Anda di halaman 1dari 28

Lampiran 1

JADWAL KEGIATAN MAGANG MAHASISWA


PROGRAM S1 REGULER TAHUN 2015
No
1.

2.

3.

Waktu
2 Minggu sebelum ke

Kegiatan
Pembekalan mahasiswa magang dan

Keterangan
Panitia,

lapangan

Dosen Pembimbing, Koordinasi

Narasumber.

Hari jumat pada minggu

Dosen Pembimbing dan Mahasiswa


Penyerahan mahasiswa magang dan

Dosen

pertama

pengarahan kegiatan magang kepada

Pembimbing di

Hari sabtu pertama

Guru Pamong dan Kepala Sekolah


1. Pengamatan langsung proses

sekolah.
Mahasiswa

pembelajaran di kelas
2. Refleksi hasil pengamatan proses

magang, Dosen

sampai sabtu kedua

pembelajaran

Pembimbing, dan
Guru Pamong
masing-masing

4.

Hari sabtu siang minggu

Penarikan mahasiswa dari sekolah

sekolah mitra.
Dosen

ke-dua

mitra ke kampus

Pembimbing di
masing-masing

5.

1 Minggu setelah

Penyerahan laporan akhir dalam

sekolah mitra.
Dosen

penarikan

bentuk hardcopy dan uji kompetensi

Pembimbing
menguji dan
menyerahkan nilai

6.

Lain-lain

ke UPPL
Penyelesaian
administrasi dan
pelaporan

1) Ket. :1) Kegiatan magang dimulai hari jumat dan berakhir hari sabtu berikutnya
2) Tanggal dimulainya kegiatan magang, akan diumumkan tersendiri di FKIP Unib

Lampiran 2

FORMAT
PEMANTAPAN KOMPETENSI AKADEMIK KEPENDIDIKAN

Nama Sekolah : SMAN 1 Seluma

Nama Mahasiswa : Junisa Anggun Lestari

Hari, Tanggal : Selasa, 26 Mei 2015

NPM

N
o
A.

: A1E013066

Aspek yang ditelaah

Deskripsi Hasil Pengamatan

Menelaah kurikulum dan perangkat


pembelajaran yang digunakan guru
1. Mengungkap aspek-aspek/komponen
yang ada dalam kurikulum

Aspek-aspek/komponen

kurikulum

2013

SMAN 01 Seluma ini diantaranya memuat


Tujuan satuan pendidikan, Struktur dan
muatan kurikulum dan kalender pendidikan.
Tujuan satuan pendidikan terdiri dari tujuan
pendidikan menengah, Visi dan misi SMAN
01 Seluma, Tujuan SMAN 01 Seluma.
Struktur dan muatan kurikulum yang terdiri
Kerangka dasar,Struktur kurikulum,Muatan
kurikulum. Sedangkan Kalender pendidikan
terdiri dari permulaan tahun pelajaran,waktu
belajar,libur

2. Menelaah setiap aspek-aspek/dalam


komponen kurikulum

sekolah,

rencana

kegiatan,pengembangan silabus dan RPP


Untuk aspek Tujuan satuan pendidikan yang
meliputi tujuan pendidikan menengah, visi
misi

dan

tujuan

SMAN

01

Seluma

semuanya sudah mengacu ke kurikulum


2013.

terlihat

dalam

Tujuan

satuan

pendidikan tersebut yang menekankan pada


keterampilan proses, dan sudah mengarah
kepada 4 kompetensi inti yang ada di
kurikulum 2013 yaitu aspek religius, sosial,
pengetahuan dan keterampilan. pada aspek
struktur dan muatan kurikulum terdapat

kerangka dasar yang terdiri dari kelompok


mata

pelajaran,mengikuti

pola

dan

ketentuan Kurikulum 2013, yaitu adanya


kelompok mata Pelajaran Wajib A dan
Wajib B, Kelompok Peminatan, dan Lintas
Minat, yang semuanya mengusung ke
pencapaian Standar Kompetensi Lulusan.
Dan

untuk

prinsip

pengembangan

Kurikulum SMA Negeri 1 Seluma mengacu


kepada karakteristik Kurikulum 2013 dan
prinsip

pengembangan

KTSP.

Prinsip

pengembangan kurikulum berpusat pada


potensi, perkembangan, kebutuhan, dan
kepentingan

peserta

didik

dan

lingkungannya.Dilihat dari penjabarannya


Kurikulum

SMA

Negeri

Seluma

dikembangkan sesuai dengan visi, misi dan


tujuan sekolah. begitu pula dengan prinsip
pelaksaanan

kurikulum

yang

sudah

mengacu kepada isi kurikulum 2013. Untuk


struktur kurikulum SMAN 01 Seluma
meliputi

substansi

ditempuh

dalam

pembelajaran
satu

jenjang

yang
satuan

pendidikan selama 3 (tiga) tahun mulai


kelas X sampai dengan XII . struktur
kurikulum disusun berdasarkan Standar
Kompetensi

Lulusan

(SKL)

dan

Kompetensi Inti (KI), serta Kompetensi


Dasar (KD) yang sesuai untuk semua mata
pelajaran. Pengorganisasian

kelas

pada

SMA Negeri 1 Seluma sudah melaksanakan


kurikulum 2013 yaitu

dengan peminatan

Matematika dan Ilmu Alam (MIA), dan


peminatan Ilmu-ilmu Sosial (IIS), serta
lintas minat yang didasarkan pada hasil

pemilihan angket minat peserta didik dan


tes IQ. Serta pada Muatan Kurikulum SMA
Negeri

Seluma

untuk

meliputi

Kompetensi Inti dan sejumlah Kompetensi


Dasar

yang

dirumuskan

dalam

mata

pelajaran yang keluasan dan kedalamannya


merupakan beban belajar peserta didik. dan
yang

terakhir

kalender

pendidikan.

