Anda di halaman 1dari 13

AQSA DAN kuil sulaiman

alif_lam_ra_1711@yahoo.com.sg

Segala puji bagi ALLAH tuhan yang Maha Suci dan Maha Agung. Segala puji bagi
ALLAH penguasa alam ghaib, DIA pemilik segala rahasia dan ditangan ALLAH
langit dan bumi. Salam dan selawat senantiasa tercurah kepada insan utama
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam pemimpin kaum mukmin.
Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan berhenti membenci agama Islam
ini, dan mereka pun tidak akan berhenti menyesatkan umat-umat Islam agar ikut
kepada jalan mereka yang sesat dan dimurkai ALLAH subhanahu wa taala.
Baitul Maqdis atau Bait El Quds atau Yerussalem diambil paksa oleh zionis Israel
pada tahun 1967, sejak saat itu ide gila mereka untuk menghancurkan Masjid Al
Aqsa sudah muncul. Tetapi ALLAH subhanahu wa taala tidak akan begitu saja
membiarkan kota suci dengan Masjid suci ini dihancurkan.
Sekarang yahudi kembali berencana menghancurkan Aqsa dan Qubah As Sakra,
mereka berencana membangun kembali Kuil Sulaiman pada tahun 2007 hingga
2008.
Bagaimana mereka akan menghancurkan Aqsa?
Menurut beberapa berita, mereka menggali pondasi bawah tanah dari areal
Masjid Aqsa, jika suatu saat terjadi overload (kelebihan beban berat), maka Aqsa
akan runtuh dengan sendirinya. Sehingga Yahudi akan menunjukkan pada dunia
bahwa Aqsa runtuh secara alami. Padahal akal busuk orang-orang kafir Yahudi itu
yang melakukannya.

TEMBOK RATAPAN

Untuk memahami pentingnya Mesjid Aqsa dan Yerusalem


dan sekitarnya bagi orang-orang Israel, penting artinya
meninjau wilayah ini dari kaca mata Zionis. Kepercayaan
Yahudi yang telah dipolitisir secara radikal menilai bahwa
masa yang dimulai dengan Zionisme akan berlanjut hingga
datangnya al-Masih. Namun, untuk mencapai tujuan ini,
orang Yahudi radikal percaya bahwa tiga kejadian penting
harus terjadi.
Pertama, sebuah negara Israel merdeka harus didirikan di
Tanah Suci dan penduduk Yahudinya harus meningkat.
Pindahnya orang Yahudi ke Tanah Suci secara terencana
telah diwujudkan oleh para pemimpin Zionis semenjak awal
abad kedua puluh. Di samping itu, Israel menjadi sebuah
bangsa dengan negara merdeka di tahun 1948.
Kedua, Yerusalem dicaplok pada tahun 1967 dalam Perang
Enam Hari, dan pada 1980, diumumkan sebagai ibu kota
abadi Israel.
Yang ketiga, dan satu-satunya syarat yang masih harus
dipenuhi, adalah pembangunan kembali Kuil Sulaiman,
yang dimusnahkan 19 abad yang lalu. Yang masih tersisa
darinya adalah Tembok Ratapan.

MASJID AL AQSA
PANDANGAN DEPAN

Akan tetapi, hari ini ada dua tempat ibadah Islam di atas tempat ini: Mesjid Aqsa dan
Qubbah as-Sakhrah. Agar orang Yahudi dapat membangun kembali kuil tersebut,
kedua tempat ibadah ini harus dihancurkan. Halangan terbesar melakukannya
adalah umat Islam dunia, khususnya Palestina. Sepanjang mereka masih ada,
orang-orang Israel tidak dapat menghancurkan kedua tempat ini. Oleh karena itu
alasan sebenarnya bentrokan yang akhir-akhir ini menjadikan jalanan berdarah lagi
bisa ditemukan dalam impian Zionis ini.

