Anda di halaman 1dari 2

Animal Simbolycum

Menurut Earnst Cassier, animal simbolycum adalah suatu


istilah untuk manusia yang dapat dijelaskan sebagai makhluk atau
hewan yang menyimbolkan apapun melalui pemikirannya atau
kelakuannya. Dengan terlibatnya indera dan persepsi, makna simbol
bergantung kepada makna yang disepakati dalam sebuah kelompok
masyarakat atau budaya. Kemampuan menyimbolkan apapun ini
merupakan

kemampuan

yang

membedakan

manusia

dengan

makhluk hidup lainnya dan menempatkan derajat manusia berada


di atas derajat makhluk hidup lainnya. Kemampuan ini dapat
ditemukan dalam simbol-simbol yang hadir di seputar kehidupan
manusia, yang sudah disepakati untuk menyampaikan pesan atau
makna tertentu. Contoh paling sederhana dari animal simbolycum
ini adalah jika ada orang yang mengacungkan jempol, bisa berarti ia
sedang mencari tumpangan atau ia ingin memuji sesuatu atau
mengatakan kalau sesuatu itu tidak apa-apa, baik, bagus, dan tidak
bermasalah.

Kemampuan

ini

selalu

berkembang,

dan

dapat

berkembang menjadi penamaan benda atau penamaan non-benda.

Persepsi
Menurut Slameto (2010:102), persepsi adalah proses yang menyangkut
masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia, melalui persepsi manusia terus
menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan
lewat inderanya, yaitu indera pengelihat, pendengar, peraba, perasa,
dan pencium.
Persepsi juga sering dikenal sebagai anggapan, pandangan, atau gambaran.
Persepsi dapat disebabkan oleh tanggapan seseorang atau tanggapan umum mengenai
satu hal atau objek. Dengan kata lain, persepsi merupakan proses pemberian
tanggapan, pengartian, penggambaran, atau penginterpretasian terhadap apa yang
dilihat, didengar atau dirasakan dalam bentuk sikap, pendapat, dan tingkah laku.

Persepsi juga bersifat subjektif, karena bergantung kepada kemampuan dan keinginan
masing-masing individu untuk menafsirkan sesuatu dan masing-masing individu
mempunyai cara yang berbeda-beda.
Menurut Wolberg (1967), manusia merupakan makhluk sosial yang sekaligus
juga makhluk individual, maka terdapat perbedaan antara individu yang satu dengan
yang lainnya. Adanya perbedaan ini menyebabkan mengapa cara pandang seseorang
terhadap satu objek berbeda dengan cara pandang orang lain.

http://belajarpsikologi.com/pengertian-persepsi-menurut-ahli/
Zainal Abidin, Legino, Noor, Vermol, Anwar dan Kamaruzaman.
Proceedings of the 2nd International and Colloquium of Art and
Design Education Research (i-CADER 2015). Singapura: Springer.