Kalender pendidikan disusun dan disesuikan


setiap tahun oleh sekolah untuk mengatur
waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan
waktu belajar mengacu kepada Standar Isi
dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah,
karakteristik sekolah, kebutuhan peserta
didik dan masyarakat, serta ketentuan dari
3. Menelaah kaitan antara komponenkomponen kurikulum

pemerintah/pemerintah daerah.
Antar komponen-komponen kurikulum di
SMA

Negeri

01

Seluma

mempunyai

keterkaitan satu sama lain hal tersebut


terlihat pada setiap aspek atau komponen
yang isinya saling berhubungan mengacu ke
isi kurikulum 2013. Semua komponen atau
aspek kurikulum yang ada disusun secara
beraturan sehingga isi dari kurikulum
4. Menelaah kaitan antara kurikulum
dengan komponen RPP buat guru

tersebut menuju kesatu tujuan.


Antara kurikululum SMAN 01 Seluma
dengan komponen RPP buatan guru saling
keterkaitan

karena

merupakan

salah

kurikulum
satu

tersebut

panduan

guru

membuat RPP. Didalam kurikulum terdapat


banyak sekali aspek-aspek atau komponen
yang dijadikan acuan guru dalam membuat
RPP, semua komponen yang ada di RPP
disesuaikan dengan kurikulum yang ada.
Misalnya
KD,KI,

didalam
Panduan

kurikulum

terdapat

penilaian,

kalender

pendidikan,kelompok mata pelajaran atau


semua struktur dan muatan kurikulum . Itu
semua

merupakan

aspek

yang

harus

diperhatikan dalam pembuatan komponen


RPP , dimana kita tahu bahwa didalam RPP
juga mengandung komponen seperti KD,
KI,

indikator,

tujuan

pembelajaran,

pedekatan, model, strategi, metode, materi,


alat

dan

bahan,

media

pembelajaran,

langkah kerja, Penilaian. setiap komponen


tersebut dibuat guru dengan mengacu pada
kurikulum SMAN 01 Seluma.
B. Menelaah strategi pembelajaran, kegiatan
ini mencermati kesesuaian antara :
1. Strategi yang digunakan guru dengan
tujuan pembelajaran

Dengan melihat tujuan pembelajaran yang


ada di RPP dan Strategi yang digunakan
guru sudah sesuai, karena seperti yang
disampaikannya strategi

yang digunakan

guru pamong kami sudah cukup tepat hal itu


terbukti bahwa strategi yang digunakannya
dimaksudkan

untuk

mencapai

tujuan

pembelajaran yang ada. Mulai dari strategi


beliau dalam memulai pembelajaran sampai
2. Strategi dengan materi pelajaran yang
diajarkan

ke menutup pembelajaran.
Strategi dengan materi pelajaran yang
diajarkan sudah sesuai. Berdasarkan materi
pelajaran yang ada di RPP yaitu untuk mata
pelajaran

Kalor,

Strategi

yang

beliau

gunakan sudah cukup tepat karena strategi


tersebut
3. Tujuan, materi dengan metode yang
digunakan

berhubungan

dengan

maksud

materi pelajaran yang diajarkan


Tujuan, materi dengan metode

yang

digunakan sudah sesuai. Berdasarkan materi


pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai siswa pada RPP yang dibuat
memerlukan variasi berbagai metode seperti

yang dibuat beliau yaitu Demonstrasi,


Diskusi

kelompok,

dan Tanya

jawab.

semuai metode itu telah sesuai dengan


karakteristik materi pembelajaran yang
disampaikan dan dengan metode itu juga
memungkinkan
4. Alat peraga yang digunakan dengan
materi dan tujuan

dapat mencapai tujuan

pembelajaran oleh siswa


Alat peraga yang digunakan dengan materi
dan tujuan sudah sesuai. Berdasarkan alat
peraga yang digunakan beliau didalam RPP
pada materi kalor yaitu seperti: pemanas air,
lilin, korek, gelas kimia, pembakar bunsen,
kaki tiga sudah tepat sekali karena alat-alat
tersebut merupakan alat yang digunakan
atau dibutuhkan

dalam praktikum pada

konsep kalor sehingga dengan demikian


tujuan

pembelajarannya

dapat

tercapai

5. Pendekatan pembelajaran yang

terutama dalam domain psikomotoriknya..


Pendekatan pembelajaran yang digunakan

digunakan dengan karakteristik

dengan karakteristik bidang studi sudah

bidang studi

sesuai. seperti yang kita ketahui pendekatan


saintifik yang meliputi kegiatan Mengamati,
menanya,

mencoba,

mengkomunikasikan

menalar

sudah

jelas

dan
sekali

sesuai dengan karakteristik bidang studi


Fisika yang merupakan mata pelajaran yang
menggunakan langkah kerja Ilmiah dalam
pelaksanaannya. guru pamong kami juga
menerapkan pendekatan saintifik itu dalam
mengajar walaupun ada yang belum bisa
tercapai

maksimum

seperti

kegiatan

mencoba. Hal itu karena keterbatasan alat


laboratorium

yang

menyebabkan

tidak

semua siswa dapat melakukan praktikum.


