Anda di halaman 1dari 20

1

I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Ayam merupakan hewan yang mudah diternakkan dan dapat dikatakan
sebagai ternak yang menjanjikan keuntungan.

Beternak ayam membutuhkan

ruang yang lebih sedikit dibandingkan dengan beternak hewan yang lainnya,
sehingga mampu menghemat tempat serta biaya.

Keuntungan lainnya dari

beternak ayam adalah ayam boleh dikonsumsi oleh siapapun, tak terbatas oleh
agama dan kepercayaan yang dianut oleh konsumen sehingga berpengaruh
terhadap laba yang didapat.
Kemudahan serta keuntungan dalam beternak ayam akan didapat apabila
peternak memiliki ayam yang tepat dalam kandangnya yang sesuai dengan
kebutuhannya.

Untuk memilih ayam yang tepat membutuhkan pengamatan

terhadap bentuk dan kondisi fisik secra keseluruhan yang jeli. Hal itu disebabkan
setiap rasa atau jenis ayam memiliki kemampuan produksi yang berbeda . Selain
itu bentuk dan kondisi fisik ayam ditentukan oleh reaksi hormon- hormon yang
ada pada tubuh ayam, terutama hormon yang berkaitan dengan kemampuan
produksi dan reproduksi seekor ayam. Berdasarkan apa yang telah disebutkan di
atas, kelompok kami merasa membutuhkan pengetahuan mengenai hal ini dengan
mengamati secara langsung ayam- ayam yang ada.
1.2.Maksud dan Tujuan
1.
Mengamati morfologi ayam- ayam yang terdapat pada praktikum.
2.
Mengetahui aspek-aspek yang membedakan satu jenis ayam dengan yang
lainnya.

3.

Menentukan aspek-aspek fisik yang menandakan produktivitas seekor


ayam.
4.
Mengetahui produktivitas ayam-ayam yang terdapat pada praktikum
berdasarkan bentuk fisik yang terlihat.
1.3.Waktu dan Tempat
Hari, tanggal : Senin, 14 Maret 2016
Waktu

: Pukul 10.00-12.00

Tempat: Laborarotrium Produksi Ternak Unggas Fakultas


Peternakan Universitas Padjadjaran Sumedang

II
KAJIAN KEPUSTAKAAN

2.1.Anatomi dan Morfologi Ayam Secara Umum


Menurut sejarahnya, ayam jinak yang dipelihara manusia sekarang adalah
berasal dari ayam liar.

Keturunan ayam yang telah menjadi jinak disilang-

silangkan atau dikawin-kawinkan oleh manusia. Menurut teorinya, ayam liar ini
adalah ayam hutan atau Gallusgallus.(Atmomarsono ,2005) .
Ayam secara umum memiliki ciri-ciri, yaitu mempunyai ceker dengan tiga
jari dan satu jalu, paruh bertipe pemakan biji-bijian, memiliki jengger dan kuping
(Susilorini , 2009).
2.2.Anatomi dan Morfologi Ayam Broiler
Ayam pedaging atau broiler adalah ayam jantan atau betina muda yang di
bawah umur 8 minggu ketika dijual dengan bobot tubuh tertentu mempunyai
pertumbuhan yang cepat serta mempunyai dada lebar dengan timbunan daging
yang banyak (Rasyaf, 2006: 2).
Arga Kusuma (2010: 27) menyatakan ayam broiler mampu memproduksi
daging secara optimal dengan hanya mengkonsumsi pakan dalam jumlah relatif
sedikit.

