Anda di halaman 1dari 214

PRARANCANGAN PABRIK PENTAERYTHRITOL [C(CH2OH)4] DARI

ASETALDEHIDA (CH3CHO), FORMALDEHIDA (HCHO) DAN SODIUM


HIDROKSIDA (NaOH) DENGAN PROSES UEHAMA
KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN
(Perancangan Reaktor (RE-201))

( Skripsi )

Oleh :
ANDI MULIA

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2016

ABSTRAK

PRARANCANGAN PABRIK PENTAERYTHRITOL DARI


FORMALDEHIDA, ASETALDEHIDA DAN SODIUM HIDROKSIDA
DENGAN PROSES UEHAMA
KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN
(Perancangan Reaktor (RE-201))
Oleh
ANDI MULIA
Pabrik pentaerythritol [C(CH2OH)4] ini berbahan baku formaldehida (HCHO),
asetaldehida (CH3CHO) dan sodium hidroksida (NaOH), yang rencanaya akan
didirikan di Kawasan Industri Cikande, Kabupaten Serang, Jawa Barat. Pabrik ini
berdiri dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, sarana transportasi
yang memadai, tenaga kerja, perizinan dan kondisi sosial masyarakat sekitar.
Pabrik ini direncanakan dapat memproduksi kristal pentaerythritol [C(CH2OH)4]
sebanyak 50.000 ton/tahun, dengan waktu operasi selama 24 jam/hari serta 330
hari/tahun. Banyaknya bahan baku yang digunakan adalah formaldehida sebanyak
22.513,634 kg/jam, asetaldehida sebanyak 2.227,471 dan sodium hidroksida
sebanyak 3.538,543 kg/jam.
Penyediaan kebutuhan utilitas pabrik pentaerythritol ini berupa unit penyedia dan
pengolahan air, unit penyedia steam dan unit penyedia udara instrumen.
Jumlah karyawan sebanyak 171 orang dengan bentuk perusahaan adalah
Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi jenis line dan staff.
Dari analisis ekonomi, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Fixed Capital Investment (FCI)
= Rp. 283.274.997.151,Working Capital Investment (WCI)
= Rp. 49.989.705.380,Total Capital Investment (TCI)
= Rp. 333.264.702.531 ,Break Even Point (BEP)
= 52,7%
Shut Down Point (SDP)
= 26,3%
Pay Out Time after Taxes (POT)a
= 2,59 tahun
Return on Investment after Taxes (ROI)a
= 61%
Interest Rate Return (IRR)
= 15%
Berdasarkan beberapa paparan di atas, maka pendirian pabrik potassium karbonat
ini layak untuk dikaji lebih lanjut, karena merupakan pabrik yang menguntungkan
dari sisi ekonomi dan mempunyai prospek yang relatif cukup baik.

ABSTRACT

PRADESIGN OF PENTAERYTHRITOL PLANT


FROM FORMALDEHYDE, ACETALDEHYDE AND SODIUM
HYDROXIDE WITH UEHAMA PROCESS
CAPACITY 50.000 TONS/YEAR
(Reactor Design (RE-201))
By
ANDI MULIA

Pentaerythritol [C(CH2OH)4] plant produced by reacting formaldehyde


(HCHO), acetaldehyde (CH3CHO) and sodium hydroxide (NaOH), is planned to
be located in Cikande Industrial Area, Serang, West Java Province. The plant is
established by considering availability of raw materials, transportation facilities,
readily available labor and environmental conditions.
This Plant is planned to production pentaerythritol crystal with production
capacity is 50.000 tons/year, with operating time of 24 hours/day and 330
working days in a year. The raw materials used in this plant are much 22.513,634
kg/hours of Formaldehyde, 2.227,471 kg/hours of Acetaldehyde and Sodium
Hyrdoxide as 3.538,543 kg/hours.
Provision of utility plant needs a treatment system and water supply, steam
supply systems and instrument air supply systems.
Labor needed in this plant as many as 171 people with a business entity
form Limited Liability Company (PT) with line and staff organizational structure.
From the economic analysis is obtained :
Fixed Capital Investment (FCI)
= Rp. 283.274.997.151,Working Capital Investment (WCI)
= Rp. 49.989.705.380,Total Capital Investment (TCI)
= Rp. 333.264.702.531 ,Break Even Point (BEP)
= 52,7%
Shut Down Point (SDP)
= 26,3%
Pay Out Time after Taxes (POT)a
= 2,59 tahun
Return on Investment after Taxes (ROI)a
= 61%
Interest Rate Return (IRR)
= 15%
By considering above the summary, it is proper establishment of
potassium carbonate plant for studied further, because the plant is profitable and
has good prospects future.

PRARANCANGAN PABRIK PENTAERYTHRITOL [C(CH2OH)4] DARI


FORMALDEHIDA (HCHO), ASETALDEHIDA (CH3CHO) DAN SODIUM
HIDROKSIDA (NaOH) DENGAN PROSES UEHAMA
KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN
(Perancangan Reaktor (RE-201))

Oleh :
ANDI MULIA

( Skripsi )
Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar
Sarjana Teknik
Pada
Jurusan Teknik Kimia
Fakultas Teknik Universitas Lampung

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2016

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Jakarta DKI Jakarta, tanggal 29


Mei 1991, sebagai putra pertama dari 2 bersaudara.
Penulis menyelesaikan pendidikan Dasar di SD Negeri 06
Pagi, Jakarta Barat pada tahun 2003, Sekolah Menengah
Pertama Negeri 111 Jakarta Barat pada tahun 2006, dan
Sekolah Menengah Atas Negeri 112 Jakarta Barat pada
tahun 2009.
Pada bulan Juli tahun 2009, penulis terdaftar sebagai Mahasiswa Jurusan Teknik
Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung melalui jalur Seleksi Nasional
Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Pada bulan Januari tahun 2013, penulis melaksanakan Kerja Praktek di PT Semen
Baturaja, Sumatera Selatan dengan Tugas Khusus yaitu Evaluasi Kinerja Vertical
Roller Mill (VRM).
Pada tahun tahun 2013, penulis juga melakukan penelitian dengan judul
Transesterifikasi Minyak Kelapa Menggunakan Katalis cordierite Mesopori pada
Batch Reactor (Tinjauan Pengaruh Berat CTAB pada Sintesis cordierite).
Selama menjalani masa perkuliahan, penulis juga pernah menjadi Anggota Badan
Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia (BKKMTKI) (periode
2011-2013), dan Kepala Depertemen Hubungan Luar Himpunan Mahasiswa
Teknik Kimia/HIMATEMIA Fakultas Teknik Universitas Lampung
2011/2012).

(periode

Motto Dan Persembahan


Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, maka
apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan) tetaplah
bekerja keras untuk urusan yang lain
(Qs. Al-Insyirah : 6-7)
Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki laki
laki maupun muslim perempuan
(HR: Ibnu Abdul Barr)

Barang siapa bertakwa kepada Allah maka dia akan


menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya
rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa
yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah baginya,
Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia
telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya
(Qs. Ath-Thalaq: 2-3)
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki
sesuatu hanyalah berkata kepadanya : Jadilah! Maka
terjadilah ia.
(QS. Yasiin : 82)

Sebuah Karya
Kupersembahkan dengan sepenuh hati untuk :
Allah SWT, berkat Rahmat dan Ridho-Nya aku dapat
menyelesaikan karyaku ini
Kedua Orang Tuaku sebagai pengganti atas pengorbanan yang
sudah tak terhitung jumlahnya, terima kasih atas doa, kasih
sayang dan pengorbanannya selama ini
Adik dan Keluarga Besarku, terima kasih atas doa, bantuan
dan dukungannya selama ini
Sahabat-Sahabatku, Terima kasih telah menjadi bagian
hidupku selama ini. Semua cerita hidup ini, akan ku ingat dan
simpan selamanya. Semoga suatu saat nanti kita bersua
kembali dengan kisah - kisah kesuksesan kita
Civitas Akademika Jurusan Teknik Kimia Universitas
Lampung, Terima kasih atas semua ilmu yang telah diberikan,
semoga senantiasa berevolusi untuk menghasilkan produk
produk akademisi yang lebih baik serta ditunjang dengan
akreditasi yang lebih tinggi

SANWACANA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
banyak kenimatan dan segalanya yang mebuat penulis dapat menyelesaikan tugas
akhir yang berjudul Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Formaldehida,
Asetaldehida dan Sodium Hidroksida dengan Proses Uehama kapasitas 50.000
ton/tahun dengan baik.
Tugas akhir ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan untuk
memperoleh derajat ke sarjanaan (Strata-1) di Jurusan Teknik Kimia Fakultas
Teknik Universitas Lampung.
Penyusunan tugas akhir ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan moral maupun
spiritual dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih
kepada :
1.

Bapak Ir. Azhar, M.T., sebagai Ketua Jurusan Teknik Kimia yang telah
memberikan bantuan untuk kelancaran proses belajar selama di kampus.

2.

Bapak Edwin Azwar, S.T., PgD., M.T.A., Ph.D sebagai dosen Pembimbing
I, atas segala ilmu, kesabaran, saran, dan kritiknya dalam pengerjaan tugas
akhir ini.

3.

Ibu Sri Ismiyati D., S.T., M.Eng., sebagai Dosen Pembimbing II, atas segala
ilmu, kesabaran, saran, dan kritiknya dalam pengerjaan tugas akhir ini.

4.

Bapak Muhammad Hanif., S.T., M.T., sebagai dosen Pembimbing Akademik


yang telah banyak memberikan doa, nasihat serta sarannya, demi kelancaran
perkuliahan penulis.

5.

Seluruh Dosen dan Staf Teknik Kimia yang telah banyak memberikan ilmu
yang sangat bermanfaat dan membantu kelancaran dalam pengerjaan.

6.

Kedua orang tua dan adikku tersayang yang telah memberikan nasehat, doa,
semangat, serta dukungan baik moril maupun materil selama ini.

7.

Juni Kartika Permatasari, S.T., sebagai

partner Tugas Akhir, yang telah

menjadi teman diskusi, teman berbagi kesulitan pengerjaan, dan selalu


berbagi semangat untuk menyelesaikan tugas akhir ini.
8.

Sahabat sahabat terbaik saya, Donny, Ardi, Barik, Sandi dan Ahdan, yang
telah menjadi tempat bercerita dan berbagi semangat dalam menyelesaikan
tugas akhir ini.

9.

Saudara saudari seperjuangan Chindo Brother yaitu : muarif, aulizar,


fatrin, okta, innes, tiya, dilla, adek, ari, dayat, tauhid, alief, garnis, chandra,
echa, nia, tia, dwi, chimut, sika, wildan, omen, fahmi, fais, yang telah
memberikan dukungan, motivasi dan canda tawa, semoga kita selalu sukses
dan tetap semangat.

10. Saudara saudari seperjuangan tekim 09 yang telah memberikan


dukungan, motivasi, semoga kita sukses selalu.
11. Dian Anggitasari, yang telah menjadi tempat keluh kesah, tempat
membangkitkan semangat dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
12. Adik - adik dan kakak - kakak tingkat di Jurusan Teknik Kimia, yang banyak
memberikan warna-warni selama baerada di kampus.
xiii

13. Semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian tugas akhir
ini.
Akhir kata penulis berharap Laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi
banyak pihak. Terima kasih.

Bandar Lampung, 1 April 2016

Penulis

xiv

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ..................................................................................................

xv

DAFTAR TABEL ......................................................................................... xvii


DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xxii
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ....................................................................................

B. Kapasitas Perancangan ........................................................................

C. Kegunaan Produk ................................................................................

D. Lokasi Pabrik ......................................................................................

II. PEMILIHAN PROSES DAN URAIAN PROSES


A. Tinjauan Proses ...................................................................................

10

B. Pemilihan Proses .................................................................................

15

C. Uraian Proses ......................................................................................

54

III. SPESIFIKASI BAHAN BAKU DAN PRODUK


A. Bahan Baku .........................................................................................

58

B. Spesifikasi Produk ...............................................................................

60

IV. NERACA MASSA DAN ENERGI


A. Neraca Massa ......................................................................................

62

B. Neraca Energi ......................................................................................

66

V. SPESIFIKASI ALAT
A. Peralatan Proses ..................................................................................

71

B. Peralatan Utilitas ..................................................................................

89

VI. UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH


A. Kebutuhan Air .....................................................................................
xv

116

B. Sistem Penyediaan Steam .................................................................

130

C. Unit Penyedia Udara Instrumen ........................................................

131

D. Unit Pembangkit Tenaga Lisrik .........................................................

132

E. Unit Pengadaan Bahan Bakar ...........................................................

132

F. Laboratorium......................................................................................

133

G. Pengolahan Limbah ...........................................................................

139

VII. LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK


A. Lokasi Pabrik ....................................................................................

146

B. Tata Letak Pabrik ..............................................................................

150

C. Estimasi Area Pabrik .........................................................................

153

VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN


A. Bentuk Perusahaan ............................................................................

157

B. Struktur Organisasi Perusahaan ........................................................

160

C. Tugas dan Wewenang .......................................................................

163

D. Status Karyawan dan Sistem Penggajian .......................................... 170

IX.

X.

E. Pembagian Jam Kerja Karyawan ......................................................

171

F. Penggolongan Jabatan dan Jumlah Karyawan ..................................

174

G. Kesejahteraan Karyawan ...................................................................

178

INVESTASI DAN EVALUASI EKONOMI


A. Investasi .............................................................................................

183

B. Evaluasi Ekonomi .............................................................................

186

SIMPULAN DAN SARAN


A. Simpulan ...........................................................................................

190

B. Saran ..................................................................................................

190

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xvi

DAFTAR TABEL
Halaman
Table 1.1.

Data Import Pentaerythritol Indonesia ......................................

Tabel 1.2.

Produsen Pentaerythritol di Beberapa Negara ...........................

Tabel 2.1.

Harga Bahan Baku dan Produk Proses Uehama ........................

15

Tabel 2.2.

Mol Bahan Baku dan Produk Proses Uehama Reaksi 1 ............

17

Tabel 2.3.

Mol Bahan Baku dan Produk Proses Uehama Reaksi 2 ...........

20

Tabel 2.4.

Mol Bahan Baku dan Produk Proses Uehama Reaksi 3 ...........

22

Tabel 2.5.

Mol Bahan Baku dan Produk Proses Uehama Reaksi 4 ...........

24

Tabel 2.6.

Mol Bahan Baku dan Produk Proses Uehama Reaksi 5 ...........

26

Tabel 2.7.

Harga Bahan Baku dan Produk Proses Lluis Eek ......................

28

Tabel 2.8.

Mol Bahan Baku dan Produk Proses Lluis Eek Reaksi 1 ...........

30

Tabel 2.9.

Mol Bahan Baku dan Produk Proses Lluis Eek Reaksi 2 .........

32

Tabel 2.10. Mol Bahan Baku dan Produk Proses Lluis Eek Reaksi 3 ..........

35

Tabel 2.11. Mol Bahan Baku dan Produk Proses Lluis Eek Reaksi 4 ........

37

Tabel 2.12. Mol Bahan Baku dan Produk Proses Lluis Eek Reaksi 5 ...........

39

Tabel 2.13. Nilai Hf dan Gf Komponen Proses Uehama ......................

42

Tabel 2.14. Nilai Konstanta Kapasitas Panas Proses Uehama Reaksi 1 ......

43

Tabel 2.15. Nilai Konstanta Kapasitas Panas Proses Uehama Reaksi 2 ......

45

Tabel 2.16. Nilai Konstanta Kapasitas Panas Proses Uehama Reaksi 3 ......

47

Tabel 2.17. Nilai Konstanta Kapasitas Panas Proses Uehama Reaksi 4 ......

49

Tabel 2.18. Nilai Konstanta Kapasitas Panas Proses Uehama Reaksi 5 ......

50

Tabel 2.19. Perbandingan Proses Pembuatan Pentaerythritol .......................

52

Tabel 4.1.

Neraca Massa di Reactor (RE-201) ...........................................

63

Tabel 4.2.

Neraca Massa di Vaporizer (VP-201) ........................................

63

Tabel 4.3.

Neraca Massa di Separator (SP-201) ........................................

64

Tabel 4.4.

Neraca Massa di Crystallizer (CR-301) .....................................

64

Tabel 4.5.

Neraca Massa di Centrifuge (CF-301) ........................................

65

Tabel 4.6.

Neraca Massa di Rotary Dryer (RD-301) ..................................

65

Tabel 4.7.

Neraca Energi di Preheater (HE-101) ........................................

66

xvii

Tabel 4.8.

Neraca Energi di Preheater (HE-102) ........................................

66

Tabel 4.9.

Neraca Energi di Preheater (HE-103) .......................................

67

Tabel 4.10. Neraca Energi di Reactor (RE-201)............................................

67

Tabel 4.11. Neraca Energi di Vaporizer (VP-201) ........................................

68

Tabel 4.12. Neraca Energi di Separator (SP-201) ........................................

68

Tabel 4.13. Neraca Energi di Condenser (CD-201) .....................................

68

Tabel 4.14. Neraca Energi di Crystallizer (CR-301) ....................................

69

Tabel 4.15. Neraca Energi di Centrifuge (CF-301) ......................................

69

Tabel 4.16. Neraca Energi di Air Preheater (HE-301) .................................

70

Tabel 4.17. Neraca Energi di Rotary Dryer (RD-301) ..................................

70

Tabel 5.1.

Spesifikasi Storage Tank (ST-101) ............................................

71

Tabel 5.2.

Spesifikasi Storage Tank (ST-102) ............................................

72

Tabel 5.3.

Spesifikasi Storage Tank (ST-103) ............................................

73

Tabel 5.4.

Spesifikasi Heater (HE-101) ....................................................

74

Tabel 5.5.

Spesifikasi Heater (HE-102) .....................................................

75

Tabel 5.6.

Spesifikasi Heater (HE-103) .....................................................

76

Tabel 5.7.

Spesifikasi Reactor (RE-201) ...................................................

77

Tabel 5.8.

Spesifikasi Vaporizer (VP-201) .................................................

78

Tabel 5.9.

Spesifikasi Separator (SP-201) ...............................................

79

Tabel 5.10. Spesifikasi Crystallizer (CR-301) ..............................................

80

Tabel 5.11. Spesifikasi Centrifuge (CF-301) ................................................

81

Tabel 5.12. Spesifikasi Rotary Dryer (RD-301) ...........................................

81

Tabel 5.13. Spesifikasi Air Preheater (HE-301) ..........................................

82

Tabel 5.14. Spesifikasi Screw Conveyor (SC-201) .......................................

82

Tabel 5.15. Spesifikasi Blower (BL-301) .....................................................

83

Tabel 5.16. Spesifikasi Fan (F-301) ............................................................

83

Tabel 5.17. Spesifikasi Bin (BN-301) ...........................................................

84

Tabel 5.18. Spesifikasi Screw Conveyor (SC-301) .......................................

84

Tabel 5.19. Spesifikasi Bucket Elevator (BE-301) ......................................

85

Tabel 5.20. Spesifikasi Belt Conveyor (BC-401) ..........................................

85

Tabel 5.21. Spesifikasi Gudang Penyimpanan (GD-401) ............................

85

Tabel 5.22. Spesifikasi Pompa Proses (PP-101) ..........................................

86

xviii

Tabel 5.23. Spesifikasi Pompa Proses (PP-102) .........................................

86

Tabel 5.24. Spesifikasi Pompa Proses (PP-103) ..........................................

87

Tabel 5.25. Spesifikasi Pompa Proses (PP-201) ..........................................

87

Tabel 5.26. Spesifikasi Pompa Proses (PP-202) ...........................................

88

Tabel 5.27. Spesifikasi Pompa Proses (PP-203) ............................................

88

Tabel 5.28. Spesifikasi Pompa Proses (PP-301) ............................................

89

Tabel 5.29. Spesifikasi Bak Sedimentasi (BS-501) .......................................

89

Tabel 5.30. Spesifikasi Tangki Alum (ST-501) .............................................

90

Tabel 5.31. Spesifikasi Tangki Klorin (ST-502) ...........................................

90

Tabel 5.32. Spesifikasi Tangki Soda Kaustik (ST-503) ................................

91

Tabel 5.33. Spesifikasi Klarifier (CL-501) ....................................................

92

Tabel 5.34. Spesifikasi Sand Filter (SF-501) .................................................

92

Tabel 5.35. Spesifikasi Tangki Air Filter (FWT-501) ...................................

93

Tabel 5.36. Spesfikasi Tangki Penyimpanan Air Domestik (DOWT-501) ...

93

Tabel 5.37. Spesifikasi Hot Basin (HB-501) .................................................

94

Tabel 5.38. Spesifikasi Tangki Asam Sulfat (ST-504) ..................................

95

Tabel 5.39. Spesifikasi Tangki Inhibitor (ST-505) ........................................

95

Tabel 5.40. Spesifikasi Tangki Dispersant (ST-506) .....................................

96

Tabel 5.41. Spesifikasi Cooling Tower (CT-501) ..........................................

97

Tabel 5.42. Spesifikasi Cold Basin (CB-501) ................................................

97

Tabel 5.43. Spesifikasi Tangki Air Kondensat (SCT-501) ............................

98

Tabel 5.44. Spesifikasi Cation Exchanger (CE-501) .....................................

98

Tabel 5.45. Spesifikasi Anion Exchanger (AE-501) .....................................

99

Tabel 5.46. Spesifikasi Tangki Hidrazin (ST-507) ........................................

99

Tabel 5.47. Spesifikasi Daerator (DA-501) ..................................................

100

Tabel 5.48. Spesifikasi Pompa Utilitas 1 (PP-501)........................................

101

Tabel 5.49. Spesifikasi Pompa Utilitas 2 (PP-502)........................................

101

Tabel 5.50. Spesifikasi Pompa Utilitas 3 (PP-503)........................................

102

Tabel 5.51. Spesifikasi Pompa Utilitas 4 (PP-504)........................................

102

Tabel 5.52. Spesifikasi Pompa Utilitas 5 (PP-505)........................................

103

Tabel 5.53. Spesifikasi Pompa Utilitas 6 (PP-506)........................................

103

Tabel 5.54. Spesifikasi Pompa Utilitas 7 (PP-507)........................................

104

xix

Tabel 5.55. Spesifikasi Pompa Utilitas 8 (PP-508)........................................

104

Tabel 5.56. Spesifikasi Pompa Utilitas 9 (PP-509)........................................

105

Tabel 5.57. Spesifikasi Pompa Utilitas 10 (PP-510)......................................

105

Tabel 5.58. Spesifikasi Pompa Utilitas 11 (PP-511)......................................

106

Tabel 5.59. Spesifikasi Pompa Utilitas 12 (PP-512)......................................

106

Tabel 5.60. Spesifikasi Pompa Utilitas 13 (PP-513)......................................

107

Tabel 5.61. Spesifikasi Pompa Utilitas 14 (PP-514)......................................

107

Tabel 5.62. Spesifikasi Pompa Utilitas 15 (PP-515)......................................

108

Tabel 5.63. Spesifikasi Pompa Utilitas 16 (PP-516)......................................

108

Tabel 5.64. Spesifikasi Pompa Utilitas 17 (PP-517) .......................................

109

Tabel 5.65. Spesifikasi Pompa Utilitas 18 (PP-518)......................................

109

Tabel 5.66. Spesifikasi Pompa Utilitas 19 (PP-519)......................................

110

Tabel 5.67. Spesifikasi Pompa Utilitas 20 (PP-520)......................................

110

Tabel 5.68. Spesifikasi Boiler (BO-501) .......................................................

111

Tabel 5.69. Spesifikasi Blower Steam (BS-501) ............................................

111

Tabel 5.70. Spesifikasi Air Compressor (AC-601) ........................................

111

Tabel 5.71. Spesifikasi Air Filter (AF-601)...................................................

112

Tabel 5.72. Spesifikasi Air Dryer (AD-601) .................................................

112

Tabel 5.73. Spesfikasi Gas Turbine Generator (GTG-701) ..........................

113

Tabel 5.74. Spesifikasi Diesel Turbine Generator (DTG-701) .....................

113

Tabel 5.75. Spesifikasi Tangki Penyimpanan IFO (ST-701) .........................

114

Tabel 6.1.

Kebutuhan Air untuk Air Pendingin ..........................................

118

Tabel 6.2.

Kebutuhan Air untuk Air Umpan Boiler ....................................

121

Tabel 6.3.

Tingkatan Kebutuhan Informasi dan Sistem Pengendalian .......

138

Tabel 6.4.

Pengendalian Variabel Utama Proses ........................................

139

Tabel 6.5.

Syarat-syarat Kualitas (Baku Mutu) Air Limbah ......................

144

Tabel 7.1.

Perincian Luas Area Pabrik Pentaerythritol ..............................

153

Tabel 8.1.

Jadwal Kerja Masing Masing Regu ........................................

173

Tabel 8.2.

Perincian Tingkat Pendidikan ....................................................

174

Tabel 8.3.

Jumlah Operator Berdasarkan Jenis Alat ....................................

176

Tabel 8.4.

Jumlah Karyawan Berdasarkan Jabatan ....................................

177

Tabel 9.1.

Fixed Capital Investment ...........................................................

184

xx

Tabel 9.2.

Manufacturing Cost ...................................................................

185

Tabel 9.3.

General Expenses ......................................................................

186

Tabel 9.4.

Hasil Analisa Kelayakan Ekonomi ............................................

189

xxi

DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1.1. Grafik Import Pentaerythritol pada Tahun 2010-2014 ............

Gambar 1.2. Lokasi Prarancangan Pabrik Pentaerythritol ..........................

Gambar 7.1. Peta Provinsi Banten ................................................................

154

Gambar 7.2. Prakiraan Lokasi Pendirian Pabrik Pentaeryhtritol .................

154

Gambar 7.3. Tata Letak Pabrik dan Fasilitas Pendukung .............................

155

Gambar 7.4. Tata Letak Unit Proses ............................................................

156

Gambar 8.1. Struktur Organisasi Perusahaan ...............................................

162

Gambar 9.1. Analisa Ekonomi Pabrik Pentaerythritol ...............................

188

Gambar 9.2. Kurva Cummulative Cash Flow terhadap Umur Pabrik .........

189

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagai negara yang sedang berkembang, bangsa Indonesia memiliki kewajiban
untuk melaksanakan pembangunan disegala bidang. Salah satunya adalah
pembangunan di sektor ekonomi, yang sedang digiatkan oleh pemerintah untuk
mencapai kemandirian perekonomian nasional. Untuk mencapai tujuan ini
pemerintah menitik beratkan pada pembangunan di sektor industri. Pembangunan
industri ditujukan untuk memperkokoh struktur ekonomi nasional dengan
keterkaitan yang kuat dan saling mendukung antar sektor, meningkatkan daya
tahan perekonomian nasional, memperluas lapangan kerja dan kesempatan usaha
sekaligus mendorong berkembangnya kegiatan berbagai sektor pembangunan
lainnya.

Salah satu industri kimia yang mempunyai kegunaan yang penting dan peluang
yang besar di masa mendatang adalah Pentaerythritol atau tetramethylolmethane
[C(CH2OH)4]. Pentaerythritol mulai diproduksi secara komersial pada tahun 1930,
di mana beberapa perusahaan di Amerika serikat memproduksi pentaerythritol
untuk digunakan pada pembuatan PETN (pentaerythritol tetranitate atau

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

C5H8N4O12). Selama perang dunia kedua produk PETN cukup berkembang,


namun sekarang sebagian besar produksi pentaerythritol digunakan untuk bahan
baku alkyd resin. Sementara sektor lain yang menggunakan pentaerythritol
sebagai bahan bakunya yaitu industri polyester, polyether, sebagai plastisizer,
bahan pelumas buatan, resin pentene, sintetic dry oil, farmasi, insektisida, dan
industri cat.

Pertimbangan utama yang melatarbelakangi berdirinya pabrik pentaerythritol di


Indonesia pada dasarnya sama dengan investasi investasi di sektor lain, yaitu
untuk melakukan usaha yang secara sosial ekonomi cukup menguntungkan baik
itu di pihak penanam modal, pelaku usaha, pemerintah dan peningkatan
perekonomian negara. Pentaerythritol dimasa mendatang memiliki prospek yang
baik, dalam pengertian memiliki potensi pasar, mudah diperoleh bahan baku,
ketersediaan teknologi yang dibutuhkan, dan juga terdapatnya sumber daya
manusia, maka dapat diperkirakan dapat diperoleh keuntungan dengan
didirikannya pabrik ini.

Pentaerythritol merupakan bahan intermediet yang dibutuhkan di Indonesia.


Hingga saat ini Indonesia masih mengimpor pentaerythritol dalam jumlah yang
cukup besar. Di Indonesia belum ada pabrik yang memproduksi pentaerythritol,
walaupun sebagian besar bahan bakunya sudah diproduksi di dalam negeri.
Dengan adanya pendirian pabrik pentaerythritol diharapkan akan menimbulkan
dampak yang sangat positif bagi pertumbuhan perindustrian, khususnya industri
kimia Indonesia. Pabrik yang akan didirikan juga merupakan pabrik pertama di

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

Indonesia, dengan demikian akan terjadi alih teknologi di mana bangsa Indonesia
dikenalkan dengan teknologi baru yaitu pembuatan pentaerythritol.

B. Kapasitas Perancangan
Jumlah impor Pentaerythritol di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun
ini dan diperkirakan akan terus meningkat dikarenakan semakin berkembangnya
kebutuhan Pentaerythritol. Data statistik yang diperoleh dari BPS mengenai
jumlah import Pentaerythritol dapat dilihat pada table 1.1 berikut :
Tabel 1.1. Data Import Pentaerythritol Indonesia
Tahun

Kapasitas (Ton)

2010

20391.017

2011

23257.796

2012

25803.739

2013

27530.894

2014

33719.421

Sumber : Badan Pusat Statistik, 2010-2014

Dari Tabel 1.1 terlihat bahwa kebutuhan Pentaerythritol cukup tinggi. Hal ini
disebabkan di Indonesia belum terdapat pabrik Pentaerythritol sehingga untuk
memenuhi kebutuhan Pentaerythritol diperoleh dari import.
Konsumsi Pentaeryhtritol di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat.
Proyeksi pertumbuhan tersebut didasari semakin membaiknya perekonomian
nasional dan peningkatan daya beli masyarakat, serta pertambahan jumlah
penduduk. Peningkatan konsumsi Pentaerythritol didasarkan atas perkembangan
industri pemakainya yang mengalami perkembangan cukup pesat. Di samping
masih tingginya minat investasi pada sektor industri, industri pemakai yang ada

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

juga aktif melakukan perluasan pabrik. Sehingga dengan pendirian pabrik ini
diharapkan kebutuhan Pentaerythritol dalam industri di Indonesia dapat terpenuhi.

Prediksi kapasitas pabrik diambil berdasarkan data statistik yang diperoleh dari
Badan Pusat Statistik (BPS) perihal data import Pentaerythritol di Indonesia.
Peningkatan import Pentaerythritol dari tahun ke tahun dapat dilihat pada grafik
berikut.