Seperti telah kita tekankan sebelumnya, bagaimanapun Yerusalem sama pentingnya


untuk Muslimin maupun umat Kristiani. Karena alasan ini, kota ini, yang suci bagi
Yahudi, Kristen, maupun Islam, tidak dapat sepenuhnya diberikan ke tangan Zionis.
Satu-satunya pemecahan masalah yang kelihatannya sudah macet ini adalah
menemukan suatu cara agar warga Yahudi, Kristen, maupun Islam dapat hidup
bersama dalam damai dan aman. Sepanjang sejarah, hanya pemerintahan Islami
yang berhasil melakukannya, sehingga hanya orang Islam yang akan mampu
melakukannya di masa depan. Israel, dengan sikapnya yang menghina orang Islam
maupun Kristen, hanya bisa membawa teror dan ketidaktertiban pada Yerusalem dan
sekitarnya

AQSA dan QUBAH AS SAKRA

Orang-orang Yahudi
percaya bahwa apabila
mereka membangun Kuil
Sulaiman, kemudian
mereka mengorbankan
seekor sapi merah di altar
utama kuil itu, maka sang
pemimpin kerajaan
Yahudi akan datang untuk
memimpin mereka
menguasai dunia.

KUIL SULAIMAN yang direncanakan

Menurut pandangan
islam, pemimpin yang
dimaksud oleh Yahudi itu
tidak lain adalah AL
MASIH DAJJAL.

Demikian pula, semua perundingan antara pejabat Israel dan Palestina tidak
berhasil dilakukan dalam persoalan Yerusalem. Semenjak Israel didirikan di tahun
1948, berbagai pemecahan telah diusulkan untuk Yerusalem: Menyatakan kota
Yerusalem yang netral dan bebas, kedaulatan bersama Israel dan Yordania,
sebuah pemerintahan yang terdiri atas perwakilan semua agama, memberikan
hak tanah pada warga Palestina dan udara serta hasil bumi untuk Israel, dan
banyak usulan serupa itu. Namun, Israel menolak semuanya dan akhirnya
merebut Yerusalem dengan kekuatan dan mengumumkannya sebagai ibu kota
abadi Israel. Sepanjang Israel menolak menghapus kebijakan kekerasannya
yang telah berkepanjangan, menarik dirinya dari Daerah Pendudukan, atau
berunding dengan rakyat Palestina, kedudukan Yerusalem di masa depan dan
semua masalah terkait lainnya tidak dapat dipecahkan.
BAGIAN DALAM QUBAH AS SAKRA
(DOME OF ROCK)

Seperti dilaporkan di atas, tempat Mesjid Aqsa mempunyai derajat kepentingan


khusus bagi semua Yahudi, tapi khususnya bagi Zionis. Karena alasan ini, para
Zionis bertempur demi Yerusalem yang murni dan berusaha memurnikannya dari
unsur Kristen dan Muslim. Menurut banyak Yahudi fanatik, Mesjid Aqsa seharusnya
dihancurkan sama sekali. Meski kelihatannya semua Zionis sepakat dengan
pandangan ini, beberapa di antaranya menyandarkan diri pada alasan politis, dan
lainnya menggunakan alasan keagamaan. Apa pun alasannya, ada satu kenyataan
yang tak terhindarkan: Zionis menganggap bahwa keberadaan Mesjid Aqsa adalah
hambatan besar bagi visi masa depan mereka.

Dengan kenyataan ini, belum lama ini para Zionis radikal telah melakukan banyak
upaya untuk menghancurkan Mesjid Aqsa. Menurut fakta yang ada, beberapa
kelompok sepenuhnya sukarela menjalankan misi ini. Semenjak 1967, kelompokkelompok ini telah menyerang Mesjid Aqsa lebih dari 100 kali, dan dalam
melakukan penyerangan itu, telah membunuh banyak orang Islam selama ibadah
sholat mereka.
Serangan pertama dilakukan oleh Rabbi Shlomo Goren, pendeta pada Angkatan
Bersenjata Israel, pada bulan Agustus 1967. Goren, yang kemudian menjadi
kepala rabbi Israel, memasuki tempat suci Islam itu dengan 50 pria bersenjata di
bawah pengawasannya. Pada 21 Agustus 1969, Zionis melancarkan tembakan
langsung ke mesjid tersebut, merusakkan sebuah mimbar yang terbuat dari kayu
dan gading. PBB hanya merasa perlu mengutuk kejadian itu, sebuah serangan
langsung atas tempat ibadah Islam.