Ciri-ciri ayam broiler antara lain: ukuran badan relatif besar, padat,

kompak, berdaging penuh, produksi telur rendah, bergerak lamban, dan tenang
serta lambat dewasa kelamin. Tillman (1986) menyatakan bahwa pertumbuhan
umumnya dinyatakan dengan pengukuran kenaikan bobot badan yang dengan

mudah dilakukan dengan penimbangan berulang-ulang dan diketengahkan dengan


pertumbuhan badan tiap hari, tiap minggu, atau tiap waktu lainya.
2.3.Anatomi dan Morfologi Ayam Layer
Ayam

petelur

adalah

ayam

yang

khusus

dibudidayakan

untuk

menghasilkan telur secara komersil. Jenis ayam petelur terdapat dua kelompok
yaitu tipe medium dan tipe ringan. Tipe medium umumnya bertelur dengan warna
kerabang cokelat sedangkan tipe ringan bertelur dengan warna kerabang putih
(North and Bell, 1990).
Menurut Sudarmono (2003), ayam tipe medium memiliki ciri-ciri sebagai
berikut:
1.
2.
3.
4.

Ukuran badan lebih besar dan lebih kokoh daripada ayam tipe ringan, serta
berperilaku tenang;
Timbangan badan lebih berat daripada ayam tipe ringan karena jumlah
daging dan lemaknya lebih banyak;
Otot-otot kaki dan dada lebih tebal;
Produksi telur cukup tinggi dengan kulit telur tebal dan berwarna cokelat.
Memasuki umur 18 minggu ayam petelur mempunyai pertumbuhan yang

baik, organ reproduksinya sudah dewasa ditandai dengan berkembangnya kelamin


sekunder ayam betina yaitu jengger dan pial mulai memerah, mata bersinar, dan
postur tubuh sebagai ayam petelur mulai terbentuk. Ayam dewasa kelamin pada
umur 19 minggu dan ditandai dengan telur pertama.Prinsipnya produksi akan
meningkat dengan cepat pada bulan-bulan pertama dan mencapai puncak produksi
pada umur 7 sampai 8 bulan (Sudarmono, 2003).

2.4.Anatomi dan Morfologi Ayam Kampung


Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah
memasyarakat dan telah tersebar diseluruh pelosok nusantara.

Warna bulu

kombinasi coklat, hitam, putih, merah. Tubuh relatif kecil dan jantan lebih besar
dari betina, Jengger dan Pial berwarna merah , Paruh dan Kaki berwarna
kekuningan , Telur berwarna putih (Yaman, 2010). Menurut (Yuwanta, 2004)
Keunggulan dan kelemahan ayam kampung adalah sebagai berikut : Ayam
kampung yang dilepas bebas biasanya memiliki tingkat kekebalan tubuh yang
tinggi dan menghemat biaya makanan, umumnya ayam cukup diberi makan pagi
hari saat akan dilepas berupa sisa-sisa makanan dan tambahan bekatul
secukupnya, selebihnya ayam dianggap dapat mencari makan sendiri disekitar
rumah.
Kelemahan ayam kampung lambat untuk berkembang biak lebih banyak,
karena tingkat kematian pada anak ayam relatif lebih anak ayam relatif lebih
tinggi. Waktu mengasuh terlalu lama yang berarti mengurangi produktivitas.
Kendali akan keberadaan ayam kurang, sehingga kemungkingan dimangsa
predator maupun hilang lebih tinggi. Cara pemeliharaan ini kurang produktif
(Austic, 1990).
2.5.Kerangka Ayam
Kerangka ayam berfungsi membentuk kekuatan kerja untuk menyokong
tubuh, tempat pertautan otot, melindungi organ-organ vital, tempat diproduksi sel
darah merah dan sel darah putih pada sumsum, membantu pernapasan dan
meringankan tubuh saat terbang (North, 1978).

Ayam mempunyai banyak macam tulang yang berongga (tulang


pneumatik) yang berhubungan dengan fungsi dari sistem pernapasan. Beberapa
tulang tersebut adalah tulang tengkorak (skull), tulang lengan (humerus), tulang
selangka (clavicle), tulang pinggang (lumbal) dan tulang kemudi atau sacral
vetebrae (Nesheim, 1972).
Beberapa tulang pada unggas termasuk suatu tipe yang unik yang di dalam
rongga dalamnya terdapat sumsum tulang. Tulang sumsum merupakan suatu
tulang sekunder baru.