Gambar 1.1 Grafik Import Pentaerythritol pada tahun 2010-2014

Untuk menghitung kebutuhan impor Pentaerythritol tahun berikutnya maka


menggunakan persamaan garis lurus :
y = ax + b
Keterangan : y = kebutuhan impor Pentaerythritol, ton/tahun
x = tahun ke- i
b = intercept
a = gradient garis miring
Diperoleh persamaan garis lurus y = 3093x + 16862 (ton/tahun)

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

Dari persamaan di atas diketahui bahwa kebutuhan impor Pentaerythritol di


Indonesia pada tahun 2020 atau tahun ke-11 adalah :
y = (3093 x 11) + 16862
y = 50.885 ton/tahun

Berdasarkan data kebutuhan tersebut, maka besarnya kapasitas pabrik


Pentaerythritol yang direncanakan sebesar 50.000 ton/tahun.
Kapasitas pabrik Pentaerythritol yang pernah berdiri adalah 5000-34.020
ton/tahun, seperti terlihat pada tabel 1.2. berikut :
Tabel 1.2. Produsen Pentaeryhtritol di beberapa negara
No.

Produsen

Negara

1.
2.
3.
4.

Celanese
Hercules Powder, Co. Ltd.
Perstorp Polyols
Oryx Petrochemical

Amerika
Amerika
Ohio
Qatar

Kapasitas
(ton/tahun)
34.020
21.772
20.886
5.000

Data statistik yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan
bahwa di Indonesia hingga saat ini belum ada pabrik Pentaerythritol, sehingga
untuk memenuhi kebutuhan Pentaerythritol selama ini masih mengimport dari
negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, Cina dan beberapa negara
lainnya.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

C. Kegunaan Produk
Produk Pentaerythritol atau tetramethylolmethane [C(CH2OH)4] telah digunakan
dalam industri diantaranya :
1. Pentaerythritol mulai diproduksi secara komersial pada tahun 1930, di mana
beberapa perusahaan di Amerika serikat memproduksi pentaerythritol untuk
digunakan

pada

pembuatan

PETN

(pentaerythritol

tetranitate

atau

C5H8N4O12), namun sekarang sebagian besar produksi pentaerythritol


digunakan untuk bahan baku alkyd resin.
2. Sebagai bahan baku pada industri polyester, polyeter, sebagai plastisizer,
bahan pelumas buatan, resin pentene, sintetic dry oil, farmasi, insektisida dan
industri cat.
D. Lokasi Pabrik
Penentuan lokasi pabrik sangat penting pada suatu perancangan karena akan
berpengaruh secara langsung terhadap kelangsungan hidup pabrik. Banyak faktor
yang menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi pabrik. Faktor ini dapat
dibagi menjadi faktor primer dan faktor sekunder. Faktor primer terdiri dari
sumber bahan baku, daerah pemasaran dan transportasi. Faktor sekunder terdiri
dari utilitas seperti persediaan air dan sumber tenaga listrik, kemudahan
ketersediaan tenaga kerja, iklim, komunitas masyarakat, keadaan tanah dan lainlain. Berdasarkan faktor-faktor tersebut maka pabrik yang akan didirikan
berlokasi di Kawasan Industri Cikande, Serang - Banten dengan pertimbangan
sebagai berikut :

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

Gambar 1.2. Lokasi Prarancangan Pabrik Pentaerythritol


(Sumber : https://maps.google.com. 2015)
1. Faktor Primer

Sumber Bahan Baku


Lokasi pabrik dekat dengan produsen bahan baku seperti formaldehid dan
natrium hidroksida. Formaldehid diperoleh dari PT Dover Chemical dan
natrium hidroksida dari PT Sulfindo Adiusaha yang berlokasi di Serang.
Sedangkan asam formiat diperoleh dari PT Sintas Kurama Perdana di
Cikampek dan Asetaldehid dibeli dengan mengimpor dari luar negeri.

Daerah Pemasaran
Lokasi pabrik dekat dengan daerah pemasaran produk. Konsumen
terbesar pentaerythritol adalah industri alkyd resin yang sebagian besar
berlokasi di Jakarta dan Tangerang. Di Jakarta terdapat Pabrik Eternal
Buana Chemical, dan di Tangerang terdapat PT Pardic Jaya Chemicals, PT

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

Indonesia Kasai Perkasa, dan PT Warna Agung. Sedangkan untuk


konsumen Pentaerythritol lainnya pada umummnya berlokasi di pulau
Jawa sehingga dalam pemasarannya mudah.

Transportasi
Jalur transportasi baik darat maupun laut yang berperan dalam
pendistribusian bahan baku maupun produk cukup memadai, untuk
transportasi darat tersedia jalan raya yang menghubungkan ke daerahdaerah lain yang berpotensi untuk menunjang jalannya proses produksi
dan pemasaran, seperti jalan tol Merak-Jakarta. Transportasi laut dapat
melalui pelabuhan Merak. Pada tahun 2008 pelabuhan peti kemas
Bojanegara, Serang, yang akan menjadi pelabuhan peti kemas terbesar di
Indonesia rencananya akan selesai, sehingga kemungkinan transportasi
laut dialihkan dari Merak ke pelabuhan tersebut.

2. Faktor Sekunder Pemilihan Lokasi Pabrik

Penyediaan Utilitas
Untuk menjalankan proses produksi pabrik diperlukan sarana pendukung
sebagai pembangkit tenaga listrik dan air. Untuk kebutuhan air, lokasi
pabrik ini dilalui oleh sungai Ciujung sebagai sumbernya. Sedangkan
untuk listrik dapat disuplai dari PLN dan Generator.

Tenaga Kerja
Kebutuhan tenaga kerja dapat diperoleh dari daerah Serang dan sekitarnya.

Kawasan Industri
Penempatan pabrik di kawasan industri sesuai Keputusan Presiden No. 41
Tahun

1996

tentang

kawasan

idustri.

Didalamnya

disebutkan

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

pembangunan di kawasan industri merupakan syarat untuk melakukan


pembangunan dan kegiatan produksi (pasal 15 ayat 2).

Komunitas
Masyarakat di sekitar lokasi perlu juga diperhatikan karena pada beberapa
jenis industri masyarakat ini dapat dijadikan pegawai yang prospektif, dan
akan mempengaruhi tingkat keamanan yang merupakan salah satu hal
penting yang perlu dijadikan pertimbangan. Cikande merupakan kawasan
industri

sehingga masyarakat sekitar sudah terbiasa dengan keadaan

tersebut.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

10

BAB II
DESKRIPSI PROSES

A. Tinjauan Proses
Pentaerythritol dibuat dengan mereaksikan Asetaldehid, Formaldehid dan NaOH
dengan melalui reaksi Aldol Kondensasi dan reaksi Cannizaro. Dari proses itu
didapatkan produk hasil samping berupa Natrium Format. Beberapa proses yang
ditemukan untuk membuat Pentaerythritol yaitu Proses Uehama dan Proses Lluis
Eek.

1. Proses Uehama
Proses Uehama dipublikasikan dalam US patent 3.968.176. Berdasarkan
penemuan ini, pada proses pembuatan pentaerythritol, natrium hidroksida
ditambahkan ke larutan yang mengandung pentaerythritol dan natrium format
untuk memisahkan natrium format dengan cara kristalisasi, kemudian larutan
yang terpisah diresirkulasi ke sistem reaksi untuk digunakan sebagai salah
satu larutan reaksi awal. Larutan sirkulasi itu umumnya mengandung natrium
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

11

format, pentaerythritol, dan juga kelebihan dari natrium hidroksida.


Komposisi molar atas Formaldehid/Asetaldehid/NaOH yaitu 8/1/1,2.
Pada percobaannya, Uehama mencampurkan larutan Formaldehid 30 %w/w,
1,7 kg/jam asetaldehid 98 %, 9,1 kg/jam filtrat dari pemisahan Natrium format
yang mengandung natrium hidroksida 20 % dan 15 kg/jam air destilat di
dalam reaktor yang dilengkapi pengaduk dan cooler. Kondisi operasi suhu 35
o

C, tekanan 1 atm, dan lama reaksi 2 jam. Larutan hasil reaksi ditambahkan

asam format sampai pH menjadi 5,1. Lalu kelebihan formaldehid dipisahkan


dengan distilasi. Larutan yang ada ditangani di bagian bawah kolom distilasi
atau di vessel pemisah dengan suhu 150, pH 5,1 selama 60 menit. Sebagai
hasilnya, kandungan monopentaerythritol didapatkan 88,3 % mol.
Kemudian larutan yang didapatkan dipekatkan, dikristalisasi, dan tahap
pemisahan untuk membentuk kristal pentaerythritol dengan ukuran besar
(100-300 m), yang mudah dipisahkan dari larutan. Kemurnian dari
pentaerythritol cukup tinggi yaitu 95,5 %. Setelah itu, larutan itu dimasukkan
ke salting-out crystallizer dan ditambahkan natrium hidroksida untuk
memudahkan kristalisasi natrium format.
Kelebihan dari penemuan ini adalah kristal pentaerythritol yang didapatkan
dengan kristalisasi dan pemisahan lainnya memiliki ukuran yang besar (100300 m) sehingga mudah dipisahkan dari larutan dengan pemisahan
sederhana. Pada penemuan ini diketahui bahwa konsentrasi pentaerythritol
dari larutan yang terbentuk setelah kristalisasi dan pemisahan lainnya dari
pentaerythritol cukup rendah dan pemisahan larutan mudah ditangani karena
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

12

viskositasnya rendah. Pada penemuan ini juga didapatkan pentaerythritol


dengan kemurnian tinggi dan yield yang besar.
(US Patent 3,968,176)

Adapun reaksi yang terjadi pada proses ini adalah :


a. Reaksi Pembentukan MPE
4 HCHO + CH3CHO + NaOH

C(CH2OH)4 + NaHCOO

b. Reaksi Pembentukan DPE


8 HCHO + 2 CH3CHO + 2 NaOH

C10H22O7 + 2 NaHCOO + H2O

c. Reaksi Pembentukan Asetaldol


2 CH3CHO

C4H8O2

d. Reaksi Pembentukan Metanol


2 HCHO + NaOH

CH3OH + NaHCOO

e. Reaksi Netralisasi NaOH


NaOH + HCOOH

NaHCOO + H2O

2. Proses Lluis Eek


Proses Lluis Eek dipublikasikan dalam US patent No.5.741.956. Pada proses
ini, konsentrasi larutan formaldehid yang digunakan yaitu 20-30 % w/w,
konsentrasi larutan NaOH yaitu 12-20 % dan asetaldehid murni. Komposisi

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

13

molar atas Formaldehid/Asetaldehid/NaOH yaitu 5,1-9,5/1/1,05-1,4. Feed


dimasukkan dengan variasi :
1. Periode pertama sebagian volume dimasukkan dengan temperatur di
pertahankan pada range 22-28 oC.
2. Periode kedua seperempat volume feed dimasukkan dengan temperatur
dipertahankan pada range 32-38 oC. Durasi periode pertama dan kedua
sama.
3. Periode ketiga feed ke reaktor dihabiskan dan temperatur dipertahankan
pada range 42-48 oC. Durasi periode ketiga lebih lama dibadingkan
periode kedua.
Temperatur dari reaksi ini dapat divariasikan dengan variasi minimal 2
periode dengan temperatur yang berbeda. Pada awal reaksi temperatur
dipertahankan pada range 20 oC - 38oC, yang mana pada akhir reaksi
temperatur dipertahankan pada range 42-48oC. Setelah reaksi selesai, larutan
diasamkan dengan asam format sampai pH 5-6 untuk mencegah reaksi yang
tidak diinginkan . Larutan yang dihasilkan dialirkan ke buffer tank. Setelah itu
senyawa volatil, formaldehid dan metanol, dipisahkan dengan steam, larutan
dipekatkan dengan evaporator vacum dan suspensi yang didapatkan difiltrasi.
Padatan yang terbentuk, pentaerythritol dan dipentaerythritol setelah proses
kristalisasi

pentaerythritol.

Campuran

yang

terbentuk

86-90

monopentaerythritol dan 10-14 % dipentaerythritol. Larutan pentaerythritol


dihidrolisis dalam medium asam dan dimurnikan dengan karbon aktif dan
dipekatkan serta kristalisasi. Natrium format yang dibentuk bersama
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

14

pentaerythritol dalam reaksi didapatkan dengan pemekatan dan kristalisasi


dari filtrat suspensi saat mendapatkan pentaerythritol.
Pada percobaanya, pada reaktor CSTR ditambahkan larutan Formaldehid 22
% kemudian ditambahkan larutan NaOH 16 % dan asetaldehid murni (98 %),
di mana pH dipertahankan antara 10-11. Aliran umpan sebanyak setengah
volumenya sedikit demi sedikit dimasukkan ke dalam reaktor pada suhu 25
O

C selama 25 menit. Kemudian setengah dari larutan yang tersisa dialirkan

dan dijaga suhu sampai 35 OC selama 25 menit, kemudian sisanya bertahap


dimasukkan dan dijaga suhu 45 oC selama 35 menit. Suhu dipertahankan
jangan sampai diatas 45 oC pada akhir reaksi. Komposisi mol umpan yang
dimasukkan yaitu 1 : 5,4 : 1,12 (acetal dehid/ Formaldehid/ NaOH). Setelah
umpan habis, campuran didiamkam pada 45 oC selama 10 menit Setelah itu
campuran diasamkan dengan asam format sampai pH 5,5. Setelah itu
dilakukan pemisahan bahan-bahan volatile, pemekatan, filtrasi, hidrolisis,
pemurnian dan kristalisasi. Seperti pada pembuatan pentaerythritol pada
umumnya. Jumlah pengotor yang tidak mungkin untuk merecovery
pentaerythritol 3,1 % relatif terhadap pentaerythritol yang dibentuk. Yield atas
asetaldehid

80,3

dengan

perbandingan

mol

pada

produk

monopentaerythritol : dipentaerythritol yaitu 9,56 : 0,69.


(US Patent 5,741,956)
Adapun reaksi yang terjadi pada proses ini adalah :
a. Reaksi Pembentukan MPE

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

15

4 HCHO + CH3CHO + NaOH

C(CH2OH)4 + NaHCOO

b. Reaksi Pembentukan DPE


4 HCHO + CH3CHO + NaOH

C10H22O7 + 2NaHCOO + H2O

c. Reaksi Pembentukan Asetaldol


2 CH3CHO

C4H8O2

d. Reaksi Pembentukan Metanol


2 HCHO + NaOH

CH3OH + NaHCOO

e. Reaksi Netralisasi NaOH


NaOH + HCOOH

NaHCOO + H2O

B. Pemilihan Proses
1. Potensial Ekonomi
a. Proses Uehama
Tabel 2.1 Harga Bahan Baku dan Produk Proses Uehama
Material

Rumus
Molekul

Berat
molekul

Harga
($/kg)

Harga
($/kmol)

(kg/kmol)
Formaldehid

HCHO

30

0,45

13,5

Aldehid

CH3CHO

44

44

Sodium Hidroksida

NaOH

40

0,19

7,6

Monopentaerythritol

C(CH2OH)4

136

1,8

244,8

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

16

Dipentaerythritol

C10H22O7

254,28

1,2

305,136

Sodium Format

NaHCOO

68

0,4

27,2

Metanol

CH3OH

34

0,4

13,6

Asam Format

HCOOH

46

0,5

23

Asetaldol

C4H8O2

88

3548,5

312268

Sumber: Alibaba, 2015


Persamaan untuk mendapatkan ekonomi potensial dari proses ini adalah sebagai
berikut:
EP = (total harga produk) (total harga bahan baku)
Reaksi yang terjadi pada proses Uehama adalah sebagai berikut:
a. Reaksi Pembentukan MPE
4 HCHO(l) + CH3CHO(l) + NaOH(l)
A

C(CH2OH)4(l) + NaHCOO(l)

EP = ( Harga C(CH2OH)4 + Harga NaHCOO) ( Harga HCHO + Harga


CH3CHO + Harga NaOH)
EP = (244,8 + 27,2) ((4 x 13,5) + 44 + 7,6)
= 166,4 $/kmol
Kemudian dari reaksi pembentukan Monopentaerythritol yang terjadi dalam
proses Uehama, didapatkan mol masing-masing reaktan dan produk yang dapat
dilihat pada Tabel 2.2.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

17

Tabel. 2.2. Mol Bahan Baku dan Produk Proses Uehama Reaksi 1
Material
Mol (kmol)
Berat molekul
(kg/kmol)
Formaldehid (HCHO)
4
30
Asetaldehid (CH3CHO)
1
44
Sodium Hidroksida (NaOH)
1
40
Monopentaerythritol (C(CH2OH)4)
136
1
Natrium Format (NaHCOO)
68
1
Komp

Awal

Reaksi

NAo

- 4 NAo.X

NBo

1
N Ao . X
4

NB = NBo

1
N Ao . X
4

NCo

1
N Ao . X
4

NC = NCo

1
N Ao . X
4

NDo

1
N Ao . X
4

ND = NDo +

1
N Ao . X
4

NEo

1
N Ao . X
4

NE = NEo +

1
N Ao . X
4

Total

NTo

Basis : 1 kg C(CH2OH)4 terbentuk =

Sisa
NA = NAo-4 NAo.X

NT = NTo

1kg
= 0,007 kmol
136kg / kmol

Dik : X = 0,88 (US Patent 3,968,176)


ND = 0,007 kmol pada 1 kg C(CH2OH)4
ND = NDo +

1
N Ao . X
4

0,007 kmol = 0 +

1
NAo.0,88 = 0,22 NAo
4

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

18

NAo= 0,032 kmol


NAo= 0,032 kmol x 30 kg/kmol = 0,96 kg HCHO
NE = ND
NE = 0,007 kmol
NE = 0,007 kmol x 68 kg/kmol
NBo=

NBo=

= 0,476 kg NaHCOO

1
NAo
4

1
x 0,032 kmol
4

NBo= 0,008 kmol


NBo= 0,008 kmol x 44 kg/kmol = 0,352 kg CH3CHO
NCo= NBo
Nco= 0,008 kmol
Nco= 0,008 kmol x 40 kg/kmol = 0,32 kg NaOH
Harga penjualan produk utama dan produk samping :
C(CH2OH)4 = 1 kg x $ 1,8
NaHCOO

= $ 1,8

= 0,476 kg x $ 0,4 = $ 0,1904

Total harga penjualan = $ 1,9904

Biaya pembelian bahan baku :


HCHO

= 0,96 kg x $ 0,45 = $ 0,432

CH3CHO = 0,352 kg x $ 1

= $ 0,352

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

19

NaOH

= 0,32 kg x $ 0,19 = $ 0,0608

Total harga pembelian = $ 0,8448


Profit/keuntungan = harga penjualan biaya pembelian bahan baku
= $ 1,9904- $ 0,8448 = $ 1,1456
b. Reaksi Pembentukan DPE
4 HCHO + CH3CHO + NaOH
A

C10H22O7 + 2NaHCOO + H2O


D

EP = ( Harga C10H22O7 + Harga NaHCOO) ( Harga HCHO + Harga


CH3CHO + Harga NaOH)
EP = (305,136 + (2 x 27,2)) ((4 x 13,5) + 44 + 7,6)
= 253,936 $/kmol
Kemudian dari reaksi pembentukan Dipentaerythritol yang terjadi dalam proses
Uehama, didapatkan mol masing-masing reaktan dan produk yang dapat dilihat
pada Tabel 2.3.

Tabel. 2.3. Mol bahan baku dan produk Proses Uehama Reaksi 2
Material
Mol (kmol)
Berat molekul
(kg/kmol)
Formaldehid (HCHO)
4
30
Asetaldehid (CH3CHO)
1
44
Sodium Hidroksida (NaOH)
1
40
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

20

Dipentaerythritol (C10H22O7)
Natrium Format (NaHCOO)

254,28
68

1
2

Komp

Awal

Reaksi

NAo

- 4 NAo.X

NBo

1
N Ao . X
4

NB = NBo

1
N Ao . X
4

NCo

1
N Ao . X
4

NC = NCo

1
N Ao . X
4

NDo

1
N Ao . X
4

ND = NDo +

1
N Ao . X
4

NEo

1
N Ao . X
2

NE = NEo +

1
N Ao . X
2

Total

NTo

Basis : 1 kg C10H22O7 terbentuk =

Sisa
NA = NAo-4 NAo.X

NT = NTo

1kg
= 0,004 kmol
254,28kg / kmol

Dik : X = 0,041 (US Patent 3,968,176)


ND = 0,004 kmol pada 1 kg C10H22O7
ND = NDo +

1
N Ao . X
4

0,004 kmol = 0 +

1
NAo.0,041 = 0,01025 NAo
4

NAo= 0,39 kmol


NAo= 0,39 kmol x 30 kg/kmol = 11,7 kg HCHO
NE = NEo +

1
N Ao . X
2

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

21

NE = 0 +

1
. 0,39. 0,041
2

NE = 0,008 kmol x 68 kg/kmol = 0,544 kg NaHCOO


NBo=

NBo=

1
NAo
4
1
x 0,39 kmol
4

NBo= 0,0975 kmol


NBo= 0,0975 kmol x 44 kg/kmol = 4,29 kg CH3CHO
NCo= NBo
Nco= 0,0975 kmol
Nco= 0,0975 kmol x 40 kg/kmol = 3,9 kg NaOH
Harga penjualan produk utama dan produk samping :
C10H22O7 = 1 kg x $ 1,2

= $ 1,2

NaHCOO = 0,544 kg x $ 0,4

= $ 0,2176

Total harga penjualan = $ 1,4176


Biaya pembelian bahan baku :
HCHO

= 11,7 kg x $ 0,45 = $ 5,265

CH3CHO = 4,29 kg x $ 1

= $ 4,29

NaOH

= $ 0,741

= 3,9 kg x $ 0,19

Total harga pembelian = $ 10,296


Profit/keuntungan = harga penjualan biaya pembelian bahan baku
= $ 1,4176 - $ 10,296 = - $ 8,8784

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

22

c. Reaksi Pembentukan Asetaldol


2 CH3CHO

C4H8O2

EP = Harga C4H8O2 - CH3CHO


EP = 312268 (2 x 44)
= 312180 $/kmol
Kemudian dari reaksi pembentukan Asetaldol yang terjadi dalam proses
Uehama, didapatkan mol masing-masing reaktan dan produk yang dapat
dilihat pada Tabel 2.4.
Tabel. 2.4. Mol Bahan Baku dan Produk Proses Uehama Reaksi 3
Material
Mol (kmol)
Berat molekul
(kg/kmol)
Asetaldehid (CH3CHO)
2
44
Asetaldol (C4H8O2)
1
88

Komp

Awal

Reaksi

NAo

- 2 NAo.X

NBo

Total

NTo

NA = NAo-2 NAo.X

1
N Ao . X
2

Basis : 1 kg C4H8O2 terbentuk =

Sisa

NB = NBo +

1
N Ao . X
2

NT = NTo

1kg
= 0,01 kmol
88kg / kmol

Dik : X = 0,075 (US Patent 3,968,176)


Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

23

NB = 0,01 kmol pada 1 kg C4H8O2


NB = NBo +

1
N Ao . X
2

0,01 kmol = 0 +

1
NAo.0,075 = 0,0375 NAo
2

NAo= 0,267 kmol


NAo= 0,267 kmol x 88 kg/kmol = 23,496 kg CH3CHO
Harga penjualan Asetaldol :
C4H8O2 = 1 kg x $ 3548,5

= $ 3548,5

Biaya pembelian bahan baku :


CH3CHO = 23,496 kg x $ 1 = $ 23,496
Profit/keuntungan = harga penjualan biaya pembelian bahan baku
= $ 3548,5 - $ 23,496 = $ 3525,004
d. Reaksi Pembentukan Metanol
2 HCHO + NaOH
A

CH3OH + NaHCOO
C

EP = ( Harga CH3OH + Harga NaHCOO) ( Harga HCHO + Harga NaOH)


EP = (13,6 + 27,2) ((2 x 13,5) + 7,6)
= 6,2 $/kmol

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

24

Kemudian dari reaksi pembentukan Metanol yang terjadi dalam proses Uehama,
didapatkan mol masing-masing reaktan dan produk yang dapat dilihat pada
Tabel 2.5.
Tabel. 2.5. Mol Bahan Baku dan Produk Proses Uehama Reaksi 4
Material
Mol (kmol)
Berat molekul
(kg/kmol)
Formaldehid (HCHO)
2
30
Sodium Hidroksida (NaOH)
1
40
Metanol (CH3OH)
34
1
Natrium Format (NaHCOO)
68
1

Komp

Awal

Reaksi

NAo

- 2 NAo.X

NBo

1
N Ao . X
2

NB = NBo

1
N Ao . X
2

NCo

1
N Ao . X
2

NC = NCo +

1
N Ao . X
2

NDo

1
N Ao . X
2

ND = NDo +

1
N Ao . X
2

Total

NTo

Basis : 1 kg CH3OH terbentuk =

Sisa
NA = NAo-2 NAo.X

NT = NTo

1kg
= 0,003 kmol
34kg / kmol

Dik : X = 0,23 (US Patent 3,968,176)


NC = 0,003 kmol pada 1 kg CH3OH
NC = NCo +

1
N Ao . X
2

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

25

0,003 kmol = 0 +

1
NAo.0,23 = 0,115 NAo
2

NAo= 0,026 kmol


NAo= 0,026 kmol x 30 kg/kmol = 0,78 kg HCHO
ND = NC
ND = 0,003 kmol
ND = 0,003 kmol x 68 kg/kmol = 0,204 kg NaHCOO
NBo=

NBo=

1
NAo
2
1
x 0,026 kmol
2

NBo= 0,013 kmol


NBo= 0,013 kmol x 40 kg/kmol = 0,52 kg NaOH
Harga penjualan produk utama dan produk samping :
CH3OH = 1 kg x $ 0,4

= $ 0,4

NaHCOO = 0,204 kg x $ 0,4

= $ 0,0816

Total harga penjualan = $ 0,4816


Biaya pembelian bahan baku :
HCHO

= 0,78 kg x $ 0,45 = $ 0,351

NaOH

= 0,52 kg x $ 0,19 = $ 0,0988

Total harga pembelian = $ 0,4498


Profit/keuntungan = harga penjualan biaya pembelian bahan baku
= $ 0,4816- $ 0,4498 = $ 0,0318

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

26

e. Reaksi Netralisasi NaOH


NaOH + HCOOH
A

NaHCOO + H2O

EP = ( Harga NaHCOO) ( Harga HCOOH + Harga NaOH)


EP = (27,2) (23 + 7,6)
= -3,4 $/kmol
Kemudian dari reaksi pembentukan Metanol yang terjadi dalam proses Uehama,
didapatkan mol masing-masing reaktan dan produk yang dapat dilihat pada
Tabel 2.6.
Tabel. 2.6. Mol Bahan Baku dan Produk Reaksi 5
Material
Mol (kmol)
Berat molekul
(kg/kmol)
Sodium Hidroksida (NaOH)
1
40
Asam Format (HCOOH)
46
1
Natrium Format (NaHCOO)
68
1

Komp

Awal

Reaksi

NAo

- NAo.X

NA = NAo (NAo.X)

NBo

- NAo.X

NB = NBo (NAo.X)

NCo

+ NAo.X

NC = NCo + (NAo.X)

Total

NTo

NT = NTo

Basis : 1 kg NaHCOO terbentuk =

Sisa

1kg
= 0,015 kmol
68kg / kmol

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

27

Dik : X = 1 (US Patent 3,968,176)


NC = 0,015 kmol pada 1 kg NaHCOO
NC = NCo (NAo.X)
0,015 kmol = 0 + NAo.1 = NAo
NAo= 0,015 kmol
NAo= 0,015 kmol x 40 kg/kmol = 0,6 kg NaOH
NAo= NBo
NBo= 0,015 kmol
NBo= 0,015 kmol x 46 kg/kmol = 0,69 kg HCOOH
Harga penjualan produk utama dan produk samping :
NaHCOO = 1 kg x $ 0,4 = $ 0,4
Biaya pembelian bahan baku :
NaOH

= 0,6 kg x $ 0,19 = $ 0,114

HCOOH = 0,69 kg x $ 0,5 = $ 0,345


Total harga pembelian = $ 0,459
Profit/keuntungan = harga penjualan biaya pembelian bahan baku
= $ 0,4- $ 0,459 = $ -0,059

EP total = EP reaksi (1 + 2 + 3 + 4 + 5)
= (166,4 + 253,936 + 312180 + 6,2 3,4)
= 312603,136 $/kmol
Keuntungan total = Keuntungan reaksi (1 + 2 + 3 + 4 + 5)
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

28

= $ 1,1456 - $ 8,8784 + $ 3525,004 + $ 0,0318 - $ 0,059


= $ 3517,244/kg
Jika Harga $ 1

= Rp. 13.000

Maka keuntungan yang diperoleh = $ 3517,244 x Rp. 13.000,= Rp. 45.724.172/kg


Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan.diatas, keuntungan yang
diperoleh pembuatan Pentaerythritol dengan proses Uehama sebesar
Rp. 45.724.172/kg.

b. Proses Lluis Eek


Tabel 2.7. Harga Bahan Baku dan Produk Proses Lluis Eek
Material

Rumus
Molekul

Berat
molekul

Harga
($/kg)

Harga
($/kmol)

(kg/kmol)
Formaldehid

HCHO

30

0,45

13,5

Aldehid

CH3CHO

44

44

Sodium Hidroksida

NaOH

40

0,19

7,6

Monopentaerythritol

C(CH2OH)4

136

1,8

244,8

Dipentaerythritol

C10H22O7

254,28

1,2

305,136

Sodium Format

NaHCOO

68

0,4

27,2

Metanol

CH3OH

34

0,4

13,6

Asam Format

HCOOH

46

0,5

23

Asetaldol

C4H8O2

88

3548,5

312268

Sumber: Alibaba, 2015


Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

29

Persamaan untuk mendapatkan ekonomi potensial dari proses ini adalah sebagai
berikut:
EP = (total harga produk) (total harga bahan baku)
Reaksi yang terjadi pada proses Lluis Eek adalah sebagai berikut:
a. Reaksi Pembentukan MPE
4 HCHO(l) + CH3CHO(l) + NaOH(l)
A

C(CH2OH)4(l) + NaHCOO(l)

EP = ( Harga C(CH2OH)4 + Harga NaHCOO) ( Harga HCHO + Harga


CH3CHO + Harga NaOH)
EP = (244,8 + 27,2) ((4 x 13,5) + 44 + 7,6)
= 166,4 $/kmol
Kemudian dari reaksi pembentukan Monopentaerythritol yang terjadi dalam
proses Lluis Eek, didapatkan mol masing-masing reaktan dan produk yang dapat
dilihat pada Tabel 2.8.

