Anda di halaman 1dari 16

3.

DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN


SURALAYA

2.

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

DASAR - DASAR SISTEM KELISTRIKAN


2.1.

Fungsi Sistem Pembangkitan Tenaga Listrik


Unit Pembangkit Listrik merupakan sistem yang

terdapat

dihulu dari

mata

rantai produksi energi atau daya listrik .


Fungsi sistem pembangkitan adalah mengkonversikan energi primer ( misalnya :
minyak, air, gas, batubara , panas bumi dan lain - lain ) menjadi energi
listrik.Energi listrik
yang dihasilkan
dari
unit
pembangkit
disalurkan
melalui transmisi dan
didistribusi
hingga
sampai
kekonsumen
baik
konsumen tegangan tinggi, tegangan menengah maupun tegangan rendah.
Untuk keperluan agar energi listrik dapat sampai ke konsumen, maka harus
tersedia atau dibutuhkan sarana penyalurannya yaitu instalasi tenaga listrik.
Dibawah ini dapat dilihat bagan penyaluran atau pencapaian energi listrik
unit pembangkit sampai kekonsumen ( lihat gambar )

MUL/UNJ

dari

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT


UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN
SURALAYA

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Penyaluran energi listrik kekonsumen harus kontinu, maka untuk melayani


kebutuhan konsumen akan energi listrik, unit unit pembangkit listrik harus
beroperasi secara kontinu dan andal.
Sebagaimana diketahui unit - unit pembangkit listrik baik PLTU, PLTGU, PLTA,
PLTP, PLTG dan PLTD, dapat beroperasi sangat tergantung tersedianya energi
listrik, energi listrik digunakan untuk keperluan operasinya peralatan bantu ,karena
peralatan bantu sangat menunjang dapat operasinya peralatan utamanya.
Untuk keperluan tersebut, maka harus tersedianya sarana penyaluran yaitu
Instalasi Tenaga Listrik yang berfungsi untuk mensupply dan memasok atau
menyalurkan energi listrik keperalatan - peralatan bantu yang dikenal dengan
sistem kelistrikan untuk pemakaian sendiri.
Sistem kelistrikan untuk pemakaian sendiri pada umumnya di unit - unit pembangkit
menggunakan tegangan yang beragam diantaranya tegangan menengah 4 kV s/d 6
kV, tegangan rendah 380 V dan 220 Volt.
Khusus untuk pembangkit listrik tenaga uap baik berbahan bakar batubara maupun
minyak ( PLTU ) dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap ( PLTG/U ) kebutuhan
energi listrik untuk peralatan bantunya menggunakan 2 ( dua ) sistem tegangan
diantaranya :
1. Tegangan Menengah yaitu 4 kV s/d 6 kV.
2. Tegangan rendah yaitu 380 volt s/d 500 volt.
Sedangkan untuk pembangkit listrik tenaga gas ( PLTG ), Pembangkit Listrik tenaga
Air ( PLTA ), Listrik tenaga panas bumi ( PLTP ) dan tenaga diesel ( PLTD ) untuk
kebutuhan energi listrik/daya hanya pada umumnya menggunakan sistem tegangan
rendah yaitu 380 volt.
Sistem kelistrikan / pasok listrik untuk unit pembangkit tenaga listrik sangat
diperlukan untuk kelangsungan maupun keandalan dalam operasinya, karena
digunakan untuk keperluan menggerakkan peralatan bantu yang sangat mendukung
peralatan utama dapat operasi secara kontinyu dan andal.
Dalam tahap perencanaan sistem kelistrikan untuk peralatan bantu harus mendapat
perhatian yang serius, karena sangat berhubungan dengan keandalan unit
pembangkit listrik.
Terganggu penyediaan supply ( pasok ) energi listrik bagi peralatan bantu akan
menimbulkan terganggunya unit pembangkit, baik pada saat start atau pada saat
operasinya, bahkan dapat mengakibatkan Trip nya unit pembangkit tersebut.

MUL/UNJ

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT


UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN
SURALAYA

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Diantara penggunaan energi listrik untuk peralatan bantu Pembangkit listrik


adalah :
1. Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) Dengan Bahan Batubara

Dilihat dari sisi tegangan untuk peralatan bantu, maka terbagi atas 2 ( dua )
bagian yaitu
A. Sisi tegangan menengah 4 kV s/d 6 kV diantaranya :
-

Mill ( Pengiling batubara )

Pompa air pengisi ketel Boiler Feed Pump ( BFP )

Pompa pendingin utama Circulating Water Pump ( CWP ).

