indonesia pada Masa Orde Baru
dan Masa Reformasi dalam bidang ekonomi
1.3 Manfaat
1. Untuk Siswa

Dapat memahami lebih lanjut mengenai kehidupan orde baru dan

reformasi di Indonesia
Dapat menambah wawasan mengenai perbandingan kehidupan politik

dan ekonomi Indonesia pada era pemimpin yang berbeda


Dapat dijadikan referensi untuk makalah selanjutnya

2. Untuk Guru

Dapat menjadi bahan ajar untuk siswa


Dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai kehidupan
politik dan ekonomi Indonesia pada masa lalu

3. Untuk Masyarakat :
Dapat menjadi sumber pengetahuan baru
Dapat memahami perbandingan kehidupan pada era pemimpin yang

berbeda
Dapat mengambil hikmah dari perbandingan kehidupan politik dan
ekonomi untuk kehidupan yang lebih baik

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Masa Orde Baru

Rezim Orde Baru yangv dipimpin oleh Presiden Soeharto mampu


berkuasa selama 32 tahun di Republik Indonesia. Melalui proses yang
cukup

panjang, pemerintah Orde Baru berusaha menciptakan

stabilitas

politik dan keamanan nasional pasca peristiwa 1965. Seperti halnya yang
ditegaskan oleh Ali Moertopo, bahwa stabilitas politik dan keamanan
nasional merupakan syarat utama bagi kelangsungan pembangunan (Ali
Moertopo, 1983:26-28) Pada periode atau kurun waktu 1966-1980 bisa
dikatakan sebagai tahapan dari era konsolidasi Orde Baru dan Soeharto.
Sebagai upaya untuk menggantikan posisi Soekarno, kemunculan

dari

Jendral Soeharto yang bahkan sebelumnya tidak dikenal, menjadi aktor


yang cukup berperan dalam perubahan tatanan politik pasca peristiwa 65.
Namun pada awalnya perubahan yang dilakukan oleh Jendral Soeharto
tidaklah cukup radikal.
Kehidupan Politik pada Masa Orde Baru
Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era
pemerintahan Soekarno. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total"
atas penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama.
Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Dalam jangka waktu
tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi
bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu,
kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar.
Pada 1968, MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa
jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan dia kemudian dilantik kembali secara
berturut-turut pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Presiden
Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara
dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang
ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya.
Kehidupan Ekonomi pada Masa Orde Baru

Pada masa Demokrasi Terpimpin, Negara bersama aparat


ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan
potensi dan kreasi unit-unit ekonomi swasta. Sedangkan pada masa Orde
Baru, pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional
terutama pada usaha mengendalian inflasi, penyelamatan keuangan negara,
dan pengamaban kebutuhan pokok rakyat. Tindakan ini dilakukan pemerintah
karena pada masa awal tahun 1966 terjadi kenaikan harga sehingga inflasi
hampir mancapai 650% setahun. Hal itu telah menyebabkan kurang lancarnya
pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah.
2.2 Masa Reformasi
Reformasi merupakan perubahan yang radikal dan menyeluruh
untuk perbaikan. Reformasi menghendaki adanya perubahan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ke arah yang lebih baik secara
konstitusional dalam berbagai bidang kehidupan. Ketika terjadi krisis
ekonomi, politik, hukum dan krisis kepercayan, maka seluruh rakyat
mendukung adanya reformasi dan menghendaki adanya pergantian pemimpin
yang diharapkan dapat membawa perubahan Indonesia di segala bidang ke
arah yang lebih baik.
Kondisi Politik pada Masa Reformasi
Pasca tumbangnya Orde Baru, terdapat dua metoda yang bisa
ditempuh untuk menata ulang kembali tata politik, yakni; suatu reformasi
radikal terhadap institusi politik warisan Orde Baru termasuk penggusuran
besar-besaran para penjaga lembaga tersebut dalam bentuk pemecatan,
penggantian dan sebagainya, dikarenakan persoalan yang dihadapi ialah
korupsi, kolusi, nepotisme, sehingga konsekuensi paling logis ialah
pembersihan institusi politik, dengan kata lain metoda ini membawa gerakan
reformasi lebih dekat kepada republikanisme. Hal kedua yang dapat
dilakukan ialah: lebih merupakan konsep demokratik klasik, dengan tekanan
utama diberikan pada persamaan, partisipasi rakyat dalam proses politik, dan
memberikan focus pada ide kebebasan dan kebersamaan. Tentunya pilihan
5

