Anda di halaman 1dari 5

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT_

Navigasi adalah petunjuk posisi dan arah perjalanan. Di dalam dunia web, navigasi
dianggap penting agar user yang sedang berada di dalam halaman tertentu tidak tersesat dan
mudah menemukan halaman-halaman lain dalam website Anda.
Menu adalah bagian dari website yang berisi link-link utama yang mengarah pada halaman
tertentu di sebuah website
Biasanya, pada sebuah website, navigasi tertampil pada menu dan link yang terstruktur.
Seringkali, saat kita membuka sebuah website, kita merasa kesal karena tidak mendapatkan
halaman website yang dicari dikarenakan navigasi yang ruwet dan tidak jelas.
Selain itu dapat diartikan, Menu navigasi adalah sebuah fasilitas yang diberikan oleh si
pemilik situs dimana didalamnya berisi sekumpulan link-link penting. Menu navigasi juga
berfungsi sebagai pemandu kepada pengunjung agar dapat lebih mudah dalam menentukan
kategori yang diinginkan tanpa harus bersusah payah mencarinya.
Menu navigasi dapat berbentuk mendatar (horizontal) atau menurun (vertical) juga dapat dibuat
bercabang dengan sub menu (dropdown) atau tidak, tergantung kebutuhan dari situs tersebut
Manfaat Menu Navigasi
Beberapa manfaat dari menu navigasi :
1. Mempercepat Untuk Mendapatkan Sitelink ; Dengan adanya menu navigasi maka
blog/web semakin cepat mendapatkan sitelink karena sebagian dari beberapa sitelinknya
berasal dari menu navigasi
2. Dinilai Sebagai Web/Blog Profesional ; Mengapa dinilai sebagai profesional ? . karena
kita telah menyusun rapih artikel artikel kita dan telah mengatur sekat antara post 1 dan
post lainya serta kita telah mengatur web kita menjadi user friendly karena dengan mudah
para visitor untuk menjelajahi blog kita dan dengan mudah mengunggah daya tarik
pengunjung.
3. Dinilai Baik dari Google ; Dinilai baik oleh google karena kita telah memanjakan visitor
dan google tau itu . maka dari itu google akan menilai lebih pada blog kita, Dari semua
itu tidak menutup kemungkinan juga blog/web yang tidak memiliki menu navigasi bisa
lebih baik dari blog/web yang memiliki menu navigasi , karena itu semua tergantung kita
me-manage blog/web kita / apakah blog/web kita telah ditata dengan baik atau tidak.
Pengetahuan tentang medan merupakan sebuah modal yang harus dimiliki. Pengetahuan
penguasaan medan akan mempermudah kita untuk mencapai tujuan tertentu dan target tertentu
dalam kegiatan alam bebas. Selain itu, penguasaan medan ini juga dapat berguna dalam kegiatankegiatan kemanusiaan. Untuk pelaksanaan tugas SAR, evakuasi, dll. Pengetahuan tentang medan
ini antara lain meliputi survival, teknik hidup di alam bebas, dan navigasi darat. Selain mungkin
ada bebarapa materi pendukung seperti perencanaan perjalanan, kesehatan perjalanan,
komunikasi lapangan, pengetahuan geologi, pengetahuan lingkungan, dll.
PETA

