Anda di halaman 1dari 13

SISTEM MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN

UDARA MENGGUNAKAN SENSOR DHT11 BERBASIS


ARDUINO UNO

Kelompok I
1. I Nengah Suhartawan
2. Ni Made Yuniarti
3. Rayasa Puringgar PP
4. Gede Adi Aryawan
5. I Wayan Arya Putra K

F1B 013 041


F1B 013 074
F1B 013 077
F1B 013 030
F1B 011 041

UNIVERSITAS MATARAM
FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK ELEKTRO

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang.
Berbagai jenis teknologi telah banyak diciptakan oleh manusia untuk
mempermudah manusia dalam melakukan pekerjaannya. Sebagian salah satu
teknologi berkembang ialah teknologi dibidang pengukuran kelembaban udara
dan suhu. Alat pengukuran kelembaban udara dan suhu sangat banyak
diperluan dalam hal-hal tertentu.
Alat ini secara otomatis akan merespon beberapa besaran kelembaban
udara dan suhu yang didekteksi oleh sensor DHT11, Mikroprosesor kemudian
memperoleh suhu tersebut dan memberikan output yang telah diprogramkan
sebelumnya.
DHT11 termasuk sensor yang memiliki kualitas terbaik, dinilai dari
respon, pembacaan data yang cepat. Ukurannya yang sangat kecil dan dengan
trassmisi sinyal hingga 20 meter. DHT11 mempunyai input berbentuk sensor
kelembaban udara dan suhu yang berbeda dalam ruangan.
Data yang diperoleh dari sensor akan dioleh oleh mikroprosesor, setelah
data diolah mikroprosesor akam mengirimkan data berupa nilai kelambaban
dan suhu ke computer menggunakan komunikasi serial, komunikasi serial
akan mengirimkan data satu per satu ke computer.
Komputer akan menapilkan nilai suhu dan kelebaban dengan
menggunakan Graphical User Interface yang deprogram menggunakan matlab
sehingga data yang di terima oleh sensor dapat dilihat secara langsung oleh
pengguna.
Rumusan Masalah.
Proyek ini membahas tentang perancangan yang terdiri dari sensor

1.2.

kelembaban udara dan suhu DHT11, dan Arduino Uno sebagai pusat
kendalinya beserta software pemrograman Graphical User Interface Matlab
sebagai tampilannya.

1.3.

Tujuan.
Proyek ini bertujuan untuk
a. Merancang sebuah alat pengukuran kelembaban dan suhu dengan
menggunakan sensor DHT11
b. Mengetahui cara kerja sensor DHT11 menggunakan Arduino Uno.

1.4.

Metode Penelitian.
Metode yang digunakan yaitu :
a. Mencari literatum mengenai mikroprosesor Arduino Uno.
b. Perancangan sistem pengukuran suhu dan kelembaban.
c. Pemrograman Graphical User Interface Matlab.
d. Pengujian
1.5.
Sistematik Penulisan.
Untuk mempermudah pembahasan dan pemahaman,

penulis

membuatsistematika penulisan bagaimana sebenarnya prinsip kerja dari alat


ukur kelembaban udara dan suhu dengan menggunakan DHT11, maka penulis
menulis tugas akhir ini dengan urutan sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN.
Bab ini berisi latar belakang permasalahan, batasan
masalah, tujuan permasalahan metodologi pembahasan, dan
sistematik penulisan
BAB II: LANDASAN TEORI.
Dalam bab ini dijelaksan tentang teori pendukung yang
digunakan untuk pembahasan dan cara kerja dari rangkaian teori
pendukung itu antara lain tentang sensor DHT11, Mikroprosesor
Arduino Uno dan Graphical User Interface Matlab.
BAB III : PERANCANGAN SISTEM.
Berisi tentang perancangan dan pembuatan sistem secara
keseluruhan.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.

Sensor DHT 11
DHT11 adalah sensor digital yang dapat mengukur suhu dan kelembaban

udara di sekitarnya. Sensor ini sangat mudah digunakan bersama dengan


Arduino. Memiliki tingkat stabilitas yang sangat baik serta fitur kalibrasi yang
sangat akurat. Koefisien kalibrasi disimpan dalam OTP program memory,
sehingga ketika internal sensor mendeteksi sesuatu, maka module ini
menyertakan koefisien tersebut dalam kalkulasinya.