pertama tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, karena seluruh perhatian


diarahkan pada pilihan kedua.
Kondisi Ekonomi pada Masa Reformasi
Pada masa reformasi ini perekonomian Indonesia ditandai dengan
adanya krisis moneter yang berlanjut menjadi krisis ekonomi yang sampai
saat ini belum menunjukkan tanda-tanda ke arah pemulihan. Walaupun ada
pertumbuhan ekonomi sekitar 6% untuk tahun 1997 dan 5,5% untuk tahun
1998 dimana inflasi sudah diperhitungkan namun laju inflasi masih cukup
tinggi yaitu sekitar 100%. Pada tahun 1998 hampir seluruh sektor mengalami
pertumbuhan negatif, hal ini berbeda dengan kondisi ekonomi tahun 1999.
Kebijakan ini berbeda pada masing-masing presiden yang pernah memimpin
di masanya masing-masing.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Perbandingan Kondisi Indonesia pada Masa Orde Baru dan Masa
Reformasi dalam Bidang Politik
6

Kehidupan politik Indonesia pada masa orde baru dan masa


reformasi sangat berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut dapat disajikan
dalam table berikut ini.
KEHIDUPAN POLITIK PADA MASA
ORDE BARU
Pelaksanaan Demokrasi Pancasila
Banyak terjadi korupsi, kolusi dan

REFORMASI
Pers dibebaskan untuk menyampaikan

nepotisme
Terjadi pembredelan beberapa surat

jurnalistik
Pelaksanaan pemilu yang multipartai

kabar dan penahanan para jurnalis


tanpa persidangan
Adanya dwifungsi ABRI
Mengembalikan Indonesia dari politik
Nefos-Oldefos dan Poros Jakarta -Pnom
Penh - Hanoi-Peking - Pyongyang ke
politik luar negeri Indonesia yang bebas
dan aktif
Indonesia kembali aktif di forum
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Membentuk Kabinet Pembangunan I demi


kelancaran pembangunan

Penyederhanaan partai politik


Telah dilaksanakan enam pemilu setiap
lima tahun sekali

pendapat dan melakukan kegiatan

berlangsung damai
Penyelesaian masalah Timor Timur
Amandemen UUD telah mencapai
amandemen ke I, II, III dan IV
MPR telah melakukan tugasnya dengan
baik
Adanya perbaikan dalam HAM
terutama dari pemerintah sendiri
Semakin tinggi antusiasme warga
dalam pemerintahan (membentuk partai
politik)
Diterapkannya otonomi daerah
sehingga kekuasaan tak mutlak di
tangan penguasa

Pada masa orde baru, kebebasan pers sangat dibatasi. Pers bisa
dikatakan tidak ada fungsinya untuk warga negara. Pers sangat terlihat hanya
sebagai boneka penguasa. Tidak ada kebebasan berpendapat yang dijanjikan
pemerintah pada awal kekuasaan orde baru. Hal ini dilakukan untuk
mengantisipasi hal hal buruk di dalam pemerintahan orde baru sampai di
telinga masyarakat. Pers tidak bisa melakukan apapun selain patuh pada
aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Aspirasi masyarakat untuk

pemerintah tidak tersalurkan sama sekali. Dengan demikian masyarakat


sangat-sangat ditutupi dari segala permsalahan yang ada di pemerintahan.
Sedangkan keadaan ini kontras dengan masa reformasi. Pers dibebaskan
mengungkapkan pendapatnya secara bebas tetapi dalam batas wajar dan tidak
melanggar hak dan aturan. Pers menjadi lembaga yang independen dan
mampu menjadi penghubung baik dari rakyat kepada pemerintah ataupun
sebaliknya. Dengan demikia, jalannya pemerintahan menjadi lebih terbuka,
rakyat dapat mengetahui permasalahan yang terjadi di pemerintahan, dan
masyarakat dapat lebih mudah menyampaikan aspirasinya. Contoh kokrit di
masa sekarang adalah mudahnya penyampaian pendapat melalui forum
oniline atau media sosial.
Akibat dari tertutupnya pelaksanaan pemerintahan di pusat,
menguak bayaknya kasus-kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di
ujung-ujung pemerintahan masa orde baru. Hal ini menjadi alasan mengenai
pers yang tak diizinkan meliput dan menyajikan berita yang terlalu dalam
tentang pemerintahan. Pada masa sekarang ini, kasus KKN tidak kemudian
hilang begitu saja meski telah ada keterbukaan dalam bidang pemerintahan.
Namun, dalam masa reformasi ini, dibentuklah lembaga pemberantasan
korupsi dalam hal ini adalah KPK.
Dalam hal partai politik, orde baru memangkas segala partai politik
di masa sebelumnya dan menyisakan tiga partai yang masih eksis hingga
sekarang, yakni Partai Persatuan Pembangunan, Partai Golongan Karya, dan
Partai Demokrasi Indonesia. Selama enam kali pemilu yang diadakan, Golkar
selalu keluar menjadi pemenang. Hal ini disebabkan Golkar menjadi kandidat
kuat yang disokong oleh ABRI dimana ABRI pada saat itu masih belum
bersifat netral. Sedangkan pada saat ini, pemilu diikuti oleh banyak partai
politik, bahkan telah tumbuh partai-partai baru. Dengan demikian masyarakat
lebih mudah menyampaikan aspirasinya disbanding dengan masa orde baru
yang partainya hanya terpusat pada kehidupan pemerintahann pusat saja.

