Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

TERMOKIMIA
Nama Sekolah

: SMA Sedes Sapientiae

Mata Pelajaran

: Kimia

Materi pokok

: Jenis-jenis perubahan entalpi dan cara penentuan perubahan entalpi


berdasarkan hukum Hess

Kelas/semester

: XI/1

Alokasi waktu

: 2 x 45 menit

Standar kompetensi

: 2. Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara


pengukurannya

Kompetensi dasar

: 2.1 Mendiskripsikan perubahan entalphi suatu reaksi, reaksi eksoterm,


dan reaksi endoterm
2.2 Menentukan H reaksi berdasarkan percobaan,
hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan
standar, dan data energi ikatan.

Indikator

:
1. Menjelaskan jenis-jenis perubahan entalpi beserta contohnya
dengan benar
2. Menganalisis soal-soal yang berkaitan dengan perubahan entalpi
dengan cermat dan teliti
3. Menyebutkan bunyi hukum Hess dengan tepat dan penuh rasa
percaya diri
4. Menentukan

H reaksi berdasarkan hukum Hess dengan

cermat dan teliti


5. Membuat diagram siklus energi dan diagram tingkat energi
berdasarkan data yang disajikan dengan tepat
6. Menganalisis soal-soal yang berkaitan dengan penerapan hukum
Hess secara berdiskusi
I.

TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat menjelaskan jenis-jenis perubahan entalpi beserta contohnya
dengan benar
2. Peserta didik dapat menganalisis soal-soal yang berkaitan dengan perubahan
entalpi dengan cermat dan teliti

3. Peserta didik dapat menyebutkan bunyi hukum Hess dengan tepat dan penuh rasa
percaya diri
4. Peserta didik dapat menentukan

H reaksi berdasarkan hukum Hess dengan

cermat dan teliti


5. Peserta didik dapat membuat diagram tingkat energi berdasarkan data yang
disajikan dengan tepat
6. Peserta didik dapat berdiskusi dalam menganalisis soal-soal yang berkaitan
dengan perubahan entalpi dengan cermat dan teliti
7. Peserta didik dapat mempresentasikan hasil diskusi dengan mandiri dan penuh
rasa percaya diri
II.

MATERI AJAR
1. Jenis-jenis perubahan entalpi beserta contohnya
2. Bunyi dan konsep hukum Hess
3. Penentuan harga perubahan entalpi berdasarkan hukum Hess
III.

IV.

Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran

: ceramah, diskusi, tanya jawab

Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan ke-1
No
1

Tahap
Pendahuluan

Aktivitas Pembelajaran

Waktu

a. Guru mengucapkan salam


10 menit
b. Guru menunjuk ketua kelas untuk berdoa sebelum
memulai pelajaran
c. Guru melakukan presensi
d. Guru menanyakan kabar peserta didik
e. Guru menyampaikan apersepsi untuk menggali
pengetahuan awal peserta didik tentang reaksi kimia
dalam

kehidupan

sehari-hari

yaitu

proses

pembentukan dan penguraian H2O.


f. Guru menjelaskan tujuan dan manfaat materi jenisjenis perubahan entalpi dan penentuan harga
perubahan entalpi ( H) berdasarkan hukum Hess
yang akan dipelajari.
g. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik
"Anak-anak,

kalian

harus

lebih

aktif

dalam

mengikuti pembelajaran karena akan ada nilai

tambahan
2

untuk

kalian

yang

aktif

bertanya,

berpendapat, dan menjawab pertanyaan."


Kegiatan Inti Eksplorasi
30 menit
a. Guru menanyangkan gambar pada slide powerpoint
yang berkaitan dengan materi perubahan entalpi
untuk menggali rasa ingin tahu peserta didik.
b. Guru memberikan penjelasan tentang gambar yang
ditayangkan.
c. Guru menjelaskan tentang jenis-jenis perubahan
entalpi dan penentuan harga perubahan entalpi (
H) berdasarkan hukum Hess dengan metode ceramah
dan tanya jawab.
d. Guru menayangkan

contoh-contoh

soal

yang

berkaitan dengan jenis-jenis perubahan entalpi dan


penentuan

harga

perubahan

entalpi

( H) 35 menit

berdasarkan hukum Hess pada slide power point.


