Anda di halaman 1dari 16

POINT LOAD TEST

(TEST FRANKLIN)
ASTM-D 5731 02

Siana Dewi Artha, ST


PROGRAM S1 JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UNPAR

* Point

load test dilakukan untuk Menentukan nilai-nilai

Index strength (Is)

dan Kuat

tekan

) dari

percontohan batuan secara tidak langsung dilapangan.

*
Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

* Point

load test ( test Franklin ) adalah suatu test


yang bertujuan untuk menentukan kekuatan
(strength) dari percontohan batu yang di tes baik
berupa silinder maupun yang bentuknya tidak
beraturan. Point load test termasuk dalam uji kuat
tekan, karena pada uji kuat tekan terdapat dua
macam test yaitu Point load test dan Brazilian test

*
Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

*
Axial test
= 1.1 0.05
Jadi
= 1.05 1.15

* Pada sampel di beri tanda titik


di atas dan di bawah

Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

*
Diametrical Test
L > 0.7 D

* Pada sampel diberi

tanda

titik di tengah-tengahnya

Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

*
Irreguler test
= . .

* Pada uji ini, sampelnya tidak

beraturan dan di beri tanda


titik di tengah-tengah sampel

Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

a.
b.
c.
d.

*
Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

Diametral
Axial
Block
Irregular
Lump

* Mesin

pengujian point load test, untuk menekan


perconto yang berbentuk silinder, balok atau tidak
bentuk tidak beraturan lainnya dari satu arah secara
menerus/ kontinu hingga perconto pecah

* Mistar,

untuk mengetahuai jarak perubahan axial


antara dua konus penekan pada alat point load test

* Dial

gangue untuk mengukur beban maksimum yang


dapat diterima contoh batuan hingga contoh tersebut
pecah

*
Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

*
Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

* Dari uji ini akan didapatkan nilai point load strength index

(Is) yang akan menjadi patokan untuk menentukan nilai


kuat tekan batuan (c). Nilai-nilai tersebut didapatkan
dari perhitungan sebagai berikut :

Dimana :
Is
P
De2
De2
De2

= /

= Point Load test index (indek franklin), Mpa


= Beban maksimum hingga percontohan
pecah, N
= ekivalen dengan D untuk diametral test
= De2 untuk diametral tes, mm2, dan
= 4A/ untuk tes axial, block dan lump, mm2

A = WD = luas area minimum penampang spesimen

Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

* Jika

ketika sampel
memiliki ukuran lebih
atau kurang dari 50
mm, maka rumusan
koreksi point load test
index menjadi:

Is(50) = = F x Is

*
Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

where:
uc
= uniaxial compressive strength,
C
= factor that depends on site-specic correlation between uc
and Is(50),and
Is(50)
= corrected point load strength index.

* If site-specic correlation factor C is not available, use the


generalized value of C shown in Table

Table Generalized Value of C

From ISRM Suggested Methods.


Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

* Sumber

sampel termasuk nama proyek, lokasi dan


lingkungan penyimpanan. Lokasi mungkin ditentukan dalam
hal jumlah sumur bor dan kedalaman
* Keterangan fisik sampel termasuk jenis batuan dan lokasi
dan orientasi diskontinuitas, seperti: garis kelemahan,
perlapisan, schistosity, dll
* Tanggal sampling dan pengujian
* Indikasi umum kondisi kelembaban benda uji pada saat
pengujian, seperti : jenuh,kondisi asli, keriang udara , dan
kering oven.
* Rata-rata ketebalan dan diameter rata-rata benda uji
* Beban " P " maksimum yang diterapkan
* Arah pembebanan (sejajar atau normal ke garis kelemahan )
* Jumlah spesimen yang diuji
* Perhitungan nilai point load test index tidak terkoreksi (Is)
dan dikoreksi Is(50)

Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR

Mekanika Batuan - T.Pertambangan UNPAR