Pompa Condensate ( Condensate Pump )

Forced Draft Fan ( F D F )

Induced Draft Fan ( I D F ), dll

B. Sisi tegangan rendah 380 s/d 500 Volt dan 220Volt


-

Turning Gear

Pompa Minyak pelumas : Aux Oi Pump ( AOP ), Turning


Gear Oil Pump ( TGOP ) dan Emergency Oil Pump ( EOP ).

MUL/UNJ

Jacking Oil Pump ( bila ada )

Motor Penggerak Air Heater.

Seal Oil Pump

Pompa-pompa anceliary

Pasok / power supply untuk baterai charger

Sistem kontrol

Proteksi/relay

Lampu penerangan baik AC maupun DC dan lain-lain


10

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT


UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN
SURALAYA

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

2. Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) Bahan Bakar Minyak


A.

Sistem/Sisi Tegangan Menengah 4 s/d 6 kV diantaranya :


-

Pompa Air Pengisi Ketel Boiler Feed Pump ( BFP )

Pompa Air Pendingin Utama Circulating Water Pump ( CWP


)

Forced Draft Fan ( F D F )

Induced Draft Fan ( I D F )

Condesate Extraction Pump ( C E P ), dll

B.

Sistem/Sisi Tegangan Rendah 380 s/d 500 Volt dan 220 Volt
-

Turning Gear
Pompa Minyak pelumas : Aux Oil Pump ( AOP ), Turning
Gear Oil Pump ( TGOP )dan Emergency Oil Pump ( EOP ).

Jacking Oil Pump ( bila ada )

Motor Penggerak Air Heater.

Seal Oil Pump

Pompa-pompa anceliary

Pasok / power supply untuk baterai charger

Sistem kontrol

Proteksi/relay

Lampu penerangan baik AC maupun DC dan lain-lain

3. Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap Combaince Cycle ( PLTG/U )


Pada
umum PLTG / U penggunaan sistem / sisi tegangan menengah
terutama disisi peralatan bantu untuk PLTU, sedangkan
disisi
peralatan
bantu PLTG pada umumnya menggunakan sistem
tegangan
rendah,
tetapi
pada PLTG
yang
menggunakan
penggerak
mula
menggunakan
motor ( Cranking )
biasa menggunakan sistem tegangan
menengah hanya pada saat starting awal saja.
MUL/UNJ

11

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT

KGG/M.OUI.201 (1) A

UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN


SURALAYA

2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Sistem Tegangan Rendah 380 Volt dan 220 Volt pada Pembangkit Listrik
Tenaga Gas ( PLTG ), diantaranya :
- Pompa minyak pelumas
- Pompa air pendingin
- Compressor
- Peralatan kontrol
- Proteksi
- Lampu penerangan
- dll.
Untuk
Pembangkit Listrik
menengah diataranya :

Tenaga

Uap,

pada

sistem

tegangan

- Pompa Transfer Boiler Feed Pump ( BFP ).


- Pompa Extraction Pump ( C E P )
- Pompa Pendingin Utama Circulating Water Pump ( C W P ), dll .
Untuk sistem tegangan rendah ( tegangan 380 Volt ), diantaranya :
- Pompa minyak pelumas
- Pompa pendingin bantu Auxiliary Cooling Water Pump ( A C W )
- Compressor
- Peralatan kontrol
- Proteksi
- Lampu penerangan
- dll.

MUL/UNJ

12

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT


UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN
SURALAYA

4.

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Pembangkit Listrik Tenaga Gas ( PLTG )


- Penggerak mula.
- Pompa minyak pelumas.
- Pompa air pendingin.
- Compressor.
- Peralatan kontrol.
- Proteksi.
- Lampu penerangan,
- dll

5. Pembangkit Listri Tenaga Panas Bumi ( P L T P ).


- Pompa air Pendingin.
- Pompa minyak pelumas.
- Compressor.
- Peralatan kontrol.
- Proteksi.
- Lampu penerangan.
- dll.

