Anda di halaman 1dari 19

Tugas Agama Islam

HAKIKAT MANUSIA DALAM ISLAM

Oleh :
Akbar Wicaksno

3314100071

Saras Hanifati S.

3314100089

Fariz Farhan Rosadha

3614100

Anisa Nur Isnaini

3314100005

Teuku F. Rafiandra

3314100100

Rona rofida

3313100084

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya
1

2015

DAFTAR ISI
Daftar Isi................................................................................................................i
Ringkasan..............................................................................................................ii
Biodata Anggota....................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................
1.1 Latar Belakang.................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................................
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................
BAB II KAJIAN PUSTAKA.................................................................................
2.1 Konsep Tentang Manusia................................................................................
2.2 Martabat dan Eksistensi Manusia....................................................................
2.3 Agama dan Manusia .......................................................................................
2.4 Tanggung Jawab Manusia sebagai Hamba dan Khalifah Allah......................
BAB III ANALISIS ..............................................................................................
BAB IV PENUTUP...............................................................................................
Daftar Pustaka.......................................................................................................
Lampiran : Print Out presentasi............................................................................

Ringkasan

Makalah ini membahas tentang hakikat manusia dalam islam yang


meliputi konsep tentang manusia, martabat dan eksistensi manusia, agama dan
manusia, dan tanggung jawab manusia sebagai hamba dan khalifah Allah.
Memahami lebih lanjut tentang hakikat manusia dapat dipastikan tidak
akan ada seorangpun manusia yang mampu mengungkapkannya secara benar,
karena manusia tidak mungkin dapat berdiri di tempat netral dan memandang
dirinya secara bebas dari luar dirinya sendiri. Oleh karena itu upaya yang dapat
dilakukan adalah memahami firman Allah Sang Pencipta untuk mencari isyaratisyaratNya tentang hakikat manusia yang diciptakanNya itu, karena pencipta
manusialah yang paling tahu tentang manusia. Untuk itu, selanjutnya pemahaman
tentang hakikat manusia dirujukkan kepada fenomena Al-Quran.
Konsep tentang manusia berisi tentang definisi manusia menurut
pendapat para ahli maupun definisi manusia ditinjau dari Al-Quran, persamaan
dan perbedaan manusia dengan makhluk lain serta proses terjadinya manusia.
Martabat dan eksistensi manusia membahas tentang kedudukan manusia
sebagai hamba Allah sekaligus makhluk di dunia, tujuan penciptaan manusia,
fungsi dan peranan manusia.
Agama dan manusia membahas keterkaitan manusia dengan agama
sebagai fitrah manusia yaitu memiliki agama serta kebutuhan manusia dalam
hubungannya dengan hal-hal yang bersifat gaib yang dikaitkan dengan kehidupan
sehari-hari.
Tanggung jawab manusia sebagai hamba dan khalifah Allah memuat
pembahasan manusia sebagai orang yang taat dan patuh kepada perintah Allah
serta manusia dengan perangkat yang dimilikinya diserahi tugas hidup yang
merupakan amanat dari Allah yang harus dipertanggungjawabkan dihadapanNya
pada saatnya nanti.
BIODATA ANGGOTA

Nama

: Teuku Rafiandra

NRP

: 3314100100

Jurusan

: Teknik Lingkungan

Nama

: Saras Hanifati S.

