Anda di halaman 1dari 6

PENGANGGARAN MODAL DAN ANALISIS BIAYA

Tahap-tahap penganggaran Modal


Penganggaran modal (capital budgetting ) adalah membuat keputsan jangka panjang
menyangkut investasi dalam proyek. Penganggaran modal adalah alat pengambilan keputusan
dan pengendalian. Ada enam tahap berikut ini.
1. Tahap identifikasi. Menetukan jenis investasi modal mana yang diperlukan untuk
mencapai tujuan dan strategi organisasi. Contoh: strategi diferensiasi produk untuk
meningkatkan prifitabilitas dapat di promosikan dengan proyek yang
mengembangkan produk baru, pelanggan baru, aatau pasar baru. Atau strategi cost
leadership dapat di promosikan dengan proyek yang meningkatkan produktivitas dan
efisiensi.
2. Tahap pencarian. Mengeksplorasi investasi modal alternatif yang akan mencapai
tujuan organisasi.
3. Tahap Akuisisi Informasi. Mempertimbangkan biaya dan manfaat yang diharapkan
dari investasi modal alternatif.
4. Tahap pemilihan. Memilih proyek yang akan di implementasikan.
5. Tahap pembiayaan. Memperoleh pembiayaan proyek. Sumber pembiayaan meliputi
arus kas yang dihasilkan secara internal serta ekuitas dan securitas utang yang di jual
di pasar modal.
6. Tahap implementasi dan pengendalian. Mulai menjalankan proyek memonitor
kinerjanya. Ketika suatu produk diimplementasikan,perusahaan akan mengevaluasi
apakah investasi modal sesuai dengan jadwal dan termasuk dalam anggaran. Jika
proyek menghasilkan arus kas masuk, pemantauan dan pengendalian akan mencakup
audit pascainvestasi yang membandingkan proyeksi yang dibuat pada tahap pemilihan
dengan aktual.
Untuk mengilustrasikan penganggaran modal, kita akan menggunakan informasi dari
Lifetime Care Hospital, perusahaan komersial kena pajak. Salah satu tujuan Lifetime Care
adalah memperbaiki produktivitas Departemen Sinar X. Untuk mencapai tujuan ini, Menejer
mengidentifikasi kebutuhan akan mesin sinar X baru yang canggih untuk menggantikan
mesin sinar x yang ada. Kemudian dilanjut dengan pencarian, pada pencarian menghasilkan
beberapa model alternatif, tetapi menejer memutuskan untuk berfokus pada satu mesin :
XCAM8, kemudian mengumpulkan informasi untuk melakukan evaluasi yang lebih terinci
atas XCAM8. Informasi keuangan kuantitatif untuk analisis formal adalah sebagai berikut.
Pendapatan lifetime care tidak akan berubah tanpa memandang apakah mesin sinar x
yang baru diperoleh atau tidak. Satu satunya manfaat keuangan yang relevan dalam membeli
mesin sinar x yang baru adalah penghematan tunai biaya operasi.
Mesin sinar x yang ada dapat beropersi selama lima tahun lagi dan tidak akan emiliki
nilai pelepasan akhir pada akhir umurnya. Investasi awal bersih setelah pajak yang
diisyaratkan untuk mesin yang baru adalah $ 379.100, yang dihitung sebagai berikut.
Biaya mesinbaru

$ 390.000

Investasi dalam modal kerja


(perlengkapan dan suku cadang mesin baru)
Arus kas dari pelepasan mesin lama (setelah pajak)
Investasi awal bersih untuk mesin baru