6. Pembangkit Listrik Tenaga Air ( P L T A )


- Pompa air Pendingin.
- Pompa minyak pelumas.
- Compressor.
- Peralatan kontrol.
- Proteksi.
- Lampu penerangan.
- Drainner Pump, dll.
MUL/UNJ

13

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT


UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN
SURALAYA

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Fungsi Sistem Kelistrikan


-

Sarana untuk menyalurkan atau memasok / mensupply energi listrik


yang dihasilkan Generator ke konsumen baik konsumen tegangan tinggi,
menengah maupun rendah.

Sarana untuk menyalurkan


atau memasok / mensupply energi listrik
baik yang berasal dari generator sendiri maupun sistem yang berasal dari
luar yang digunakan untuk keperluan peralatan-peralatan bantu.

Prinsip Kerja
Pada sistem interkoneksi yang terdiri dari beberapa unit pembangkit untuk
melayani kebutuhan daya yang besar, maka tegangan generator PLTG
dengan tegangan sistem transmisi melalui Transfomator Utama ( Generator Main
Transfomator ) dengan tujuan agar generator Unit Pembangkit Listrik ( PLTU,
PLTG / U, PLTG, PLTP, PLTA dan PLTD ) dapat synkron (mensynkronkan
) dengan saluran transmisi yang tersedia misalnya :150 kV, 70 kV atau 20 kV.
Synkron generator dapat dilakukan baik disisi tegangan generator dengan
memasukkan PMT Circuit Breaker) generator atau s ynkron disisi tegangan
transmisi dengan memasukkan PMT Line (52 L) yang terdapat di switchyard,
dengan ketentuan persyaratan untuk synkron sudah terpenuhi persyaratannya yaitu:
Tegangan, Frequensi, Sudut Fasa sama antara generator dan sistem transmisi.
Saluran transmisi adalah sarana untuk menyalurkan energi / daya listrik dari unit
pembangkit ke gardu induk ( GI ) dan dapat juga berfungsi untuk
menyalurkan dari GI satu ke GI yang lainnya. Dari gardu induk ( GI ) didistrubusi
kekonsumen atau langsung disalurkan kekonsumen khusus misalnya : konsumen
tegangan tinggi ( 150 kV, 70kV ). Khusus
untuk penyaluran ke konsumen
tegangan menengah dan rendah, maka tegangan transmisi ( 150 kV, 70 kV )
diturunkan tegangannya melalui transfomator daya ( Step Down Transformator)
dan selanjutnyaidistrubusikan kekonsumen tegangan menengah dan rendah.
Sebagaimana diketahui untuk menyalurkan energi / daya listrik kekonsumen
diperlukan jaringan transmisi dan distribusi. Konstruksi
jaringan
tegangan
menengah dengan menggunakan kawat yang dikenal dengan SUTM atau
menggunakan kabel yang dikenal dengan SKTM yang terpasang Undergruond
( ditanam didalam tanah ).
Keuntungan dengan menggunakan kabel adalah tingginya tingkat keandalan
Pasokan disamping dapat memanimalisir gangguan, terpasang rapi dan
cocok untuk daerah perkotaan, tetapi biayainvestasinya cukup mahal.
MUL/UNJ