NRP

: 3314100089

Jurusan

: Teknik Lingkungan

Nama

: Annisa Nur Isnaini

NRP

: 3314100005

Jurusan

: Teknik Lingkungan

Nama

: Rona Rofida

NRP

: 3314100084

Jurusan

: Teknik Lingkungan

Nama

: Fariz Farhan Rosadha

NRP

: 3614100

Jurusan

: Perencanaan Wilayah dan Kota

Nama

: Akbar Wicaksono

NRP

: 3314100071

Jurusan

: Teknik Lingkungan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki kompleksitas
yang tinggi. Kompleksitas struktur dan tugas manusia menjadi suatu misteri
tersendiri yang membuatnya menarik untuk dikaji. Banyak hal tentang manusia
yang belum terjamah oleh pengetahuan manusia sehingga banyak sekali kajian
tentang manusia yang dilakukan oleh ilmuwan tanpa henti.
Ungkapan hakikat sendiri mengacu pada kecenderungan tertentu untuk
memahami manusia. Hakikat memiliki makna sesuatu yang tetap, tidak berubah,
yaitu identitas esensial yang menyebabkan sesuatu menjadi dirinya sendiri dan
membedakan dari lainnya.
Hakikat berasal dari bahasa arabal-haqiqat yang berarti kebenaran dan
esensi. Ditinjau dari sisi filosofis, ungkapan ini memiliki arti bahwa manusia
memiliki definisi yang telah diciptakan sebelumnya tentang kemanusiaan dan
esensi manusia di atas muka bumi.
Manusia, dengan segala kelebihan yang dimilikinya, diberikan tugas yang
lebih pula oleh Allah SWT yaitu untuk menjadi khalifah atau pemimpin bagi
seluruh makhluk hidup di muka bumi ini.Selain itu juga manusia memiliki peran
sebagai hamba Allah, yang mengabdikan hidupnya untuk beribadah di jalan
Allah.Hal ini merupakan amanah dan tanggung jawab dari Allah yang sangat
besar, dan menyinggung langsung ke hakikat manusia itu sendiri. Maka dari itu,
dalam makalah ini akan dijelaskan tentang hakikat manusia menurut agama islam,
satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana konsep manusia dalam agama islam ?
2. Bagaimana martabat dan eksistensi manusia dalam agama islam ?
3. Bagaimana keterkaitan antara agama dan manusia ?
4. Bagaimana tanggung jawab manusia sebagai khalifah dan hamba Allah ?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Mengenal konsep manusia dalam agama islam
2. Mengetahui martabat dan eksistensi manusia dalam agama islam
3. Mengetahui keterkaitan antara agama dan manusia
4. Mengetahui tanggung jawab manusia sebagai khalifah dan hamba
Allah
1.4 Manfaat
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk penulis : Mengetahui, mengenal, dan mengimplementasikan
hakikat manusia dalam kehidupan sehari-hari
2. Untuk pembaca : Mendapat pengetahuan lebih tentang hakikat
manusia dalam agama islam, dan dapat
menggunakan makalah ini untuk penelitian lebih
lanjut.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Konsep Tentang Manusia
Berbagai istilah yang terdapat dalam Al-Quran untuk penyebutan
manusia, sesuai dengan sudut pandang dan titik fokusnya, yaitu:
1. Dari aspek historis penciptaan, manusia disebut dengan Bani Adam:
(Al-Araaf; 7:31)

2. Dari aspek biologis kemanusiaannya disebut dengan basyar, yang


mencerminkan sifat-sifat fisik, kimia biologisnya: (Al-Mukminun
s,23:33)

()

3. Dari aspek kecerdasannya (rohaniyah) disebut dengan insan, yakni


makhluk terbaik yang diberi akal sehingga mampu menyerap ilmu
pengetahuan (Ar-Rahman, 55:3-4)

4. Dari aspek sosiologisnya, disebut annas yang menunjukkan sifatnya


berkelompok sesama jenisnya. (Al-Baqoroh, 2:21)

5. Dari aspek posisinya disebut abdun (hamba) yang menunjukkan


kedudukannya sebagai hamba allah yang harus tunduk dan patuh
kepadanya (Saba,34:9)

2.2. Martabat dan Eksistensi Manusia


2.2.1 Tujuan penciptaan manusia
Tujuan penciptaan manusia adalah penyembahan (ibadah) kepada penciptanya
yaitu Allah. Pengertian penyembahan kepada Allah SWT tidak boleh diartikan secara
sempit, dengan hanya membayangkan aspek ritual yang tercermin dalam sholat saja.
Penyembahan berarti ketundukan manusia kepada ajaran Allah SWT. Dalam
menjalankan kehidupan di muka bumi, baik yang menyangkut hubungan vertikal
(manusia dengan Allah) maupun horizontal (manusia dengan manusia dan alam
semesta) ibadah ini harus dilakukan secara murni dan tulus karena Allah semata. (Q.S
Al Bayyinah : 5 )