Gambar 2.1. Sensor DHT11


DHT11 termasuk sensor yang memiliki kualitas terbaik, dinilai dari
respon,

pembacaan

data

yang

cepat,

dan

kemampuan

anti-

interference. Ukurannya yang kecil, dan dengan transmisi sinyal hingga 20


meter, membuat produk ini cocok digunakan untuk banyak aplikasi-aplikasi
pengukuran suhu dan kelembaban.
Spesifikasi

Supply Voltage: +5 V
Temperature range : 0-50 C error of 2 C
Humidity : 20-90% RH 5% RH error
Interface : Digital
Kabel Konektor 3 pin

Contoh Gambar Rangkaian dengan Arduino :

Gambar 6. Rangkaian DHT11 dengan Arduino


2.2.

Arduino.
Arduino merupakan pengendali mikro single-board yang bersifat open-

source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan


penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor
Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.
Hardware Arduino diprogram menggunakan bahasa pemrograman C/C+
+, yang sudah disederhanakan dan dimodifikasi. Arduino mengikuti pola
pemrograman Wiring

(syntax

pemrograman

(IDE

nya

dan library).
Intergrated

dikembangkan dari Processing.

Gambar 3. Arduino

Sementara
Development

untuk

editor

Enviroment)

Software Arduino dapat dijalankan pada sistem operasi Windows,


Macintosh OSX, dan Linux. Banyak sistem mikrokontroler lain hanya bisa
dijalankan di Windows.
konfigurasi hardware arduino dibagi :
block regulator 5 volt dan 3.3V
block minimum sistem standar mikrokontroler
block pin (analog, digital dan power)
block ftdi untuk komunikasi dengan komputer
Fitur- Fitur Arduino
Catu daya
VIN. Tegangan masukan untuk board Arduino apabila tidak sedang
menggunakan USB. Misalnya dari adaptor. Anda juga dapat
menyuplai tegangan Arduino pada jack DC yang tersedia.
5V. Tegangan yang diregulasi. Ini bisa berasal dari tegangan
masukan di pin VIN atau juga dari USB.
3V3. Tegangan sebesar 3.3 volt yang dihasilkan dari chip FTDI
(USB to TTL). Jumlah arus maksimum pada pin ini adalah 50 mA.
Input dan Output
Setiap 14 pin digital dan 6 pin analog pada Arduino dapat digunakan
sebagai input dan output, yaitu menggunakan fungsi pinMode(), digitalWrite(),
dan digitalRead(). Setiap pin beroperasi pada tegangan 5V. Arus maksimum
pada setiap pin ini adalah 40mA dan memiliki resistor pull-up internal.
Disamping itu ada beberapa pin yang khusus yaitu:
Analog: A0 sampai A6. Digunakan untuk membaca input analog
dengan resolusi 10 bit atau dengan nilai antara 0 1023. Misalnya
digunakan untuk membaca tegangan pada sensor, potensiometer,
dan sebagai nya.
Serial: 0 (RX) dan 1 (TX). Digunakan untuk menerima dan
mengirimkan serial data dalam bentuk TTL. Pin-pin tersambung
dengan chip FTDI USB to TTL.
Interupsi ekternal: 2 dan 3. Pin-pin ini dapat dikonfigurasikan
untuk memicu (trigger) interupsi pada keadaan low, rising/falling,
atau change. Lihat penjelasan di fungsi attachInterrupt() untuk
lebih jelas nya.

