Anda di halaman 1dari 5

ISTILAH-ISTILAH PEMERCONTOAN DALAM BIDANG

GEOLOGI, PETROLOGI, GEOLOGI STRUKTUR,


PERPETAAN, DAN EKSPLORASI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pemercontoan


Program Studi Teknik Pertambangan
Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung

Dibuat oleh :
Muhammad Rizal Sujjada (10070112031)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1438 H / 2016 M

A horizon. Lapisan tubuh tanah yang berada dibawah horizon O atau teratas.
Umumnya berwarna gelap dan daerah dimana terakumulasi material organic
Abyssal plain.Suatu daerah datar yang luas pada lantai samudra dalam, 3
sampai 6 km, berlereng sangt landai, 1m/km
Amfibolit. Batuan metamorf derajat intermedier, umumnya berbutir kasar dan
mengandung banyak amfibol.
Amorf. Istilah untuk material padat yang susunan atomnya tidak mempunyai
struktur dalam, tidak membentuk kristal.
Angular Unconformity. Salah satu tipe ketidak selarasan yang dicirikan oleh
hubungan batuan yang tua dan yang lebih muda membentuk sudut.
Artesian aquiver. Suatu aquiver dimana airnya dibawah tekanan hidrolik.
Artesis sumur. Sumur yang airnya naik diatas aquiver.
Astenosfir. Daerah dalam mantel dimana batuan bersifat ducktile, lemah dan
mudah terdeformasi. Berada pada kedalaman 100 -300 km dibawah permukaan
bumi.
B horizon. Horizon tubuh tanah, umumnya dibawah horizon A, biasanya
kecoklatan atau kemerahan dan jamak bila diperkaya akan lempung dan oksida
besi.
Back arc basin.Cekungan berbentuk busur yang terjadi akibat penipisan kerak
dibelakang busur magmatik.
Back shore.Daerah memanjang kearah daratan dari berm sampai titik terjauh
yang dapat dicapai gelombang.
Bajada. Dataran alluvial yang luas terdiri dari bersatunya beberapa fan yang
berdekatan.
Batas lempeng differgen. Rekahan pada litosfir dimana dua lempeng bergerak
saling menjauh. Disebut pula pusat pemekaran dimana terbentuk kerak baru oleh
aktivitas magma.
Batuan intrusif. Batuan beku yang saat masih cair menerobos kedalam atau
diantara batuan lain dan kemudian membeku.
Block faulting.Tipe pensesaran (normal) dimana segmen-segmen kerak belah
dan bergeser dalam berbagai elevasi dan orientasi.
C horizon. Horizon tubuh tanah paling dalam, dibawah horizon B atau A. Sering
berwarna coklat kekuningan dan mengandung pelapukan batuan atau sedimen.

Caldera. Cekungan atau depresi melingkar dan sangat besar, beberapa


kilometer garis tengahnya, berhubungan dengan kawah (vent) gunung api.
Diperkirakan akibat subsidence aatau runtuh (collaps) dan berkaitan atau tidak
dengan erupsi gunung api.
Cleavage. Kecenderungan mineral untuk belah menurut arah tertentu sepanjang
bidang yang halus permukaannya.
Coal. Batuan sedimen atau metamorf yang dapat terbakar, terdiri terutama dari
dekomposisi bahan tumbuhan dan mengandung lebih dari 50 % bahan organik.
Collision zone. Batas lempeng konvergen dimana dua lempeng bertabrakan
(collide).
Continental rise. Permukaan landai terletak pada dasar continental slope.
Continental slope. Lereng yang menjulur dari paparan benua sampai ke laut
dalam.
Detachment surface. Permukaan dimana sesar anjakan yang berskala besar
bergerak.
Dike. Terobosan batuan beku, tabular, dan sisinya sejajar. Intrusi memotong
lapisan batuan yang ditrobosnya.
Dip. Sudut terbesar antara bidang horizontal dan bidang miring.
Disconformity. Salah satu bentuk ketidak selarasan dimana lapisan-lapisan
diatas dan dibawahnya sejajar.
E horizon. Horison pada tanah yang kadan-kadang dijumpai dibawah horizon A,
berwarna keabu-abuan atau keputih-putihan
Episenter. Titik dipermukaan bumi vertikal diatas focus gempa bumi.
Fault block. Massa batuan yang dibatasi oleh sesar-sesar, paling sedikit pada
dua sisi.
Ferromagnesian minerals. Mineral pembentuk batuan yang mengandung besi
dan atau magnesium sebagai unsur utama.
Focus. Daerah didalam bumi dimana sumber gempa terjadi.
Foliasi. Suatu bentuk (feature) planar dalam metamorf, yang terbentuk oleh
pertumbuhan mineral sekunder. Tiga tipe yang dikenal: slaty cleavage,
schistosity dan gneissic layering.
Foot-wall. Blok dibawah bidang sesar.

