Anda di halaman 1dari 23

UU Kesehatan No 36 Tahun 2009

Pasal 23 : ayat (1) Tenaga kesehatan berwenang untuk


menyelenggarakan pelayanan kesehatan; ayat (2)
Kewenangan untuk menyelenggarakan pelayanan
kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki
Pasal 30 : ayat (1) Pengembangan Tenaga Kesehatan
diarahkan untuk meningkatkan mutu dan karier Tenaga
Kesehatan.

UU NO 44 TAHUN 2009
TENTANG RUMAH SAKIT
Pasal 36
Setiap Rumah Sakit harus menyelenggarakan
tata kelola Rumah Sakit dan tata kelola klinis
yang baik.

1. Melindungi pasien dari tindakan keperawatan


yang bisa merugikan,
2. Menjaga agar perawat dan petugas kesehatan
bersikap profesional,
3. Selalu mengup-date ilmu dan kemampuan klinik,
4. Punya perencanaan kinerja yang baik.

UU NO 44 TAHUN 2009
TENTANG RUMAH SAKIT
Pasal 40
Dalam upaya peningkatan mutu
pelayanan Rumah Sakit wajib
dilakukan akreditasi secara berkala
menimal 3(tiga) tahun sekali

MUTU

REGULASI RUMAH
SAKIT

Pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap


pemakai jasa serta penyelenggaraannya sesuai
dengan standar dan kode etik profesi (Azrul Azwar,
1996)

UU Keperawatan
Pasal 28 : ayat (3) Praktik Keperawatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus
didasarkan pada kode etik,standar pelayanan,
standar profesi, dan standar prosedur operasional
Pasal 53 : ayat (2) Pengembangan Praktik
Keperawatan bertujuan untuk mempertahankan
atau meningkatkan keprofesionalan Perawat; ayat
(4) Dalam hal meningkatkan keprofesionalan
Perawat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan
dalam memenuhi kebutuhan pelayanan, pemilik
atau pengelola Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus
memfasilitasi Perawat untuk mengikuti pendidikan
berkelanjutan
HPMI 2016

Permenkes No 49 Tahun 2013

Pasal 4 : ayat (2) Untuk mewujudkan tata kelola


klinis yang baik sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2, semua asuhan keperawatan dan asuhan
kebidanan yang dilakukan oleh setiap tenaga
keperawatan di Rumah Sakitdilakukan atas
Penugasan Klinis dari kepala/direktur Rumah
Sakit
HPMI 2016

PMK No 49 Tahun 2013


Komite Keperawatan
Rumah Sakit.

Pasal:
Setiap rumah
sakit harus
membentuk
Komite
Keperawatan.

meningkatkan
profesionalisme
tenaga
keperawatan
mengatur tata
kelola klinis yang
baik berorientasi
pada keselamatan
pasien di Rumah
Sakit

NURSING STAF BY LAWS

RUMAH
SAKIT

(Nursing
Staf By Law)

HOSPITAL
BY LAW

Perencanaan

Standar KPS 1.1.


Tanggung jawab staf dideskripsikan dalam
uraian tugas
Uraian tugas
1. Uraian tugas masing-masing staf RS
2. Uraian tugas mereka yang termasuk kategori a) sampai
dengan d)
3. Uraian tugas semua jajaran dan staf RS
Mereka yang kompeten melaksanakan asesmen dan
asesmen ulang terhadap pasien, dan tanggung
jawabnya ditetapkan secara tertulis (AP3 Ep5)

KARS

uraian tugas dibutuhkan oleh tenaga


profesional kesehatan ketika :
a) Seseorang yang utamanya menjalankan tugas
manajerial, seperti manajer departemen/unit kerja
atau memiliki tugas ganda, di bidang klinis dan
manajerial, dengan tanggung jawab manajerial
yang ditetapkan di dalam uraian tugas
b) Seseorang yang memiliki beberapa tanggung jawab
klinis, dimana dia tidak diberi kewenangan untuk
berpraktik mandiri, sama seperti seorang praktisi
mandiri yang sedang belajar tugas baru atau
keteram-pilan baru (kewenangan dalam KPS.10 sbg
alternatif );

KARS

c) Seseorang yang sedang dalam program


pendidikan dan dibawah supervisi, dan program
akademis menetapkan, untuk setiap tahap atau
tingkat pelatihan, apa yang dapat dilakukan secara
mandiri dan apa yang harus dibawah supervisi.
Dalam hal ini, deskripsi program dapat berfungsi
sebagai uraian tugas
d) Seseorang mendapat izin sementara untuk
memberikan pelayanan di rumah sakit. (Pemberian
kewenangan di KPS.10, sebagai alternatif)

KOMPETENSI
PERAWAT
PENDIDIKAN
DAN
PELATHAN

MAPPING
JENJANG
KARIR
PERAWAT

KEWENANGAN
KLINIS
SPK DAN
RKK

URAIAN TUGAS
DI UNIT KERJA

PENILAIAN
KINERJA

BERBASIS
KEWENANGAN
KLINIS

BERBASIS
URAIAN TUGAS

MENYUSUN URAIAN TUGAS DAN PENILAIAN KINERJA FUNGSIONAL


PERAWAT UNTUK REKREDENSIAL

Standar KPS 5
Ada informasi terdokumentasi untuk setiap staf Rumah Sakit.
1. Tersedia file kepegawaian perawat di SDM dan file
kredensial di Komite Keperawatan
2. Setiap staf harus punya satu file kepegawaian
Dalam file kepegawaian PERAWAT:
1. Kualifikasi staf
2. Uraian tugas untuk staf
3. Riwayat pekerjaan (CV)
4. Bukti hasil evaluasi
5. Catatan pelatihan yang diikuti
6. Pemutakhiran file kepegawaian

Sutoto. KARS

Standar KPS 6.1.