14

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT


UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN
SURALAYA

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Khusus
untuk
penyaluran
daya listrik
kekonsumen rumah tangga,
perkantoran, pusat
perbelanjaan dan
perhotelan
yang menggunakan
tegangan rendah ( JTR ), jenis sambungan dibedakan menjadi 2 ( dua ) yaitu tiga
phasa ( 380 Volt ) dan satu phasa ( 220 Volt ).
Untuk
mendapatkan
besar
tegangan tersebut dari Jaringan Tegangan
Menengah ( JTM ) digunakan gardu hubung baik yang terpasang dipanel
maupun digantung. Gardu ini berfungsi untuk menurunkan tegangan menengah
( 20 kV ) menjadi 380 Volt, sedangkan untuk mendapatkan tegangan 220 Volt
diambillah satu kawat phase dan kawat netral dari jaringan tegangan rendah.
Pada
bagian yang paling hilir sebagai penentu kapasitas daya listrik yang
terhubung kekonsumen dipasanglah peralatan
pembatas daya yang biasa
disebut MCB ( Miniatur
Circuit Breaker ) sebagai contoh konsumen 900 VA
dipasang MCB 4 ampere.
Pemasangan kwh meter adalah untuk merekam seberapa besar energi listrik
yang telah digunakan oleh pelanggan / konsumen, untuk ketelitian dan
kebenaran akan kwh meter perlu harus dijaga dan dapat diandalkan agar
transaksi jual beli listrik benar-benar fair.
Sehubungan jauhnya lokasi - lokasi konsumen dengan pusat pembangkit listrik,
maka tegangan keluaran generator
dinaikkan menjadi tegangan transmisi
dengan tujuan adalah mengurangi kerugian panjangnya saluran tranmisi.
Sistem interkoneksi beberapa generator yang terdapat di Pulau Jawa dikenal
dengan sistem Interkoneksi se Jawa - Bali, karena kebutuhan daya listrik untuk
konsumen sangat besar maka diperlukan untuk memparalel / mensynkronkan satu
sistem jaringan,sehingga mempunyai keuntungan dapat meringankan kerja
generator unit - unit pembangkit dan energi / daya listrik yang tersedia cukup
besar.
Untuk unit pembangkit yang melayani beban house load, unitnya dapat
dihubungkan langsung kebeban atau tetap dinaikkan tegangannya dengan
transformator sesuai dengan tegangan dari kebutuhan konsumen, sedangkan
untuk konsumen tegangan rendah, maka tegangan dimenengah diturunkan
dengan transformator( Step Down Transformator ) menjadi tegangan 380 Volt dan
220 Volt.
Untuk keperluan start maupun operasinya unit PLTG, pada umumnya tidak
seluruh peralatan- peralatan bantu tergantung dari daya / energi listrik, sebagian
dari peralatanbantunya memanfaatkan energi mekanik dari unitnya sendiri. Bagi
peralatan bantu yang memanfaatkan energi listrik pada saat start dalam kondisi
jaringan
luar normal dipasok dari luar sistem melalui transformator ( Step
Down Transformator ) yaitu Station Service Transformator, dimana tegangan
jaringan luar ( tegangan sistem ) 150 kV, 70 kV atau 20kV diturunkan tegangan
sesuai dengan tegangan peralatan bantunya yaitu 4 kV s/d 6 kV dan masuk ke
switchgear tegangan menengah.
MUL/UNJ

15

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT


UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN
SURALAYA

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Untuk keperluan peralatan bantu tegangan rendah, dari switchgear


tegangan
Menengah melalui atau
dengan transformator bantu ( Step Down
Transformator )
diturunkan
menjadi
tegangan 380 Volt / 220 Volt dan
didistrubusi ke swichgear tegangan rendah yang dikenal dengan Substation
Unit Secondary ( SUS ) atau Motor Control Centre ( MCC ) untuk melayani
peralatan bantu tegangan rendah dan dari MCC langsung kebeban 380 Volt dan
juga didistribusi ke peralatan bantu yang kecil melalui Power Panel dan Lighting
Panel untuk supply lampu penerangan dan juga digunakan untuk mensupply
peralatan bantu yang sangat vital atau Essential Panel diantaranya adalah untuk
supply battery charger
Setelah unit beroperasi normal dan sudah synkron
pada sistem jaringan
listrik, maka pada beban diatas beban minimum pasok listrik untuk peralatan
bantu yang mana kebutuhan energi listriknya dipasok dari luar melalui station
service transformator dipindahkan pemakaian energi listrik menggunakan unit
sendiri melalui unit service transformator dengan jalan memparalel kedua
transformator tersebut dengan mengaktifkan synkronouscope, apabila tidak ada
perbedaan tegangan, maka breaker unit auxiliary transformator dimasukkan dan
breaker unit service transformator dilepas, pada kondisi tersebut pemakaian
untuk keperluan peralatan bantu unit Pembangkit Listrik ( PLTU, PLTG/U, PLTP
PLTG,PLTA dan PLTD) dipasok/disupply dari unit sendiri atau dari generatornya
sendiri.
Konfigurasi sistem kelistrikan Unit Pembangkit Tenaga Listrik,
khususnya
Pembangkit Listrik Tenaga Gas secara umum dapat dilihat pada gambar 2.

