Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

MEWUJUDKAN SPIRITUAL ISLAM DALAM KEHIDUPAN

Disusun oleh:
Afandi Rafif Zakaria (201410340311101)
Aditya Rachman Alvaredz (201410340311103)
Fitriyanto Kurniawan (201410340311076)
Andika Dwi Permana (201410340311067)

JURUSAN SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Kata pengantar
Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW.
Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas
mata kuliah AIK.
Agama sebagai sistem kepercayaan dalam kehidupan umat manusia dapat dikaji melalui berbagai sudut
pandang. Islam sebagai agama yang telah berkembang selama empat belas abad lebih
menyimpanbanyak masalah yang perlu diteliti, baik itu menyangkut ajaran dan pemikiran keagamaan
maupun realitas sosial, politik, ekonomi dan budaya.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang kaitan Mewujudkan spirituan islam dalam
kehidupan, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada
pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Muhammadiyah malang. Kami sadar bahwa makalah ini
masih banyak kekurangan dan jau dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen pembimbing saya meminta
masukannya demi perbaikan pembuatan makalah saya di masa yang akan datang dan mengharapkan kritik
dan saran dari para pembaca.

Malang, Juni 2015

Kelompok 15

Pendahuluan
Dengan ilmu hidup akan lebih mudah,dengan seni hidup akan lebih indah dan dengan agama
hidup akan lebih bermakna.Sebuah pandangan hidup yang patut diselami sebagai sepirit untuk
membangun kualitas kehidupan manusia.Agama nampaknya menjadi entry point dalam mewujudkan
suatu kehidupan yang penuh arti itu. Dalam rangka itu, menyadari betapa pentingnya peran agama
bagi kehidupan manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi
sebuah keniscayaan, baik dalam diri individu secara personal, keluarga, masyarakat bahkan dalam
segala bentuk dinamika kehidupan.
Nalar agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk manusia beriman dan
berakhlaq mulia.Pada titik ini,peningkatan potensi spiritual mencakup pengenalan,pemahaman,dan
penanaman nilai-nilai keagamaan,serta pengalaman nilai-nilai agama dalam kehidupan individu
maupun kolektif kemasyarakatan.Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan
optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia dan dalam aktualisasi mencerminkan harkat dan
martabatnya sebagai makhluk Tuhan

A. Internalisasi Spiritual dalam kehidupan individu


1. Dalam Aqidah
Luqmanul Hakim pernah memberikan seruan kepada anak-anaknya dimanaberisi materi
pelajaran yang utama diantaranya pendidikan tauhid atau keimanan,karena keimananlah yang menjadi
salah satu dasar yang kokoh bagi pembentukan atas pembekalan aqidah.
Sejarah yang ditorehkan Luqmn hanya sebuah ilustrasi betapa aqidah harus dipegang teguh,
lebih-lebih pada masa kekinian yang kian membuat manusia tidak berdaya mengendalikan
dinamikanya tanpa menjunjung tinggi nilai-nilai aqidah.
2. Dalam Akhlaq
Istilah-istilah akhlaq lebih akrab dengan sebutan etika dan moral,yang kemudian
mengantarkan pada pemahaman terminologinya dengan pandangan bahwa akhlaq adalah kemampuan
jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan, tanpa pemikiran atau paksaan.Sering pula
yang dimaksud akhlaq adalah semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik
dan buruk.
Ditinjau dari segi sifatnya, akhlaq terbagi dua macam, yakni akhlaq yang baik, disebut akhlaq
mahmudah dan akhlaw yang tercela, disebut akhlaq madzmumah.
3. Dalam Ibadah
Setiap muslim dituntut untuk senantiasa membersihkan jiwa/hati kearah terbentuknya pribadi
yang mutaqqin dengan beribadah yang tekun dan menjauhkan diri dari jiwa/nafsu yang buruk
sehingga terpancar kepribadian yang shalih, yang menghadirkan kedamaian dan kemanfaatan bagi diri
dan sesamanya
4. Dalam muamalah duniawiyah
Setiap muslim mewujudkan etos kerja islami yang dibangun berdasarkan kerja
keras,disiplin,tidak menyia-nyiakan waktu,berusaha secara maksimal/optimal untuk mencapai suatu
tujuan.Dengan demikian semangat spiritual islam dapat terbentuk dalam iri seorang muli dalam
muamalah duniawiyah.

C. Implementasi spiritual islam dalam keluarga.


1. Kedudukan keluarga
Keluarga merupakan sebuah pondasi dan institusi yang paling utama dalam penanaman nilainilai spiritualitas.Kedudukan keluarga dalam al-quran melalui berbagai ayatnya telah menyinggung
sejumlah masalah seputar keluarga sehingga mendapat perhatian dan perlakuan khusus dalam
islam.misalnya al quran setelah memberi perintah menyembah Allah Swt dan larangan
menyekutukan-Nya, juga memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.

