Anda di halaman 1dari 2

Sulfonilurea generasi II umumnya potensi hipoglikemiknya 100x lebih besar dari generasi I.

Meski masa paruhnya pendek, yaitu 3-5 jam, efek hipoglikemiknya berlangsung 12-24 jam.
Cukup diberikan 1x sehari. 1
Glipizid, absorbsinya lengkap, masa paruh 3-4 jam. Dalam darah 98% terikat protein plasma,
potensinya 100x lebih kuat dari tolbutamid, tetapi efek hipoglikemik maksimalnya mirip dengan
sulfonylurea lain. Metabolismenya di hepar menjadi metabolit tidak aktif, 10 % diekskresi
melalui ginjal dalam keadaan utuh. 1
Gliburid (glibenklamid), potensi 200x lebih besar dari tolbutamid, masa paruhnya sekitar 4 jam.
Metabolismenya di hepar. Pada pemberian dosis tunggal hanya 25 % metabolitnya diekskresi
melalui urin, sisanya melalui empedu. PAda penggunaan dapat terjadi kegagalan primer dan
sekunder, dengan seluruh kegagalan kira-kira 21% selama 1 tahun. 1
Karena semua sulfonylurea dimetabolisme di hepar dan diekskresi melalui ginjal, sediaan ini
tidak boleh diberikan pada pasien gangguan fungsi hepar atau ginjal yang berat. 1
Efek samping
Insidens efek samping generasi I adalah 4 % dan lebih rendah lagi untuk genarasi II. Dapat
timbul hipoglikemia hingga koma. Reaksi ini lebih sering terjadi pada pasien usia lanjut dengan
gangguan fungsi hepar dan ginjal, terutama yang menggunakan sediaan dengan masa kerja
panjang. 1
Efek samping lain yaitu mual, muntah, diare, gejala hematologic, ssp, mata, dsb. Gangguan
saluran cerna tersebut dapat berkurang dengan mengurangi dosis, menelan obat bersama dengan
makanan atau membagi obat dalam beberapa dosis. Gejala ssp berupa vertigo, bingung, ataksia,
dsb. Gejala hematologic seperti leucopenia, agranulositosis. Efek samping lain yaitu
hipotiroidisme, ikterus obstruktif, yang bersifat sementara dan lebih sering timbul akibat
klorpropamid. 1
Kecenderungan hipoglikemia pada orang tua disebabkan oleh mekanisme kompensasi berkurang
dan asupan makanan yang cenderung kurang. Selain itu hipoglikemia tidak mudah dikenali pada

orang tua karena timbul perlahan tanpa tanda akut dan dapat menimbulkan disfungsi otak sampai
koma. Penurunan kecepatan ekskresi klorpropamid dapat m eningkatkan hipoglikemia. 1
Indikasi
Pada umumnya hasil yang baik diperoleh pada pasien yang diabetesnya mulai timbul pada usia
diatas 40 tahun. Kegagalan terapi dengan salah satu derivate sulfonylurea mungkin disebabkan
oleh perubahan farmakokinetik obat, misalnya penghancuran obat yang terlalu besar. 1
Selama terapi pemeriksaan fisik dan laboratorium harus dilakukan secara teratur.
Interaksi
Obat yang dapat meningkatkan ririko hipoglikemia saat penggunaan sulfonylurea adalah insulin,
alcohol, fenformin, kloramfenikol, anabolic steroid, fenfluramin dan klofibrat. 1
Propanolol dan bloker lainnya menghambat reaksi takikardi, berkeringat dan tremor pada
hipoglikemia oleh berbagai sebab sehingga keadaan hipoglikemia menjadi lebih hebat tanpa
diketahui. Sulfonilurea terutama klorpropamid dapat menurunkan toleransi terhadap alcohol.
Hal ini ditunjukkan terutama dengan kemerahan di muka dan leher, reaksi mirip disulfiram. 1