C.

Menelaah sistem evaluasi dan tindak


lanjut pembelajaran kegiatan yang

dilakukan adalah mencermati kesesuaian


antara :
1. Evaluasi yang digunakan guru dengan
tujuan pembelajaran

Berdasarkan

soal evaluasi kuiz maupun

games yang kami lihat

sudah mengacu

kepada tujuan pembelajaran terutama dalam


domain

kognitif

siswa,

karena

beliau

membuat soal evaluasi selalu berdasarkan


dengan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai siswa sehingga soal evaluasi yang
beliau buat dapat membuktikan seberapa
2. Evaluasi yang digunakan guru dengan
materi pembelajaran

tercapainya tujuan pembelajaran tersebut.


Evaluasi yang digunakan guru dengan
materi pelajaran sudah jelas sekali sesuai,
terlihat pada semua soal evaluasi yang
dibuat memuat materi pelajaran yang

3. Evaluasi yang digunakan guru dengan


pendekatan pembelajaran

dipelajari
Evaluasi yang digunakan guru dengan
pendekatan

pembelajaran

sudah

cukup

sesuai, karena Evaluasi yang dibuat oleh


beliau sudah mengacu kepada pendekatan
pembelajaran yaitu pendekatan saintifik
4. Menelaah variasi bentuk soal dan
tingkat kesukaran soal.
5. Menelaah administrasi penilaian
proses dan hasil belajar dan berbagai
intrument yang digunakan.
6. Menganalisis hasil penilaian proses
dan hasil belajar untuk berbagai
tujuan.
Lampiran 3

FORMAT OBSERVASI
LANGSUNG PROSES PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMAN 1 Seluma

Nama Mahasiswa : Junisa Anggun Lestari

Hari, Tanggal : Selasa, 26 Mei 2015

NPM

No
.
A.

: A1E013066

Aspek yang diobservasi


Kegiatan guru pada awal
1. Teknik/kiat /strategi dalam

Deskripsi Hasil Pengamatan

Melalui wawancara dengan guru pamong

mengkondisikan dan memotivasi siswa

kami,

teknik/kiat/

untuk siap belajar

mengkondisikan dan memotivasi siswa


untuk

siap

strategi

belajar

dalam

adalah

mempersiapkan kondisi mental

dia
siswa

terlebih dahulu agar siswa merasa nyaman


dalam belajar melalui pendekatan sosial
emosional.

Sebelum

memulai

pembelajaran beliau selalu memperhatikan


kondisi

siswanya

dan

memberikan

motivasi kepada para siswa agar mereka


termotivasi
2. Berdoa sebelum memulai pembelajaran

tersebut.
Kegiatan

mengikuti
berdoa

pembelajaran

sebelum

memulai

pembelajaran selalu dilakukan dengan cara


3. Mengecek kehadiran siswa

menyuruh ketua kelas memimpin doa.


Dalam mengecek kehadiran siswa, beliau
mengecek siswa satu persatu . Hal itu juga
dimaksudkan
penilaian

juga

pada

untuk

domain

melakukan

afektif

yaitu

kedisiplinan siswa. jika memang ada siswa


yang tidak masuk hari itu guru antusias
menanyakan mengapa siswa tersebut tidak
4. Teknik/kiat /strategi melakukan
apersepsi

hadir.
Teknik/kiat /strategi melakukan apersepsi
yaitu

dengan

menghubungkan

materi

tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


seperti

memberikan

contoh

ataupun

memberikan pertanyaan tentang materi


5. Menyampaikan tujuan pembelajaran
dan kegiatan, yang akan dilakukan

tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


Menyampaikan tujuan pembelajaran dan
kegiatan, yang akan dilakukan selama

selama pembelajaran

pembelajaran selalu dilakukan karena


menurutnya supaya anak mengerti dan
paham apa yang akan dilakukan mereka
pada saat belajar dan apa yang akan
mereka dapatkan setelah belajar nanti.

B.

Kegiatan inti yang dilaksanakan guru


1. Teknik penyampaian materi yang akan
dipelajari

Pada Kurikulum 2013 anak mencari


sendiri materi yang akan dipelajari, guru
hanya menjadi fasilitator dan pembimbing
bagi para siswa. Namun pada SMA Negeri
1 Seluma ini, yaitu satu-satunya sekolah
yang menerapkan Kurikulum 2013 di
kabupaten seluma hal tersebut belum dapat
terlaksana karena menurut beliau minat
para siswa disana untuk mencari materi
sendiri

kurang,

mereka

masih

mengharapkan penjelasan yang datang


dari guru atau semua sumber materi dari
guru dan sedikit dari siswa, hal tersebut
wajar karena mungkin sudah terbiasa
dengan

kondisi

sebelumnya

dimana

semuanya berasal dari guru. Jadi teknik


penyampaian materi yang akan dipelajari
adalah menyampaikan materi selengkaplengkapnya kepada siswa dengan bantuan
buku-buku dan lks yang ada. Membimbing
siswa
materi.

untuk

mencari

Dan

untuk

sumber-sumber
membantu

memudahkan menyampaikan materi beliau


juga

mempunyai

cara

lain

yaitu

memberikan tugas kepada para siswa


untuk

meringkas pelajaran yang akan

dipelajari, dalam meringkas tersebut beliau


menyampaikan kepada siswa sub materi
apa saja yang akan mereka ringkas.
Dengan kegiatan tersebut diharapkan para

siswa sudah belajar atau setidaknya paham


tentang apa yang akan dipelajari sehingga
2. Metode/teknik/strategi membimbing
siswa dalam belajar

pada saat belajar nanti bisa nyambung.