2. Fungsi keluarga dalam islam


a. Penerus misi umat islam
Keluarga-keluarga dikalangan kaum muslim perlu difungsikan selain dalam
mensosialisasikan nila-nilai ajaran islam juga melaksanakan fungsi kaderisasi sehingga anak-anak
tumbuh menjadi generasi muslim yang dapat menjadi pelangsung dan penyempurn gerakan dawah
dikemudian hari.

b. Perlindungan terhadap akhlaq


Keluarga-keluarga dikalangan kaum muslim dituntut ketedalanan (uswah hasanah) dalam
mempraktikan kehidupan yang islami yakni tertanamnya ihsan/kebaikan dan bergaul dengan
maruf,saling menyayangi dan mengasihi,menghormati,hatk hidup anak,saling menghargai dan
menghormati antar anggota keluarga.

c. Wahana pembentukan generasi islam


Pembentukan generasi yang handal,utamanya dilakukan keluarga,karena keluargalah sekolah
kepribadian pertama dan utama bagi seorang anak.
d. Memelihara status social dan ekonomi
Dalam pembentukan keluarga,islam mempunyai tujuan untuk mewujudkan ikatan dan
persatuan.dengan adanya ikatan keturunan maka diharapkan akan mempererat tali persaudaraan
anggota masyarakat dan antar bangsa.
Fungsi ekonomi dalam berkeluarga juga akan Nampak misalnya terlibat dalam perbandingan
antara ehidupan bujangan dengan yang telah berkeluarga,maka akan dapat terlihat bahwa telah
berkeluarga lebih hemat dan ekonomis dibandingakan bujangan

3. Aktifitas keluarga
Keluarga-keluarga dikalangan kaum muslim dituntut keteladanya untuk menunjukkan
penghormatan dan perlakuan yang isan terhadap anak-anak dan perempuan serta menjauhkan diri dari
praktik-praktik kekerasan dan menelantarkan kehidupan terhadap anggota keluarga.Keluarga-keluarga
dikalangan kaum muslim perlu memiliki kepedulian social dan membangun hubungan social yang
ihsan,ishlah dan maaruf dengan tetangga-tetangga sekitar maupun dalam kehidupan social yang lebih
luas dimasyarakat sehingga terciptaqaryah thayyibah dalam masyarakat setempat.

D. Menumbuhkan spiritualitas dalam kehidupan bermasyarakat


Setiap keluarga dan anggota keluarga muslim harus menunjukan keteladanan dalam bersikap
baik kepada tetangga,memelihara kemuliaan dan memuliakan tetangga,bermurah-hati kepada tetangaa
yang ingin menitipkan barang atau hartanya,menjenguk bila tetangga sakit,mengasihi
tetangga/sebagaimana mengasihi keluarga atau diri sendiri,menyatakan ikut bergembira/senang hati
bila tetangga memperoleh kesuksesan,menghibur da memberikan perhatian yang simpatik bila
tetangga mengalami musibah atau kesusahan ,menjenguk/melayat bila ada tetangga meninggal dan
ikut mengurusi sebagaimana hak-hak tetangga yang diperlukan dll.

E. Mewujudkan spirit spiritual dalam kehidupan berorganisasi


Islam telah mengajarkan garis besar haluan pemeliharaan organisasi dan nilai-nilai budaya
organisasi.misalnya pandangan islam yang khas dalam persoalan keemimpinann sebuah organisasi
dengan merujuk kepada kepribadian da segenap aspek tindakan yang dimiliki Rasulullah Saw
menyadarkan pada presepsi ini,kepemimpinan yang baik dalam sebuah organisasi harus didukung
oleh ilmu pengetahuan, mempunyai aqidah yg kukuh, amanah, benar dalam perkataan maupun
tindakan, keadilan yang meliputi segala aspek, dan bijak dalam segala aspek.

F. Menanamkan nilai-nilai spiritual dalam mengelola amal usaha


Amal usaha yang dibangun dalam organisasi seperti amal usaha muhammadiyah
misalnya,merupakan satu usaha dari usaha-usaha dan media dawah untuk mencapai maksud dan
tujuan organisasi ,yakni menegakan dan menjunjung tinggi agama islam sehngga terwujud
masyarakat islam yang sebenar-benarnya.