$ 9.000
$ (19.900)
$ 379.100

Menejer memperkirakan mesinbaru akan memiliki umur manfaat selama lima tahun dan
tidak ada nilai pelepasan pada akhir umurnya. Mesin baru ini lebih cepat dan lebih
mudahdioperasikan serta dapat menyinar x bidang yang lebih luas. Perbaikan investasi
tersebut akan menghasilkan penghematan tunai biaya operasi tahunan (setelah pajak) sebesar
$ 100.000 untuk setiap empat tahun pertama dan sebesar $ 91.000 untuk tahun kelima.
Penghematan tersebut umumnya terjadi secara seragam sepanjang tahun. Untuk
menyederhanakan perhitungan, semua arus kas operasi diasumsikan terjadi pada akhir tahun.
Investasi modal tambahan sebesar $ 9000 diharapkan dapat ditutupi sepenuhnya pada akhir
tahun ke 5.
Para menejer di lifecare juga mengidentifikasi manfaat kualitatif non keuangan berikut
karena melakukan investasi dalam mesin sinar x yang baru:
- Sinar x berkualitas tinggi, yang akan menghasilkan diagnosis yang lebih tepat dan
perawatan pasien yang lebih baik.
- Keselamatan teknisi dan pasien yang meningkat. Semakin besar efisiensi mesin baru
semakin kecil kemungkinan para teknisi sinar x dan pasien terkena pengaruh radiasi
yang berbahaya.
Manfaat kualitatif nn keuangan tersebut tidak dipertimbangkan dalam analisis keuangan
formal karena pengaruhnya sulit dikuantifikasi dalam istilah keuangan.
Untuk melakukan pemilihan, menejer memutuskan apakah akan membeli mesin sinar x yang
baru. Pada pembahasan ini akan membahas empat metode penganggaran modal untuk
menganalisis informasi keuangan:
1. Nilai sekarang bersih (NPV)
2. Tingkat pengendalian internal (IRR)
3. Payback
4. Tingkat pengembalian akuntansi akrual (AARR)
Baik NPV maupun IRR menggunakan arus kas yang didiskontokan.
ARUS KAS YANG DIDISKONTOKAN
Metode arus kas yang didiskontokan (discounted cash flow- DCF) mengukur semua arus
kas masuk dan arus kas keluar yang diharapkan dimasa depan dari suatu proyek seolah olah
hal itu terjadi pada satu titik waktu. Fitur kunci dari metode DCF adalah nilai waktu dari uang
(time value of money), yang berarti bahwa nilai uang yang diterima hari ini lebih bernilai dari
nilai uang yang diterima pada setiap waktu dimasa depan. Alasannya adalah bahwa $1 yang
diterima saat ini dapat diinvestasikan pada katakanlah tingkat bunga 10% per tahun sehingga
uang tersebut dapat menjadi $1,10 pada akhir satu tahun. Nilai waktu dari uang merupakan
biaya oportunitas (pengembalian sebesar $0,10 yang hilang pertahun) karena tidak memiliki
uang hari ini. Dalam contoh ini, $1 yang diterima satu tahun dari sekarang bernilai $1 1,10
= $0,9091 hari ini. Dengan cara ini, metode arus kas yang didiskonto (DCF) secara eksplisit
menimbang arus kas berdasarkan nilai waktu dari uang jadi dalam contoh kita , $100 yang
diterima satu tahun kedepan akan ditimbang 0,9091 untuk menghasilkan arus kas yang
didiskontokan sebesar $90,91, yang merupakan nilai hari ini dari uang nilai $100 tahun
kedepan. DCF berfokus pada arus kas masuk dan arus kas keluar, bukan pada laba operasi
seperti yang dite tukan pada akuntansi akrual.
Tabel bunga majemuk dan rumus yang digunakan dalam analisis DCF disajikan pada
lampiran C.

Dua metode DCF yang kita bahas adalah metode nilai sekarang bersih (NPV) dan metode
tingkat pengembalian internal (IRR). Metode DCF menggunakan tingkat pengembalian yang
disyaratkan (RRR), yang merupakan tingkat pengembalian atas investasi tahunan minimum
yang dapat diterima. RRR adalah pengembalian yang diharapkan akan diterima organisasi
atas suatu investasi dengan risiko yang sebanding. RRR juga disebut tingkat diskonto, hurdle
rate, biaya modal, atau biaya oportunitas modal. Asumsikan bahwa RRR untuk proyek mesin
sinar x lifetime care adalah 8% pertahun.
METODE NILAI SEKARANG BERSIH (NPV)
Metode ini menghitung keuntungan atau kerugian moneter yang diharapkan dari sebuah
proyek dengan mendiskontokan semua arus kas masuk dan arus kas keluar yang diharapkan
dimasa depan pada titik waktu saat ini, dengan menggunakan RRR. Berdasarkan faktor
keuangan saja, hanya proyek dengan NPV nol atau positif yang dapat diterima. Ini karena
pengembalian dari proyek tersebut sama atau melebihi biaya modal , pengembalian yang
tersedia akibat menginvestasikan modal di tempat lain. Jika semua hal lainnya sama, semakin
tinggi NPV, semakin baik. Untuk menggunakan metode NPV, ada tiga langkah yang harus
diterapkan, yaitu:
1. Membuat sketsa arus kas masuk dan arus kas keluar yang relevan.
Bagian kanan bagan 21 menunjukkan tanda panah yang menggambarkan arus kas dari
mesin sinar x yang baru. Tanda kurung menunjukkan arus kas keluar pada semua
bagan. Sketsa ini akan membantu pengambilan keputusan untuk memvisualisasikan
dan mengorganisasikan data dengan cara yang sistematis. Bagan 21 mencakup arus
kas keluar atas akuisisi mesin baru pada awal tahun 1 (juga disebut sebagai akhir
tahun 0) metode NPV merinci arus kas tanpa memandang sumber arus kas itu, seperti
dari opersi, pembelian atau penjualan peralatan, atau investasi dalam atau pemulihan
modal kerja. Jangan libatkan konsep akuntansi akrual seperti penjualan yang
dilakukan secara kredit atau beban non kas ke dalam penentuan arus kas masuk dan
arus kas keluar.
Berikut bagan 21-2 : metode nilai sekarang bersih mesin sinar x baru Lifetime Carfe
Hospital