Pada ayam petelur tulang sumsum terdiri atas kalsium

tulang yang di dalamnya terdapat ruang sumsum dengan anyaman tulang yang
lembut dan porous yang berfungsi sebagai sumber kalsium untuk membentuk
kulit telur bila kalsium pada pakan rendah. Tulang sumsum terdapat pada tulang
kering (tibia), tulang paha (femur), tulang pinggul (pubic), tulang dada (sternum),
tulang iga (ribs), tulang hasta (ulna), tulang belikat (scapula) dan tulang kuku
atau toes (Nesheim , 1978).

III
ALAT, BAHAN, DAN PROSEDUR KERJA

3.1.Alat
1. Baki atau Nampan
2. Jangka Sorong
3. Pita Ukur
3.2.Bahan
1. Ayam Ras Pedaging/Broiler
2. Ayam Ras Petelur/Layer
3. Ayam Lokal Jantan dan Betina
3.3.Prosedur Kerja
Setiap kelompok mendapatkan satu jenis ayam.
No

Pengamata

1.

Seluruh
tubuh ayam

2.

Kepala

3.

Bulu

4.

Kaki

Prosedur
1. Menempatkan ayam di atas baki dan mengusahakan
agar ayam dalam keadaan tenang.
2. Menggambar dan menyebutkan anatominya.
3. Kemudian menggambar kepala dan bagiannya.
4. Mengamati bagian-bagian dari kepala seperti
jengger dan menyebutkan jenis jenggernya.
5. Mengamati juga bagian-bagian lainnya seperti
paruh, pial, cuping telinga, mata.
6. Mengamati seluruh tubuh ayam yang berbulu,
membedakan di bagian mana terdapat bulu kontur,
plumulae, dan filoplumulae.
7. Pada bulu sayap memerhatikan mana bulu sekunder,
primer dan bulu axial kemudian menggambarnya.
8. Mencabut salah satu bagian bulu sayap kemudian
menggambarnya
dan
menuliskan
bagianbagiannya.
9. Menggambar bagian kaki dan menyebutkan
bagiannya.
10.Mengamati pigmentasi pada kaki.
11.Mengukur panjang shank, kemudian membedakan

dari ketiga jenis ayam yang diamati.

IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.Hasil Pengamatan Sifat Kualitatif pada Beberapa Jenis Ayam
No
.

Jenis
Ayam/Kelamin

No
.

Parameter
yang
Diamati

Parameter yang Diamati


Warna
Warna
Kulit
Kaki

Warna
Bentuk
Bulu
Jengger
Hitam,
Ayam
1.
Abu, dan
Putih
Kuning
Singel
Kampung/Jantan
Cokelat
Ayam
Abu, Putih, Merah
Kuning
2.
Singel
Kampung/Betina
dan Hitam Muda
Hitam
Merah
3. Ayam Broiler
Putih
Putih Pucat Singel
Muda
Coklat dan
4. Ayam Layer
Putih
Putih Pucat Singel
Putih
4.2.
Hasil Pengamatan Sifat Kuantitatif pada Beberapa Jenis Ayam

1.
2.

Bobot Badan
(kilogram)
Ukuran
Tubuh
(sentimeter) :
Panjang
Leher
Panjang
Punggung
Lingkar
Dada
Lingkar
Kaki
Panjang
Kaki
Panjang

Ayam
Kampung/Janta
n
1,95

Jenis Ayam/Kelamin
Ayam
Ayam Ayam
Kampung/Betin
Broiler Layer
a
1,15
1,2
2

14

14

13

20

20

17

20

36,5

32

32

19

1,165

3,4

1,56

12

10

10,5

11

10

Paha
Bawah
4.3.

No
.

Hasil Pengamatan Anatomi dan Morfologi Beberapa Jenis Ayam


Hasil Pengamatan
Pengamatan

Seluruh
tubuh ayam

1.

Kepala
2.

Bulu
3.

4.

Kaki

Broiler

Layer

Ayam Kampung
Jantan

11

4.4.
Pembahasan
4.4.1.
Anatomi dan Morfologi Ayam Secara Umum
Dilihat dari fisik luar tubuh ayam terbagi menjadi empat bagian, yaitu :
1.
2.
3.
4.