Namun, dengan adanya pemangkasan partai itu, pemerintah orde baru dapat
mengkoordinir keadaan pusat dengan mudah.
3.2 Perbandingan Kondisi Indonesia pada Masa Orde Baru dan Masa
Reformasi dalam Bidang Ekonomi
Ekonomi Indonesia sempat mengalami peningkatan pada awal
masa orde baru. Tapi, ujung orde baru adalah krisis moneter yang
menandakan bahwa ekonomi pada masa orde baru tidak sepenuhnya berhasil.
Berikut akan disajikan tabel sebagai pembanding antara kehidupan ekonomi
pada masa orde baru dan reformasi.
KEHIDUPAN POLITIK PADA MASA
ORDE BARU
Membayar hutang dengan berhutang
Menetapkan UU tentang penanaman

REFORMASI
Krisis moneter perlahann dapat

gemar menabung
Peningkatan perekonomian yang

Perbankan Nasional (BPPN)


Inflasi dapat diturunkan
Pengendalian stabilitas nilai rupiah

ditangani

Penurunan IHS (Indeks Harga Saham)


modal asing di Indonesia
Menggalang dana dari masyarakat agar Membentuk Badan Penyehatan

cukup tinggi
Indonesia menjadi Negara
swasembada beras
Pembangunan yang tidak merata
Terjadi krisis moneter pada 1997-1998

Di awal masa orde baru, Indonesia menghadapi masalah ekonomi


salah satunya dengan berhutang. Hutang yang ada mereka bayar dengan
berhutang lagi kepada tempat lain untuk kelancaran pembangunan. Jelas
terlihat bahwa tidak ada penyelesaian secara bijak karena pemasukan
negara kita tidak bertambah, atau dengan kata lain permasalahan ini tidak
terselesaikan.
Pada masa ini pula pemerintah mengeluarkan UU Penanaman
Modal Asing (PMA). Dengan UU PMA, pemerintah ingin menunjukan

kepada dunia internasional bahwa arah kebijakan yang akan ditempuh oleh
pemerintah Orde Baru, berbeda dengan Orde Lama. Orde Baru tidak
memusuhi investor asing dengan menuduh sebagai kaki tangan
imperialisme. Sebaliknya, aktivitas mereka dipandang sebagai prasyarat
yang

dibutuhkan

oleh

sebuah

negara

yang

ingin

membangun

perekonomiannya. Dengan bantuan modal mereka, selayaknya mereka


didorong dan dikembangkan untuk memperbanyak investasi dalam
berbagai bidang ekonomi.
Meski

pada

awalnya

orde

baru

mampu

meningkatkan

perekonomian Indonesia, namun pada akhirnya terjadi pula krisis moneter.


Jatuhnya nilai rupiah merupakan pemicu awal bagi krisis ekonomi karena
hal

itu

memberikan dampak yang sangat luas terhadap perekonomian nasional.


