Anda di halaman 1dari 3

Fakta tentang penyakit jantung

Coronary heart disease, the most common form of


cardiovascular disease, is currently the world's
number one killer, according to a recent report.

17% Kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit kardiovaskular


termasuk penyakit jantung (WHO,2011)
Gejala : chest pain, difficulty breathing, giddiness,

sweating, nausea and vomiting, Shortness of breath.


-

Faktor Resiko : Diabetes, Overweight and obesity, Poor diet, Physical


inactivity, Excessive alcohol use

Pencegahan
1. Hindari Rokok
Chemicals in tobacco can damage your heart and blood

vessels, leading to narrowing of the arteries due to plaque


buildup (atherosclerosis). Atherosclerosis can ultimately lead to
a heart attack.Carbon monoxide in cigarette smoke replaces
some of the oxygen in your blood. This increases your blood
pressure and heart rate by forcing your heart to work harder to
supply enough oxygen.
Zat kimia dalam rokok dapat merusak jantung dan pembuluh darah,
menyebabkan penyempitan arteri karena penumpukan plak, atau disebut
aterosklerosis, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya serangan
jantung.
Karbon monoksida pada asap rokok bekerja dalam tubuh dengan
menggantikan oksigen dalam sel darah merah, sehingga terjadi gangguan
persebaran oksigen. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah dan denyut
jantung menungkat karena jantung akan bekerja lebih keras untuk
menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh.
2. Berolahraga dan melakukan aktivitas fisik

Getting some regular, daily exercise can reduce your risk of


heart disease. And when you combine physical activity with
other lifestyle measures, such as maintaining a healthy weight,
the payoff is even greater. In general, you should do moderate
exercise, such as walking at a brisk pace, for about 30 minutes

on most days of the week. And remember that activities such


as gardening, housekeeping, taking the stairs and walking the
dog all count toward your total. You don't have to exercise
strenuously to achieve benefits, but you can see bigger benefits
by increasing the intensity, duration and frequency of your
workouts.
Aktivitas fisik yang rutin dapat menurunkan resiko penyakit
jantung, dan akan lebih baik bila dikombinasikan dengan
pengaturan pola hidup seperti berat badan yang sehat.
Aktivitas yang sederhana dapat dilakukan dengan berjalan
cepat sekitar 30 menit dalam sehari-hari. Aktivitas lain sepert
berkebun, membereskan rumah, menggunakan tangga, dan
membawa anjing berkeliling termasuk dalam aktivitas fisik.
Untuk menjaga Intensitas, durasi dan frekuensi aktivitas fisik
yang besar dapat meningkatkan fungsi jantung menjadi lebih
sehat.
3. Makanan yang sehat

A diet rich in fruits, vegetables and whole grains can help


protect your heart. Aim to eat beans, low-fat or fat-free dairy
products, lean meats, and fish as part of a healthy diet.
Avoid too much salt and sugars in your diet.
Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans
seperti daging merah, fast food, chips, kue kue kering, snack foods.
Untuk memperoleh lemak sehat bisa dari Alpukat, kacang dll.
Makan Salmon dan Tuna dapat menurunkan risiko terkena penyakit
jantung

Sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian adalah makanan yang


mengandung banyak
4. Menjaga berat badan, tekanan darah dll.
Berat badan yang berlebihan dapat berpengaruh pada tekanan
darah, kadar kolestrol dan memicu diabetes
One way to see if your weight is healthy is to calculate your
body mass index (BMI), which considers your height and
weight in determining whether you have a healthy or unhealthy
percentage of body fat. BMI numbers 25 and higher are
generally associated with higher cholesterol, higher blood
pressure, and an increased risk of heart disease and stroke.
5. Cek kesehatan
Optimal blood pressure is less than 120/80 millimeters of
mercury (mm Hg).
Cholesterol level
Diabetes screening

SUMBER : http://www.mayoclinic.org/diseasesconditions/heart-disease/in-depth/heart-disease-prevention/art20046502?pg=2