Untuk membimbing siswa dalam belajar
biasanya beliau menuntun siswa selalu
bekerja

sama

dengan

kelompoknya,

namun hanya pada hal tertentu dan tidak


berlaku pada saat mengerjakan quiz dan
tugas individu . Disini beliau juga
memberikan

kebebasan

oleh

setiap

kelompok namun kebebasan yang masih


terkontrol

oleh

guru.

Dan

untuk

menambah pemahaman siswa beliau juga


membimbing para siswa dengan cara
memancing siswa mengeluarkan ide dan
pendapat

ataupun

hipotesis

mereka

melalui pertanyaan yang mengacu kepada


3. Pengelolaan kelas

eksperimen yang akan dilakukan.


Dalam pengelolahan kelas beliau terlebih
dahulu

menyiapkan

masing-masing

kondisi

siswa.

mental

menyiapkan

kelompok belajar yang dibuat heterogen .


Membuat suasana belajar yang nyaman
seperti memisahkan siswa yang sering
membuat ribut dikelas. dalam hal ini guru
harus

benar-benar

meperhatikan

karakterisik masing-masing siswa agar


siswa senang mengikuti pelajaran karena
gurunya yang perhatian kepada para
siswanya.

Pada saat bertanya kepada

siswa, beliau menghindari pertanyaan


yang mengundang jawaban yang beragam
4. Memotivasi siswa dalam belajar

dan tidak terkontrol.


Untuk memotivasi siwa dalam belajar
beliau mempunyai cara sendiri agar siswa
termotivasi

untuk

belajar

yaitu

membicarakan

masalah

penilaian.

Sebelum belajar beliau akan menjelasan


apa saja yang akan menjadi penilaianya
dalam belajar hari itu dan pada akhir
pembelajaran beliau akan memperlihatkan
nilai yang siswa peroleh pada hari itu. Hal
itu

dimaksudkan

agar

para

siswa

termotivasi untuk mendapatkan nilai yang


lebih tinggi daripada teman-temannya
yang lain dengan cara belajar yang rajin
dan bersaing secara sehat dengan temantemannya. Selain itu untuk memotivasi
siswa

beliau

juga

menunjukan

kesungguhan mengajar kepada siswaanya


dan membuat suasana yang nyaman bagi
siswanya sehingga siswa termotivasi untuk
mendapatkan ilmu dan bukan hanya untuk
mendapatkan nilai serta beliau juga selalu
memberikan apresiasi atau penghargaan
kepada para siswa yang bertanya dan
menjawab pertanyaan dari beliau seperti
berkata bagus sekali, Terimakasih, tepuk
5. Teknik membagi perhatian pada siswa

tangan dan sebagainya.


Dalam membagi perhatian pada siswa
beliau lebih memperhatikan siswa yang
sering berbuat ribut di kelas, siswa yang
sering tidak konsentrasi atau siswa yang
kurang aktif dikelas. yang aktif bukan
tidak diperhatikan, mereka juga harus
diperhatikan

apalagi

perkembangan

mereka namun hanya saja mereka lebih


mudah

untuk

membimbingnya

tidak

seperti yang kurang aktif yang perlu


bimbingan khusus dari guru hal tersebut
dimaksudkan agar mereka mempunyai

semangat yang sama seperti anak yang


6. Penanganan kesulitan yang dialami
siswa dalam pembelajaran

aktif.
Untuk menangani kesuliatan yang dialami
siswa beliau pernah mencoba melakukan
remidial yaitu menyampaikan kembali
materi yang telah diajarkan namun hal
tersebut tidak dapat terlaksana dengan baik
karena SMAN 1 Seluma ini mempunyai
waktu yang sangat padat dan apabila
waktu

tersebut

digunakan

untuk

mengulang menyampaikan materi yang


telah diajarkan maka materi yang belum
dipelajari tidak dapat terlaksana. Selain itu
beliau selau memperhatikan siswanya
seperti bertanya kesulitan yang siswa
alami

dan

mencoba

menanganinya

misalnya membentuk kelompok belajar


yang heterogen dengan tujuan siswa yang
kurang mengerti dapat bertanya kepada
siswa lain yang sudah mengerti dalam
kelompoknya. dan untuk memperbaiki
nilai quiz atau ujian yang jelek beliau
memberikan her atau memberikan tugas
7. Teknik bertanya guru

lain tapi secara berkelompok.


Teknik bertanya yang beliau lakukan
dalam pembelajaran adalah mengajukan
pertanyaan kepada siswa dengan kalimat
sejelas

mungkin

agar

siswa

dapat

menjawabnya dan tidak menimbulkan


jawaban yang beragam, dalam bertanya
kepada siswa beliau terlebih dahulu
memberikan kesempatan bagi siswa yang
kurang aktif hal demikian dimaksudkan
agar mereka semua dapat berpartisipasi
dalam proses pembelajaran dan jika
memang siswa yang ditunjuk benar-benar

belum dapat menjawab, beliau melempar


dengan siswa lain yang kurang aktif juga
dan setelah memang tidak ada siswa yang
kurang aktif menjawab barulah beliau
memberi kesempatan kepada siswa yang
aktif untuk menjawab pertanyaannya dan
tidak

lupa

setelah

pertanyaan

darinya

siswa
,

menjawab

beliau

selalu

memberikan apresiasi kepada siswa untuk


menambah

semangat

mereka

serta

melengkapi jawaban siswa.dan kadang


beliau juga menggunakan sistem tanggal
belajar hari itu untuk bertanya kepada
siswa, maksudnya misal hari itu tanggal 26
dan siswa yang memiliki nomor absensi
26 itulah yang diberikan kesempatan untuk
8. Teknik mengadakan variasi

menjawab terlebih dahulu.