Peta merupakan penggambaran dua dimensi pada bidang datar dari sebagian atau seluruh
permukaan bumi yang dilihat dari atas, dan diperkecil atau diperbesar dengan perbandingan
tertentu. Peta yang diperlukan untuk keperluan navigasi darat adalah peta topografi atau peta
kontur. Peta topografi memetakan tempat-tempat di permukaan bumi yang berketinggian sama
dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakili satu
ketinggian.
Bagian-Bagian Peta
1. Judul Peta
Merupakan lokasi yang ditunjukkan oleh peta bersangkutan. Judul peta tertera di bagian atas
tengah peta.
2. Nomor Peta
Nomor peta merupakan nomor registrasi dari badan pembuat peta. Selain itu juga sebagai
petunjuk apabila kita memerlukan peta daerah lain di sekitar daerah yang dipetakan tersebut.
Nomor peta terdapat di sebelah kanan atas peta.
3. Koordinat Peta
Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Koordinat ditentukan dengan sistem sumbu
yaitu garis-garis yang saling berpotongan tegak lurus (garis bujur dan lintang). Sistem koordinat
mengenal penomoran dengan 4 angka atau 6 angka. Untuk daerah yang luas dipakai penomoran
4 angka, dan untuk daerah yang lebih sempit dengan penomoran 6 angka.
4. Kontur
Merupakan garis khayal yang menghubungkan titik-titik ketinggian sama dari permukaan laut.
Sifat-sifat garis kontur antara lain :
a. Merupakan penunjuk ketinggian tertentu (pada peta biasanya tercantum nilai ketinggiannya)
b. Garis kontur dengan ketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis kontur lebih tinggi,
kecuali untuk medan khusus seperti kawah
c. Garis kontur tidak pernah saling berpotongan
d. Beda ketinggian antara dua garis kontur adalah tetap, walaupun kerapatannya berubah-ubah
e. Daerah datar memiliki kontur yang renggang, sedangkan daerah terjal memiliki kontur yang
rapat
f. Punggungan gunung/bukit terlihat di peta sebagai rangkaian kontur berbentuk huruf U yang
ujungnya melengkung menjauhi puncak
g. Lembah terlihat di peta sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam dan
menjorok ke puncak
6. Skala Peta
Merupakan perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak horizontal di lapangan.
Contoh :
1 : 25.000 berarti 1 cm jarak pada peta mewakili 25.000 cm jarak sebenarnya
1 : 50.000 berarti 1 cm jarak pada peta mewakili 50.000 cm jarak sebenarnya
7. Tahun Peta

Menunjukkan tentang tahun pembuatan peta tersebut. Semakin baru tahun peta, maka data pada
peta tersebut semakin akurat
8. Legenda Peta
Memuat keterangan-keterangan pada peta. Misalnya jalan, sungai, pemukiman, dll
KOMPAS
Merupakan penunjuk arah mata angin dengan ketentuan sudut derajat dari arah utara magnetis
bumi. Kompas yang biasa digunakan untuk keperluan navigasi darat adalah kompas bidik dan
kompas orienteering.
MENGENAL TANDA MEDAN
Kemampuan mengenal tanda medan sangatlah mutlak untuk dikuasai jika kita hendak
melakukan navigasi darat. Tanda-tanda medan dapat dijadikan acuan untuk penentuan lokasi dan
pengenalan medan supaya arah perjalanan tidak melenceng hingga terjadi hal-hal buruk seperti
tersesat. Tanda-tanda medan dapat dikenali dari bentang alam yang ada di sekitar, misalnya
punggungan, puncak bukit, jalan setapak, jalan raya, sungai, tebing, muara, delta, anak sungai,
pemukiman, daerah tertentu,
jangan menyepelekan alat-alat standar! Karena inilah gantungan hidup kita kalau terjadi
sesuatu. Dalam melakukan perjalanan kita harus mempersiapkan bekal pribadi, terutama
peralatan bertahan hidup (Survival Kit), juga harus memadai. Barang-barang kecil yang amat
vital harus tersedia seperti lampu senter, korek api, pisau lipat kecil, peralatan jahit, pluit, tisu
basah, perlengkapan P3K, obat-obatan, dan lain sebagainya. Meski perjalanan dirasa tidak terlalu
jauh, biasakan juga selalu membawa makanan dan minuman cadangan. Setelah semuanya siap,
tempatkan peralatan dan perlengkapan tadi kedalam sebuah wadah atau tas yang memenuhi
syarat, seperti cukup ringan, kuat dan tahan air. Buat perbedaan antara wadah tadi dengan tas
atau barang-barang lain, agar mudah dikenali.
prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh seorang survivor, yaitu;
(Size Up the Situation), pandailah dalam menilai situasi, setiap kondisi lingkungan dan
perubahan-perubahannya harus betul-betul diperhatikan agar selamat.
(Undue Haste Make Taste), jangan tergesa-gesa, biar lambat asal selamat. Setiap tindakan
hendaknya dipikirkan untung ruginya. Kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat berakibat
kematian.
(Remember Where You Are), Ingat dimana kamu berada. Baik posisi harfiah yang berarti lokasi
dimana berada maupun posisi yang berarti kondisi dan kedudukan diri pada saat itu.
(Vanquish fear and panic), Kuasai diri dari rasa takut dan panik yang dapat menumpulkan nalar
dan pikiran yang jernih.
(Improvise), Perbaiki diri dari kesulitan. Gunakan segenap kemampuan dan pengetahuan untuk
keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi.

