Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN TUGAS AKHIR

TINJAUAN TATA CARA PERUBAHAN DATA WAJIB PAJAK DAN / ATAU PENGUSAHA KENA
PAJAK DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA JEPARA

IFAN HARRY KURNIAWAN


810203041

PROGRAM ON THE JOB TRAINING PEGAWAI BARU/CPNS


KPP PRATAMA JEPARA
KANTOR WILAYAH DJP JAWA TENGAH I
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
2016

LEMBAR PENGESAHAN DAN PENILAIAN LAPORAN OJT

Pada hari ini tanggal bulan .. tahun,


Mengesahkan,
Kepala Seksi Pelayanan

Tri Agung Hidayat Putro


NIP : 196911091995031002

Menilai,
Nilai
(1-100)
Laporan Tugas Akhir
Presentasi Workshop

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .........................................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN DAN PENILAIAN ..................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................................
BAB I..............................................................................................................................
PENDAHULUAN ...........................................................................................................
A. Latar Belakang...........................................................................................................
1. Kondisi Ideal......................................................................................................
2. Kondisi saat ini..................................................................................................
B. Sasaran......................................................................................................................
BAB II ............................................................................................................................
PEMBAHASAN...............................................................................................................

i
ii
iii
1
1
1
1
3
3
4
4

A. Permasalahan............................................................................................................
B. Analisis Penyebab Timbulnya Permasalahan Utama.................................................
BAB III............................................................................................................................
PENUTUP......................................................................................................................
A. Kesimpulan................................................................................................................
B. Saran.........................................................................................................................

4
4
5
5
5
5

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam susunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pajak masih
menjadi ujung tombak dalam hal sumber pendapatan Negara dengan persentase sekitar 80
persen. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat mengandalkan pajak dalam membiayai
Negara. Untuk mencapai target penerimaan pajak yang terus meningkat di setiap tahun,
pemerintah terus melakukan pembenahan di bidang perpajakan. Reformasi perpajakan dimulai
pada tahun 1983 dengan mengubah sistem official assessment menjadi self assessment.
Dengan self assessment ini, Wajib Pajak diberi kepercayaan penuh untuk menghitung,
menyetor, dan melaporkan sendiri pajak terutangnya.
Dalam perkembangannya, semakin banyak muncul Wajib Pajak baru, dimana ditandai
dengan semakin banyaknya orang yang datang ke Kantor Pelayanan Pajak ( KPP ) untuk
membuat Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ) baru. Namun mereka yang datang ke KPP tidak
hanya mereka yang ingin mendaftar NPWP baru, tapi ada juga yang melapor pajak,
berkonsultasi seputar masalah perpajakan yang belum mereka mengerti, dan juga melakukan
perbaikan atas kesalahan data mereka. Bagi mereka yang datanya terdapat kesalahan atau
ada data yang ingin dirubah dan / atau ditambahkan, mereka dapat mengajukan perubahan
data Wajib Pajak dan / atau pengusaha kena pajak.
1. Kondisi Ideal
Menurut Pasal 28 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2013 tentang
Tata Cara Pendaftaran Dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak, Pelaporan Usaha Dan
Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak Dan
Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Serta Perubahan Data Dan Pemindahan
Wajib Pajak , dijelaskan jika :
a. Perubahan data Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak dapat dilakukan dalam
hal data yang terdapat dalam administrasi perpajakan berbeda dengan data Wajib Pajak
dan/atau Pengusaha Kena Pajak menurut keadaan yang sebenarnya yang tidak memerlukan
pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak baru dan/atau pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
baru.
b. Termasuk dalam perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa:
A. perubahan identitas Wajib Pajak orang pribadi;
B. perubahan alamat tempat tinggal Wajib Pajak orang pribadi atau tempat kedudukan Wajib
Pajak badan masih dalam wilayah kerja KPP yang sama;
C. perubahan kategori Wajib Pajak orang pribadi;
D. perubahan sumber penghasilan utama Wajib Pajak orang pribadi;
4