Tabel. 2.8. Mol Bahan Baku dan Produk Proses Lluis Eek Reaksi 1
Material
Mol (kmol)
Berat molekul
(kg/kmol)
Formaldehid (HCHO)
4
30
Asetaldehid (CH3CHO)
1
44
Sodium Hidroksida (NaOH)
1
40
Monopentaerythritol (C(CH2OH)4)
136
1
Natrium Format (NaHCOO)
68
1
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

30

Komp

Awal

Reaksi

NAo

- 4 NAo.X

NBo

1
N Ao . X
4

NB = NBo

1
N Ao . X
4

NCo

1
N Ao . X
4

NC = NCo

1
N Ao . X
4

NDo

1
N Ao . X
4

ND = NDo +

1
N Ao . X
4

NEo

1
N Ao . X
4

NE = NEo +

1
N Ao . X
4

Total

NTo

Basis : 1 kg C(CH2OH)4 terbentuk =

Sisa
NA = NAo-4 NAo.X

NT = NTo

1kg
= 0,007 kmol
136kg / kmol

Dik : X = 0,80 (US Patent 5,741,956)


ND = 0,007 kmol pada 1 kg C(CH2OH)4
ND = NDo +

1
N Ao . X
4

0,007 kmol = 0 +

1
NAo.0,80 = 0,20 NAo
4

NAo= 0,035 kmol


NAo= 0,035 kmol x 30 kg/kmol = 1,05 kg HCHO
NE = ND
NE = 0,007 kmol
NE = 0,007 kmol x 68 kg/kmol = 0,476 kg NaHCOO

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

31

NBo=

NBo=

1
NAo
4

1
x 0,035 kmol
4

NBo= 0,0088 kmol


NBo= 0,0088 kmol x 44 kg/kmol = 0,3872 kg CH3CHO
NCo= NBo
Nco= 0,0088 kmol
Nco= 0,0088 kmol x 40 kg/kmol = 0,352 kg NaOH
Harga penjualan produk utama dan produk samping :
C(CH2OH)4 = 1 kg x $ 1,8
NaHCOO

= $ 1,8

= 0,476 kg x $ 0,4 = $ 0,1904

Total harga penjualan = $ 1,9904


Biaya pembelian bahan baku :
HCHO

= 1,05 kg x $ 0,45 = $ 0,4725

CH3CHO = 0,3872 kg x $ 1 = $ 0,3872


NaOH

= 0,352 kg x $ 0,19 = $ 0,06688

Total harga pembelian = $ 0,92658

Profit/keuntungan = harga penjualan biaya pembelian bahan baku


= $ 1,9904 - $ 0,92658 = $ 1,0456
b. Reaksi Pembentukan DPE
4 HCHO + CH3CHO + NaOH

C10H22O7 + 2NaHCOO + H2O

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

32

EP = ( Harga C10H22O7 + Harga NaHCOO) ( Harga HCHO + Harga


CH3CHO + Harga NaOH)
EP = (305,136 + (2 x 27,2)) ((4 x 13,5) + 44 + 7,6)
= 253,936 $/kmol
Kemudian dari reaksi pembentukan Dipentaerythritol yang terjadi dalam proses
Lluis Eek, didapatkan mol masing-masing reaktan dan produk yang dapat dilihat
pada Tabel 2.9.
Tabel. 2.9. Mol Bahan Baku dan Produk Proses Lluis Eek Reaksi 2
Material
Mol (kmol)
Berat molekul
(kg/kmol)
Formaldehid (HCHO)
4
30
Asetaldehid (CH3CHO)
1
44
Sodium Hidroksida (NaOH)
1
40
Dipentaerythritol (C10H22O7)
254,28
1
Natrium Format (NaHCOO)
68
2

Komp

Awal

Reaksi

NAo

- 4 NAo.X

NBo

1
N Ao . X
4

Sisa
NA = NAo-4 NAo.X
NB = NBo

1
N Ao . X
4

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

33

NCo

1
N Ao . X
4

NC = NCo

1
N Ao . X
4

NDo

1
N Ao . X
4

ND = NDo +

1
N Ao . X
4

NEo

1
N Ao . X
2

NE = NEo +

1
N Ao . X
2

Total

NTo

Basis : 1 kg C10H22O7 terbentuk =

NT = NTo

1kg
= 0,004 kmol
254,28kg / kmol

Dik : X = 0,15 (US Patent 5,741,956)


ND = 0,004 kmol pada 1 kg C10H22O7
ND = NDo +

1
N Ao . X
4

0,004 kmol = 0 +

1
NAo.0,15 = 0,0375 NAo
4

NAo= 0,1067 kmol


NAo= 0,1067 kmol x 30 kg/kmol = 3,201 kg HCHO

NE = NEo +

NE = 0 +

1
N Ao . X
2

1
. 0,1067. 0,15
2

NE = 0,008 kmol x 68 kg/kmol = 0,544 kg NaHCOO


NBo=

1
NAo
4

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

34

NBo=

1
x 0,1067 kmol
4

NBo= 0,0267 kmol


NBo= 0,0267 kmol x 44 kg/kmol = 1,175 kg CH3CHO
NCo= NBo
Nco= 0,0267 kmol
Nco= 0,0267 kmol x 40 kg/kmol = 0,668 kg NaOH
Harga penjualan produk utama dan produk samping :
C10H22O7 = 1 kg x $ 1,2

= $ 1,2

NaHCOO = 0,544 kg x $ 0,4

= $ 0,2176

Total harga penjualan = $ 1,4176


Biaya pembelian bahan baku :
HCHO

= 3,201 kg x $ 0,45

CH3CHO = 1,175 kg x $ 1
NaOH

= $ 1,441
= $ 1,175

= 0,668 kg x $ 0,19 = $ 0,127

Total harga pembelian = $ 2,743

Profit/keuntungan = harga penjualan biaya pembelian bahan baku


= $ 1,4176 - $ 2,743 = - $ 1,3254
c. Reaksi Pembentukan Asetaldol
2 CH3CHO
A

C4H8O2
B

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

35

EP = Harga C4H8O2 - CH3CHO


EP = 312268 (2 x 44)
= 312180 $/kmol
Kemudian dari reaksi pembentukan Asetaldol yang terjadi dalam proses
Uehama, didapatkan mol masing-masing reaktan dan produk yang dapat
dilihat pada Tabel 2.10.
Tabel. 2.10. Mol Bahan Baku dan Produk Proses Lluis Eek Reaksi 3
Material
Mol (kmol)
Berat molekul
(kg/kmol)
Asetaldehid (CH3CHO)
2
44
Asetaldol (C4H8O2)
1
88

Komp

Awal

Reaksi

NAo

- 2 NAo.X

NBo

Total

NTo

NA = NAo-2 NAo.X

1
N Ao . X
2

Basis : 1 kg C4H8O2 terbentuk =

Sisa

NB = NBo +

1
N Ao . X
2

NT = NTo

1kg
= 0,0114 kmol
88kg / kmol

Dik : X = 0,05 (US Patent 3,968,176)


NB = 0,0114 kmol pada 1 kg C4H8O2
NB = NBo +

1
N Ao . X
2

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

36

0,0114 kmol = 0 +

1
NAo.0,005 = 0,0025 NAo
2

NAo= 4,56 kmol


NAo= 4,56 kmol x 88 kg/kmol = 401,28 kg CH3CHO
Harga penjualan Asetaldol :
C4H8O2 = 1 kg x $ 3548,5

= $ 3548,5

Biaya pembelian bahan baku :


CH3CHO = 401,28 kg x $ 1 = $ 401,28
Profit/keuntungan = harga penjualan biaya pembelian bahan baku
= $ 3548,5 - $ 401,28 = $ 3147,22
d. Reaksi Pembentukan Metanol
2 HCHO + NaOH
A

CH3OH + NaHCOO
C

EP = ( Harga CH3OH + Harga NaHCOO) ( Harga HCHO + Harga NaOH)

EP = (13,6 + 27,2) ((2 x 13,5) + 7,6)


= 6,2 $/kmol
Kemudian dari reaksi pembentukan Metanol yang terjadi dalam proses Lluis
Eek, didapatkan mol masing-masing reaktan dan produk yang dapat dilihat pada
Tabel 2.11.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

37

Tabel. 2.11. Mol Bahan Baku dan Produk Proses Lluis Eek Reaksi 4
Material
Mol (kmol)
Berat molekul
(kg/kmol)
Formaldehid (HCHO)
2
30
Sodium Hidroksida (NaOH)
1
40
Metanol (CH3OH)
34
1
Natrium Format (NaHCOO)
68
1

Komp

Awal

Reaksi

NAo

- 2 NAo.X

NBo

1
N Ao . X
2

NB = NBo

1
N Ao . X
2

NCo

1
N Ao . X
2

NC = NCo +

1
N Ao . X
2

NDo

1
N Ao . X
2

ND = NDo +

1
N Ao . X
2

Total

NTo

Basis : 1 kg CH3OH terbentuk =

Sisa
NA = NAo-2 NAo.X

NT = NTo

1kg
= 0,003 kmol
34kg / kmol

Dik : X = 0,18 (US Patent 5,741,956)


NC = 0,003 kmol pada 1 kg CH3OH
NC = NCo +

1
N Ao . X
2

0,003 kmol = 0 +

1
NAo.0,18 = 0,09 NAo
2

NAo= 0,033 kmol


NAo= 0,033 kmol x 30 kg/kmol = 0,99 kg HCHO

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

38

ND = NC
ND = 0,003 kmol
ND = 0,003 kmol x 68 kg/kmol = 0,204 kg NaHCOO
NBo=

NBo=

1
NAo
2

1
x 0,033 kmol
2

NBo= 0,0165 kmol


NBo= 0,0165 kmol x 40 kg/kmol = 0,66 kg NaOH
Harga penjualan produk utama dan produk samping :
CH3OH = 1 kg x $ 0,4

= $ 0,4

NaHCOO = 0,204 kg x $ 0,4

= $ 0,0816

Total harga penjualan = $ 0,4816


Biaya pembelian bahan baku :
HCHO

= 0,99 kg x $ 0,45 = $ 0,4455

NaOH

= 0,66 kg x $ 0,19 = $ 0,1254

Total harga pembelian = $ 0,5709


Profit/keuntungan = harga penjualan biaya pembelian bahan baku
= $ 0,4816- $ 0,5709 = $ -0,0893
e. Reaksi Netralisasi NaOH
NaOH + HCOOH
A

NaHCOO + H2O
C

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

39

EP = ( Harga NaHCOO) ( Harga HCOOH + Harga NaOH)


EP = (27,2) (23 + 7,6)
= -3,4 $/kmol
Kemudian dari reaksi pembentukan Metanol yang terjadi dalam proses Lluis
Eek, didapatkan mol masing-masing reaktan dan produk yang dapat dilihat pada
Tabel 2.12.
Tabel. 2.12. Mol Bahan Baku dan Produk Proses Lluis Eek Reaksi 5
Material
Mol (kmol)
Berat molekul
(kg/kmol)
Sodium Hidroksida (NaOH)
1
40
Asam Format (HCOOH)
46
1
Natrium Format (NaHCOO)
68
1

Komp

Awal

Reaksi

NAo

- NAo.X

NA = NAo (NAo.X)

NBo

- NAo.X

NB = NBo (NAo.X)

NCo

+ NAo.X

NC = NCo + (NAo.X)

Total

NTo

NT = NTo

Basis : 1 kg NaHCOO terbentuk =

Sisa

1kg
= 0,015 kmol
68kg / kmol

Dik : X = 1 (US Patent 5,741,956)


NC = 0,015 kmol pada 1 kg NaHCOO
NC = NCo (NAo.X)
0,015 kmol = 0 + NAo.1 = NAo
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

40

NAo= 0,015 kmol


NAo= 0,015 kmol x 40 kg/kmol = 0,6 kg NaOH
NAo= NBo
ND = 0,015 kmol
ND = 0,015 kmol x 46 kg/kmol = 0,69 kg HCOOH
Harga penjualan produk utama dan produk samping :
NaHCOO = 1 kg x $ 0,4 = $ 0,4
Biaya pembelian bahan baku :
NaOH

= 0,6 kg x $ 0,19 = $ 0,114

HCOOH = 0,69 kg x $ 0,5 = $ 0,345


Total harga pembelian = $ 0,459
Profit/keuntungan = harga penjualan biaya pembelian bahan baku
= $ 0,4- $ 0,459 = $ -0,059
EP total = EP reaksi (1 + 2 + 3 + 4 + 5)
= (166,4 + 253,936 + 312180 + 6,2 3,4)
= 312603,136 $/kmol
Keuntungan total = Keuntungan reaksi (1 + 2 + 3 + 4 + 5)
= $ 1,0456 - $ 1,3254 + $ 3147,22 - $ 0,0893 - $ 0,059
= $ 3146,7919/kg
Jika Harga $ 1

= Rp. 13.000

Maka keuntungan yang diperoleh = $ 3146,7919 x Rp. 13.000,= Rp. 40.908.294/kg

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

41

Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan.diatas, keuntungan yang


diperoleh pembuatan Pentaerythritol dengan proses Lluis Eek sebesar
Rp. 40.908.294/kg.

2. Tinjauan Termodinamika
Tinjauan secara termodinamika bertujuan untuk mengetahui apakah reaksi
bersifat endotermis atau eksotermis. Penentuan panas reaksi yang berjalan
secara eksotermis atau endotermis dapat dihitung dengan perhitungan
panas pembentukan standar (Hf) pada P = 1 atm dan T = 298 K. Reaksi
yang terjadi pada proses Uehama dan Lluis Eek adalah :
a. Reaksi Pembentukan MPE
4 HCHO(l) + CH3CHO(l) + NaOH(l)

C(CH2OH)4(l) + NaHCOO(l)

b. Reaksi Pembentukan DPE


4 HCHO(l) + CH3CHO(l) + NaOH(l)

C10H22O7(l) + 2NaHCOO(l)

+ H2O(l)
c. Reaksi Pembentukan Asetaldol
2 CH3CHO(l)

C4H8O2(l)

d. Reaksi Pembentukan Metanol


2 HCHO(l) + NaOH(l)

CH3OH(l) + NaHCOO(l)

e. Reaksi Netralisasi NaOH


NaOH(l) + HCOOH(l)

NaHCOO(l) + H2O(l)

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

42

Nilai Hf masing-masing komponen pada suhu 298 K dapat dilihat


pada Tabel 2.13.
Tabel 2.13. Nilai Hf dan Gf Komponen Proses Uehama
Hof 298
Gf
Komponen
(kJ/mol)
(kJ.mol)
115,9

-102,5

Asetaldehid / CH3CHO(l)

-166,2

-133

Sodium Hidroksida / NaOH(l)

-426,6

-379,5

-832,49

-607,1

Dipentaerythritol / C10H22O7(l)

-1381,12

-940,8

Sodium Formiat / NaHCOO(l)

-319,22

-598,67

-378,6

-351

Metanol / CH3OH(l)

-284,49

-233,16

Asetaldol / C4H8O2(l)

-368,98

-278

Air / H2O(l)

-285,83

-237,13

Formaldehid / HCHO(l)

Monopentaerythritol / C(CH2OH)4(l)

Asam Formiat / HCOOH(l)

Sumber : Yaws dan Perrys

Persamaan :
HfT= Hf298 +
Hr 298 K = Hf produk - Hf reaktan

Reaksi 1 :
Hr 298 K = (Hf C(CH2OH)4(l) + Hf NaHCOO(l)) ((4 x Hf HCHO(l)) +
Hf CH3CHO(l) + Hf NaOH(l))
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

43

Hr 298 K = ((-832,49) + (-319,22)) ((4 x 115,9) + (-166,2) + (-426,6))


= -1022,51 kJ/mol
Sedangkan untuk persamaan Cop dT adalah sebagai berikut.
Cop dT = A(T-T0) +

(T2-T02) +

(T3-T03) +

(T4-T04)

Dimana masing masing konstanta A, B, C dan D pada masing-masing komponen


adalah sebagai berikut
Tabel 2.14. Nilai Konstanta Kapasitas Panas Komponen Proses Uehama Reaksi 1
Komponen

Cop dT

HCHO(l)

44,22

0,3986

-1,536x10-3

3,033x10-6

1083,74

CH3CHO(l)

31,39

0,4485

-1,661x10-3

2,7x10-6

899,39

NaOH(l)

87,64

C(CH2OH)4(l))

12,45

NaHCOO(l)

-4

-4,837x10
6,562x10
-

-2

-6

-9

-4,542x10

1,186x10

871,08

0,6943

159,91

1130

Sumber : Yaws dan http://webbook.nist.gov

T = 308 K ; To = 298 K ;

= 1,034

Cop dT = -4815,534 kJ/mol


Sehingga diperoleh nilai HfT pada T 308 K, sebesar -5838,044 kJ/mol.
Karena nilai HfT pada T 308 K negatif, maka reaksi bersifat eksotermis.
Sedangkan untuk energi bebas Gibbs dari reaktan dan produk dapat dilihat
sebagai berikut :

Persamaan :
GoT 308 K= Ho 298 K -

(Ho 298 K - Go 298 K) + Cpo dT T Cpo

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

44

Go 298 K = (nGof) produk - (nGof) reaktan


G 298 K = (Gf C(CH2OH)4(l) + Gf NaHCOO(l)) ((4 x Gf HCHO(l)) +
Gf CH3CHO(l) + Gf NaOH(l))
G 298 K = ((-607,1) + (-598,67)) ((4 x -102,5) + (-133) + (-379,5))
= -283,27 kJ/mol
Hr 298 K = -1022,51 kJ/mol ;

= 1,034 ; Go298 K= -283,27 kJ/mol ;

Cop dT = -4815,534 kJ/mol

Berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dihitung diperoleh nilai GoT
308 K sebesar -258 kJ/mol. Nilai Go sebesar -258 kJ/mol menunjukkan bahwa
reaksi yang terjadi di dalam reaktor dapat berlangsung secara sepontan, karena
diinginkan nilai Go< 0. Dalam parameter perancangan pabrik kimia berupa
parameter termodinamika bahwa nilai Go< 0 dapat terpenuhi.

Reaksi 2 :
Hr 298 K = (Hf C10H22O7(l) + (2 x Hf NaHCOO(l))) ((4 x Hf HCHO(l))
+ Hf CH3CHO(l) + Hf NaOH(l))
Hr 298 K = ((-1381,12) + (2 x -319,22)) ((4 x 115,9) + (-166,2) + (-426,6))
= -1604,53 kJ/mol
Sedangkan untuk persamaan Cop dT adalah sebagai berikut.
Cop dT = A(T-T0) +

(T2-T02) +

(T3-T03) +

(T4-T04)

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

45

Dimana masing masing konstanta A, B, C dan D pada masing-masing komponen


adalah sebagai berikut
Tabel 2.15. Nilai Konstanta Kapasitas Panas Proses Uehama Reaksi 2
Cop dT

Komponen

HCHO(l)

44,22

0,3986

-1,536x10-3

3,033x10-6

0,4485

-3

CH3CHO(l)

31,39

-1,661x10
-4

-6

-6

2,7x10

-9

1083,74
899,39

NaOH(l)

87,64

-4,837x10

-4,542x10

1,186x10

871,08

C10H22O7(l)

25,99

0,8916

0,6265

288,33

NaHCOO(l)

1130

Sumber : Yaws dan http://webbook.nist.gov

T = 308 K ; To = 298 K ;

= 1,034

Cop dT = -2802,623 kJ/mol


Sehingga diperoleh nilai HfT pada T 308 K, sebesar -4407,153 kJ/mol. Karena
nilai HfT pada T 308 K negatif, maka reaksi bersifat eksotermis. Sedangkan
untuk energi bebas Gibbs dari reaktan dan produk dapat dilihat sebagai berikut :

Persamaan :
GoT 308 K= Ho 298 K -

(Ho 298 K - Go 298 K) + Cpo dT T Cpo

Go 298 K = (nGof) produk - (nGof) reaktan


G 298 K = (Gf C10H22O7(l) + (2 x Gf NaHCOO(l))) ((4 x Gf HCHO(l))
+ Gf CH3CHO(l) + Gf NaOH(l))
G 298 K = ((-940,8) + ((2 x -598,67)) ((4 x -102,5) + (-133) + (-379,5))
= -1452,77 kJ/mol

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

46

Hr 298 K = -1604,53 kJ/mol ;

= 1,034 ; Go298 K= -1452,77 kJ/mol ;

Cop dT = -2802,623 kJ/mol

Berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dihitung diperoleh nilai


GoT 308 K sebesar -1450 kJ/mol. Nilai Go sebesar -1450 kJ/mol
menunjukkan bahwa reaksi yang terjadi di dalam reaktor dapat
berlangsung secara sepontan, karena diinginkan nilai Go< 0. Dalam
parameter perancangan pabrik kimia berupa parameter termodinamika
bahwa nilai Go< 0 dapat terpenuhi.
Reaksi 3 :
Hr 298 K = (Hf C4H8O2(l)) (2 x Hf CH3CHO(l))
Hr 298 K = (-368,98) (2 x -166,2)
= -36,58 kJ/mol

Sedangkan untuk persamaan Cop dT adalah sebagai berikut.


Cop dT = A(T-T0) +

(T2-T02) +

(T3-T03) +

(T4-T04)

Dimana masing-masing konstanta A, B, C dan D pada masing-masing komponen


adalah sebagai berikut :
Tabel 2.16. Nilai Konstanta Kapasitas Panas Proses Uehama Reaksi 3
Cop dT

Komponen

CH3CHO(l)

31,39

0,4485

-1,661x10-3

2,7x10-6

899,39

-7

1204,7

C4H8O2(l)

52,2

0,1882

1,71x10

-4

-1,6x10

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

47

Sumber : Yaws

T = 308 K ; To = 298 K ;

= 1,034

Cop dT = -594,076 kJ/mol


Sehingga diperoleh nilai HfT pada T 308 K, sebesar -630,656 kJ/mol.
Karena nilai HfT pada T 308 K negatif, maka reaksi bersifat eksotermis.
Sedangkan untuk energi bebas Gibbs dari reaktan dan produk dapat dilihat
sebagai berikut :
Persamaan :
GoT 308 K= Ho 298 K -

(Ho 298 K - Go 298 K) + Cpo dT T Cpo

Go 298 K = (nGof) produk - (nGof) reaktan


G 298 K = (Gf C4H8O2(l)) (2 x Gf CH3CHO(l))
G 298 K = (-278) (2 x -133)
= -12 kJ/mol
Hr 298 K = -36,58 kJ/mol ;

= 1,034 ; Go298 K= -12 kJ/mol ;

Cop dT = -594,076 kJ/mol

Berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dihitung diperoleh nilai GoT
308 K sebesar -11,2 kJ/mol. Nilai Go sebesar -11,2 kJ/mol menunjukkan bahwa
reaksi yang terjadi di dalam reaktor dapat berlangsung secara sepontan, karena
diinginkan nilai Go< 0. Dalam parameter perancangan pabrik kimia berupa
parameter termodinamika bahwa nilai Go< 0 dapat terpenuhi.
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

48

Reaksi 4 :
Hr 298 K = (Hf CH3OH(l) + Hf NaHCOO(l)) ((2 x Hf HCHO(l)) + Hf
NaOH(l))
Hr 298 K = ((-284,49) + (-319,22)) ((2 x 115,9) + (-426,6))
= -408,91 kJ/mol
Sedangkan untuk persamaan Cop dT adalah sebagai berikut.
Cop dT = A(T-T0) +

(T2-T02) +

(T3-T03) +

(T4-T04)

Dimana masing masing konstanta A, B, C dan D pada masing-masing komponen


adalah sebagai berikut :

Tabel 2.17. Nilai Konstanta Kapasitas Panas Proses Uehama Reaksi 4


Cop dT

Komponen

HCHO(l)

44,22

0,3986

-1,536x10-3

3,033x10-6

0,3105

-3

CH3OH(l)

40,15

NaOH(l)

87,64

NaHCOO(l)

-1,029x10
-4

-6

-6

1,46x10

-9

1083,74
803,52

-4,837x10

-4,542x10

1,186x10

871,08

1130

Sumber : Yaws dan http://webbook.nist.gov

T = 308 K ; To = 298 K ;

= 1,034

Cop dT = -1105,048 kJ/mol

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

49

Sehingga diperoleh nilai HfT pada T 308 K, sebesar -1513,958 kJ/mol. Karena
nilai HfT pada T 308 K negatif, maka reaksi bersifat eksotermis. Sedangkan
untuk energi bebas Gibbs dari reaktan dan produk dapat dilihat sebagai berikut :

Persamaan :
GoT 308 K= Ho 298 K -

(Ho 298 K - Go 298 K) + Cpo dT T Cpo

Go 298 K = (nGof) produk - (nGof) reaktan


G 298 K = (Gf CH3OH(l) + Gf NaHCOO(l)) ((2 x Gf HCHO(l)) + Gf
NaOH(l))
G 298 K = ((-233,16) + ((-598,67)) ((2 x -102,5) + (-379,5))
= -247,33 kJ/mol
Hr 298 K = -408,91 kJ/mol ;

= 1,034 ; Go298 K= -247,33 kJ/mol ;

Cop dT = -1105,048 kJ/mol

Berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dihitung diperoleh nilai GoT
308 K sebesar -242 kJ/mol. Nilai Go sebesar -242 kJ/mol menunjukkan bahwa
reaksi yang terjadi di dalam reaktor dapat berlangsung secara sepontan, karena
diinginkan nilai Go< 0. Dalam parameter perancangan pabrik kimia berupa
parameter termodinamika bahwa nilai Go< 0 dapat terpenuhi.
Reaksi 5 :

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

50

Hr 298 K = (Hf H2O(l) + Hf NaHCOO(l)) ((Hf HCOOH(l)) + Hf


NaOH(l))
Hr 298 K = ((-285,83) + (-319,22)) ((-378,6) + (-426,6))
= 200,15 kJ/mol

Sedangkan untuk persamaan Cop dT adalah sebagai berikut :


Cop dT = A(T-T0) +

(T2-T02) +

(T3-T03) +

(T4-T04)

Dimana masing masing konstanta A, B, C dan D pada masing-masing komponen


adalah sebagai berikut
Tabel 2.18. Nilai Konstanta Kapasitas Panas Proses Uehama Rekasi 5
Cop dT

Komponen

HCOOH(l)

-16,11

0,8723

-2,367x10-3

2,445x10-6

-4

-7

754,49

-9

H2O(l)

92,05

NaOH(l)

87,64

NaHCOO(l)

-2

-3,995x10

-4

-2,110x10

-6

5,347x10

1083,74

-4,837x10

-4,542x10

1,186x10

871,08

1130

Sumber : Yaws dan http://webbook.nist.gov

T = 308 K ; To = 298 K ;

= 1,034

Cop dT = 23,88 kJ/mol


Sehingga diperoleh nilai HfT pada T 308 K, sebesar 224,03 kJ/mol. Karena
nilai HfT pada T 308 K negatif, maka reaksi bersifat endotermis. Sedangkan
untuk energi bebas Gibbs dari reaktan dan produk dapat dilihat sebagai berikut :

Persamaan :

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

51

GoT 308 K= Ho 298 K -

(Ho 298 K - Go 298 K) + Cpo dT T Cpo

Go 298 K = (nGof) produk - (nGof) reaktan


G 298 K = (Gf H2O(l) + Gf NaHCOO(l)) ((Gf HCOOH(l)) + Gf
NaOH(l))
G 298 K = ((-237,13) + ((-598,67)) ((-351) + (-379,5))
= -105,30 kJ/mol
Hr 298 K = 200,15 kJ/mol ;

= 1,034 ; Go298 K= -105,30 kJ/mol ;

Cop dT = 23,88 kJ/mol


Berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dihitung diperoleh nilai GoT
308 K sebesar -116 kJ/mol. Nilai Go sebesar -116 kJ/mol menunjukkan bahwa
reaksi yang terjadi di dalam reaktor dapat berlangsung secara sepontan, karena
diinginkan nilai Go< 0. Dalam parameter perancangan pabrik kimia berupa
parameter termodinamika bahwa nilai Go< 0 dapat terpenuhi.
Secara keseluruhan perbandingan kedua proses di atas dapat dilihat pada tabel
2.19. berikut :
Tabel 2.19. Perbandingan Proses Pembuatan Pentaerythritol
No

Kondisi Proses

Rasio

molar

Satuan
asetaldehid

/ (mol:mol:mol)

Proses

Proses

Uehama

Lluis Eek

1 : 8 :1,2

1 : 5,4 : 1,12

35

R-1 = 25

Formaldehid/ NaOH
2

Suhu reaktor (R)

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

52

R-2 = 35
R-3 = 45
3

Waktu reaksi

Menit

120

R-1 = 25
R-2 = 25
R-3 = 45

Yield atas asetaldehid

(%mol)

88,3

80,3

Kemurnian Produk

(% berat)

95,4

86-98

Profit penjualan 1 kg produk

Rp. 45.724.172

Rp. 40.908.294

Berdasarkan perbandingan dari metode di atas maka dalam pembuatan


Pentaerythritol ini dipilih metode Uehama dengan alasan :
1. Yield tinggi sehingga akan didapatkan jumlah produk yang lebih
banyak.
2. Jumlah reaktor lebih sedikit, sehingga meminimalisasi penggunaan
control dan biaya.
3. Suhu reaksi tunggal, sehingga penggunaan heat exchanger lebih
sedikit dibandingkan dengan menggunakan proses Lluis Eek.
4. Keuntungan yang didapat dari penjualan 1 kg produk lebih besar.

C. Uraian Proses
1. Unit Pentaerythritol (Unit 100)

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

53

1.1. Proses Pembentukan Pentaerythritol


Pentaerythritol

diproduksi

dengan

mereaksikan

asetaldehid

dan

formaldehid dalam medium alkali NaOH dengan rasio mol 1: 8 :1,2


pada suhu 35C dan tekanan 1 atm selama 2 jam.
Larutan formaldehid 37 % berat dari tangki penampung (ST -101),
dialirkan ke Reaktor (RE-201). Setelah itu Larutan Asetaldehid 98 %
berat dari tangki penampung (ST-102), dialirkan ke reaktor (RE-201).
Larutan NaOH dari tangki penampung (TK-103) juga dialirkan ke
Reaktor (RE-201).
Di

dalam

reaktor

(RE-101)

terjadi

reaksi

pembentukan

pentaerythritol/MPE (monopentaerythritol) dan produk sampingnya,


yaitu dipentaerythritol (DPE), methanol, dan asetaldol. Reaksi yang
terjadi antara lain :
a. Reaksi Pembentukan MPE
5 HCHO + CH3CHO + NaOH

C(CH2OH)4 + NaHCOO

b. Reaksi Pembentukan DPE


4 HCHO + CH3CHO + NaOH

C10H22O7 + 2NaHCOO + H2O

c. Reaksi Pembentukan Asetaldol


2 CH3CHO

C4H8O2

d. Reaksi Pembentukan Metanol

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

54

2 HCHO + NaOH

CH3OH + NaHCOO

Adapun yield dari tiap-tiap reaksi terhadap mol asetaldehid awal yaitu :
Reaksi pembentukan MPE

= 88,30 %

Reaksi pembentukan DPE

= 4,16 %

Reaksi pembentukan Asetaldol = 7,54 %


Sedangkan metanol yieldnya terhadap NaOH yaitu : 22,95 %
Reaksi diatas menghasilkan panas (reaksi eksotermis), sehingga untuk
mempertahankan suhu di reaktor digunakan air pendingin. Reaktor yang
digunakan adalah reaktor tangki berpengaduk (STR / Stirred Tank
Reactor) dengan koil pendingin. Reaktor bekerja secara kontinu. Suhu
reaktor dijaga tetap 35C dan tekanan 1 atm dengan waktu tinggal 2 jam.
Larutan yang keluar memiliki pH 8,9.

1.2. Proses Pemisahan Formaldehid


Larutan dari reaktor (RE-201) tersebut kemudian masuk kedalam
separator atau vessel pemisah (SP-201) dengan kondisi umpan masuk
adalah 120 oC ; 1 atm yang sebelumnya melewati vaporizer (VP-201)
untuk menguapkan sebagian besar formaldehid dan sebagian kecil
produk yang keluar dari reaktor dengan menaikkan temperatur dari 35
O

C sampai pada 120 OC. Hasil atas tersebut kemudian di pompa melalui

pompa (PP-107) menuju reaktor (RE-201), yang sebelumnya melewati

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

55

kondensor (CD-201) untuk dikondensasikan, sedangkan untuk produk


bawah yang keluar dari separator (SP-201) kemudian dialirkan juga
melalui pompa (P-108) menuju crystallizer (CR-301). Aliran bahan
masuk kedalam separator atau vessel pemisah tersebut bertujuan untuk
memisahkan sisa formaldehid yang tidak bereaksi sehingga bisa
dipergunakan kembali.