e. Guru memberikan penjelasan tentang bagaimana cara
menyelesaikan soal-soal tersebut.
f. Guru membuka sesi pertanyaan kepada peserta didik
untuk bertanya apabila masih ada yang kurang jelas.
Elaborasi
a. Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok,
satu kelompok terdiri dari 5-6 orang.
b. Guru memberikan soal yang berkaitan dengan jenisjenis

perubahan

entalpi dan penentuan

harga

perubahan entalpi ( H) kepada masing-masing


kelompok.
5 menit
c. Guru memberikan waktu 15 menit kepada masingmasing kelompok untuk berdiskusi.
d. Guru mendampingi peserta didik selama melakukan
kegiatan diskusi.
e. Guru mempersilahkan

kelompok

yang

bisa

menjawab soal diskusi untuk maju ke depan


mengerjakan soal tersebut di papan tulis.
f. Kelompok yang bisa menjawab soal dengan benar
akan mendapat poin, kelompok yang memperoleh

poin tertinggi akan memperoleh reward.


Konfirmasi
a. Guru memberikan konfirmasi dan penjelasan tentang
soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
b. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik
yang ingin berpendapat atau mengajukan pertanyaan
apabila masih ada yang kurang jelas tentang cara
penyelesaian soal-soal tersebut.
c. Guru memberikan tanggapan terhadap pendapat
3.

Penutup

maupun pertanyaan peserta didik.


a. Guru
membimbing
peserta

didik

untuk 10 menit

menyimpulkan materi jenis-jenis perubahan entalpi


dan penentuan harga perubahan entalpi ( H)
yang telah dipelajari dengan percaya diri dan kreatif
b. Guru menyampaikan tugas yang harus dikerjakan
oleh peserta didik
c. Guru menjelaskan tentang kegiatan pembelajaran
yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya
d. Guru menunjuk ketua kelas untuk memimpin berdoa
sebelum mengakhiri pelajaran
e. Guru menutup kegiatan pembelajaran

dengan

mengucapkan salam

V.

Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat
: Whiteboard, spidol, penghapus, laptop, LCD
Sumber Belajar :
Rahayu, Nurhayati; dkk. 2009. Rangkuman Kimia SMA. Jakarta: Gagas Media
Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta. Elangga
Suyatno, dkk. 2007. Kimia untuk SMA/MA kelas XI. Jakarta : Grasindo

VI.

Penilaian
a. Ranah kognitif
Jenis penilaian: Tes tertulis
Instrumen
: soal essay
b. Ranah afektif
Instrumen
: lembar observasi aspek afektif

VII.

Alat Evaluasi
Ranah Kognitif
1. Sebut dan jelaskan macam-macam perubahan entalpi!
2. Apabila diketahui H pembentukan NH3 = -46 kJ/mol, maka tentukanlah
entalpi reaksi 2NH3(g) N2(g) + 3H2(g) !
3. Diketahui persamaan termokimia sebagai berikut :
a. 2NO(g) + O2(g) N2O4(g) ; H = -A kJ
b. NO(g) + O2(g) NO2(g) ; H = -B kJ
c. Tentukan H untuk reaksi 2NO2(g) N2O4(g) !
4. Diketahui persamaan termokimia sebagai berikut :
a. MO2 + CO MO + CO2 ; H = -20 kJ
b. M3O4 + CO 3MO + CO2 ; H = +6 kJ
c. 3M2O3 + CO 2M3O4 + CO2 ; H = -12 kJ
d. Tentukan nilai H reaksi 2MO2(g) + CO M2O3 + CO2 !
5. Apabila diketahui persamaan termokimia seperti berikut :
a. 2Fe(s) + 3/2O2(g) Fe2O3(s) ; H = -839,6 kJ
b. 2Al(s) + 3/2O2(g) Al2O3(s) ; H = +1.680 kJ
c. Tentukan H untuk reaksi 2Al(s) + Fe2O3(s) 2Fe(s) + Al2O3(s) !