Kepala,
Badan,
Ekor, dan
Kaki.
Di bagian kepala terdapat paruh, yang terdiri dari paruh atas (incisive) dan

paruh bawah (mandibula) yang bentuknya runcing melengkung, gunanya untuk


mematuk makanan agar masuk ke rongga mulut. Di antara kedua bagian paruh
tersebut terdapat sendi quadratum/quadratal yang mempertautkan keduanya agar
paruh tersebut bisa bergerak untuk mematuk makanan.
Di bawah paruh terdapat dagu. Pada dagu ini tergantung pial. Pada ayam
jantan ada pial yang bentuknya tunggal ada pula yang sepasang. Warna pial
umumnya kemerah-merahan, merah kehitaman atau hitam. Pada pipi terdapat
telinga dan kuping telinga ada yang merah, biru kehitaman, merah ungu atau
putih.
Di atas kepala terdapat jengger alias balung.

Jengger ayam jantan

bentuknya lebih besar dari ayam betina. Bentuk jengger untuk berbagai jenis
ayam sangat berbeda-beda. Di bawah kepala terdapat leher, pada leher terdapat
bulu leher yang bentuknya panjang meruncing serta mengkilap. Tapi ada juga
jenis ayam tertentu yang lehernya tidak berbulu.

12

Di bawah leher terdapat bagian tubuh ayam.

Terdiri dari punggung,

pinggang (yang bersambung dengan ekor), dada dan perut. Bagian badan di
antara dada dan perut tertutup oleh sayap. Seluruh badan tertutup oleh bulu.
Diantaranya bulu sayap yang kecil dan besar dan besar (bulu sayap yang kasar dan
bulu tutup sayap), bulu bahu (bulu kasut dan bulu sayap halus), bulu pinggang,
bulu dada, bulu pinggang yang permai. Pada ekor terdapat bulu tutup ekor, bulu
ekor besar dan bulu ekor kecil yang sering kali bentuknya panjang melengkung ke
atas dan terjumbai ke bawah. Pada perut dan sekeliling dubur terdapat bulu halus.
Di bawah badan terdapat kaki. Bagian kaki yang terlihat adalah dari betis
sampai ke jari kaki. Sebab pada paha (betis ke atas) tertutup oleh bulu halus.
Kaki pada ayam jantan dan betina terdapat susuh (jalu) alias taji. Pada jenis ayam
tertentu ada yang kakinya berbulu.
Kulit pada ayam banyak di tumbuhi bulu dan sisik. Kulit ini berfungsi
untuk menjaga kesehatan, yakni menahan bibit-bibit penyakit dari luar yang akan
masuk kedalam tubuh. Kulit bagian dalam di persambungkan dengan daging
dengan selaput kulit tipis yang disebut jaringan gemuk. Jengger dan pial yang
terdapat pada kepala ayam sebenarnya jaringan kulit pula, tapi banyak dialiri
darah karena terdapat banyak jaringan pembuluh darah.
Kondisi bulu biasa dipakai sebagai petunjuk keadaan kesehatan ayam.
Ayam sakit keadaan bulunya kusut dan kusam. Setahun sekali ayam mengalami
kerontokkan bulu, terutama pada daerah sayap utama. Kerontokkan bulu ini pada
ayam yang umurnya kurang dari setahun, biasa dipakai untuk menentukan mutu
ayam petelur tersebut.

13

Pada sehelai bulu terdapat batang bulu yang pangkalnya tertanam pada
kantung bulu didalam kulit. Yang tidak tertanam disebut bendera bulu. Batang
bulu yang berbendera berisi bahan sumsum. Bendera bulu terdiri dari cabang dan
anak cabang bendera yang ujungnya saling kait-mengkait.
Bentuk bulu ayam tiga macam, yakni bulu kasar (pada sayap untuk
terbang, dan ekor untuk kemudi), bulu pembalut (tumbuh di seluruh badan dengan
batang pendek-pendek dan lunak), serta bulu kapas (bentuk bulu sangat halus dan
cabang-cabang benderanya tidak terkait).