MASJID AL AQSA
PANDANGAN SAMPING

Pada 3 Maret 1971, pengikut pemimpin radikal Gershon Solomon juga menjadikan
Haram asy-Syarif sebagai sasaran. Meskipun mereka mundur setelah kontak
senjata dengan tentara keamanan Palestina, mereka tidak kapok dan melancarkan
lagi serangan serupa 3 hari berikutnya. Pertempuran pun pecah dan dilakukan
dengan kejam oleh satuan tentara Israel. Kemudian, pada 1980, sekitar 300
anggota kelompok teroris radikal Gush Emunim menggunakan senjata berat dan
menyerang mesjid. Dua tahun berikutnya, seorang Israel yang membawa paspor
Amerika bergerak ke mesjid dengan senapan serbu M-16 dan menembakkannya
pada orang Islam yang tengah sholat di sana. Setelah kejadian tragis ini, di mana
dua orang Palestina tewas dan banyak lainnya terluka, tak seorang pun
mempertanyakan bagaimana seorang lelaki bersenjata bisa menembus barikade
yang didirikan di sekitar mesjid itu oleh para tentara Israel. Si penyerang diadili dan
ditahan sebentar, ia berkoar-koar bahwa ia telah menyelesaikan tugasnya. Pada
tahun yang sama seorang murid dari pemimpin teroris keji rabbi Meir Kahane
menyerang mesjid ini dengan dinamit.

MODEL KUIL SULAIMAN


Cerita penyerangan seperti itu tidaklah berhenti di sini. Pada 10 Maret 1983,
anggota Gush Emunim memanjat dinding Haram asy-Syarif dan mencoba menaruh
bahan peledak. Para teroris ini diperiksa dan dibebaskan beberapa bulan kemudian.
Segera setelah serangan ini, sekelompok teroris Yahudi radikal yang dipersenjatai
dengan banyak alat-alat peledak termasuk lusinan granat, dinamit, dan 12 rudal
mortar, mencoba meledakkan Mesjid al-Aqsa. Kemudian pada tahun 1996, suatu
rencana Zionis yang baru tentang mesjid ini dilaksanakan. Setelah gagal mencapai
tujuannya dengan serangan bersenjata, para Zionis berusaha menghancurkan
mesjid dari bawah, dan mulai menggali terowongan besar di bawahnya. Alasan
mereka menggalinya adalah penelitian sejarah."

WAILING WALL
TEMBOK RATAPAN

Kejadian yang disebutkan di atas hanyalah beberapa contoh tentang bagaimana


Zionis radikal menjadikan Mesjid al-Aqsa sebagai sasaran penghancuran. Rakyat
Palestina mengemban tanggung jawab melindungi tempat suci ini dan Yerusalem
itu sendiri atas nama umat Islam di seluruh dunia, dan adalah mereka yang
langsung menanggung serangan ini. Oleh karena itu, tanggapan mereka terhadap
kunjungan Sharon yang menghebohkan itu, yang ditampilkan seolah sebuah
permainan politik, sangatlah penting. Kekerasan yang dimulai oleh Sharon dengan
melecehkan tanah suci umat Islam dengan kawalan 1200 tentara tidak
menunjukkan tanda-tanda mereda. Angka-angka menunjukkan dengan lugas
tingginya derajat kekerasan, yang dipelopori oleh Sharon ini, dan berlanjut di
bawah kepemimpinannya.