Dalam melakukan variasi disini beliau
perlu memperhatikan kondisi berbagai
aspek

seperti

kondisi

siswa,

materi

pelajaran , kelas dan lain-lainya. setelah


mengetahui

berbagai

kondisi

tersebut

barulah beliau mengadakan variasi yaitu


baik variasi model, metode mengajar
seperti

metode

tanya

jawab,

diskusi,demonstrasi eksperimen dan lain9. Teknik memberikan penguatan

lain.
Dalam teknik memberikan penguatan
beliau mengulas kembali materi tersebut
agar siswa lebih jelas terhadap materi
tersebut. Beliau juga melengkapi jawaban
yang

telah

sebelumnya.

dikemukakan
selain

itu

oleh

siswa

beliau

juga

melakukan cek pemahaman sejauh mana


siswa dapat memahami materi yang
disampaikan dan mencoba menjelaskan

10. Teknik membimbing diskusi

kembali secara singkat kepada siswa.


Dalam membimbing diskusi pertama yang
beliau

lakukan

yaitu

memberikan

penjelasan terhadap teknik diskusi kepada


siswa hal itu dimaksudkan agar diskusi
tersebut dapat berjalan dengan lancar dan
materi yang ada
melenceng

dari

tidak melebar atau


materi

yang

telah

ditentukan. Pada saat diskusi berlangsung


beliau menjadi penengah dalam diskusi
dan menjadi fasilitator untuk melengkapi
semua pendapat atau jawaban dari siswa.
Siswa yang ikut berpartisipasi dalam
11. Antusias guru dalam kegiatan
pembelajaran

diskusi selalu beliau berikan apresiasi


Dalam kegiatan pembelajaran dari apa
yang telah beliau sampaikan kepada kami
bahwa

beliau

sangat

antusias

sekali

menuntun siswa dalam belajar mulai dari


kegiatan awal pembelajaran sampai akhir
pembelajaran melalui strategi yang beliau
miliki dengan cara memperhatikan seluruh
siswanya, menjadikan dirinya sebagai
pembimbing, fasilitator, motivator, dan
lainnya
C.

Kegiatan penutup yang dilakukan guru


1. Kegiatan menyimpulkan materi
bersama siswa

Dalam menyimpulkan materi bersama


siswa

awalnya

kesempatan

beliau

kepada

menyimpulkan

memberikan
siswa

pembelajaran

untuk
tersebut

kemudian beliau melengkapi kesimpulan


materi
2. Melaksanakan evaluasi akhir

pembelajaran

yang

telah

disampaikan siswa sebelumnya.


Untuk mengetahui tercapainya tujuan
pembelajaran
melakukan

salah

satunya

beliau

evaluasi

akhir.

Dalam

melakukan evaluasi akhir ada dua cara


yang beliau lakukan pertama dengan

games dan yang kedua dengan melakukan


quiz atau ujian blok. Untuk evaluasi
berbentuk games itu adalah evaluasi
berkelompok. biasanya setiap kelompok
yang dibentuk diberi masing-masing nama
yaitu nama dari ilmuan fisika, kemudian
memberikan

undian

pertanyaan

pada

masing-masing kelompok . Dimana setiap


anggota dalam kelompok saling bekerja
sama dalam menjawab pertanyaan tersebut
dan bagi kelompok yang dapat menjawab
akan mendapatkan nilai. Untuk evaluasi
akhir dalam bentuk quiz atau ujin blok
yaitu

evaluasi

diperbolehkan
3. Memberikan tindak lanjut, berupa

individu
melakukan

disini

tidak

kerjasama

dengan individu lain.


Dalam memberikan tindak lanjut beliau

pemberian tugas dan atau memberikan

selalu memberikan tugas tentang materi

umpat balik dari hasil evaluasi.

yang telah dipelajari untuk dikerjakan


secara berkelompok tugas itu berupa soal
atau tugas lainnya.Selain itu ada juga tugas
meringkas materi pelajaran yang akan
dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

D.

Refleksi hasil pengamatan proses


pembelajaran
1. Kegiatan guru saat memulai
pembelajaran

Kegiatan guru saat memulai pembelajaran


telah dilakukan semuanya sesuai langkah
kegiatan

yang

ada

di

RPP

mulai

mengucapkan salam saat masuk kelas,


mengkondisikan dan memotivasi siswa
agar siswa siap mengikuti pembelajaran
hari

itu

dan

termotivasi

untuk

mendapatkan ilmu yang lebih banyak,


kemudian menyuruh ketua kelas untuk
memimpin doa agar pembelajaran hari itu
dapat berjalan dengan lancar, dan tidak

lupa mengecek kehadiran siswanya, lalu


memberikan

apersepsi

kepada

siswa

menghubungkan materi dengan kegiatan


sehari-hari dengan demikian siswa dapat
dengan mudah mengingat materi tersebut
karena dilakukan dalam kehidupan seharihari selain itu juga untuk membantu
memudahkan guru dalam menyampaikan
materi tersebut dan kegiatan terakhir guru
saat