2.2.2. Peranan manusia


Masalah fungsi dan peranan manusia tidak lepas dari status manusia sebagai
khalifah. Manusia berperan sebagai penerus ajaran Allah.Oleh karena itu, peran yang
harus dilakukan adalah sebagai pelaku ajaran Allah dan sekaligus sebagai pelopor
dalam membudayakan ajaran Allah.
Untuk menjadi pelaku ajaran Allah dan sekaligus pelopor pembudayaan
seseorang dituntut memulai dari diri sendiri dan keluarga setelah itu baru
menyampaikan kepada orang lain. dan yang harus dilakukan manusia dalam hal ini
yaitu
mempelajari dan memahami ilmu Allah
mengamalkan dan membudayakan ilmu Allah
mengajarkan ilmu Allah

Allah menciptakan manusia terdiri dari aspek jasmaniah dan rohaniyah. Pada
sisi rohaniyah manusia dianugrahi akal yang menjadi pembeda manusia dengan
makhluk yang lain. Disamping akal manusia juga dilengkapi dengan nafsu yang harus
seantiasa mendapat pengontrol dari akal.Di samping nafsu dalam jiwa manusia
terdapat ruh. Ruh meruapakan getaran ilahiyah (ketuhanan) yang dengannya manusia
dapat mencerminkan nilai-nilai kebenaran, kasih sayang, kejujuran, keadilan dan
sebagainya. Manusia diciptakan memiliki beberapa keistimewaan yaitu:
1. Aspek kreasi : Manusia adalah makhluk yang unik dan sempurna dengan
bentuk yang paling baik. hal ini bisa dibandingkan dengan makhluk lainnya
dalam aspek penciptaan.
2. Aspek ilmu: Hanya manusia yang dapat menyerap ilmu pengetahuan karena
dianugerahi akal pikiran. dengan akal manusia mampu melaksanakan
pendidikan dan pengajaran serta menciptakan kebudayaan dan peradaban yang
berkembang.
3. Aspek kehendak: Manusia memiliki kehendak untuk mengadakan pilihan
hidup. manusia berhak memilih sendiri jalan hidupnya. namun apa pun yang
dipilihnya punya konsekuensi dan tanggung jawab.
4. Pengarahan akhlak: Manusia adalah makhluk yang dapat dibentuk akhlaknya.
akhlak manusia dapat dibentuk dari pengaruh lingkunan.
Pendidikan akhlak penting dalam kehidupan manusia.Segala macam akhlak
dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan pergaulan sekitar contohnya seperti
masyrakat fungsional, masyarakat teknologis, masyarak saintifik, masyarakat terbuka,
transendentalisasi agama, masyarakat serba nilai.Dari masyarakat - masyarakat
tersebut terbentuklah berbagai macam karakter manusia yang mempengaruhi akhlak
dan lingkungan.
2.3. Agama dan Manusia
Manusia