2. Memilih tabel bunga majemuk yang benar dari lampiran C.


Dalam contoh kita, kita dapat mendiskontokan arus kas setiap tahun secara terpisah
dengan menggunakan tabel 2, atau kita dapat menghitung nilai sekarang dari anuitas,
yaitu serangkaian arus kas yang sama pada interval waktu yang sama, dengan
menggunakan tabel 4. Kedua data tersebut disajikan pada lampiran C. Jika kita
menggunakan tabel 2, kita akan menemukan faktr diskonto untuk periode 1 hingga 5
dibawah kolom 8%. Pendekatan 1 bagan 21 menggunakan lima faktor diskonto.
Karena investasi dalam mesin baru menghasilkan anuitas, kita juga dapat
menggunakan tabel 4. Kita akan menemukan faktor diskonto untuk 5 periode dibawah
kolom 8%, pendekatan 2 menunjukkan bahwa faktor diskonto ini adalah 3,993, yang
merupakan jumlah dari kelima faktor diskonto yang digunakan pada pendekatan 1.
Untuk memperoleh nilai sekarang, kalikan setiap faktor diskonto dengan jumlah yang
disajikan pada setiap tanda panah dibagian kanan bagan 21 (-$379100 x 1000;
$100000 x 0,926, dan seterusnya hingga $100000 x 3,993).
3. Menjumlahkan angka nilai sekarang untuk menentukan NPV.
Jika NPV adalah nol atau positif, pertimbangan keuangan akan menunjukkan bahwa
proyek tersebut harus diterima; tingkat pengembalian yang diharapkannya sama atau
melampaui tingkat pengembalian yang diharapkannya dibawah tingkat pengembalian
yang disyaratkan.
Bagan 21-2 menghitung NPV sebesar $20200 dengan tingkat pengembalian yang
disyaratkan (RRR) sebesar 8% per tahun. Proyek tersebut dapat diterima berdasarkan
informasi keuangan. Arus kas dari proyek sudah cukup untuk (1) menutupi investasi awal
bersih dalam proyek dan (2) untuk menghasilkan pengembalian yang lebih besar dari 8% per
tahun atas investasi yang terikat dalam proyek selama umur manfaatnya.
Menejer juga harus menimbang faktor-faktor non keuangan seperti resiko
menurunnya kesehatan pasien maupun teknisi sinar x dan diagnosa serta perawatan yang