Kunci Jawaban

1. Jenis-jenis perubahan entalpi :


Entalphi Pembentukan Standar (Hf)
Entalpi pembentukan adalah kalor yang dilepaskan atau yang diserap
oleh sistem pada reaksi pembentukan 1 mol senyawa dari unsur
unsurnya. Perubahan entalpi pembentukan dilambangkan dengan Hf.
f berasal dari formation yang berarti pembentukan.
Contoh : a. C + O2 CO2
Hf = -395,2 kj/mol
b. C + 2S CS2
Hf = +117.1 kj/mol
Entalphi Penguraian (Hd)
Entalpi penguraian adalah kalor yang dilepaskan atau yang diserap
oleh system pada reaksi penguraian 1 mol senyawa menjadi unsurunsurnya. Perubahan entalpi pembentukan dilambangkan dengan Hd.

d berasal dari decompotition yang berarti penguraian.


Contoh : a. CO2 C + O2
Hd = 395,2 kj/mol
b. AlBr3 Al + 1 Br2
Hd = +511 kj/mol
Entalphi Pembakaran (Hc)
Entalpi pembakaran adalah kalor yang dilepaskan oleh sistem pada
reaksi

pembakaran

mol

unsur/senyawa.

Perubahan

entalpi

pembakaran dilambangkan dengan Hc. c berasal dari combution yang


berarti pembakaran.
Contoh : a. C + O2 CO2

Hc = -395,2 kj/mol

b. C2H2 + O22CO2 + H2O


Hc = -1298 kj/mol
Entalphi Penetralan (Hn)
Entalpi penetralan adalah kalor yang dilepaskan oleh sistem pada

reaksi penetralan 1 mol senyawa basa oleh asam ( O H

+
H

H2O). Perubahan entalpi penetralan dilambangkan dengan Hn. n


berasal dari netrallization yang berarti penetralan.
Contoh :
NaOH + HCl NaOH + H2O

Hn = - 57,7 kj/mol

2. Untuk melihat hubungan kedua reaksi pada soal, sebaiknya tuliskan terlebih
dahulu persamaan reaksi pembentukan NH3 sebagai berikut :
N2(g) + 3/2 H2(g) NH3(g) ; H = -46 kJ
Reaksi penguraian NH3 merupakan kebalikan dari reaksi pembentukan :
NH3(g) N2(g) + 3/2 H2(g) ; H = +46 kJ ---> berubah tanda jadi + karena
dibalik. Reaksi di atas merupakan reaksi untuk menguraikan 1 mol NH 3. Pada
soal ditanya entalpi reaksi untuk menguraikan 2 mol NH3, maka reaksi di atas
dikali 2 begitupula harga H-nya.
2NH3(g) N2(g) + 3H2(g) ; H = 2 (+46) = +92 kJ
3. Untuk soal reaksi bersusun seperti ini, perhatikan persamaan
yang ditanya. Pada bagian pereaksi (kiri) terdapat 2NO 2 dan
pada bagian hasil reaksi (kanan) terdapat N2O4. Oleh karena
itu, susunlah sedemikian rupa dua persamaan lain yang harga
H-nya diketahui agar di sebelah kiri terdapat 2NO 2, dan di
sebelah kanan terdapat N2O4. Sekarang perhatikan persamaan
no 2. Pada persamaan itu NO2 berada di sebelah kanan, maka
reaksi harus dibalik karena kita menginginkan NO2 di sebelah
kiri. Selanjutnya, karena kita menginginkan 2NO 2, maka reaksi
no 2 kita kali 2 begitu juga harga H-nya. Sedangkan
persamaan no 1, N2O4 sudah berada di sebelah kanan jadi
tidak perlu dibalik.
2NO(g) + O2(g) N2O4(g) ; H = -A kJ
2NO2(g) 2NO(g) + O2(g) ; H = +2B kJ ---> berubah tanda &
dikali 2.