memulai

pembelajaran

adalah

menyampaikan tujuan pembelajaran dan


rangkaian

atau

teknik

kegiatan

hal

demikian dilakukan agar siswa tahu apa


yang akan dicapainya dan kegiatan apa
saja yang akan dilakukannya saat belajar
nanti sehingga kegiatan pembelajaran
2. Saat melakukan kegiatan inti
pembelajaran

tersebut dapat dilakukan dengan lancar


Kegiatan inti pembelajaran dalam
kurikulum

2013

meliputi

kegiatan

mengamati, menanya, mencoba, menalar


dan mengkomunikasikan. semuanya sudah
dilakukan berdasarkan RPP yang beliau
buat, namun hanya saja disini terkendala
pada saat mencoba yaitu keterbatasan alat
saat melakukan praktikum jadi guru
melakukan

demonstrasi

saja

dan

menyuruh beberapa siswa saja untuk


melakukan praktikum

dan yang lain

mengamati dan kebetulan materi yang


beliau sampaikan saat kami wawancara
adalah mengenai kalor, untuk materi kalor
kebanyakan

siswa

sudah

sering

menemukannya atau melakukannya dalam


kehidupan sehari-hari seperti peristiwa
mengembun,

mencair

membeku

dan

sebagainya. Tentunya dalam kegiatan inti


ini banyak sekali yang harus diperhatikan
guru, mulai dari teknik menyampaikan
materinya,

membimbing siswa dalam

belajar, pengelolaan kelas, membentuk


kelompok

belajar

yang

heterogen,

memotivasi siswa agar siswa termotivasi


untuk mengikuti pembelajaran kemudian
teknik membagi perhatian kepada siswa
dimana guru dituntut harus memahami
karakteristik masing-masing siswa dan
mengadakan variasi serta memberikan
penguatan

semua

itu

dimaksudkan

sehingga tercipta suasana yang nyaman


dalam proses pembelajaran. dan pada saat
mengasosiasi, guru membimbing diskusi
siswa dengan menengahi diskusi dan
menjadi fasilitator bagi siswa yang sedang
berdiskusi. lalu melakukan penanganan
kesulitan yang dialami oleh siswa dan
antusias yang bagus ditunjukan dalam
kegiatan pembelajaran sehingga dapat
membuat siswa selalu ingin menggali
3. Saat guru mengakhiri pembelajaran

pengetahuannya.
Saat mengakhiri pembelajaran berdasarkan
apa yang telah beliau sampaikan pada saat
kami mewawancarainya semuanya dapat
terlaksana dan sesuai dengan yang ada di
RPP

yaitu mulai dari menyimpulkan

materi bersama siswa dimana awalnya


memberikan kesempatan kepada siswa
menyimpulkan materi lalu melengkapi
kesimpulan

yang

telah

disampaikan

sebelumnya

oleh

siswa.

memberikan

evaluasi akhir dalam bentuk evaluasi

games (kelompok) dan evaluasi akhir ujian


blok atau quiz (induvidu) lalu melakukan
tindak lanjut berupa pemberian tugas
secara berkelompok kepada siswa dalam
bentuk soal atau tugas lainnya mengenai
materi yang telah dipelajari dan tugas
meringkas materi untuk materi yang akan
dipelajari

selanjutnya

kemudian

guru

menyuruh ketua kelas untuk memimpin


doa mengakhiri pelajaran pada hari itu dan
terakhir
4. Bersama dosen pembimbing dan guru

mengucapkan

siswa.
Berdasarkan

salam

wawancara

yang

kepada
kami

pamong mendiskusikan kelemahan dan

lakukan dengan guru pamong yaitu ibu

keunggulan kegiatan pembelajaran

Indah Herawati, M.Pd dimana kami disini

yang telah dilaksanakan, serta

mendiskusikan masalah kelemahan dan

memberikan solusinya

keunggulan kegiatan pembelajaran yang


terlaksana di SMAN 01 Seluma ini
khususnya dalam mata pelajaran fisika
serta solusi dalam mengatasi kelemahan
yang ada. untuk kelemahan kegiatan
pembelajaran mata pelajaran fisika di
SMAN 01 Seluma ini adalah terletak pada
kemampuan

masing-masing

siswa

terutama dalam pengaplikasian ilmu fisika


dalam kehidupan sehari-hari, lemahnya
kemampuan

siswa

dalam

bidang

matematika yang merupakan ilmu dasar


dalam mempelajari fisika, Sikap mereka
yang

masih

terbiasa

dengan

konsep

kurikulum yang lama dan belum terbiasa


dengan
berpusat

kurikulum
pada

yang

siswa.

baru
dan

yang
sistem

pendidikan yang belum sesuai dengan


berbagai kondisi di lingkungan sekolah

dan

untuk

keunggulan

kegiatan

pembelajaran khususnya fisika adalah


aktivitas dan hasil belajar siswa cukup
meningkat walaupun belum seluruh siswa.
Solusinya

adalah

adanya

otonomi

pengelolahan kelas oleh guru atau otonomi


sekolah,

tanpa

ada

campur

tangan

pemerintah daerah, tidak ada ancaman


bagi guru sehingga guru bebas membawa
siswanya dan mengelolah kelas karena
kita ketahui bahwa yang mengetahui
kondisi siswa adalah para guru dan
peningkatan daya saing

guru ,hal itu

dimaksudkan agar para guru dapat lebih


termotivasi dalam mencerdaskan siswanya
dan dapat

berkompetensi dengan guru

yang lainnya dari sekolah yang sama


ataupun luar sekolah.