G. Nilai-nilai spiritual dalam berbisnis


Islam memiliki seperangkat tujuan dan nilai yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia
termasuk didalamnya urusan ekonomi.dalam hal ni tujuan islam pada dasarnya ingin mewujudkan
kebaikan hidup di dunia dan akhirat.dalam pada itu,permasalahan ekonomi yang merupakan bagian
dari ajaran agama islam,memiliki tujuan yang sama yakni tercapainya masalah di dunia dan akhirat.
1. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi dalam Negara
Mewujudkan pertumbuhan ekonomi merupakan sesuatu yang bersifat fundamental,sebab
dengan pertumbuhan ekonomi Negara dapat melakukan pembangunan. Salah satu langkah yang lazim
dipakai dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan jalan mendatangkan investasi baik
dari dalam negeri maupun dari luar negeri
2. Mewujudkan kesejahteraan manusia
Terpenuhnya kebutuhan pokok manusia dalan pandangan islam sama pentingnya dengan
kesejahteraan manusia sebagai upaya peningkatan spiritual.oleh sebab itu konsep kesejahteraan dalam
islam bukan hanya beroreintasi pada terpenuhnya kesejahteraan spiritual-ukhrowi.
3. Mewujudkan system distribusi kekayaan yang adil
Dalam pandangan ekonomi islam,setiap manusia memiliki kemampuan dan kecakapan yang
berbeda-beda.namun demikian perbedaan tersebut tidaklah dibenarkan menjadi alat untuk
mengkspliotasi kelompok lain.dalam hal ini kehadiran ekonomi islam bertujuan membangun
mekanisme distribusi kekayaan yang adil ditegah-tengah kehidupan masyarakat.

H. Membangun kehidupan dalam berbngsa dan bernegara melalui semangat spiritual


Setiap orang memiliki hak untuk mengungkapkan idenya dalam rangka mebangun
masyarakat yang dicita-citakannya.kepedulian seirang tokoh terhadap tanah kelahirannya dapat filihat
dan pemikiran,perjuangan dan tindakannya dala mengartikulasikan ide-idenya.

I. Mengola kehidupan kelestarian lingkungan hidup dengan semangat spiritual


Setiap muslim dilarang melakukan usaha-usaha dan indakan-tindakan yang enyebabkan
kerusakan lingkungan alam termasuk kehidupan hayati seperti binatang ,pepohonan,maupun
lingkungan fisik dan biotik termasuk air laut,udara sungai dan sebagainya yang menyebabkan
keseimbangan ekosistem dan timbulnya bencana dalam kehidupan.melakukan tindakan tindakan amar
maruf dan nahi munkar dalam menghadapi kezaliman ,keserakahan,dan rekayasa serta kebijakankebijakan-kebiajakan yang mengarah ,mempengaruhi,dan menyebabkan kerusakan lingkungan dan
tereksploitasi sumber-sumber daya alam yang menimbulkan kehancuran,kerusakan,dan ketidak adilan
dalam kehidupan.

J. Pengembangan spiritual islam dalam ilmu pengetahuan dan teknologi


Setiap muslim dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki mempunyai kewajiban untuk
mengajarkan kepada masyarakat,memberikan peringatan,memanfaatkan untuk kemashalatan dan
mencerahkan jehidupan sebagai wujud ibadah ,jihad,dan dawah.menggairahkan dan
menggembirakan gerakan mencari ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi baik melalui
pendidikan maupun kegiatan-kegiatan dilingkungan keluarga dan masyarakat sebagai sarana penting
untuk membangun peradapan islam

K. Spiritualitas dalam seni dan budaya pespektif islam


Sesungguhnya kesakrakalan seni dalam islam memiliki hubungan dengan substansi agama dan
ruhnya, seni islami enjadi media terbaik untuk mengetahui substansi islam,terlihat misalnya seni
pahat, lukisan dan music, meskipun mewakili hakikat yang paling rendah ,akan tetap menggambarkan
hakikat tertinggi.kesenian islam bukanlah tema-tea marjinal,akan tetapi merupakan titik sentral
penjelmaan islam,dimana perannya tidak terbatas padapembentukannya kehidupan seorang muslim
saja,tetapi sebagai sebuah jendela islam,bukan untuk orang yang berupaya mencari lahiriah islam
untuk memuaskan indera dan nuraninya

Kesimpulan
Mewujudkan Spiritual Islam Dalam Kehidupan merupakan hal pokok dan paling mendasar
yang harus kita pahami, mengingat kita adalah umat beragama islam, dimana kita mempunyai rule
dalam menjalani kehidupan didunia ini yang tak terpungkiri lagi implementasi keagamaan yang harus
kita junjung mengingat (hablu minalllah dan hablu minannas) yang harus kita seimbangkan,tak
terlepas pula Setiap muslim dituntut untuk senantiasa membersihkan jiwa/hati kearah terbentuknya
pribadi yang mutaqqin dengan beribadah yang tekun dan menjauhkan diri dari jiwa/nafsu yang buruk
sehingga terpancar kepribadian yang shalih, yang menghadirkan kedamaian dan kemanfaatan bagi diri
dan sesamanya