Depresiasi rupiah tersebut dimulai sejak pertengahan tahun 1997 akibat
diterapkannya kebijakan penghapusan band intervensi rupiah pada bulan
Juni 1997. Diikuti dengan gejolak politik yang menghangat menjelang
Pemilu 1997, kepercayaan masyarakat terhadap rupiah semakin menurun.
Konsekuensinya adalah nilai rupiah mengalami depresiasi yang sangat
tajam pada Januari 1998 yaitu sebesar 265 persen dibandingkan nilai
rupiah pada bulan sebelumnya.
Akhirnya yang terjadi adalah laju inflasi yang sangat tinggi.
Permsalahan ini dapat diatasi dalam era baru yaitu era reformasi. Hal itu
dapat dilihat pada grafik berikut mengenai laju inflasi di Indonesia sejak
orde baru hingga reformasi. Tahun 1998 menjadi tahun yang buruk bagi
perekonomian Indonesia, dan laju inflasi saat itu sangat tinggi mencapai
angka 60%. Namun pada era reformasi hal tersebut perlahan dapat diatasi
dan menjadikan ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih baik lagi.

10

Berkaitan dengan nilai tukar rupiah yang sempat anjlok pada masa
orde baru, hal itu merupakan masa terkelam perekonomian Indonesia.
Kenaikan signifikan ini terjadi awalnya dari Rp2000 menjadi Rp14.000,
kemudian Rp16.500. Di era reformasi saat ini nilai rupiah juga tidak
sepenuhnhya stabil. Namun, sejak ahun 1998 nilai tukar rupiah telah
diperjuangkan agar mencapai titik yang aman.

Berikut adalah grafik

mengenai nilai tukar rupiah Indonesia sejak orde baru hingga reformasi.
GRAFIK NILAI TUKAR RUPIAH

11

Pada masa-masa sebelum 1998, Indonesia memiliki nila tukar


rupiah yang hanya berkisar Rp2000. Hal ini disebabkan karena Indonesia
belum menganut rezim kurs mengambang. Hingga akhirnya devisa
Indonesia rontok hany ingin mempertahankan nilai rupiah pada kisaran
tersebut. Dibandingkan dengan zaman reformasi, nilai rupiah memang
kadang tidak stabil, namun kenaikan dan penurunannya itu tidak begitu
signifikan. Meski demikian, perubahan nilai tukar rupiah yang demikian
masih membuat rakyat terombang-ambing.
Pada dasarnya, perekonomian Indonesia masih belum berada pada
masa yang jaya. Indonesia masih berlari-lari mengejar kehidupan ekonomi
yang sejahtera dengan tidak mengorbankan segala aspek penting lain yang
seharusnya dipenuhi.

12

BAB IV
PENUTUP
13

4.1 Kesimpulan
Dari pejelasan di atas, dapat disimpulkan:
1. Keidupan politik pada masa orde baru cenderung ditutupi dengan adanya
pembatasan pers, pembatasan partai politik, dan maraknya aski KKN.
2. Kehidupan politik era reformasi menanamkan kebebasan pers dan
pengakuan HAM.
3. Kehidupan ekonomi masa orde baru sempat mencapai titik terendah dan
krisis moneter
4. Kehidupan ekonomi era reformasi sudah membaik dan masih terus
ditingkatkan.
4.2 Saran
1. Pemerintah dan rakyat bersama-sama membangun perpolitikan Indonesia
yang damai dan sejahtera
2. Rakyat ikut berperan dalam meningkatkan perekonomian Indonesia
dengan ikut bersaing dalam dunia ekonomi internasional
3. Pemerintah lebih awas dalam meminjam dana pada negara lain atau
lembaga internasional
4. Rakyat tidak hanya mengeluh bila negara kita terserang krisis atau
permasalahan ekonomi, tapi ikut berpikir dan berjuang agar ekonomi
Indonesia menjadi lebih baik
5. Seluruh rakyat menanamkan kejujuran dan jiwa untuk bersatu demi
perbaikan Indonesia dalam bidang politik, ekonomi, serta bidang-bidang
lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Kementrian Pendidian dan Kebudayaan. 2015. Sejarah Indonesia. Jakarta:
Kemendikbud RI

14

http://wartasejarah.blogspot.co.id/2014/12/indonesia-pada-masa-erareformasi.html
https://andinurhasanah.wordpress.com/2012/12/31/makalah-masareformasi/
https://andhikafrancisco.wordpress.com/2013/06/21/makalahperbandingan- kebebasan-pers-pada-masa-orde-baru-dan-masareformasi-di-indonesia/
http://www.idsejarah.net/2014/12/sejarah-partai-politik-pada-masa.html
http://sejarah-smu.blogspot.co.id/2013/12/masa-reformasi-indonesia.html
PROPAGANDA ORDE BARU 1966-1980, Dwi Wahyono, Hadi Gayung
Kasuma

15

Anda mungkin juga menyukai