Bulu kapas dan pembalut bertugas

menjaga suhu tubuh agar tetap panas dan stabil.


4.4.2. Anatomi dan Morfologi Ayam Broiler
Ayam broiler merupakan salah satu jenis ayam yang dikembangkan
dengan tujuan untuk pedaging atau dengan kata lain merupakan ayam pedaging.
Secara keseluruhan anatomi dan morfologi dari ayam broiler hampir sam adengan
ayam-ayam lainnya. Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut.
1.

Seluruh tubuh ayam


Ayam broiler memiliki postur tubuh yang gemuk dan agak pendek hal
tersebut sesuai dengan tujuan ayam ini dikembangkan yaitu untuk
dikonsumsi dagingnya. Ayam broiler ini adalah final stock yang tidak
dapat dikembangkan kembali. Namun, dalam hasil praktikum, berat ayam
broiler lebih ringan dari ayam layer. Hal tersebut disebabkan karena umur
dari ayam broiler itu sendiri masih lebih muda dari ayam layer, sehingga
umur mempengaruhi bobot badan ayam itu sendiri. Hal tersebut juga
disebabkan karena pemberian nutrisi kepada ayam layer yang lebih baik

14

daripada ayam broiler sehingga pertambahan bobot badan (PBB) dari


2.

ayam layer lebih besar dari ayam broiler.


Kepala
Untuk bagian kepala adanya jengger pada ayam. Ayam jantan memiliki
jengger yang lebih besar daripada betina. Jengger pada jantan lebih besar
karena jengger dipengaruhi oleh hormon sex, yaitu hormon testosteron
yang dihasilkan oleh testis. Dalam hasil praktikum, ayam broiler betina
mempunyai jengger berjenis singel, namun pertumbuhan jenggernya

3.

masih kecil.
Bulu
Pada praktikum ayam broiler yang digunakan yang masih berumur 2
minggu, sehingga masih terdapat bulu filoplumulae disekitar leher ayam.
Bulu kontur yang terdapat pada ayam broiler masih sedikit karena ayam
tersebut umurnya masih muda. Dan terdapat bulu plumulae, yaitu bulu

4.

yang ada di bawah bulu kontur. Bulu pada ayam broiler berwarna putih.
Kaki
Kaki pada ayam broiler lebih pendek dan lebih besar dari pada ayam-ayam
lainnya. Hal tersebut dikarenakan untuk menopang tubuhnya yang besar
dan untuk menjaga keseimbangan. Pada kaki ayam jantan tumbuh taji,

sedangkan pada ayam broiler betina tidak tumbuh.


4.4.3. Anatomi dan Morfologi Ayam Layer
Ayam layer merupakan salah satu jenis ayam yang dikembangkan dengan
tujuan untuk menghasilkan telur atau dengan kata lain merupakan ayam petelur.
Secara keseluruhan anatomi dan morfologi dari ayam petelur hampir sama dengan
ayam-ayam lainnya. Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut.
1.

Seluruh tubuh

15

Ayam layer memiliki postur tubuh yang tinggi dan tidak gemuk

hal

tersebut berbeda dengan ayam broiler yang memiliki postur tubuh yang
pendek dan gemuk. Produksi telur ditandai dengan kloaka yang merah
dan berlendir. Namun, dalam hasil praktikum, berat ayam layer lebih berat
dari ayam broiler. Hal tersebut disebabkan karena umur dari ayam broiler
itu sendiri masih lebih muda dari ayam layer, sehingga umur
mempengaruhi bobot badan ayam itu sendiri.

Hal tersebut juga

disebabkan karena pemberian nutrisi kepada ayam layer yang lebih baik
daripada ayam broiler sehingga pertambahan bobot badan (PBB) dari
2.

ayam layer lebih besar dari ayam broiler.


Kepala
Seperti halnya ayam yang lain ayam petelur ini memiliki jengger pada
kepalanya.

