Anda di halaman 1dari 4

Aokigahara, Hutan

Kematian di Jepang
Review Terbaik Wisata di Jepang

REVIEW
Oleh : editor
Published : 1 June 2016
Rating :

Share on Facebook (Opens in new window)


Click to share on Twitter (Opens in new window)
Click to share on Google+ (Opens in new window)

Komentar : 2
5.0/5 (1)

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Aokigahara, hutan ini nampak seperti hutan
pada umumnya. Hutan yang ditumbuhi oleh pepohonan tinggi, lebat dan serba hijau
telah menjadi pemandangan umum. Namun, atmosfer ini berubah mencekam ketika
kita tahu cerita tragis di Aokigahara.
Ternyata, Aokigahara dikenal juga sebagai hutan kematian di Jepang. Menjadi lokasi
populer untuk melakukan bunuh diri! Umumnya, orang Jepang melakukan bunuh diri
di dalam hutan, di pinggiran tebing maupun di dalam mobil. Dan hutan ini menjadi
salah satu tempat yang sering dijadikan lokasi bunuh diri.

Setiap harinya, penjaga hutan dan polisi menyisir area seluas 32 kilometer persegi
ini untuk mencari jenazah orang yang bunuh diri. Mereka berhasil menemukan
dompet, foto keluarga, kartu kredit hingga tengkorak manusia. Setelahnya diketahui
bahwa beberapa korban bunuh diri memutuskan untuk camping terlebih dahulu.
Terbukti dengan penempuan tenda-tenda yang berdiri tak jauh dari jenazah.

Alasan Bunuh Diri

Menyusuri Hutan Aokigahara


Hal ini makin membuat miris karena setiap tahunnya angka bunuh diri
di Aokigahara meningkat. Fenomena ini memunculkan rasa prihatin dari masyarakat
Jepang. Tingginya tuntutan hidup, krisis ekonomi dan kegagalan menjadi momok
utama angka bunuh diri terus meningkat.
Hal ini juga dipercaya berkaitan erat dengan harakiri maupun seppuku. Konsep lebih
baik mati daripada menanggung malu ataupun kegagalan telah tertanam begitu
dalam. Hingga mereka melilih untuk mati saat gagal dalam berbisnis, gagal tes
universitas dan saat melakukan kesalahan saat bekerja.
Keberadaan hutan kematian ini cepat menyebar ke seluruh dunia. Banyak wisatawan
yang sengaja menyambangi Aokigahara karena penasaran. Lokasinya yang berada
di bagian barat Fujisan atau Gunung Fuji pun tak menjadi hambatan. Banyak
wisatawan yang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk sampai ke hutan ini.

Plang Peringatan via Steve Boland (Flickr)


Junkai (hutan lebat) dengan udara sejuk dan pemandangan menawanlah yang akan
kita jumpai. Di sepanjang jalan terlihat plang-plang yang berisi peringatan untuk
tidak bunuh diri. Plang-plang ini memuat pesan bahwa bunuh diri hanya membawa
kepedihan. Masih ada keluarga yang akan setia menanti kita di rumah. Sesekali kita
akan mencium bau tak sedap yang berasal dari dalam hutan.
Akhirnya, kita dapat belajar banyak tentang arti kehidupan dari Aokigahara. Bahwa
bagi setiap orang kesalahan dan kegagalan bisa menjadi akhir. Namun, kita harus
ingat bahwa masih ada keluarga yang akan selalu menyambut. Kita tak akan sendiri
saat kesulitan datang karena keluarga akan selalu hadir menjadi sahabat setia.