(Value living), Hargailah kehidupan. Jangan siasakan hidup dengan mengambil keputusan yang
ceroboh. Buang pikiran jauh-jauh dari keinginan bunuh diri.
(Act like the native), Sesuaikan diri dengan penduduk setempat, sesuaikan dirimu dengan
lingkungan disekitarmu.
(Learn basic skill), Pelajari dasar-dasar pengetahuan dan latihlah kemampuan di alam
bebas.Berbagai tehnik survival telah dikembangkan orang untuk menghadapi kondisi medan
yang memang beragam. Kita mengenal tehnik survival laut (sea survival) yang dipersiapkan
untuk menghadapi kemungkinan kecelakaan di laut, survival padang es bagi yang tersesat di
pegunungan atau padang salju, survival rimba (jungle survival) bagi yang mengalami musibah
atau tersesat di rimba daratan atau pengunungan, survival gurun dan lain sebagainya. Walaupun
demikian, terdapat kesamaan tujuan yang mendasari berbagai tehnik survival tersebut, yaitu
memulihkan kembali hubungan dengan masyarakat umum. Oleh sebab itu yang ditekankan
dalam setiap tehnik survival ini adalah bertahan hidup, mempertahankan hidup lengkap dengan
segenap.
Di Indonesia daerah yang akan ditemui adalah : hutan belantara, rawa, sungai, padang ilalang,
gunung berapai dan lain sebagainya.Ada beberapa permasalahan yang akan kita hadapi, yaitu
masalah / bahaya yang ada di alam (bahaya obyektif), masalah yang menyangkut diri kita sendiri
(bahaya subyektif). Ada beberapa aspek yang akan muncul dalam menghadapi survival:
1.Psikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan,bosan, putus asa dll.Pengaruh
psikologis yang disebabkan karena perasaan terasing
.2.Fisiologis : sakit, lapar, haus, luka, lelah, dll.Pengaruh Fisikologis yang disebabkan karena
kelelahan, dan kurang tidur
3.Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin, vegetasi, fauna, dll.Pengaruh lingkungan
yang disebabkan karena beratnya medan.Ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
keberhasilan dalam melakukan survival, selain faktor keberuntungan (nasib baik/pertolongan
Tuhan tentunya), yaitu:
Semangat untuk mempertahankan hidup.
Kesiapan diri.
Alat pendukung.Beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menghadapi survival :
Perlindungan terhadap ancaman :
cuaca,
binatang,
makanan/minuman
penyakit
Menurut jumlah orangnya survival ada dua macam yaitu survival individu dan survival
kelompok..
Dalam survival individu atau sendiri, akan mengundang rasa kesepian dan bosan selain rasa
takut dan panik. Kesepian dan bosan adalah masalah besar yang harus segera diatasi dan
dihindarkan. Karena hal tersebut akan dapat membuat perasaan tertekan yang bisa
menghilangkan semangat dan keinginan untuk hidup. Kesepian dan bosan hanya bisa ada dalam
suatu lamunan yang disetujui oleh tindakan dan pikiran. Untuk mengatasinya selalu bekerjalah

untuk hal yang perlu dikerjakan akan bisa menghindari rasa sepi dan bosan.
Survival kelompok lebih baik dari pada survival sendiri, tersedianya banyak tenaga untuk
melakukan pekerjaan dan adanya teman untuk berkomunikasi yang dapat menghilangkan rasa
sepi dan bosan. Namun, setiap orang tidak akan sama dalam menghadapi sesuatu yang
dihadapinya. Dalam keadaan ini kecenderungan orang akan bertindak untuk kepentingan dirinya
sendiri dengan mengabaikan kepentingan bersama.