adalah

makhluk

serba

dimensi.Dimensi

pertama,

manusia

membutuhkan makan, minum, menikah, dll.Dimensi kedua, manusia memiiki


sejumlah

emosi.Dimensi

ketiga,

manusia

mempunyai

perhatian

terhadap

keindahan.Dimensi keempat, manusia mempunyai naluri untuk menyembah kapada


Tuhannya.Dimensi kelima, manusia mempunyai akal sehingga dapat menciptakan

keseimbangan dalam kehidupan. Dimensi keenam, manusia dapat mengenal dirinya


sehingga ia menyadari siapa penciptanya, historis penciptaanya, mengapa ia
diciptakan dan untuk apa ia diciptakan. Allah menciptakan manusia dalam keadaan
sebaik-baiknya.Hal yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah akal
dan hati nurani.
Tujuan dari penciptaan manusia adalah untuk beribadah atau mengabdi kepada
penciptanya yaitu Allah SWT.Ibadah manusia kepada Allah lebih mencerminkan
kebutuhan manusia terhadap terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan, yaitu
sebuah kehidupan dengan tatanan yang baik dan benar.Oleh karena itu ibadah harus
dilakukan secara suka rela karena Allah tidak membutuhkan sedikitpun dari manusia
termasuk ritual - ritual ibadahnya, m9elainkan seluruh makhluk termasuk manusialah
yang selalu membutuhkan rahmat dan karunia Allah.
Peranan manusia di muka bumi ini adalah sebagai khalifah Allah.Sebagai
khalifah manusia berfungsi menjadi penerus ajaran Allah, oleh karena itu manusia
berperan menjadi pelaku ajaran Allah sekaligus pelopor dalam membudayakan ajaran
Allah. Oleh karena itu yang harus dilakukan manusia adalah :
Beribadah kepada Allah
Mengerti dan memahami ilmu Allah
Mengajarkan dan menyebarkan ilmu Allah
Tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah adalah menjaga iman dan
takwa.Iman harus dipelihara karena iman itu bersifat fluktuatif dan takwa juga harus
dipelihara karena takwa merupakan aplikasi dari iman.
2.4. Tanggung jawab manusia sebagai Khalifah dan Hamba Allah
Esensi kata abdun (hamba) adalah ketundukan dan ketaatan.Ketaatan dan
ketundukan yang terwujud dari sikap penghambaan diri, ini merupakan konsekuensi
dari manusia sebagai hamba Allah. Maka manusia harus menghambakan dirinya pada
Allah.Ada tanggung jawab yang dipikul manusia sebagai hamba Allah, yaitu
memelihara iman dan takwa, karena ketaatan dan ketundukan tu ada jika ada iman di
dalam hati.
Iman harus dipelihara karena iman itu fluktuatif, dan takwa juga harus
dipelihara karena takwa merupakan aplikasi dari iman.Seseorang harus senantiasa
6

menjaga kontinuitas ibadahnya terutama sholat.Agar dapat terhindar dari perbuatan


keji dan kemungkaran.oleh karena itu amar ma'ruf nahi mungkar harus dilakukan
mualai dari diri sendiri, keluarga, dan selanjutnya pada orang lain. ( Qs. At-Tahrim:6)
Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan.Manusia
memegang mandat menjadi khalifah dari Allah untuk mewujudkan kemakmuran di
muka bumi. Kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifat kreatif, Yang
memungkinkan dirinya mengelola, mendayagunakan, dan memelihara apa yang ada di
alam ini untuk kepentingan hidupnya. (QS.Al-A'rof:10)

BAB III
PEMBAHASAN
Dalam Al-Quran, Allah SWT memberikan berbagai definisi manusia dilihat
dari berbagai aspek. Berbagai konsep manusia yang Allah tuang dalam Al-Quran
menunjukkan bahwa Allah mempercayai manusia dengan berbagai tugas yang
tidak ringan.Misalnya saja, ditinjau dari aspek posisi, manusia berperan sebagai
hamba Allah yang harus tunduk dan patuh kepadaNya (Saba', 34:9).
Selain itu, manusia juga diciptakan sebagai makhluk yang diberi kecerdasan
akal untuk menyerap berbagai ilmu pengetahuan (Ar Rahman, 55:3-4). Sehingga
manusia mempunyai tugas lebih untuk menuntut ilmu, senantiasa menambah
pengetahuan dan mengimplementasikan ilmu yang dimiliki ke masyarakat,
makhluk lain dan lingkungan sekitarnya.
Kompleksitas manusia tidak hanya dilihat dari tugasnya, melainkan juga dari
fungsi tubuh yang dimilikinya, seperti yang terdapat pada surat Al Mu'minun (QS
23:33). Allah telah menciptakan fungsi biologis manusia sedemikian lengkapnya
sehingga manusia dapat menjalankan tugasnya di muka bumi tanpa hambatan
Dalam islam, eksistensi manusia memiliki dua tujuan, yaitu untuk beribadah
kepada Allah dan menjadi khalifah di muka bumi. Penyembahan Allah harus
diartikan secara lebih luas, tidak hanya sekedar beribadah, namun juga menjaga
hubungan dengan sesama (Hablum minnallah wa hamblum minannaas). Hal ini
pun sesuai dengan konsep manusia ditinjau dari sisi sosiologis, yaitu sebagai
makhluk yang senang berkelompok dengan sesamanya (Al Baqoroh, 2:21).Dan
ibadah yang dilakukan haruslah ikhlas, tidak dengan paksaan sehingga ibadah
menjadi berkah.
Peranan manusia di muka bumi ini tidaklah terlepas dari salah satu tujuan Allah
menciptakan manusia, yaitu sebagai khalifah di muka bumi.Sehingga, peran yang
harus dilakukan manusia di muka bumi ini adalah sebagai pelaksana ajaran dari
Allah, serta membudayakannya untuk seluruh masyarakat yang ada.