Rencana staf direview secara terusmenerus dan diperbaharui bila diperlukan.


Dokumen :
1. Evaluasi PENEMPATAN / PLACEMENT staf
perawat (bukan rotasi)
2.

Pelaksanaan revisi pola ketenagaan


KARS

Standar KPS 8
Setiap staf memperoleh pendidikan dan pelatihan, baik inservice, maupun pendidikan dan pelatihan lain untuk
menjaga dan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan
mereka.
1. RENCANA KERJA ANGGARAN diklat perawat
2. Program Diklat perawat RS
3. Bukti pelaksanaan Diklat perawat dan Sertifikatnya
4. Proses identifikasi kebutuhan pelatihan (TNA) sesuai
kebutuhan kegiatan peningkatan mutu dan keselamatan
pasien
5. Proses perencanaan diklat perawat
6. Kontinuitas pelatihan karyawan
7. Diklat yang dilaksanakan disesuaikan dengan
kompetensi dalam standar profesi
KARS

Verifikasi dan Evaluasi Kredensial


Tenaga Keperawatan
Standar KPS 12.
Rumah sakit memiliki proses yang efektif untuk
mengumpulkan, memverifikasi dan mengevaluasi kredensial
tenaga keperawatan (izin, pendidikan, pelatihan dan
pengalaman)

Dokumen :
Panduan kredensial staf keperawatan
File kepegawaian dan file kredensial staf
keperawatan serta bukti proses pendukung

KARS

Kredensial Tenaga Keperawatan


Standar KPS 13
Rumah sakit mempunyai standar prosedur untuk
mengidentifikasi tanggung jawab dari setiap tugas dan
membuat penugasan berdasarkan atas kredensial perawat
dan peraturan perundangan.

Sutoto. KARS

tenaga keperawatan berpartisipasi


dalam aktifitas peningkatan mutu
Standar KPS 14

Rumah sakit mempunyai standar


prosedur untuk tenaga
keperawatan berpartisipasi dalam
aktifitas peningkatan mutu rumah
sakit, termasuk mengevaluasi
kinerja individu.
KARS

Elemen Penilaian KPS 14


1.Partisipasi perawat dalam aktifitas
peningkatan mutu rumah sakit.
(GKM,PDSA,PSBH,DRK)
2.Kinerja tenaga keperawatan direview bila
ada INDIKASI AKIBAT TEMUAN pada aktifitas
peningkatan mutu.
3.Informasi yang sesuai dari proses review
tersebut didokumentasikan dalam file
kredensial perawat tersebut atau file
lainnya.
Sutoto. KARS

19

Standar KPS 15
Rumah sakit memiliki standar prosedur untuk mengumpulkan,
memverifikasi dan mengevaluasi kredensialing staf kesehatan
professional lainnya (izin, pendidikan, pelatihan dan pengalaman)
Elemen Penilaian KPS 15
3. Informasi tersebut diverifikasi dari sumber aslinya sesuai parameter yang
ditentukan dalam maksud dan tujuan KPS 9
4. Ada catatan yang dipelihara dari setiap staf kesehatan profesional lainnya
5. Catatan tersebut bersisi salinan izin yang ditentukan, sertifikasi atau
registrasi.
6. Rumah sakit mempunyai proses untuk memastikan bahwa staf lainya yang
bukan pegawai rumah sakit tetapi mendampingi dokter dan memberikan
pelayanan pada pasien rumah sakit memiliki kredensial yang sahih yang
sebanding dengan persyaratan kredensial rumah sakit .
Sutoto. KARS

20

Standar KPS 16
RS memiliki standar prosedur untuk mengidentifikasi
tanggungjawab tugas dan menyusun penugasan kerja
klinis berdasarkan pada kredensial staf kesehatan
professional dan peraturan perundangan.
Elemen Penilaian KPS 16
1. Izin, pendidikan, pelatihan dan pengalaman dari staf
kesehatan professional lainnya digunakan untuk
menyusun penugasan kerja klinis.
2. Proses memperhitungkan peraturan perundangan
yang relevan.
Sutoto. KARS

21

Standar KPS 17

Rumah sakit memiliki proses yang efektif untuk


staf kesehatan professional berpartisipasi dalam
aktifitas peningkatan mutu RS
1. Staf kesehatan professional lainnya berpartisipasi dalam
aktifitas peningkatan mutu rumah sakit (lihat juga PMKP
1.1, EP 1)
2. Kinerja staf kesehatan professional lainnya direview bila
ada indikasi akibat temuan pada aktifitas peningkatan
mutu.
3. Informasi yang sesuai dari proses review didokumentasi
dalam file staf kesehatan profesinal tersebut.

Sutoto. KARS

22

TERIMA KASIH
HPMI 2016

23