1.3. Proses Kristalisasi


Umpan dari separator atau vessel pemisah (SP-201) dialirkan menuju
crystallizer (CR-301). Kondisi operasi pada crystallizer adalah
temperatur 40C dengan tekanan 1 atm. Hasil kristalisasi ini berupa
kristal pentaerythritol yang berada dalam campurannya. Hasil ini
dimasukkan kedalam unit Centrifuge (CF-301) untuk dipisahkan antara
kristal pentaerythritol dengan campurannya.

1.4. Proses Pemisahan Kristal


Kristal bersama cairan campurannya dipompa ke centrifuge (CF-301)
untuk dipisahkan antara kristal terhadap larutannya. Aliran yang keluar
dari Centrifuge (CF-101) berupa cake dan filtrat. Filtrat yang keluar
adalah larutan pentaerythritol, DPE, natrium formiat, dan air, sedangkan
pada cake yang keluar adalah pentaerythritol kristal beserta DPE yang
sedikit larut di dalam air. Kandungan filtrat dan cake yang keluar
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

56

kondisi operasinya adalah pada temperatur kamar 40C dan tekanan 1


atm.

1.5. Proses pengeringan dan Finishing


Dengan menggunakan Screw Conveyor (SC-302), kristal hasil yang
mempunyai kadar air 5 % dimasukkan kedalam Rotary Dryer (D-101).
Dryer yang dipakai adalah Direct Heat Counter Current Rotary Dryer.
Umpan dengan temperatur 40C keluar sebagai kristal kering yang
diinginkan ( kadar air 0,3%) pada temperatur 86C. Sebagai media
pengering digunakan udara yang dipanaskan terlebih dahulu di dalam
heater (HE-301) udara luar dengan temperatur 30C dan % relative
humidity = 65% dimasukkan ke dalam pemanas dengan menggunakan
Blower. Udara masuk Dryer (RD-301), bersuhu 93,33C dan keluar
dengan suhu 61,87C.
Kristal pentaerythritol yang telah kering ini kemudian diangkut dengan
Bucket Elevator (BE-301) ke Bin (BN-301), kemudian diangkut dengan
belt conveyor (BC-401) yang selanjutnya akan dilakukan pengemasan
dalam bentuk sack atau karung.
Yield untuk Pentaerythritol terhadap asetaldehid adalah 88,3 % mol
dengan kemurnian produk 95,5 % massa.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

57

BAB III
SPESIFIKASI BAHAN BAKU DAN PRODUK

A. Bahan Baku
1. Formaldehida

Rumus Kimia

CH2O

Berat molekul

30,03 kg/kmol

Bentuk fisik

cair

Warna

tidak berwarna

Densitas

0,815 gr/cm3

Titik didih

96 oC

Specific gravity

1,08

Komposisi

HCHO

37 %

CH3OH

10 %

H2O

53 %

2. Asetaldehida

Rumus Kimia

C2H4O

Berat molekul

44,05 kg/kmol

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

58

Bentuk fisik

cair

Warna

tidak berwarna

Titik didih

28 C

Densitas

0,788 gr/cm3

Specific heat (Cp)

0,337 cal/mol.K

Komposisi

CH3CHO

98 %

H2O

2%

3. Natriun Hidroksida

Rumus Kimia

NaOH

Berat molekul

40

Titik didih

1390 oC

Densitas

2,1 gr/cm3

Hr (aq)

-2,07e+005 kJ/kmol

Spesific gravity

2,130

Komposisi

NaOH

49 %

H2O

51 %

B. Spesifikasi Produk
1. Pentaerythritol

Rumus Molekul

C(CH2OH)4

Berat molekul

136,15

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

59

Bentuk fisik

kristal

Warna

putih

Komposisi

C(CH2OH)4

95,5 %

C10H22O7

4,2 %

H2O

0,3 %

Titik lebur

261 262 C

Titik didih

276 oC

Melting point

261 oC

Temperatur kritis

506,.85 oC

Tekanan kritis

47,8 bar

Panas pembentukan

226,6 kcal/mol

Panas penguapan

22 kcal/mol

Densitas

1,396 gr/cm3

Kelarutan

3,5 gr/100 gr air (suhu 25 oC)


11,4 gr/100 gr air (suhu 100 oC)

2. Natrium Formiat

Rumus Molekul

NaCHOO

Berat Molekul

68,02 kg/kmol

Bentuk fisik

Kristal, granula

Warna

Putih

Densitas

1,919 gr/mol

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

60

Spesifik grafity

1,2

Titik didih

Decomposes

Kelarutan

0,97 gr/100 gr air (suhu 100 oC)

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

BAB IV
NERACA MASSA DAN NERACA PANAS

Kapasitas Produksi

= 50.000 ton/tahun

Operasi

= 330 hari/tahun

Basis Perhitungan

= 1 jam operasi

Kapasitas produksi

50.000 ton 1000 kg


1 ton
1 hari
x
x
x
1 tahun
1 ton
330 hari 24 jam

= 6.313,131 kg/jam

A. Neraca Massa

{Massa masuk} {Massa keluar} + {Massa tergenerasi} {Massa terkonsumsi}


= {Akumulasi massa}

(Himmelblau, 1996 : 144)

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

63

Tabel 4.1. Neraca Massa Reactor (RE-101)

Komponen

Massa Masuk (kg/jam)

FG
(kg/jam)

FK
(kg/jam)

Massa
Keluar
F4

0,000

6.399,899

5.649,35

HCHO

F1
12.049,24

F2
0,000

F3
0,000

CH3CHO

0,000

2.209,03

0,000

0,000

2.209.028

0,000

CH3OH

3.473,66

0,000

0,000

3.916,121

0,000

3.916,12

H2O

10.355,84

18,44

1.128,69

18,79

0,000

11.521,76

NaOH

0,000

0,000

2.409,85

0,000

2.409,840

0,01

C(CH2OH)4

0,000

0,000

0,000

6.029,04

0,000

6.029,04

C10H22O7

0,000

0,000

0,000

265,152

0,000

265,15

C4H8O2

0,000

0,000

0,000

166,593

0,000

166,59

NaHCOO

0,000

0,000

0,000

4.096,728

0,000

4.096,73

Total

25.878,74 2.227,47 3.538,54

14.492,423 11.018,768

31.644,75

31.644,75

Tabel 4.2. Neraca Massa Vaporizerr (VP-201)


Komponen
H2O
HCHO
C(CH2OH)4
NaHCOO
C10H22O7
NaOH
C4H8O2
CH3OH
Total

Massa Masuk
Massa Keluar
F5 (kg/jam)
Vapor (kg/jam) Liquid (kg/jam)
11.521,76
11.444,831
76,934
5.649,346
5.647,844
1,502
6.029,04
0,000
6.029,04
4.096,73
2.081,318
2.015,41
265,152
0,000
265,152
0,01
0,000
0,01
166,59
70,149
96,444
3.916,12
3.907,956
8,164
23.152,098
8.492,654
31.644,75
31.644,75

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

64

Tabel 4.3. Neraca Massa Separator (SP-201)


Massa Masuk
Komponen

Massa Keluar

Vapor

Liquid

Vapor

Liquid

(kg/jam)

(kg/jam)

(kg/jam)

(kg/jam

H2O

11.444,831

76,934

11.444,831

76,934

HCHO

5.647,844

1,502

5.647,844

1,502

C(CH2OH)4

0,000

6.029,04

0,000

6.029,04

NaHCOO

2.081,318

2.015,41

2.081,318

2.015,41

C10H22O7

0,000

265,152

0,000

265,152

NaOH

5,353 x 10-13

0,01

5,353 x 10-13

0,01

C4H8O2

70,149

96,444

70,149

96,444

CH3OH

3.907,956

8,164

3.907,956

8,164

23.152,098

8.492,654

23.152,098

8.492,654

Total
31.644,75

31.644,75

Tabel 4.4. Neraca Massa Crystallizer (CR-301)


Komponen
H2O
HCHO
C(CH2OH)4
NaHCOO
C10H22O7
NaOH
C4H8O2
CH3OH
Total

Massa Masuk
Massa Keluar
F6 (kg/jam)
Kristal (kg/jam) Liquid (kg/jam)
76,934
0,000
76,934
1,502
0,000
1,502
6.029,04
6.010,953
18,087
2.015,41
0,000
2.015,41
265,152
264,356
0,795
0,01
0,000
0,01
96,59
0,000
96,444
3.916,12
0,000
8,164
6.275,309
2.217,336
8.492,646
8.492,646

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

65

Tabel 4.5. Neraca Massa Centrifuge (CF-301)


Massa Masuk
Komponen

Massa Keluar

Kristal

Liquid

(kg/jam)

(kg/jam)

H2O

0,000

HCHO

F8 (kg/jam)

F9 (kg/jam)

76,934

74,706

2,228

0,000

1,502

0,000

1,502

C(CH2OH)4

6.010,953

18,087

6.010,953

18,087

NaHCOO

0,000

2.015,41

0,000

2.015,41

C10H22O7

264,356

0,795

264,356

0,795

NaOH

0,000

0,01

0,000

0,01

C4H8O2

0,000

96,444

0,000

96,444

CH3OH

0,000

8,164

0,000

8,164

6.275,309

2.217,336

6.350,645

2.142,63

Total
8.492,646

8.492,646

Tabel 4.6. Neraca Massa Rotary Dryer (RD-301)


Massa Masuk
Komponen
H2O
C(CH2OH)4
C10H22O7
Udara Kering
Total

F8 (kg/jam)

F10 (kg/jam)

74,706
6.010,953
264,356
0,000
6.350,645
6.357,532

0,126
0,000
0,000
7,392
7,518

Massa Keluar
F11 (kg/jam)

F12 (kg/jam)

37,822
6.010,953
264,356
0,000
6.313,131
6.357,532

37,01
0,000
0,000
7,392
44,401

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

66

B. Neraca Energi
Tabel 4.7. Neraca Energi Preheater (HE-101)
Komponen

Energi Masuk (kJ/jam)


Q1 (in)

Qs (in)

Energi Keluar (kJ/jam)


Q4 (out)

Qs (out)

HCHO

295.174,263

0,000

593.190,14

0,000

CH3OH

43.511,595

0,000

87.265,144

0,000

H2O

217.179,634

0,000

434.065,048

0,000

Steam

0,000

731.359,1

0,000

172.707,12

1.114.514,89

172.707,12

Total

555.862,945

731.359,1

1.287.222,013

1.287.222,013

Tabel 4.8. Neraca Energi Preheater (HE-102)


Komponen

Energi Masuk (kJ/jam)


Q3 (in)

Qs (in)

Energi Keluar (kJ/jam)


Q4 (out)

Qs (out)

CH3CHO

25.890,695

0,000

52.014,667

0,000

H2O

386,771

0,000

773,017

0,000

Steam

0,000

34.705,846

0,000

8.195,628

52.787,684

8.195,628

Total

26.277,466

34.705,846

60.983,312

60.983,312

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

67

Tabel 4.9. Neraca Energi Preheater (HE-103)


Komponen

Energi Masuk (kJ/jam)


Q3 (in)

Energi Keluar (kJ/jam)

Qs (in)

Q4 (out)

Qs (out)

NaOH

26.242,124

0,000

52.479,864

0,000

H2O

23.670,657

0,000

47.309,246

0,000

Steam

0,000

65.294,77

0,000

15.419,064

99.787,907

15.419,064

Total

49.912,198

65.294,77

115.208,366

115.208,366

Tabel 4.10. Neraca Energi Reactor (RE-201)


Energi Masuk

Energi Tergenerasi

Energi Keluar

(kJ/Jam)

(kJ/Jam)

(kJ/jam)

Q2

305.484,6

0,000

0,000

Q4

52.787,61

0,000

0,000

Q6

99.789,13

0,000

0,000

Qrecycle

764.849,5

0,000

0,000

Q7

0,000

0,000

QGenerasi

0,000

53.720,986

Qpendingin

306.920,271

0,000

1.529.831,11

53.720,986

Aliran

Total

1.583.552,0197

1.031.397,96
0,000
552.154,06

1.583.552,0197

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

68

Tabel 4.11. Neraca Energi Vaporizer (VP-201)


Energi Masuk

Energi Terkonsumsi

Energi Keluar

(kJ/Jam)

(kJ/Jam)

(kJ/jam)

1.031.391,919

0,000

0,000

Q8 liquid

0,000

0,000

1.345.058,349

Q8 vapor

0,000

0,000

3.429.737,447

Qsteam

4.901.739,84

0,000

0,000

0,000

812,379

0,000

1.529.831,11

53.720,986

Aliran
Q7

Qpenguapan
Total

1.583.552,0197

1.583.552,0197

Tabel 4.12. Neraca Energi Separator (SP-201)


Aliran Panas
Q8 liquid
Q8 gas
Q9
Q10
Total

Energi
Masuk
(kJ/Jam)
1.345.058,349
3.429.737,447
0,000
0,000
4.774.795,80

Energi
Tergenerasi
(kJ/Jam)
0,000
0,000
0,000
0,000

Energi
Terkonsumsi
(kJ/Jam)
0,000
0,000
0,000
0,000

Energi
Keluar
(kJ/Jam)
0,000
0,000
1.345.058,349
3.429.737,447
4.774.795,80

Tabel 4.13. Neraca Energi Condensor (CD-201)


Aliran Panas
Q10
Q

Q pendingin
Total

Input
kJ/jam

Generation
kJ/jam

Consumption
kJ/jam

Output
kJ/jam

3.429.737,45
848.041,89
4.277.779,34

891.881,28
3.385.898,06
4.277.779,34

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

69

Tabel 4.14. Neraca Energi Crystallizer (CR-301)


Aliran
Panas
Q9

Masuk

Keluar

(kj/jam)

(kj/jam)

4.324.846,243

Q13
Qpendingin
QKristalisasi
Total

204.406,303
1.377.509,835

5.499.855,525

1.905,8
5.704.261,828

5.704.261,828

Tabel 4.15. Neraca Energi Centrifuge (CF-301)


Komponen

Input (kJ/jam)
Q13

H2O (l)

Output (kJ/jam)
Q15

Q14

4.833,928

1.186,464

3.647,465

HCHO (l)

111,299

0,000

111,299

C(CH2OH)4 (l)

431,539

0,000

431,539

NaHCOO (l)

50.236,410

0,000

50.236,410

C10H22O7 (l)

10.821,060

0,000

10.821,060

0,293

0,000

0,293

Asetaldol (l)

2.831,779

0,000

2.831,779

CH3OH (l)

671,374

0,000

671,374

128.142,810

128.142,810

0,000

6.325,810

6.325,810

0,000

135.655,084

68.751,219

NaOH (l)

C(CH2OH)4 (s)
C10H22O7 (s)
Total

204.406,303

204.406,303

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

70

Tabel 4.16. Neraca Energi Air Preheater (HE-301)


Komponen

Input (kJ/Jam)

Output (kJ/Jam)

QA

Qs in

QA1

Qs out

Udara

65.426,013

0,000

80.037,862

0,000

Steam

0,000

19.129,098

0,000

4.517,249

65.426,013

19.129,098

80.037,862

4.517,249

Total

84.555,111

84.555,111

Tabel 4.17. Neraca Energi Rotary Dryer (RD-301)


Input (kJ/jam)

Output (kJ/jam)

H solid, HS1

786.675,325

H solid, HS2

1.360.321,578

H udara, HG2

3.184.808,14

H udara, HG1

2.292.681,074

Q Losses
Total

3.971.483,465

Total

318.480,814
3.971.483,465

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

BAB V
SPESIFIKASI PERALATAN

A. Peralatan Proses

Tabel. 5.1 Spesifikasi Storage Tank (ST-101)


Alat

Tangki penyimpan formaldehyde

Kode

ST-101

Fungsi

Menyimpan formaldehyde

Bentuk

Silinder tegak (vertical) dengan dasar datar (flat bottom)


dan atap (head) berbentuk torispherical

Kapasitas

1.253,109

m3

Dimensi

Diameter shell (D)

45

ft

Tinggi shell (Hs)

30

ft

Tebal shell (ts)

0,25

in

Tinggi atap

7,877

ft

Tebal head

1,125

in

Tinggi total(Ht)

37,876

ft

Tekanan Desain

27,123

Psi

Bahan

Carbon Steel SA-283 grade C

Jumlah

Empat

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

72

Tabel. 5.2 Spesifikasi Storage Tank (ST-102)


Alat

Tangki penyimpan acetaldehyde

Kode

ST-102

Fungsi

Menyimpan acetaldehyde

Bentuk

Silinder tegak (vertical) dengan dasar datar (flat bottom)


dan atap (head) berbentuk torispherical

Kapasitas

1.082,472

m3

Dimensi

Diameter shell (D)

40

ft

Tinggi shell (Hs)

30

ft

Tebal shell (ts)

0,5

in

Tinggi atap

5,696

ft

Tebal head

0,75

in

Tinggi total(Ht)

35,696

ft

Tekanan Desain

67,868

Psi

Bahan

Carbon Steel SA-283 grade C

Jumlah

Dua

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

73

Tabel. 5.3 Spesifikasi Storage Tank (ST-103)


Alat

Tangki penyimpan sodium hidroksida

Kode

ST-103

Fungsi

Menyimpan sodium hidroksida

Bentuk

Silinder tegak (vertical) dengan dasar datar (flat bottom)


dan atap (head) berbentuk torispherical

Kapasitas

401,833

m3

Dimensi

Diameter shell (D)

30

ft

Tinggi shell (Hs)

24

ft

Tebal shell (ts)

0,3125

in

Tinggi atap

4,361

ft

Tebal head

0,75

in

Tinggi total(Ht)

28,361

ft

Tekanan Desain

29,064

Psi

Bahan

Carbon Steel SA-283 grade C

Jumlah

Satu

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

74

Tabel. 5.4 Spesifikasi Heater (HE-101)


Nama alat

Heater

Kode alat

HE-101

Fungsi

Memanaskan Formaldehid (HCHO) dari temperature


30 oC menjadi 35 oC sebelum masuk ke Reaktor (RE201)

Type

Double Pipe Heat Exchanger

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283

Surface area

0,435

Dimensi

Inner Pipe

ft2

IPS

1,25 in

Sch. No.

40

ID

1,38 in

OD

1,66 in

a"

0,435 ft2/ft

Annulus
IPS

2 in

Sch. No.

40

ID

2,067 in

OD

2,38 in

a"

0,622 ft2/ft

Inner Pipe

26,387 psi

Annulus

0,147 psi

Fouling Factors

0,016

ft2.hr.oF/btu

Jumlah Hairpin

1 in series

Pressure Drop

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

75

Tabel. 5.5. Spesifikasi Heater (HE-102)


Nama alat

Heater

Kode alat

HE-102

Fungsi

Memanaskan

Asetaldehid

(CH3CHO)

dari

temperature 30 oC menjadi 35 oC sebelum masuk


ke Reaktor (RE-201)
Type

Double Pipe Heat Exchanger

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283

Surface area

0,435

Dimensi

Inner Pipe

ft2

IPS

1,25 in

Sch. No.

40

ID

1,38 in

OD

1,66 in

a"

0,435 ft2/ft

Annulus
IPS

2 in

Sch. No.

40

ID

2,067 in

OD

2,38 in

a"

0,622 ft2/ft

Inner Pipe

0,0198 psi

Annulus

0,00004 psi

Fouling Factors

0,0183

ft2.hr.oF/btu

Jumlah Hairpin

1 in series

Pressure Drop

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

76

Tabel 5.6. Spesifikasi Heater ( HE-103)


Nama alat
Kode alat
Fungsi

Type
Bahan Konstruksi
Surface area
Dimensi

Pressure Drop
Fouling Factors
Jumlah Hairpin

Heater
HE-103
Memanaskan Sodium Hidroksida (NaOH) dari
temperature 30 oC menjadi 35 oC sebelum masuk ke
Reaktor (RE-201)
Double Pipe Heat Exchanger
Carbon Steel SA-283
0,435
ft2
Inner Pipe
IPS
1,25 in
Sch. No.
40
ID
1,38 in
OD
1,66 in
a"
0,435 ft2/ft
Annulus
IPS
2 in
Sch. No.
40
ID
2,067 in
OD
2,38 in
a"
0,622 ft2/ft
Inner Pipe 0,0454 psi
Annulus
0,0002 psi
0,0323
ft2.hr.oF/btu
1 in series

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

77

Tabel 5.7. Spesifikasi Reactor ( RE-201)


Alat

Reaktor

Kode

RE-201

Fungsi

Mereaksikan CH2O, C2H4O dan NaOH menjadi


pentaerythritol dan hasil sampingnya

Jenis

Reaktor

alir

tangki

berpengaduk

dilengkapi

dengan koil pendingin


Bahan

stainless steel SA 167 Grade 3 type 304

Suhu

35 C

Tekanan desain

22,404 psi

Kapasitas vol.

95,873 m3

reaktor
Jenis pengaduk

Marine Propeller 3 Blade

Jumlah pengaduk

1 buah

Jumlah baffle

4 buah

Daya pengadukan

30 hp

Putaran pengadukan

0,933 rps

Dimensi

Reaktor :
Diameter reaktor (D)

: 16,166 ft

Tinggi reaktor (H)

: 22,057 ft

Tebal reaktor (ts)

: 0.0365 ft

Tebal head (th = tb)

: 0.0409 ft

Pengaduk :
Diameter impeler

: 5,389 ft

Tinggi impeler

: 3,7 ft

Lebar baffle

: 0,916 ft

Panjang baffle

: 2,847 ft

Pendingin :

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

78

ODc

: 0,375 ft

IDc

: 0,336 ft

Dc

: 12,125 ft

Tinggi coil

: 12 ft

Tipe

: helical coil

Panjang

: 6.853,057 ft

Jumlah set

:1

Jumlah putaran

: 15

Volume coil

: 41,146 ft3

P coil

: 0,652 psi

Tabel 5.8. Spesifikasi Vaporizer ( VP-201)


Fungsi
Jenis

Dimensi

Luas Perpindahan
Perpindahan
Panas
Pressure drop

Untuk menguapkan sebagian produk dari reaktor dengan medium


pemanasnya adalah steam temperatur 154oC
Shell and Tube Vaporizer
Shell
Diameter dalam (ID)
=
Baffle space (B)
=
Tube
Diameter luar (OD)
=
Diameter dalam (ID)
=
Susunan tube
=
Pitch (pt)
=
Panjang tube (L)
=
Jumlah tube
=
Passes
=

19,25 in
14,4375 in
1,5 in
1,33 in
triangular pitch
1,875
16 ft
61
1

976 ft2

P Shell
P tube

=
=

0,0101
0,1315

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

79

Tabel 5.9. Spesifikasi Separator (SP-201)


Fungsi

memisahkan uap dan liquid yang berasal dari


vaporizer.

Jenis

Vertical Separator

Kondisi Operasi

120

P
Dimensi Shell

1 atm

Diameter

2,725 ft

32,703 inch

Tinggi

8,586 ft

103,037 inch

Ketebalan

0,188 inch

Tutup atas

Bentuk elliptical dished head

Bottom and head

Tinggi

9,645 inch

Tebal

0,188 inch

Bahan konstruksi

Stainless Steal AISI 316


1 buah

Jumlah

Tabel 5.10. Spesifikasi Crystallizer (CR-301)


Fungsi

Mengkristalkan Pentaerythritol dengan


menurunkan suhu sehingga kelarutannya
berkurang

Kode Alat

CR-301

Tipe Alat

Agitated batch crystallizer RATB

Kondisi Operasi

Temperatur

= 40 oC

Tekanan desain = 1 atm


Refrigerant
Dimensi

Tinggi

= Air pendingin
= 38 ft

Diameter shell = 38 ft

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

80

Tebal shell

= 3/16 in

Tebal head

= 3/16 in

Tebal conis

= 3/16 in

Diameter Konis Terpancung = 1,5 ft


Tinggi Konis = 1,25 ft
Tipe Pengaduk : six flat blades turbine
Jumlah pengaduk : 1 buah
Putaran pengaduk : 157 rpm
Daya pengaduk

: 0,0191 Hp

Koil pendingin
NPS = 4 in
Panjang koil = 38,896 ft
Lilitan koil = 5 lilitan
Tinggi koil = 2,7025 ft
Bahan Konstruksi
Waktu pendinginan

SA-353 9 Ni
48 Menit

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

81

Tabel 5.11. Spesifikasi Centrifuge (CF-301)


Fungsi

Memisahkan padatan hasil kristalisasi


Crystallizer (CR-301) dari cairan yang masih
terikut.

Kode Alat

CF-301

Tipe Alat

Helical Conveyor Centrifuge (Scroll Discharge)

Laju Alir

8.492,664Kg/Jam

Desain

Diameter bowl= 0,55 m


Kecepatan putar bowl

= 13.200 rpm

Panjang bowl= 0,1225 m


Power centrifuge

= 2 hp

Tabel 5.12. Spesifikasi Rotary Dryer (RD-301)


Fungsi

Menguapkan air yang ada didalam kristal


pentaerythritol hingga mencapai kadar air
yang paling rendah , dan diasumsikan Nol

Kode Alat

RD-301

Tipe Alat

Rotary Dryer

Bahan kontruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Dimensi

Diameter

= 70.75332 ft

Panjang

= 358.2598 ft

Putaran

= 0.35334 rpm

Waktu tinggal

= 143.3039 menit

Jumlah radial flight = 7 buah


Tinggi flight

= 7.075332 ft

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

82

Daya Rotary
Kondisi Operasi

= 3356.545 HP

T. Udara masuk = 93,33oC


T. Udara keluar = 53,22oC
T. Produk masuk = 40oC
T. Produk keluar = 40oC
T. Bola basah

= 29,5oC

Tabel 5.13. Spesifikasi Heater ( HE-301)


Nama alat

Heater

Kode alat

HE-301

Fungsi

Memanaskan hot air yang akan digunakkan pada rotary dryer RD-301

Type

Shell and tube

Aliran

Counter-current

Surface area

516,7557

ft2

Diameter shell

21

In

Diameter tube

1,15

In

Jumlah tube

96

Tube

Panjang tube

12

Ft

Rd

0,0014

Btu/(hr)(ft2)(oF)

Bahan Kontruksi

AISI 316

1-1

Tabel 5.14. Spesifikasi Screw Conveyor (SC-201)


Alat

Screw conveyor

Kode

SC-201

Fungsi

Mengalirkan pentaeryhtritol menuju RD-301

Type

Helicoid screw conveyor with plain spout of


chutes feeder

Diameter

12 in

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

83

Power

10 hp

Elevasi

8 ft

Kecepatan maksimum 50 rpm


Bahan konstruksi

Carbon Steel SA-212 Grade B

Jumlah

1 buah

Tabel 5.15. Spesifikasi Blower (BL-301)


Alat

Blower

Kode

BL301

Fungsi

Mengalirkan udara panas masuk kedalam


Rotary Dryer

Tipe

Centrifugal Backward Curved Blower

Laju Alir

389,201 m3/min

Power

15 hp
1

Jumlah

Buah

Tabel 5.16. Spesifikasi Fan (F-301)


Alat

Fan

Kode Alat

F-301

Fungsi Alat Untuk mengalirkan udara dan uap air dari Rotary Dryer
(RD-301)
Tipe

Centrifugal Multiblade Forward Curved Fan

Power

7,5 hp

Jumlah

1 buah

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

84

Tabel 5.17. Spesifikasi Bin ( BN-301)


Alat

Tangki Penyimpanan Pentaerythritol Sementara

Kode

TP 401

Fungsi

Menyimpan Pentaerythritol padat pada suhu 30 oC dan


tekanan atmosferis selama satu shif (24 jam)

Bentuk

Silinder tegak (vertikal) dengan dasar konis terpancung


dan atap (head) berbentuk torispherical and dishead head

Kapasitas

151.060,61 kg , 2.270,252 ft3

Dimensi

Diameter shell (D)

= 9,733 ft

Tinggi shell (Hs)

= 32,261 ft

Tebal shell (ts)

= 5/16 in

Tebal conical

= 5/8 in

Tekanan Desain

46,672 psi

Tebal head

1/2 in

Bahan konstruksi

Carbon Steel SA 283 Grade C

Jumlah

Buah

Tabel 5.18. Spesifikasi Screw Conveyor (SC-301)


Screw conveyor
SC-301
Mengalirkan pentaeryhtritol menuju BE-301
Helicoid screw conveyor with plain spout of
chutes feeder
12 in
Diameter
10 hp
Power
8 ft
Elevasi
Kecepatan maksimum 50 rpm
Carbon Steel SA-212 Grade B
Bahan konstruksi
1 buah
Jumlah
Alat
Kode
Fungsi
Type

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

85

Tabel 5.19. Spesifikasi Bucket Elevator ( BE-301)


Fungsi

Mengangkut Kristal Pentaerythritol menuju Bin


Sementara

Kode Alat

BE-102

Tipe

Spaced Bucket Centrifugal- Discharge Elevator

Kapasitas

7,553 ton/jam

Power motor

Hp

Tabel 5.20. Spesifikasi Belt Conveyor ( BC-401)


Alat

Belt conveyor

Kode

BC-401

Fungsi

Mengalirkan pentaerythritol dari Bin ke Gudang dimana


produk ini akan terintegrasi dengan packing

Type

Belt

Belt Width

24 in

Power

3,5 hp

Bahan konstruksi

Stainless Steel

Jumlah

1 buah

Tabel 5.21. Spesifikasi Gudang Penyimpanan (GD-401)


Kode alat

GD 401

Fungsi

Menyimpan produk pentaeryhtritol selama 14 hari


operasi

Bentuk

Bangunan tertutup

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

86

Kondisi operasi

Dimensi

Tekanan P

= 1 atm

Temperatur T

= 30oC

Panjang P

= 52,287 m

Lebar L

= 26,144 m

Tinggi T

=5m

Tabel 5.22. Spesifikasi Pompa Proses ( PP-101)


Alat

Pompa

Fungsi

Mengalirkan larutan HCHO dari storage tank


(ST-101) ke Reaktor (RE-201)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

144,406 gpm

Efisiensi Pompa

68 %

Dimensi

NPS

= 2,5 in

Sch

= 40 in

Power motor

1 hp

NPSHA

8,121 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.23. Spesifikasi Pompa Proses ( PP-102)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa larutan CH3CHO dari storage tank


(ST-102) ke reaktor (RE-201)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

13,986 gpm

Efisiensi Pompa

42 %

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

87

Dimensi

NPS

= 0,75 in

Sch

= 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

9,201 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.24. Spesifikasi Pompa Proses ( PP-103)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa larutan NaOH dari storage tank (ST103) ke reaktor (RE-201)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

12,935 gpm

Efisiensi Pompa

42 %

Dimensi

NPS

= 0,75 in

Sch

= 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

6,154 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.25. Spesifikasi Pompa Proses ( PP-201)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa produk keluaran Reaktor (RE-201)


ke Vaporizer (VP-201)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

163,866 gpm

Efisiensi Pompa

65 %

Dimensi

NPS

= 3 in

Sch

= 40 in

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

88

Power motor

1 hp

NPSHA

4,385 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.26. Spesifikasi Pompa Proses ( PP-202)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa produk keluaran Separator (SP-201)


ke Crystallizer (CR-301)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

54,866 gpm

Efisiensi Pompa

62 %

Dimensi

NPS

= 1.5 in

Sch

= 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

5,733 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.27. Spesifikasi Pompa Proses ( PP-203)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa produk keluaran Condenser (CD201) ke Reaktor (RE-201)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

146,395 gpm

Efisiensi Pompa

65 %

Dimensi

NPS

= 2.5 in

Sch

= 40 in

Power motor

1,5 hp

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

89

NPSHA

3,682 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.28. Spesifikasi Pompa Proses ( PP-301)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa produk keluaran Crystallizer (CR301) ke Centrifuge (CF-301)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

77,201 gpm

Efisiensi Pompa

64 %

Dimensi

NPS

= 2 in

Sch

= 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

4,795 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

B. Peralatan Utilitas
Tabel 5.29. Spesifikasi Bak Sedimentasi (BS-501)
Alat

Bak Sedimentasi

Kode

BS 501

Fungsi

Mengendapkan lumpur dan kotoran air sungai sebanyak

Bentuk

261,342 m3/jam dengan waktu tinggal 3 jam


Bak rectangular

Dimensi

Panjang

= 23,033 m

Lebar

= 7,678 m

Kedalaman

= 4,877 m

Jumlah

1 buah

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

90

Tabel 5.30. Spesifikasi Tangki Alum (ST-501)


Alat

Storage Tank

Kode

ST-501

Fungsi
Bentuk

Menyimpan larutan alum 73% v/v selama 1 hari


untuk diinjeksikan ke dalam BP-401.
Silinder tegak (vertikal) dengan flat bottom
dan head berbentuk conical.