PWM: 3, 5, 6, 9, 10, dan 11. Menyediakan output PWM 8-bit yang


dapat dioperasikan dengan fungsi analogWrite().
SPI: 10 (SS), 11 (MOSI), 12 (MISO), 13 (SCK). Pin-pin ini
mendukung komunikasi SPI.
LED: 13. Disediakan LED yang terpasang ke pin digital 13.
I2C: 4 (SDA) dan 5 (SCL). Mendukung komunikasi I2C (TWI
Two Wire Interface) yang bisa dioperasikan menggunakan library
Wire library.
Pin tambahan
AREF: Tegangan untuk input analog. Digunakan oleh fungsi
analogReference().
Reset: Apabila pin ini diberi keadaan LOW, maka akan mereset
mikrokontroler. Biasanya digunakan untuk menambahkan tombol
reset pada shield agar memudahkan menekan tombol reset yang
tertutup oleh shield.
Kelebihan Arduino
Tidak perlu perangkat chip programmer karena di dalamnya sudah
ada bootloader yang akan menangani upload program dari
komputer.
Sudah memiliki sarana komunikasi USB, sehingga pengguna
Laptop yang tidak memiliki port serial/RS323 bisa menggunakan
nya.
Bahasa pemrograman relatif mudah karena software Arduino
dilengkapi dengan kumpulan library yang cukup lengkap.
Memiliki modul siap pakai (shield) yang bisa ditancapkan pada
board Arduino. Misalnya shield GPS, Ethernet, SD Card, dll.
Software Arduino
Arduino Uno dapat diprogram dengan perangkat lunak Arduino . Pada
ATMega328 di Arduino terdapat bootloader yang memungkinkan Anda untuk
meng-upload kode baru untuk itu tanpa menggunakan programmer hardware
eksternal.
IDE Arduino adalah software yang sangat canggih ditulis dengan
menggunakan Java. IDE Arduino terdiri dari:

1)

Editor program, sebuah window yang memungkinkan pengguna


menulis dan mengeditprogram dalam bahasa Processing.

2)

Compiler, sebuah modul yang mengubah kode program (bahasa


Processing) menjadi kode biner. Bagaimanapun sebuah
mikrokontroler tidak akan bisa memahami bahasa Processing. Yang
bisa dipahami oleh mikrokontroler adalah kode biner. Itulah
sebabnya compiler diperlukan dalam hal ini.

3)

Uploader, sebuah modul yang memuat kode biner dari komputer ke


dalam memory didalam papan Arduino.

Sebuah kode program Arduino umumnya disebut dengan istilah sketch.


Katasketch digunakan secara bergantian dengan kode program dimana
keduanya memiliki arti yang sama. (http://www.arduino.cc)

Gambar 4. Tampilan IDE Arduino dengan sebuah sketch


(http://www.arduino.cc)

2.3.

Graphical User Interface.


GUI adalah antarmuka pada sistem operasi yang menggunakan
tampilan grafis, dapat dikendalikan menggunakan beberapa macam alat input,
seperti mouse, keyboard, touchscreen, dll. Pada antarmuka GUI terdapat
jendela, menu, tombol, icon, dll yang didesain supaya pengguna lebih mudah,

nyaman, dll (user friendly) dalam berinteraksi dengan sistem operasi atau
aplikasi.
Dalam penerapannya GUI lebih banyak digunakan untuk kebutuhan
pengguna umum atau komputer destop/client, karena tujuannya lebih ke user
friendly.

Kelebihan GUI:

Desain menarik dan user friendly

Tidak Menbosankan

Tidak perlu mengingat baris dan perintah


Kekurangan GUI:

Kebutuhan spesifikasi hardware lebih besar

Performa lebih berat

BAB III
PERANCANGAN SISTEM
3.1. Perancangan Hardware.
Dalam perancangan hardware adalah bagaimana cara merancang
sensor dengan arduino sehingga data yang diterima oleh sensor DHT11
dapat di oleh oleh Arduino sebagai mikroprosesor.

Gambar 3.1 Koneksi Ardunio dengan sensor DHT11


Pin DHT11
1 (Vcc)
2 (Data)
3 (GND)

Pin Arduino
5V
2
GND

3.2. Pemrograman Software.


Pemrogaram software dapat di bagi menjadi 2 yaitu
1. Pembrograman Arduino.
Alur program pada arduino dapat dilihat pada diagram
flowchar berikut

Gambar 3.2 flowchat program

2. Pemrograman Graphical User Interface Matlab.

Pengaturan
Baudrate :
Serial Port :

Grafik

connect

Terdapat beberapa tampilan dalam perencanaan tampilan


dari Graphical User Interface yaitu :
1. Grafik
Pada tampilan grafik akan menapilkan nilai dari sensor
secara visual berupa garafik dimana pada sumbu x merupakan
nilai dari suhu dan kelembaban dan pada sumbu y merupakan
wakru real time pengambilan data pada sensor
2. Pengaturan
Pada menu pengaturan terdapat pilihan baudrate yang
merupakan pilihan untuk menentukan jalur data komunikasi
antara computer dengan arduino dan serial port merupakan
pilihan untuk menentukan serial port yang di hubungkan pada
arduino.
3. Tombol connect
Tombol connect digunakan untuk memulai komunikasi
serial antara computer dengan arduino.