E. perubahan identitas Wajib Pajak badan tanpa perubahan bentuk badan seperti CV
MAKMUR TANJUNG berubah namanya menjadi CV TANJUNG MULIA atau PT ABADI
JAYA berubah nama menjadi PT ABADI JAYA MAKMUR; dan/atau
F. perubahan permodalan atau kepemilikan Wajib Pajak badan tanpa perubahan bentuk
badan seperti PT ALAM JAYA semula status permodalannya sebagai Penanaman Modal
Dalam Negeri berubah menjadi PT ALAM JAYA dengan permodalan sebagai Penanaman
Modal Asing.
c. Perubahan data Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan:
A. atas permohonan Wajib Pajak; atau
B. secara jabatan.
Standard Operating Procedure (SOP) Tata Cara perubahan data Wajib Pajak dan / atau
pengusaha kena pajak adalah :
(1)
(2)
(3)
(4)

(5)

(6)

(7)

a. Secara Elektronik ( Pasal 29 )


:
Permohonan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (3) huruf a
diajukan melalui permohonan dengan menggunakan Formulir Perubahan Data Wajib
Pajak.
Permohonan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara
elektronik dengan mengisi Formulir Perubahan Data Wajib Pajak pada Aplikasi eRegistration yang tersedia pada laman Direktorat Jenderal Pajak di www.pajak.go.id.
Permohonan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang telah
disampaikan oleh Wajib Pajak melalui Aplikasi e-Registration dianggap telah
ditandatangani secara elektronik atau digital dan mempunyai kekuatan hukum.
Wajib Pajak yang telah menyampaikan Formulir Perubahan Data Wajib Pajak dengan
lengkap pada Aplikasi e-Registration sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus
mengirimkan dokumen yang disyaratkan ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat
tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha Wajib Pajak.
Pengiriman dokumen yang disyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat
dilakukan dengan cara mengunggah (upload) salinan digital (softcopy) dokumen melalui
Aplikasi e-Registration atau mengirimkannya dengan menggunakan Surat Pengiriman
Dokumen yang telah ditandatangani.
Apabila dokumen yang disyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) belum diterima
KPP dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja setelah permohonan perubahan
data secara elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (2), permohonan tersebut
dianggap tidak diajukan.
Apabila dokumen yang disyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) telah diterima
secara lengkap, KPP menerbitkan Bukti Penerimaan Surat secara elektronik.
b. Secara Manual / tertulis ( Pasal 30 ):

(1) Dalam hal Wajib Pajak tidak dapat menyampaikan permohonan perubahan data secara
elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (2), permohonan perubahan
data dapat dilakukan dengan menyampaikan permohonan secara tertulis.
(2) Permohonan secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan
5

(3)
(4)

(5)

(6)
(7)
(8)

mengisi dan menandatangani Formulir Perubahan Data Wajib Pajak.


Wajib Pajak yang telah mengisi dan menandatangani Formulir Pendaftaran Wajib Pajak
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus melengkapi formulir perubahan data
tersebut dengan dokumen yang disyaratkan.
Dokumen yang disyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) atau dalam Pasal 29
ayat (4) adalah dokumen yang menunjukkan bahwa data Wajib Pajak dan/atau
Pengusaha Kena Pajak mengalami perubahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28
ayat (2).
Permohonan secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan ke KPP
yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat
kegiatan usaha Wajib Pajak dengan cara:
a. langsung ke KPP atau melalui KP2KP;
b. melalui pos; atau
c. melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa.
Dalam hal permohonan secara tertulis disampaikan melalui KP2KP sebagaimana
dimaksud pada ayat (5) huruf a, KP2KP meneruskan permohonan perubahan data
Wajib Pajak ke KPP.
Terhadap penyampaian permohonan secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat
(5), KPP memberikan Bukti Penerimaan Surat apabila permohonan dinyatakan telah
diterima secara lengkap.
Terhadap penyampaian permohonan secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat
(5) yang diterima secara tidak lengkap, berlaku ketentuan:
a. dalam hal permohonan disampaikan secara langsung, permohonan dikembalikan
kepada Wajib Pajak; atau
b. dalam hal permohonan disampaikan melalui pos atau melalui perusahaan jasa
ekspedisi atau jasa kurir, KPP menyampaikan pemberitahuan secara tertulis mengenai
ketidaklengkapan tersebut.