Kapasitas

41,433 m3

Dimensi Shell

Diameter : 6,096 m

Dimensi Head

Tinggi

: 2,438 m)

Tebal

: 3/8 in

Tinggi

: 4,712 m)

Tebal

: 3/8 in

Tinggi Tangki

7,15 m

Tebal Lantai

3/8 in

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA 283

Jumlah

1 Buah

Tabel 5.31. Spesifikasi Tangki Klorin (ST-502)


Alat

Storage Tank

Kode

ST-502

Fungsi
Bentuk

Menyimpan larutan klorin 45% v/v selama 1 hari


untuk diinjeksikan ke dalam BP-501.
Silinder tegak (vertikal) dengan flat bottom
dan head berbentuk conical.

Kapasitas

52,059 m3

Dimensi Shell

Diameter : 6,096 m
Tinggi

: 2,743 m

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

91

Dimensi Head

Tebal

: 3/8 in

Tinggi

: 1,436 m

Tebal

: 3/8 in

Tinggi Tangki

4,179 m

Tebal Lantai

3/8 in

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA 283

Jumlah

1 Buah

Tabel 5.32. Spesifikasi Tangki Soda Kaustik (ST-503)


Alat

Storage Tank

Kode

ST-503

Fungsi

Menyimpan larutan klorin 36% v/v selama 7 hari


untuk diinjeksikan ke dalam bak penggumpalan
dan anion exchanger.

Bentuk

Silinder tegak (vertikal) dengan flat bottom


dan head berbentuk conical.

Kapasitas

13,153 m3

Dimensi Shell

Diameter : 4,572 m

Dimensi Head

Tinggi

: 1,829 m

Tebal

: 1/4 in

Tinggi

: 1,073 m

Tebal

: 1/4 in

Tinggi Tangki

2,901 m

Tebal Lantai

1/4 in

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA 283

Jumlah

1 Buah

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

92

Tabel 5.33. Spesifikasi Klarifier (CL-501)


Alat

Klarifier

Kode

CL-501

Fungsi

Mengendapkan gumpalan-gumpalan kotoran

Bentuk

Bak berbentuk bottom kerucut terpancung

Kapasitas

862,382 m3

Dimensi Klarifier

Diameter : 23 ft (7,01 m)

Dimensi Rake

Tinggi

: 12 ft (3,658 m)

Tipe

: Beam rabble arms

Diameter

: 19,55 ft (5,959 m)

Power

0,5 hp

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA 283

Jumlah

1 Buah

Tabel 5.34. Spesifikasi Sand Filter (SF-501)


Alat
Kode
Fungsi
Bentuk
Kapasitas
Dimensi

Tekanan Desain
Waktu backwash
Bahan konstruksi
Jumlah

Sand Filter
SF 501
Menyaring kotoran-kotoran yang terbawa air
Silinder tegak (vertikal) dengan head berbentuk
torisperical den media penyaring pasir dan kerikil.
287,445 m3
Diameter
= 2,1805 m
Tinggi
= 5,9118 m
Tebal shell (ts)
= 0,25 in
Tebal head
= 0,3125 in
21,7251 psi
22,899 menit
Carbon Steel SA-283 Grade C
2 Buah (1 cadangan)

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

93

Tabel 5.35. Spesifikasi Tangki Air Filter (FWT-501)


Alat

Tangki Air Filter

Kode Alat

FWT-501

Fungsi Alat

Menampung air keluaran sand filter sebanyak


261,275 m3/jam.

Kapasitas

313,530 m3

Bentuk

Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat


bottom) dan atap (head) berbentuk conical

Dimensi

Diameter shell (D)

= 10,668 m

Tinggi shell (Hs)

= 5,486 m

Tebal shell (ts)

= 5/8 in

Tinggi head

= 0,187 m

Tebal head

= 5/8 in

Tebal lantai

5/8 in, bentuk plate

Bahan konstruksi

Carbon Steel SA-283

Jumlah

1 Buah

Tabel 5.36. Spesifikasi Tangki Penyimpanan Air Domestik (DOWT-501)


Alat

Tangki Penyimpanan Air Domestik

Kode

DOWT 504

Fungsi

Tempat penyimpanan bahan baku air untuk keperluan


umum dan sanitasi pada suhu 30oC dan pada tekanan
atmosferik selama 24 jam

Bentuk

Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat


bottom) dan atap (head) berbentuk conical

Kapasitas

49,98 m3

Dimensi

Diameter shell (D)

= 4,572 m

Tinggi shell (Hs)

= 3,66 m

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

94

Tebal shell (ts)

= 0,3125 in

Tinggi head

= 0,26 m

Tutup atas

Bentuk conical

Tekanan Desain

19,49 psi

Tebal head

0,3125 in

Bahan konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Jumlah

1 Buah

Tabel 5.37. Spesifikasi Hot Basin (HB-501)


Alat

Hot Basin

Kode

HB 501

Fungsi

Menampung air proses yang akan didinginkan di cooling


tower.

Bentuk

Bak rectangular

Kapasitas

308,636 m3

Dimensi

Panjang

= 14,524 m

Lebar

= 3,631 m

Kedalaman

= 4,877 m

Jumlah

1 Buah

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

95

Tabel 5.38. Spesifikasi Tangki Asam Sulfat (ST-504)


Alat

Tangki Asam Sulfat

Kode

ST-504

Fungsi

Tempat penyimpanan inhibitor konsetrasi 4% v/v


selama 7 hari sebagai regenerasi resin penukar
kation dan injeksi ke cooling tower.

Kapasitas
Bentuk

11,12 m3
Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk kerucut (conical)

Dimensi

Diameter shell (D)

3,048 m

Tinggi shell (Hs)

1,524 m

Tebal shell (ts)

0,25 in

Tinggi head (th)

0,142 m

Tebal head

0,25 in

Tekanan Desain

16,801 psi

Bahan Konstruksi

Carbon steel S283 Grade C

Jumlah

Buah

Tabel 5.39. Spesifikasi Tangki Inhibitor (ST-505)


Alat

Tangki Inhibitor

Kode

ST-505

Fungsi

Tempat penyimpanan inhibitor konsetrasi selama


30 hari untuk diinjeksikan ke cooling tower.

Kapasitas
Bentuk
Dimensi

11,12 m3
Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat
bottom) dan atap (head) berbentuk kerucut (conical)
Diameter shell (D)

3,048 m

Tinggi shell (Hs)

1,524 m

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

96

Tebal shell (ts)

0,25 in

Tebal head

0,25 in

Tekanan Desain

17,3 psi

Bahan Konstruksi

Carbon steel S283 Grade C

Jumlah

Buah

Tabel 5.40. Spesifikasi Tangki Dispersant (ST-506)


Alat

Tangki dispersant

Kode

ST-506

Fungsi

Tempat penyimpanan dispersant (Nalco


XP-8301) untuk diinjeksikan ke cooling
tower

Bentuk

Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom)


dan atap (head) berbentuk kerucut (conical)

Kapasitas

8,896 m3

Dimensi

Diameter shell (D)

3,048 m

Tinggi shell (Hs)

1,219 m

Tebal shell (ts)

0,25 in

Tinggi head

0,142 m

Tebal head

0.25 in

Tekanan Desain

15,89 psi

Bahan Konstruksi

Carbon steel S283 Grade C

Jumlah

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

97

Tabel 5.41. Spesifikasi Cooling Tower (CT-501)


Alat

Cooling Tower

Kode

CT 501

Fungsi

Mendinginkan air pendingin yang telah digunakan


oleh peralatan proses dengan menggunakan media
pendingin udara dan mengolah dari temperatur
45oC menjadi 30o C

Tipe

Inducted Draft Cooling Tower

Kapasitas

128,598 m3/jam

Dimensi

Menara:
Panjang

: 9,174 m

Lebar

: 4,587 m

Tinggi

: 3,056 m

Tenaga motor

25 hp

Bahan konstruksi

Beton

Jumlah

1 Buah

Tabel 5.42. Spesifikasi Cold Basin (CB-501)


Alat

Cold Basin

Kode

CB 501

Fungsi

Menampung air keluaran dari cooling tower dan


make up water dari tangki air filter.

Bentuk

Bak rectangular

Kapasitas

263,749 m3

Dimensi

Panjang

: 13,427 m

Lebar

: 3,357 m

Kedalaman

: 4,877 m

Jumlah

1 Buah

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

98

Tabel 5.43. Spesifikasi Tangki Air Kondensat (SCT-501)


Alat

Tangki Penyimpanan air kondensat

Kode

SCT-501

Fungsi

Menampung air kondensat

Bentuk

Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom)


dan atap (head) berbentuk conical

Kapasitas

8,896 m3

Dimensi

Diameter shell (D)

= 3,048 m

Tinggi shell (Hs)

= 1,219 m

Tebal shell (ts)

= 0,25 in

Tinggi atap

= 0,142 m

Tebal head

= 0,25 in

Tutup atas

Bentuk conical

Tekanan Desain

15,906 psi

Bahan konstruksi
Jumlah

Carbon Steel SA-283 Grade C


1 buah

Tabel 5.44. Spesifikasi Cation Exchanger (CE-501)


Alat

Cation Exchanger

Kode

CE 501

Fungsi

Menghilangkan ion-ion positif yang terlarut dan


menghilangkan kesadahan air

Bentuk

Silinder tegak (vertikal) dengan head berbentuk


torisperical.

Dimensi

Diameter shell (D)

= 3,556 m

Tinggi Tangki (H)

= 1,425 m

Tebal shell (ts)

= 0,3125 in

Tebal head (th)

= 0,375 in

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

99

Tinggi head

= 0,594 m

Tekanan Desain

18,214 psi

Bahan konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C AISI Type 316

Jumlah

Buah

Tabel 5.45. Spesifikasi Anion Exchanger (AE-501)


Alat

Anion Exchanger

Kode

AE 501

Fungsi

Menghilangkan ion-ion negatif yang terlarut dan


menghilangkan kesadahan air

Bentuk

Silinder tegak (vertikal) dengan head berbentuk


torisperical.

Dimensi

Diameter shell (D)

= 3,556 m

Tinggi tangki

= 0,447 m

Tebal shell (ts)

= 0,25 in

Tinggi atap

= 0,594 m

Tekanan Desain

16,8097 psi

Tebal head

0,375 in

Bahan konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C AISI Type 316

Jumlah

buah

Tabel 5.46. Spesifikasi Tangki Hidrazin (ST-507)


Alat

Tangki Hidrazin

Kode

ST-507

Fungsi

Menyiapkan dan menyimpan hidrazin selama 7 hari


untuk diinjeksikan ke deaerator

Bentuk

Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat


bottom) dan head berbentuk torrispherical

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

100

Kapasitas

4,618 m3

Dimensi

Diameter shell (D)

3,048

Tinggi shell (Hs)

1,219

Tebal shell (ts)

0,25

in

Tebal head (th)

0,3125 in

Tinggi head

0,151

Tekanan Desain

16,856

Psi

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C AISI tipe 316

Jumlah

1 buah

Tabel 5.47. Spesifikasi Daerator (DA-501)


Alat

Deaerator

Kode

DA 501

Fungsi

Menghilangkan gas-gas terlarut dalam air, seperti:


O2 dan CO2, agar korosif dan kerak tidak terjadi,
diinjeksikan hydrazine.

Bentuk

Tangki horizontal dengan head berbentuk ellips


dilengkapi sparger.

Bahan Isian

Dimensi

Rasching ring metal


Diameter packing

= 1 in

Tinggi bed

= 0,444 m

Diameter bed

= 1,067 m

Diameter shell (D)

= 1,067 m

Tinggi shell (Hs)

= 3,2004 m

Tebal shell (ts)

= 0,1875 in

Tebal head (th)

= 0,25 in

Tekanan Desain

20,668 psi

Bahan konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Jumlah

Buah

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

101

Tabel 5.48. Spesifikasi Pompa Utilitas 1 (PP-501)


Alat

Pompa

Fungsi

Mengalirkan air dari sungai ke Bak Sedimentasi


(BS-501)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

1.264,892 gpm

Efisiensi Pompa

80 %

Dimensi

NPS

: 8 in

Sch

: 40 in

Power motor

30 hp

NPSHA

3,653 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.49. Spesifikasi Pompa Utilitas 2 (PP-502)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa Soda Kaustik dari tangki ke clarifier


(CL-501) dan anion exchanger (AE-501)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

0,441 gpm

Efisiensi Pompa

38 %

Dimensi

NPS

: 0,125 in

Sch

: 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

1,08 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

102

Tabel 5.50. Spesifikasi Pompa Utilitas 3 (PP-503)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa Alum dari tangki ke clarifier (CL501)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

0,995 gpm

Efisiensi Pompa

38%

Dimensi

NPS

: 0,25 in

Sch

: 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

7,554 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.51. Spesifikasi Pompa Utilitas 4 (PP-504)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa kaporit dari tangki ke clarifier (CL501)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

17,498 gpm

Efisiensi Pompa

38%

Dimensi

NPS

: 1 in

Sch

: 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

4,557 m

Jumlah

buah (1 cadangan )

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

103

Tabel 5.52. Spesifikasi Pompa Utilitas 5 (PP-505)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa air keluaran dari Clarifier (CL-501)


ke Sand Filter (SF-501)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

1.264,767 gpm

Efisiensi Pompa

75%

Dimensi

NPS

: 8 in

Sch

: 40 in

Power motor

10 hp

NPSHA

4,126 m

Jumlah

buah (1 cadangan )

Tabel 5.53. Spesifikasi Pompa Utilitas 6 (PP-506)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa air dari Sand Filter (SF-501) ke


Tangki Air Filter (ST-504)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

1.264,569 gpm

Efisiensi Pompa

75%

Dimensi

NPS

: 8 in

Sch

: 40 in

Power motor

10 hp

NPSHA

1,468 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

104

Tabel 5.54. Spesifikasi Pompa Utilitas 7 (PP-507)


Alat

Pompa

Fungsi

Mengalirkan air back wash dari tangki air filter


(ST-504) sand filter (SF-501)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

63,238 gpm

Efisiensi Pompa

60 %

Dimensi

NPS

: 2 in

Sch

: 40 in

Power motor

1,5 hp

NPSHA

4,039 m

Jumlah

buah (1 cadangan )

Tabel 5.55. Spesifikasi Pompa Utilitas 8 (PP-508)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa air dari tangki air filter (ST-504) ke


pengguna umum

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

8,844 gpm

Efisiensi Pompa

40 %

Dimensi

NPS

: 0,75 in

Sch

: 40 in

Power motor

1,5 hp

NPSHA

20,443 m

Jumlah

buah (1 cadangan )

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

105

Tabel 5.56. Spesifikasi Pompa Utilitas 9 (PP-509)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa air dari tangki air filter ke cation


exchanger (CE-501)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

1.523,825 gpm

Efisiensi Pompa

75 %

Dimensi

NPS

: 10 in

Sch

: 40 in

Power motor

15 hp

NPSHA

1,093 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.57. Spesifikasi Pompa Utilitas 10 (PP-510)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa asam sulfat dari tangki ke cation


exchanger (CE-501)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

1,232 gpm

Efisiensi Pompa

38 %

Dimensi

NPS

: 0,25 in

Sch

: 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

4,843 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

106

Tabel 5.58. Spesifikasi Pompa Utilitas 11 (PP-511)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa dispersant dari tangki penyimpanan


keluaran ke cooling tower (CT-501)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

0,062 gpm

Efisiensi Pompa

38 %

Dimensi

NPS

: 0,125 in

Sch

: 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

3,966 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.59. Spesifikasi Pompa Utilitas 12 (PP-512)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa inhibitor dari tangki penyimpanan ke


cooling tower (CT-501)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

0,127 gpm

Efisiensi Pompa

38 %

Dimensi

NPS

: 0,125 in

Sch

: 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

1,477 m

Jumlah

buah (1 cadangan )

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

107

Tabel 5.60. Spesifikasi Pompa Utilitas 13 (PP-513)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa air pendingin dari cooling tower (CT501) ke system proses

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

1.063,787 gpm

Efisiensi Pompa

62 %

Dimensi

NPS

: 8 in

Sch

: 40 in

Power motor

7,5 hp

NPSHA

3,072 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.61. Spesifikasi Pompa Utilitas 14 (PP-514)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa air dari cation exchanger (CE-501)


ke anion exchanger (AE-501)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

1.399,342 gpm

Efisiensi Pompa

62 %

Dimensi

NPS

: 10 in

Sch

: 40 in

Power motor

20 hp

NPSHA

1,033 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

108

Tabel 5.62. Spesifikasi Pompa Utilitas 15 (PP-515)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa air dari anion exchanger (CE-501) ke


Tangki Air Proses

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

1.399,342 gpm

Efisiensi Pompa

62 %

Dimensi

NPS

: 2 in

Sch

: 40 in

Power motor

1 hp

NPSHA

1,033 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.63. Spesifikasi Pompa Utilitas 16 (PP-516)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa air back wash dari tangki air proses


ke anion exchanger (AE-501)

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

1.399,342 gpm

Efisiensi Pompa

50 %

Dimensi

NPS

: 1 in

Sch

: 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

1,652 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

109

Tabel 5.64. Spesifikasi Pompa Utilitas 17 (PP-517)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa air dari tangki air proses ke Tangki


Kondensat

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

1.399,342 gpm

Efisiensi Pompa

62 %

Dimensi

NPS

: 1,5 in

Sch

: 40 in

Power motor

7,5 hp

NPSHA

3,412 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.65. Spesifikasi Pompa Utilitas 18 (PP-518)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa air dari Tangki Kondensat ke


Daerator

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

11,216 gpm

Efisiensi Pompa

45 %

Dimensi

NPS

: 1 in

Sch

: 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

1,25 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

110

Tabel 5.66. Spesifikasi Pompa Utilitas 19 (PP-519)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa hidrazin dari tangki hidrazin ke


Daerator

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

0,111 gpm

Efisiensi Pompa

38 %

Dimensi

NPS

: 0,125 in

Sch

: 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

1,263 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Tabel 5.67. Spesifikasi Pompa Utilitas 20 (PP-520)


Alat

Pompa

Fungsi

Memompa air dari Daerator ke Boiler

Jenis

Centrifugal pump, single suction, single stage

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

11,216 gpm

Efisiensi Pompa

40 %

Dimensi

NPS

: 1 in

Sch

: 40 in

Power motor

0,5 hp

NPSHA

1,148 m

Jumlah

2 buah (1 cadangan )

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

111

Tabel 5.68. Spesifikasi Boiler (BO-501)


Alat
Kode
Fungsi
Tipe
Heating surface
Kapasitas
Kebutuhan bahan bakar
Power
Jumlah

Boiler
BO-401
Membangkitkan saturated steam untuk
keperluan proses
fire tube boiler
2,35 ft2
4.833,246 kJ/jam
0,0455 m3/jam
0,5 hp
1 Buah

Tabel 5.69. Spesifikasi Blower Steam (BS-501)


Fungsi

Mengalirkan steam menuju alat proses

Kode

BS-401

Tipe

Centrifugal Multiblade
Backward Curved Blower

Power Motor

0,5 hp

Tabel 5.70. Spesifikasi Air Compressor (AC-601)


Alat

Air Compressor

Kode

AC 601

Fungsi

Mengalirkan udara dari lingkungan ke sistem proses,


serta menaikkan tekanan udara tersebut dari 1atm
menjadi 5 atm

Jenis

Single stage reciprocating compressor.

Bahan Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

102,351 m3/jam

Rasio kompresi

2,236

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

112

Power motor

0,5 hP

Jumlah

1 buah

Tabel 5.71. Spesifikasi Air Filter (AF-601)


Alat

Air Filter

Kode

AF-601

Fungsi

Memurnikan udara dari pengotor padat

Membrane

Jenis

Poly dimethyl silohexane

Tebal

2,54 10-3 cm

Diameter Pori

< 1 m

Luas Membran

99,604 m2

Jumlah

2 buah (1 cadangan)

Tabel 5.72. Spesifikasi Air Dryer (AD-601)


Alat

Air Dryer

Kode

AD-601

Fungsi

Menyerap uap air yang masih terdapat di dalam udara

Jenis

Silinder tegak dengan head berbentuk torishperical and


dished head

Bahan
Konstruksi

Carbon Steel SA-283 Grade C

Kapasitas

102,35 m3/jam

Packing
Jenis

Silica Gel

Jumlah

5,258 kg

Diameter pori

2 5 nm

Tinggi Packing

0,334 m

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

113

Dimensi
Diameter

0,167 m

Tinggi Total

1,367 m

Tebal Shell

in

Tebal Head

in

Jumlah

1 Buah

Tabel 5.73. Spesifikasi Gas Turbine Generator (GTG-701)


Alat

Gas Turbine Generator

Kode

GTG-701

Fungsi

Membangkitkan listrik untuk semua keperluan pabrik

Tipe

AC Generator

Kapasitas

0,5125 MW

Waktu Operasi

24 jam, 330 hari

Efisiensi

80 %

Tegangan

220 V

Bahan Bakar

LNG (liquified natural gas)

Jumlah

1 Set

Tabel 5.74. Spesifikasi Diesel Turbine Generator (DTG-701)


Alat

Diesel Turbine Generator

Kode

DTG-701

Fungsi

Membangkitkan listrik untuk semua keperluan pabrik

Tipe

AC Generator

Kapasitas

0,5125 MW

Waktu Operasi

24 jam, 7 hari

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

114

Efisiensi

80 %

Tegangan

220 V

Bahan Bakar

IFO (Industrial Fuel Oil)

Jumlah

1 Set

Tabel 5.75. Spesifikasi Tangki Penyimpanan IFO (ST-701)


Alat

Tangki Penyimpanan IFO

Kode

ST 701

Fungsi

Menyimpan bahan bakar Diesel Turbine Generator


(DTG) selama 7 hari operasi

Bentuk

Silinder tegak dengan tutup atas berbentuk torisperical


dished head dan bawah berbentuk datar

Bahan Konstruksi

Stainless Steel SA 301

Kapasitas

12,239 m3
Tinggi Total : 2,41 m
Diameter

Dimensi

: 4,572 m

Tinggi shell : 1,542 m


Tebal Shell

: 5/16 in

Tinggi Head : 0,886 m


Tebal Head
Jumlah

: 3/8 in

1 Buah

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

BAB VI
UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH

Utilitas merupakan unit penunjang utama dalam memperlancar jalannya


suatu proses produksi. Dalam suatu pabrik, utilitas memegang peranan yang
penting. Karena suatu proses produksi dalam suatu pabrik tidak akan
berjalan dengan baik jika utilitas tidak ada. Oleh sebab itu, segala sarana dan
prasarananya harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menjamin
kelangsungan operasi suatu pabrik.
Berdasarkan kebutuhannya, utilitas pada pabrik pembuatan magnesium
klorida dari magnesium hidroksida adalah sebagai berikut:
1. Kebutuhan air
2. Sistem Penyediaan Steam
3. Unit Penyedia Udara Instrumen
4. Unit Pembangkit Tenaga Listrik
5. Unit Pengadaan Bahan Bakar
6. Laboratorium
7. Pengolahan Limbah

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

115

A. Kebutuhan Air
Dalam proses produksi, air memegang peranan penting, baik untuk
kebutuhan proses maupun kebutuhan domestik. Adapun kebutuhan air pada
pabrik pembuatan pentaerythritol ini adalah sebagai berikut:

a. Air untuk keperluan umum dan sanitasi


Air untuk keperluan umum adalah air yang dibutuhkan untuk sarana
dalam pemenuhan kebutuhan pegawai seperti untuk mandi, cuci, kakus
(MCK) dan untuk kebutuhan kantor lainnya, serta kebutuhan rumah
tangga. Air sanitasi diperlukan untuk pencucian atau pembersihan
peralatan pabrik, utilitas, laboratorium, dan lainnya.
Beberapa persyaratan untuk air sanitasi adalah sebagai berikut :
a. Syarat fisis; di bawah suhu kamar, tidak berwarna, tidak berasa, dan
tidak berbau, tingkat kekeruhan < 1 mg SiO2/Liter.
b. Syarat kimia; tidak mengandung zat organik dan anorganik yang
terlarut dalam air, logam-logam berat lainnya yang beracun.
c. Syarat biologis (bakteriologis); tidak mengandung kuman/bakteri
terutama bakteri patogen.
Air yang diperlukan untuk keperluan umum ini adalah sebesar :
Air untuk kantor
Kebutuhan air untuk karyawan

= 50 L/org/hr

Air untuk kebutuhan karyawan

=178 org x 500 L/org/hari


= 8,9 m3/hari

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

116

Air untuk laboratorium


Air untuk keperluan ini diperkirakan

= 10 m3/hari

Air untuk kebersihan dan pertamanan


Air untuk keperluan ini diperkirakan

= 15 m3/hari

Air untuk perumahan pabrik


Perumahan pabrik

= 25 rumah

Rumah dihuni 4 orang, untuk 1 rumah = 7.500 L/hari


Air untuk keperluan ini diperkirakan

= 7,5 m3/hari

Air untuk keperluan lainnya


(Masjid, dan sarana olahraga)
Diperkirakan sebanyak

= 0,25 m3/hari

Sehingga total kebutuhan air untuk keperluan umum sebesar


Total air keperluan umum

= 41,65 m3/hari
= 1.727,919 kg/jam

b. Air pendingin
Air pendingin yang digunakan ialah air olahan yang berasal dari
Bendungan Jatiluhur yang berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS)
Ciujung dengan debit aliran rata-rata sebesar 188 m3/detik (data
hidrologi, DAS Aliran Sungai Cidanau dan Ciujung. 2015).

Air

pendingin merupakan air yang digunakan sebagai pendingin peralatan


proses dan pertukaran/perpindahan panas dalam heat exchanger
dengan tujuan untuk memindahkan panas suatu zat di dalam aliran ke

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

117

dalam air. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyediaan air


untuk keperluan pendinginan sebagai berikut :
1.

Kesadahan air yang dapat menyebabkan terjadinya scale (kerak)


pada sistem perpipaan.

2.

Bahan-bahan penyebab korosi dan bahan-bahan penyebab


penurunan efisiensi perpindahan panas seperti senyawa asam
kuat.

Total air pendingin yang diperlukan sebesar 80.555,70 kg/jam. Tabel


6.1. menunjukkan kebutuhan air pendingin untuk kebutuhan di unit
proses.
Tabel 6.1 Kebutuhan Air Untuk Air Pendingin
No.

Kebutuhan
1 Reaktor (RE-201)

Jumlah

Satuan

14.648,15 kg/jam

2 Kondenser (CO-201)

151.589,22 kg/jam

3 Kristalizer (CR-301)

65.907,56 kg/jam

Jumlah Kebutuhan

232.144,93 kg/jam

Over design 10%


Make-up 10%

255.359,418 kg/jam
25.535,942 kg/jam

Air pendingin diproduksi oleh menara pendingin (Cooling Tower),


yang mengolah air dengan proses pendinginan dari suhu 52-110oC
menjadi 30oC, untuk dapat lagi digunakan sebagai air untuk proses
pendinginan pada alat proses yang membutuhkan pendinginan.
Air pendingin yang telah keluar dari media-media perpindahan panas
di area proses akan disirkulasikan dan didinginkan kembali seluruhnya
di dalam Cooling Tower. Penguapan dan kebocoran air akan terjadi di
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

118

dalam Cooling Tower ini. Oleh karena itu, untuk menjaga jumlah air
pendingin harus ditambah air make up yang jumlahnya sesuai dengan
jumlah air yang hilang. Jumlah make up water untuk Cooling Tower
sebesar 25.535,942 kg/jam.
Sistem air pendingin terutama terdiri dari Cooling Tower dan basin,
pompa air pendingin untuk peralatan proses, sistem injeksi bahan
kimia, dan induce draft fan. Sistem injeksi bahan kimia disediakan
untuk mengolah air pendingin untuk mencegah korosi, mencegah
terbentuknya kerak dan pembentukan lumpur diperalatan proses,
karena akan menghambat atau menurunkan kapasitas perpindahan
panas.
Pengolahan air pada Cooling Tower dilakukan dengan menginjeksikan
zat

kimia

pada

basin,

antara

lain

sebagai

berikut:

(nadhori.blogspot.com, 15 Januari 2016, 19:53 WIB):


-

Corrosion inhibitor, yaitu berupa natrium fosfat yang berfungsi


untuk mencegah korosi pada peralatan.

Scale inhibitor, berupa dispersant yang berfungsi untuk mencegah


pembentukan kerak pada peralatan yang disebabkan oleh
senyawa-senyawa terlarut.

Penetral pH, berupa asam sulfat dengan konsentrasi 4% v/v.


Asam sulfat ini diberikan untuk menetralkan pH air yang berasal
dari proses agar sesuai pH air ( 7) ketika keluar dari Cooling
Tower. Proses pendinginan di cooling tower :

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

119

Cooling Water yang telah menyerap panas proses pabrik


dialirkan kembali ke Cooling Tower untuk didinginkan.

Air dialirkan ke bagian atas Cooling Tower kemudian


dijatuhkan ke bawah dan akan kontak dengan aliran udara
yang dihisap oleh Induce Draft (ID) Fan.

Akibat

kontak

dengan

aliran

udara

terjadi

proses

pengambilan panas dari air oleh udara dan juga terjadi proses
penguapan sebagian air dengan melepas panas laten yang
akan mendinginkan air yang jatuh ke bawah.

Air yang telah menjadi dingin tersebut dapat ditampung di


Basin dan dapat dipergunakan kembali sebagai cooling
water.