2NO2(g) N2O4(g) ;
H = (-A) + (+2B) = (-A + 2B) kJ
Keterangan :
Untuk menyelesaikan reaksi bersusun, bila terdapat senyawa
atau unsur yang sama dengan koefisien yang sama pula
berada dalam posisi yang berlawanan (kiri-vs-kanan), maka
akan habis. Pada persamaan di atas, 2NO (g) + O2(g) habis
karena terdapat di bagian kiri dan kanan.
4. Reaksi yang ditanya memiliki peraksi 2MO 2(g) + CO dan hasil
M2O3 + CO2. Susun sedemikian rupa tiga persamaan yang lain
agar dihasilkan persamaan reaksi yang ditanya. berikut
tahapannya :
Persamaan 1 dikali 2 karena kita menginginkan 2MO 2 di
sebelah kiri.
2MO2 + 2CO 2MO + 2CO2 ; H = 2 (-20) = -40 kJ
Persamaan 2 dibalik dan dikali 2/3 agar 2MO pada persamaan
1 habis.
2MO + 2/3CO2 2/3M3O4 + 2/3CO ; H = 2/3 (-6) = -4 kJ
Persamaan 3 dibalik dan dikali 1/3 agar 2/3M3O4 pada
persamaan 2 habis.
2M3O4 + CO2 3M2O3 + CO ; H = 1/3(+12) = +4 kJ
Selanjutnya susun dan jumlahkan reaksi seperti berikut :
2MO2 + 2CO 2MO + 2CO2 ;
H = -40 kJ
2MO + 2/3CO2 2/3M3O4 + 2/3CO ; H = -4 kJ
2/3M3O4 + 1/3CO2 M2O3 + 1/3CO ; H = +4 kJ
+
2MO2(g) + CO M2O3 + CO2.
H = -40 -4 + 4 = -40 kJ
Keterangan :
2CO - (2/3CO + 1/3CO) = 2CO - CO = CO
2CO2 - (2/3CO2 + 1/3CO2 ) = 2CO2 - CO2 = CO2
5. Reaksi yang ditanya memiliki peraksi 2Al(s) + Fe2O3(s) dan hasil
2Fe(s) + Al2O3(s). Susun sedemikian rupa dua persamaan yang
lain agar dihasilkan persamaan reaksi yang ditanya. berikut
tahapannya :
Persamaan 1 dibalik karena kita menginginkan Fe 2O3 di
sebelah kiri.
Fe2O3(s) 2Fe(s) + 3/2O2(g) ; H = + 839,6 kJ ---> berubah jadi +
Persamaan 2 tidak berubah.
Selanjutnya susun dan jumlahkan reaksi seperti berikut :
Fe2O3(s) 2Fe(s) + 3/2O2(g) ; H = + 839,6 kJ
2Al(s) + 3/2O2(g) Al2O3(s) ; H = +1.680 kJ
+

2Al(s) + Fe2O3(s) 2Fe(s) + Al2O3(s) ; H = 839,6 + 1.680 =


2519.6 kJ

a. Ranah afektif
Lembar penilaian diskusi
Aspek yang Dinilai
No
.

Nama
Peserta
didik

Mengajukan
pertanyaan

Menjawab
pertanyaan

Menyampaikan
pendapat dan
hasil diskusi
1

Skor

1.
2.
3.
4.

Rubrik Lembar Penilaian Diskusi:


Aspek yang
Dinilai
Mengajukan
pertanyaan

Deskripsi
Peserta didik aktif dan banyak mengajukan
pertanyaan yang berbobot sesuai dengan
materi yang dipelajari

Skor
3

Menjawab
Pertanyaan

Menyampaikan
pendapat dan hasil
diskusi

Peserta didik cukup aktif dan mengajukan 1


atau 2 pertanyaan yang berbobot sesuai
dengan materi yang dipelajari

Peserta didik tidak aktif dan sama sekali tidak


mengajukan pertanyaan

Peserta didik dapat menjawab perntanyaan


dengan jelas, tepat, dan logis

Peserta didik dapat menjawab perntanyaan


tetapi masih kurang lengkap dan tepat

Peserta didik tidak dapat menjawab


perntanyaan

Peserta didik dapat memberikan pendapat dan


menyampaikan hasil diskusi dengan tepat dan
penuh rasa percaya diri

Peserta didik dapat memberikan pendapat dan


menyampaikan hasil diskusi namun masih
kurang tepat dan lengkap

Peserta didik memberikan pendapat dan


menyampaikan hasil diskusi namun
jawabannya tidak tepat

LAMPIRAN

MATERI AJAR
A. Jenis-jenis perubahan entalpi :
1. Entalphi Pembentukan Standar (Hf)
Entalpi pembentukan adalah kalor yang dilepaskan atau yang diserap
oleh sistem pada reaksi pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya.
Perubahan entalpi pembentukan dilambangkan dengan Hf. f berasal dari
formation yang berarti pembentukan.
Contoh : a. C + O2 CO2
Hf = -395,2 kj/mol
b. C + 2S CS2
Hf = +117.1 kj/mol
2. Entalphi Penguraian (Hd)