Dalam melaksanakan tugasnya, Allah SWT sudah menciptakan manusia


dengan berbagai keistimewaan dibandingkan makhluk lain, baik dalam hal fisik
maupun akal. Hal ini dapat ditinjau dari beberapa aspek, seperti dari aspek kreasi,
aspek ilmu, dan lain sebagainya. Namun, sayangnya terkadang manusia tidak
memanfaatkan kelebihan yang dipunyai dengan baik. Untuk itu, diperlukan solusi
agar manusia dapat menggunakan segala keistimewaan yang diberikan Allah,
seperti dengan mengingatkan manusia akan hakikat awalnya sebagai khalifah di
muka bumi.
Sebagai khalifah di bumi, manusia menjadi penerus ajaran Allah. Oleh karena
itu manusia berperan menjadi pelaku ajaran Allah sekaligus pelopor dalam
membudayakan ajaran Allah. Oleh karena itu yang harus dilakukan manusia
adalah :
mempelajari dan memahami ajaran Allah
mengamalkan dan membudayakan ilmu Allah
mengajarkan dan menyebarkan ilmu Allah
Tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah adalah menjaga iman dan
takwa. Iman harus dipelihara karena iman itu bersifat fluktuatif dan takwa juga
harus dipelihara karena takwa merupakan aplikasi dari iman. Manusia dipilih
Allah sebagai khalifah di bumi. Dengan berbagai ragam ibadah yang disyariatkan,
manusia ditumbuhkembangkan kesadaran moral sekaligus kesadaran sosialnya.
Manusia juga diciptakan untuk berinteraksi sosial, berinteraksi dengan sesamanya
dalam rangka memenuhi hajat hidupnya. Manusia harus bisa melaksanakan hak
dan kewajiban sebagai khalifah di bumi agar terjadi keselarasan dalam hidup.

ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak
menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan
menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan

mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak
kamu ketahui." (Q.S Al-Baqarah : 30)

khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan. Manusia


memegang mandate menjadi khalifah dari Allah untuk mewujudkan kemakmuran di
muka bumi kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifat kreatif, yang
memungkinkan dirinya mengelola, mendayagunakan, dan memelihara apa yang ada di
alamini untuk kepentingan hidupnya. kreatifitas manusia dengan kekhalifaannya.
Tanggung jawab manusia sebagai hamba dan khalifah kepada Allah secara
khususnya meliputi perkara perkara yang berkaitan dengan kehidupan, tanggung
jawab tersebut boleh dirumuskan sebagai berikut :
1. Mengabdikan diri kepada Allah menerusi beriman kepada Allah dan melakukan
amal soleh dalam bentuk yang sempurna.
2. Sebagai hamba, manusia perlu melaksanakan amanah Allah, memelihara serta
mengawal agama Allah serta ajaran Allah SWT.
3. Ke arah melaksanakan amanah sebagai khalifah Allah ini, manusia hendaklah
menyedari dan memahami bahawa kewajipan berdakwah dengan menyebarkan
dan memperluaskan ajaran Islam ke arah menegakkan syiar Islam serta
meninggikan kalimah Allah di atas muka bumi ini, dengan berperanan
menegakkan amar makruf serta mencegah kemungkaran.
Firman Allah Taala :
Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah)
kepada kebajikan (mengembangkan Islam). Dan menyuruh berbuat segala perkara
yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). Dan
mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya. (Ali Imran: 104)
Apabila tugas menyeru kepada Islam dilakukan secara meluas dan
menyeluruh dan dapat memberi kesedaran dan keinsafan nescaya akan dapat
mewujudkan manusia yang faham akan tanggungjawab dan menjadi manusia
yang bertanggungjawab.
4. Sebagai khalifah Allah, yang dimaksudkan dengan wakil Allah, wajiblah
manusia menjaga agama dengan melaksanakan dua perkara:

10

i) Menegakkan Islam. Dengan berdakwah kepada manusia seperti yang dilakukan


oleh Rasulullah SAW dan para sahabat RA dan membuktikan kebaikan ajaran
Islam dan hukumnya di samping mempertahankan agamanya dari ancaman
musuh.
ii) Melaksanakan Islam. Dengan mengamalkan perintahNya dan meninggalkan
laranganNya, dalam semua urusan termasuk juga urusan kemasyarakatan dan
kenegaraan.
5. Bertanggungjawab menjauh dan memelihara diri dan keluarga daripada masuk
ke dalam neraka
Selain menyembah kepada Allah, kita diwajibkan menjalankan tugas lain. Berikut
ini tugas manusia lainnya di bumi ini selain menyembah kepada Allah SWT
Manusia Sebagai Khalifah di bumi-Pemimpin Dirinya Sendiri
Manusia sebagai khalifah di bumi artinya setiap manusia adalah
khalifah,pemimpin dirinya sendiri sebelum memimpin saudaranya yang lain.
Dengan belajar mengontrol apa yang dipikirkan kita,hati kita,tingkah laku
kita,perasaan kita,dan sikap yang seharusnya bagaimanaharus ditampilkan,tanpa
kita sadari bahwa kita sedang memimpin diri kita sendiri.
Kita hidup di dunia ini akan selalu dihadapkan pada dua pilihan,yaitu dengan
berujung denganbaik atau buruk.Itulah kelebihan kita lainnya yaitu diberi pilihan.
Tugas Manusia Sebagai Khalifah di Bumi-menjaga alam dan saling
menyayangi
Selain tugas manusia sebagai khalifah di bumi ini yaitu beribadah kepada Sang
Maha Pencipta,tugas lain manusia di bumi ini yaitu menjaga alam dan
isinya.Alam yang memberikan kita keberadaan hidup,oleh karena itu kita harus
menjaga dan melestarikannya.Dengan cara menggunakan apa yang ada di alam ini
dengan secukupnya tanpa berlebihan.Tidak merusak apa yang ada di alam
ini,karena itu akan merugikan diri kita sendiri.
Tugas lain manusia sebagai khalifah di bumi ini yaitu saling menyayangi
dan menjaga setiap sesama umat manusia,menolong sesama saudaranya.Allah
menciptakan umat manusia beragam bukan untuk saling menjatuhkan,atau saling
bermusuhan,melainkan untuk saling mengenal,supaya kita bisa belajar satu sama
lainnya.Karena itu jangan jadikan perbedaan untuk kita saling menjatuhkan dan

11

perpecahan.Manusia hidup di bumi ini butuh orang lain,antara satu sama lainnya
saling ketergantungan,karena pada hakikatnya kita ini satu turunan,,yaitu turunan
nabi Adam.Tanamkan rasa toleransi dan menyayangi ,senantiasa tolong
menolong,serta selalu mengingatkan dalam perbaikan.
Manusia Sebagai Khalifah di Bumi-memakmurkan dan memelihara bumi.
Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi ini artinya,maksudnya
manusia di ciptakan untuk menjadi penguasa dan pengatur segala yang ada di
bumi ini yaitu menjaga tumbuh-tumbuhan,hewan,hutan,laut,gunung,perikana,dan
lain-lain.Manusia sebagai khalifah di bumi ini harus bisa memanfaatkan semua
yang ada di bumi ini demi kemaslahatannya.