Air dingin dari Basin dikirim kembali untuk mendinginkan


proses di pabrik menggunakan pompa sirkulasi Cooling
Water.

c. Air umpan boiler


Air ini digunakan sebagai umpan boiler yang akan memproduksi
steam. Steam saturated yang dihasilkan boiler merupakan steam
memiliki suhu 154C dengan tekanan 529,29 kPa.
Kebutuhan air umpan boiler dipenuhi dari muara DAS Cidanau yang
berujung di Sungai Ciujung. Air yang berasal dari Sungai Ciujung
belum memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai air umpan

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

120

boiler, sehingga harus menjalani proses pengolahan terlebih dahulu.


Adapun peralatan-peralatan yang membutuhkan steam dapat dilihat
pada Tabel 6.2 berikut ini :
Tabel 6.2. Kebutuhan Air Untuk Air Umpan Boiler
No.

Kebutuhan
1 Heater
2 Vaporizer

Jumlah Satuan
302,313 kg/jam
1.782,448 kg/jam

Jumlah Kebutuhan

2.091,717 kg/jam

Over design 10%

2.300,888 kg/jam

Make-up 10%

230,088 kg/jam

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan air umpan boiler :


1. Zat-zat penyebab korosi
Korosi yang terjadi di dalam ketel disebabkan air pengisi
mengandung larutan asam dan gas-gas terlarut, seperti O2, CO2,
H2S, NH3.
2. Zat-zat penyebab foaming
Air yang diambil kembali dari proses pemanasan bisa
menyebabkan foam (busa) pada boiler. Karena adanya zat-zat
organik, anorganik, dan zat-zat yang tidak terlarut dalam jumlah
besar. Efek pembusaan terutama terjadi pada alkalinitas yang
tinggi.
3. Zat-zat yang menyebabkan scale foaming
Pembentukan kerak disebabkan adanya kesadahan dan suhu
tinggi yang bisa berupa garam-garam karbonat dan silika.
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

121

Persyaratan umum air umpan boiler adalah :


a. Kandungan silika

= 0,01 ppm maksimum

b. Konduktivitas

= 1 ( s/cm )

c. O2 terlarut kurang dari 10 ppm


d. pH

: 8,8 9,2

d. Air Pemadam Kebakaran


Salah satu bagian dari utilitas pabrik ini adalah air pemadam
kebakaran. Kebutuhan air untuk seksi ini sangat diperlukan jika
suatu saat terjadi musibah kebakaran yang menimpa salah satu
bagian dari pabrik. Jadi penggunaan air untuk keperluan ini tidak
dilakukan secara rutin dan kontinyu, tetapi hanya bersifat insidental.
Dalam praktiknya, kebutuhan air ini disalurkan melalui pipa hydran
yang tersambung melalui saluran yang melintasi seluruh lokasi
pabrik. Pipa-pipa hydran terutama dipersiapkan pada lokasi pabrik
yang cukup strategis dengan pertimbangan utama adalah pada
kemudahan pencapaian pada semua lokasi pabrik. Perkiraan jumlah
air yang dibutuhkan untuk pemadam kebakaran sekitar 1 m3/jam
yang akan ditampung dalam bak penampung.
Untuk menjamin kelangsungan penyediaan air, maka di lokasi
pengambilan air dibangun fasilitas penampungan air (water intake)
yang juga merupakan tempat pengolahan awal air sungai.
Pengolahan ini meliputi penyaringan sampah dan kotoran yang
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

122

terbawa bersama air. Selanjutnya air dipompakan ke lokasi pabrik


untuk diolah dan digunakan sesuai dengan keperluannya.
Pengolahan air di pabrik terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
1. Screening
Tahap screening merupakan tahap awal dari pengolahan air. Adapun
tujuan screening adalah (Degremont, 1991):
- Menjaga struktur alur dalam utilitas terhadap objek besar yang
mungkin merusak fasilitas unit utilitas.
- Memudahkan pemisahan dan menyingkirkan partikel-partikel padat
yang besar yang terbawa dalam air sungai.
Pada tahap ini, partikel yang besar akan tersaring tanpa bantuan
bahan kimia. Sedangkan partikel-partikel yang lebih kecil akan
terikut bersama air menuju unit pengolahan selanjutnya.
2. Sedimentasi
Setelah air disaring pada tahap screening, di dalam air tersebut masih
terdapat partikel-partikel padatan kecil yang tidak tersaring pada
screening. Untuk menghilangkan padatan-padatan tersebut, maka air
yang sudah disaring tadi dimasukkan ke dalam bak sedimentasi
untuk mengendapkan partikel-partikel padatan yang tidak terlarut.
3. Koagulasi dan Flokulasi
Koagulasi dan flokulasi merupakan proses penghilangan kekeruhan
di dalam air dengan cara mencampurkannya dengan larutan
Al2(SO4)3 ,Na2CO3 (soda abu), dan klorin. Jumlah aliran bahan

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

123

kimia yang masuk dikontrol secara otomatis sebanding dengan


jumlah air yang masuk.
Semua air alam mengandung bermacam-macam jenis dan jumlah
pengotor. Kotoran ini dapat digolongkan sebagai :
a. Padatan yang terlarut
Zat-zat padat yang terlarut terdiri dari bermacam-macam komposisi
mineral-mineral seperti kalsium karbonat, magnesium karbonat,
kalsium sulfat, magnesium sulfat, silika, sodium klorida, sodium
sulfat dan sejumlah kecil besi, mangan, florida, aluminium, dan lainlain.
b. Gas-gas yang terlarut
Gas-gas yang terlarut biasanya adalah komponen dari udara
walaupun biasanya jarang, seperti hidrogen sulfida, metana, oksigen
dan CO2.
c.

Zat yang tersuspensi

Dapat berupa kekeruhan (turbidity) yang terjadi dari bahan organik,


mikro organik, tanah liat dan endapan lumpur, warna yang
disebabkan oleh pembusukan tumbuh-tumbuhan, dan lapisan
endapan mineral seperti minyak. Untuk menyempurnakan proses
flokulasi dan penjernihan, digunakan bahan kimia koagulasi yaitu :

Larutan Alum (aluminium sulfat)


Berupa tepung berwarna putih, dapat larut dalam air, stabil
dalam udara, tidak mudah terbakar, tidak dapat larut dalam
alkohol dan dapat dengan cepat membentuk gumpalan. Alum

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

124

berfungsi

sebagai

bahan

penggumpal

(floculant)

untuk

menjernihkan air. Pembentukan flok terbaik pada PH 6,5 7,5.


Jumlah alum yang diinjeksikan sebanyak 0,06% dari air umpan
dengan konsentrasi 17% volum.

Soda kaustik (NaOH)


Diinjeksikan untuk mengatur pH atau memberikan kondisi basa
pada air sungai sehingga mempermudah pembentukan flok oleh
alum karena air sungai cenderung bersifat asam. Jumlah soda
abu yang diinjeksikan sebanyak 0,05% dari air umpan dengan
konsentrasi 11% volum.

Kaporit
Berfungsi

untuk

membunuh

mikroorganisme. Jumlah

bakteri,

jamur,

dan

kaporit yang diinjeksikan sebanyak

1,2 % dari umpan dengan konsentrasi 33 % volum.


Reaksi yang terjadi :
Al2(SO4)3 + 3 Ca(HCO3)2

2 Al(OH)3 + 3 CaSO4 + 6 CO2

Al2(SO4)3 + 6 NaOH

2 Al(OH)3 + 3 Na2SO4

Proses koagulasi , flokulasi, dan penjernihan :

Zat-zat pengotor dalam bentuk senyawa suspensi koloidal

tersusun dari ion-ion bermuatan negatif yang saling tolak-menolak.

Aluminium Sulfat dalam air akan larut membentuk ion Al3+ dan

OH- serta menghasilkan asam sulfat sebagai berikut:


Al2(SO4)3 + 6 H2O 2 Al3+ + 6 OH- + 3 H2SO4

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

125

Ketika ion yang bermuatan positif dalam koagulan (Alum, Al3+)

bertemu/kontak dengan ion negatif tersebut pada kondisi pH tertentu


maka akan terbentuk floc (butiran gelatin).

Butiran partikel floc ini akan terus bertambah besar dan berat

sehingga cenderung akan mengendap ke bawah.

Pada proses pembentukan floc, pH cenderung turun (asam)

karena terbentuk juga H2SO4. Untuk mengontrol pH, diinjeksikan


NaOH.

Untuk menjamin koagulasi yang efisien pada dosis bahan kimia

yang minimal maka koagulant harus dicampur secara cepat dengan


air. Proses pencampuran bahan kimia ini dilakukan di Premix Tank /
Flocculator.

dan

Tahap selanjutnya adalah menjaga pembentukan floc (flokulasi)


mengendapkan

partikel

floc

sambil

memperhatikan

pembentukan lapisan lumpur (sludge blanket) dengan pengadukan


pelan, sehingga air yang jernih akan terpisah dari endapan floc.
Proses ini terjadi di Clarifier / Floctreator.

Lapisan lumpur juga berfungsi menahan floc yang baru

terbentuk, oleh karena itu harus dijaga tetap ada.

Untuk menjaga supaya lumpur merata dan tidak terlalu padat

dilakukan pengadukan lambat.

Level lapisan lumpur dijaga dengan melakukan blowdown

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

126

4. Penyaringan (Filtration)
Air yang dipersiapkan sebagai bahan baku untuk proses pertukaran
ion (ion exchanger) harus disaring untuk mencegah fouling di
penukar ion yang disebabkan oleh kotoran yang terbawa. Bahan
yang akan disaring termasuk bahan organik, warna, dan bakteri.
Selama operasi dari filter, kotoran yang masih terbawa pada air
setelah mengalami proses penjernihan akan terlepas oleh filter dan
terkumpul pada permukaan bed. Penyaringan ini menggunakan
media pasir atau sand filter berbentuk silinder vertikal yang terdiri
dari fine sand dan coarse sand.
Bila sand filter ini telah jenuh maka perlu dilakukan regenerasi,
dengan cara cuci aliran balik (backwash) dengan aliran yang lebih
tinggi dari aliran filtrasi, hal ini dilakukan untuk melepaskan kotoran
(suspended matters) dari permukaan filter dan untuk memperluas
bidang penyaringan. Setelah di-backwash dan filter dioperasikan
kembali, air hasil saringan untuk beberapa menit pertama dikirim ke
pembuangan, hal ini dilakukan untuk membersihkan sistem dari
benda-benda padat yang masih terbawa dan setelah itu dibuang.
Backwash filter secara otomatis terjadi bila hilang tekan tinggi (high
pressure drop) tercapai atau waktu operasi (duration time) tercapai.
Larutan

kaporit

diinjeksikan

untuk

mencegah

tumbuhnya

mikroorganisme pada produk air filter yang masuk ke tangki


penyimpanan air filter. Dari tangki air filter air didistribusikan ke
perumahan, unit demineralisasi, dll.
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

127

5. Demineralisasi
Demineralisasi berfungsi mengambil semua ion yang terkandung di
dalam air. Air yang telah mengalami proses ini disebut air demin
(deionized water). Sistem demineralisasi disiapkan untuk mengolah
air filter dengan penukar ion (ion exchanger) untuk menghilangkan
padatan yang terlarut dalam air dan menghasilkan air demin sebagai
air umpan ketel (boiler feed water) untuk membangkitkan steam dan
sebagai air pendingin.
Unit penyediaan air bebas mineral terdiri dari cation exchanger,
anion exchanger, dan mixed bed polisher. Pada penukar kation diisi
dengan penukar ion asam lemah berupa metilen akrilat.
Resin ini dirancang untuk menghilangkan/mengikat ion-ion logam
dari air atau ion-ion positif seperti K+, Ca2+, Mg2+, Fe2+, dan Al3+.
Resin akan melepaskan ion H+ sehingga air yang dihasilkan akan
bersifat asam dengan pH 3,23,3. Apabila pH air yang keluar
melebihi batas yang dibolehkan, berarti resin yang ada telah jenuh
dan perlu diregenerasi. Hal tersebut dilakukan dengan melarutkan
asam sulfat sehingga ion H+ dari asam sulfat akan menggantikan ion
logam dalam resin dan selanjutnya resin dapat digunakan kembali.
Penyerapan ion positif mutlak dilakukan agar tidak membentuk
kerak.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

128

Penukar anion berisi penukar ion basa lemah berupa resin amino
polistirena NH(CH)2OH). Resin ini dirancang untuk menghilangkan
ion asam dari air atau ion-ion negatif seperti karbonat, bikarbonat,
sulfat, sulfit, nitrat, nitrit, silika, dan lain-lain.
Air bebas mineral pada cation dan anion exchanger selanjutnya akan
dialirkan ke pengolahan selanjutnya, yaitu mixed bed polisher
sebelum masuk ke tangki penampungan air demin.
Mixed bed polisher berfungsi untuk menghilangkan sisa-sisa logam
atau asam dari proses sebelumnya, sehingga diharapkan air yang
keluar dari mix bed polisher telah bersih dari kation dan anion. Di
dalam mix bed polisher digunakan dua macam resin yaitu resin
kation dan resin anion yang sekaligus keduanya berfungsi untuk
menghilangkan sisa kation dan anion, terutama natrium dan sisa
asam sebagai senyawa silikat. Air yang keluar dari mix bed polisher
ini memiliki pH 6 7.
Penukar kation-anion berisi campuran resin kation dan anion untuk
pengolahan akhir air. Semua penukar ion dioperasikan dengan aliran
air yang kontinyu. Resin yang diisikan ke penukar ion diregenerasi
bila kemampuannya menukar ion telah habis. Regenerasi terdiri dari
tiga langkah yaitu cuci balik (backwash), regenerasi awal dengan
bahan kimia dan pencucian (rinse).

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

129

Bahan kimia yang dipakai untuk regenerasi dari penukar ion dan
netralisasi air bekas regenerasi adalah :
1. Asam sulfat (H2SO4)
2. Natrium hidroksida (NaOH)
Reaksi yang terjadi pada saat regenerasi adalah :
a. Pada penukar kation
2 Na-R(s) + H2SO4 (aq)

2 R-H(s) + Na2SO4 (aq)

b. Pada penukar anion


Z-Cl(s) + NaOH(aq)

Z-OH(s) + NaCl(aq)

Air yang telah bebas mineral tersebut dimasukkan ke tangki


penampungan air demin dan digunakan untuk air umpan boiler.
B. Sistem Penyediaan Steam
Sistem penyedian steam terdiri dari dearator dan steam generator.
Steam dihutuhkan untuk meyuplai panas ke proses.

a. Deaerasi
Proses dearasi terjadi dalam deaerator berfungsi untuk membebaskan
air bebas mineral (demin water) dari komponen udara melalui spray,
sparger yang berkontak secara counter current dengan steam. Demin
water yang sudah bebas dari komponen udara ditampung dalam drum
dari deaerator. Deaerator memiliki waktu tinggal 15 menit. Larutan
hidrazin diinjeksikan ke dalam deaerator untuk menghilangkan oksigen
terlarut dalam air bebas mineral dengan reaksi:

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

130

N2H4 + O2

N2 + 2 H2O

Kandungan oksigen keluar dari deaerator didesain tidak lebih besar dari
0,005 ppm.
b. Steam generator
Pembentukan steam terjadi di dalam boiler (steam generator). Pada
umumnya ada dua jenis boiler, pertama, fire tube boiler yang mirip
dengan shell and tube heat exchanger dengan gas pembakar mengalir
melalui tube. Fire tube boiler digunakan untuk membangkitkan steam
dengan tekanan maksimal 1,553 kPa dan temperatur 200oC. Kedua,
water tube boiler dengan air umpan boiler melalui tube dan terjadi
pembentuan steam pada tube. Sementara pembakaran terjadi dalam
kotak chamber terbuka.
C. Unit Penyedia Udara Instrumen
Unit penyediaan udara tekan digunakan untuk memenuhi kebutuhan
udara pada unit proses, berupa udara dingin dan udara panas, udara
tekan untuk menggerakkan control valve, dan pembersihan peralatan
pabrik. Udara instrumen mempunyai sumber yang sama dengan udara
pabrik yaitu bersumber dari udara di lingkungan pabrik, hanya saja
udara tersebut harus dinaikkan tekanannya dengan menggunakan
compressor. Untuk memenuhi kebutuhan udara digunakan compressor
kemudian

akan

didistribusikan

melalui

pipa-pipa

menuju

ke

instrumentasi, dan air preheater.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

131

D. Unit Pembangkit Tenaga Listrik


Kebutuhan tenaga listrik dipenuhi oleh Pembangkit Listrik Negara
(PLN) dikarenakan lokasi dan sumber air yang digunakan berasal dari
suatu bendungan yang juga berfungsi sebagai Pembangkit Listrik
Tenaga Air (PLTA). Selain dari PLN, sumber listrik sebagai kebutuhan
pabrik diperoleh dari generator yang digunakan sebagai sumber energi
cadangan jika kebutuhan listrik dari PLN memiliki gangguan. Total
kebutuhan listrik untuk pabrik pentaeryhtritol ini adalah sebesar
410,033 kW.
E. Unit Pengadaan Bahan Bakar
Unit penyediaan bahan bakar bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
bahan bakar pada generator dan boiler. Bahan bakar yang digunakan
adalah bahan bakar solar yang diperoleh dari PERTAMINA atau
distribusinya. Pemilihan didasarkan pada pertimbangan bahan bakar
cair:

Mudah didapat

Kesinambungannya terjamin

Mudah dalam penyimpanannya


Solar industri yang dibutuhkan

Densitas solar

= 60,708 liter/jam
= 832 kg/m3

Maka dibutuhkan solar sebesar 52,816 kg/jam.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

132

F. Laboratorium
Laboratorium merupakan bagian yang sangat penting dalam menunjang
kelancaran proses produksi dan menjaga mutu produksi. Dengan data
yang diperoleh dari laboratorium maka proses produksi akan selalu
dapat dikendalikan dan kualitas produk dapat dijaga sesuai dengan
spesifikasi yang diharapkan. Disamping itu juga berperan dalam
pengendali pencemaran lingkungan. Laboratorium mempunyai tugas
pokok antara lain :
1. Sebagai pengendali kualitas bahan baku dan pengendali kualitas
produk.
2. Sebagai pengendali terhadap proses produksi dengan melakukan
analisa terhadap pencemaran lingkungan yang meliputi polusi
udara, limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan unit-unit
produksi.
3. Sebagai pengendali terhadap mutu air proses, air pendingin, air
umpan boiler, steam, dan lain-lain yang berkaitan langsung dengan
proses produksi.
Laboratorium melaksanakan tugas selama 24 jam sehari dalam
kelompok kerja shift dan non-shift.
a. Kelompok NonShift
Kelompok ini bertugas melakukan analisa khusus, yaitu analisa yang
sifatnya tidak rutin dan menyediakan reagen kimia yang diperlukan
oleh laboratorium. Dalam membantu kelancaran kinerja kelompok

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

133

shift, kelompok ini melaksanakan tugasnya di laboratorium utama


dengan tugas-tugas diantaranya sebagai berikut :
Menyediakan reagen kimia untuk analisis laboratorium.
Melakukan analisa bahan buangan penyebab polusi.
Melakukan

penelitian/percobaan

untuk

membantu

kelancaran

produksi.
b.

Kelompok Shift

Kelompok ini melaksanakan tugas pemantauan dan analisa-analisa


rutin terhadap proses produksi. Dalam melaksanakan tugasnya,
kelompok ini menggunakan sistem bergilir yaitu kerja shift selama 24
jam dengan masing-masing shift bekerja selama 8 jam. Dalam
pelaksanaan tugasnya, seksi laboratorium dikelompokkan menjadi :
1. Laboratorium Fisika
Bagian ini mengadakan pemeriksaan atau pengamatan terhadap sifatsifat fisis bahan baku dan produk. Pengamatan yang dilakukan antara
lain : specific gravity, viskositas kinematik dan kandungan air.
2. Laboratorium Analitik
Bagian ini mengadakan pemeriksaan terhadap bahan baku dan produk
mengenai sifat-sifat kimianya. Analisa yang dilakukan antara lain :
Kadar impuritis pada bahan baku
Kandungan logam berat
Kandungan metal
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

134

3. Laboratorium Penelitian dan Pengembangan


Bagian ini bertujuan untuk mengadakan penelitian, misalnya :
Diversifikasi produk
Pemeliharaan lingkungan (pembersihan air buangan)
Disamping mengadakan penelitian rutin, laboratorium ini juga
mengadakan penelitian yang sifatnya non-rutin, misalnya saja
penelitian terhadap produk di unit tertentu yang tidak biasanya
dilakukan penelitian, guna mendapatkan alternatif lain tentang
penggunaan bahan baku.
4. Laboratorium Analisa Air
Pada laboratorium analisa air ini yang di analisa antara lain :
1. Bahan baku air
2. Air demineralisasi
3. Air umpan boiler
Parameter yang diuji

antara lain warna, pH, kandungan klorin,

tingkat kekeruhan, total kesadahan, jumlah padatan, total alkalinitas,


kadar minyak, sulfat, silika, dan konduktivitas air. Alat-alat yang
digunakan dalam laboratorium analisa air adalah :

pH

meter,

digunakan

untuk

mengetahui

tingkat

keasaman/kebasaan.

Spektrofotometer, untuk menentukan konsentrasi

suatu

senyawa terlarut dalam air

harus

dengan

syarat

larutan

berwarna.
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

135

Spectroscopy, untuk menentukan kadar sulfat.

Gravimetric, untuk mengetahui jumlah kandungan padatan


dalam air.

Peralatan

titrasi,

untuk

mengetahui

kandungan

klorida,

kesadahan dan alkalinitas.

Conductivity meter, untuk mengetahui konduktivitas suatu zat


yang terlarut dalam air.

Air terdemineralisasi yang dihasilkan unit demineralizer juga diuji


oleh departemen ini. Parameter yang diuji

antara lain

pH,

konduktivitas, dan kandungan silikat (SiO2). Sedangkan parameter


air umpan boiler yang dianalisis antara lain kadar hidrazin, amonia
dan ion fosfat.
Alat analisa yang digunakan :

Water Content Tester, untuk menganalisa kadar air dalam


produk.

Viscometer Bath, untuk mengukur viskositas produk keluar


reaktor.

Hydrometer, untuk mengukur spesific gravity.

5 Instrumentasi dan Pengendalian Proses


Dalam pengoperasian dan pengendalian alat-alat proses, diperlukan
sistem instrumentasi yang dapat mengukur, mengindikasikan, dan
mencatat variabel-variabel proses. Variabel proses itu antara lain
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

136

temperatur, tekanan, laju alir, dan ketinggian. Pengendalian alat-alat


proses dipusatkan di ruang kendali, walaupun dapat pula dilakukan
langsung di lapangan. Pengendalian terhadap kualitas bahan baku dan
produk dilakukan di laboratorium pabrik.
Sistem pengendalian di pabrik magnesium klorida ini menggunakan
Distributed Control System (DCS). Sistem ini mempergunakan
komputer mikroprosesor yang membagi aplikasi besar menjadi subsub yang lebih kecil. Data yang diperoleh dari elemen-elemen sensor
diolah dan disimpan. Pengendalian dilakukan dalam Programmable
Logic Controller dengan cara mengubah data-data tersebut menjadi
sinyal elektrik untuk pembukaan atau penutupan valve-valve. Untuk
melakukan perhitungan matematis yang rumit dan kompleks
dibutuhkan Supervisor Control System (SCS).
Beberapa kemampuan yang dimiliki oleh SCS adalah :
1. Kalkulasi termodinamik.
2. Prediksi sifat/komposisi produk dan kontrol.
3. Menyimpan data dalam jangka waktu yang panjang.
Model hierarki pengendalian meliputi empat tingkat kebutuhan
informasi

dan

Manufacturing

sistem
(CIM)

pengendalian.
dicapai

dengan

Computer

Integrated

pengkoordinasian

dan

penggunaan secara efektif aliran informasi melalui seluruh tingkatan.


Keempat tingkatan ini diperlihatkan pada Tabel 6.4.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

137

Tabel

6.3.

Tingkatan

Kebutuhan

Informasi

dan

Sistem

Pengendalian.
Tingkatan

Fungsi

1. Regulatory and

Memantau,

Sequential Control

mengatur

mengendalikan,
berbagai

aktuator

dan
dan

perangkat lapangan yang berhubungan


langsung dengan proses.
2. Supervisory Control

- Mengkoordinasikan kegiatan satu atau

System

lebih DCS
- Menyediakan plantwide summary dan
plantwide process overview.

3.Sistem informasi

Pengaturan operasi hari ke hari, seperti

yang dibutuhkan oleh

penjadwalan

Local Plant

operasi, laboratorium jaminan kualitas,

Management

akumulasi

produk,

data

pemantauan

produksibiaya,

dan

tracking shipment.
4.Management

Mengkoordinasikan informasi keuangan,

Information System

penjualan, dan pengembangan produk


pada tingkat perusahaan.

Pengendalian terhadap variabel proses dilakukan dengan sistem


pengendali elektronik. Variabel-variabel yang dikendalikan berupa
temperatur, tekanan, laju alir dan level cairan.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

138

Pengendalian variabel utama proses tercantum pada Tabel 6.4.


Tabel 6.4. Pengendalian Variabel Utama Proses
No. Variabel

Alat Ukur

1.

Temperatur

Termokopel

2.

Tekanan

Pressure gauge

3.

Laju Alir

Orificemeter, venturimeter, vortexcoriolismeter

4.

Level cairan

Float level device

G. Pengolahan Limbah
Beberapa limbah yang dihasilkan dari pabrik pentaerythritol sebagai
berikut:
a. Air buangan sanitasi
Air buangan sanitasi yang berasal dari seluruh toilet di kawasan pabrik,
pencucian, dan dapur dapat langsung dibuang ke pembuangan umum,
sedangkan kotoran yang berasal dari toilet dibuang ke tempat
pembuangan khusus septic tank.
b. Air buangan dari peralatan proses
Air buangan ini mengandung bahan organik yang mungkin disebabkan
oleh:
Kebocoran dari suatu peralatan.
Kebocoran karena tumpah pada saat pengisian.
Pencucian atau perbaikan peralatan.
Air buangan yang mengandung bahan organik dilakukan pemisahan
berdasarkan perbedaan berat jenisnya. Larutan organik di bagian atas
dialirkan ke tungku pembakaran, sedangkan air di bagian bawah
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

139

dialirkan ke penampungan akhir, yang kemudian dapat dibuang ke


pembuangan umum.
Limbah merupakan materi atau zat sisa hasil pengolahan domestik dan
industri. Berdasarkan fisiknya, limbah dibedakan menjadi tiga bagian
besar yaitu, limbah cair, limbah padat , limbah gas, dan limbah B3,
terkadang limbah padat sering disebut dengan limbah cair maupun
limbah B3. Menurut Lesmana, D., 2009, masing-masing pengertian
limbah antara lain :

Limbah Cair

Limbah cair merupakan campuran zat cair dan polutan.


Pada pabrik pentaerythritol, limbah cair berasal dari aktifitas
domestik seperti MCK, perkantoran, dan aktifitas industri seperti air
pencucian, pembilasan, sisa pelarutan, dan blowdown.
Pada pabrik ini, dihasilkan juga limbah cair berupa air yang terlarut
bersama asam klorida sehingga dapat membahayakan lingkungan.
Oleh karena itu, diperlukan penanganan lebih lanjut untuk mengatasi
limbah ini agar kandungan air terbebas dari larutan asam pekat
sehingga dapat diteruskan ke lingkungan.

Limbah Padat

Limbah padat merupakan campuran padatan dan polutan. Pada


pabrik pentaerythritol ini terdapat limbah padat berupa hasil sisa
ampas produk keluaran reaktor, dimana ampas yang dihasilkan
mengandung bahan baku utama dalam pembuatan pentaerythritol
ini. pentaerythritol yang telah menjadi ampas ini, kemudian diPrarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

140

treatment ulang dengan cara memisahkan kandungan fraksi berat


dan fraksi ringan di dalam ampas tersebut menggunakan dekanter.
Fraksi berat berupa Natrium Formiat sebagai senyawa terbesar akan
diolah lebih lanjut agar dapat menghasilkan nilai guna dan dapat di
komersilkan lebih lanjut, sedangkan fraksi ringan berupa air,
asetaldol dan formaldehid yang terlarut akan ditangani lebih lanjut
dengan pengolahan limbah cair di dalam bak ekualisasi.

Limbah Gas

Limbah gas merupakan campuran gas dan polutan. Pada pabrik


pentaerythritol ini tidak terdapat limbah gas yang akan ditangani
lebih lanjut dalam pengolahan limbah.

Berdasarkan uraian diatas, maka pabrik pentaerythritol ini hanya


menghasilkan limbah cair yang berupa air hasil aktifitas MCK, perkantoran,
serta aktifitas industri seperti air pencucian, pembilasan peralatan proses,
tumpahan sisa pelarutan bahan baku, backwash dan blowdown. Proses
pengolahan limbah cair tersebut, dapat dilakukan dengan menggunakan tiga
macam proses yaitu, secara fisika, kimia dan biologi. Pada pabrik
pentaerythritol ini, digunakan pengolahan limbah secara fisika dan kimia,
dengan pertimbangan yaitu limbah cair yang dihasilkan tidak terlalu
berbahaya serta tidak masuk pada kriteria limbah B3 (Berbau, Beracun dan
Berbahaya). Beberapa kriteria dari limbah B3 menurut PP No. 18 tahun
1999 adalah limbah yg memiliki sifat toxicity (beracun), flammability

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

141

(mudah terbakar), reactivity (mudah meledak), corrosivity (korosif) dan


menyebabkan infeksi.
Adapun pengolahan limbah cair yang dilakukan pada pabrik pentaerythritol
ini adalah sebagai berikut :
-

Pengolahan secara Fisika

Adapun tujuan dari pengolahan air limbah secara fisika adalah untuk
memisahkan bahan - bahan yag berukuran besar dan terapung. Adapun
tahapan pengolahannya adalah sebagai berikut :
a. Penyaringan
Penyaringan merupakan salah satu cara yang efisien dan murah untuk
menyisihkan bahan padatan tersuspensi yang memiliki ukuran yang relatif
besar pada limbah cair.
b. Flotasi
Flotasi merupakan proses peyisihkan bahan - bahan yang mengapung pada
permukaan limbah cair (seperti : minyak, lemak), sehingga tidak
mengganggu proses pengolahan berikutnya
c. Filtrasi
Filtrasi merupakan proses yang digunakan untuk menyaring sebanyak
mungkin partikel dengan ukuran yang realtif sangat kecil yang masih
tersuspensi pada limbah cair tersebut.
d. Adsorpsi
Adsorpsi adalah penyerapan senyawa - senyawa aromatik (seperti : fenol
dan lain sebagainya) serta menyerap senyawa senyawa organik terlarut
pada limbah cair tersebut dengan mengunakan sifat sifat permukaan dari
partikel adsorben yang digunakan.
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

142

Pengolahan secara Kimia

Adapun tujuan dari pengolahan limbah secara kimiawi adalah untuk


mereduksi atau menghilangkan partikel partikel atau senyawa senyawa
kimia yang terdapat pada limbah cair yang tidak mudah mengendap (seperti
koloid).
Tahapan pengolahan secara kimiawi yaitu berupa penambahan senyawa
koagulan dan flokulan yang berfungsi untuk menggumpalkan dan
membentuk flok flok partikel atau senyawa senyawa kimia yang
berbentuk koloid tersebut, sehingga memungkinkan untuk terjadinya
pengendapan secara gravitasi. Pada pengolahan limbah secara kimiawi,
terdapat kolam ekualisasi yang berfungsi untuk mengatur laju alir limbah ke
area pengolahan supaya pengolahan limbah cair tersebut dapat berjalan
dengan baik.
Setelah limbah cair hasil produksi pada pabrik pentaerythritol ini telah
diolah secara fisika dan kimia, maka dilakukan pengujian terlebih dahulu
terhadap baku mutu air limbah hasil pengolahan yang dihasilkan pada
laboratorium. Apabila air limbah tersebut telah memenuhi syarat dan
ketentuan baku mutu air yang di tetapkan oleh pemerintah, maka kemudian
air limbah tersebut dibuang ke lingkungan melalui sungai Mangsetan DAS
Ciujung Cidanau.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

143

Tabel 6.5. Syarat Syarat Kualitas (Baku Mutu) Air Limbah


No.
Parameter
Satuan
Batas Maksimum
1.