Entalpi penguraian adalah kalor yang dilepaskan atau yang diserap oleh
system pada reaksi penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya.
Perubahan entalpi pembentukan dilambangkan dengan Hd. d berasal dari
decompotition yang berarti penguraian.
Contoh : a. CO2 C + O2
Hd = 395,2 kj/mol
b. AlBr3 Al + 1 Br2
Hd = +511 kj/mol
3. Entalphi Pembakaran (Hc)
Entalpi pembakaran adalah kalor yang dilepaskan oleh sistem pada
reaksi pembakaran 1 mol unsur/senyawa. Perubahan entalpi pembakaran
dilambangkan dengan Hc. c berasal dari combution yang berarti
pembakaran.
Contoh : a. C + O2 CO2
Hc = -395,2 kj/mol
b. C2H2 + O22CO2 + H2O
Hc = -1298 kj/mol
4. Entalphi Penetralan (Hn)
Entalpi penetralan adalah kalor yang dilepaskan oleh sistem pada reaksi

penetralan 1 mol senyawa basa oleh asam ( O H

+
H

H2O).

Perubahan entalpi penetralan dilambangkan dengan Hn. n berasal dari


netrallization yang berarti penetralan.
Contoh :
NaOH + HCl NaOH + H2O

Hn = - 57,7 kj/mol

B. Hukum Hess
Hukum Hess adalah sebuah hukum dalam kimia fisik untuk ekspansi Hess
dalam siklus Hess. Hukum ini digunakan untuk memprediksi perubahan entalpi
dari hukum kekekalan energi (dinyatakan sebagai fungsi keadaan H). Menurut
hukum Hess, karena entalpi adalah fungsi keadaan, perubahan entalpi dari suatu
reaksi kimia adalah sama, walaupun langkah-langkah yang digunakan untuk
memperoleh produk berbeda. Dengan kata lain, hanya keadaan awal dan akhir
yang berpengaruh terhadap perubahan entalpi, bukan langkah-langkah yang
dilakukan untuk mencapainya.
Hal ini menyebabkan perubahan entalpi suatu reaksi dapat dihitung sekalipun
tidak dapat diukur secara langsung. Caranya adalah dengan melakukan operasi
aritmatika pada beberapa persamaan reaksi yang perubahan entalpinya diketahui.
Persamaan-persamaan

reaksi

tersebut

diatur

sedemikian

rupa

sehingga

penjumlahan semua persamaan akan menghasilkan reaksi yang kita inginkan.


Jika suatu persamaan reaksi dikalikan (atau dibagi) dengan suatu angka,

perubahan entalpinya juga harus dikali (dibagi). Jika persamaan itu dibalik, maka
tanda perubahan entalpi harus dibalik pula (yaitu menjadi -H). Hukum Hess
dapat dinyatakan dalam bentuk diagram siklus atau diagram tingkat energi.
Diagram Siklus
Contohnya Reaksi pembakaran karbon menjadi gas CO2 dapat berlangsung dalam
dua cara, yaitu :
Keadaan
awal

C(s) + O2(g)

H = -394
kJ

Lintasan 1

H1 = -111
kJ

Keadaan
akhir

CO2(g)

H2 = -283 kJ

Lintasan
CO(g) +

1
2 O2(g)

Diagram tingkat energi


Berdasarkan contoh diatas, jika digambarkan tahap-tahap perubahan enrginya
akan diperoleh suatu diagram entalpi (tingkat energi) sebagai berikut :

Semarang, Agustus 2016


Mengetahui,
Guru Pamong

Guru Mata Pelajaran Kimia

Ignatius Irnadi, S.Pd

Bunga Mahardhika