Jengger ini merupakan salah satu indikator bagi untuk

produktivitas telur. Dalam hasil praktikum, terdapat jengger pada ayam


layer berwarna merah dan besar. Jika jenggernya berwarna merah maka
produksi telurnya sedang tinggi, begitupun sebaliknya.

Hal tersebut,

disebabkan karena ketika terjadi pembentukan telur di dalam ovarium,


ayam layer tersebut akan menghasilkan duam macam hormon sex yaitu
jantan (androgen) dan betina (estrogen) yang cukup tinggi. Hormon sex
jantan (androgen) inilah yang menyebabkan pertumbuhan jengger menjadi
3.

lebih besar dan berwarna merah.


Bulu
Warna bulu pada ayam layer yaitu coklat dan bulunya penuh menutupi
seluruh tubuhnya. Sedangkan bagian-bagiannya sama seperti pada ayam
broiler yaitu ada filoplumulae, kontur, dan plumulae. Ayam layer ini

16

selalu
4.

melakukan

moulting

yaitu

perontokan

bulu

pada

saat

produktivitasnya tinggi.
Kaki
Pada kaki ayam layer terdapat adanya pigmen lipokrom, yaitu yang
memberikan warna kuning pada shank.

Warna kuning tersebut

dimanfaatkan pada saat pembentukan telur untuk memberi warna kuning


pada kuning telur. Sehingga pada saat produksi telur tinggi maka warna
kaki ayam layer akan pucat seperti ayam layer yang ada pada saat
praktikum.
4.4.4. Anatomi dan Morfologi Ayam Kampung
Ayam kampung merupakan ayam lokal yang asli berasal dari Indonesia.
Ayam ini PBBnya sangat rendah dan biasanya kebanyakan dijadikan ayam hias.
Ayam lokal biasanya dwifungsi yaitu sebagai ayam pedaging dan sebagai ayam
petelur juga. Anatomi dan morfologi ayam kampung sebagai berikut.
1.

Seluruh tubuh
Ayam kampung memiliki bentuk tubuh yang proposional lebih besar dari
ayam broiler maupun ayam layer.

Sehingga banyak orang yang

menjadikan ayam ini sebagai ayam hias saja.

Terlihat bahwa ayam

kampung jantan menempati urutan kedua dalam perbandingan bobot


2.

badannya.
Kepala
Jengger pada ayam kampung lebih besar dan indah bentuknya. Akan
tetapi yang jantan lebih besar daripada betina.

Jengger lebih tebal

dibagian pangkal dan warnanya lebih merah. Hal tersebut disebabkan


karena produksi hormon sex jantan (androgen) pada ayam kampung jantan
lebih tinggi dari betina.

17

3.

Bulu
Warna bulu pada ayam kampung lebih bervariasi dibandingkan dengan
ayam broiler dan ayam layer. Adapun warnanya ada warna merah, hitam,
cokelat, hijau, dan putih. Dalam hasil praktikum, warna bulu pada ayam
kampung jantan yaitu hitam, abu-abu, dan cokelat, sedangkan warna bulu
pada ayam kampung betina yaitu abu-abu, putih, dan hitam.

4.

Kaki
Kaki pada ayam kampung lebih tinggi dan warna pada shank lebih
bervariasi seperti halnya pada bulu. Pada kaki ayam jantan adanya taji
yang tumbuh lebih besar daripada betina. Dalam hasil praktikum, warna
kaki pada ayam kampung jantan yaitu kuning, sedangkan warna kaki pada
ayam kampung betina yaitu kuning hitam. Warna kuning didapatkan dari
pigmen lipokrom, sedangkan warna hitam didapatkan dari pigmen

melanin.
4.4.5. Kerangka Ayam
Kerangka ayam terdiri dari beberapa bagian, diantaranya :
1.
2.
3.
4.