Temperatur

2.

40

Zat Padat Terlarut (TDS)

mg/L

4.000

3.

Zat Padat Suspensi (TSS)

mg/L

400

4.

pH

6,0 9,0

5.

Besi Terlarut (Fe)

mg/L

10

6.

Mangan Terlarut (Mn)

mg/L

7.

Barium (Ba)

mg/L

8.

Tembaga (Cu)

mg/L

9.

Seng (Zn)

mg/L

10.

Krom Total (Cr)

mg/L

11.

Kadmium (Cd)

mg/L

0,1

12.

Raksa (Hg)

mg/L

0,005

13.

Timbal (Pb)

mg/L

14.

Stanium (Sn)

mg/L

15.

Arsen (As)

mg/L

0,5

16.

Selenium (Se)

mg/L

0,5

17.

Kikel (Ni)

mg/L

0,5

18.

Kobalt (Co)

mg/L

0,6

19.

Sianida (CN)

mg/L

0,5

20.

Sulfida (H2S)

mg/L

21.

Flourida (F)

22.

Klorin Bebas (Cl2)

mg/L

23.

Amonia Nitrogen (NH3-N)

mg/L

10

24.

Nitrat (NO3-N)

mg/L

30

25.

Nitrit (NO2-N)

mg/L

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

144

No.

Parameter

Satuan

Batas Maksimum

26.

Total Nitrogen

mg/L

60

27.

BOD

mg/L

150

28.

COD

mg/L

300

29.

Senyawa aktif biru metilen

mg/L

10

30.

Fenol

31.

Minyak & Lemak

32.

Total Bakteri Koliform

1
mg/L

20

MPN/100 mL

10.000

Sumber : PERMEN LHK RI Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

BAB VII
LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK

A. Lokasi Pabrik

Pemilihan lokasi pabrik merupakan hal yang sangat penting dalam perancangan
pabrik, karena harus dapat memberikan keuntungan jangka panjang dan
dimungkinkan untuk mengembangkan pabrik di masa yang akan datang. Pada
perancangan ini dipilih daerah Serang, Banten. Yang menjadi bahan
pertimbangan dalam pemilihan lokasi pabrik adalah sebagai berikut:
1. Penyediaan Bahan Baku
Bahan

baku

utama

pada proses

pembuatan

Pentaerythritol

adalah

formaldehid, asetaldehid dan sodium hidroksida, dimana ketiganya diperoleh


dari :
a. Formaldehid (CH2O)
Formaldehid (CH2O) diperoleh dari PT. Dover Chemical yang berlokasi di
Serang, Banten.
b. Asetaldehid (C2H4O)
Asetaldehid (C2H4O) diperoleh dari pabrik asetaldehid di China,
Mainland. Sehingga diinginkan terjadi kegiatan impor di sekitar lokasi
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

146

pabrik ini. Oleh karena itu, dibutuhkan pelabuhan internasional yang


diharapkan dapat menjadi media penghubung kegiatan impor bahan baku
yang akan kami gunakan.
c. Sodium Hidroksida (NaOH)
Sodium Hidroksida (NaOH) diperoleh dari PT. Sulfindo Adiusaha yang
berlokasi di Serang, Banten.

2. Pemasaran Produk
Produk pentaerythritol bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,
dimana industri yang menggunakan pentaerythritol di Indonesia sendiri
mayoritasnya adalah industri alkyd resin. Industri lain yang membutuhkan
pentaerythritol yaitu industri cat dan plastik. Tidak dilakukan kegiatan ekspor
disini, karena diinginkan pemenuhan kebutuhan pentaerythritol dalam negeri
tercukupi, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut. Letak geografis pabrik
di Serang, dirasa cukup strategis, karena berdekatan dengan kawasan industri
dan pelabuhan internasional yang nantinya akan menjadi media penghubung
kegiatan impor bahan baku untuk pabrik ini. Selain itu, letak geografis pabrik
yang berada di Serang ini berdekatan dengan pemasaran produk. Hal ini
memiliki pertimbangan dengan dasar mayoritas penggunaan produk
pentaerythritol adalah industry alkyd resin, dan lokasi industri alkyd resin itu
sendiri sebagian besar berada di Jakarta dan Tangerang. Hal ini merupakan
peluang untuk memperluas jaringan pemasaran.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

147

3. Transportasi
Ketersediaan transportasi sangat diperlukan untuk mendukung distribusi
produk dan bahan baku baik melalui laut maupun darat, sehingga daerah yang
akan dijadikan lokasi pabrik haruslah menpunyai fasilitas transportasi yang
memadai. Selain itu, biaya untuk transportasi sebaiknya dapat ditekan sekecil
mungkin. Untuk wilayah Serang, fasilitas transportasi sangat memadai
dikarenakan letaknya yang strategis yaitu berada di provinsi Jawa Barat,
sehingga kegiatan impor dapat memadai karena lokasi dekat dengan
pelabuhan Merak. Pada tahun 2008 pelabuhan peti kemas Bojanegara, Serang,
yang akan menjadi pelabuhan peti kemas terbesar di Indonesia sudah
diresmikan, sehingga kemungkinan transportasi laut dialihkan dari Merak ke
pelabuhan tersebut. Selain itu, pemasaran produk sebagian besar berlokasi di
Jakarta dan Tangerang, sehingga biaya transportasi dapat diminimalisir karena
pengangkutan dapat melalui jalur darat.

4. Utilitas
Kebutuhan akan ketersediaan air, listrik, dan bahan bakar, mengharuskan
lokasi pabrik dekat dengan sumber air dan pusat pengadaan bahan bakar.
Serang memiliki ketersediaan air yang cukup banyak yang berasal dari Sungai
Ciujung yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan domestik air di dalam
pabrik.
Adapun pemasokan listrik pada pabrik ini berasal dari PLN dan generator.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

148

Sungai Ciujung memiliki panjang sekitar 142 km, dengan kisaran debit air
sebesar 188 m3/s (data hidrologi, DAS Aliran Sungai Cidanau dan Ciujung,
2015). Untuk penyediaan bahan bakar seperti solar dapat dipenuhi dari
pemasokan PT.PERTAMINA.

5. Tenaga Kerja dan Ahli


Tenaga kerja di daerah Serang cukup banyak tersedia mengingat Jawa Barat
merupakan provinsi yang berpenduduk tinggi atau dapat didatangkan dari
daerah-daerah lain di sekitarnya, sehingga kebutuhan tenaga kerja akan
terpenuhi. Sedangkan tenaga ahli diperoleh selain dari luar negeri juga melalui
kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia pada umumnya dan
lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta.

6. Kondisi Daerah
Iklim yang baik, meliputi kelembaban udara, intensitas panas matahari, curah
hujan dan angin serta kondisi tanah yang baik mempengaruhi kelancaran
proses produksi. Keadaan iklim yang baik juga dapat meningkatkan kualitas
kerja para karyawan pabrik. Selain itu, Serang adalah daerah kawasan
industri, dengan kondisi yang cukup stabil dan sampai saat ini belum pernah
terjadi bencana alam yang berbahaya sehingga kondisi ini sangat mendukung
kelancaran operasional pabrik.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

149

7. Perizinan
Lokasi pabrik dipilih pada daerah khusus untuk kawasan industri, sehingga
memudahkan dalam perizinan pendirian pabrik. Pabrik yang didirikan harus
jauh dari pemukiman penduduk dan tidak mengurangi lahan produktif
pertanian agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan
lingkungan sekitarnya. Selain itu, lokasi pabrik harus memungkinkan untuk
dilakukan pengembangan area pabrik. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan
pengembangan pabrik dimasa yang akan datang.

B. Tata Letak Pabrik

Tata letak pabrik adalah pengaturan tempat kedudukan dari komponen


komponen pabrik yang saling berhubungan. Tata letak pabrik dirancang
sedemikian rupa sehingga pembangunan area pabrik menjadi efisien dan proses
produksi serta distribusi dapat berjalan dengan lancar, sehingga keamanan,
keselamatan, dan kenyamanan para karyawan dapat terpenuhi dengan baik. Selain
peralatan proses, bangunan pendukung, seperti kantor, laboratorium, bengkel,
pemadam kebakaran dan sebagainya ditempatkan pada bagian yang tepat dan
efisien. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan tata letak suatu
pabrik antara lain:
Dalam menempatkan peralatan pabrik, tata letak alat proses, penyimpanan bahan
baku dan produk atau gudang, transportasi, laboratorium, kantor harus disusun
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

150

sedemikian rupa sehingga diperoleh koordinasi kerja yang efisien. Beberapa


faktor yang dipertimbangkan dalam menata pabrik agar efisien antara lain :
a. Pemilihan lokasi memungkinkan untuk melakukan perluasan pabrik di masa
yang akan datang.
b. Distribusi utilitas yang tepat dan efisien
c. Tata letak alat-alat pabrik disusun secara sistematis sehingga pengoperasian,
pengawasan dan perbaikan mudah dilakukan.
d. Buangan proses tidak mengganggu operasi pabrik dan masyarakat sekitarnya.
e. Aspek keselamatan kerja yang lebih terjamin.
f. Aspek estetika yang disesuaikan dengan lingkungan yang ada.

Berdasarkan pertimbangan factor-faktor tersebut, maka pengaturan tata letak


pabrik pentaerythritol direncanakan sebagai berikut :
1. Area Proses
Area proses merupakan pusat kegiatan proses produksi pentaerythritol.
Daerah ini diletakan pada lokasi yang strategis dalam suplai bahan baku dan
pengiriman produk ke area penyimpanan serta mempermudah pengawasan
dan perbaikan alat - alat. Pada area proses, terdapat ruang kontrol yang akan
berfungsi untuk mengontrol jalannya proses.
2. Area Penyimpanan
Area penyimpanan merupakan tempat penyimpanan bahan baku dan produk
yang dihasilkan. Penyimpanan bahan baku dan produk diletakkan pada area
yang dekat peralatan pengangkutan dan area proses.
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

151

3. Area Laboratorium
Area ini merupakan lokasi untuk menganalisis kualitas bahan baku dan
produk, serta melakukan penelitian guna pengembangan dan peningkatan
kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, area ini diletakkan dekat
dengan daerah proses.
4. Area Utilitas
Area ini merupakan lokasi untuk menyediakan keperluan yang menunjang
jalannya proses, berupa penyediaan air, pengolahan udara serta pembangkit
listrik.
5. Area Perkantoran
Area ini merupakan pusat kegiatan administrasi pabrik sehari-hari, baik untuk
kepentingan dalam pabrik maupun luar pabrik. Area ini mencakup ruang serba
guna untuk para karyawan.
6. Area Fasilitas Umum
Area ini terdiri dari kantin, mushola, klinik dan lapangan parkir. Area ini
diletakkan sefektif dan sestrategis mungkin.
7. Area Pengembangan
Area ini dimaksudkan untuk perluasan area pabrik di masa yang akan datang.
Perluasan area pabrik dilakukan untuk peningkatan kapasitas produksi
(revamping) atau penambahan unit baru guna meningkatkan kualitas
produksi.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

152

8. Pos Keamanan
Pos kemanan diletakkan pada pintu masuk dan pintu keluar pabrik. Pos
keamanan ini diperlukan agar keamanan pabrik terjaga.
C. Estimasi Area Pabrik
Pabrik direncanakan didirikan diatas tanah seluas 40.000 m2 dengan rincian pada
Tabel 7.1.

Tabel 7.1. Perincian luas area Pabrik Pentaerythritol


Bangunan

Luas (m2)

Kantor

1.300

GSG

1.000

Masjid

200

Klinik

200

Kantin

200

Jalan dan Taman

2.500

Area Pengembangan

10.000

Control Room

1.000

Laboratorium

500

Bengkel

1.300

Gudang

700

Unit Utilitas

10.000

Unit Proses

10.000

Area Parkir

500

Pos Keamanan

100

Area Aman

500

Total

40.000

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

153

Untuk lebih jelasnya mengenai lokasi dan tata letak pabrik serta peralatan dapat di
lihat pada Gambar 7.1, 7.2, 7.3 dan 7.4.

Gambar 7.1. Peta Provinsi Banten


(http://indonesia-peta.blogspot.com, 2015)

Gambar 7.2 Prakiraan Lokasi Pendirian Pabrik Pentaeryhtritol


(Google Map, 2015)

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

154

Gambar 7.3. Tata letak pabrik dan fasilitas pendukung


Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

155

SP-201

CR-301

VP-201

CF-301
RD-301

RE-201

Unit Pemurnian Produk


(Unit 03)

Unit Reaksi
(Unit 02)
TP-401

ST-103

GD-401
ST-101

ST-102

Unit Persiapan Bahan Baku


(Unit 01)

Unit Penyimpanan
Produk
(Unit 04)

Gambar 7.4. Tata Letak Unit Proses


Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas
50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

156

BAB VIII
MANAJEMEN DAN ORGANISASI

A. Bentuk Perusahaan
Perusahaan adalah suatu unit kegiatan ekonomi yang diorganisasikan dan
dioperasikan untuk menyediakan barang dan jasa bagi konsumen untuk
memperoleh

keuntungan.

Sistem

pengelolaan

(manajemen)

organisasi

perusahaan bertugas untuk mengatur, merencanakan, melaksanakan dan


mengendalikan perusahaan secara efektif dan efisien. Selain itu, untuk
mendapatkan keuntungan (profit) yang optimal, pembagian tugas dan
wewenang dari setiap individu yang terlibat dalam perusahaan harus jelas.
Oleh karena itu, untuk kelancaran jalannya perusahaan diperlukan pemilihan
bentuk dan sistem manajemen organisasi yang sesuai dengan kapasitas dan
tujuan perusahaan.
1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan Perseorangan yaitu badan usaha yang didirikan, dimiliki, dan
dimodali oleh satu orang. Dimana pemilik juga bertindak sebagai
pemimpin.

Pemilik

bertanggung

jawab

penuh

atas

segala

hutang/kewajiban perusahaan dengan seluruh hartanya, baik yang


ditanamkan pada perusahaan maupun harta pribadinya.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

157

2. Perusahaan Firma
Perusahaan Firma yaitu badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh
beberapa orang dengan memakai satu nama (salah satu anggota atau nama
lain) untuk kepentingan bersama. Semua anggota firma bertindak sebagai
pemimpin perusahaan dan bertanggung jawab penuh atas segala
kewajiban/hutang perusahaan dengan seluruh hartanya, baik harta yang
ditanamkan pada perusahaan maupun harta pribadinya.
3. Perusahaan Komanditer
Perusahaan Komanditer yaitu badan usaha yang didirikan oleh dua orang
atau lebih dimana sebagian anggotanya duduk sebagai anggota aktif dan
sebagian yang lain sebagai anggota pasif. Anggota aktif yaitu anggota
yang bertugas mengurus, mengelola, dan bertanggung jawab atas maju
mundurnya perusahaan. Anggota aktif bertanggung jawab penuh atas
kewajiban perusahaan dengan seluruh harta bendanya, baik yang
ditanamkan pada perusahaan maupun harta pribadinya. Sedangkan anggota
pasif yaitu anggota yang hanya berperan memasukkan modalnya ke
perusahaan.
4. Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Terbatas yaitu badan usaha yang modalnya didapatkan dari
penjualan saham. Saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh
perusahaan atau PT. Setiap pemegang saham memiliki tanggung jawab
pada sejumlah modal yang ditanamkan pada perusahaan dan setiap
pemegang saham adalah pemilik perusahaan. Bentuk usaha ini memiliki
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

158

kapabilitas untuk dapat memiliki, mengatur dan mengolah kekayaannya


sendiri serta dapat mengumpulkan modal secara efektif.

Bentuk

perusahaan

yang

direncanakan

pada

prarancangan

pabrik

pentaerythritol ini adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan bidang usahanya


adalah produksi Pentaerythritol dan berlokasi di Serang, Banten.
Bentuk Perusahaan

: Perseroan Terbatas (PT)

Lapangan Usaha

: Industri Pentaerythritol

Lokasi Perusahaan

: Serang Banten

Alasan dipilihnya bentuk Perseroan Terbatas berdasarkan atas beberapa faktor:


1. Mudah mendapatkan modal dengan menjual saham perusahaan.
2. Tanggung jawab pemegang saham terbatas,dimanakegiatan produksi hanya
dipegang oleh pimpinan perusahaan saja.
3. Pemilik dan pengurus perusahaan terpisah satu sama lain.Pemilik
perusahaan adalah para pemegang saham dan pengurus perusahaan adalah
direksi beserta staff-nya yang diawasi oleh Dewan Komisaris.
4. Lapangan usaha lebih luas karena suatu PT dapat menarik modal yang
sangat besar dari masyarakat sehingga dengan modal ini PT dapat
memperluas usaha sehingga kelangsungan hidup perusahan lebih terjamin,
karena tidak terpengaruh dengan berhentinya pemegang saham, manajer
beserta stafff - nya dan karyawan perusahaan.
5. Kepemilikan dapat berganti ganti dengan cara menjual saham kepada
orang lain.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

159

6. Manajemen yang efisien, dimana para pemegang saham dapat memilih


orang yang ahli sebagai Dewan Komisaris dan Direktur Utama yang cakap
dan berpengalaman.

B. Struktur Organisasi Perusahaan


Salah satu faktor yang menunjang kemajuan perusahaan adalah struktur
organisasi yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Struktur organisasi yang
sesuai untuk diterapkan pada perusahaan ini adalah sistem line and stafff,
mengingat pabrik ini merupakan perusahaan besar yang mempunyai ruang
lingkup serta karyawan yang banyak sehingga membutuhkan staff ahli sebagai
pemberi saran dalam bidangnya kepada pemimpin perusahaan.

Pada struktur ini, masing - masing jabatan mempunyai tugas dan wewenang
yang berbeda sesuai dengan bidangnya. Ada dua kelompok orang yang
berpengaruh dalam menjalankan organisasi line dan staff ini, yaitu :
a. Staff, yaitu orang-orang yang melakukan tugas sesuai dengan keahliannya,
dalam hal ini berfungsi untuk memberi saran-saran kepada unit
operasional.
b. Line atau garis, yaitu orang-orang yang menjalankan tugas pokok
organisasi dalam rangka mencapai tujuan.

Struktur organisasi ini mempunyai kelebihan - kelebihan antara lain:


a. Dapat digunakan dalam organisasi skala besar dengan susunan organisasi
yang kompleks dan pembagian tugas yang beragam.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

160

b. Dapat menghasilkan keputusan yang logis dan tepat karena adanya


pegawai yangahli.
c. Lebih mudah dalam pelaksanaan pengawasan dan pertanggungjawaban.
d. Cocok untuk perubahan yang cepat (rasionalisasi dan promosi).
e. Memungkinkan konsentrasi dan loyalitas tinggi terhadap pekerjaan.

Bagan struktur organisasi perusahaan dapat dilihat pada Gambar 8.1.


Pemegang saham sebagai pemilik perusahaan dalam pelaksanaan tugas sehari
- hari diwakili oleh Dewan Komisaris yang dipimpin oleh Presiden
Komisaris. Sedangkan tugas untuk menjalankan perusahaan dilaksanakan
oleh Direktur Utama

dibantu oleh Direktur Teknik dan Produksi serta

Direktur Pemasaran dan Keuangan, dimana Direktur Teknik dan Produksi


membawahi bagian teknik dan produksi. Sedangkan Direktur Pemasaran dan
Keuangan membawahi bagian pemasaran, keuangan dan umum. Masing masing Kepala Bagian akan membawahi beberapa seksi yang dikepalai oleh
Kepala Seksi dan masing - masing seksi akan membawahi dan mengawasi
para karyawan perusahaan pada masing - masing bidangnya. Karyawan
perusahaan akan dibagi dalam beberapa kelompok regu yang dipimpin oleh
masing - masing kepala regu, dan masing - masing Kepala Regu akan
bertanggung jawab kepada kepala pengawas pada masing - masing seksi.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

162

Dewan Komisaris

Direktur Utama
Staff Ahli

Direktur Pemasaran
dan Keuangan

Direktur Teknik
dan Produksi

KABAG
Teknik

KABAG
Produksi

KASI
Proses

KASI
LITBANG

KASI
Lab. dan PP

KASI
Utilitas

KABAG
Pemasaran

KASI
Pemeliharaan

KASI
Penjualan

KASI
Pembelian

KABAG
Umum

KASI
Personalia

Karyawan
Gambar 8.1. Struktur Organisasi Perusahaan
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

KASI
HUMAS

KABAG
Keuangan

KASI
Keamanan

KASI
Administrasi

KASI
Kas

163

C. Tugas dan Wewenang


Secara khusus badan usaha Perseroan Terbatas diatur dalam Undang

Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), yang secara
efektif berlaku sejak tanggal 16 Agustus 2007. Adapun tugas dan wewenang
dari organ-organ PT adalah :
1.

Pemegang Saham
Pemegang saham adalah beberapa orang yang mengumpulkan modal
untuk kepentingan pendirian dan berjalannya operasi perusahaan
tersebut. Kekuasaan tertinggi pada perusahaan yang mempunyai bentuk
Perseroan Terbatas (PT) adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Pada RUPS tersebutparapemegangsahamberwenang :
1) Mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris.
2) Mengangkat dan memberhentikan Dewan Direktur.
3) Mengesahkan hasil - hasil serta neraca perhitungan untung - rugi
tahunan dari perusahaan.

2.

Dewan Komisaris
Dewan Komisaris merupakan pelaksana tugas sehari - hari dari pemilik
saham, sehingga Dewan Komisaris akan bertanggung jawab terhadap
pemilik saham. Tugas - tugas Dewan Komisaris meliputi :
1) Menilai dan menyetujui rencana direksi tentang kebijaksanaan
umum, target perusahaan, alokasi sumber - sumber dana dan
pengarahan pemasaran.
2) Mengawasi tugas tugas direktur.
3) Membantu Direktur Utama dalam tugas - tugas yang penting.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

164

3.

Dewan Direktur
a. Direktur Utama
Direktur Utama merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan dan
bertanggung

jawab

sepenuhnya

terhadap

maju

mundurnya

perusahaan. Direktur Utama bertanggung jawab kepada Dewan


Komisaris atas segala tindakan dan kebijaksanaan yang diambil
sebagai pimpinan perusahaan. Direktur Utama membawahi Direktur
Teknik dan Produksi dan Direktur Pemasaran dan Keuangan. Tugas
Direktur Utama antara lain :
1) Melaksanakan

kebijakan

perusahaan

dan

mempertanggungjawabkan pekerjaannya pada pemegang saham


pada akhir masa jabatannya.
2) Menjaga stabilitas organisasi perusahaan dan membuat kontinuitas
hubungan yang baik antara pemilik saham, pimpinan, konsumen
dan karyawan.
3) Mengangkat

dan

memberhentikan

kepala

bagian

dengan

persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).


4) Mengkoordinir kerjasama dengan Direktur Teknik dan Produksi
serta Direktur Pemasaran dan Keuangan.
b. Direktur
Secara umum tugas Direktur adalah mengkoordinir, mengatur dan
mengawasi pelaksanaan pekerjaan dalam lingkungan bagiannya sesuai
dengan garis - garis yang diberikan oleh pimpinan perusahaan.
Direktur yang terdiri dari Direktur Teknik dan Produksi, serta Direktur

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

165

Pemasaran dan Keuangan bertanggung jawab kepada Direktur Utama.


Tugas Direktur Teknik dan Produksi antara lain :
1) Bertanggung jawab kepada Direktur Utama dalam bidang teknik
dan produksi.
2) Mengkoordinir, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan
kepala - kepala bagian yang menjadi bawahannya.
Tugas Direktur Pemasaran dan Keuanganantara lain :
1) Bertanggung jawab kepada Direktur Utama dalam bidang
keuangan, pemasaran dan pelayanan umum.
2) Mengkoordinir, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan
kepala - kepala bagian yang menjadi bawahannya.
c. Staff Ahli
Staff Ahli terdiri dari tenaga - tenaga ahli yang bertugas membantu
direktur dalam menjalankan tugasnya baik yang berhubungan dengan
teknik maupun administrasi. Staff Ahli bertanggung jawab kepada
Direktur Utama. Tugas dan wewenang Staff Ahli meliputi :
1) Memberikan nasehat dan saran dalam perencanaan pengembangan
perusahaan.
2) Mengadakan evaluasi bidang teknik dan ekonomi perusahaan.
3) Memberikan saran - saran dalam bidang hukum.
4.

Kepala Bagian
Secara umum tugas Kepala Bagian adalah mengkoordinir, mengatur dan
mengawasi pelaksanaan pekerjaan dalam lingkungan bagiannya sesuai
dengan garis - garis yang diberikan oleh pimpinan perusahaan. Kepala

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

166

Bagian bertanggung jawab kepada direktur sesuai dengan bagiannya


masing - masing. Kepal Bagian terdiri dari :
a. Kepala Bagian Produksi (KABAG Produksi)
Kepala Bagian Produksi bertanggung jawab kepada Direktur Teknik
dan Produksi dalam bidang mutu dan kelancaran produksi. Kepala
Bagian Produksi membawahi :
a) Seksi Proses
Tugas Seksi Proses meliputi :
1) Menjalankan tindakan seperlunya pada peralatan produksi yang
mengalami kerusakan, sebelum diperbaiki oleh seksi yang
berwenang.
2) Mengawasi jalannya proses dan produksi.
b) Seksi Penelitian dan Pengembangan (LITBANG)
Tugas dan wewenang Seksi Penelitian dan Pengembangan adalah :
1) Mempertinggi mutu suatu produk dan mengadakan pemilihan
pemasaran produk ke suatu tempat.
2) Memperbaiki proses

dari pabrik/perencanaan alat untuk

pengembangan produksi.
3) Mempertinggi efisiensi kerja.
c) Seksi Laboratorium dan Pengendalian Proses (PP)
Tugas Seksi Laboratorium dan Pengendalian Proses yaitu :
1) Menangani hal - hal yang dapat membahayakan keselamatan
kerja.
2) Mengurangi potensi bahaya yang ada.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

167

2) Mengawasi dan menganalisis mutu bahan baku dan bahan


pendukung.
3) Mengawasi dan menganalisis produk.
4) Mengawasi kualitas limbah/buangan pabrik.
b. Kepala Bagian Teknik (KABAG Teknik)
Tugas Kepala Bagian Teknik antara lain:
1) Bertanggung jawab kepada Direktur Teknik dan Produksi dalam
bidang peralatan, proses dan utilitas.
2) Mengkoordinir kepala - kepala seksi yang menjadi bawahannya.
Kepala Bagian Teknik membawahi :
a) Seksi Pemeliharaan
Tugas Seksi Pemeliharaan meliputi :
1) Melaksanakan pemeliharaan fasilitas gedung dan peralatan
pabrik.
2) Memperbaiki peralatan pabrik.
b) Seksi Utilitas
Tugas Seksi Utilitas adalah melaksanakan dan mengatur sarana
utilitas untuk memenuhi kebutuhan proses, air, steam dan tenaga
listrik.
c. Kepala Bagian Pemasaran (KABAG Pemasaran)
Kepala bagian pemasaran bertanggung jawab kepada Direktur
Pemasaran dan Keuangan dalam bidang pengadaan bahan baku dan
pemasaran hasil produksi. Kepala Bagian Pemasaran membawahi :

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

168

a) Seksi Pembelian
Tugas Seksi Pembelian antara lain :
1) Melaksanakan pembelian barang dan peralatan yang dibutuhkan
perusahaan
2) Mengetahui harga pemasaran dan mutu bahan baku serta
mangatur keluar masuknya bahan dan alat dari gudang.
b) Seksi Penjualan
Tugas Seksi Penjualan antara lain :
1) Merencanakan strategi penjualan hasil produksi
2) Mengatur distribusi hasil produksi dari gudang
d. Kepala Bagian Keuangan (KABAG Keuangan)
Kepala Bagian Keuangan bertanggung jawab kepada Direktur
Pemasaran dan Keuangan dalam bidang administrasi dan keuangan.
Kepala Bagian Keuangan membawahi :
a) Seksi Administrasi
Tugas seksi administrasi adalah menyelenggarakan pencatatan
hutang piutang, administrasi persediaan kantor dan pembukuan
serta masalah pajak.
b) Seksi Kas
Tugas Seksi Kas antara lain :
1) Mengadakan perhitungan tentang gaji dan insentif karyawan.
2) Menghitung penggunaan uang perusahaan, mengamankan uang
dan membuat prediksi keuangan masa depan.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

169

e. Kepala Bagian Umum (KABAG Umum)


Kepala Bagian Umum bertanggung jawab kepada Direktur Pemasaran
dan Keuangan dalam bidang personalia, hubungan masyarakat dan
keamanan. Kepala Bagian Umum membawahi :
a) Seksi Personalia
Tugas Seksi Personalia antara lain :
1) Membina tenaga kerja dan menciptakan suasana kerja yang
sebaik mungkin antara pekerja dan pekerjaannya serta
lingkungannya supaya tidak terjadi pemborosan waktu dan
biaya.
2) Mengusahakan disiplin kerja yang tinggi dalam menciptakan
kondisi kerja yang dinamis.
3) Melaksanakan hal - hal yang berhubungan dalam kesejahteraan
karyawan.
b) Seksi Humas
Tugas Seksi Humas adalah mengatur hubungan perusahaan dengan
masyarakat luar.
c) Seksi Keamanan
Tugas Seksi Keamanan antara lain :
1) Menjaga semua bangunan pabrik dan fasilitas yang ada di
perusahaan.
2) Mengawasi keluar masuknya orang - orang, baik karyawan
maupun bukan karyawan di dalam lingkungan perusahaan.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

170

3) Menjaga dan memelihara kerahasiaan yang berhubungan dengan


internal perusahaan.
5.

Kepala Seksi
Kepala Seksi adalah pelaksana pekerjaan dalam lingkungan bidangnya,
sesuai dengan rencana yang telah diatur oleh kepala bagian masing
masing

agar diperoleh hasil yang maksimal dan efektif selama

berlangsungnya proses produksi. Setiap Kepala Seksi bertanggung jawab


terhadap kepala bagiannya masing - masing sesuai dengan bidangnya.
Karena bahan - bahan yang ada di pabrik diproses secara kimia, maka
perusahaan menetapkan dasar bagi rekrutmen operator pabrik dengan
modal pendidikan minimal adalah SMA. Karena masing - masing
operator harus sudah memiliki bekal pengetahuan ilmu kimia yang baru
diajarkan oleh sekolah kepada siswa SMA. Diharapkan dengan bekal
ilmu pengetahuan yang sesuai, para karyawan mulai dari tingkat operator
mempunyai kesadaran yang tinggi tentang keselamatan kerja dan
mengatahui bahaya dari bahan kimia yang dikelola oleh unit kerjanya.