Geosinklin. Bagian litosfir yang turun (subside) didalamnya terakumulasi


sedimen ribuan meter tebalnya.
Graben. (Rift) Struktur seperti parit (trench) yang kedua tepinya dibatasi sesar
normal.
Graywacke. Batu pasir dengan pengotoran (impure), terdiri dari fragmen batuan
dan butiran kwarsa dan felspar dalam matriks partikel berukuran lempung.
Hanging-wall. Permukaan atau blok batuan yang berada diatas bidang sesar
yang miring.
Hinge fault.. Sesar guntinh. Sesar yang pergeserannya mengecil sepanjang
jurus dan berhenti pada satu titik.
Horst. Blok sesar memanjang yang terangkat dan dibatasi oleh sesar normal
yang sejajjar.
Inklusi. Bersatunya fragmen batuan kedalam batuan beku yang lebih muda.
Inti dalam. Pusat inti bumi, bagian padat.
Intrusi.Menerobosnya magma kedalam batuan yang sudah ada atau batuan
yang dihasilkan oleh proses intrusi.
Jalur pegunungan lipatan. Satu zona panjang, linier di kerak bumi dimana
batuan telah terdeformasi secara intensif oleh stress horizontal dan umumnya
diterobos batuan beku.
Jurus. Strike. Arah garis perpotongan pada bidang planar, antara bidang
perlapisan, sesar, kekar dan yang lainnya dengan bidang horizontal.
K horizon.Horizon pada profil tanah, dibawah horizon B, yang ditutupi kalsium
karbonat.
Kekerasan. Hardness. Daya tahan relatif mineral terhadap goresan (skala
Mohs).
Kerak benua. Tipe kerak yang mendasari benua, termasuk paparan benua.
Umumnya 35 km tebalnya, maksimum 60 km., dibawah jalur pegunungan.
Kerak samudra. Tipe kerak yang mendasari cekungan samudra, sekitar 5 km
tebalnya, terutama trdiri dari basalt dan densitasnya 3 g/cm3.
Kerak. Lapisan terluar, atau kulit, di bumi atau planet lain. Untuk bumi
didefinisikan sebagai bagian bumi diatas dikontinuitas Mohorovicic, 1 % dari
seluruh volume bumi.

Kraton. Kerak benua yang stabil, termasuk perisai (shield), dan daerah dataran
yang stabil (stable platform area). Umumnya belum terpengaruh tektonik kuat,
dan kestabilan isostasi sejak prekambrium
Kraton. Kerak benua yang stabil, termasuk perisai (shield), dan daerah dataran
yang stabil (stable platform area). Umumnya belum terpengaruh tektonik kuat,
dan kestabilan isostasi sejak prekambrium
Lapili. Partikel tefra berukuran antara 2 - 64 mm.
Lempeng. Plate. Segmen litosfir yang luas, termasuk mantel atas yang kaku,
ditambah kerak benua dan samudra, yang terapung diatas astenosfir dan
bergerak independent dari lempeng-lempeng lainnya.
Lignit. Coal berderajat rendah, nilai kalorinya antara peat dan bituminous coal.
Mantel. Zona didalam bumi antara dasar kerak (bidang Moho) dan inti bumi.
Mantle plume. Massa mendidih (bouyant) dari material mantel yang panas naik
kedasar litosfir. Umumnya mantle plume menghasilkan aktivitas volkanik dan
deformasi struktur pada bagian tengah lempeng litosfir.
Matriks. Material batuan yang relatif halus menempati rongga antar partikel yang
lebih besar dalam batuan.
Mesosfir. Daerah antara dasar astenosfir dan batas inti-mantel.
Metamorfosis kontak. Metamorfisme batuan dekat kontaknya dengan magma.
Metamorphic aureole. Lapisan batuan metamof kontak disekitar intrusi batuan
beku.