Anda di halaman 1dari 2

BAHAN AJAR

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator

: Mendengarkan
9; Memahami wacana lisan dalam kegiatan wawancara
: 9.1 Menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan seorang tokoh/narasumber yang disampaikan dalam wawancara
: 1. Mampu mendata pikiran, pendapat, dan gagasan yang
dikemukakan narasumber
2; Mampu menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan
narasumber
3; Mampu menuliskan informasi yang diperoleh dari
wawancara yang didengarkan ke dalam beberapa kalimat
singkat

MENYIMPULKAN WAWANCARA
Setiap hari, kita mendengar dan menyaksikan kegiatan wawancara dari media
elektronik. Banyak pikiran, pendapat, dan gagasan penting dapat kita peroleh setelah kita
mendengarkan wawancara.
Wawancara dilakukan untuk memperoleh keterangan/informasi, pemecahan
masalah, ataupun pendapat tentang suatu masalah. Orang yang mewawancara disebut
pewawancara, sedangkan orang yang diwawancarai disebut narasumber.
Kegiatan wawancara seringkali dilakukan oleh seorang wartawan atau reporter
suatu media pemberitaan dengan seseorang dianggap layak diwawancarai karena
keahliannya, untuk suatu kasus, kejadian, dan sebagainya.
Wawancara tidak hanya bertujuan untuk memperoleh berita, tetapi juga untuk
kepentingan yang lain. Misalnya, untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam
berbagai hal melalui tes wawancara (tes wawancara kerja, tes wawancara memasuki
sekolah internasional, dll).
Menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan narasumber.
Narasumber banyak mengungkapkan pokok pikiran, pendapat, atau gagasan
dalam jawaban-jawaban yang disampaikannya. Pokok pikiran adalah ide-ide pokok yang
dikemukakan narasumber dalam menjelaskan sebuah masalah. Adapun pendapat adalah
pandangan pribadi terhadap masalah.
Gagasan dapat diartikan sebagai ide yang secara umum dikemukakan narasumber
dalam memecahkan masalah. Pokok pikiran, pendapat, dan gagasan narasumber dapat
diketahui dengan cara mencermati setiap pertanyaan pewawancara dan jawaban
narasumber.

Ada beberapa jenis wawancara, antara lain;


a. Wawancara berstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan dengan mengajukan beberapa
pertanyaan secara sistematis dan pertanyaan yang diajukan telah disusun sebelumnya.
Contoh:
b. Wawancara tidak berstruktur adalah wawancara dengan mengajukan beberapa
pertanyaan secara lebih luas dan leluasa tanpa terikat oleh susunan pertanyaan yang telah
dipersiapkan sebelumnya, biasanya pertanyaan muncul secara spontan sesuai dengan
perkembangan situasi dan kondisi ketika melakukan wawancara.
LATIHAN.
Simaklah dengan seksama wawancara yang akan diperdengarkan oleh gurumu
atau teks wawancara yang akan diperankan oleh temanmu berikut ini. Sambil menyimak,
catatlah informasi-informasi penting dan menarik yang terdapat dalam wawancara. Untuk
itu, gunakanlah format berikut ini!

Anda mungkin juga menyukai