D. Status Karyawan Dan Sistem Penggajian


Pada pabrik Sodium Sulfat ini, sistem penggajian karyawan berbeda - beda
tergantung pada status karyawan, kedudukan, tanggung jawab dan keahlian.
Menurut statusnya, karyawan perusahaan dibagi menjadi 3 golongan sebagai
berikut:
1.

Status Karyawan
a. Karyawan Tetap

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

171

Karyawan tetap adalah karyawan yang diangkat dan diberhentikan


dengan Surat Keputusan (SK) Direktur dan mendapat gaji bulanan
sesuai dengan kedudukan, keahlian dan masa kerja.
b. Karyawan Harian
Karyawan harian adalah karyawan yang diangkat dan diberhentikan
direktur tanpa Surat Keputusan (SK) Direktur dan mendapat upah
harian yang dibayar tiap akhir pekan.
c. Karyawan Borongan
Karyawan borongan adalah karyawan yang digunakan oleh pabrik bila
diperlukan saja. Karyawan ini menerima upah borongan untuk suatu
perusahaan.
2.

Penggolongan Gaji
a. Gaji bulanan
Gaji ini diberikan kepada karyawan tetap. Besarnya gaji sesuai dengan
peraturan perusahaan.
b. Gaji harian
Gaji ini diberikan kepada karyawan tidak tetap atau buruh harian
c. Gaji lembur
Gaji ini diberikan kepada karyawan yang bekerja melebihi jam kerja
yang telah ditetapkan. Besarnya sesuai dengan peraturan perusahaan

E. Pembagian Jam Kerja Karyawan


Pabrik Pentaerythritol ini direncanakan beroperasi 330 hari selama satu tahun
dan 24 jam perhari. Sisa hari yang bukan hari libur digunakan untuk perbaikan

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

172

atau perawatan dan shutdown. Sedangkanpembagian jam kerjakaryawan


digolongkan kedalam 2 golongan, yaitu :
1.

Karyawan Reguler
Karyawan reguler adalah para karyawan yang tidak menangani proses
produksi secara langsung. Yang termasuk karyawan regular yaitu
Direktur, Staff Ahli, Kepala Bagian, Kepala Seksi serta bawahan yang
berada di kantor. Karyawan regular dalam satu minggu akan bekerja
selama 5 hari dan libur pada hari Sabtu, Minggu dan hari besar, dengan
pembagian jam kerja sebagai berikut :
Jam kerja :

Hari Senin Jumat

: jam 07.00 - 16.00

Jam istirahat :

2.

Hari Senin Kamis

: jam 12.00 12.30

Hari Jumat

: jam 11.30 13.00

Karyawan Shift
Karyawan Shift adalah karyawan yang secara langsung menangani proses
produksi atau mengatur bagian-bagian tertentu dari pabrik yang
mempunyai hubungan dengan masalah keamanan dan kelancaran
produksi. Yang termasuk Karyawan Shift antara lain karyawan unit
proses, utilitas, laboratorium, sebagian dari bagian teknis, bagian gudang
dan bagian bagian yang harus selalu siaga untuk menjaga keselamatan
serta keamanan pabrik.
Para karyawan shift akan bekerja bergantian sehari semalam, dengan
pengaturan sebagai berikut :

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

173

Karyawan Produksi dan Teknik :

Shift pagi

: jam 07.00 15.00

Shift siang

: jam 15.00 23.00

Shift malam

: jam 23.00 07.00

Karyawan Keamanan :

Shift pagi

: jam 07.00 15.00

Shift siang

: jam 15.00 23.00

Shift malam

: jam 23.00 07.00

Karyawan Shift terbagi dalam 4 regu dan dalam sehari terdapat 3 regu
bekerja dan 1 regu libur dan dijalankan secara bergantian. Tiap regu akan
mendapat giliran 3 hari kerja dan 1 hari libur tiap tiap shift dan masuk
lagi untuk shift berikutnya. Jadwal kerja masing masing regu dapat
dilihat pada Tabel 8.1.

Tabel 8.1. Jadwal kerja masing - masing regu


Tanggal

10

11

12

13

14

Regu

Keterangan :
P = Pagi

M = Malam

S = Siang

L = Libur

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

174

Jadi untuk kelompok kerja shift pada hari ke 13, jam kerja shift kembali
seperti hari pertama, maka waktu siklus selama 13 hari.

Kelancaran produksi dari suatu pabrik sangat dipengaruhi oleh faktor


kedisplinan

karyawannya.

Untuk

itu

kepada

seluruh

karyawan

diberlakukan absensi dan masalah absensi ini akan digunakan pimpinan


perusahaan sebagai dasar dalam mengembangkan karir para karyawan
dalam perusahaan.

F. Penggolongan Jabatan Dan Jumlah Karyawan


1. Penggolongan Jabatan
Sumber daya manusia merupakan salah satu unsur produksi yang berperan
penting dalam perencanaan suatu pabrik. Tenaga kerja dalam pabrik Sodium
Sulfat ini disusun berdasarkan tingkat kedudukan dan jenjang pendidikan
dalam organisasi. Rincian jabatan dan prasyarat yang harus dipenuhi
karyawan dapat dilihat pada Tabel 8.2.

Tabel 8.2. Perincian tingkat pendidikan


No. Jabatan

Prasyarat

1.

Direktur Utama

Sarjana Teknik Kimia

2.

Direktur Teknik dan Produksi

Sarjana Teknik Kimia

3.

Direktur Pemasaran dan Keuangan

Sarjana Ekonomi Manajemen

4.

Staff Ahli

Sarjana Teknik/Ekonomi

5.

Sekretaris

Sarjana Muda Sekretaris

6.

Kepala Bagian Umum

Sarjana Ilmu Komunikasi

7.

Kepala Bagian Pemasaran

Sarjana Ekonomi Manajemen

8.

Kepala Bagian Keuangan

Sarjana Ekonomi Akuntansi

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

175

9.

Kepala Bagian Teknik

Sarjana Teknik Mesin/Elektro

10.

Kepala Bagian Produksi

Sarjana Teknik Kimia

11.

Kepala Seksi Personalia

Sarjana Ilmu Komunikasi

12.

Kepala Seksi Humas

Sarjana Ilmu Komunikasi

13.

Kepala Seksi Keamanan

SMU/Sederajat

14.

Kepala Seksi Pembelian

Sarjana Ekonomi Manajemen

15.

Kepala Seksi Lab. dan PP

Sarjana Teknik Kimia

16.

Kepala Seksi LITBANG

Sarjana Teknik Kimia/Kimia


Murni

17.

Kepala Seksi Pemasaran

Sarjana Ekonomi Manajemen

18.

Kepala Seksi Administrasi

Sarjana Ilmu Administrasi

19.

Kepala Seksi Kas

Sarjana Ekonomi Akuntansi

20.

Kepala Seksi Proses

Sarjana Teknik Kimia

21.

Kepala Seksi Pemeliharaan

Sarjana Teknik Mesin

22.

Kepala Seksi Utilitas

Sarjana Teknik Mesin/Elektro

23.

Karyawan Personalia dan Humas

SMU/SMEA/Sederajat

24.

Karyawan Keamanan

SMU/SMP/Sederajat

25.

Karyawan Bagian Pemasaran

SMU/SMEA/Sederajat

26.

Karyawan Bagian Keuangan

SMU/SMEA/Sederajat

27.

Karyawan Bagian Produksi

SMU/STM/Sederajat

28.

Karyawan Bagian Teknik

SMU/STM/Sederajat

29.

Sopir, Pesuruh, Cleaning Service

SMP/Sederajat

30

Dokter

Sarjana Kedokteran

31

Paramedis

D3 Keperawatan

2. Perincian Jumlah Karyawan


Perhitungan jumlah karyawan shift (operator) dilakukan berdasarkan jumlah
dan jenis alat. Perhitungannya ditetapkan menurut operator requirements
for various types of process equipment (Ulrich, 1984; Tabel 6-2, hal 329).

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

176

Rincian jumlah karyawan yang bekerja pada pabrik Pentaerythritol ini dapat
dilihat pada Tabel 8.3 dan 8.4.

Tabel 8.3. Jumlah operator berdasarkan jenis alat


No.

Alat

Jumlah

Koefisien

alat

Jumlah

Jumlah

Operator

operator

per Shift

per 4 Shift

Unit Proses
1

Storage

Heat Exchanger

0,1

Vaporizer

0,2

Reaktor

0,5

Crystallizer

0,2

Centrifuge

0,5

Rotary Dryer

0,2

Product Storage

0,2

Separator

0,2

10

Pompa

11

Screw Conveyor

0,2

12

Bucket Elevator

0,2

13

Belt Conveyor

0,2

13

44

1 Air Plant

2 Cooling Tower

3 Water Treatment Plant

4 Boiler

5 Electric Generating Plant

6 Water Demineralizers

0,5

7 Pompa

8 Storage Vessel

0,5

Total
Unit Utilitas

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

177

Total

Total Operator

84

Tabel 8.4. Jumlah karyawan berdasarkan jabatan


No.

Jabatan

40

Jumlah

Direktur Utama

Direktur Teknik dan Produksi

Direktur Pemasaran dan Keuangan

Staff Ahli

Sekretaris

Kepala Bagian Produksi

Kepala Bagian Teknik

Kepala Bagian Pemasaran

Kepala Bagian Umum

10

Kepala Bagian Keuangan

11

Kepala Seksi Proses

12

Kepala Seksi Litbang

13

Kepala Seksi Lab. dan PP

14

Kepala Seksi Utilitas

15

Kepala Seksi Pemeliharaan

16

Kepala Seksi Penjualan

17

Kepala Seksi Pembelian

18

Kepala Seksi Personalia

19

Kepala Seksi Humas

20

Kepala Seksi Keamanan

21

Kepala Seksi Administrasi

22

Kepala Seksi Kas

23

Karyawan Bagian Proses

44

24

Karyawan Bagian LITBANG

25

Karyawan Bagian Laboraturium

26

Karyawan Bagian PP

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

178

27

Karyawan Bagian Utilitas

40

28

Karyawan Bagian Pemeliharaan

29

Karyawan Bagian Humas

30

Karyawan Bagian Personalia

31

Karyawan Bagian Administrasi

32

Karyawan Bagian Pemasaran

33

Karyawan Bagian Keuangan

34

Satpam

10

35

Sopir

36

Pesuruh

37

Cleaning Service

38

Dokter

39

Paramedis

4
Total

178

G. Kesejahteraan Karyawan
Salah satu faktor dalam meningkatkan efektifitas kerja pada perusahaan adalah
dengan memberikan kesejahteraan bagi karyawan. Kesejahteraan karyawan
yang diberikan oleh perusahaan pada karyawan antara lain berupa:
1. Gaji pokok yang diberikan berdasarkan golongan karyawan yang
bersangkutan.
2. Tunjangan
a. Tunjangan jabatan yang diberikan berdasarkan jabatan yang dipegang
karyawan.
b. Tunjangan lembur yang diberikan kepada karyawan yang bekerja diluar
jam kerja berdasarkan jumlah jam kerja.
c. Cuti
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

179

a) Cuti tahunan diberikan kepada setiap karyawan selama 12 hari kerja


dalam 1 tahun.
b) Cuti sakit diberikan kepada karyawan yang menderita sakit
berdasarkan keterangan dokter.
d. PakaianKerja
Pakaian kerja diberikan kepada setiap karyawan sejumlah 3 pasang untuk
setiap tahunnya.
e. Pengobatan
a) Biaya pengobatan bagi karyawan yang menderita sakit yang
diakibatkan oleh kerja ditanggung perusahaan sesuai dengan undang undang yang berlaku.
b) Biaya pengobatan bagi karyawan yang menderita sakit tidak
disebabkan oleh kecelakaan kerja diatur berdasarkan kebijaksanaan
perusahaan.
f. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)
Asuransi tenaga kerja diberikan oleh perusahaan bila karyawannya lebih
dari 10 orang atau dengan gaji karyawan Rp. 1.000.000,00 per bulan.
3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Dalam prarencanaan suatu pabrik, keselamatan kerja harus diperhatikan.
Kesinambungan suatu perusahaan dipengaruhi oleh kondisi karyawannya.
Dengan adanya keselamatan kerja dari suatu perusahaan berarti adanya
suatu usaha untuk menciptakan unjuk kerja yang aman, bebas dari
kecelakaan, kebakarandan hal lain yang membahayakan keselamatan
pekerja. Ruang lingkup bagian keselamatan kerja secara umum meliputi:

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

180

a. Mencegah dan mengurangi kecelakaan, kebakaran, bahaya bahan kimia,


dan penyakit yang timbul akibat kerja.
b. Mengamankan alat - alat instalasi, alat - alat produksi, dan bahan - bahan
produksi.
c. Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

Jika kecelakaan kerja terjadi, maka hal ini dapat menimbulkan banyak
kerugian, baik dari segi ekonomi maupun sosial. Usaha - usaha yang
dilakukan untuk menjaga keselamatan kerja para karyawan dan pabrik itu
sendiri antara lain:
a. Membina dan memberikan keterampilan serta latihan keselamatan kerja
bagi karyawan.
b. Mengadakan pengawasan yang ketat pada proses.
c. Memberikan sanksi bagi yang melanggar ketertiban.

Pencegahan yang disebabkan oleh kondisi yang berbahaya, diprioritaskan


sesuai dengan tingkatan bahaya yang terjadi, mengantisipasi sumber bahaya,
mengendalikan bahaya, dan memakai pelindung diri (safety tools). Bahaya
kecelakaan yang dapat terjadi pada pabrik Sodium Sulfat ni adalah bahaya
dari bahan kimia dan bahaya mekanis dari alat alat yang digunakan.
Upaya - upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya tindakan ataupun
kondisi yang membahayakan, namun tentunya harus disertai dengan
kesadaran dan disiplin yang tinggi dari para karyawan dan orang orang
yang berada di area pabrik dalam upaya menciptakan keselamatan kerja.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

181

Beberapa upaya yang dilakukan pabrik dalam hal keamanan dan


keselamatan kerja di pabrik Sodium Sulfat ini yaitu:
a. Perusahaan bertanggung jawab terhadap keamanan dan keselamatan
kerja di lingkungan pabrik
b. Perusahaan menyediakan perlengkapan perlindungan kerja (safety tools)
sesuai kebutuhan.
c. Perusahaan

mengikutsertakan

seluruh

karyawan

dalam

program

JAMSOSTEK sebagaimana tercantum dalam UU No.3/1992.


d. Perusahaan memasang rambu rambu tanda bahaya dan menyusun
petunjuk praktis dalam menangani bahan kimia berbahaya dan
kecelakaan.

Perlengkapan keselamatan (safety tools) diwajibkan bagi setiap karyawan


dan orang lain yang akan memasuki area pabrik. Bagi karyawan, pemakaian
perlengkapan keselamatan tambahan seperti ear plug, sarung tangan, face
shield, chemical suite, dan chemical pant jika bekerja di lingkungan yang
mewajibkannya. Sarung tangan disesuaikan dengan kebutuhan. Sarung
tangan katun digunakan jika bekerja dengan benda licin, chemical glove
digunakan jika bekerja dengan bahan kimia, rubber glove digunakan jika
bekerja dengan listrik, asbes glove digunakan jika pekerjaannya melibatkan
panas, dan welder atau ladder glove dipakai jika hendak menangani bendabenda tajam dan percikan api.

Selain itu, pabrik memberikan aturan larangan untuk membawa peralatan


elektronik yang tidak explosion prove (seperti handphone, kamera dll) ke

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

182

area pabrik. Apabila terjadi kecelakaan, korban dibawa ke klinik pabrik,


sebelum dibawa ke rumah sakit atau sarana kesehatan lain di luar
lingkungan pabrik. Pada pabrik ini juga disediakan unit fire station yang
bertujuan untuk memadamkan api jika sewaktu waktuterjadi kebakaran
atau ledakan (explosion).

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

BAB IX
INVESTASI DAN EVALUASI EKONOMI

Suatu pabrik layak didirikan jika telah memenuhi beberapa syarat antara lain
keamanan terjamin dan dapat mendatangkan keuntungan. Investasi pabrik
merupakan dana atau modal yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pabrik
yang siap beroperasi termasuk untuk start up dan modal kerja. Suatu pabrik yang
didirikan tidak hanya berorientasi pada perolehan profit, tetapi juga berorientasi
pada pengembalian modal yang dapat diketahui dengan melakukan uji kelayakan
ekonomi pabrik.

A. Investasi
Investasi total pabrik merupakan jumlah dari Total Capital Investment dan Total
Product Cost. Total Capital Investment (TCI) terdiri dari Fixed Capital
Investment (FCI) dan Working Capital Investment (WCI). Sedangkan Total
Product Cost (TPC) terdiri dari Manufacturing Cost dan General Expenses.
1. Fixed Capital Investment (Modal Tetap)
Fixed Capital Investment merupakan biaya yang diperlukan untuk mendirikan
fasilitas - fasilitas pabrik secara fisik. FCI terdiri dari biaya langsung (Direct Cost)
dan biaya tidak langsung (Indirect Cost). Fixed Capital Investment pada
prarancangan Pabrik Pentaerythritol ditunjukkan pada tabel 9.1 berikut.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

184

Tabel 9.1. Fixed Capital Investment


1 Direct Cost
Purchased equipment- delivered
Rp
Purchased equpment
- installation
Rp
Instrumentation dan controls
- (installed)
Rp
- Piping (Biaya perpipaan)
Rp
- Electrical (installed)
Rp
- Buildings
Rp
- Yard improvement
Rp
- Service facilities
Rp
- Tanah
Rp
Total Direct Cost
2
-

Indirect Cost
Engineering and supervision
Construction expenses
Contractor Fee
Biaya tak terduga
Plant start Up
Total indirect Cost
Fixed Capital Investment
(FCI)

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

57.802.896.961
17.340.869.088
5.780.289.696
28.901.448.480
23.121.158.784
5.780.289.696
11.560.579.392
36.415.825.085
2.890.144.848
Rp

189.593.502.030

Rp

93.681.495.121

13.271.545.142
28.439.025.305
9.479.675.102
28.327.499.715
14.163.749.858

Rp

283.274.997.151

2. Working Capital Investment (Modal Kerja)


WCI merupakan jumlah total uang yang diinvestasikan untuk beberapa hal
seperti: stok bahan baku, stok produk akhir dalam proses yang sedang dibuat,
uang diterima (account receivable), uang tunai untuk pembayaran bulanan biaya
operasi (seperti gaji, upah, dan bahan baku), uang terbayar (account payable), dan
pajak terbayar (taxes payable). WCI untuk prarancangan Pabrik Pentaerythritol
ini adalah sebanyak Rp 49.989.705.380,-.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

185

3. Manufacturing Cost (Biaya Produksi)


Modal yang digunakan untuk biaya produksi, yakniterbagi menjadi tiga macam
yaitu biaya variabel produksi, biaya tetap dan biaya rencana pengeluaran
tambahan. Biaya variabel produksi adalah biaya yang digunakan untuk
pembiayaan langsung suatu proses, seperti bahan baku, buruh dan supervisor,
perawatan dan lain - lain. Biaya tetap adalah biaya yang tetap dikeluarkan baik
pada saat pabrik berproduksi maupun tidak, biaya ini meliputi depresiasi, pajak
dan asuransi. Biaya rencana pengeluaran tambahan adalah biaya yang dikeluarkan
untuk mendanai hal - hal yang secara tidak langsung membantu proses produksi.
Tabel 9.2. Manufacturing Cost
MANUFACTURING COST

1.Direct manufacturing cost


Raw Material
Utilitas
Maintenance and repair cost
Operating labor
Direct supervisory
(pengawas)
Operating supplies
Laboratory charges
Total Direct manufacturing
cost
2. Fixed Charges
Depresiasi
Pajak lokal
Asuransi
Total Fixed Charges
Plant Overhead Cost (POC)
Total Manufacturing cost

Rp
Rp
Rp
Rp

699.753.808.041
146.612.898.874
5.665.499.943
145.794.565.813

Rp
Rp
Rp

14.579.456.581
566.549.994
14.579.456.581
Rp

Rp
Rp
Rp

1.027.552.235.827

127.704.960.306
11.330.999.886
2.832.749.972
Rp
141.868.710.164
Rp
145.794.565.813
Rp 1.315.215.511.803

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

186

4. General Expenses (Biaya Umum)


Selain biaya produksi, ada juga biaya umum yang meliputi administrasi, sales
expenses,

penelitian

dan

finance.

Besarnya

general

expenses

pabrik

Pentaerythritol ditunjukkan pada tabel 9.3 berikut.


Tabel 9.3. General Expenses
GENERAL EXPENSES

Administrative cost
Distribution and Selling Cost
Research and Development Cost
Financing (interest) =
Total General Expenses

Rp
Rp
Rp
Rp
Rp

7.447.480.000
72.897.282.906
29.158.913.163
33.326.470.253
142.830.146.322

5. Total Product Cost


TPC = Manufacturing Cost + General Expenses
= Rp 1.458.045.658.125

B. Evaluasi Ekonomi
Evaluasi atau uji kelayakan ekonomi pabrik Pentaerythritol dilakukan dengan
menghitung Return on Investment (ROI), Payout Time (POT), Break Even Point
(BEP), Shut Down Point (SDP), dan Cash Flow pabrik yang dihitung dengan
menggunakan metode discounted cash flow (DCF).
1. Return On Investment (ROI)
Nilai Return on Investment (ROI) merupakan cara yang paling sederhana untuk
menentukan keuntungan atau profitability dari sebuah investasi. Nilai ROI
merupakan perbandingan antara persen net income terhadap investasi total atau
kecepatan tahunan dari keuntungan untuk mengembalikan modal. Besar ROI
sebelum pajak adalah 76% dan setelah pajak adalah 61%.
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

187

2. Pay Out Time (POT)


Pay Out Time (POT) adalah lama waktu yang dibutuhkan pabrik sejak dari mulai
beroperasi untuk melunasi investasi awal dari pendapatan yang diperoleh. Waktu
pengembalian modal prarancangan Pabrik Pentaerythritol adalah 2,59 tahun.
Angka 2,59 tahun menunjukkan lamanya pabrik dapat mengembalikan modal
dimulai sejak pabrik beroperasi.
3. Break Even Point (BEP)
Break Even Point (BEP) merupakan persentase kapasitas pabrik terhadap
kapasitas penuhnya, dimana pada presentase kapasitas tersebut, pabrik mengalami
tingkat biaya produksi dan penghasilan yang jumlahnya sama. Dengan Break
Even Point, maka dapat ditentukan tingkat harga jual dan jumlah unit yang dijual
secara minimum dan berapa harga serta unit penjualan yang harus dicapai agar
mendapat keuntungan. Nilai BEP pada prarancangan Pabrik Pentaerythritol ini
setelah pajak sebesar 52,7%. Nilai BEP tersebut menunjukkan pada saat pabrik
beroperasi 52,7% dari kapasitas maksimum pabrik 100%, maka pendapatan
perusahaan yang masuk sama dengan biaya produksi yang digunakan untuk
menghasilkan produk sebesar 52,7% tersebut.
4. Shut Down Point (SDP)
Shut Down Point (SDP) merupakan presentase kapasitas pabrik terhadap kapasitas
penuhnya, dimana pada kapasitas tersebut, pabrik lebih baik menghentikan
operasinya dibandingkan melanjutkan proses operasinya. Jika pabrik beroperasi
pada kapasitas di bawah SDP maka akan mengalami kerugian. Nilai SDP pada
prarancangan Pabrik Pentaerythritol ini setelah pajak sebesar 26,3%, jadi pabrik

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

188

akan mengalami kerugian jika beroperasi di bawah 26,3% dari kapasitas produksi
total. Grafik BEP, SDP ditunjukkan pada gambar berikut.

Rp

Rp2000000000000.000
Rp1800000000000.000
Rp1600000000000.000
Rp1400000000000.000
Rp1200000000000.000
Rp1000000000000.000
Rp800000000000.000
Rp600000000000.000
Rp400000000000.000
Rp200000000000.000
Rp-

BEP=52,7%

Sale

SDP = 26,3%
Total
Cost
Fixed
Cost
0 5 101520253035404550556065707580859095100
Kapasitas Produksi (%)

Gambar 9.1. Analisa Ekonomi Pabrik Pentaerythritol

C. Discounted Cash Flow (DCF)


Metode Discounted Cash Flow merupakan analisa kelayakan ekonomi yang
berdasarkan aliran uang masuk selama masa usia ekonomi pabrik. Periode
pengembalian modal secara Discounted Cash Flow ditunjukkan pada Tabel E.12.
lampiran E dan kurva Cummulative Cash Flow (Gambar 9.2). Pay out time Pabrik
Pentaerythritol adalah 3 tahun dari awal pabrik beroperasi dan Internal Rate of
Return pabrik sebesar 15%.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

189

Cumulative Cash Flow

2500000000000.0
2000000000000.0
1500000000000.0
Series1

1000000000000.0
500000000000.0
-5
0
(500000000000.0)

10

15

Umur Pabrik

Gambar 9.2. Kurva Cummulative Cash Flow terhadap Umur Pabrik

Hasil evaluasi atau uji kelayakan ekonomi prarancangan Pabrik Pentaerythritol


ditunjukkan pada Tabel 9.4.
Tabel 9.4. Hasil Analisa Kelayakan Ekonomi
No

Analisa Kelayakan

Nilai

Batasan

Keterangan

1.

ROIa

61%

Min. 15%

Layak

2.

POTa

2,59 tahun

Maks. 3-5 tahun

Layak

3.

BEP

52,7%

30 60%

Layak

4.

SDP

26,3%

20 - 30%

Layak

5.

DCF

15%

Min. 15%

Layak

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

BAB X
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis ekonomi yang telah dilakukan terhadap Prarancangan
Pabrik Pentaerythritol dari Formaldehida, Asetaldehida dan Natirum Hidroksida
dengan kapasitas 50.000 ton/tahun dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Percent Return on Investment (ROI) setelah pajak sebesar 61%.
2. Pay Out Time (POT) setelah pajak 2,59 tahun.
3. Break Even Point (BEP) sebesar 52,7% dan Shut Down Point (SDP)
sebesar 26,3%.
4. Interest Rate of Return (IRR) sebesar 15%, lebih besar dari suku bunga
bank saat ini, sehingga investor akan lebih memilih untuk menanamkan
modalnya ke pabrik ini daripada ke bank.

B. Saran

Berdasarkan pertimbangan hasil analisis ekonomi di atas, maka dapat diambil


kesimpulan bahwa Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Formaldehida,
Asetaldehida dan Sodium Hidroksida dengan kapasitas 50.000 ton/tahun layak
untuk dikaji lebih lanjut dari segi proses maupun ekonominya.

Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Asetaldehida dan Formaldehida dengan Proses Uehama
Kapasitas 50.000 Ton/tahun
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung 2016

DAFTAR PUSTAKA

Alibaba Group. 2015. Product Price. http://www.alibaba.com. Diakses pada 20 April


2015.
Anonim, 2015. Peta Provinsi Banten. https://www.google.co.id/maps,2015. Diakses
pada 20 April 2015.
Anonim. 2015. Data Hidrologi, DAS Aliran Sungai Cidanau dan Ciujung.
https://www.dsdap.bantenprov.go.id. Diakses pada 15 Desember 2015.
Bachus, L and Custodio, A. 2003. Know and Understand CentrifugaI Pumps. Bachus
Company, Inc. Oxford: UK.
Badan Pusat Statistik. 2010-2014. Buletin Statistik Ekspor-Impor (Dinamis).
www.bps.go.id diakses pada tanggal 5 Maret 2015.
Banchero, Julius T., and Walter L. Badger. 1988. Introduction to Chemical
Engineering. McGraw Hill : New York.
Brown, G.George. 1950. Unit Operation 6ed. Wiley & Sons; USA.

Brownell, Lloyd E., and Edwin H. Young. 1959. Process Equipment Design. John
Wiley & Sons, Inc. : New York
Cheremisinoff, N.P. 2002. Handbook of Water and Wastewater Treatment
Technologies. Butterworth-Heinemann: USA.
Coulson J.M., and J. F. Richardson. 2005. Chemical Engineering 4th edition.
Butterworth-Heinemann : Washington.
Fogler.A.H.Scott, 1999, Elements of Chemical Reaction Engineering, Prentice Hall
International Inc, New Jersey.
Geankoplis, Christie J. 1993. Transport Processes and Unit Operations 3rd edition.
Prentice Hall : New Jersey.
Handoko, Hani. 2010. Organisasi, Koordinasi, Wewenang, Delegasi dan Penyusunan
Personalia Organisasi. Gunadarma, Indonesia.
Himmeblau, David. 1996. Basic Principles and Calculation in Chemical
Engineering, Prentice Hall Inc, New Jersey.
Kern, Donald Q. 1965. Process Heat Transfer. Mcgraw-Hill Co. : New York.
Kirk.R.E.and Othmer.D.F. 1977. Encyclopedia of Chemical Technology 18th Edition.
John Wiley&Sons : New York, USA.
Lluis Eek. 1998. Process for the Preparation of Pentaerythritol. US Patent No.
5,741,956.

Ludwig, Ernest. 1997. Applied Process Design for Chemical and Petrochemical
Plants 3 rd edition. Gulf Publishing Company, Houston.
Matches. 2014. Equipment Cost. www.matche.com . Diakses pada 16 September
2015.
Mc Cabe, W.L. and Smith, J.C. 1985. Operasi Teknik Kimia. Erlangga: Jakarta.
Megyesy, E.F. 1997. Pressure Vessel Handbook 10th ed. Pressure Vessel Publishing
Inc., USA.
Mullin, J.W. 2001. Crystallization4th edition. Reed Educational and Professional
Publishing Ltd. Oxford: London.
Nadhori. 2014. http://www.nadhori.blogspot.com. Diakses pada 15 Januari 2016.
Perry, Robert H., Don W. Green & James O. Maloney. 1999. Perrys Chemical
th

Engineers Handbook 7 Edition. McGraw Hill Book Company : New York,


USA.
Powell, S. 1954. Water Conditioning for Industry, Ed. 1st. Mc Graw Hill Book
Company : London.
Raju, 1995, Water Treatment Process, McGraw Hill International Book Company,
New York
Smith, J.M., H.C. Van Ness, and M.M. Abbott. 2001. Chemical Engineering
Thermodynamics 6th edition. McGraw Hill : New York.

Timmerhaus, Klaus D., Max S. Peters, and Ronald E. West. 1991. Plant Design an
Economic for Chemical Engineering 3th edition. McGraww-Hill Book Company:
New York.
Timmerhaus, Klaus D., Max S. Peters, and Ronald E. West. 2003. Plant Design and
Economics for Chemical Engineers 4th edition. McGraw-Hill : New York.
Uehama H., Hioki K., Onuki A., Hirokawa K., Shoji T. 1976. Process for Producing
Pentaeryhtritol. US Patent No. 3,968,176.
Ullmanns., 2003. Encyclopedia of Industrial Chemistry,6th edition.
Walas, S.M., 1988, Chemical Process Equipment, 3rd ed., Butterworths series in
chemical engineering, USA
Yaws, C.L. 1999. Chemical Properties Handbook. Mc Graw Hill . New York