Lampiran 9
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKHIR
MAGANG II
PENDIDIKAN FISIKA
DI SMA NEGERI 01 SELUMA
Oleh:
Yossy Agustin

(A1E013007)

Erna Juwita

(A1E013010)

Dessy puspita sari

(A1E013045)

Herlinda

(A1E013048)

Wenda Dwi Meilesri

(A1E013058)

Junisa Anggun Lestari

(A1E013066)

DISAHKAN OLEH:
Bengkulu,

Mei 2015

Dosen Pembimbing

Guru Pamong

Dra. Eko Swistoro Warimun, M.Pd

Indah Herawati, M.Pd

NIP. 195611231983121001

NIP. 198217122006042006
Mengetahui,

Kepala Sekolah SMA Negeri 01 Seluma

Agus Salim, M.Pd


NIP. 19660817199031026

Lampiran 10
KRITERIA PENILAIAN
1. Kehadiran, selama praktik pelaksanaan magang
2. Hubungan Sosial, dalam berintegrasi dengan warga di sekolah (Kepala sekola, Guru,
Staf TU, dan siswa)
3. Kualitas kegiatan, keaktifan mencari data dan melaksanakan pengamatan disekolah
4. laporan Magang, akurasi data/isi laporan, penggunaan bahasa
5. Kriteria penilaian yang mencakup poin di atas menggunakan interval
a. 80-100 = > 3,6-4,0 => (A) => Sangat Baik
b. 70-79 = > 2,6-3,5 => (B) => Baik
c. 56-69 = > 2,0-2,5 => (C) => Cukup
d. 55
= > 1,9
=> (D) =>
Kurang

Lampiran 11
KRITERIA KEBERHASILAN
No
.
1.
2.
3.

Aspek yang dinilai


Kehadiran (No)
Keaktifan (Nt)
Hubungan sosial (dengan Guru pamong, Dosen

Bobot
1
2
1

Pembimbing, Dosen Pembimbing, Kepala Sekolah,


Staf Administrasi, Siswa)
4.

(Nh)
Laporan hasil pengamatan
a. Penulisan Laporan
b. Isi laporan (N1)
Jumlah

Rumus Penilaian:
Nk =

No x 1+ Nt x 2+ Nh x 1+ N 1 x 6
10

Keterangan :
No : Kehadiran melaksanakan magang
Nt : Keaktifan melaksanakan tugas magang
Nh : Hubungan sosial di lapangan
N1 : Nilai laporan akhir magang
Nk : Nilai komulatif magang

2
4
10

Nilai

Jumlah

LAPORAN OBSERVASI MAGANG II


DI SMA NEGERI 01 SELUMA

Disusun Oleh :
Junisa Anggun Lestari
(A1E013010)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN 2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami atas kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya. Kami dapat
menyelesaikan Laporan Magang II di SMA Negeri 01 Seluma. Tugas ini kami buat untuk
menambah wawasan dan pengetahuan tentang penerapan menjadi seorang guru yang
profesional serta beberapa teknik dalam sekolah melalui kedisiplinan yang dapat
meningkatkan para peserta didik dalam belajar. Tugas ini kami buat untuk memenuhi tugas
magang II.
Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah memberikan bantuan baik berupa materi maupun moril, yaitu kepada :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Ketua Tim Unit PPL Universitas Bengkulu


Drs. Eko Swistoro Warimun, M.Pd. selaku dosen pembimbing
Agus Salim, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 01 Seluma
Indah Herawati, M.Pd. selaku guru pamong
Bapak dan Ibu dewan guru SMA Negeri 01 Seluma
Bapak/Ibu selaku Kepala Staf Tata Usaha SMA Negeri 01 Seluma
Seluruh mahasisiwa Magang II di SMA Negeri 01 Seluma
Seluruh siswa-siswi SMA Negeri 01 Seluma

kami menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari sempurna, karena masih memiliki
banyak kekurangan, baik dalam hal penyampaian ini maupun sistematika dan teknik
penulisannya. Oleh karena itu , penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun.
Akhirnya, semoga tugas ini bisa memberikan manfaat bagi penulis dan bagi pembaca.
Amiin.
Bengkulu,

Mei 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
Hal.
HALAMAN JUDUL ................................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................

ii

KATA PENGANTAR ..............................................................................................

iii

DAFTAR ISI ............................................................................................................

iv

DAFTAR TABEL ....................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang (dasar kegiatan magang) .......................................................
B. Tujuan dan Manfaat Kegiatan.........................................................................
C. Tempat dan Waktu Pelaksanaan......................................................................
BAB II PELAKSANAAN
A.
B.
C.
D.

Hasil Tiap Aspek Kegiatan ............................................................................


Tingkat Keberhasilan .....................................................................................
Faktor Pendukung dan Penghambat ..............................................................
Pengalaman Khusus yang Diperoleh .............................................................