2. Kondisi Saat Ini


Secara umum, pelaksanaan perubahan data Wajib Pajak dan / atau Pengusaha Kena
Pajak di KPP Pratama Jepara sudah sesuai dengan SOP Tata Cara Perubahan data Wajib
Pajak dan / atau Pengusaha Kena Pajak.
B. Sasaran
Sasaran penulis laporan ini adalah untuk meninjau apakah proses perubahan data Wajib
Pajak dan / atau Pengusaha Kena Pajak yang dilakukan di KPP Pratama Jepara sesuai dengan
SOP tata cara perubahan data Wajib Pajak dan / atau Pengusaha Kena Pajak. Selain itu,
penulis juga mengidentifikasi jika terjadi masalah dalam pelaksaan tata cara perubahan data
Wajib Pajak dan / atau Pengusaha Kena Pajak beserta saran atas masalah tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Permasalahan

Berdasarkan pengamatan dan wawancara penulis dengan salah satu seorang


pelaksana di KPP Pratama Jepara, terdapat permasalahan dalam proses perubahan data
Wajib Pajak dan / atau Pengusaha Kena Pajak, antar lain:
1. Data Wajib Pajak tidak Valid.
2. Wajib Pajak terdaftar di KPP lain.
3. Sistem yang digunakan masih terjadi kesalahan / error
B. Analisis Penyebab Timbulnya Permasalahan Utama
Dari permasalahan yang telah disebutkan dalam perubahan data WP dan / atau PKP,
dapat dilakukan analisis sebagai berikut :
1. Data Wajib Pajak tidak valid. Terkadang WP kurang benar dalam melakukan
pengisian perubahan data, sehingga data tidak ditemukan dan harus dikembalikan
ke WP lagi agar diperbaiki.
2. Wajib Pajak terdaftar di KPP lain. Dalam kasus di KPP Pratama Jepara, ada WP
yang terdaftar di KPP Pratama Kudus yang ingin melakukan perubahan data dirinya
dan badan usaha miliknya yang terdaftar di KPP Pratama Jepara . Sebelum
merubah data badan usahanya, ia harus terlebih dahulu elakukan perubahan data
pada NPWP nya, sehingga harus merubah dulu ke KPP Pratama Kudus, baru bisa
merubah data badan usahanya.
3. Dikarenakan dulu masih menggunakan Sistem Informasi Perpajakan, lalu migrasi
data ke SIDJP, lalu ke e-reg, maka ada beberapa data WP yang hilang diakrenakan
adanya error. Untuk itu harus ada perbaikan dari sistem pusat agar error sistem bisa
diminimalisasi.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan masalah tersebut, penulis dapat menarik kesimpulan


bahwa Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan perubahan data Wajib Pajak dan / atau
Pengusaha Kena Pajak apabila data yang dimilikinya tidak benar, kurang lengkap, dan /
atau sudah berubah. Hal ini dilakukan agar informasi yang dimilikinya dan informasi yang
ada di sistem DJP sesuai, dan benar saat dilakukan pengecekan.
B. Saran
Saran yang dapat penulis berikan terkait proses penyelesaian perubahan data WP dan /
atau PKP antara lain :
1. Memberikan informasi selengkap lengkapnya terkait perubahan data WP dan / atau
PKP.
2. Memastikan kebenaran informasi tentang data baru yang akan diinput.
3. Jika memang terjadi kesalahan sistem, menjelaskan kepada WP mengenai
kesalahan yang mengakibatkan terganggunya proses perubahan data.