lebih baik untuk pasien. Jika NPV negatif, menejer tidak perlu memutuskan apakah manfaat
non keuangan yang positif tersebut melampaui NPV yang negatif.
METODE TINGKAT PENGEMBALIAN INTERNAL (internal rate of return-IRR)
Metode ini menghitung tingkat diskonto dimana nilai sekarang dari arus kas masuk
yang diharapkan dari suatu proyek sama dengan nilai sekarang yang diharapkan dari arus kas
keluar yang diharapkan. Ini berarti IRR merupakan tingkat diskonto yang membuat NPV
=$0. Bagan 21-3 menyajikan arus kas dan menunjukkan perhitungan NPV dengan
menggunakan tingkat diskonto tahunan sebesar 10% untuk proyek mesin sinar x Lifetime
Care. Dengan tingkatdiskonto 10%, NPV proyek adalah =$0. Karena itu IRR adalah 10% per
tahun.
Bagaimana seorang analis menentukan tingkat diskonto yang menghasilkan NPV
=$0? Dalam banyak kasus, analis memecahkan masalah penganggaran modal dengan
menggunakan kalkulator atau program komputer untuk menghasilkan IRR. Pendekatan uji
coba berikut juga dapat memberikan jawaban.
1. Menggunakan tingkat diskonto dan menghitung NPV proyek.
2. Jika NPV yang dihitung lebih kecil dari nol, gunakan tingkat diskonto yang lebih
rendah. (tingkat diskonto yang lebih rendah akan meningkatkan NPV. Ingat bahwa
kita sedang mencoba menemukan tingkat diskonto yang akan membuat NPV
=$0). Jika NPV lebih rendah dari nol, gunakan tingkat diskonto yang lebih tinggi
untuk menurunkan NPV. Terus sesuaikan tingkat diskonto hingga NPV =$0.
Dalam contoh Lifetime Care, tingkat diskonto sebesar 8% menghasilkan NPV
sebesar +$20.200 (lihat bagan 21-2) tingkat diskonto 12% menghasilkan NPV
sebesar -$18.600 (3,605, faktor anuitas nilai sekarang dari tabel 4, x $100.000
dikurangi $379.100).
Penghitungan IRR langkah demi langkah akan lebih mudah jika arus kas masuknya sama,
seperti dalam contoh. Informasi dari bagan 21-3 dapat diekspresikan oleh ; $379.100= nilai
sekarang anuitas $100.000 pada X% per tahun selama lima tahun. Atau faktor F apa dalam
tabel 4 (lampiran C) yang akan memenuhi persamaan ini.?
$379.100 = $100.000F
F = $379.100 $100.000 = 3,791.
Pada garis periode lima tabel 4, carilah kolom persentase yang mendekati 3,791.
Angkanya adalah tepat 10%. Jika faktor F berada diantara faktor-faktor dalam dua kolom,
interpolasi garis lurus akan digunakan untuk memperkirakan IRR.
Suatu proyek hanya akan diterima jika IRRnya sama dengan atau melampaui RRR.
Dalam contoh, mesin sinar x memiliki IRR sebesar 10%, yang lebih besar dari RRR 8%.
Berdasarkan faktor keuangan, Lifetime Care harus melakukan investasi dalam mesin yang
baru. Pada umumnya aturan keputusan NPV dan IRR menghasilkan keputusan penerimaan
atau penolakan proyek yang konsisten. Jika IRR melampaui RRR, maka proyek memiliki
NPV yang positif ( yang mendukung penerimaan). Jika IRR sama dengan RRR, NPV=$0.
Jika IRR lebih kecil dari RRR, NPV akan negatif (yang mendukung penilakan). Jadi, jelas
bahwa menejer menginginkan proyek dengan IRR yang lebih tinggi ketimbang proyek
dengan IRR yang lebih rendah, jika semua hal lainnya tetap sama. IRR sebesar 10% berarti
arus kas masuk dari proyek cukup untuk (1) Menutup investasi awal bersih dalam proyek,
dan (2) menghasilkan pengembalian yang tepat 10% atas investasi yang terikat dalam proyek
selama umur manfaat.
PERBANDINGAN METODE NPV DAN IRR

Salah satu keunggulan dari NPV adalah metode tersebut mengekspresikan


perhitungan dalam nilai uang, bukan dalam persenrtase. Karena itu, kita dapat menjumlahkan
NPV setiap proyek untuk menghitung NPV gabungan proyek. Sebaliknya, IRR setiap proyek
tidak dapat ditambahkan atau dirata-ratakan untuk mempresentasikan IRR gabungan proyek.
Menejer yang menggunakan metode IRR mengasumsikan bahwa tingkat diskonto
sama dengan tingkat pengembalian yang dihasilkan dari proyek. Kesempatan investasi
semacam itu mungkin tidak tersedia. Menejer yang menggunakan metode NPV
mengasumsikan bahwa dana yang dapat diperoleh dari proyek yang bersaing dapat
diinvestasikan kembali pada RRR perusahaan. Metode NPV umumnya dipandang sebagai
metode yang lebih baik dari metone IRR.
Keunggulan lain dari metode NPV adalah bahwa metode NPV dapat digunakan ketika
RRR berpariasi selama umur proyek. Anggaplah mesin sinar x yang sedang dipertimbangkan
oleh Lifetime Care memiliki RRR sebesar 9% per tahun dalam tahun 1 dan 2 serta 12%
pertahun dalam tahun 3, 4, dan 5.
Berdasarkan investasi awal bersih sebesar $379.100, perhitungan NPV menunjukkan
bahwa proyek tidak diinginkan ; NPV adalah -$1.000 (378.100-379.100) tidaklah mungkin
menggunakan metode IRR dalam kasus ini. Ini karena RRR yang berbeda dalam tahun yang
berbeda.. berarti tidak ada satupun RRR yang dapat dibandingkan dengan IRR untuk
memutuskan apakah proyek harus diterima atau ditolak.