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ....................................................................................................
B. Saran ..............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Program Kegiatan
2. Hasil Kegiatan
3. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan
4. Dan lainya yang dianggap penting

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Setiap manusia pada hakikatnya membutuhkan pendidikan. Zanti Arbi dan


Syahrun (1992:16-23) berpendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses interaksi
manusiawi antara pendidik dengan subjek didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Proses
pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu dengan menggunakan bermacammacam tindakan yang disebut sebagai alat pendidikan. Ada beberapa faktor yang berperan
dalam pendidikan, yaitu : (1) tujuan, (2) pendidik, (3) subjek didik, (4) isi/materi, (5)
cara/metode dan alat (6) situasi lingkungan.
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkan kembangkan potensi yang ada
pada manusia yang dikenal dengan SDM dan IMTAQ yakni melalui kegiatan pengajaran.
Kegiatan-kegiatan tersebut diselenggarakan di semua satuan dan jenjang pendidikan yang
meliputi wajib belajar pendidikan Sembilan tahun, pendidikan menengah dan pendidikan
tinggi.
Usaha tersebut merupakan tugas para elemen yang terkait baik secara langsung
maupun tidak langsung terhadap dunia pendidikan. Demi tercapainya tujuan tersebut,
perlu adanya sinergisitas pendiidikan mulai dari tingkat dasar, menengah, dan atas serta
pendidikan tinggi. Hierarki diatas terkait langsung dengan kemampuan tenaga
pendidiknya. Upaya itu perlu disukung oleh peningkatan sumber daya pendidikan secara
bertahap

disertai

keterpaduan

dan

efisiensi

pelaksanaannya

sehingga

mampu

meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia antara lain melalui peningkatan kualitas para
guru sehingga dapat menghasilkan tenaga pendidikan yang berkualitas.
Guru sebagai pendidik dalam pendidikan formal mempunyai tanggung jawab dalam
melaksanakan pendidikan. Tugas sebagai pendidikan adalah berat, oleh karena itu harus
diadakan persiapan-persiapan yang cukup. Profesionalitas tenaga kependidikan, termasuk
tenaga keguruan, menjadi keniscayaan, terutama takkala pendidikan dan pembelajaran
semakin diakui di masyarakat (Danim, 2002:5)..
FKIP merupakan fakultas yang berperan penting dalam menghasilkan calon guru
yang profesional. Oleh karena itu, FKIP UNIB mempersiapkan mahasiswanya dengan
memberikan materi-materi pelajaran dan teori-teori mengajar yang akan menjadi bekal
calon guru dalam proses belajar mengajar. Materi-materi pelajaran dan teori-teori
mengajar yang diberikan kepada mahasiswa harus diaplikasikan secara nyata di lapangan
agar mahasiswa calon guru mempunyai pengalaman yang cukup tentang proses belajar
mengajar, dunia sekolah, dan psikologi anak.
Menyadari akan pentingnya hal itu, mmaka FKIP mempunyai suatu mata kuliah
yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa FKIP untuk mempraktikan segala materi
pelajaran dan teori mengajar di sekolah. Mata kuliah tersebut adalah Magang 1. Magang 1

merupakan suatu program dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang untuk
melatih para calon guru agar menguasai kemampuan keguruan yang utuh dan terpadu
sehingga setelah melakukan pendidikan mereka siap secara mandiri mengemban tugas
sebagai guru.
Magang II merupakan suatu program dalam pendidikan prajabatan guru yang
dirancang untuk melatih para calon guru agar menguasai kemampuan keguruan yang utuh
dan terintegrasi, sehingga setelah menyelesaikan pendidikan siap secara mandiri
mengemban tugas sebagai guru.
Melalui kegiatan ini nantinya diharapkan praktikan mampu mengenali situasi dan
kondisi ruang lingkup sekolah serta interaksi yang terjadi dalam lingkungan sekolah agar
dapat diaplikasikan pada kegiatan praktik pengalaman lapangan lainnya.
Magang II merupakan suatu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh calon guru
sebelum benar-benar terjun dalam dunia pendidikan, sesuai bidangnya masing-masing.
Dalam pelaksanaan Magang II ini, unit PPL UNIB sebagai penyelenggara bekerja
sama dengan beberapa sekolah yang terdapat di Bengkulu. Dalam pelaksanaannya
mahasiswa yang telah siap mengikuti praktik lapangan akan ditempatkan di sekolahsekolah yang telah bekerja sama dengan pihak Universitas Bengkulu tersebut.
B. Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Tujuan kegiatan pada magang II ini adalah untuk memantapkan kompetensi
akademik pendidikan meliputi, segala aktivitas pembelajaran dan kegiatan refleksi hasil
pembelajaran di kelas, melalui kegiatan :
1. Pengamatan langsung proses pembelajaran
2. Refleksi hasil pengamatan proses pembelajaran
3. Menelaah Kurikulum dan perangkat pembelajaran yang digunakan guru
4. Menelaah strategi pembelajaran
5. Menelaah sistem Evaluasi dan tindak lanjut pembelajaran
Manfaat yang diharapkan dari mata kuliah magang II ini adalah memberikan
pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa mengenai pemantapan kompetensi
akademik pendidikan yang meliputi segala aktivitas pembelajaran dan kegiatan refleksi
hasil pembelajaran dikelas.
C. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Dalam praktik Magang II ini dilakukan di beberapa kabupaten yang ada di Propinsi
Bengkulu. Khusus untuk kelompok kami praktik

magang II ini dilaksanakan di

Kabupaten Seluma tepatnya di SMA Negeri 01 Seluma yang terletak di JL. Raya
Bengkulu-Manna KM 61 Lubuk Kebur, Tais, Kec.Seluma, Kab.Seluma, Provinsi

Bengkulu. Magang II ini dilaksanakan mulai dari tanggal 22 Mei 2015 sampai 30 Mei
2015.