Kepala (Axial), yang terdiri dari lacrimal (atas dahi), oksipital (belakang),
nasal (nostril), dan paruh yang terdiri dari paruh atas (incisive) dan paruh
bawah (mandibula) yang dipertautkan dengan sendi quadratum/quadratal.
Leher, yang terdiri dari tulang atlas yang terkoneksi dengan Axial, dan
tulang epishtropheus yang saling terkoneksi dengan tulang atlas.
Badan, yang terdiri dari clavicula, corcoid, scapula, ribs, sternum, ischium,
dan pygosthale yang terdiri dari bulu sabit dan kelenjar uropygial (tungir)
yang berfungsi untuk pleening (menyisir bulu).
Extremitas, terdiri dari extremitas anterior (sayap) yang terdiri dari
humerus, radius, ulna, metacarpus, dan phalanges, serta extremitas
posterior (kaki) yang terdiri dari femur, tibia, fibula, tarsus, metatarsus,
dan taji (spur).

18

Pembagian tulang berdasarkan fungsinya dibagi lagi menjadi tiga, yaitu :


1.
2.
3.

Os. Medullary Bones, yang berfungsi sebagai tempat supply cadangan


kalsium ketika ayam defisiensi kalsium pada ransum. Terdiri dari
humerus, radius, ulna, tibia, femur, fibula, sternum, dan scapula.
Os. Pneumatic Bones, yang berfungsi pada saat pernapasan dan pada saat
terbang. Terdiri dari clavicula, corcoid, dan humerus.
Os. Produktivitas, yang berfungsi untuk produktivitas ayam itu sendiri.
Terdiri dari sternum dan pubis. Pada ayam broiler, sternum berfungsi
sebagai tempat melekatnya daging. Pada ayam petelur yang normal, jarak
antara sternum dan pubis adalah 3 sampai 4 jari dan jarak antara pubis kiri
dan kanan adalah 2 sampai 3 jari.

19

V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.Kesimpulan
Secara garis besar morfologi ayam terdiri dari kepala, badan, ekor, dan
kaki. Aspek- aspek yang membedakan suatu jenis ayam dengan jenis lainnya
adalah bentuk fisik ayam secara keseluruhan, kepala, bulu, dan kaki. Jengger,
kaki, dan dada dapat menandakan produktivitas dari seekor ayam.

Pada

praktikum, ayam kampung betina memiliki produktivitas telur yang baik (dilihat
dari warna kaki dan jengger) dan ayam kampung jantan memiliki produktivitas
daging yang baik (dilihat dari ukuran dada). Sebaliknya, produktivitas telur dan
daging ayam layer dan ayam broiler tidak sebaik ayam kampung jantan dan
betina.
5.2.Saran
Sebaiknya ayam-ayam pada praktikum diikat kakinya terlebih dahulu agar
tidak bergerak ketika dilakukan pengukuran. Selain itu anatomi tulang-tulang
ayam yang dipresentasikan oleh asisiten laboratorium diusahakan lebih lengkap.

20

DAFTAR PUSTAKA

Atmomarsono. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penerbit Penebar Swadaya.


Jakarta.
Austic, R.E. 1990. Poultry Production. 13th Ed. Lea and Febiger, Philadelphia.
Kusuma, Arga . 2005. Analisis Pendapatan dan Efisiensi Penggunaan FaktorFaktor Produksi Peternak Probiotik dan Non Probiotik Pada Usaha
Ternak Ayam Ras Pedaging. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Bogor.
Nesheim. 1972. Poultry Production. 13th Ed. Lea and Febiger, Philadelphia.
North dan Bell. 1990. Commercial Chicken Production Manual. Oklahama.
New York.
Rasyaf, M. 1995. Seputar ayam Kampung. Kanisius. Yogyakarta.
Sudarmono, A. S. 2003. Pedoman Pemeliharaan Ayam Ras Petelur. Penebar
Swadaya. Jakarta.
Tillman, A. D. 1986. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Fakultas Peternakan
Universitas Gajah Mada, Gajah Mada University Press,Yogyakarta.
Yaman, M. Aman. 2010. Ayam Kampung Unggul 6 Minggu Panen. Penebar
Swadaya, Jakarta.
Yuwanta, T. 2004. Dasar Ternak Unggas. Kanisius, Yogyakarta.