Anda di halaman 1dari 3

Degradasi air adalah suatu penurunan kualitas air,baik berupa

penurunan kualitas fisis, kualitas secara kimia, kualitas berdasarkan


bakteriologis dalam air, maupun kualitas berdasarkan radioaktivitas
dalam air, serta bisa juga berupa penurunan kuantitas air.
Fenomena-fenomena yang menunjukkan telah terjadinya degradasi
air,antara lain;
Ketimpangan debit air Pada musim hujan, debit air melampaui batas,
sehingga banjir terjadi dimana-mana. Sebaliknya, ketika memasuki
musim kemarau, terjadi kekeringan yang berkepanjangan.
Tercemarnya air oleh bakteri E. colli Di pemukiman padat penduduk,
tidak sedikit masyarakat yang menempatkan septi tank berdekatan
dengan sumur. Hal ini mengakibatkan air sumur tersebut tercemar oleh
bakteri E. colli.
Air sumur yang rasanya asam. Dewasa ini banyak dijumpai air sumur
yang berwarna kekuningan, berbau karat, dan rasanya agak asam.
Degradasi Air Tanah Dangkal Akibat Air Lindi (Leachate) di Lingkungan Tempat
Pembuangan Akhir Putri Cempo Surakarta. Karakteristik sampah di Tempat Pembuangan
Akhir (TPA) Putri Cempo sebagian besar adalah sampah organik, yaitu terdiri dari 81%
sampah organik basah yang biodegradable. Kandungan sampah organik yang tinggi
mengakibatkan jumlah air lindi (leachate) hasil peluruhan sampah juga semakin tinggi.
Sistem open dumping dan tidak adanya penanganan air lindi mengakibatkan air lindi
langsung merembes ke lapisan tanah di bawahnya dan mencemari air tanah di sekitar TPA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa air tanah di Desa Sulurejo dan Randusari sudah
tercemar dan tidak layak dikonsumsi. Parameter kualitas air tanah yang melebihi baku mutu
air kelas I PPRI No.82 tahun 2001 di antaranya adalah padatan total terlarut (71,00-76,00
mg/L), BOD (4,06-48,54 mg/L), COD (13,03-86,79 mg/L), besi (0,87 mg/L), dan Coliform
fecal (1750-2400 MPN/100 mL), dan nilai DO kurang dari baku mutu air kelas I (< 6 mg/L).
Tingkat degradasi kualitas air tanah dangkal ditentukan dengan Metode Indeks Pencemaran
(IP). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tujuh sumur di lokasi penelitian tergolong cemar
ringan dengan nilai IP berkisar antara 1,1153 sampai 4,115
AIR :

Merupakan zat kehidupan.


Berat badan manusia dewasa, 65-75% tdr air.
1 orang tiap hari butuh 2,5 3 liter air.
tiap hari butuh 60 liter air bersih untuk segala keperluannya.
B. Penyebab Degradasi Air

Penyebab degradasi air banyak sekali, antara lain ;


1.Pembangunan pemukiman di sekitar DAS, serta pembuangan limbah ke DAS
2.Kurangnya perawatan sumber air
3.Penggundulan hutan
C. Upaya Penanggulangan Degradasi Air
Untuk menanggulangi degradasi air, yang harus dilakukan adalah Konservasi Air,seperti:
1.Reboisasi hutan
2. Perawatan DAS
3.Perbaikan drainase, dll

1. Penyebab degradasi air


Berbagai faktor penyebab berkurangnya debit air bersih,antara lain;
a. Kekeringan,
Saat ini banyak fenomena kekeringan yang melanda sejumlah daerah. Kekeringan bisa
merupakan akibat dari ulah manusia ataupan karena kondisi geografisnya. Dari ulah manusia
b. Praktik illegal logging yang tidak terkendali,
Illegal logging merupakan praktek penebangan pohon secara liar tanpa di imbangi dengan
penanaman kembai. Keuntungan yang di peroleh pelaku illegal logging ini meman sangatlah
besar,namun mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya akibat yang di timbulkan jauh
lebih besar dari pada keuntungan yang di peroleh. Saat hujan turun air tersebut tidak akan
diserap oleh tanah karena tanah tersebut tidak mempunyai akar sehingga akan terus mengalir.
Tidak jarang juga mengakibatkan banjir bandang. Illegal logging umumnya terjadi di daerah
perbukitan sehingga ini salah satu factor penyebab berkurangnya debit air khususnya di
perkotaan.
c. Pengelolaan sumber-sumber air bersih yang tidak benar.
Sungai merupakan salah satu sumber air bersih bagi manusia. Namun saat ini air bersih
tersebut telah berubah menjadi air keruh karena sungai yang tadinya bersih saat ini menjadi
berbagai pusat aktifitas manusia. Kita bisa melihat masyarakat di sepanjang bantaran sungai,
khusunya di perkotaan. Mereka menggunakan sungai tersebut sebagai tempat mandi,tempat
buangan (sampah/kotoran),mencuci bahkan untuk konsumsi sehari-haripun menggunakan air
tersebut. Maka di sadari ataupun tidak air tersebut telah tercemar oleh bahan-bahan kimia dari
sabun yang mereka gunakan.
d. Proses industrialisasi.
Yang mencemari lingkungan sekitar yang berdampak kepada surutnya pasokan air bersih di
suatu daerah ataupun timbulnya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor adalah
masalah limbah industrialisasi. Sampai saat ini ternyata masih banyak perusahaan-perusahaan

yang membuang limbah pabriknya dengan dialirkan ke sungai. Ini tidak saja berakibat pada
berkurangnya pasokan air bersih tapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat yang akan
teranggu. Kita bisa membayangkan bagaimana kalau sampai bahan kimia dari limbah pabrik
tersebut masuk kedalam tubuh kita dan kalau sudah begitu siapa yang akan bertangung
jawab?
e. Faktor budaya,
Dimana budaya konsumtif dan tidak menghormati lingkungan membuat banyak daerah yang
menjadi resapan air telah beralih fungsi menjadi gedung-gedung perkantoran, perumahan dan
pertokoan elit. Pada dasarnya tanah yang bagus adalah tanah yang mengandung unsur-unsur
hara sehingga mampu menyerap air. Tapi di perkotaan saat ini tanah sudah sulit
ditemui,karena semua sudah beralih menjadi jalan-jalan yang dilapisi dengan semen(betonbeton).
Namun, krisis air bersih di perkotaan umumnya berbentuk tercemarnya sungai-sungai oleh
limbah rumah tangga dan industri. Padahal air sungai itu dijadikan bahan baku pengolahan air
kotor oleh Perusahaan Air Minum (PAM) menjadi air bersih. Semakin tercemar air baku yang
ada, semakin mahal biaya pengolahannya. Situasi ini memaksa masyarakat membayar lebih
mahal air bersih yang mereka gunakan.