Dan

janganlah kamu membuat

kerusakan di

muka bumi,

sesudah (Allah)

memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan
harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang
yang berbuat baik. (Q.S Al-Arof : 56)

Manusia sebagai khalifah di bumi memiliki kewajiban bersama yang dibebankan


Allah yaitu mengekplorisasi kekayaan bumi untuk kemaslahatan umat
manusia.Selain itu tugasnya yaitu memelihara bumi dan memelihara akidah yang
ada di dalamnya.

BAB IV PENUTUP
Kesimpulan : eksistensi manusia memiliki dua tujuan, yaitu untuk beribadah kepada
Allah dan menjadi khalifah di muka bumi. Penyembahan Allah harus diartikan secara
lebih luas, tidak hanya sekedar beribadah, namun juga menjaga hubungan dengan sesama
(Hablum minnallah wa hamblum minannaas). Tanggung jawab manusia sebagai

hamba Allah adalah menjaga iman dan takwa. Iman harus dipelihara karena iman
itu bersifat fluktuatif dan takwa juga harus dipelihara karena takwa merupakan
aplikasi dari iman.

12

Sanggahan dan Tanggapan


Manusia dapat merubah budaya. menurut kelompok anda bagaimana kita dapat
mengikuti budaya dengan tetap teguh pada agama? (esti, 3314100038)
(answer) harus pandai pandai menyaring
Manusia diberikan mandat oleh Allah untuk menjaga. Bagaimana jika manusia
mengingkari amanah tersebut (ila, 3614100079)
(answer)
-tetap mempertanggungjawabkan di kehidupan selanjutnya.
-tugas khlaifah memang untuk menjaga bumi, dan ada khalifah yang memang
untuk menghancurkan, itu untuk pengingat
Ada aspek kreatifitas dalam agama, bagaimana contohnya? (dita, 3314100)
-misal kita dalam menyebarkan agama islam, aspek kreatifitas di dalam kasus ini,
kita dapat membuat konsep yang kreatif, contoh membuat video atau komik. ada
batasan dalam kreatifitas. Dalam beribadah misal.
Bagaimana kita menindak lanjuti fluktuatifnya iman yang naik turun (zuhdi,
-tetap ingat kepada Allah agar terhindar dari maksiat, iman tetap dipertahankan
sebagai pondasi agama dengan beribadah.
-lingkungan mempengaruhi ke fluktuatifan tersebut, pandai pandai memilih dalam
pergaulan.
Bagaimana dengan bila sholat subuh yang menjadi ibadah yang biasanya
ditinggalkan?
-niat adalah yang menjadi dasar
-selain niat lingkungan mempengaruhi
Manusia sudah diciptakan takdirnya masing masing. ada yang melenceng dalam
kehidupan. (bunga 3614100047)
-lingkungan menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam masa kehidupan
selanjutnya.
Kapan kalian menyadari bahwa iman kalian di atas kapan dibawah?
-indikator yang pasti tidak bisa diukur oleh kita sendiri, hanya Allah yangg bisa
menilai keimanan kita.
Lingkungan sangat berpengaruh, kita tidak bisa memilih yang baik dan yang
buruk. padahal lingkungan yang akan membentuk kita nantinya. (hasya,
3614100015)
-misal kita tumbuh di keluarga yang kurang ibadahnya,
-ikuti norma yang sudah ada sebelumnya dari lingkungan.
-manusia harus bisa membedakan antara yang baik dan buruk

13

DAFTAR PUSTAKA
Hj.Nurhasanah,

bakhtiar,

M.Ag.2013.Pendidikan

Agama

Islam.Yogyakarta.Aswaja Pressindo.

www.nursyifaillahi.com/artikel/10-manusia-sebagai-khalifah-allah.html

(diakses

tanggal 12 maret 2015)


Wahyuddin,dkk.2009.Pendidikan Agama Islam.Jakarta.Gramedia Widiasarana
Indonesia.
Zainul, Muhibbin, dkk.2012.Pendidikan Agama Islam.Surabaya.Litera Jannata
Perkasa.

14