Anda di halaman 1dari 1

ARTI DEMOKRASI PANCASILA

Demokrasi pancasila adalah demokrasi yang diwarnai atau dijiwai oleh Pancasila,
bahkan salah satu sila di Pancasila, yaitu sila Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, merupakan perumusan
yang singkat dari demokrasi Pancasila yang dimaksud.
Sila-sila dari Pancasila merupakan rangkaian kesatuan, yang tak terpisahkan, tapi
tiap-tiap sila mengandung empat sila lainnya, dikualifikasikan oleh empat sila
lainnya.
Rumusan ini sejalan dengan pandangan Presiden Soeharto dalam pidato
kenegaraan tanggal 16 agustus tahun 1967, antara lain menyatakan :
.Demokrasi Pancasila berarti Demokrasi, kedaulatan rakyat yang dijiwai dan
diintegrasikan dengan sila-sila lainnya. Hal ini berarti bahwa dalam menggunakan
hak-hak demokrasi haruslah disertai dengan rasa tanggung jawab kepada Tuhan
Yang Maha Esa menurut keyakinan masing-masing, haruslah menjunjung tinggi
nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia, haruslah
menjamin dapat mempersatukan bangsa, dan harus dimanfaatkan untuk
mewujudkan keadilan social. Demokrasi Pancasila berpangkal tolak dari paham
kekeluargaan dan gotong-royong.
Prinsip pokok demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut[3]:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Perlindungan terhadap hak asasi manusia


Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah
Peradilan yang merdeka berarti badan peradilan (kehakiman) merupakan badan yang merdeka,
artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan kekuasaan lain contoh Presiden, BPK,
DPR atau lainnya
adanya partai politik dan organisasi sosial politik karena berfungsi untuk menyalurkan aspirasi
rakyat
Pelaksanaan Pemilihan Umum
Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar (pasal 1 ayat
2 UUD 1945)
Keseimbangan antara hak dan kewajiban
Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME, diri sendiri,
masyarakat, dan negara ataupun orang lain
Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional
Pemerintahan berdasarkan hukum, dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan:
a. Indonesia ialah negara berdasarkan hukum (rechtstaat) dan tidak berdasarkan kekuasaan
belaka (machtstaat)
b. Pemerintah berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolutisme
(kekuasaan tidak terbatas)
c. Kekuasaan yang tertinggi berada di tangan rakyat.