MUL/UNJ

16

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT

KGG/M.OUI.201 (1) A

UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN


SURALAYA

2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Gambar 2

Diagram Garis Tunggal Sistem Kelistrikan


Diagram instalasi garis tunggal sistem kelistrikan Unit Pembangkit Listrik atau
biasa disebut Single / One Line Diagram adalah menggambarkan diagram
garis tunggal sistem kelistrikan Unit Pembangkit Listrik meliputi rangkaian
sumber daya listrik dari generator yang disalurkan ke transmisi dan rangkaian
kelistrikan pemakaian sendiri untuk keperluan alat-alat bantu.
MUL/UNJ

17

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT


UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN
SURALAYA

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Untuk keperluan menjalankan unit pembangkit listrik, sebagaimana dijelaskan


pada uraian sebelum bahwa peralatan utama dapat operasi sangat tergantung dari
peralatan bantu atau peralatan utama dapat dijalan bila peralatan bantunya sudah
beroperasi normal.
Kebutuhan untuk menjalankan peralatan bantu, maka dibutuhkan energi listrik,
energi listrik / daya dapat dipasok dari pembangkit kapasitas kecil yang terdapat
pada unit pembangkit itu sendiri misalnya : diesel start up
Diesel Start Up d engan kapasitas kecil hanya digunakan untuk mengoperasikan /
menjalankan peralatan bantu agar peralatan utama dapat dapat beroperasi
dengan aman. Setelah unit Pembangkit sudah sinkron dengan sistem atau masuk
dalam sistem, maka diesel star up stop kembali, sedangkan energi/daya keperluan
peralatan bantu diambil dari luar sistem melalui Unit Auxiliary transformator
( Transfomator Bantu ) .
Kategori unit pembangkit ini disebut unit pembangkit yang dapat Start Up dan tidak
tergantung dari pasok daya dari luar atau disebut unit pembangkit yang dapat
Black Start misalnya : PLTG, PLTA dan PLTD.
Disisi lain terdapat juga unit pembangkit, dimana untuk keperluan start up
peralatan bantu cukup kira-kira 5 s/d 6 % dari kapasitasnya, maka untuk keperluan
energi /daya menjalankan / startnya peralatan bantu sangat tergantung dari pasok
energi / daya dari luar dan hanya untuk keperluan start up dan setelah masuk
kesistem dan berbeban diatas 5 %, maka kebutuhan akan energi / daya untuk
peralatan bantu diambil atau dipasok dari unit sendiri.
Kategori unit pembangkit ini disebut unit pembangkit yang tidak dapat start apabila
tidak ada pasok energi/daya listrik dari luar atau unit pembangkit yang tidak dapat
Black Start misalnya : PLTU dengan bahan bakar minyak dan PLTU dengan
bahan bakar batubara.
Dibawah ini dapat dilihat beberapa diagram sistem kelistrikan pada Unit
Pembangkit Tenaga Listrik ( PLTG, PLTGU, PLTU, dll ).

MUL/UNJ

18

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN


SURALAYA

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Gambar : Diagram Kutub Tunggal PLTG

Sistem kelistrikan sederhana PLTG


Keterangan :
1. Sub sistem pembangkit.
2. Sub sistem penguatan generator.
3. Sub sistem pemakaian sendiri.
4. Sub sistem pembangkit darurat.
5. Sub siatem battery.
6. Sub sistem gardu induk dan distribusi.
7. Sub sistem telekomunikasi.
MUL/UNJ

19

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN


SURALAYA

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Gambar : Diagram Sistem Kelistrikan PLTU

Keterangan :
1. Sub sistem pembangkit.
2. Sub sistem penguatan generator.
3. Sub sistem pemakaian sendiri.
4. Sub sistem pembangkit darurat.
5. Sub siatem battery.
6. Sub sistem gardu induk dan distribusi
7. Sub sistem telekomunikasi.

MUL/UNJ

20

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT


UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN
SURALAYA

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Diagram Sistem Kelistrikan PLTG/U

MUL/UNJ

21

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN


SURALAYA

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

Diagram Sistem Kelistrikan PLTP


Keterangan :
1 Sub sistem pembangkit.
2 Sub sistem penguatan generator.
3 Sub sistem pemakaian sendiri.
4 Sub sistem pembangkit darurat.
5 Sub siatem battery.
6 Sub sistem gardu induk dan distribusi
7 Sub sistem telekomunikasi.

MUL/UNJ

22

3. DASAR INSTALASI ELEKTRO

PT PLN (Persero) JASA DIKLAT


UNIT PENDIDIKAN & PELATIHAN
SURALAYA

MUL/UNJ

MENGOPERASIKAN SISTEM KELISTRIKAN

KGG/M.OUI.201 (1) A
2. DASAR- DASAR SISTEM KELISTRIKAN

23